Wednesday, July 5, 2017

Bacaan Liturgi & RenHar. 05 Juli 2017 Rabu Pekan Biasa XIII PF S. Antonius Maria Zaccaria, Imam. Bersama Yesus Taklukkan Iblis Dan Tebarkan Kasih.

*Bersama Yesus Taklukkan Iblis Dan Tebarkan Kasih*

DALAM Injil hari ini, dikisahkan tentang dua orang lelaki yang kerasukan roh jahat, yang tak berdaya untuk melepaskan diri dari kekuasaan iblis. Hanya Yesus yang mampu membebaskan mereka; dengan sabdaNya, iblis pun takluk dan meninggalkan mereka. Namun orang-orang Gadara bukannya bersyukur atas kebaikan Yesus, mereka malah mengusir Dia.

Lewat kisah ini, kita dapat memetik pelajaran berikut:

* Roh jahat mengenali Yesus dan mereka takut terhadap Dia. Oleh sebab itu, kita harus setia membina relasi dengan Yesus dan mengisi seluruh pikiran dan hati kita dengan SabdaNya. Hayati sungguh-sungguh sabdaNya, maka sabda akan menjadi benteng pertahanan kita terhadap godaan dan tipu daya iblis yang selalu berusaha mencari jalan masuk untuk menguasai diri kita

* Jangan pernah berhenti berbuat baik dan menebarkan kasih walaupun tindakan kita mendapatkan penolakan dan tanggapan negatif. Lakukan semuanya dengan tulus, tanpa mengharapkan balasan apapun, bahkan juga sekedar ucapan terima kasih. Hanya kasih yang mampu mematahkan belenggu kebencian dan memutuskan rantai balas dendam.

Mari bersandar kepada Yesus, mohon kekuatan daripadaNya agar kita dimampukan menjadi murid-muridNya yang sejati.


#


Bacaan Liturgi 05 Juli 2017

Rabu Pekan Biasa XIII
PF S. Antonius Maria Zaccaria, Imam.


Bacaan Pertama

Kej 21:5.8-20
Ismael tak mungkin menjadi ahli waris bersama dengan anakku Ishak.


Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Abraham berumur seratus tahun,
ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
Ketika Ishak bertambah besar, pada hari ia disapih,
Abraham mengadakan perjamuan besar.
Pada waktu itu Sara melihat,
bahwa Ismael,
anak yang dilahirkan Hagar, wanita Mesir itu, bagi Abraham
sedang main dengan Ishak, anaknya kandungnya.


Berkatalah Sara kepada Abraham,
"Usirlah hamba wanita itu beserta anaknya,
sebab anaknya itu tidak akan menjadi ahli waris
bersama-sama dengan anakku Ishak."
Hal ini sangat menyebalkan hati Abraham oleh karena anaknya itu.


Tetapi Allah bersabda kepada Abraham,
"Janganlah sebal hatimu karena anak dan budakmu itu.
Segala yang dikatakan Sara itu haruslah engkau dengarkan,
sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.
Tetapi keturunan dari hambamu itu pun
akan Kujadikan suatu bangsa,
karena ia pun anakmu."


Keesokan harinya
pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air
dan memberikannya kepada Hagar.
Ia meletakkan semua itu beserta anaknya di atas bahu Hagar,
dan menyuruhnya pergi.
Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
Ketika air di kirbat itu habis,
dibuangnyalah anaknya ke bawah semak-semak,
dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, katanya,
"Aku tidak tahan melihat anakku mati."
Sedang ia duduk di situ,
menangislah anaknya dengan suara nyaring.

Allah mendengar suara anak itu,
lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, katanya,
"Apakah yang engkau susahkan, Hagar?
Janganlah takut,
sebab Allah telah mendengar suara anakmu
dari tempat ia terbaring.
Bangunlah, angkatlah anakmu itu, dan bimbinglah dia,
sebab Aku akan menjadikan dia  bangsa yang besar."


Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur.
ia pergi mengisi kirbatnya dengan air,
dan anaknya ia beri minum.
Allah menyertai Ismael, sehingga ia bertambah besar.
Ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 34:7-8.10-11.12-13
R:7a
Orang  tertindas itu berseru,
dan Tuhan mendengarkannya.


*Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkannya;
Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa,
lalu meluputkan mereka.

*Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus,
sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan.
Singa-singa muda merana kelaparan,
tetapi orang-orang yang mencari Tuhan,
tidak kekurangan suatu pun.

*Marilah anak-anak, dengarkanlah aku,
takut akan Tuhan akan Kuajarkan kepadamu!
Siapakah yang menyukai hidup?
Siapa yang mengingini umur panjang
untuk menikmati yang baik?

Bait Pengantar Injil
Yak 1:18
Atas kehendak-Nya sendiri
Allah telah menciptakan kita dengan kebenaran,
agar kita menjadi yang pertama dari ciptaan-Nya.


Bacaan Injil
Mat 8:28-34
Adakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus menyeberang danau Genesaret
dan tiba di daerah orang Gadara.
Maka datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan,
menemui Dia.
Mereka itu sangat berbahaya,
sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.
Dan mereka itu pun berteriak, katanya,
"Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah?
Adakah Engkau ke mari
untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"

Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi
sedang mencari makan.
Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya,
"Jika Engkau mengusir kami,
suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu."
Yesus berkata kepada mereka, "Pergilah!"
Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu.
Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang
ke dalam danau,
dan mati di dalam air.
Para penjaga babi lari,
dan setibanya di kota, mereka menceritakan segala sesuatu,
juga tentang dua orang yang kerasukan itu.
Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus
dan setelah mereka berjumpa dengan Dia,
mereka mendesak supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

Demikianlah Injil Tuhan.


#


Mutiara Iman.
*AHLI WARIS*

5 July 2017


"Sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris.." (Kej 21:10)

Lectio
Kej 21:5,8-20; Mzm 34:7-8,10-11,12-13; Mat 8:28-34

Sejak muda Amin selalu giat bekerja keras untuk menyekolahkan ketiga anaknya. Setelah anak-anaknya lulus dari universitas di luar negeri, tidak ada satupun yang mau kembali, sehingga ia pun hanya ditemani isteri dan anak supirnya yang sudah disekolahkan sampai S1. Dari anak pertama hingga anak ketiga hanya meminta uang untuk pesta pernikahan mereka di LN dan membeli rumah. Semuanya disediakan oleh Amin.


Pernah di pesta Steve, anak ketiganya, Amin bertanya :
"Apakah ada yang mau pulang untuk membangun INDONESIA?"
Ketiga adaknya menggelengkan kepala.


Lima tahun kemudian, Steve dan keluarga berlibur ke Jakarta dan ketika tiba di kantor ayahnya, dia sangat kaget.
"Papa, luar biasa, ternyata perusahaan kita begitu besar!" kata Steve.


Tetapi Amin berkata :
"Papa ada 4 perusahaan yang sudah disiapkan untuk kalian yang mau pulang. Kalau tidak, Papa akan go publikan dan uangnya disumbangkan kepada Panti Asuhan."
"Kok 4 Pah? Kan mestinya 3?" tanya Steve.


"Papa sudah siapkan untuk Fathur yang telah membantu papa lebih dari 20 tahun." jawab Amin singkat.

Berkatalah Sara kepada Abraham :
"Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."

KASIH tidak membeda-bedakan.

Oratio
Ya Tuhan, kasih-Mu tidak berkesudahan. Amin

Missio
_"Marilah kita memberikan kasih_ _kepada semua orang tanpa memandang latar belakang._


*Have a Blessed Wednesday*

Mutiara Iman.org


#


"ORANG BERFIKIRAN EGOIS DAN LICIK."

Bacaan Liturgi 05 Juli 2017

Rabu Pekan Biasa XIII.


Bacaan Pertama Kej 21:5.8-20 Mazmur 34:7-8.10-11.12-13
Bacaan Injil Mat 8:28-34.

Injil Matius 8:34, menulis.

"Merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka."

Sebuah fakta yang sudah dikenal banyak orang pada masa itu, bahwa di pekuburan ada dua orang yang dikuasai kekuatan jahat yang sangat membahayakan, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu. Ketika dua orang itu berjumpa Yesus, Yesus mengerti apa sesungguhnya sedang terjadi pada kedua orang malang itu. Yesus tergerak untuk membebaskan kedua orang itu dari belenggu kemalangan, dan merekapun diliputi ketakutan dibahayakan olehnya. 


Sebuah tindakan yang baik. Namun apa yang terjadi dari pandangan mereka yang berhati buruk dan hanya memikirkan kepentingan sendiri? Mereka tidak suka, mereka protes, mereka merasa dirugikan oleh Yesus. 

Mereka lebih sayang babi-babinya daripada pembebasan dari kuasa jahat, bahkan demi keselamatan seorang anak manusia. Dan merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.


 Orang-orang yang berpikiran egois dan licik seperti dalam kisah ini juga sering kita jumpai dalam kehidupan ini. Mereka lebih mempertahankan kenyamanan diri, harga diri, ritual yang kaku dan kering daripada memilih untuk lebih terbuka dan sedikit berkurban untuk membantu seorang anak manusia yang mengalami belenggu kemalangan karena kuasa jahat.

Ya Tuhan, berilah aku hati yang baik dan bimbinglah aku mengenal kebenaranMu untuk tidak licik dan egois. Amin.
Met Hari Rabu.


#


St Anthony Zaccaria, priest .

Wednesday 5th July .

Matthew 8:28-34


And when he came to the other side, to the country of the Gadarenes, two demoniacs met him, coming out of the tombs, so  erce that no one could pass that way. And behold, they cried out... "If you cast us out, send us away into the herd of swine." And he said to them, "Go." So they came out and went into the swine; and behold, the whole herd rushed down the steep bank into the sea, and perished in the waters. The herdsmen  ed, and going into the city they told everything, and what had happened to the demoniacs. And behold, all the city came out to meet Jesus; and when they saw him, they begged him to leave their neighbourhood.


It's a very sad ending; isn't it? We read that the whole city came out to find You. That's not new. We are used to that (people coming to see You); however, this time when they saw You, they begged You "to leave their neighbourhood". I can't believe it! These people saw the miracle: You, Lord, had healed two men who were "infested" with devils and were now safe and sound; but these people just didn't care. They were more concerned about their swine than the two healed men.
They have put all their heart into their pigs and forgotten to put it into their God. 


Of course, today not many people have swine, but they have other things to set their hearts on. When they go on holiday they may be more worried about finding a WiFi signal than about finding a Church and checking out local Mass times.


In 1852 St John Mary Vianney met François Dorel walking his beautiful dog in the streets of Ars. He was a plasterer who found it 'hard' to go to Mass because of frequent duck-hunting trips. The holy priest spotted him and told him: "It is greatly to be wished that your soul was as beautiful as your dog". The following year that man became a monk! You see? Some people care more about their DOG than about their GOD. Some care more about their tablet, or phone or computer... And God is asking for our attention. Sometimes we ask Him to leave, like a beggar, like a street dog... But God always comes back!

Mary, my Mother, if a friend or family member seems to be putting 'things' before God, help me to do them a big favour by pointing it out, gently, like St John Mary Vianney.


#

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.