Google+ Followers

Friday, April 18, 2014

PERCIKAN HATI. Jumat, 18 April 2014. Kekuatan Salib Yesus.

PERCIKAN HATI. 

 

(*) Rubrik Renungan. 

«Kekuatan Salib Yesus»

 

(*) Mengapa Yesus perlu mengorbankan diri-Nya sehabis-habisnya di kayu salib?

 

(y) Itu karena cinta Yesus yang begitu besar untuk kita, manusia. Yesus tidak ingin kita menjadi budak dosa yang membuat relasi kita dengan sesama bahkan pula dengan Tuhan sendiri menjadi renggang.

O:) Dengan wafat di kayu salib, Yesus menunjukkan pentingnya pengorbanan untuk mencapai keselamatan. Bila kita ingin hidup lebih baik, kita mesti mengorbankan atau mematikan kebiasaan dan hal-hal yang tidak baik. Berkorban memang sulit, namun buahnya senantiasa indah.

 

(*) Lihatlah pengorbanan Yesus di kayu salib demi keselamatan kita. Timbalah rahmat dari salib yang mesti Yesus pikul karena dosa-dosa kita agar kita pun mampu berubah dan memperbaiki diri menjadi lebih baik dari hari ke hari.

 

O:) “Kami menyembah Engkau, ya Kristus, dan memuji-Mu, sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menebus dunia.” (St. Fransiskus Asisi)

 

<3 PERCIKAN HATI. 

«Jumat, 18 April 2014»

 

Perjamuan Kamis Putih Paus Fransiskus.

Berita ROMA, 17/4/2014, 

 

Paus Fransiskus membangun budaya baru dalam ritual Kamis Putih dg membasuh kaki orang-orang biasa. 

 

 

Tahun ini, Paus Fransiskus membasuh kaki 12 orang tua dan penyandang disabilitas, termasuk seorang pria Muslim berdarah Libya, Kamis (17/4/2014).

 

 

Ritual pembasuhan kaki yang dilakukan Gereja Katolik ini diyakini mengulang teladan Yesus yang membasuh kaki kedua belas muridnya pada malam terakhirnya bersama mereka.

 

 

Meski tampak kesulitan, Paus berusia 77 tahun itu membungkuk untuk mencuci, kemudian mencium kaki sembilan warga Italia dan tiga warga asing berusia 16 hingga 86 tahun di Yayasan Don Carlo Gnocchi, Roma.

 

 

Setibanya di tempat misa, Paus Fransiskus disambut ribuan orang. 

 

Dia bahkan sempat berhenti dan berbincang sejenak dengan para orangtua dan penyandang disabilitas yang memadati gereja di pinggiran kota Roma itu.

 

 

"Para budak dan pelayan yang membersihkan debu jalanan dari kaki para tetamu yang datang, Yesus melakukan pekerjaan para budak dan pelayan itu. 

 

Dia junjungan kita, tetapi bersedia menjadi pelayan kita," kata Paus.

 

 

Orang termuda yang dibasuh kakinya oleh Paus Fransiskus adalah Osvaldinho dari Tanjung Verde, Afrika. 

 

Bocah ini harus menghabiskan hidupnya di kursi roda setelah tulang punggungnya patah dalam kecelakaan menyelam tahun lalu.

 

Sementara itu, Angelica (86), yang tulang panggulnya patah setelah jatuh pada tahun lalu, adalah yang tertua dari kedua belas orang yang dibasuh kakinya. 

 

Satu orang lagi, Pietro (86), menderita masalah otot tubuh dan keseimbangan. 

 

 

Yang unik adalah Hamed (75), seorang Muslim asal Libya, yang sudah bertahun-tahun bekerja di kamar dagang Arab-Italia, sebelum kecelakaan lalu lintas membuatnya menderita kerusakan saraf yang sangat berat.

 

 

Tahun lalu, tak lama setelah terpilih menjadi pemimpin gereja Katolik sedunia, Paus asal Argentina itu membasuh kaki 12 narapidana muda, termasuk dua orang yang beragama Islam.

 

 

Paus Fransiskus adalah pemimpin Katolik pertama yang membasuh kaki umat Muslim dalam ritual Kamis Putih.

 

ARAH HIDUP BISA BERUBAH .

ARAH HIDUP BISA BERUBAH.           

 

 

Dulu Alabama dikenal sebagai negara bagian penghasil kapas terbesar di USA. 

 

 

Suatu hari seekor kumbang kapas Meksiko terbawa ke Alabama. 

 

Di sana kumbang ini membuat koloni kumbang pemusnah kapas sehingga perkebunan kapas Alabama musnah dalam waktu yang relatif singkat. 

 

 

Penduduk Alabama bingung bahkan frustasi oleh masalah ini, karena mata pencaharian mereka lenyap. 

 

 

Namun beberapa tahun kemudian penduduk Alabama sepakat mendirikan sebuah tugu peringatan dengan maskot si kumbang kapas. 

 

 

Bagaimana bisa ? 

 

Kumbang yang menyebabkan kesulitan perekonomian menjadi maskot kota itu ? 

 

 

Ternyata masa-masa sukar yang dialami penduduk karena kehilangan kebun kapas telah membuat mereka beralih dengan mencoba menanam buah serta sayuran. 

 

Hasilnya ternyata sangat menakjubkan.

 

 Alabama yang dulu terkenal menghasilkan kapas, kini berubah menjadi penghasil buah dan sayur terbesar di Amerika.   

 

 

Kadangkala keadaan memaksa kita untuk memutar arah hidup dan ketika arah hidup berubah kita harus siap kembali berjuang dari titik nol. 

 

 

Dalam kondisi seperti ini beberapa orang larut dalam kebingungan dan terus mengajukan pertanyaan, "Mengapa ini terjadi ?", namun orang yang mau menghadapi perubahan, meskipun itu menyakitkan akan melemparkan pertanyaan,

 

 

 "Semua sudah terjadi. Selanjutnya langkah apa yang harus saya lakukan.?" dan siap untuk berjuang.  Reinhold Niebuhr pada tahun 1930 menulis satu doa, 

 

 

"Anugerahi aku ketenangan untuk menerima hal-hal yang tidak dapat kuubah, keberanian untuk mengubah hal-hal yang dapat kuubah dan kebijakan untuk mengetahui perbedaannya." 

 

 

Jadilah bijak dalam segala keadaan, tetaplah beriman, tekunlah berdoa dan berjuanglah hingga mencapai hasil yang terbaik......

Mutiara Iman. MEMANDANG SALIB. 18 April 2014.

Mutiara Iman.

 

 

MEMANDANG SALIB.

 

18 April 2014.

 

 

"Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam" 

(Yoh 19:37)

 

 

Lectio:

 

Yes 52:13-53:12; 

Mzm 31:2,6,12-13,15-16,17,25; 

Ibr 4:14-16; 5:7-9; 

Yoh 18:1-19:42. 

 

 

 

Selesai bekerja shift malam sebagai security, Thomas pulang ke rumahnya pukul 8 pagi, dengan tubuh yang lelah dan mengantuk. 

 

 

Setibanya di rumah, Anna, isterinya dan Simon anaknya merengek ingin ikut pesta Paskah pada hari Minggu, dengan biaya Rp 50ribu per kepala.

 

 

Karena kelelahan dan terbayang harus mengeluarkan uang Rp 150ribu, emosi Thomas pun memuncak dan ia berteriak:

 

"Kalian ini hanya bisa minta duit terus! Ayah sudah lelah bekerja sepanjang malam, apa kalian tidak melihat? Lebih baik ayah mati saja di salib bersama Yesus!"

 

 

Lalu Thomas pun pergi meninggalkan rumah.

 

 

Dalam perjalanan, ia teringat akan janjinya untuk pergi ke gereja bersama anak dan istrinya, tetapi hati kecilnya yang sedang kesal berkata:

 

"Biarkan saja, sesekali mereka perlu diberi pelajaran, bagaimana rasanya tidak ada saya."

 

 

Pukul 14:00, gereja sudah penuh dan Thomas pun masuk ke dalam. 

 

 

Ketika sedang berdoa sambil memandang salib Yesus yang terbungkus kain, tiba-tiba terbayang gambaran dirinya yang berdiri di bawah memandang isteri dan anaknya sedang di salib.

 

 

Tak kuasa, Thomas pun segera keluar dari gereja dan bergegas pulang menjemput isteri dan anaknya. 

 

 

Dalam perjalanan kembali ke gereja, sambil membonceng isteri dan anaknya, Thomas berkata:

 

"Mari kita merayakan Paskah bersama.. 

Barusan saja Tuhan telah memberikan terang kepada ayah.."

 

 

Dalam Injil keempat, disebutkan :

 Dan dekat salib, Yesus melihat ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.

 

 

Dengan memandang Salib, kita melihat adanya kehidupan kekal.

 

 

 

Oratio:

 

Sudah selesai....

Amin. 

(Yoh 19:30).

 

 

Missio:

 

Marilah kita jadikan Salib sebagai satu-satunya jalan yang harus diambil oleh murid-murid Yesus. 

 

 

Have a Blessed Good Friday.

KasihNya.

Yesus memilih utk menempuh jalan penderitaan & kematian utk memberi kita kehidupan.

 

 WafatNya di salib mengungkapkan kasihNya yg agung. 

 

Mari ungkapkan rasa syukur kita dng menata kehidupan kita, warnai dng tindakan kasih & melangkah di dlm kebenaranNya.

Thursday, April 17, 2014

Mutiara Iman. MEMBASUH KAKI. 17 April 2014.

Mutiara Iman. 

MEMBASUH KAKI. 

17 April 2014. 

"Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu" 

(Yoh 13:14).

Lectio: Kel 12:1-8,11-14; 

Mzm 116:12-13,15-16bc,17-18; 

1Kor 11:23-26; 

Yoh 13:1-15.

Sony dan Irene sedang merayakan pesta ulang tahun perkawinan ke-25 mereka dengan mengadakan perayaan Ekaristi di gereja sebagai ucapan syukur mereka. 

 

Setelah pasangan itu mengulang kembali janji pernikahan mereka, Pastor berkata:

"Saya tidak akan berkotbah mengenai kasih, tapi saya akan meminta pasutri yang berbahagia ini untuk menunjukkan kepada kita apa arti kasih dalam kehidupan perkawinan mereka."

 

Lalu Sony mengajak istri dan kedua anaknya untuk duduk. 

 

Kemudian ia mengambil waskom berisi air dan menyelipkan handuk kecil di pinggangnya. 

 

Lalu ia menghampiri Irene, membuka sepatunya dan sambil berdoa ia membasuh kaki sang istri dan lalu menciumnya. 

 

Hal tersebut dilakukannya juga pada kedua anaknya dan mereka saling membasuh kaki satu sama lainnya. 

 

Dengan diiringi lagu "Love Never Fails", para undangan pun larut dalam suasana haru dan bahagia. 

 

 

Tak sedikit umat yang meneteskan air mata dan mereka menyadari bahwa memang kasih dan pelayanan lah yang menerangi kehidupan keluarga Sony dan Irene.

 

Dalam Injil hari ini, Yesus berkata : 

'Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu..'

 

Pelayanan kasih kepada keluarga dan sesama adalah bentuk nyata dari setiap murid Tuhan Yesus.

 

 

Oratio:

Ajarilah kami, Tuhan,

 bahasa cinta kasih.

 Amin.

Missio:

Marilah kita saling mengasihi dan saling melayani. 

 

Have a Blessed Holy Thursday

Renungan Harian. Kamis Putih, 17 April 2014. Peringatan Perjamuan Tuhan.

Doa Katolik.

 

Renungan Harian. 

 

Kamis Putih, 17 April 2014. 

 

Peringatan Perjamuan Tuhan.

 

 

 

Kel 12:1-8.11-14 ; 

Mzm 116:12-13.15-16bc.17-18 ; 

1Kor 11:23-26 ;

Yoh 13:1-15.

 

 

 

"Jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu."

 

 

 

Dengan membasuh kaki para rasul, Yesus memberikan teladan untuk merendahkan diri dan melayani kepada kita semua.

 (bdk. Yoh 13:1-15). 

 

 

Biasanya, membasuh kaki dilakukan oleh seorang hamba untuk tuannya. 

 

 

Namun, di sini justru Yesus, yang adalah guru dan Tuhan, yang melakukannya untuk para murid. 

 

 

Ia memberikan teladan mengenai semangat perendahan/pengosongan diri untuk melayani. 

 

 

Pensannya tentu tidak perlu kita hayati secara harafiah dengan saling membasuh kaki, tetapi yang menjadi intinya adalah kita rela untuk saling merendahkan diri dan saling melayani satu sama lain. 

 

 

Selain itu, malam ini kita juga menerima amanat agung dari Tuhan Yesus Kristus untuk tekun dan setia merayakan Ekaristi sebagaimana kita dengarkan dalam bacaan II. 

 

 

Secara tegas, Yesus mengatakan, "... perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!". 

 

 

Maka, marilah kita semakin mencintai Ekaristi dengan menghayatinya secara lebih baik dan merayakannya sesering mungkin kemudian mewujudkannya dalam hidup sehari-hari. 

 

 

Sebagaimana Kristus memberikan tubuh dan darah-Nya bagi kita, kita juga diutus untuk memberikan diri kita 

(waktu, tenaga, pemikiran, materi, dll) kepada sesama melalui tugas, pekerjaan dan karya pelayanan kita.

 

 

 

Doa: 

Tuhan, 

bantulah kami untuk melaksanakan perintah dan teladan-Mu, yakni saling merendahkan diri dan memberikan diri dalam karya pelayanan kami sehari-hari. 

Amin. 

 

 

-agawpr-