Monday, April 22, 2019

1904221. *Senin, 22 April 2019* Doa dengan Iman yang besar.

*Senin, 22 April 2019*

_RenPri KH_

Kis 2:24 Tetapi Allah membangkitkan Dia(Yesus) dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
Kis 2:31 Karena itu ia (nabi Daud) telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
Kis 2:32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.

_Kisah Yesus sangat menarik_
_KelahiranNya PerkataanNya PerbuatanNya  menarik_
_SengsaraNya WafatNya KebangkitanNya  menarik_
_Kisah NostalgiaNya tetap menarik._

Kisah kehidupanNya, kuasaNya, sengsaraNya, perkataanNya, perbuatanNya, sengsaraNya, hingga kebangkitanNya sungguh menarik hati saya, apalagi saat melihat kerendahan hati dan kebaikan hati para pengikutNya. Saya tertarik dan menjadi katolik karena perkataan dan perbuatan Paus Yohanes Paulus II. Dan melihat kenyataan para pengikut Tuhan Yesus di gereja pada saat itu.

Keuangan yang terbatas sebagai  siswa yang naik turun bis dengan diskon/ karcis pelajar, bisa teratasi saat menjadi katekumen selama 2 tahun mengikuti pelajaran agama katolik di SMA dan hadir di gereja setiap hari Minggu & hari raya. Pertanyaan saat ini buat saya adalah apakah Kerajinan saat katekumen bertambah / berkurang saat ini setelah 35 tahun dibaptis ? Kenapa pengakuan dosa yang dulu dilakukan tiap minggu sekarang dilakukan tiap beberapa bulan ?

Mat 28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
Mat 28:10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

_Ada cerita :_
  _Seorang wanita miskin menjadi Kristen dan membuat banyak orang takjub karena imannya yang sederhana. Beberapa bulan setelah pertobatannya, anaknya yang masih kecil sakit. Si anak membutuhkan es batu, tetapi di negara tropis yang letaknya jauh dari kota besar sangat sulit untuk mendapatkan es._
_"Saya akan berdoa meminta kepada Tuhan untuk mengirimkan es," kata ibu itu kepada seorang hamba Tuhan._
  _"Oh, tetapi anda tidak dapat berharap bahwa Tuhan akan melakukan hal itu," kata hamba Tuhan tersebut._
  _Wanita itu menjawab, "Mengapa tidak? Ia memiliki semua kuasa yang ada dan Ia mengasihi kita. Anda yang memberitahu saya. Saya akan berdoa meminta kepadaNya dan saya percaya Ia akan mengirimkan es itu."_
_Tidak lama setelah ia berdoa datanglah badai dahsyat yang disertai dengan hujan es. Wanita itu dapat mengumpulkan semangkuk besar batu es yang ia butuhkan dan anaknya pun sembuh._

 
Pertanyaan saat ini buat saya adalah apakah saya memiliki iman sebesar wanita miskin itu ? Bagaimana memiliki iman sebesar wanita miskin itu ?

*Doa:*

_Tuhan Yesus, saya bersyukur karena Tuhan telah memilih saya menjadi pengikutMu. Tuhan Yesus, saya ingin lebih dekat dan mengenal Engkau yang sungguh baik.  Tuhan, saya ingin mempunyai roh doa yang mampu menggerakkan tanganMu untuk bekerja. Berilah saya, hati yang tinggal untuk percaya padaMu. Sekalipun dunia mengganggap itu suatu kemustahilan, tetapi bagiMu tidak ada satu perkara yang mustahil. Saya bangkit karena Tuhan Yesus telah bangkit dan menguatkan saya. Kemuliaan... Amin._

Monday, April 15, 2019

1904152. Senin, 15 April 2019* RenPri Khun. KasihNya sungguh luar biasa.

*Senin, 15 April 2019*
RenPri Khun.
KasihNya sungguh luar biasa.

_Yoh 12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu._


Dilautan bebas ada Paus
Paus binatang besar sekali
Yesus datang ke rumah Lazarus.
Lazarus yang hidup kembali.

Badai besar menghempas paus
Paus terhempas hingga ke pantai
Maria meminyaki kaki Yesus.
Dengan minyak Narwastu asli.

Kehadiran Paus menjadi sensasi
Beritanya tersebar orangpun berdatangan.
Minyak Narwastu Mahal sekali
Wanginya memenuhi seluruh ruangan.

Mereka serentak mau menolongnya
Mereka sayang kepada Paus.
Yesus memuji perbuatan Maria
Tanda kasihnya kepada Yesus.


Beberapa hari yang lalu, Saya tersentak, terharu, pimpinan tertinggi agama saya, Paus berlutut, mencium kaki presiden dan pejabat pemerintahan. Paus berlutut, bukan meminta maaf atas kesalahannya. Paus tidak bersalah secara pribadi kepada sang Presiden dan para pejabatnya. Paus berlutut, meminta tolong kepada Presiden dan pejabatnya agar berusaha menghentikan perang di negara sang Presiden. Video ini terus tersebar hingga sampai dengan saat ini ke WA saya.


_Yoh 12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"_

Saya juga terharu membaca ini, Maria berlutut, meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu asli yang mahal (300 dinar =~Rp.30 juta)  dan menyekanya dengan rambutnya. Ini suatu rasa syukur yang luar biasa/ kecintaan yang besar / kepercayaan & pengabdian  yang total kepada seseorang. Saya menanyakan kepada diri sendiri, apakah saya bisa seperti Maria ? Bisakah saya berdiam satu jam saja didepan sakramen Maha Kudus / Adorasi ?  Bisakah saya berdiam untuk mendengar suaraNya (tidak bicara meminta ini & itu) ?


Ada udang dibalik batu.
Ada maksud didalam perkataannya
Yudas menegor Maria itu
Yudas bermaksud mencuri uangnya.

Atau apakah saya seperti Yudas Iskariot ?  Berkata bijak, dengan kata-kata baik namun memiliki maksud tersembunyi ?  Apakah perbuatan saya mencerminkan perkataan bijak saya ?


*DOA*
Allah Bapa, aku bersyukur atas talenta yang kau berikan. Karuniakanlah Roh hikmat dan kebijaksanaan kepada saya, agar saya menjadi salah satu dari hambaMu, pilihanMu untuk menyampaikan Kabar baik dan hukum KasihMu kepada orang di sekitar saya melalui suara dan tulisan saya.

Semoga TUHAN, memanggil saya untuk maksud penyelamatan, memegang tanganku; membentukku dan menjadikan saya terang untuk umat manusia.
Amin. 

Sunday, April 14, 2019

1904141. Kalender Liturgi 14 Apr 2019. Minggu Pekan Suci.

Kalender Liturgi 14 Apr 2019
Minggu Pekan Suci 

Warna Liturgi: Merah
Bacaan I: Yes 50:4-7
Mazmur Tanggapan: Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24
Bacaan II: Flp 2:6-11
Bait Pengantar Injil: Flp 2:8-9
Bacaan Injil: Luk 22:14- 23:56

Bacaan I
Yes 50:4-7
Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai,
karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.

Pembacaan dari Kitab Yesaya:

Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid,
supaya dengan perkataanku
aku dapat memberi semangat baru
kepada orang yang letih lesu.
Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku
untuk mendengar seperti seorang murid.

Tuhan Allah telah membuka telingaku,
dan aku tidak memberontak,
tidak berpaling ke belakang.
Aku memberi punggungku
kepada orang-orang yang memukul aku,
dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku.
Aku tidak menyembunyikan mukaku
ketika aku dinodai dan diludahi.

Tetapi Tuhan Allah menolong aku;
sebab itu aku tidak mendapat noda.
Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu,
karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan
Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24
R:2a
Allahku, ya Allahku, mengapa Kautinggalkan daku?

*Semua yang melihat aku mengolok-olok;
mereka mencibirkan bibir dan menggelengkan kepala!
Mereka bilang, "Ia pasrah kepada Allah,
biarlah Allah yang meluputkannya,
biarlah Allah melepaskannya!
Bukankah Allah berkenan kepadanya?"

*Sekawanan anjing mengerumuni aku,
gerombolan penjahat mengepung aku,
mereka menusuk tangan dan kakiku.
Segala tulangku dapat kuhitung.

*Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka,
dan membuang undi atas jubahku.
Tetapi Engkau, Tuhan, janganlah jauh;
ya kekuatanku, segeralah menolong aku!

*Maka aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku
dan memuji-muji Engkau di tengah jemaat:
Hai kamu yang takut akan Tuhan, pujilah Dia;
hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia!
Gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel!


Bacaan II
Flp 2:6-11
Yesus Kristus telah merendahkan diri,
maka Allah sangat meninggikan Dia.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi:

Saudara-saudara,
walaupun dalam rupa Allah,
Kristus Yesus tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu
sebagai milik yang harus dipertahankan.
Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri
dan mengambil rupa seorang hamba,
dan menjadi sama dengan manusia.
Dan dalam keadaan sebagai manusia,
Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati,
bahkan sampai mati di kayu salib.
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia
dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama,
supaya dalam nama Yesus bertekuk lututlah
segala yang ada di langit, yang ada di atas dan di bawah bumi,
dan bagi kemuliaan Allah Bapa
semua lidah mengakui: Yesus Kristus adalah Tuhan.

Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil
Flp 2:8-9
Kristus sudah taat sampai mati,
bahkan sampai mati di kayu salib.
Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia
dan menganugerahi-Nya nama di atas segala nama.



Bacaan Injil
Luk 22:14- 23:56


Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Lukas:

Ketika tiba saat perjamuan Paskah,
Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya.
Kata-Nya kepada mereka,
"Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu,
sebelum Aku menderita.
Sebab Aku berkata kepadamu:
Aku tidak akan memakannya lagi
sampai perjamuan ini digenapkan dalam Kerajaan Allah."

Kemudian Yesus mengambil sebuah cawan,
mengucap syukur, lalu berkata,
"Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu!
Sebab Aku berkata kepadamu:
Mulai sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur
sampai Kerajaan Allah telah datang."
Lalu Yesus mengambil roti, mengucap syukur,
memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka,
seraya berkata, "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu;
perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku."
Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan.
Ia berkata, "Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku,
yang ditumpahkan bagi kamu.
Tetapi, lihat,
tangan orang yang menyerahkan Aku ada bersama Aku di meja ini.
Sebab Anak Manusia memang akan pergi
seperti yang telah ditetapkan,
akan tetapi celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!"
Lalu mulailah mereka mempersoalkan,
siapa di antara mereka yang akan berbuat demikian.

Lalu terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus
tentang siapa yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.
Yesus berkata kepada mereka,
"Raja-raja para bangsa memerintah rakyatnya,
dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut 'pelindung'.
Tetapi janganlah demikian di antara kamu;
yang terbesar di antara kamu
hendaklah menjadi sebagai yang paling muda,
dan yang pemimpin menjadi pelayan.
Sebab siapakah yang lebih besar:
yang duduk makan atau yang melayani?
Bukankah dia yang duduk makan?
Tetapi Aku ada di tengah-tengah kamu sebagai pelayan.
Kamulah yang tetap tinggal bersama-sama Aku
dalam segala pencobaan yang Aku alami.
Maka Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu,
sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku.
Kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku
di dalam Kerajaan-Ku,
dan kamu akan duduk di atas takhta
untuk menghakimi kedua belas suku Israel."

Kemudian Yesus berkata kepada Petrus,
"Simon, Simon, lihat Iblis telah menuntut
untuk menampi kamu seperti gandum.
Tetapi Aku telah berdoa untuk engkau,
supaya imanmu jangan gugur.
Dan jikalau engkau sudah insaf,
kuatkanlah saudara-saudaramu."
Jawab Petrus,
"Tuhan, aku bersedia masuk penjara
dan mati bersama-sama dengan Engkau!"
Tetapi Yesus berkata,
"Aku berkata kepadamu, Petrus,
hari ini ayam tidak akan berkokok,
sebelum engkau tiga kali menyangkal Aku."

Lalu Yesus berkata kepada semua rasul,
"Ketika Aku mengutus kamu
dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut,
adakah kamu kekurangan apa-apa?"
Jawab mereka, "Suatu pun tidak!"
Kata-Nya kepada mereka,
"Tetapi sekarang ini,
siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya;
demikian juga yang mempunyai bekal;
dan siapa yang tidak mempunyainya,
hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.
Sebab Aku berkata kepada kamu,
bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku:
Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak.
Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi."
Kata mereka, "Tuhan, ini dua pedang."
Jawab-Nya, "Sudah cukup."
Lalu pergilah Yesus ke luar kota,
dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun.
Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.
Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka,
"Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

Kemudian Yesus menjauhkan diri dari mereka
kira-kira sepelempar batu jaraknya.
Di sana Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya,
"Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau,
ambillah cawan ini dari pada-Ku.
Tetapi bukanlah kehendak-Ku,
melainkan kehendak-Mulah yang hendaknya terjadi."
Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri
untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
Yesus sangat ketakutan, dan makin bersungguh-sungguh berdoa.
Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan di tanah.
Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya.
Tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.
Kata-Nya kepada mereka,
"Mengapa kamu tidur?
Bangunlah dan berdoalah,
supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan."

Waktu Yesus masih berbicara, datanglah serombongan orang,
sedang murid-Nya yang bernama Yudas mendekati Dia untuk mencium-Nya.
Maka kata Yesus kepadanya,
"Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?"
Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus,
melihat apa yang akan terjadi,
berkatalah mereka,
"Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?"
Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Agung,
sehingga putuslah telinga kanannya.
Tetapi Yesus berkata, "Sudahlah!"
Lalu Yesus menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.

Maka Yesus berkata kepada imam-imam kepala
dan kepala-kepala pengawal Bait Allah serta tua-tua
yang datang untuk menangkap Dia,
kata-Nya, "Sangkamu Aku ini penyamun,
maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung?
Padahal
tiap-tiap hari Aku ada di tengah-tengah kamu di dalam Bait Allah,
dan kamu tidak menangkap Aku.
Tetapi inilah saatmu,
dan inilah kuasa kegelapan itu!"
Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu.
Ia digiring ke rumah Imam Agung.
Dan Petrus mengikut dari jauh.

Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api,
dan mereka duduk mengelilinginya.
Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api;
ia mengamat-amati Petrus, lalu berkata,
"Orang ini juga bersama-sama dengan Yesus!"
Tetapi Petrus menyangkal, katanya,
"Bukan, aku tidak mengenal Dia!"
Tidak berapa lama kemudian seorang lain melihat dia lalu berkata,
"Engkau juga seorang dari mereka!"
Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku bukan seorang dari mereka!"
Dan kira-kira sejam kemudian
seorang lain berkata dengan tegas,
"Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Yesus,
sebab ia juga orang Galilea."
Tetapi Petrus berkata,
"Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan."
Seketika itu juga, sementara Petrus berkata,
berkokoklah ayam.
Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus.
Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya,
"Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
Lalu Petrus pergi ke luar dan menangis dengan sedih.

Sementara itu Yesus diolok-olok dan dipukuli
oleh orang-orang yang menahan-Nya.
Mereka menutupi muka Yesus dan bertanya,
"Coba katakan, siapa yang memukul Engkau?"
Dan banyak lagi hujat yang mereka ucapkan kepada-Nya.

Setelah hari siang,
berkumpullah sidang para tua-tua bangsa Yahudi,
imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat.
Lalu mereka menghadapkan Yesus ke Mahkamah Agama mereka,
katanya,
"Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami."
Jawab Yesus, "Sekalipun Aku mengatakannya kepadamu,
kamu toh tidak percaya!
Dan sekalipun Aku bertanya sesuatu kepadamu,
kamu toh tidak akan menjawab.
Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa."
Kata mereka semua,
"Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?"
Jawab Yesus, "Kamu sendiri mengatakan bahwa Akulah Anak Allah."
Lalu kata mereka,
"Untuk apa kita perlu kesaksian lagi?
Kita telah mendengarnya dari mulut-Nya sendiri!"

Lalu bangkitlah seluruh sidang itu,
dan Yesus dibawa menghadap Pilatus.
Di situ mereka mulai menuduh Dia, katanya,
"Telah kedapatan oleh kami,
bahwa orang ini menyesatkan bangsa kami.
Ia melarang orang membayar pajak kepada Kaisar,
dan tentang diri-Nya Ia mengatakan,
bahwa Ia adalah Kristus, yaitu Raja."
Pilatus bertanya kepada Yesus,
"Benarkah Engkau raja orang Yahudi?"
Jawab Yesus, "Engkau sendiri mengatakannya."
Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu,
"Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada orang ini."
Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya,
"Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea,
Ia mulai di Galilea, dan kini sudah sampai ke sini."
Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya,
apakah orang itu seorang Galilea.
Dan ketika tahu bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes,
Pilatus mengirim Dia menghadap Herodes,
yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.

Ketika melihat Yesus, Herodes sangat girang.
Sudah lama ia ingin melihat Yesus,
karena ia sering mendengar tentang Dia;
lagipula ia mengharapkan melihat
bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.
Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus,
tetapi Yesus tidak memberi jawaban apa pun.
Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan,
dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Yesus.
Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Yesus.
Ia mengenakan jubah kebesaran kepada Yesus,
lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus.
Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus,
yang sebelumnya bermusuhan.

Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala serta rakyat,
dan berkata kepada mereka,
"Kamu telah membawa orang ini kepadaku
sebagai seorang yang menyesatkan rakyat.
Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksanya,
dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya
tidak ada yang kudapati pada-Nya.
Herodes pun tidak menemukan kesalahan pada-Nya,
sehingga ia mengirimkan Dia kembali kepada kami.
Sesungguhnya tidak ada suatu apa pun yang dilakukan-Nya
yang setimpal dengan hukuman mati.
Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya."
[Sebab Pilatus wajib melepaskan seorang tahanan bagi rakyat pada hari raya itu).
Tetapi mereka berteriak bersama-sama,
"Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!"
Barabas ini dimasukkan ke dalam penjara
berhubung dengan suatu pemberontakan yang telah terjadi di dalam kota dan karena pembunuhan.
Sekali lagi Pilatus berbicara dengan suara keras kepada mereka,
karena ia ingin melepaskan Yesus.
Tetapi mereka berteriak membalasnya,
"Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!"
Kata Pilatus untuk ketiga kalinya kepada mereka,
"Kejahatan apa yang sebenarnya telah dilakukan orang ini?
Tidak ada suatu kesalahan pun yang kudapati pada-Nya,
yang setimpal dengan hukuman mati.
Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya."
Tetapi dengan berteriak mereka mendesak dan menuntut,
supaya Ia disalibkan.
Akhirnya mereka menang dengan teriakan mereka.
Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan.
Jadi Pilatus melepaskan Barnabas
yang dimasukkan ke dalam penjara karena pemberontakan dan pembunuhan itu
sesuai dengan tuntutan mereka.

Ketika membawa Yesus untuk disalibkan,
para serdadu menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene,
yang baru datang dari luar kota,
lalu meletakkan salib Yesus di atas bahunya,
supaya ia memikulnya sambil mengikuti Yesus.
Sejumlah besar orang mengikuti Yesus;
di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia.
Yesus berpaling kepada mereka dan berkata,
"Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku,
melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!
Sebab lihat, akan tiba masanya orang berkata:
Berbahagialah perempuan mandul,
berbahagialah perempuan yang rahimnya tidak pernah melahirkan,
dan yang tidak pernah menyusui.
Maka orang akan mulai berkata kepada gunung-gunung:
Runtuhlah menimpa kami!
dan kepada bukit-bukit: Timbunilah kami!
Sebab jikalau orang berbuat demikian terhadap kayu hidup,
apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?"

Bersama Yesus digiring juga dua orang lain,
yaitu dua penjahat untuk dihukum mati bersama-sama dengan Dia.
Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak,
mereka menyalibkan Yesus di situ.
Kecuali Yesus disalibkan juga kedua orang penjahat itu,
yang seorang di sebelah kanan,
yang lain di sebelah kiri-Nya.

Ketika bergantung di salib, Yesus berkata,
"Ya Bapa, ampunilah mereka,
sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian Yesus.
Orang banyak berdiri di situ dan melihat semuanya.
Pemimpin-pemimpin mengejek Yesus, katanya,
"Orang lain Ia selamatkan,
biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri,
jika Ia benar-benar Mesias, orang yang dipilih Allah."
Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia;
mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata,
"Jika Engkau raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!"

Ada juga tulisan di atas kepala-Nya
"Inilah Raja orang Yahudi".
Salah seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Yesus,
katanya,
"Bukankah Engkau Kristus?
Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
Tetapi penjahat yang seorang menegur dia, katanya,
"Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah?
Padahal engkau menerima hukuman yang sama!
Kita memang selayaknya dihukum,
sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita,
tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
Lalu ia berkatas kepada Yesus,
"Yesus, ingatlah akan aku,
apabila Engkau datang sebagai Raja."
Kata Yesus kepadanya,
"Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya pada hari ini juga
engkau akan ada bersama-sama Aku di dalam Firdaus."

Ketika itu hari kira-kira pukul dua belas.
Kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,
sebab matahari tidak bersinar.
Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua.
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring,
"Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku."
Dan sesudah berkata demikian,
Yesus menyerahkan nyawa-Nya.

(Semua hening sejenak mengenangkan wafat Tuhan)

Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi,
ia memuliakan Allah, katanya,
"Sungguh, orang ini adalah orang besar!"
Di situ berkerumun pula orang banyak
yang datang untuk menyaksikan seluruh peristiwa itu.
Sesudah melihat apa yang terjadi itu,
pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.
Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat,
termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea,
berdiri jauh-jauh dan melihat semua itu.

Waktu itu ada seorang yang bernama Yusuf.
Ia anggota Majelis Agung, dan seorang yang baik lagi benar.
Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu.
Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi,
dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah.
Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta jenazah Yesus.
Dan sesudah menurunkan jenazah itu,
ia mengapaninya dengan kain lenan,
lalu membaringkannya di dalam kubur
yang digali di dalam bukit batu,
di mana belum pernah dibaringkan satu jenazah pun.
Hari itu adalah hari persiapan, dan sabat hampir mulai.

Perempuan-perempuan yang datang bersama Yesus dari Galilea,
ikut serta dan melihat kubur itu;
juga mereka melihat bagaimana jenazah Yesus dibaringkan.
Setelah pulang,
mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur.
Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat.

Demikianlah Injil Tuhan.

#


Saturday, April 13, 2019

1904131. Kalender Liturgi 13 Apr 2019. Sabtu Prapaskah V. PF S. Martinus I, Paus dan Martir.

Kalender Liturgi 13 Apr 2019
Sabtu Prapaskah V
PF S. Martinus I, Paus dan Martir

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yeh 37:21-28
Mazmur Tanggapan: Yer 31:10.11-12ab.13
Bait Pengantar Injil: Yeh 18:31
Bacaan Injil: Yoh 11:45-56

Bacaan I
Yeh 37:21-28
Aku akan menjadikan mereka satu bangsa.

Pembacaan dari Nubuat Yehezkiel:

Beginilah firman Tuhan Allah,
"Sungguh, Aku menjemput orang Israel
dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi;
Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru
dan akan membawa mereka ke tanah mereka.

Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka,
di atas gunung-gunung Israel,
dan satu orang raja memerintah mereka seluruhnya;
mereka tidak lagi menjadi dua bangsa,
dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan.

Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhala,
atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan,
atau dengan semua pelanggaran mereka.
Tetapi Aku akan melepaskan mereka,
dari segala penyelewengan mereka,
dengan mana mereka berbuat dosa.
Aku akan mentahirkan mereka,
sehingga mereka akan menjadi umat-Ku
dan Aku akan menjadi Allahnya.

Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya,
dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala.
Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku
dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia.
Mereka akan tinggal
di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub,
di mana nenek moyang mereka tinggal;
Sungguh, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka
akan tinggal di sana untuk selama-lamanya,
dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya.

Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka,
dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka.
Aku akan memberkati mereka dan melipat gandakan mereka,
dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka
untuk selama-lamanya.
Tempat kediaman-Ku pun akan ada pada mereka;
Aku akan menjadi Allah mereka
dan mereka akan menjadi umat-Ku.
Maka bangsa-bangsa akan mengetahui,
bahwa Aku, Tuhan, menguduskan Israel,
pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka
untuk selama-lamanya."

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan
Yer 31:10.11-12ab.13
R:10d
Tuhan Allah menjaga kita
seperti gembala menjaga kawanan dombanya.

*Dengarlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa,
beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh,
katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel
akan mengumpulkannya kembali,
dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya!

*Sebab Tuhan telah membebaskan Yakub,
telah menebusnya
dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya.
Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion,
muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan Tuhan.

*Pada waktu itu
anak-anak dara akan bersukaria menari beramai-ramai,
orang-orang muda dan orang-orang tua akan bergembira.
Aku akan mengubah perkabungan mereka menjadi kegirangan,
akan menghibur dan menyukakan mereka sesudah kedukaan.


Bait Pengantar Injil
Yeh 18:31
Buanglah dari padamu
segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku
dan perbaharuilah hati serta rohmu.


Bacaan Injil
Yoh 11:45-56
Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan
anak-anak Allah yang tercerai berai.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria,
dan yang menyaksikan sendiri
apa yang telah dibuat Yesus terhadap Lazarus
percaya kepada-Nya.
Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi,
dan menceriterakan kepada mereka,
apa yang telah dibuat Yesus itu.

Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi
memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul.
Mereka berkata, "Apakah yang harus kita buat?
Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
Apabila kita biarkan Dia,
maka semua orang akan percaya kepada-Nya,
lalu orang-orang Roma akan datang,
dan merampas tempat suci kita serta bangsa kita."

Tetapi seorang di antara mereka,
yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu,
berkata kepada mereka, "Kamu tidak tahu apa-apa!
Kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu,
jika satu orang mati untuk bangsa kita
dari pada seluruh bangsa kita ini binasa."

Hal itu dikatakan Kayafas bukan dari dirinya sendiri.
Tetapi, sebagai Imam Besar pada tahun itu, ia bernubuat
bahwa Yesus akan mati untuk seluruh bangsa;
bukan untuk bangsa itu saja,
tetapi juga untuk mengumpulkan dan
mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.

Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum
di antara orang-orang Yahudi.
Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun,
ke sebuah kota yang bernama Efraim.
Di situ Ia tinggal bersama murid-murid-Nya.

Waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat,
dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem
untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.
Mereka mencari Yesus, dan sambil berdiri di dalam Bait Allah,
mereka berkata seorang kepada yang lain,
"Bagaimana pendapatmu?
Akan datang jugakah Ia ke pesta?"

Demikianlah Injil Tuhan.

#

Saturday, 13th APRIL
St Martin I, pope and martyr
John 11:45-56

Many of the Jews therefore, who had come with Mary and had seen what he did, believed in him; but some of them went to the Pharisees and told them what Jesus had done. So the chief priests and the Pharisees gathered the council, and said, "What are we to do? For this man performs many signs. If we let him go on thus, everyone will believe in him."

When someone doesn't want to believe, he won't believe, in spite of all the miracles he might see. 

The previous verses of St John explain the resurrection of Lazarus from the dead after being buried for four days in his tomb. Many Jews were there and saw the miracle. As a matter of fact, the miracle couldn't be denied. Therefore, the Gospel says, many people "believed in him." However, some of those who saw the miracle went to inform the Pharisees, who decided to kill Jesus for performing miracles!!! Can you believe it?

This explains the Gospel a few verses later, "the chief priests planned to put Lazarus also to death, because on account of him many of the Jews were going away and believing in Jesus." So that was it: they were losing people who were following Jesus now. They were ready to kill Jesus, Lazarus and anyone else they needed to kill in order to stop people from believing in Jesus. They did kill Jesus - and after Him they killed many of His followers, beginning with St Stephen. But the more people they killed, the more Christians converted. The truth can't be killed.

 Like a grain of wheat, it grows and gives fruit when it is dead and buried.

Tomorrow we start Holy Week, a week of intense prayer to be spent with Him. Jesus won't die on the Cross alone this time; you and I will be there. 

_"My Lord and my God, under the loving eyes of our Mother, we are making ready to accompany you along this path of sorrow, which was the price for our redemption. We wish to suffer all that You suffered, to offer you our poor, contrite hearts, because you are innocent, and yet you are going to die for us, who are the only really guilty ones. 

My Mother, Virgin of sorrows, help me to relive those bitter hours which your Son wished to spend on earth"_ (St Josemaría.)

Friday, April 12, 2019

1904121. Kalender Liturgi 12 Apr 2019. Jumat Prapaskah V.

Kalender Liturgi 12 Apr 2019
Jumat Prapaskah V

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Yer 20:10-13
Mazmur Tanggapan: Mzm 18:2-3a.3bc-4.5-6.7
Bait Pengantar Injil: Yoh 6:64b.69b
Bacaan Injil: Yoh 10:31-42

Bacaan I
Yer 20:10-13
Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah.

Pembacaan dari Kitab Yeremia:

Aku telah mendengar bisikan banyak orang,
"Kegentaran datang dari segala jurusan!
Adukanlah dia! Mari kita mengadukan dia!"
Semua sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh.
Kata mereka, "Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk,
sehingga kita dapat mengalahkan dia
dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!"

Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah,
sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh,
dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa.
Mereka akan menjadi malu sekali,
sebab mereka tidak berhasil;
suatu noda yang selama-lamanya tidak akan terlupakan!
Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar,
yang melihat batin dan hati,
biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka,
sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

Menyanyilah untuk Tuhan, pujilah Dia!
Sebab Ia telah melepaskan nyawa orang miskin
dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur Tanggapan
Mzm 18:2-3a.3bc-4.5-6.7
R:7
Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan,
dan Ia mendengar suaraku.


*Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku!
Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku.

*Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung,
perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!
Terpujilah Tuhan, seruku;
maka aku pun selamat daripada musuhku.

*Tali-tali maut telah meliliti aku,
dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku,
tali-tali dunia orang mati telah membelit aku,
perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.

*Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan,
kepada Allahku aku berteriak minta tolong.
Ia mendengar suaraku dari bait-Nya,
teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.


Bait Pengantar Injil
Yoh 6:64b.69b
Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.
Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.


Bacaan Injil

Yoh 10:31-42
Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus,
tetapi Ia luput dari tangan mereka.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yonahes:

Sekali peristiwa
orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu.
Tetapi kata Yesus kepada mereka,
"Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku
Kuperlihatkan kepadamu;
manakah di antaranya
yang menyebabkan kamu mau melempari Aku dengan batu?
Jawab orang-orang Yahudi itu,
"Bukan karena suatu pekerjaan baik
maka kami mau melempari Engkau,
melainkan karena Engkau menghujat Allah,
dan karena Engkau menyamakan diri-Mu dengan Allah,
meskipun Engkau hanya seorang manusia."

Kata Yesus kepada mereka,
"Tidakkah ada tertulis dalam kitab Tauratmu
'Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?'
Padahal Kitab Suci tidak dapat dibatalkan!
Maka, Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan,
disebut allah,
masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa
dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia
'Engkau menghujat Allah!'
Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku,
janganlah kamu percaya kepada-Ku.
Tetapi jikalau Aku melakukannya
dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku,
percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu,
supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti,
bahwa Bapa ada dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."
Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus,
tetapi Ia luput dari tangan mereka.
Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan,
ke tempat Yohanes dulu membaptis orang,
lalu Ia tinggal di situ.

Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata,
"Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun,
tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar."
Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

Demikianlah Injil Tuhan.

#

Friday, 12th APRIL
John 10:31-42

The Jews took up stones again to stone him. Jesus answered them, "I have shown you many good works from the Father; for which of these do you stone me?" 
The Jews answered him, "It is not for a good work that we stone you but for blasphemy; because you, being a man, make yourself God." 
Jesus answered them... "do you say of him whom the Father consecrated and sent into the world, 'You are blaspheming,' because I said, 'I am the Son of God? If I am not doing the works of my Father, then do not believe me; but if I do them, even though you do not believe me, believe the works, that you may know and understand that the Father is in me and I am in the Father."


No matter what miracle or even how many miracles they saw, they would not believe. They were blind because they didn't want to see. They wanted to stone Jesus because being a man, He made himself God, when it was exactly the opposite: being God, He made Himself a man! The truth is that these Pharisees didn't want to believe in Him. Believing in Jesus would entail changing their way of life.

This happens sometimes with those who don't want to accept the moral law because it is not 'convenient' for them. They don't want to know the truth – so they can carry on doing what they want.

 If a driver is stopped by the police for speeding, it is no use him saying, 'sorry officer, I didn't know there was a speed limit'. Like it or not, and whether you know it or not... there is a speed limit. It isn't there to take the fun out of driving; it's there so that everyone can get to their destination safely.


An old man thought that his wife was losing her hearing. To check it out he approached her from behind while she was sitting in her lounge chair, and whispered, "Honey, can you hear me?" He got no response. He moved a little closer and repeated softly, "Honey, do you hear me?" No response. Finally he moved right next to her and said, "Honey, can you hear me now?" 

This time she looked up with surprise in her eyes and replied, "For the third time, Henry, yes, I can hear you!" 

It was Henry, then, who really had the hearing problem. It was the Pharisees who were deaf, not Jesus who wasn't 'sound'.

My Mother, intercede for me so that I may never become blind or deaf to the Will of God.

#

Monday, April 8, 2019

1904082. Kisah Susana dan Yesus yang menginspirasikan.

*Renpri KH.*
08-April-2019.
Kisah Susana dan Yesus yang menginspirasikan.


_Merpati tak ingkar janji._
_Terbang bersama selalu berpasangan._
Bila nafsu sudah merasuki.
Berbohongpun akan mereka lakukan.


Saya tertarik kisah "cerita" Susana. Dikisahkan dalam kitab Deuterokanonika Tambahan Daniel, _Susana amat sangat cantik._ 

_Kecantikan wanita selalu menggoda._
_Gerak Tubuhnya seperti irama._
Semua orang senang memandangnya.
Bisikan lembut merdu suaranya.


Kecantikan Susana, wanita muda menggoda dua orang tua" sehingga mereka rela berbohong demi melampiaskan nafsu yang biasa mereka lakukan.

Peribahasa Tua-tua keladi
Makin tua makin jadi.

_Burung Pipit burung Camar._
_Terbang bersama di tempat berbeda._
Mudah menyalahkan orang tercemar.
Lupa dirinya yang berdosa.


Dua Tua" dalam kisah Susana di kitab Daniel yang terselesaikan dengan baik karena kesucian hati Susana, putri Yehuda, menggerakan roh Allah melalui Daniel, sang pemuda cerdik.


Teman saya bercerita beberapa bulan yang lalu, bahwa dia "sempat" tergoda saat bertemu mantan pacarnya saat reuni. Bertemu setelah berpisah sekian lama, kenangan lama kembali menyentuh hati. Saat-saat manis kebersamaan sangat terasa di pikiran & hati, berharap kenangan indah jangan cepat berlalu. Apalagi saat harmoni keluarga sedang terguncang, saat nafsu memegang kendali, lupalah sesaat akan anak dan keluarga.


Kisah detailnya, saya kurang tahu, untungnya kebersamaan dalam kelompok yang baik menyadarkan masing-masing pihak, ingat akan kenyataan saat ini. 


Memang indah saat bernostalgia
Saat gelora muda bergelora
Sesaat lupa akan keluarga
Untunglah sahabat selalu ada.
Mengingatkan kenyataan didepan mata
Kasih Allah selalu menyertainya
Mereka tersadar dan berdoa.
Tetap sahabat dalam kasihNya.
Bersahabat dalam Kasih KerahimanNya.


*_Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; Akulah yang bersaksi tentang diriKu sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku."  (Yoh 8:17-18)_*


Perkataan Yesus ini luar biasa, Yesus bersaksi bersama dengan BapaNya. Kalau membayangkan saya ada disana, kemungkinan besar saya akan sama dengan orang Farisi.

Karena Saya pernah berkata kepada anggota keluarga dalam suatu kesempatan ketika saya dibandingkan dengan anggota keluarga saya yang lain, _"Saya adalah sàya. Saya ini, begini adanya dengan segala kemampuan yang ada. Tidak perlu membandingkan orang. Terima kasih atas perhatiannya dan saya akan tetap berusaha menjadi yang terbaik sesuai dengan karuniaNya"._ Artinya saya bersaksi untuk diri sendiri berbeda dengan Yesus yang mampu menyelesaikan dari masalah/ jebakan orang" Farisi dengan bersaksi bersama BapaNya.


*Doa:*
🙏
Tuhan Yesus yang selalu baik, terima kasih untuk segalanya. Segala puji syukur atas rahmat dan karuniaMu setiap hari, sehingga saya masih diberi kesempatan untuk berbuah dan berusaha terus sesuai dengan talenta yang Kau berikan. Mampukan saya melakukan yang terbaik sesuai rencanaMu dalam hidupku. Melayani, melayani dengan lebih sungguh, kepada keluarga, sahabat dan makhluk di sekeliling saya. Dalam nama Tuhan Yesus yang bersatu dengan Bapa dan Roh Kudus, saya berdoa. Amin.

Bunda Maria, para kudus, doakanlah saya dan semua pemimpin bangsa. Para malaikat Allah, lindungilah saya dan rakyat bangsa Indonesia yang sedang menjalani masa pemilihan Presiden & caleg.
 Kemuliaan... 
Amin.


_Burung Jalak burung Perkutut_
_Dijual orang di pasar Pramuka._
Smoga saya bisa berhikmat.
Dalam Berbicara dan Bercerita.
🙏

Sunday, April 7, 2019

1904072. _Merpati tak pernah ingkar janji._

_Merpati tak ingkar janji._
_Terbang bersama selalu berpasangan._
Mudah mencela sulit mengampuni.
Sadar diri perlu komitmen.

_Burung Pipit burung Camar._
_Terbang bersama di tempat berbeda._
Mudah menyalahkan orang tercemar.
Lupa dirinya juga berdosa.

_Burung Jalak burung Perkutut_
_Dijual orang di pasar Pramuka._
Perkataan Perbuatan menunjukkan hikmat.
Bertobat Mengasihi bukti nyata.