Google+ Followers

Saturday, November 18, 2017

Bacaan Liturgi 18 November 2017 Sabtu Pekan Biasa XXXII PF Gereja Basilik S. Petrus dan Paulus, Rasul. Jangan Pernah Jemu Berdoa. DIRUBAH.

MAKNA dari doa yang tak putus-putus bukanlah Tuhan yang akan mendengarkan kita, melainkan kita lah yang pada akhirnya mendengarkan Dia.

*William McGill*

#


*Jangan Pernah Jemu Berdoa*

LEWAT perumpamaan tentang janda yang gigih, Yesus mengundang kita semua untuk berdoa dengan tidak jemu-jemu.

Doa bukanlah sarana untuk memaksakan kehendak kita kepadaNya, dengan melayangkan sejumlah daftar kebutuhan dan keinginan yang harus dipenuhiNya. Melainkan,  doa merupakan percakapan mesra antara anak dengan Bapa yang dilandasi oleh iman, pengharapan dan kasih.

Di dalam doa, kita mengungkapkan kerinduan kita untuk senantiasa berjumpa denganNya, membina relasi yang akrab denganNya, menimba kekuatan daripadaNya dan menyadari ketergantungan kita kepadaNya sehingga kita berani menyerahkan seluruh hidup kita ke dalam tangan kasihNya.

Jangan pernah tawar hati saat permohonan kita belum dikabulkanNya. Percayalah, Ia tahu yang terbaik untuk kita dan pasti turun tangan pada saat yang tepat.

Marilah kita sabar dalam penantian, tetap bertekun di dalam iman dan senantiasa setia kepadaNya.

Semoga saat Ia menjemput kita, didapatiNya bahwa kita layak untuk masuk ke dalam rumah Bapa.

#


Bacaan Liturgi 18 November 2017

Sabtu Pekan Biasa XXXII
PF Gereja Basilik S. Petrus dan Paulus, Rasul


Bacaan Pertama

Keb 18:14-16;19:6-9
Jalan tanpa rintangan muncul di Laut Merah,
dan rakyat melonjak-lonjak bagaikan anak domba.


Pembacaan dari Kitab Kebijaksanaan:

Ketika segalanya diliputi sunyi senyap
dan malam telah mencapai puncak peredarannya yang cepat
maka sabda-Mu, yang mahakuasa, laksana pejuang yang garang,
melompat dari dalam surga, dari atas takhta kerajaan
ke tengah-tengah negeri yang celaka.
Bagaikan pedang yang tajam dibawanya perintah-Mu yang lurus.
Sambil berdiri tegak ia memenuhi seluruh negeri dengan maut.
Ia menjamah langit sambil berdiri di bumi.

Sungguh dengan taat kepada perintah-Mu
seluruh tata ciptaan diubah sama sekali,
supaya anak-anak-Mu jangan sampai mendapat celaka.
Maka nampaklah awan membayangi perkemahan,
tanah kering muncul di tempat yang tadinya berair,
jalan tanpa rintangan muncul dari Laut Merah,
dan lembah kehijau-hijauan timbul dari empasan ombak yang hebat.
Di bawah lindungan tangan-Mu seluruh bangsa melewati tempat itu,
seraya melihat pelbagai tanda yang mentakjubkan.

Mereka pergi seperti kuda menuju padang rumput,
dan melonjak-lonjak bagaikan anak domba,
sambil memuji Engkau, ya Tuhan,
yang telah menyelamatkan mereka.

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur
Mzm 105:2-3.36-37.42-43
R:5a
Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan.


*Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya,
percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus,
biarlah bersukahati orang-orang yang mencari Tuhan.

*Dibunuh-Nya anak-anak sulung di seluruh negeri,
pangkal segala kegagahan mereka:
Ia menuntun umat-Nya keluar membawa perak dan emas,
dan di antara suku-suku mereka tidak ada yang tergelincir.

*Sebab Ia ingat akan firman-Nya yang kudus,
yagn disampaikan-Nya kepada Abraham, hamba-Nya.
Ia menuntun umat-Nya keluar dengan kegirangan,
dan orang-orang pilihan-Nya dengan sorak-sorai.

Bait Pengantar Injil
2Tes 2:14
Allah memanggil kita
agar kita memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.


Bacaan Injil
Luk 18:1-8
Bukankah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya
yang berseru kepada-Nya?


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada suatu ketika
Yesus menceriterakan suatu perumpamaan kepada murid-murid-Nya
untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa
dengan tidak jemu-jemunya.
Ia berkata,
"Di suatu kota ada seorang hakim
yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun.
Di kota itu ada pula seorang janda
yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata,
'Belalah hakku terhadap lawanku.'

Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak.
Tetapi ia kemudian berkata dalam hatinya,
'Walaupun aku tidak takut akan Allah
dan tidak menghormati siapa pun,
namun karena janda ini menyusahkan daku,
baiklah aku membenarkan dia,
supaya jangan terus menerus datang dan akhirnya menyerang aku."

Lalu Yesus berkata,
"Camkanlah perkataan hakim yang lalim itu!
Bukankah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya,
yang siang malam berseru kepada-Nya?

Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
Aku berkata kepadamu, 'Ia akan segera menolong mereka.'
Akan tetapi jika Anak Manusia datang,
adakah Ia menemukan iman di bumi ini?"

Demikianlah Injil Tuhan.

#


Mutiara Iman

*DIRUBAH*

18 Nopember 2017

_"Sungguh seluruh ciptaan dalam jenisnya dirubah sama sekali.."_
(Keb 19:6)


Lectio
Keb 18:14-16,19:6-9; Mzm 105:2-3,36-37,42-43; Luk 18:1-8

Dalam suatu reunian SD, banyak peserta datang untuk bertemu dengan sahabat-sahabat lama. Lalu pak Samuel kepala sekolah berkata :
"Kita akan panggil sahabat kita, lulusan dari sekolah ini yang mampu MEMBUAT PERBEDAAN. Mari kita sambut Albert!" 


Albert adalah lulusan dari sekolah ini 30 tahun yang lalu. Sekarang dia telah memiliki lebih dari 1000 anak asuh yang terpencar di lebih dari 50 panti asuhan. Awalnya dia adalah seorang pengedar dan pengkonsumsi narkoba. Namun bagaimana dia bisa BERTRANSFORMASI? Mari kita dengar!" 


Lalu Albert mengambil mic dan berkata :
"Kalau saya ingat 30 tahun yang lalu. Saya merasa bahwa saya TIDAK MEMILIKI MASA DEPAN. Selain masa depan suram, sayapun telah membuat  banyak orang MATI masa depannya. Syukur pada Tuhan, saya dipertemukan dengan seseorang yang "meninggalkan' bukunya untuk saya dan telah MENGUBAH hidup saya. Setiap hari saya selalu membacanya dengan TETESAN AIR MATA. Setelah 3 kali membacanya, saya pun BERTOBAT dan BEKERJA keras dengan bantuan-Nya untuk bisa memberikan HARAPAN pada anak-anak muda. Dan buku itu adalah KITAB SUCI!"

Dalam Kitab Kebijaksanaan disebutkan :
"Sungguh seluruh ciptaan dalam jenisnya DIRUBAH kembali sama sekali oleh karena TAAT pada perintah-perintah-Mu, supaya anak-anak-Mu jangan sampai mendapat celaka".

Siapa yang TAAT akan FIRMAN TUHAN, akan mendapatkan KESELAMATAN.

Oratio
Firman-Mu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Amin

Missio
_Marilah kita selalu mendengarkan Firman Tuhan dan tekun melaksanakannya._

*Have a Blessed Saturday.*


Imankatolik.or.id

#

Friday, November 17, 2017

Bacaan Liturgi 17 November 2017 Jumat Pekan Biasa XXXII PW S. Elisabet dari Hungaria, Biarawati. Hidup Di Dunia Adalah Persiapan Menuju Hidup Kekal. BAPA DARI KEINDAHAN .

HIDUP hanyalah ruang kelas dengan kesempatan mulia, untuk mempersiapkan kita menuju keabadian.

*Billy Graham*

#


*Hidup Di Dunia Adalah Persiapan Menuju Hidup Kekal*

SABDA pada hari ini mengajak kita semua untuk meneladan sikap nabi Nuh yang taat melaksanakan kehendak Allah meski orang di sekitarnya mencemoohnya; dan tidak meniru tindakan istri Lot yang mengalamai kebinasaan karena mengabaikan perintah Allah demi hal duniawi.

Hidup di dunia tidaklah abadi, setiap saat kematian akan datang menjemput dan kita tidak berkuasa untuk menolaknya.

Hendaknya kita bersikap bijaksana, jangan menghabiskan waktu hanya untuk menyibukkan diri pada hal-hal duniawi dan mengabaikan perkara surgawi.

Luangkan waktu untuk memeriksa batin kita, buanglah semua kelekatan, tidak hanya pada materi, kekuasaan, popularitas; namun juga pada rasa benci, dendam dan semua hal yang tidak berkenan di hatiNya.

Sadari bahwa hal tersebut menjadi penghalang bagi kita untuk dapat mengasihi Dia dengan segenap hati dan jiwa kita. Jangan hanya gara-gara hal yang fana, kita kehilangan yang abadi.

Mari perbaharui hidup kita, bertobat dengan sungguh-sungguh dan hanya melekat kepada Dia, sumber keselamatan.

#


Bacaan Liturgi 17 November 2017

Jumat Pekan Biasa XXXII
PW S. Elisabet dari Hungaria, Biarawati.


Bacaan Pertama

Keb 13:1-9
Jika mereka mampu menyelidiki jagat raya,
mengapa mereka tidak menemukan penguasa semuanya itu?


Pembacaan dari Kitab Kebijaksanaan:

Sungguh tolol karena kodratnya
semua orang yang tidak mengenal Allah sama sekali;
mereka yang tidak mampu mengenal Dia yang ada
dari barang-barang yang kelihatan!
Walaupun berhadapan dengan karya-karya-Nya
mereka tidak mengenal Senimannya.
Sebaliknya yang mereka anggap sebagai allah penguasan jagat raya
ialah api atau angin ataupun badai,
gugusan bintang-bintang atau air yang bergelora,
atau pun penerang-penerang yang ada di langit.

Jika dengan menikmati keindahannya
mereka sampai menganggapnya allah,
maka seharusnya mereka mengerti
betapa lebih mulianya Penguasa kesemuanya itu.
Sebab Bapa dari keindahan itulah yang menciptakannya.

Jika mereka sampai terpesona oleh kuasa dan daya,
maka seharusnya mereka menjadi insaf karenanya,
betapa lebih kuasanya Pembentuk semuanya itu.
Sebab orang dapat mengenal Pencipta
dengan membanding-bandingkan
kebesaran dan keindahan ciptaan-ciptaan-Nya.


Namun demikian dalam hal ini mereka hanya sedikit saja salahnya,
sebab mungkin mereka hanya tersesat,
tetapi mereka mencari Allah dan berusaha menemukan-Nya.
Karena sibuk mengamati karya-karya Allah dan menyelidikinya,
mereka hanya terpukau oleh apa yang mereka lihat,
sebab memang indahlah semua yang kelihatan itu.
Tetapi bagaimanapun mereka tidak dapat dimaafkan.
Sebab jika mereka mampu mengetahui sebanyak itu,
sehingga dapat menyelidiki jagat raya,
mengapa mereka tidak terlebih dahulu menemukan Penguasa kesemuanya itu?


Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 19:2-5
R:2a
Langit menceritakan kemuliaan Allah.


*Langit menceritakan kemuliaan Allah,
dan cakrawala memberitakan karya tangan-Nya;
hari yang satu mengisahkan kepada hari yang lain,
dan malam yang satu menyampaikan pengetahuannya
kepada malam berikut.

*Meskipun tidak berbicara,
dan tidak memperdengarkan suara,
namun di seluruh bumi bergaunglah gemanya,
dan amanat mereka sampai ke ujung bumi.

Bait Pengantar Injil
Luk 21:28
Angkatlah mukamu, sebab penyelamatmu sudah mendekat.

Bacaan Injil
Luk 17:26-37
Kapan Anak Manusia akan menyatakan diri.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,
"Sebagaimana halnya pada zaman Nuh,
demikian pula kelak pada hari Anak Manusia.
Pada jaman Nuh itu
orang-orang makan dan minum, kawin dan dikawinkan,
sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera.
Lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.

Demikian pula yang terjadi pada zaman Lot.
Mereka makan dan minum,
membeli dan menjual, menanam dan membangun,
sampai pada hari Lot pergi dari Sodom.
Lalu turunlah hujan api dan belerang dari langit
dan membinasakan mereka semua.
Demikianlah halnya kelak pada hari Anak Manusia menyatakan diri.

Pada hari itu barangsiapa sedang ada di peranginan di atas rumah,
janganlah ia turun untuk mengambil barang-barangnya di dalam rumah.
Demikian pula yang sedang di ladang, janganlah ia pulang.
Ingatlah akan isteri Lot!
Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya,
ia akan kehilangan nyawanya,
dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya.


Aku berkata kepadamu:
Pada malam itu kalau ada dua orang di atas ranjang,
yang satu akan dibawa dan yang lain ditinggalkan.
Kalau ada dua orang wanita yang sedang bersama-sama mengilang,
yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan."

Para murid lalu bertanya, "Di mana, Tuhan?"
Yesus menjawab,
"Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."

Demikianlah Injil Tuhan.

#


Mutiara Iman

BAPA DARI KEINDAHAN

17 Nopember 2017

"Sebab Bapa dari keindahan itulah yang menciptakannya" (Keb 13:3)


Lectio
Keb 13:1-9; Mzm 19:2-3,4-5; Luk 17:26-37

Viktor adalah seorang yang pandai, keras hati dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Suatu hari di tengah kegalauan hatinya Viktor berkata pada Ibunya :
"Mah, dengan usia sekarang ini Viktor sudah memiliki segalanya, juga sudah keliling dunia. Namun hati ini KOSONG dan selalu RESAH. Saya ingin pergi ke tempat yang tidak banyak orang di daerah Afrika."
Sang ibu menjawab :
"Boleh nak. Silakan."


Seminggu kemudian Viktor kembali dengan wajah yang penuh sukacita dan berkata kepada Ibunya :
"Mah, setelah menikmati ALAM CIPTAAN, hutan, hewan satwa, gunung, air terjun, tiba-tiba ada pertanyaan dalam diri saya. Siapa yang membuatnya? Setelah setiap hari menjalani dan menikmati alam, sayapun mulai MENDAPATKAN apa yang bisa tinggal di hati saya, yang memberikan KEDAMAIAN dan SUKACITA."
"Apakah itu Nak?" tanya Ibunya.
Jawab Viktor :
"ALLAH BAPA."


Mendengar itu, sang ibu yang sedang memegang ROSARIO berkata dengan terharu :
"SYUKUR KEPADA ALLAH."

Dalam Kitab Kebijaksanaan disebutkan :
"Sebab Bapa dari KEINDAHAN itulah yang menciptakannya."

SEMUA keindahan di jagat ini adalah milik PENCIPTANYA.

Oratio
Ya Bapa, Engkaulah Pencipta langit dan Bumi. Terpujilah Engkau kini dan sepanjang masa. Amin

Missio
_Marilah kita selalu BERSYUKUR kepada ALLAH atas segala yang diciptakan-Nya._

*Have a Blessed Friday.*
#

Thursday, November 16, 2017

Thursday, 16th NOVEMBER St Margaret of Scotland. SIAP SEDIA. Kapan kerajaan Allah akan datang.

"SIAP SEDIA"

Bacaan Liturgi 16 November 2017

Kamis Pekan Biasa XXXII

Bacaan Pertama Keb 7:22-8:1
Mazmur 119:89.90.91.130.135.175. Injil Lukas 17:20-25.

Injil Lukas 17:21, menulis.
Yesus berkata: "Kerajaan Aĺlah datang tanpa tanda-tanda lahiriah..."

Pada suatu sore seorang murid bertanya kepada sang Guru:" Guru, kapankah akhir dunia ini?" 


Entahlah" jawab Sang Guru. "Tetapi bagiku, akhir dunia terjadi ketika aku meninggal.


Cerita diatas mau mengingatkan kita bahwa pertanyaan kapan hari kiamat itu datang, bukan menjadi yang paling penting. Yang paling pasti bagi setiap orang adalah bahwa suatu saat dia akan mati. Karena itu, yang harus kita lakukan adalah senantiasa siap sedia dengan hidup dalam kasih baik pada Tuhan maupun pada sesama, karena hidup kita masing-masing cepat atau lambat akhirnya sampai pada kematian. Kematian itu bisa datang kapan saja. Maka tidak ada hal yang lebih baik untuk menghadapi kematian itu selain  memakai setiap menit dalam hidupnya untuk membuat hidupnya berarti dan berguna, bukan untuk pertama-tama buat hidupnya sendiri, tetapi untuk Tuhan dan orang lain.

Tuhan Yesus, bantulah aku untuk setia kepadaMu dan tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada untuk berbuat baik bagi sesamaku. Amin.


Met Hari Kamis.

#


Thursday, 16th NOVEMBER
St Margaret of Scotland

Luke 17:20-25

"The kingdom of God is not coming with signs to be observed; nor will they say, 'Lo, here it is!' or 'There!' for behold, the kingdom of God is in the midst of you." And he said to the disciples, "The days are coming when you will desire to see one of the days of the Son of man, and you will not see it. And they will say to you, 'Lo, there!' or 'Lo, here!' Do not go, do not follow them…But first he must suffer many things and be rejected by this generation."

We are coming close to the end of the liturgical year. During these days the Gospel of the Mass will be reminding us of the Second Coming of Our Lord and describes some of the things that will happen beforehand. One of them is the confusion caused by false prophets. The devil is an expert liar who tries to sow confusion among Jesus' disciples.

In a transatlantic sailing race one team employed the strategy of pretending to be their opponents' shore team, sending them misleading information on their radios. The ploy worked, since the other boats naturally followed their instructions and found themselves thoroughly lost. But the following year something very different happened. The teams didn't trust any radio instructions and so chose not to follow any…so they got lost again!

The devil does the same: he spends most of his energy sowing disunity and mistrust in the Church, mistrust in the Pope for 'something' he 'is reported' to have said; mistrust in that priest because he did something wrong once, mistrust in that Catholic institution or society because one of its members misbehaved. The devil loves those doubts which he sows abundantly among Christians. But let's keep it clearly in mind, and also spread the word, that we can't fight effectively if we are divided.

Our Lord predicted that many people would come and mislead His disciples. That happens every day in some media. But as Blessed John Henry Newman wrote, "Ten thousand difficulties do not make one doubt." If ever we see difficulties amongst some Christians, we shouldn't distrust the Church. People may make mistakes, but God knows what He is doing.

Mary, Mother of the Church, may I be an instrument of unity.

#


Commentary of the day :

Saint John Cassian (around 360-435), founder of monasteries
Conferences, no.1 (trans. ©Boniface Ransey, OP, 1997 ; cf. SC 42, p. 90 rev.)

The Kingdom of God in our midst and within us

In my opinion it would be unworthy of us to withdraw even for a moment from the contemplation of Christ. When we have lost sight of him even briefly, let us turn our mind's regard back to him, directing the eyes of our heart as by a very straight line. For everything lies in the soul's inner sanctuary. There, after the devil has been expelled and the vices no longer reign at all, the kingdom of God can be established in us, as the evangelist says: "The kingdom of God will not come with observation…. For amen I say to you that the kingdom of God is within you."

But within us there can be nothing else than knowledge or ignorance of the truth, and the love of either the vices or the virtues, by which we make ready a kingdom in our hearts either for the devil or for Christ.

The apostle Paul also describes the characteristics of this kingdom when he says: "For the kingdom of God is not food and drink, but righteousness and peace and joy in the Holy Spirit." Thus, if the kingdom of God is within us, and the kingdom of God is itself righteousness and peace and joy, then whoever abides in these things is undoubtedly in the kingdom of God… Let us lift up the eyes of our soul to that kingdom, which is endless joy.

#


SabdaNya 

Kamis  16 - 11 - 2017

Keb 7 : 22 - 8:1              

 Luk 17: 20-25

Shalom,
Orang2 Farisi bertanya kepada Kristus, kapan kerajaan Allah akan datang.
Kristus menjawab bahwa Kerajaan Allah  bukanlah sesuatu yg dapat ditangkap oleh keterbatasan panca indera manusia, karena tidak ada tanda2 lahiriah nya. Akan tetapi apa yg tidak dapat ditangkap panca indera, dapat dirasakan dan dialami oleh manusia.

Dialam Kitab Kebijaksanaan dikatakan : 'kebijaksanaan merupakan pantulan cahaya kekal, dan cermin tak bernoda dari kegiatan Allah dan gambar kebaikanNya' (Keb 7:26)


Dengan kata lain, kalau mau 'melihat' Allah, hiduplah dalam kebijaksanaan karena dg hati dan pikiran yg bijak, kita akan menemukan Allah, akan melihat karya2Nya, dimana saja kita berada.


Rasul Yohanes menulis bahwa Allah adalah Kasih (1 Yoh 4:8), sehingga dimana ada kasih kita dapat mengalami dan merasakan kehadiran Allah.
Kebijaksanaan dan kasih tidak dapat ditangkap dg panca indera, tetapi pasti dapat dirasakan oleh semua orang yg mau membuka hati dan pikirannya.
Ketika kita melihat dalam pribadi seseorang ada kebijaksanaan dan kasih yg tulus, maka kita tahu bahwa dia telah hidup dalam Kerajaan Allah sekalipun masih ada didunia. Karena itulah Kristus mengatakan 'Kerajaan Allah (sudah) ada diantara kamu'.

Didalam pribadi Kristus, kebijaksanaan dan kasih Allah selalu tampak dalam kata2 dan perbuatanNya. Karena itu Kristus juga mengatakan bahwa ada saatnya dimana orang akan sangat merindukan untuk dapat bertemu dg Nya, untuk mendengarkan ajaran2Nya dan melihat karya2Nya yg agung. Tetapi Kristus tidak akan datang lagi untuk kedua kalinya sebagai manusia. Dia sudah menebus dosa kita dg wafatNya dikayu salib. Itu adalah persembahan yg paling sempurna kepada Allah, karena itu cukup sekali dan untuk selamanya.

Dia memang akan datang lagi, tetapi pada saat itu Dia akan datang sebagai Hakim Agung yg mengadili semua orang tanpa kecuali.

Banyak orang yg mencoba menafsirkan sendiri, kapan Kristus akan datang kedua kalinya, sehingga dari waktu kewaktu selalu ada saja orang yg meramalkan kapan saatnya akan tiba. (Terakhir kita mendengar melaui medsos, bahwa Kristus akan datang pada akhir September 2017).
Tetapi semua penafsiran2 itu hanya halusinasi atau kekacauan dalam menafsirkan Firman Tuhan, atau sengaja didengungkan untuk mendapatkan suatu keuntungan pribadi.


Kristus telah mengatakan : 'sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yg satu keujung langit yg lain demikianlah pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatanganNya'. 


Kita tidak bisa meramalkan kapan dan dimana tepatnya kilat akan terjadi. Begitu juga pada saat terjadi, kilat begitu cepat sehingga kita tidak akan mampu berbuat apapun.
Pada kesempatan lain, Kristus memang meminta kita semua ber jaga2 dan melihat tanda2 bahwa pada saatnya Dia memang akan datang mengadili dunia.
Yg harus  kita lakukan dalam ber jaga2, bukanlah terus sibuk men cari2 tanda2 tetapi  hiduplah dalam kebijaksanaan dan kasih Allah : 'Tiada sesuatupun yg dikasihi Allah kecuali orang yg berdiam bersama dg kebijaksanaan' (Keb 7:28).


Kita dapat hidup dalam kebijaksanaan atau dg kata lain hidup dalam Kerajaan Allah ditengah dunia ini, kalau kita lebih mau mengasihi sesama dari pada berharap dikasihi.

 Lebih mau memahami/ mengerti orang2 disekitar kita dari pada menuntut mereka memahami kita dan lebih mau melayani dari pada ingin dilayani. 


Marilah kita saling meneguhkan dan saling mengingatkan supaya kita tidak terus disibukkan untuk men duga2 kapan Kristus akan datang kedua kalinya, tetapi kita berusaha dan bertekun hidup bijaksana, hidup penuh kasih, sehingga kapanpun Kristus datang, kita akan menyambutNya bukan dg ketakutan tetapi dg penuh suka cita.


Gbu all n hv a blessed Thursday.

#

Bacaan Liturgi 16 November 2017 Kamis Pekan Biasa XXXII PF S. Gertrud, Perawan PF S. Margareta dari Skotlandia. Kehadiran Kerajaan Allah. Orang yang paling bahagia.  PUJIAN.

INGATLAH bahwa orang yang paling bahagia bukanlah orang yang mendapatkan lebih banyak, tetapi yang memberi lebih banyak.

*H. Jackson Brown, Jr.*

#


*Kehadiran Kerajaan Allah*

KERAJAAN Allah bukanlah sesuatu hal yang dapat ditangkap tanda-tandanya oleh mata jasmani. Saat kita melepaskan genggaman atas kehendak kita, membiarkan diri dipimpin dan dikuasai Allah, maka kita menghadirkan KerajaanNya. Dengan berlandaskan iman yang teguh kepadaNya dan setia menjalankan kehendakNya, hidup kita akan selalu diwarnai oleh kasih dan damaiNya.

Tidaklah mudah menghadirkan wajah Allah yang penuh kasih dan pengampunan di sepanjang perjalanan hidup kita. Banyak godaan yang berasal dari dalam mau pun luar diri kita, juga kendala, hambatan serta penderitaan yang harus kita hadapi.

Namun dengan senantiasa mendekatkan diri kepadaNya dan mengutamakan Dia di atas segala hal, maka kita pasti dimampukan untuk berjalan di dalam terangNya, mewartakan kasihNya lewat kesaksian hidup kita, untuk menciptakan kerukunan dan hidup dalam semangat persaudaraan sejati tanpa memandang perbedaan agama, suku, status sosial.

#


Bacaan Liturgi 16 November 2017

Kamis Pekan Biasa XXXII
PF S. Gertrud, Perawan
PF S. Margareta dari Skotlandia.


Bacaan Pertama

Keb 7:22-8:1
Kebijaksanaan merupakan pantulan cahaya kekal,
dan cerminan tak bernoda kegiatan Allah.


Pembacaan dari Kitab Kebijaksanaan:

Di dalam kebijaksanaan ada roh yang arif dan kudus,
tunggal, majemuk dan halus,
mudah bergerak, jernih dan tidak bernoda,
terang, tidak dapat dirusak, suka akan yang baik dan tajam,
tidak tertahan, murah hati dan sayang akan manusia,
tetap, meyakinkan dan mantap,
mahakuasa dan memelihara semuanya
serta menyelami sekalian roh yang arif, murni dan halus sekalipun.
Sebab kebijaksanaan lebih lincah dari segala gerakan,
karena dengan kemurniannya
ia menembus dan melintasi segala-galanya.


Kebijaksanaan adalah nafas kekuatan Allah,
dan pancaran murni kemuliaan Yang Mahakuasa.

Tidak ada sesuatupun yang bernoda masuk ke dalamnya.
Karena kebijaksanaan merupakan pantulan cahaya kekal,
dan cermin tak bernoda kegiatan Allah, serta gambar kebaikan-Nya.

Meskipun tunggal, namun kebijaksanaan mampu akan segala-galanya,
dan walaupun tinggal di dalam dirinya,
namun membaharui semuanya.
Dari angkatan yang satu ke angkatan yang lain ia beralih
masuk ke dalam jiwa-jiwa yang suci,
yang olehnya dijadikan sahabat Allah dan nabi.


Tiada sesuatu pun yang dikasihi Allah
kecuali orang yang berdiam bersama dengan kebijaksanaan.
Sebab kebijaksanaan lebih indah daripada matahari,
dan mengalahkan setiap tempat bintang-bintang.
Dibandingkan dengan siang terang dialah yang unggul,
sebab siang digantikan malam,
sedangkan kejahatan tak sampai menggagahi kebijaksanaan.


Dengan kuat ia meluas dari ujung yang satu ke ujung yang lain,
dan halus memerintah segala sesuatu.

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur
Mzm 119:89.90.91.130.135.175
R:89a
Ya Tuhan, untuk selama-lamanya firman-Mu tetap teguh.


*Untuk selama-lamanya, ya Tuhan,
firman-Mu tetap teguh di surga.

*Kesetiaan-Mu dari keturunan ke keturunan;
bumi Kautegakkan, sehingga tetap ada.

*Menurut hukum-hukum-Mu sekarang semuanya itu ada,
sebab segala sesuatu melayani Engkau.

*Bila tersingkap, firman-Mu memberi terang,
memberi pengertian kepada orang-orang bodoh.

*Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu,
dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

*Biarlah jiwaku hidup supaya memuji-muji Engkau,
dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.

Bait Pengantar Injil
Yoh 15:5
Akulah pokok anggur, kalian ranting-rantingnya, sabda Tuhan.
Tinggallah beserta-Ku, maka Aku tinggal besertamu,
dan kalian akan berbuah banyak.


Bacaan Injil
Luk 17:20-25
Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Sekali peristiwa orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus,
kapan Kerajaan Allah datang.
Yesus menjawab,
"Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah.
Tidak dapat dikatakan,
"Lihat, ia ada di sini' atau 'ia ada di sana.'
Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah sudah ada di di tengah-tengahmu."

Yesus berkata kepada para murid,
"Akan datang waktunya
kalian ingin melihat salah satu hari Anak Manusia itu.
Tetapi kalian tidak akan melihatnya.
Orang akan berkata kepadamu,
'Lihat dia ada di sana!
Lihat dia ada di sini! '
Tetapi jangan kalian pergi ke situ, jangan kalian ikut.
Sebab seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu
ke ujung langit yang lain,
demikian pulalah halnya Anak Manusia,
pada hari kedatangan-Nya kelak.

Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu
dan ditolak oleh angkatan ini."

Demikianlah Injil Tuhan.

#


Mutiara Iman

*PUJIAN*

16 Nopember 2017

_"Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah.."_
(Why 4:8)


Lectio
Why 4:1-11; Mzm 150:1-2,3-4,5-6; Luk 19:11-28

Suatu sore Evy datang ke rumah Susy untuk membahas masalah yang sedang dihadapinya. Ketika masuk ke rumahnya terdengar lagu rohani yang meneduhkan. Masuk ke dalam, Susy melihat Evy sedang di dapur sambil memegang ROSARIO di tangannya. Lalu Susy menyapa :
"Sore Mba, wah damai sekali rumah ini. Begitu masuk saja sudah nyaman sekali." 


Lalu Evy menjawab :
"Syukur kepada Tuhan kalau sahabat ku bisa merasakan DAMAI Tuhan."


Lalu mereka pun mengobrol dan Evy masih memegang Rosario.
"Kamu masih sedang berdoa?" tanya Susy. 


"Iya Mba. Biarlah JIWA saya selalu MEMUJI TUHAN setiap waktu dan biarlah sambil mendengar keluhan Mba semoga Tuhan memberikan PENGHARAPAN pada Mba." jawab Evy.

 
Lalu Susy berkata :
"Mba, saya sudah melihat Pengharapan yang telah Mba lakukan dengan terus MEMUJI TUHAN. Saya harus belajar membuang KELUHAN saya dan terus MEMUJI Dia karena kita percaya Tuhan telah menyiapkan yang TERBAIK untuk kita, yaitu KESELAMATAN."

Dan keempat mahluk BERSERU siang dan malam  :
"Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang"

Hidup kita adalah MEMUJI dan MEMULIAKAN TUHAN.

Oratio
Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Missio
_Marilah kita mempersembahkan hidup kita HANYA untuk MEMULIAKAN TUHAN._


*Have a Blessed Thursday.*

Mutiara-Iman.org

#

Filosofi kepemimpinan yg mulia untuk rakyat di dalam lagu Gundul2 Pacul...

Pagi ini sy dapat pencerahan dr lagu Gundul2 Pancul..
Sering dengar atau menyanyikannya, baru tahu artinya.

Ternyata Tembang Gundul2 Pacul yg diciptakan tahun 1400an oleh Sunan Kalijaga ini mempunyai arti filosofis yg dalam dan mulia untuk kita pelajari..

Liriknya adalah demikian :

Gundul gundul pacul-cul,
gembelengan…
Nyunggi nyunggi wakulkul,
gembelengan…
Wakul ngglimpang
segane dadi sak latar…

Gundul


Adalah kepala plonthos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan, kemuliaan seseorang.
Rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala.
Maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota.

Pacul (cangkul)

Adalah lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani.

Gundul pacul

Artinya bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (empat yang lepas), artinya bahwa:
Kemuliaan seseorang akan sangat tergantung empat hal, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.
1. Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.
2. Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.
Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.

Gembelengan

Gembelengan artinya besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.
Banyak pemimpin yang lupa bahwa dirinya sesungguhnya mengemban amanah rakyat. Tetapi dia malah:
1. Menggunakan kekuasaannya sebagai kemuliaan dirinya.
2. Menggunakan kedudukannya untuk berbangga-bangga di antara manusia.
3. Dia menganggap kekuasaan itu karena kepandaiannya.

Nyunggi wakul,  &
~
Nyunggi wakul artinya membawa bakul (tempat nasi) di kepalanya.Banyak pemimpin yang lupa bahwa dia mengemban amanah penting membawa bakul dikepalanya.

Wakul

Adalah simbol kesejahteraan rakyat.
Kekayaan negara, sumberdaya, Pajak adalah isinya. Artinya bahwa kepala yang dia anggap kehormatannya berada di bawah bakul milik rakyat.
Kedudukannya di bawah bakul rakyat.
Siapa yang lebih tinggi kedudukannya, pembawa bakul atau pemilik bakul?
Tentu saja pemilik bakul.
Pembawa bakul hanyalah pembantu si pemiliknya.
Dan banyak pemimpin yang masih gembelengan (melenggak lenggokkan kepala dengan sombong dan bermain-main).
Akibatnya

Wakul ngglimpang
segane dadi sak latar


Bakul terguling dan nasinya tumpah ke mana-mana.
Jika pemimpin gembelengan, maka sumber daya akan tumpah ke mana-mana. Dia tak terdistribusi dengan baik. Kesenjangan ada dimana-mana. Nasi yang tumpah di tanah tak akan bisa dimakan lagi karena kotor. Maka gagallah tugasnya mengemban amanah rakyat!

Semoga kita jadi pribadi yang memiliki integritas sehingga siap menjadi suri tauladan dimanapun kita berada.

Begitulah sesungguhnya ada makna yg dalam tentang filosofi kepemimpinan yg mulia untuk rakyat di dalam lagu Gundul2 Pacul..

Salam

Tuhan mengampuni semua dosa orang.

*Seorang pria bangun pagi-pagi untuk melaksanakan kegiatan ibadah di gereja.* 

*Setelah mengenakan pakaiannya,*
*dia berangkat ke gereja. 

Dalam* *perjalanannya ke*
*Gereja, pria tersebut terjatuh dan pakaiannya menjadi kotor..*


*Dia bangun, membersihkan diri, lalu kembali pulang.*
*Sesampainya di rumah, dia mengganti pakaiannya,*
*lalu berangkat kembali ke gereja. 


Dalam perjalanannya*
*ke gereja, pria tersebut terjatuh kembali di tempat yang sama!*

*Lalu dia kembali bangun, membersihkan diri, dan pulang kembali*.
*Sesampainya di rumah, Sekali lagi, dia mengganti pakaiannya, lalu berangkat kembali ke gereja.*


*Dalam perjalanan ke gereja, dia bertemu seorang pria yang memegang lampu*.
*Dia bertanya pada pria*
*tersebut dari mana dia*
*dan pria itu menjawab*
*"Aku melihatmu terjatuh dua kali dalam perjalananmu ke gereja,*
*jadi aku membawakan lampu untuk menerangi jalanmu. Pria yang pertama tadi mengucapkan terimakasih banyak pada pria yang membawakannya lampu, dan keduanya berjalan bersama ke gereja.*

*Setibanya di gereja,* *pria yang pertama tadi*
*mengajak pria yang membawa lampu untuk ikut misa dengannya.* *Pria tersebut menolaknya. Pria pertama terus* *mengajaknya beberapa kali lagi,*
*dan jawabannya tetap sama. Pria itu bertanya mengapa dia tidak mau ikut misa bersamanya.*

*Pria dengan lampu itu* *menjawab*,
*"Aku adalah*
*setan". 


Pria itu terkejut mendengar* *jawabannya.*

*Setan kemudian melanjutkan, "Aku melihatmu menuju ke gereja dan akulah yang membuatmu terjatuh.*

*Ketika kau pulang, membersihkan diri dan berangkat kembali ke gereja, Tuhan mengampuni semua dosamu.*

*Aku menjatuhkanmu sekali lagi, tapi kau* *tidak*
*tinggal di rumah, dan tetap berangkat kembali ke gereja.*

*Karena itu, Tuhan mengampuni semua dosa orang-orang di rumah tanggamu.*


*Aku khawatir jika aku menjatuhkanmu lagi,* *Tuhan akan mengampuni dosa orang-orang di* *kampungmu, jadi aku*
*memastikan kau sampai di gereja tanpa terjatuh.*

*Puji Tuhan....*
*"Janganlah kau membatalkan niat baik yang akan kau lakukan karena kau tidak pernah tahu ganjaran apa yang mungkin akan kau dapat dari beratnya rintangan*
*yang kau hadapi ketika berusaha melaksanakannya.*
*Karena kebaikanmu bisa menyelamatkan keluarga dan bangsamu"*


*Mahasuci Allah dalam kemuliaannya.*
*Ketika kau membawa alkitab, Setan akan pusing. 

Ketika kau membacanya, dia tersungkur.*
*Ketika dia melihatmu membacanya, dia pingsan.*
*Ketika dia melihatmu menjiwai apa yang kau baca, dia kabur.*

_*Semoga bermanfaat.*_
_*✍🏻 Rm.Dwi Djoko*_

Wednesday, November 15, 2017

SENANTIASA BERSYUKUR" Bacaan Liturgi 15 November 2017 Rabu Pekan Biasa XXXII. SECANGKIR KOPI.

* SECANGKIR KOPI ☕*

_Jika ada yang memandangmu sebelah mata, jangan benci dia karena kamu masih membutuhkan kedua matanya untuk melihat kesuksesanmu di kemudian hari._

#


_Kerja jadi membahagiakan jika kamu mampu menikmati setiap pekerjaan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab._

#


_Mencintai Tuhan tidak membuatmu bebas dari kesulitan hidup, tetapi mendapat kekuatan yang diberikan-Nya._

#


"SENANTIASA BERSYUKUR"

Bacaan Liturgi 15 November 2017

Rabu Pekan Biasa XXXII.


Bacaan Pertama Keb 6:2-11 

Mazmur 82:3-4.6-7
Bacaan Injil Luk 17:11-19.

Injil Lukas 17:14, menulis.

Yesus berkata:"Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam"

Dikisahkan dalam Injil bahwa ada sepuluh orang kusta yang memohon belas kasihan Yesus untuk disembuhkan dari sakitnya. Dalam perjalanan, sepuluh orang kusta itu menjadi tahir, namun, hanya seorang kusta saja yang tersungkur dihadapan Yesus dan memuliakan Allah. Herannya orang itu adalah orang Samaria, seorang asing yang dinomorduakan dalam masyarakat Yahudi. 


Sembilan orang kusta itu menjadi  cerminan dari begitu banyaknya orang yang tidak memiliki rasa syukur dan terima kasih. 

Seorang kusta itu mewakili sejumlah kecil orang yang memiliki rasa syukur dan terima kasih. 


Saudara, Yesus mengajak kita untuk senantiasa bersyukur dalam hidup ini. Kita bersyukur apa yang kita terima dan memuliakan Allah. Dialah sumber segala pemberian dalam hidup ini. Maka patutlah kita mengembalikan semuanya kepadaNya dalam ungkapan madah syukur bagi kemuliaan namaNya.

Syukur bagiMu Tuhan, atas rahmat kehidupan dan kesehatan yang kuterima dariMu sebab Engkau Sang sumber pemberi hidup yang menghidupkan setiap sendi-sendi kehidupan. Terima kasih Tuhan.
Met Hari Rabu.

#


SECANGKIR KOPI LAGI*

Ketika kamu menyadari bahwa kebahagiaan itu ada di dalam dirimu sendiri, maka kamu harus berjuang untuk mengendalikan emosi dan mengendalikan berbagai macam hawa nafsu dalam dirimu. 


Karena sebagai manusia kamu tidak akan luput dari berbagai macam godaan dan sebagai makhluk sosial kamu tidak akan bisa menghindari berbagai macam tingkah laku manusia yang ada di sekelilingmu.

#