Google+ Followers

Wednesday, July 8, 2015

ADA dua cara untuk menyebarkan cahaya: menjadi Lilin atau Cermin.

ADA dua cara untuk menyebarkan cahaya: 
  menjadi Lilin
  atau menjadi Cermin yang memantulkan cahayanya.

Edith Warton.


***


Adrianus lahir dari sebuah keluarga berkebangsaan Romawi. Kisah masa mudanya tidak diketahui pasti. 


Ia menjadi paus pada tanggal 17 Mei 884 dan memimpin Gereja sampai tahun berikutnya 885. Masa kepausannya yang begitu singkat diliputi berbagai kesulitan dan masalah karena merajalelanya perampokan dan kelaparan di seluruh kota Roma. 


Selain harus berusaha keras untuk menindas aksi-aksi kejahatan, ia juga berusaha keras meringankan beban penderitaan umat Roma akibat kelaparan hebat itu. 


Pada tahun 885, ia diundang oleh Kaisar Romawi Suci, Charles III (881-887), untuk menghadiri perjamuan bersama di Worms, Jerman Barat. 

Pada kesempatan perjamuan itu dibicarakan juga soal pergantian takhta kekaisaran dan meningkatnya bahaya serangan suku bangsa Saracen dari Timur. 


Dalam perjalanan ke Worms itu, ia meninggal dunia di Modena, Italia Utara. 

Jenazahnya dikebumikan di gereja Santo Silvester Nonantola, dekat Modena.


***


Penduduk asli Yerusalem ini menjadi lektor dan pengusir roh-roh jahat. Ia amat sederhana dan rendah hati, sehingga penduduk di sekitarnya sangat menghormati dia. 


Pada awal masa penganiayaan umat Kristen oleh Kaisar Diokletianus, ia dipaksa memuja berhala oleh kaisar. 

Tetapi Prokopius menjawab: "Tidaklah baik mengabdi kepada beberapa tuan. Aku hanya mengenal satu Kepala, satu Raja, yakni Kristus". 


Karena ketegasannya ini, ia dipenggal.

Tuesday, July 7, 2015

Renhar. Selasa. 7 Juli  2015.

Lectio:

 Kej 32:22-32; Mzm 17:1-3,6-7,8b,15; Mat 9:32-38.


***


Di sekitar kita banyak sekali orang yang membutuhkan pertolongan.

Namun hanya sedikit yang peduli dan tergerak hatinya untuk turun tangan membantu mereka.

Yesus mengetuk hati kita
untuk bersedia bekerja bersamaNya
dalam mewartakan kabar sukacita karya keselamatan Allah.

Mari kita melayani Dia dan sesama
dengan tulus dan tetap setia menebarkan kebaikan
walau tak dihargai dan dicerca.


***


Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.

Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." 

Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."

Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" 

Sahutnya: "Yakub."

Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." 

(Kej 32:24-28)


Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.

Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak. 

(Mzm 17:6-7)


Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.

Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." 

(Mat 9:36-38)



Renungan:


Yakub berjuang hidup pada saat menghadapi Malaikat Tuhan sehingga mendapat berkat. Namanya berubah menjadi Israel.


(Smoga kita slalu mau berjuang dalam hidup ini)



Dalam Mazmur, Daud percaya dan berpasrah pada Kasih Perlindungan Allah yang mendengarkannya dan menyelamatkan hidupnya.


(Smoga kita mencontoh Daud untuk selalu berlindung dalam Kasih Tuhan)



Tuhan Yesus mengasihi umatNya dan tahu mereka membutuhkan 'gembala'. Tuhan Yesus mengatakan agar kita berdoa agar banyak 'pekerja'.

(Orang yg tergerak melayani umatNya dengan Penyerahan Diri mereka utk selalu mau dibimbing Roh Kudus)


Banyak orang yang percaya saat ini kepada Yesus dan banyak dari mereka yang membutuhkan bimbingan dan arahan dari 'senior' 

(mereka yang telah belajar lebih baik mengenai Pendalaman Alkitab, Teologi, Dogma Gereja serta melaksanakannya dgn hidup baik di mata Tuhan).


Semoga semakin banyak 'pekerja senior' (Umat yg mau belajar & tergerak menjadi 'senior' di ladang Tuhan).


Tentu kita perlu berdoa agar banyak kaum Muda tergerak untuk hidup suci dengan menjadi Romo & Suster.

Semoga Gereja Katolik selalu mempunyai Visi & Misi yang membawa Gereja memasuki abad ke 22 dengan baik sehingga selalu ada 'pekerja' di ladangNya.


***


"HIK"
Madah Ibadat Bacaan, Pagi, Siang
(Selasa, 7 Juli  2015)

Ya Allah, bersegeralah menolong aku
Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu
Kemuliaan..
Alleluya

MADAH IBADAT BACAAN
Ya Tritunggal mahamulya
Yang mengatur segalanya
Siang untuk kerja giat
Malam untuk istirahat

Waktu pagi waktu senja
Siang malam selamanya
Kami mohon perlindungan
Dari kemurahan Tuhan

Kami umatMu bersatu
Sujud menghadap padaMu
Memanjatkan permohonan
Teriring madah pujian

Ya Bapa yang baik hati
Luluskanlah doa kami
Berkat jasa Yesus Kristus
Yang mencurahkan Roh kudus
Amin

MADAH IBADAT PAGI
Gelap berkurang, malam hampir hilang
Fajar gemilang menyebarkan terang.
Marilah kita memanjatkan doa
Kepada Bapa.

Semoga Bapa berbelaskasihan
Membimbing kita dalam pengabdian
Dan merestui karya darma bakti
Sepanjang hari.

Ya Bapa kami, sudilah kabulkan
Harapan hati yang kami ungkapkan
Secara tulus demi Yesus Kristus
Dalam Roh Kudus.
Amin

MADAH IBADAT SIANG
Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu
Amin

BACAAN PILIHAN
-HAL KEMURNIAN HATI DAN MAKSUD YANG JUJUR SEDERHANA-
Orang dapat terbang mengatasi segala benda duniawi dengan dua buah sayap, yaitu kejujuran dan kemurnian.
Kejujuran harus ada pada maksud kita dan kemurnian pada cinta kasih kita.
Dengan kejujuran kita menemukan Tuhan, dengan kemurnian kita akan memperoleh dan menikmati Tuhan.

DOA
Tuhan Yesus Kristus,
Engkaulah cahaya sejati yang menyinari semua orang untuk menyelamatkan mereka.
Kuatkanlah kami agar dapat menyiapkan bagiMu jalan perdamaian dan keadilan.
Sebab Engkaulah pengantara kami, yang hidup yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa.
Amin

Salam HIKers,
Tuhan berkati & Bunda merestui
Fiat Lux!@RmJostKokoh
Pin HIK: 7EDF44CE/54E255C0

BUATLAH Kebaikan tanpa harapkan balasan.

BERBUATLAH Kebaikan
tapi jangan mengharapkan ucapan terima kasih.

Confucius.


***


Odo lahir sebagai karunia khusus dari Allah.

Ayahnya - seorang perwira militer Prancis - terus berdoa memohon dari Tuhan, seorang anak laki-laki. Dan Tuhan mengabulkan permohonannya dengan mengaruniakan Odo kepadanya. 


Ketika dipermandikan, sang ayah mempersembahkan Odo kepada perlindungan Santo Martinus dari Tours.

 

Sepanjang hidupnya, Odo menaruh hormat dan devosi khusus kepada Santo Martinus. 


Ayahnya menginginkan Odo menjadi seorang ksatria yang tangkas menggunakan pedang. 

Tetapi Tuhan merencanakan sesuatu yang lain dari kehendak ayahnya. 


Kesehatan Odo yang terus terganggu dan karena itu tidak layak untuk menjalani hidup kemiliteran, menjadi suatu alasan yang kuat baginya untuk menolak rencana ayahnya. 


Sementara itu keinginannya untuk menjadi imam semakin membara. 

Akhirnya ia secara terbuka mengatakan keinginan dan cita-citanya itu kepada ayahnya. 

Lalu dengan restu ayahnya, Odo berangkat ke Tours untuk menjalani pendidikan imamat. 


Odo masuk Ordo Santo Benediktus. 

Pada tahun 927, ia dipilih menjadi Abbas di biara Cluni. 

Sebagai pemimpin biara, ia bersikap tegas dalam hal pelaksanaan aturan-aturan hidup membiara, tetapi bijaksana dan lembut kepada rekan-rekannya sebiara. 


Ia pun tetap menjadi seorang pengagum Santo Martinus dengan devosi-devosinya. 

Ia pergi ke Roma dan di sana ia jatuh sakit. 

Ia segera kembali ke Tours, karena keinginannya untuk meninggal di sana dan dikuburkan di samping Santo Martinus. 


Ia tiba di Tours tepat pada pesta Santo Martinus. 

Setelah menyiapkan diri selama beberapa hari, Odo meninggal pada tanggal 18 Nopember 942.


***

Monday, July 6, 2015

TIADA sukacita tanpa rasa syukur.

TIADA sukacita
  tanpa rasa syukur.


***


Marietta, demikian nama panggilan Maria Goretti, lahir di Corinaldo, Italia pada tanggal 16 Oktober 1890. Kedua orang-tuanya, Luigi Goretti dan Assunta Carlini, adalah petani miskin di desa Corinaldo. 


Mereka miskin secara lahiriah tetapi kaya secara rohani karena mereka sesungguhnya orang beriman yang mempercayakan seluruh hidupnya kepada Tuhan. 


Sepeninggal Luigi Goretti kesulitan hidup mereka semakin bertambah parah.

 Ibu Assunta Carlini bersama kelima anaknya terpaksa berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan lapangan kerja buat menyambung hidup. 


Akhirnya mereka menetap di Nettuno, sebuah kawasan penuh rawa-rawa sebagai petani penyewa tanah. Maria Goretti dengan rajin membantu ibunya bekerja di kebun dan merawat adik-adiknya. Meskipun kesulitan hidup terus melilit mereka, namun semangat iman mereka tidak luntur. 


Maria Goretti tetap bersemangat mengikuti pelajaran agama menyongsong pesta Komuni pertama. la rindu sekali secepatnya menyambut Tubuh dan Darah Kristus, meskipun untuk itu ia harus berjalan kaki ke kota untuk mengikuti pelajaran agama. la tetap berusaha menata hidupnya dengan doa dan kerja serta berusaha sekuat tenaga agar tidak jatuh dalam dosa. 


Kepada ibunya ia mencetuskan kata-kata iman berikut: "Lebih baik mati seribu kali daripada berbuat dosa satu kali". 

Ia tidak rela menghina Yesus yang dicintainya dengan berbuat dosa. 


Ujian hidup terhadap kesucian hatinya demikian cepat datang. Adapun Alessandro, pemuda tetangga yang bekerja pada mereka sebagai pembantu untuk pekerjaan-pekerjaan kasar, menaruh hati pada Marietta. 


Telah berkali-kali ia membujuk Marietta untuk berbuat serong, tetapi tidak pernah ia berhasil menaklukkan keteguhan Marietta. 

Oleh karena nafsu berahi terus menguasai dirinya, ia tetap mencari kesempatan untuk merenggut kesucian Marietta. 


Kesempatan itu akhirnya tiba tatkala Marietta sendirian di rumah menjaga adiknya yang sakit, sedang ibunya berada di kebun. Alessandro, yang sedang bekerja di kebun, tahu bahwa Marietta sendirian di rumah. 

Dengan dalih hendak beristirahat di rumah karena letih, ia segera pulang ke rumah. 

Dalam hatinya ia telah bertekad bulat berhasil atau mati! 

Sesampai di rumah ia terus melaksanakan niatnya. 


Sementara itu Marietta sedang menidurkan adiknya. 

Alessandro memanggil-manggil Marietta dan menyuruh membukakan pintu kamar. 

Tetapi Marietta yang tahu akan maksud jahat Alessandro tetap tidak membuka pintu itu. Sebaliknya ia berdoa meminta perlindungan Tuhan Yesus. 


Karena amarahnya dan dorongan nafsunya, Alessandro mendobrak pintu kamar Marietta. 

Ia masuk dan memaksa Marietta mengikuti dorongan berahinya. 

Tetapi dengan keras Marietta membela diri dan berusaha melepaskan dirinya dari cengkeraman Alessandro. 

Karena Marietta tetap bersikeras menolak keinginannya maka dia menghunus pisau yang sudah lama disiapkannya dan mengancam Marietta. Ancaman ini pun tidak dihiraukan Marietta. Oleh karena itu, Alessandro dengan kalutnya menancapkan pisau tajam itu ke tubuh gadis tak berdosa itu sebanyak 14 kali. 


Senja hari tanggal 5 Juli 1902 itu benar-benar kabut gelap menimpa gadis suci ini. 


Keesokan harinya tanggal 6 Juli 1902, setelah mengakukan dosa-dosanya dan menerima Komuni Kudus, Marietta menghembuskan nafasnya dan meninggal dunia. 

Sebelum meninggal dunia, ia memaafkan dan mengampuni perbuatan keji Alessandro dengan berkata: 

"Aku ingin agar dia berada di dekatku di surga kelak".


Alessandro yang melihat akibat perbuatannya yang keji itu, lari pontang-panting meniggalkan Marietta. 

Dia kemudian ditangkap polisi dan dihukum penjara selama 30 tahun. 


Setelah 8 tahun meringkuk di dalarn penjara, ia menyesali perbuatannya dan memperbaiki hidupnya.


***


Seorang Tionghoa tua menderita sakit parah. Menyadari bahwa hidupnya tidak lama lagi maka dipanggil ketiga putranya yang masing2 sudah menjadi pengusaha kaya.

Kemudian si ayah berkata, "Anak2ku selama ini aku sudah mendidik kalian dengan baik sehingga kalian semua menjadi sukses.
Hidup papa tidak akan lama lagi & sebelum meninggal papa hanya ada 1 permintaan, yaitu uang 1 milyar dari msg2 kalian.
Papa perlukan uang ini supaya tidak sengsara di kehidupan selanjutnya..

Jadi nanti letakkan uang 3M ini ke dalam peti mati papa sebelum peti ditutup."
Ketiga anak pun langsung mengiyakan permintaan terakhir ini.

Setelah keluar dari kamar, ketiga anak ini mendiskusikan permintaan sang ayah. "Saya akan penuhi permintaan papa", sahut si sulung tegas.
"Saya juga" kata anak kedua
Si bungsu terdiam lama sambil merenung.

Setelah didesak kedua kakaknya dia pun menjawab, "Permintaan papa ini kayaknya tidak bijaksana, saya akan pertimbangkan dulu."

Esoknya si ayah meninggal dan menjelang penutupan peti, si sulung menghampiri peti mati ayahnya. Sejenak dia berdoa, meneteskan air mata, meletakkan uang kontan 1M & mundur. Giliran anak kedua maju ke peti, Sejenak dia berdoa, meneteskan air mata, meletakkan uang kontan 1M & mundur.

Giliran si bungsu. Dia berdoa lama sekali, meneteskan air mata banyak sekali & kemudian menoleh ke kedua kakaknya, "Papa bener cuma minta 3M? Apa tidak kurang?"

"Iya bener cuma 3M, itu sdh cukup. Ayo cepetan biar peti bisa segera ditutup," jawab kedua kakaknya.

Kemudian si bungsu meletakkan selembar cek senilai 5M ke dalam peti & mengambil uang kontan 2M yang ada di dalam peti sebagai uang kembalian..
��������                        
Ini baru CERDAS!



Renhar. Senin Biasa14. 6 Juli  2015.

Lectio:

Kej 28:10-22a;

Mzm 91:1-4,14-15b; 
Matius 9:18-26.


***


Yesus adalah pribadi yang peduli dan penuh belas kasih.

HatiNya selalu tergerak melihat penderitaan manusia.

Setiap orang dipulihkanNya tanpa melihat status atau latar belakang mereka.

Ia tidak pernah mengecewakan siapa saja yang bersandar kepadaNya dan menyerahkan beban kehidupan ke dalam tanganNya.

Mari andalkan Dia dan tetap setia menanti pertolonganNya.


***


RenHar :

Rm.Antara.KAJ.

Silahkan download, pilih salah 1 dari link di bawah ini:

  - Link 1 :  https://drive.bitcasa.com/send/wBUGPpCzULlwNz9c7Nz6zaHpzrpJ5DTQWNxxj8zIKBcX

  - Link 2 : https://app.box.com/s/1bivc1uponec35ykmr8f257noilnsdwa

  - Link 3 :  http://ptkumala.com/Rm.Antara.KAJ%20Senin%20Biasa14%206Juli15.amr

  - Link 4 :   http://1drv.ms/1NFnrph

  - Link 5 :  https://drive.google.com/file/d/0B53xUmle8cJDOFZUalRaTlNrZDA/edit?usp=docslist_api


***



Renhar 

Injil Matius hari ini berbicara ; IMAN kepada Yesus yang menyembuhkan. 


Ketika  kita punya keyakinan yang kuat untuk meraih sesuatu, seluruh usaha dan konsentrasi akan kita arahkan untuk mencapainya. 

Kita tidak perduli, apapun tantangan dan rintangan yang menghalangi , kita akan perjuangkan untuk mencapainya.  

Ketika niat itu tercapai , kita akan merasa puas, senang, dan bahagia. 


Begitulah perasaan kepala rumah ibadat dan perempuan yang sakit pendarahan , setelah bertemu dan disembuhkan oleh Yesus!  


Apakah kita mau disembuhkan oleh Yesus seperti mereka?


Marilah dengan IMAN yg kuat & tulus, kita  datang dan minta kesembuhan kepada Yesus ...


Dia tidak akan pernah mengecewakan .. Amin .. 


Selamat pagi.  ..

Berkah Dalem...

<3 ⌣Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣☺



***


"HIK"
Madah Ibadat Bacaan, Pagi, Siang
(Senin, 6 Juli  2015)

Ya Allah, bersegeralah menolong aku
Ya Tuhan, perhatikanlah hambaMu
Kemuliaan..
Alelluya

MADAH IBADAT BACAAN
Allah cahaya abadi
Tritunggal yang mahasuci
Kami percaya padaMu
Kami mohon berkat restu

Engkaulah sumber dan asal
Engkaulah tujuan tunggal
PadaMulah penghiburan
Harapan umat beriman

Engkau pencipta dunia
Cahaya kami semua
Engkau pahala mulia
Bagi umat yang percaya

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Dan Roh penghibur ilahi
Mulia kekal abadi
Amin

MADAH IBADAT PAGI
Sumber cahaya mulia
Yang menerangi dunia
Malam Kauhentikan sudah
Kauterbitkan fajar cerah

Engkaulah terang sejati
Melebihi matahari
Dasar lubuk hati kami
Kausinari Kauselami

Terangilah diri kami
Ya Bapa yang murah hati
Dengan rahmat dan kasihMu
Agar selamat selalu

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Dalam ikatan Roh suci
Sepanjang seluruh hari
Amin

MADAH IBADAT SIANG
Engkau Tuhan raja mulya
Yang mengatur segalanya
Fajar pagi Kauterbitkan
Panas siang Kaukobarkan

Padamkan api sengketa
Yang memisahkan sesama
Teguhkan s'mangat berpadu
Yang menyatukan sekutu

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu
Amin

BACAAN SINGKAT
(Yer 15,16)
Kudapatkan sabdaMu dan kuresapkan dalam diriku.
Maka sabdaMu menjadi kesukaan dan kegembiraan hatiku.
Engkau selalu dekat padaku, Tuhan Allah segala kuasa.

DOA
Tuhan, Allah yang mahakuasa, Engkau menghantar kami kepada pagi ini.
Selamatkanlah kami dengan kuasaMu, agar pada hari ini kami tidak jatuh ke dalam dosa.
Bimbinglah kiranya perkataan kami dan arahkanlah pikiran serta perbuatan kami kepada keadilan dan kejujuran.
Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa.
Amin

Salam HIKers,
Tuhan berkati & Bunda merestui
Fiat Lux!@RmJostKokoh
Pin HIK: 7EDF44CE/54E255C0

Sunday, July 5, 2015

MENJADI Hebat Prestasi dgn Menghormati Orang.

MENJADI Hebat bukanlah Prestasi cemerlang
  jika anda tidak menghormati apapun.

Johann Wolfgang von Goethe.


***


Hidup Antonius sangat singkat namun benar-benar dihayati dan diisi dengan berbagai perbuatan amal-kasih dan karya-karya demi menegakkan martabat Gereja dan kemuliaan Kristus. 


Ia lahir di Cremona, Italia Utara pada tahun 1502. Ketika menginjak usia remaja, orang-tuanya menyekolahkan dia di kota kelahirannya. la kemudian melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Padua. Setelah menamatkan studinya, ia kembali bekerja di Cremona. 


Sebagai seorang dokter, ia berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan banyak orang sakit. Di samping itu sebagai seorang cendekiawan beriman, ia memberi nasihat-nasihat rohani kepada orang-orang yang dirawatnya dan mengajak mereka untuk berdoa bersama. Antonius selalu berusaha agar mereka yang mendekati ajalnya sedapat mungkin meninggal dunia dengan tenang dalam keadaan ber-rahmat. 


Semua orang terutama para pasiennya sangat menyayangi dia karena semangat pengorbanannya yang tak mengenal lelah.


Sementara itu, minatnya untuk mengabdikan diri semata-mata pada Tuhan dan sesama semakin kuat dalam hatinya. la sadar bahwa Tuhan memanggilnya untuk suatu tugas suci bagi kemuliaan namaNya. 


Untuk itu, Antonius belajar teologi untuk lebih dalam mengenal ajaran-ajaran iman. la kemudian ditahbiskan menjadi imam dan berkarya di tempat asalnya. Semangat pengabdiannya dibakar oleh cinta kasihnya yang tulus kepada Allah dan sesama dan dihiasi semangat hidup miskin dan tapa. 


Situasi Gereja pada zaman itu tidaklah menyenangkan. Banyak umat hidup tidak sesuai dengan imannya. Demikian juga banyak imam. 


Setelah beberapa tahun bekerja di Cremona, ia pindah ke Milano. Rencananya sederhana namun jelas dan terang, yakni merasul dengan keteladanan hidup yang baik dan suci demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan umat. 


Untuk mengembalikan imam-imam kepada penghayatan panggilan imamatnya secara murni, Antonius memprakarsai pertemuan rohani berkala dengan imam-imam. Sedangkan untuk mengembalikan semangat iman umat, ia menggalakkan usaha pengajaran iman bagi umat. Bersama dua orang rekannya: Bartolomeus Ferrari (seorang ahli hukum) dan Yakoppo Antonius Morigia (seorang ahli ilmu pasti), Antonius mendirikan sebuah tarekat apostolis. Anggota-anggota dari tarekat baru ini mengikuti jejak Rasul Paulus. 


Aturan hidup mereka didasarkan pada Surat-surat Santo Paulus. 

Oleh karena itu, mereka dinamakan Imam-imam Reguler Santo Paulus. Mereka juga dinamakan Imam-imam Barnabit, karena gereja Paroki mereka di Milano berpelindungkan Santo Barnabas. 

Tarekat mereka ini menyelenggarakan juga pendidikan ketrampilan untuk para pemudi dan menggerakkan mereka untuk melakukan karya-karya karitatif bagi orang-orang miskin dan terlantar. 


Dalam usaha pendidikan ini, Antonius dibantu oleh Datu Torelli, seorang janda yang bersemangat rasul. Dari taman pendidikan ini lahirlah kemudian Tarekat Suster-suster Angelika.


Semangat pengabdian Antonius pada sesama tampak jelas ketika kota Milano diserang wabah penyakit Pes, yang menelan banyak jiwa. Dalam situasi ini, Antonius bersama imam-imamnya dan puteri-puteri asuhannya tanpa mengenal lelah merawat para korban penyakit ganas itu. 

Mereka bahkan pergi jauh ke luar kota untuk menolong para korban penyakit itu sambil mewartakan Sabda Tuhan. 


Antonius dikenal luas di kalangan rekan-rekannya sebagai seorang imam yang sederhana dan suci hidupnya. Ia lebih senang tetap menjadi seorang imam biasa agar lebih bebas untuk melayani umat. Oleh karena itu jabatan superior jenderal untuk tarekatnya dipercayakan kepada orang lain. 


Ia meninggal dunia pada tanggal 5 Juli 1539 dalam usia 37 tahun. Dalam usia semuda itu, tenaganya benar-benar terkuras habis demi kemuliaan Tuhan dan martabat Gereja. 

Oleh Paus Pius IX (1846 - 1878), Antonius dinyatakan sebagai 'beato' pada tahun 1849 dan oleh Paus Leo XIII (1878-1903), ia dinyatakan 'santo' pada tahun 1897.

MENJADI Hebat Prestasi dgn Menghormati Orang.

MENJADI Hebat bukanlah Prestasi cemerlang
  jika anda tidak menghormati apapun.

Johann Wolfgang von Goethe.


***


Hidup Antonius sangat singkat namun benar-benar dihayati dan diisi dengan berbagai perbuatan amal-kasih dan karya-karya demi menegakkan martabat Gereja dan kemuliaan Kristus. 


Ia lahir di Cremona, Italia Utara pada tahun 1502. Ketika menginjak usia remaja, orang-tuanya menyekolahkan dia di kota kelahirannya. la kemudian melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Padua. Setelah menamatkan studinya, ia kembali bekerja di Cremona. 


Sebagai seorang dokter, ia berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan banyak orang sakit. Di samping itu sebagai seorang cendekiawan beriman, ia memberi nasihat-nasihat rohani kepada orang-orang yang dirawatnya dan mengajak mereka untuk berdoa bersama. Antonius selalu berusaha agar mereka yang mendekati ajalnya sedapat mungkin meninggal dunia dengan tenang dalam keadaan ber-rahmat. 


Semua orang terutama para pasiennya sangat menyayangi dia karena semangat pengorbanannya yang tak mengenal lelah.


Sementara itu, minatnya untuk mengabdikan diri semata-mata pada Tuhan dan sesama semakin kuat dalam hatinya. la sadar bahwa Tuhan memanggilnya untuk suatu tugas suci bagi kemuliaan namaNya. 


Untuk itu, Antonius belajar teologi untuk lebih dalam mengenal ajaran-ajaran iman. la kemudian ditahbiskan menjadi imam dan berkarya di tempat asalnya. Semangat pengabdiannya dibakar oleh cinta kasihnya yang tulus kepada Allah dan sesama dan dihiasi semangat hidup miskin dan tapa. 


Situasi Gereja pada zaman itu tidaklah menyenangkan. Banyak umat hidup tidak sesuai dengan imannya. Demikian juga banyak imam. 


Setelah beberapa tahun bekerja di Cremona, ia pindah ke Milano. Rencananya sederhana namun jelas dan terang, yakni merasul dengan keteladanan hidup yang baik dan suci demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan umat. 


Untuk mengembalikan imam-imam kepada penghayatan panggilan imamatnya secara murni, Antonius memprakarsai pertemuan rohani berkala dengan imam-imam. Sedangkan untuk mengembalikan semangat iman umat, ia menggalakkan usaha pengajaran iman bagi umat. Bersama dua orang rekannya: Bartolomeus Ferrari (seorang ahli hukum) dan Yakoppo Antonius Morigia (seorang ahli ilmu pasti), Antonius mendirikan sebuah tarekat apostolis. Anggota-anggota dari tarekat baru ini mengikuti jejak Rasul Paulus. 


Aturan hidup mereka didasarkan pada Surat-surat Santo Paulus. 

Oleh karena itu, mereka dinamakan Imam-imam Reguler Santo Paulus. Mereka juga dinamakan Imam-imam Barnabit, karena gereja Paroki mereka di Milano berpelindungkan Santo Barnabas. 

Tarekat mereka ini menyelenggarakan juga pendidikan ketrampilan untuk para pemudi dan menggerakkan mereka untuk melakukan karya-karya karitatif bagi orang-orang miskin dan terlantar. 


Dalam usaha pendidikan ini, Antonius dibantu oleh Datu Torelli, seorang janda yang bersemangat rasul. Dari taman pendidikan ini lahirlah kemudian Tarekat Suster-suster Angelika.


Semangat pengabdian Antonius pada sesama tampak jelas ketika kota Milano diserang wabah penyakit Pes, yang menelan banyak jiwa. Dalam situasi ini, Antonius bersama imam-imamnya dan puteri-puteri asuhannya tanpa mengenal lelah merawat para korban penyakit ganas itu. 

Mereka bahkan pergi jauh ke luar kota untuk menolong para korban penyakit itu sambil mewartakan Sabda Tuhan. 


Antonius dikenal luas di kalangan rekan-rekannya sebagai seorang imam yang sederhana dan suci hidupnya. Ia lebih senang tetap menjadi seorang imam biasa agar lebih bebas untuk melayani umat. Oleh karena itu jabatan superior jenderal untuk tarekatnya dipercayakan kepada orang lain. 


Ia meninggal dunia pada tanggal 5 Juli 1539 dalam usia 37 tahun. Dalam usia semuda itu, tenaganya benar-benar terkuras habis demi kemuliaan Tuhan dan martabat Gereja. 

Oleh Paus Pius IX (1846 - 1878), Antonius dinyatakan sebagai 'beato' pada tahun 1849 dan oleh Paus Leo XIII (1878-1903), ia dinyatakan 'santo' pada tahun 1897.