Google+ Followers

Thursday, June 30, 2016

RenHar. 30 Juni 2016. KASIH = pengampunan tanpa akhir.

KASIH adalah
  suatu tindakan pengampunan
    tanpa akhir.

Jean Vanier.


*


30 Juni 2016 .

"Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni" (Mat9:2)

Lectio
Am 7:10-17; Mzm 19:8,9,10,11; Mat 9:1-8

Suatu pagi Budi dibangunkan Sandy, teman kos nya :
"Bud, temenin saya ikut retret, kaki saya sedang keseleo?"
Budi pun mengiyakan dengan terpaksa. 


Di tengah jalan Budi berkata :
"San, lu kagak salah ajak gua? Semalam pulang clubing, sekarang retreat! Hahahaha."


Sandy menjawab :
"Mau minta tolong siapa lagi?"


Setelah tiba, Budi dan Sandy mengikutinya sampai di suatu sesi, setiap peserta diminta untuk saling membasuh kaki.


 "Bayangkan Yesus sedang membasuh kakimu dengan kasih dan pengampunannya." kata pemimpin acara.


Lalu ketika Budi dibasuh kaki, tiba-tiba ia menangis dengan terisak-isak. Demikian juga ketika ia membasuh kaki peserta yang lain. Selesai acara pembasuhan, lanjut dengan penerimaan sakramen tobat.


 Malamnya pada saat pemberian kesaksian, Budi maju ke depan dan berkata :
"Setiap orang mengalami Tuhan dengan berbagai cara, kemarin saya pergi clubbing, hari ini saya diselamatkan Tuhan, karena Sandy teman saya tidak bisa menyetir, sehingga saya harus menemaninya, dan sekarang saya patut bersyukur kepada Allah."

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu :
"Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."

Iman akan Yesus mengampuni dosa kita.

Oratio
Ya Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa ini. Amin

Missio
Marilah kita melakukan karya kerahiman dengan datang kepada Tuhan yang bisa mengampuni dosa kita.


Have a Blessed Thursday

*

Matthew 9:1-8.
Thursday 30th June.
First Martyrs of the Holy Roman Church.

They brought to him a paralytic, lying on his bed; and when Jesus saw their faith he said to the paralytic,
"Take heart, my son; your sins are forgiven."

And behold, some of the scribes said to themselves,
"This man is blaspheming."

But Jesus, knowing their thoughts, said,
"Why do you think evil in your hearts? For which is easier, to say, 'Your sins are forgiven,' or to say, 'Rise and walk?"

Some souls, like the paralytic,  find it difficult to approach the source of healing. You see?

The paralytic needed the help of others to be placed in front of Jesus in order to be healed.

The Gospel says 'they' brought to Him a paralytic.
Who were 'they'?

'They' were loyal friends, the instruments that God used to heal the man and forgive his sins. We also have that mission: bringing 'spiritual paralytics' to God.

A spiritually paralysed person can't approach God without help. God heals and forgives, but He wants us to bring souls to Him.

Especially with our prayers, and then, also, with example and encouragement. But persistent prayer is the most important part.

A severely injured German soldier was taken to a hospital in France during WWI. There was a German nun taking care of him. When she realised the gravity of his condition she suggested that the patient should see a priest. He rejected the offer. She told him that she would be praying for him to go to confession before his death.

'You'll get tired' replied the German soldier,
'I don't have any intention to confess.'

'I don't give up easily', said the nun, laughing, 'I have been praying for a particular man for more than 16 years'.

'You must love him dearly!' exclaimed the soldier.

'Actually I don't know him personally' answered the nun. 'My mum used to serve a countess in Germany.
The countess asked my mum for prayers for her son and my mum asked me to pray for him.
Apparently, the countess' son was leading a very sinful life...'

The soldier, shocked, interrupted her:
'Are you the daughter of Catherine?'

With a sign of surprise in her face, the nun asked 'Why? Are you Charles, the son of the Countess?' He certainly was.

In tears he made his confession just before he died, thanks to the persistent prayer of that faithful woman.

My Mother, Refuge of Sinners, with your help, may I pray tirelessly for souls to go to confession and never give up on anyone.

*

Tips of the day: day 1400.

Beberapa waktu lalu, masyarakat kita dilanda demam batu akik. Banyak orang larut di dalamnya. Tidak sedikit yang berani membeli dengan harga tinggi, bahkan rela menjual harta bendanya untuk mendapatkan batu tertentu yang indah dan langka.

Dalam hal Kerajaan Allah kita perlu mencontoh semangat orang-orang tersebut, yaitu rela melepaskan segala sesuatu demi memperoleh sesuatu yang ia tahu sangat berharga.

Jika kita tidak mau melepaskan segala sesuatu demi mengikuti Yesus, berarti kita belum menyadari bahwa keselamatan itu bernilai kekal dan tidak bisa dibandingkan dengan apapun juga. 

Adakah kita lebih sering menggenggam banyak hal yang kurang berharga dan melepaskan hal yang lebih berharga dalam hidup ini?

"Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.""
(Matius 13:45-46).

Selamat pagi sahabat, have a blessed day!


*

RenHar.

30 Juni 2016.

KASIH = pengampunan tanpa akhir.

Bacaan Liturgi. 30 Juni 2016. Kamis Pekan Biasa XIII. Pengampunan Dosa.

Pengampunan Dosa.

DOSA menciptakan sebuah jurang yang memisahkan manusia dari Tuhan. Akibatnya, manusia terlepas dari sumber kehidupan, mengalami kelumpuhan rohani, dan pada akhirnya menyeretnya kepada kebinasaan abadi.

Kita harus menyadari bahwa pengampunan dosa adalah anugerah Tuhan, bukan hasil prestasi manusia. Untuk itu, dibutuhkan iman yang teguh untuk berani datang ke hadiratNya, mengakui semua pelanggaran yang telah dilakukan dan dengan rendah hati memohon pengampunanNya.

Agar kita berdamai kembali dengan Tuhan, mari menerima sakramen Pengakuan Dosa secara rutin. Dan wujudnyatakan penyesalan kita dengan terus menerus berjuang untuk melepaskan diri dari hal-hal yang tidak berkenan di hatiNya.


*


Bacaan Liturgi.

30 Juni 2016.

Kamis Pekan Biasa XIII.
PF Para Martir Pertama Umat di Roma.


Bacaan Pertama
Am 7:10-17
Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku.


Pembacaan dari Nubuat Amos:

Sekali peristiwa Amazia, imam di Betel,
menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan,
"Amos telah mengadakan persepakatan melawan tuanku
di tengah-tengah kaum Israel.
Negeri ini tidak dapat menahan segala perkataannya.
Sebab beginilah kata Amos,
'Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang
dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan."

Lalu berkatalah Amazia kepada Amos,
"Hai Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda!
Carilah di sana makananmu! Dan bernubuatlah di sana!
Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel,
sebab inilah tempat kudus raja dan bait suci kerajaan."

Jawab Amos kepada Amazia,
"Aku ini bukan nabi, dan bukan termasuk golongan para nabi,
melainkan hanya seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.
Tetapi Tuhanlah yang mengambil aku
dari pekerjaan menggiring kambing domba,
Tuhan bersabda kepadaku,
'Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.'

Maka sekarang dengarkanlah sabda Tuhan.
Engkau berkata, 'Janganlah bernubuat menentang Israel,
dan jangan ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak.'
Sebab itu beginilah sabda Tuhan,
'Isterimu akan bersundal di kota,
dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang.
Tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur.
Engkau sendiri akan mati di tanah yang najis,
dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan."

Demikianlah sabda Tuhan.


*

Mazmur
Mzm 19:8.9.10.11
R:10
Keputusan Tuhan itu benar,

  adil selalu.


*Taurat Tuhan itu sempurna,
menyegarkan jiwa;
peraturan Tuhan itu teguh,
memberikan hikmat kepada orang bersahaja.

*Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati;
perintah Tuhan itu murni, membuat mata berseri.

*Takut akan Tuhan itu suci,
tetap untuk selamanya;
hukum-hukum Tuhan itu benar,
adil selalu.

*lebih indah dari pada emas,
bahkan daripada emas tua;
dan lebih manis daripada madu,
bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah.


*

Bait Pengantar Injil
2Kor 5:19
Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus
dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

Bacaan Injil
Mat 9:1-8
Mereka memuliakan Allah
karena Ia telah memberikan kuasa sedemikian besar kepada manusia.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu lalu menyeberang.
Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.
Maka dibawalah kepadanya seorang lumpuh
yang terbaring di tempat tidurnya.
Ketika Yesus melihat iman mereka,
berkatalah Ia kepada orang lumpuh,
"Percayalah, anak-Ku, dosamu sudah diampuni."

Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya,
"Ia menghujat Allah!"


Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata,
"Mengapa kalian memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
Manakah lebih mudah,
mengatakan,

 'Dosamu sudah diampuni'
atau mengatakan,

 'Bangunlah dan berjalanlah?'
Tetapi supaya kalian tahu,
bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa"
lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh,
"Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu,
dan pulanglah ke rumahmu!"
Dan orang itu pun bangun, lalu pulang.

Maka orang banyak yang melihat hal itu takut,
lalu memuliakan Allah,
karena Ia telah memberikan kuasa sedemikian kepada manusia.

Demikianlah sabda Tuhan.


*

Bacaan Liturgi.

30 Juni 2016.
Kamis Pekan Biasa XIII.

Pengampunan Dosa.

Wednesday, June 29, 2016

RenHar. Rabu, 29 Juni 2016. Visi yang sama   menyatukan temperamen orang yang berbeda.

SEBUAH visi yang sama
  dapat menyatukan orang yang memiliki temperamen yang sangat berbeda.

Tim Keller.


*


Mutiara Iman*

KAUIKAT DAN KAULEPAS

29 Juni 2016

_"Apa yang kauikat didunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga"_ (Mat 16:19)

Lectio
Kis 12:1-11; Mzm 34:2-3,4-5,6-7,8-9; 2Tim 4:6-8,17-18; Mat 16:13-19.

Dani sedang mempersiapkan diri untuk dibaptis dengan menjadi Katekumen. Dalam suatu pelajaran ia bertanya pada Thomas, Katekis yang mengajar:


"Pak Thomas, apakah setelah dibaptis, hidup saya akan menjadi damai? 

Lalu mengapa kita tetap harus memikul salib? 

Kan pasti berat?"


Thomas menjawab :
"Dengan dibaptis kita menjadi anak-anak Allah dan sebagai pengikut Kristus, kita pun harus mengikuti apa yang telah dilalui-Nya sehingga kita mendapatkan kehidupan yang kekal. 

Kalau kita tidak melakukan apa yang telah diajarkan dan dilakukan-Nya, maka kita akan kehilangan apa yang telah diperoleh-Nya dan kalau kita melakukan apa yang telah diajarkan dan dilakukan-Nya, maka kita akan memperoleh apa yang Yesus telah dapatkan".


Dani pun mengangguk sambil menjawab :
"Jadi keselamatan dan mau memanggul salib itu satu paket ya Pak."

Yesus berkata kepada Petrus :
"Apa yang kauikat didunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Keselamatan diperoleh ketika kita mau mendengarkan Sabda-Nya dan melaksanakan apa yang disabdakan-Nya.

Oratio
Ya Tuhan, tambahkanlah iman kami. Amin

_Missio_
_Marilah kita melakukan karya kerahiman dengan mendengarkan Sabda-Nya dan melakukannya._

*Have a Blessed Wednesday*


*


Matthew 16:13-19.

Wednesday 29th June.

St Peter and Paul, Apostles.


Jesus asked his disciples, 

"Who do you say that I am?"


 Simon Peter replied, 

"You are the Christ, the Son of the living God." 


And Jesus answered him, 

"Blessed are you, Simon Bar-Jona! For flesh and blood has not revealed this to you, but my Father who is in heaven. And I tell you, you are Peter, and on this rock I will build my church, and the powers of death shall not prevail against it. I will give you the keys of the kingdom of heaven, and whatever you bind on earth shall be bound in heaven, and whatever you loose on earth shall be loosed in heaven."


"You are Peter, and on this rock I will build my church"; 

'I know you well, Peter', Our Lord could say, 'I know you are weak, but you are Peter! I know that you will fail me in the moment when I will need you most; 

I know that you still argue with the others about who is to be the  first and the greatest, but I know as well that you love Me, and I know what you will be able to do for love of Me. 

I know you well, Peter, but feeble and vain, denying and running away, I will still build my Church on you; and I tell you here, in front of all the other Apostles and the entire world so that it may never be forgotten until the end of time, that you are MY ROCK, and the gates of hell, and the powers of death and the enemies of the Church and the persecutors of My disciples SHALL NOT PREVAIL!'


One day St Paul saw Peter misbehaving with some gentiles (Gal 2:11-14). 

He had to correct St Peter and he did so. 

St Peter didn't need correction for his teachings (he was the Pope), but he was a man and made mistakes. 

Nevertheless, St Paul never hesitated to follow the Rock and to go to Jerusalem to see St Peter (Gal 1:18).


That's the power of the Church: she's built on Rock: "There is nothing more powerful than the Church; give up  ghting her, lest she overpower your strength. Wage not war against heaven. If you fight a man, you conquer or are conquered. But if you  fight the Church, you cannot conquer. For God is stronger than all... 

Heaven and earth shall pass away, but My words shall not pass away. 

What words? 

You are Peter, and upon this rock I will build My Church, and the gates of hell shall not prevail against it" 

(St John Chrysostom).

Holy Mary, Mother of the Church, 

 St Peter and St Paul, 

  pray for us!

*

Tips of the day: day 1399 .


Daniel tetap fokus dalam hal ibadahnya kepada Tuhan. Ia tidak bergeming sekalipun raja Darius mengeluarkan larangan tidak boleh seseorang berdoa kepada dewa atau manusia kecuali kepada raja Darius sendiri.


Resikonya sangat besar, yaitu dilemparkan ke gua singa. Namun demi ibadahnya kepada Tuhan, Daniel berani mengambil resiko itu. 


Menomorsatukan Tuhan dibandingkan dengan sesama. Teladan iman Daniel ini adalah peringatan buat kita yang selama ini dengan mudah menggeser Tuhan untuk hal-hal tertentu yang kita anggap lebih penting. Kesibukan dan kesenangan dunia, - bahkan kenyamanan dunia kerap bisa mengalihkan fokus kita kepada Tuhan. 


  "Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." (Daniel 6:11)

. Selamat pagi sahabat, have a blessed day!


*

RenHar.

Rabu, 29 Juni 2016.

Visi yang sama
  menyatukan temperamen orang yang berbeda.

Bacaan Liturgi.  29 Juni 2016. HR S. Petrus dan Paulus, Rasul.

Jadi Saksi Kristus

HARI ini kita merayakan hari St. Petrus dan St. Paulus, Rasul.

Pengenalan mereka akan pribadi Yesus, telah mengubah jalan hidup mereka.

Baik Petrus maupun Paulus, pernah menyakiti hati Yesus:

* Petrus menyangkalNya dan meninggalkanNya saat Yesus menapaki jalan salib
* Paulus menolakNya bahkan menganiaya para pengikutNya

Namun kasih dan kerahimanNya yang tiada tara, meluluhkan hati mereka berdua.
Walau mereka memiliki latar belakang dan sifat yang berbeda, mereka bersedia mengesampingkan perbedaan yang ada dan bersatu untuk mewartakan Injil dengan gigih, sampai akhir hayat mereka.

Melalui perayaan hari ini, kita diundang untuk mengikuti teladan St. Petrus dan St. Paulus.
Kita juga masing-masing diciptakan sebagai pribadi yang unik, berbeda satu sama lain; mari kita hidup rukun, saling menghargai satu sama lain, dan berjuang bersama-sama untuk menjadi saksi Kristus di dalam keseharian hidup kita.


 * 


Renungan Harian :

*Rm.Antara.KAJ.

 Rabu 29Juni16.

 Hari Raya St.Petrus dan St. Paulus, Rasul*

Silahkan download, pilih salah 1 dari link di bawah ini:

  - Link 1 :  https://1drv.ms/u/s!AntJWNCMXC3WhW9kU2LVo3ZSMt9F

  - Link 2 :  https://app.box.com/s/cwp9gzob15qz9azup7w7lhnttwtkn9ki

  - Link 3 :  http://ptkumala.com/Rm.Antara.KAJ%20Rabu%2029Juni16%20Hari%20Raya%20St.Petrus%20dan%20St.%20Paulus,%20Rasul.amr

  - Link 4  :  https://drive.google.com/file/d/0B53xUmle8cJDUDZtSzMzcEZ0blk/view?usp=drivesdk 


 *  


Bacaan Liturgi.

 29 Juni 2016.

HR S. Petrus dan Paulus, Rasul.

Bacaan Pertama
Kis 12:1-11
Sekarang benar-benar tahulah aku
bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya
dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes.


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:

Waktu terjadi penganiayaan terhadap jemaat,
Raja Herodes mulai bertindak dengan keras
terhadap beberapa orang dari jemaat.


Ia menyuruh membunuh Yakobus,
saudara Yohanes, dengan pedang.
Ketika ia melihat
bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi,
ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus.


Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.
Setelah Petrus ditangkap,
Herodes menyuruh memenjarakannya
di bawah penjagaan empat regu,
masing-masing terdiri dari empat prajurit.
Maksudnya ialah,
supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak.


Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara.
Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.

Pada malam
sebelum Herodes menghadapkannya kepada orang banyak,
Petrus tidur di antara dua orang prajurit,
terbelenggu dengan dua rantai.
Selain itu
prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu.


Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus,
dan cahaya bersinar dalam ruang itu.
Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya.
Kata malaikat itu kepadanya, "Bangunlah segera!"
Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.


Lalu kata malaikat itu kepadanya,
"Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!"
Petrus pun berbuat demikian.
Lalu malaikat itu berkata kepadanya,
"Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!"
Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar,
dan ia tidak tahu
bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi;
sangkanya ia melihat suatu penglihatan.


Setelah mereka melalui tempat kawal pertama
dan tempat kawal kedua,
sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota.
Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka.
Sesudah tiba di luar,
mereka berjalan sampai ke ujung jalan,
dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia.


Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata,
"Sekarang benar-benar tahulah aku
bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya
dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes
dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi."

Demikianlah sabda Tuhan.

*


Mazmur
Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9
R:5b
Tuhan melepaskan daku dari segala kegentaranku.


*Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu;
puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
Karena Tuhan jiwaku bermegah;
biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya
dan bersukacita.

*Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan daku,
marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya.
Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku,
dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.

*Tujukkanlah pandanganmu kepada-Nya,
maka mukamu akan berseri-seri,
dan tidak akan malu tersipu-sipu.
Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan;
Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

*Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa,
lalu meluputkan mereka.
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

*


Bacaan Kedua
2Tim 4:6-8.17-18
Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran.


Pembacaan dari Surat Kedua Raul Paulus
kepada Timotius:

Saudaraku terkasih,
darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan,
dan saat kematianku sudah dekat.
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik,
aku telah mencapai garis akhir,
dan aku telah memelihara iman.
Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran
yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil,
pada hari-Nya;
bukan hanya kepadaku,
tetapi juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku,
supaya dengan perantaraanku
Injil diberitakan dengan sepenuhnya
dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya.


Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.
Tuhan akan melepaskan daku dari setiap usaha yang jahat.
Dia akan menyelamatkan aku,
sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di surga.


Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Demikianlah sabda Tuhan.

*


Bait Pengantar Injil
Mat 16:18
Engkau adalah Petrus,
di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku,
dan alam maut tidak akan menguasainya.

Bacaan Injil
Mat 16:13-19
Engkau adalah Petrus,
dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Sekali peristiwa
Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi.
Ia bertanya kepada murid-murid-Nya,
"Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"


Jawab mereka, "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis,
ada juga yang mengatakan: Elia,
dan ada pula yang mengatakan: Yeremia
atau salah seorang dari para nabi."

Lalu Yesus bertanya kepada mereka,
"Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"


Maka jawab Simon Petrus,
"Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"


Kata Yesus kepadanya,
"Berbahagialah engkau Simon bin Yunus,
sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu,
melainkan Bapa-Ku yang di surga.
Dan Aku pun berkata kepadamu:
Engkau adalah Petrus,
dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku,
dan alam maut tidak akan menguasainya.
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga.
Apa yang kauikat di dunia ini
akan terikat di surga,
dan apa yang kaulepaskan di dunia ini
akan terlepas di sorga."

Demikianlah Injil Tuhan.


*

Bacaan Liturgi.

 29 Juni 2016.
HR S. Petrus dan Paulus, Rasul.

Tuesday, June 28, 2016

Renungan Harian. * Selasa 28Juni16. PW.St.Irenius, Uskup dan Martir*

ANDA lebih aman bersama Tuhan di tengah badai
  daripada anda di mana pun tanpa Dia.

*

Mutiara Iman.

TUHAN TOLONGLAH.
28 Juni 2016.

"Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya:
"Tuhan, tolonglah, kita binasa" (Mat 8:25)

Lectio
Am 3:1-8; 4:11-12; Mzm 5:5-6,7,8; Mat 8:23-27

Hidup sebagai pesulap tidaklah mudah bagi Edward untuk membiayai kebutuhan keluarga dengan 3 anak.

Yang bisa dilakukannya adalah pergi misa pagi setiap hari dan doa malam keluarga.

Ketika memasuki bulan Mei, Sandra isterinya berkata :
"Pap, kita perlu uang untuk masuk sekolah Andre dan Ruslan. Jumlahnya cukup banyak dan harus tersedia di pertengahan bulan Juni."

Dengan sedikit terkejut Edward pun terdiam dan kemudian berkata :
"Mari kita minta tolong pada Tuhan, mam."

Sejak saat itu setiap malam dan dalam misa pagi, ia selalu mendoakannya.

Seminggu kemudian, ketika doa malam Edward berdoa :
"Terima kasih Tuhan, Engkau selalu hadir dalam keluarga kami, sehingga semua masalah kami dapat terselesaikan."

Setelah selesai berdoa, Sandra berkata :
"Pap, memangnya sudah ada uangnya?"

Edward menjawab :
"Ya, saya mendapat proyek pertunjukan di suatu mall selama 2 minggu. Syukur kepada Allah."

Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya :
"Tuhan, tolonglah, kita binasa!"

Ketika kita dalam masalah, berharaplah kepada Tuhan yang selalu setia tinggal bersama kita.

Oratio
Ya Tuhan, tolonglah dalam setiap masalah hidup kami. Amin.

Missio
Marilah kita melakukan karya kerahiman dengan percaya bahwa Tuhan akan membantu setiap masalah kita.

Have a Blessed Tuesday.

*

Tips of the day: day 1398.

Dunia tidak akan melepaskan kita seenaknya mengikuti Tuhan.

Dunia mencoba mengikat. dan menggoda sampai kita merasa disinilah tempat yang paling nyaman untuk kita.

Mudah bagi orang Israel kembali ke Mesir, juga tidak perlu waktu lama untuk masuk ke Kanaan. Namun Tuhan mengijinkan orang Israel berkelililng 40 tahun di padang gurun untuk menguji seberapa mereka taat mengikuti Tuhan.

Abraham berkelana kesana kemari karena ia mengikuti Allah. Sekalipun ia tidak diberi tahu kemana ia harus pergi, ia tahu pimpinan-Nya tidak pernah salah.

Meskipun banyak kesulitan yang sepertinya tidak berguna, tetapi itu melatih kita.

"Berfirmanlah TUHAN kepada Abram:
"Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;"
(Kejadian 12:1).

Selamat pagi sahabat,
have a blessed day!

*

Renungan Harian :

*Rm.Antara.KAJ.
Selasa 28Juni16.
PW.St.Irenius, Uskup dan Martir*

Silahkan download, pilih salah 1 dari link di bawah ini:

  - Link 1 :  https://1drv.ms/u/s!AntJWNCMXC3WhW5bykcJw-uwVmPR

  - Link 2 :  https://app.box.com/s/uc7l5pyblaczfhfa4yqs6jwrndiloqsz

  - Link 3 :  http://ptkumala.com/Rm.Antara.KAJ%20Selasa%2028Juni16%20PW.St.Irenius,%20Uskup%20dan%20Martir.amr

  - Link 4  :  https://drive.google.com/file/d/0B53xUmle8cJDRUNtZ2w0d2FnaTQ/view?usp=drivesdk

*

St Irenaeus, Bishop and Martyr.
Tuesday 28th June.
Matthew 8:23-27.


And when he got into the boat, his disciples followed him. And behold, there arose a great storm on the sea, so that the boat was being swamped by the waves; but he was asleep.

And they went and woke him, saying,
"Save, Lord; we are perishing."

And he said to them,
"Why are you afraid, O men of little faith?"

Then he rose and rebuked the winds and the sea; and there was a great calm.

Jesus knew the storm was coming, and yet wanted His disciples to go through it.


Yes, Jesus wants us to fight. Temptations are allowed by God because they are good for us.

As St Augustine teaches:
if there is no temptation
   there is no fight;
if there is no fight
   there is no victory;
if there is no victory
   there is no prize, no heaven.

Jesus wouldn't stop the storm straightaway, but He wouldn't leave His disciples alone either. He doesn't take the temptations and difficulties from us, nevertheless He helps us to overcome them, to never give up:
He is with us in the same boat.

Richard was 17 years old. He wanted to become a priest but his exams didn't go well.

The rector of the seminary called Richard's father, a humble blacksmith, for a chat.

Richard came into the rector's office with his dad.

The rector, with affection, said to his dad:
'Listen, your son is a very good lad; but maybe God is not calling him to be a priest.
You have to study hard and pass difficult exams for this.
Don't worry; your son can give glory to God in a different way.'

In silence they left the rector's office. Richard writes,
'As if it was yesterday, I remember that cold, dark, wet night. We went home in silence, each of us thinking our own thoughts. Mine were sad.
Finally, showing indifference as boys sometimes do, I said:
'They can keep their title!
I'll get a job and help you, dad'.

My father put his hand on my shoulder and said:
"Don't give up";
then he said
'three words' that I would never forget:
"Go ahead, son."

These three words were echoing in my ears for hours, days... years:
"Go ahead, son"
And I went ahead...' He certainly did. He was ordained priest, bishop and, eventually, Richard Cushing became Cardinal of Boston.

Holy Mary, Help of Christians, be with me in times of temptation, and if I get tired of the struggle, help me to feel God at my side, with His Hand on my shoulder repeating:
"Don't give up;
Go ahead, son."


*

Renungan Harian.
* Selasa 28Juni16.
PW.St.Irenius, Uskup dan Martir*


Bacaan Liturgi. 28 Juni 2016. Selasa Pekan Biasa XIII. Damai Dan Tenang Di Tengah Badai Kehidupan.

Damai Dan Tenang Di Tengah Badai Kehidupan.

TIADA seorang manusia pun bebas dari beban masalah, namun sikap seseorang di dalam menghadapi permasalahan akan menentukan hasil akhir yang dicapai.

Rasa khawatir dan takut yang berlebihan, serta hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri, akan membuat manusia lelah, merasa tidak berdaya dan pada akhirnya jatuh ke dalam jurang keputusasaan.

Tapi, bila kita mengundang dan melibatkan Tuhan di dalam seluruh aspek kehidupan kita, maka penyertaan dan kehadiranNya akan memberikan kekuatan, penghiburan dan pengharapan sehingga kita dapat mengalami kedamaian dan ketenangan di tengah berbagai himpitan permasalahan hidup.

Mari serahkan hidup kita di tanganNya dan percaya sepenuhnya kepadaNya.

BersamaNya kita pasti dapat bertahan dalam menghadapi hempasan gelombang kehidupan, dan mencapai tujuan akhir kita, yakni keselamatan abadi di dalam kerajaanNya.

*


Bacaan Liturgi.

28 Juni 2016.

Selasa Pekan Biasa XIII.
PW S. Ireneus, Uskup dan Martir.


Bacaan Pertama
Am 3:1-8; 4:11-12
Tuhan Allah telah bersabda, siapakah yang tidak bernubuat?


Pembacaan dari Nubuat Amos:

Hai orang Israel,
Dengarkanlah sabda Tuhan tentang dirimu ini,
tentang segenap kaum
yang telah Kutuntun keluar dari tanah Mesir.
Beginilah sabda-Nya,
"Hanya kalian yang Kupilih dari segala kaum di muka bumi.
Sebab itu Aku akan menghukum kalian karena kesalahanmu.
Berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka belum berjanji?
Mengaumkah seekor singa di hutan apabila tidak mendapat mangsa?
Bersuarakah singa muda dari sarangnya,
jika belum menangkap apa-apa?
Jatuhkah seekor burung ke dalam perangkap di tanah,
apabila tidak ada jerat di sana?
Membingkaskah perangkap, jika tidak ada yag ditangkap?
Adakah sangkakala ditiup di suatu kota,
dan orang-orang tidak gemetar?
Adakah terjadi malapetaka di suatu kota,
dan bukan Tuhan yang melakukannya?
Sungguh, Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu
tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut?
Tuhan Allah telah bersabda, siapakah yang tidak bernubuat?

Aku telah menjungkirbalikkan kota-kotamu seperti Allah
menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora,
sehingga kalian menjadi seperti puntung
yang ditarik dari kebakaran.
Namun kalian tidak berbalik kepada-Ku.
Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel.
Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu,
maka bersiap-siaplah untuk bertemu dengan Allah, hai Israel."

Demikianlah sabda Tuhan.

*


Mazmur
Mzm 5:5-6.7.8
R:9a
Tuhan, 

  tuntunlah aku dalam keadilan-Mu.


*Engkau bukanlah Allah yang berkenan akan kefasikan;
orang jahat takkan menumpang pada-Mu.
Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu;
Engkau benci terhadap semua orang yang melakukan kejahatan.

*Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong,
Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu.

*Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar,
aku akan masuk ke dalam rumah-Mu,
sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus
dengan takut akan Engkau.

*


Bait Pengantar Injil
Mzm 129:5
Aku menanti-nantikan Tuhan,
  Jiwaku mengharapkan sabda-Nya.

Bacaan Injil
Mat 8:23-27
Yesus bangun, menghardik angin dan danau,
maka danau menjadi teduh sekali.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu,
dan murid-murid-Nya mengikuti Dia.
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu,
sehingga perahu ditimbus gelombang.
Tetapi Yesus tidur.


Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya,
"Tuhan, tolonglah, kita binasa!"

Yesus berkata kepada mereka,
"Mengapa kalian takut, hai orang-orang yang kurang percaya!"
Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau.
Maka danau menjadi teduh sekali.


Dan heranlah orang-orang itu, katanya,
"Orang apakah Dia ini,
sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"

Demikianlah Injil Tuhan.


*

Bacaan Liturgi.

28 Juni 2016.
Selasa Pekan Biasa XIII.

Damai Dan Tenang Di Tengah Badai Kehidupan.