Google+ Followers

Sunday, October 26, 2014

BAHAR. Minggu, 26 Okt 2014. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan 'hawa kalbu kamu'

BAHAR.

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan 'hawa kalbu kamu'


Minggu, 26 Okt 2014.
Minggu Biasa XXX.

Kel. 22:21-27;
Mzm. 18:2-3a,3bc-4,47,51ab;
1Tes. 1:5c-10;
Mat. 22:34-40.

*******

Bacaan dari kitab Keluaran.

"Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing,
sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.

Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas.

Jika engkau memang menindas mereka ini,
tentulah Aku akan mendengarkan seruan mereka,
jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring.

Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang,
sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim.

Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku,
orang yang miskin di antaramu,
maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia:
janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya.

Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai,
maka haruslah engkau mengembalikannya kepadanya sebelum matahari terbenam,
sebab hanya itu saja penutup tubuhnya,
itulah pemalut kulitnya
-- pakai apakah ia pergi tidur?

Maka apabila ia berseru-seru kepada-Ku,
Aku akan mendengarkannya,
sebab Aku ini pengasih."
(Kel 22:21-27)

Demikianlah sabda Tuhan.

Syukur kepada Allah.

*******

Mazmur Daud.

Ia berkata:
"Aku mengasihi Engkau,
ya Tuhan,
kekuatanku!

Ya Tuhan,
bukit batuku,
kubu pertahananku
dan penyelamatku,
Allahku,
gunung batuku,
tempat aku berlindung,
perisaiku,
tanduk keselamatanku,
kota bentengku!

Terpujilah Tuhan,
seruku;
maka aku pun selamat dari pada musuhku.

Tuhan hidup!

Terpujilah gunung batuku,
dan mulialah Allah Penyelamatku,
Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya,
dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya."
(Mzm 18:2-4,47,51ab)

*******

Bacaan dari surat pertama rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika.

Memang kamu tahu,
bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.

Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan;
dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya.

Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja,
tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah,
sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu.

Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami,
bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar,
dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga,
yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus,
yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.
(1Tes 1:5c-10)

Demikianlah sabda Tuhan.

Syukur kepada Allah.

*******

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius.

Ketika orang-orang Farisi mendengar,
bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam,
berkumpullah mereka
dan seorang dari mereka,
seorang ahli Taurat,
bertanya untuk mencobai Dia:
"Guru,
hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"

Jawab Yesus kepadanya:
"Kasihilah Tuhan,
Allahmu,
dengan segenap 'ha'timu
dan dengan segenap ji'wa'mu
dan dengan segenap a'kal bu'dimu.
Itulah hukum yang terutama
dan yang pertama.

Dan hukum yang kedua,
yang sama dengan itu,
ialah:
'Ka'sihilah sesama'mu' manusia
seperti dirimu sendiri.

Pada kedua hukum inilah
tergantung seluruh hukum Taurat
dan kitab para nabi."
(Mat 22:34-40)

Demikianlah sabda Tuhan.

Terpujilah Kristus.

*******

Kasihilah Tuhan,
Allahmu,
dengan 'hawa kalbu kamu'

dengan segenap 'ha'timu (ha)
dan dengan segenap ji'wa'mu (wa)
dan dengan segenap a'kal bu'dimu. (kalbu)
'Ka'sihilah sesama'mu' manusia seperti dirimu sendiri. (Kamu)

Minggu, 26 Okt 2014. Minggu Biasa XXX. Hawa Kalbu Kamu.

Minggu, 26 Okt 2014.
Minggu Biasa XXX.


Kel. 22:21-27;
Mzm. 18:2-3a,3bc-4,47,51ab;
1Tes. 1:5c-10;
Mat. 22:34-40.


Ketika orang-orang Farisi mendengar,

 bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, 

 berkumpullah mereka

 dan seorang dari mereka,

 seorang ahli Taurat,

 bertanya untuk mencobai Dia: 

"Guru, 

 hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 


Jawab Yesus kepadanya: 

"Kasihilah Tuhan,

 Allahmu,

 dengan segenap hatimu

 dan dengan segenap jiwamu

 dan dengan segenap akal budimu. 

Itulah hukum yang terutama

 dan yang pertama. 


Dan hukum yang kedua,

 yang sama dengan itu, ialah: 

 Kasihilah sesamamu manusia

 seperti dirimu sendiri. 


Pada kedua hukum inilah

 tergantung seluruh hukum Taurat

 dan kitab para nabi."


Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama merupakan dua dimensi kasih yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. 

Orang yang mengatakan bahwa dirinya mengasihi Allah tetapi membenci saudaranya adalah pendusta, kata St. Yohanes (1 Yoh 4:20).


 Sebab, orang yang tidak mengasihi saudaranya yang kelihatan, tidak dapat mengasihi Allah yang tidak kelihatan. 

Oleh karena itu, kasihilah Tuhan Allah dengan cara mengasihi sesama, terutama mereka yang hidup bersama kita, yakni anggota keluarga, rekan sekomunitas atau serumah, dan para tetangga. 

Tidak lupa juga mereka yang menderita dan membutuhkan uluran tangan kita (bdk. Mat 25:34-40). 

Demikian pula sebaliknya, terimalah dengan penuh syukur kasih Tuhan yang nyata melalui sesama kita, orangtua dan keluarga kita, teman dan partner kerja kita, tetangga dan kerabat kita.


Doa:

 Tuhan, 

semoga kami semakin mengasihi Engkau dan mengalami kasih-Mu dalam diri sesama kami. 

Amin. 

***

Hawa Kalbu Kamu.


Kasihilah Tuhan,

 Allahmu,

 dengan segenap hatimu (ha)

 dan dengan segenap jiwamu (wa)

 dan dengan segenap akal budimu. (Kalbu)

 Kasihilah sesamamu manusia (Kamu)

 seperti dirimu sendiri. 

Hati yg selalu berbelas kasih.

Yesus mngajak kita

 utk memiliki hati 

 sprti Bapa yg sll brbelas kasih

 kpd siapa saja 

 tnp memndang prbedaan.


Dibutuhkn pngurbanan diri

 utk mngutamakn Tuhan & sesama

 diatas kpentingn pribdi.


Buka hati

 atas bimbingn Roh Kudus,

 maka kita dimampukn

 brtumbuh dlm kasih.


BAGAIMANAKAH rupa kasih?

BAGAIMANAKAH rupa kasih?


Kasih memiliki:
*Tangan utk menolong sesama.
*Kaki yg bergegas datang kepada yg miskin dan berkekurangan.
*Mata yg melihat kesengsaraan dan yg membutuhkan.
*Telinga yg mendengar desahan dan kesedihan.


Itulah kasih.



- St. Agustinus

Saturday, October 25, 2014

RenHar: Rm.Antara.KAJ.  Sabtu Biasa 29.  Tgl 25 Okt 2014. Kasih Allah.  

RenHar:
Rm.Antara.KAJ. 
Sabtu Biasa 29. 
Tgl 25 Okt 2014. 


Silahkan download, pilih salah 1 dari link di bawah ini:


- Link 1: http://l.bitcasa.com/hDUYJICl


- Link 2: https://app.box.com/s/4jn5wgrgbg3ndus6gzna


- Link 3: http://ptkumala.com/Rm.Antara.KAJ%20Sabtu%20Biasa29%2025Okt14.amr


Selamat brakhir pekan.

Tuhan memberkati. 


*** 


Renhar Sabtu 25/10. 


Efesus 4:7-16; 
Lukas 13:1-9. 


Yesus mengajak kita menyadari kesalahan diri sendiri, dan memperbaharui diri terus menerus dengan bertobat . 


Melalui Injil hari ini , kita diajak kembali merenungkan kasih Allah yang begitu besar , melalui sikap tobat kita kepada Allah, karena Allah senantiasa mengampuni kita tanpa syarat. . 


Jika kita dianugerahi umur panjang, hendaklah hidup ini dihayati dengan penuh syukur dan terima kasih , serta mewujudkannya dalam kebersamaan dan kasih persaudaraan. 


 .. Selamat pagi. 

..Selamat berakhir pekan.

 .. Berkah Dalem...<3 ⌣

Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣☺


***


Hari ini Injil Lukas 13:8-9, menulis.

Jawab orang (Pengurus Kebun) itu: 

"Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi,

 aku akan mencangkul tanah sekelilingnya

 dan memberi pupuk kepadanya,

 mungkin tahun depan ia berbuah;

 jika tidak, 

 tebanglah dia!"

 (Luk 13:8-9)


Setiap orang diminta utk menghasilkan buah,  demikianlah dalam kehidupan sehari-hari kita diharapkan menghasilkan buah. 


Buah-buah yg kita hasilkan hendaknya dinikmati oleh org lain, supaya dpt menghasilkan buah, maka dibutuhkan perubahan hidup.

 Perubahan hidup itulah pertobatan. 



Tuhan Yesus, semoga aku dapat menghasilkan buah pertobatan. 


Met Akhir Pekan.


Bacaan: 

Ef 4:7-16. 

 Mzm 122:1-5.

 Lukas 13:1-9.


***


Mutiara Iman. 

BERTOBAT. 

25 Oktober 2014.


"Tidak! Kata-Ku kepadamu. 

Tetapi jikalau kamu tidak bertobat,

 kamu semua akan binasa atas cara demikian"

 (Luk 13:3)


Lectio:

Ef 4:7-16;

 Mzm 122:1-2,3-4a,4b-5;

 Luk 13:1-9 . 


Sejak duduk di bangku SMA dan ditinggal kedua orangtuanya, hidup Simon menjadi berantakan. 

Karena tidak ada biaya untuk melanjutkan sekolah, akhirnya ia menjadi supir angkot dengan berbekal SIM nembak. 


Setiap selesai bekerja, ia selalu menghabiskan waktu dengan supir-supir lainnya dengan berjudi dan mabuk-mabukan.

Walaupun berusia paling muda, tetapi ia paling berani.


"Simon, berhenti lah minum minuman keras dan berjudi seperti ini. 

Masa depanmu masih panjang!" kata Budi salah satu supir yang sudah berumur.


Suatu malam, ketika sedang berjalan pulang, Simon bertemu seorang kakek berpakaian rapih yang terlihat seperti sedang kebingungan.


"Kek, mau ke mana malam-malam?" tanya Simon.


"Aduh saya lupa mau ke mana!" jawab kakek itu.


"Lho masak kakek lupa?" tanya Simon.


"Iya, waktu muda dulu, kakek sering minum dan merokok, sehingga sekarang jadi sering lupa." jawab kakek itu.


Simon terkejut mendengar jawaban kakek itu, lalu ia menawarkannya untuk tinggal di kamar kos-nya. 


Setibanya di tempat kos, kakek itu tertidur di ranjang dan Simon sendiri tidur di kursi.


Pagi harinya, kakek itu meninggalkan surat yang bertuliskan : "Terima kasih untuk kebaikanmu nak, sekarang saya menjadi ingat lagi, karena semalam saya berdoa dan membaca Injil yang ada di mejamu. Doa dan Injil dapat menyembuhkan kita."


Yesus mengatakan bahwa setiap orang yang tidak bertobat, akan binasa dengan cara yang sama.


Sabda Allah adalah pupuk untuk setiap pertobatan dan pertumbuhan buah iman.


Oratio:

Tuhan kasihanilah kami. Amin . 


Missio:

Marilah kita jadikan pertobatan sebagai buah dari setiap Sabda Tuhan yang kita terima. 


Have a Blessed Saturday.

***






Sabtu, 25 Okt 2014. Tuhan memberi waktu satu tahun.

Sabtu, 25 Okt 2014.
Yohanes Ston.


Ef. 4:7-16;

 Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5;

 Luk. 13:1-9.


Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan. 

Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian." 

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. 

Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! 

Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!"


Mengabarkan dan menceritakan keburukan orang lain memang selalu menjadi obrolan yang menarik. 

Bagaimana kita harus bersikap kalau ada orang mengajak kita berbuat demikian? 

Atau jangan-jangan malah kita yang mengajak? 

Semoga tidak. 


Yesus memberikan teladan yang baik bagi kita. Ketika beberapa orang dengan bangga menceritakan penderitaan orang-orang Galilea yang menurut mereka diakibatkan karena dosa, Yesus justru menanggapi dengan mengingatkan bahwa mereka pun berdosa dan harus bertobat. 


Maka, kalau kita tergoda untuk membicarakan keburukan atau dosa orang lain, kita harus sadar bahwa kita pun berdosa, bahkan mungkin lebih besar. 

Kita pun membutuhkan pertobatan.

 Tentu saja, pertobatan itu tidak sekali jadi. 

Butuh proses dan waktu yang disertai jatuh bangun. 

Untuk itu, Tuhan selalu memberi kesempatan. 

Mungkin, tahun ini kita masih banyak gagalnya. 

Tuhan memberi waktu satu tahun lagi.

 Kalau masih gagal lagi, waktu satu tahun juga diberikan lagi. 

Begitu seterusnya. 


Kata-kata Injil, "biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah" tidak akan berubah. 


Setiap kali kita baca, bunyinya sama. 

Itu berarti, Tuhan selalu memberi kesempatan kepada kita.


Doa: 

Tuhan, 

berilah kami rahmat-Mu untuk selalu menggunakan kesempatan yang Kauberikan kepada kami agar kami mampu menghasilkan buah-buah pertobatan yang nyata. 

Amin.

BaHar. Sabtu, 25 Okt 2014.

BaHar.
Sabtu, 25 Okt 2014.
Yohanes Ston.

Ef. 4:7-16;
Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5;
Luk. 13:1-9.

*******

Bacaan dari
Surat rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus.

(Kata Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus )

Tetapi kepada kita
masing-masing telah dianugerahkan
kasih karunia
menurut ukuran pemberian Kristus.

Itulah sebabnya kata nas:
"Tatkala Ia naik
ke tempat tinggi,
Ia membawa tawanan-tawanan;
Ia memberikan pemberian-pemberian
kepada manusia.

"Bukankah "Ia telah naik"
berarti,
bahwa Ia juga telah turun
ke bagian bumi yang paling bawah?

Ia yang telah turun,
Ia juga yang telah naik
jauh lebih tinggi
dari pada semua langit,
untuk memenuhkan segala sesuatu.

Dan Ialah yang memberikan
baik rasul-rasul
maupun nabi-nabi,
baik pemberita-pemberita Injil
maupun gembala-gembala
dan pengajar-pengajar,
untuk memperlengkapi orang-orang kudus
bagi pekerjaan pelayanan,
bagi pembangunan tubuh Kristus,
sampai kita semua
telah mencapai kesatuan iman
dan pengetahuan yang benar
tentang Anak Allah,
kedewasaan penuh,
dan tingkat pertumbuhan
yang sesuai dengan
kepenuhan Kristus,
sehingga kita
bukan lagi anak-anak,
yang diombang-ambingkan
oleh rupa-rupa angin pengajaran,
oleh permainan palsu manusia
dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,
tetapi dengan teguh
berpegang kepada kebenaran
di dalam kasih
kita bertumbuh
di dalam segala hal ke arah Dia,
Kristus,
yang adalah Kepala.

Dari pada-Nyalah
seluruh tubuh,
-- yang rapi tersusun
dan diikat menjadi satu
oleh pelayanan semua bagiannya,
sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota
-- menerima pertumbuhannya
dan membangun dirinya
dalam kasih.
(Ef 4:7-16)

Demikianlah sabda Tuhan.

Syukur kepada Allah.

*******

MAZMUR TANGGAPAN.

Nyanyian ziarah Daud.

Aku bersukacita,
ketika dikatakan orang kepadaku:
"Mari kita pergi ke rumah Tuhan."

Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu,
hai Yerusalem.

Hai Yerusalem,
yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
ke mana suku-suku berziarah,
yakni suku-suku Tuhan,
untuk bersyukur
kepada nama Tuhan
sesuai dengan peraturan
bagi Israel.

Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan,
kursi-kursi milik keluarga raja Daud.
(Mzm 122:1-5)

*******

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas.

Pada waktu itu
datanglah kepada Yesus
beberapa orang
membawa kabar
tentang orang-orang Galilea,
yang darahnya
dicampurkan
Pilatus
dengan darah korban yang mereka persembahkan.

Yesus menjawab mereka:
"Sangkamu orang-orang Galilea ini
lebih besar dosanya
dari pada dosa
semua orang Galilea yang lain,
karena mereka mengalami nasib itu?

Tidak!
kata-Ku kepadamu.
Tetapi jikalau kamu tidak bertobat,
kamu semua akan binasa
atas cara demikian.

Atau sangkamu
kedelapan belas orang,
yang mati ditimpa menara dekat Siloam,
lebih besar kesalahannya
dari pada kesalahan
semua orang lain
yang diam di Yerusalem?

Tidak!
kata-Ku kepadamu.

Tetapi jikalau kamu tidak bertobat,
kamu semua akan binasa atas cara demikian."

Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini:
"Seorang mempunyai pohon ara
yang tumbuh di kebun anggurnya,
dan ia datang
untuk mencari buah
pada pohon itu,
tetapi ia tidak menemukannya.

Lalu ia berkata
kepada pengurus kebun anggur itu:
Sudah tiga tahun
aku datang
mencari buah
pada pohon ara ini
dan aku tidak menemukannya.
Tebanglah pohon ini!
Untuk apa ia hidup
di tanah ini
dengan percuma!

Jawab orang itu:
Tuan,
biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi,
aku akan mencangkul tanah sekelilingnya
dan memberi pupuk kepadanya,
mungkin tahun depan ia berbuah;
jika tidak,
tebanglah dia!"
(Luk 13:1-9)

Demikianlah sabda Tuhan.

Terpujilah Kristus.

*******