Google+ Followers

Tuesday, July 11, 2017

Bacaan Liturgi 11 Juli 2017. Selasa Pekan Biasa XIV. PW S. Benediktus, Abas . Dipanggil Jadi Mitra KerjaNya.

*Dipanggil Jadi Mitra KerjaNya*

YESUS memulihkan seorang bisu yang kerasukan setan, namun orang Farisi mencemooh karyaNya dan dengan keji menyebarkan fitnah yang mencemarkan namaNya.

Walaupun demikian, Yesus tetap berbuat baik dan menolong setiap orang yang membutuhkan uluran tanganNya.

Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk mewartakan kasih dan kebaikan Allah lewat kesaksian hidup kita.

Kita dituntut untuk memiliki hati yang berbelas kasih dan tidak jemu-jemu menebarkan kebaikan kepada sesama, walau dicela dan tidak dihargai.

Yesus adalah gembala yang baik, dan Ia menghendaki agar kita bersedia menjadi perpanjangan tanganNya.

Mari sambut tugas perutusanNya dengan gembira; menjadi mitra kerjaNya dalam mewartakan kerajaan Allah ke tengah dunia yang sarat dengan ketidakpedulian dan tindak kejahatan.

Semoga dengan mengikuti jejak langkahNya, orang di sekeliling kita dapat mengalami kasih, sukacita dan damai sejahteraNya.


#


Bacaan Liturgi 11 Juli 2017.
Selasa Pekan Biasa XIV.
PW S. Benediktus, Abas.


Bacaan Pertama

Kej 32:22-32
Namamu selanjutnya adalah Israel,
sebab engkau bergumul melawan Allah dan engkau menang.


Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Pada suatu malam
Yakub bangun dan membawa kedua isterinya,
kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya.
Ia menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok.
Sesudah menyeberangkan mereka,
ia menyeberangkan juga segala miliknya.
Lalu tinggallah Yakub seorang diri.
Maka terjadilah:
seorang laki-laki bergulat dengan Yakub
sampai fajar menyingsing.
Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkan Yakub,
ia memukul sendi pangkal paha Yakub,
sehingga sendi itu terpelecok,
ketika Yakub bergulat dengan orang itu.
Lalu kata orang itu,
"Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing."
Sahut Yakub, "Aku tidak akan membiarkan dikau pergi,
jika engkau tidak memberkati aku."
Bertanyalah orang itu kepadanya, "Siapakah namamu?"
Sahutnya, "Yakub."
Lalu kata orang itu, "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel,
sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia,
dan engkau menang."
Bertanyalah Yakub, "Katakanlah juga namamu."
Tetapi sahutnya, "Mengapa engkau menanyakan namaku?"
Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.

Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya,
"Aku telah melihat Allah berhadapan muka,
tetapi aku tetap hidup!"
Ketika meninggalkan Pniel, Yakub melihat matahari terbit;
Yakub pincang karena terkilir sendi pangkal pahanya.
Sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging
yang menutup sendi pangkal paha,
karena sendi pangkal paha Yakub telah dipukul,
yaitu pada otot pangkal pahanya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 17:1.2-3.6-7.8b.15
R:15a
Dalam kebenaran
aku akan memandang wajah-Mu, ya Tuhan.


*Dengarkanlah, Tuhan, perkara yang jujur,
perhatikanlah seruanku;
berilah telinga kepada doaku,
doa dari bibir yang tidak menipu.

*Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman:
kiranya mata-Mu melihat apa yang benar.
Bila Engkau menguji hatiku;
bila Engkau memeriksanya pada waktu malam,
dan menyelidiki aku,
maka tidak suatu kejahatan pun Kautemukan.

*Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah;
sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.
Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib,
ya Engkau yang menyelamatkan orang-orang
yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.

*Peliharalah aku seperti biji mata,
sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu.
Dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu,
dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

Bait Pengantar Injil
Yoh 10:14
Aku ini gembala yang baik, sabda Tuhan;
Aku mengenal domba-domba-Ku,
dan domba-domba-Ku mengenal Aku.


Bacaan Injil
Mat  9:32-38
Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya!


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari
dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.
Setelah setan diusir, orang bisu itu dapat berbicara.

Maka heranlah orang banyak, katanya,
"Hal semacam ini belum pernah dilihat orang di Israel!"
Tetapi orang Farisi berkata,
"Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa;
Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat
dan mewartakan Injil Kerajaan Surga
serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
Melihat orang banyak itu
tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka,
karena mereka lelah dan terlantar
seperti domba yang tidak bergembala.
Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya,
"Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya.
Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian,
supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Demikianlah Injil Tuhan.


#


Mutiara Iman

MEMBERKATI AKU
11 Juli 2017


"Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku" (Kej 32:36)

Lectio
Kej 32:22-32; Mzm 17:1,2-3,6-7,8b,15; Mat 9:32-38

Di suatu pagi seorang nenek sedang merapikan makanan-makanan jualannya, lalu berkata kepada pegawainya :
"Adi tolong kamu jagain dulu, Nenek mau misa sebentar."
Lalu Nenek itu pergi ke gereja di samping tempat dia berjualan. 


Bersamaan dengan itu, datang seorang Ibu berpapasan dengan Nenek dan  berkata :
"Nek mau ke mana? Saya mau beli bubur."
Nenek itu menjawab :
"Nenek mau ke gereja dulu. Ada Adi yang menjaga warung." 


Mendengar hal itu, Ibu itu berkata :
"Wah rajin sekali ya Nek. Mengucap syukur kepada Tuhan sebelum berdagang."
Jawab Nenek itu :
"Betul Bu, nenek ingin mendapatkan BERKAT TUHAN, supaya pada hari ini saya juga bisa membagikan BERKAT-NYA kepada sesama."
Mendengar itu, Ibu itu berkata :
"Baik Nek, saya ikut Nenek ke gereja dulu kalau begitu."

Sahut Yakub :
"Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."

BERKAT TUHAN adalah BEKAL kehidupan.

Oratio
Terima kasih Ya Tuhan atas segala berkat-Mu. Amin

Missio
Marilah kita selalu menerima BERKAT TUHAN dengan setia mendalami segala SABDA-NYA.

Have a Blessed Tuesday.


#


SabdaNya.

 Selasa   11 - 07 - 17

Kej 32 : 22-32                    

 Mat 9 : 32-38

Shalom,
Setelah 20 tahun tinggal dikediaman Laban, Yakub merasa resah. Dia muak dg ketidak jujuran Laban, mertuanya dan ipar2nya serta merasa sudah tidak disenangi lagi oleh mereka. Tetapi untuk kembali ketanah airnya, ke Tanah Terjanji, dia masih sangat kawatir dg kemarahan Esau. 
Lalu Tuhan memberi dia petunjuk untuk kembali ketanah airnya dan berjanji akan melindunginya (Kej 31: 1-3).


Pada suatu malam, setelah kedua istri, anak2nya dan segala sesuatu yg dia miliki, dia seberangkan melewati sungai Yabok, Yakub tinggal seorang diri. Disitulah dia bertemu dg malaekat Tuhan dan bergumul dgnya.
Pergulatan sepanjang malam itu menggambarkan pergulatan batin Yakub didalam doanya.
Saat itu dia benar2 khawatir bagaimana sikap Esau kepadanya kalau bertemu dan sampai saat itu dia hanya mengandalkan janji perlindungan Tuhan saja. Tetapi melewati pergumulan yg sengit malam itu, kepercayaan dirinya pulih. Demikian juga kepercayaan nya kepada Allah semakin bertumbuh, sehingga segala keraguan dan ketakutannya sirna.


Setelah malam itu, Yakub telah berubah, telah sembuh dari luka2 batinnya dan dapat melangkah kedepan dg gagah tetapi tetap mau bergantung pada perlindungan dan petunjuk2 Allah. 
Malaekat Allah sengaja melukai kakinya sebelum dia pergi, supaya dg kepercayaan diri yg telah tumbuh, Yakub tidak menjadi sombong. Dia tetap harus merendahkan diri dihadapan Allah, agar berkat2 lainnya yg telah disiapkan Tuhan, layak untuk diterimanya.

Sering kali Allah membiarkan kita mengalami pergumulan hidup yg keras, supaya kita dapat menemukan jati diri kita, sadar akan talenta dan karunia2 Roh yg telah diberikan Allah kepada kita dan iman kepercayaan kitapun bertumbuh menjadi dewasa. Kita tidak hanya mengandalkan pertolongan Tuhan saja tanpa mau sungguh2 berusaha bekerja keras untuk mencapainya. Kita sadar bahwa pertolongan Tuhan adalh mutlak diperlukan, tetapi kitapun tahu bahwa Allah ingin kita bekerja sama dg Nya untuk mengatasi pergumulan2 itu, supaya dapat bertambah dewasa dan tangguh.

Kristus berkeliling ke semua kota dan desa untuk mewartakan Injil, mewartakan kabar gembira, bahwa Allah mengampuni dan tetap mencintai kita. Kegembiraan yg Dia sampaikan diwujudkan juga dg melakukan mujizat2 penyembuhan dan pengusiran setan, agar orang yg mendengar dan mau percaya kepadaNya benar2 memperoleh kesembuhan tubuh, jiwa dan roh sehingga memperoleh kebahagiaan kembali.


Meskipun begitu, segala karyaNya tidak berjalan tanpa rintangan. Kristus juga harus bergumul menghadapi orang2 yg merasa diri cerdik pandai, yg begitu sombong karena berpikir hanya mereka yg tahu apa kehendak Tuhan dg segala hukum2Nya dlsb. Dia di fitnah, ber kali2 diusir dan diperlakukan dg kasar dan diakhir hidupNya sebagai manusia, Dia disiksa dan dibunuh dg sangat keji. Tetapi melewati penyaliban itulah Dia memperoleh kebangkitan yg agung.

Kristus melihat begitu banyak orang yg sesungguhnya sangat membutuhkan bimbingan dan sentuhan kasih Allah, karena mereka menjalankan kehidupan didunia ini dg segala kebingungan dan tanpa arah, seperti domba2 yg tidak bergembala.


Kristus ingin, setelah kita disembuhkanNya, setelah kita mengalami Allah dalam segala pergumulan hidup, kitapun mau diutusNya untuk ikut mewartakan Injil. Dia memanggil kita untuk bersama Dia dan sahabat2Nya yg lain, bekerja diladang Bapa dg semangat dan gembira.
Semoga kita semua sadar akan panggilan ini sehingga didalam kebersamaan dan atas kasih dan kuasa Kristus kita dapat saling menyembuhkan, saling meneguhkan dan dapat menemukan kehidupan baru yg bahagia dan damai.
Gbu all n hv a blessed Tuesday.


#


[7/11, 05:38] Michael Setiawan. Lingk. Joseph. G. Tere: 


St Benedict, abbot.

Tuesday 11th July .


Matthew 9:32-38.


Jesus went about all the cities and villages, teaching in their synagogues and preaching the gospel of the kingdom, and healing every disease and every infirmity. When he saw the crowds, he had compassion for them, because they were harassed and helpless, like sheep without a shepherd. Then he said to his disciples, "The harvest is plentiful, but the labourers are few; pray therefore the Lord of the harvest to send out labourers into his harvest."


Jesus' compassionate Heart, full of love for His people - for each one of them - made Him go around teaching, preaching and healing "every disease and every infirmity". One of the things that makes Him so compellingly attractive is His compassion for people and their problems, His willingness to be at their side and feel what they are feeling, to reach out to them, to do something for them or say something they need to hear.


We learn how to be compassionate from Our Lord Himself. And with our acts of compassion we bring souls to Him; souls who become compassionate themselves and bring other souls to Him. How many lives have been transformed by an act of compassion!


 Bishop Myriel is a fictional character in Victor Hugo's 'Les Misérables': "There are men who toil at extracting gold", writes Hugo; "he toiled at the extraction of pity. Universal misery was his mine. The sadness which reigned everywhere was but an excuse for unfailing kindness. Love each other; he declared this to be complete, desired nothing further, and that was the whole of his doctrine". 


One night Jean Valjean, a convict, shows up at his door asking for a place to stay the night. The bishop graciously accepts him, feeds him, and gives him a bed. Valjean takes most of Myriel's silver and runs o  into the night but the police capture him. When the gendarmes inform the bishop, he tells them that he had 'given' it to Valjean as a gift. 


After the police leave, Myriel tells Valjean: "[with that silver] is your soul that I buy from you; I withdraw it from black thoughts and the spirit of perdition, and I give it to God."

 From that moment Valjean becomes an honest man.


Mary, Mother of Mercy, help me to grow in compassion for those whom I can serve in any way.


#


Commentary of the day :

Saint Thérèse of the Child Jesus (1873-1897), Carmelite, Doctor of the Church
Letter 135

"Ask the master of the harvest to send out laborers"

One day I was pondering over what I could do to save souls; a phrase from the Gospel showed me a clear light: Jesus said to his disciples, pointing to the fields of ripe corn, "Look up and see the fields ripe for harvest" (Jn 4,35) and a little later, "The harvest is abundant, but the laborers are few; so ask the master of the harvest to send out laborers"


How mysterious it is! Is not Jesus all-powerful? Do not creatures belong to Him who made them? Why then does Jesus say: "Pray the master of the harvest to send out laborers ... "? Why? ...

Ah! Jesus has so incomprehensible a love for us, that He wants us to have a share with Him in the salvation of souls. He wants to do nothing without us. The creator of the universe waits for the prayer of a poor little soul to save other souls redeemed like itself at the price of all His blood.

Our vocation, yours and mine, is not to go harvesting in the fields of ripe corn; Jesus does not say to us; "Lower your eyes, look at the fields, and go and reap them"; our mission is still loftier. Here are Jesus' words: "Lift up your eyes and see .... "  


See how in my Heaven there are places empty; it is for you to fill them ... each one of you is my Moses praying on the mountain (Ex 17,8f.); ask Me for laborers and I shall send them, I await only a prayer, a sigh from your heart!


#

Wednesday, July 5, 2017

Bacaan Liturgi & RenHar. 05 Juli 2017 Rabu Pekan Biasa XIII PF S. Antonius Maria Zaccaria, Imam. Bersama Yesus Taklukkan Iblis Dan Tebarkan Kasih.

*Bersama Yesus Taklukkan Iblis Dan Tebarkan Kasih*

DALAM Injil hari ini, dikisahkan tentang dua orang lelaki yang kerasukan roh jahat, yang tak berdaya untuk melepaskan diri dari kekuasaan iblis. Hanya Yesus yang mampu membebaskan mereka; dengan sabdaNya, iblis pun takluk dan meninggalkan mereka. Namun orang-orang Gadara bukannya bersyukur atas kebaikan Yesus, mereka malah mengusir Dia.

Lewat kisah ini, kita dapat memetik pelajaran berikut:

* Roh jahat mengenali Yesus dan mereka takut terhadap Dia. Oleh sebab itu, kita harus setia membina relasi dengan Yesus dan mengisi seluruh pikiran dan hati kita dengan SabdaNya. Hayati sungguh-sungguh sabdaNya, maka sabda akan menjadi benteng pertahanan kita terhadap godaan dan tipu daya iblis yang selalu berusaha mencari jalan masuk untuk menguasai diri kita

* Jangan pernah berhenti berbuat baik dan menebarkan kasih walaupun tindakan kita mendapatkan penolakan dan tanggapan negatif. Lakukan semuanya dengan tulus, tanpa mengharapkan balasan apapun, bahkan juga sekedar ucapan terima kasih. Hanya kasih yang mampu mematahkan belenggu kebencian dan memutuskan rantai balas dendam.

Mari bersandar kepada Yesus, mohon kekuatan daripadaNya agar kita dimampukan menjadi murid-muridNya yang sejati.


#


Bacaan Liturgi 05 Juli 2017

Rabu Pekan Biasa XIII
PF S. Antonius Maria Zaccaria, Imam.


Bacaan Pertama

Kej 21:5.8-20
Ismael tak mungkin menjadi ahli waris bersama dengan anakku Ishak.


Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Abraham berumur seratus tahun,
ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
Ketika Ishak bertambah besar, pada hari ia disapih,
Abraham mengadakan perjamuan besar.
Pada waktu itu Sara melihat,
bahwa Ismael,
anak yang dilahirkan Hagar, wanita Mesir itu, bagi Abraham
sedang main dengan Ishak, anaknya kandungnya.


Berkatalah Sara kepada Abraham,
"Usirlah hamba wanita itu beserta anaknya,
sebab anaknya itu tidak akan menjadi ahli waris
bersama-sama dengan anakku Ishak."
Hal ini sangat menyebalkan hati Abraham oleh karena anaknya itu.


Tetapi Allah bersabda kepada Abraham,
"Janganlah sebal hatimu karena anak dan budakmu itu.
Segala yang dikatakan Sara itu haruslah engkau dengarkan,
sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.
Tetapi keturunan dari hambamu itu pun
akan Kujadikan suatu bangsa,
karena ia pun anakmu."


Keesokan harinya
pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air
dan memberikannya kepada Hagar.
Ia meletakkan semua itu beserta anaknya di atas bahu Hagar,
dan menyuruhnya pergi.
Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
Ketika air di kirbat itu habis,
dibuangnyalah anaknya ke bawah semak-semak,
dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, katanya,
"Aku tidak tahan melihat anakku mati."
Sedang ia duduk di situ,
menangislah anaknya dengan suara nyaring.

Allah mendengar suara anak itu,
lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, katanya,
"Apakah yang engkau susahkan, Hagar?
Janganlah takut,
sebab Allah telah mendengar suara anakmu
dari tempat ia terbaring.
Bangunlah, angkatlah anakmu itu, dan bimbinglah dia,
sebab Aku akan menjadikan dia  bangsa yang besar."


Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur.
ia pergi mengisi kirbatnya dengan air,
dan anaknya ia beri minum.
Allah menyertai Ismael, sehingga ia bertambah besar.
Ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 34:7-8.10-11.12-13
R:7a
Orang  tertindas itu berseru,
dan Tuhan mendengarkannya.


*Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkannya;
Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa,
lalu meluputkan mereka.

*Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus,
sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan.
Singa-singa muda merana kelaparan,
tetapi orang-orang yang mencari Tuhan,
tidak kekurangan suatu pun.

*Marilah anak-anak, dengarkanlah aku,
takut akan Tuhan akan Kuajarkan kepadamu!
Siapakah yang menyukai hidup?
Siapa yang mengingini umur panjang
untuk menikmati yang baik?

Bait Pengantar Injil
Yak 1:18
Atas kehendak-Nya sendiri
Allah telah menciptakan kita dengan kebenaran,
agar kita menjadi yang pertama dari ciptaan-Nya.


Bacaan Injil
Mat 8:28-34
Adakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus menyeberang danau Genesaret
dan tiba di daerah orang Gadara.
Maka datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan,
menemui Dia.
Mereka itu sangat berbahaya,
sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.
Dan mereka itu pun berteriak, katanya,
"Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah?
Adakah Engkau ke mari
untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"

Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi
sedang mencari makan.
Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya,
"Jika Engkau mengusir kami,
suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu."
Yesus berkata kepada mereka, "Pergilah!"
Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu.
Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang
ke dalam danau,
dan mati di dalam air.
Para penjaga babi lari,
dan setibanya di kota, mereka menceritakan segala sesuatu,
juga tentang dua orang yang kerasukan itu.
Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus
dan setelah mereka berjumpa dengan Dia,
mereka mendesak supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

Demikianlah Injil Tuhan.


#


Mutiara Iman.
*AHLI WARIS*

5 July 2017


"Sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris.." (Kej 21:10)

Lectio
Kej 21:5,8-20; Mzm 34:7-8,10-11,12-13; Mat 8:28-34

Sejak muda Amin selalu giat bekerja keras untuk menyekolahkan ketiga anaknya. Setelah anak-anaknya lulus dari universitas di luar negeri, tidak ada satupun yang mau kembali, sehingga ia pun hanya ditemani isteri dan anak supirnya yang sudah disekolahkan sampai S1. Dari anak pertama hingga anak ketiga hanya meminta uang untuk pesta pernikahan mereka di LN dan membeli rumah. Semuanya disediakan oleh Amin.


Pernah di pesta Steve, anak ketiganya, Amin bertanya :
"Apakah ada yang mau pulang untuk membangun INDONESIA?"
Ketiga adaknya menggelengkan kepala.


Lima tahun kemudian, Steve dan keluarga berlibur ke Jakarta dan ketika tiba di kantor ayahnya, dia sangat kaget.
"Papa, luar biasa, ternyata perusahaan kita begitu besar!" kata Steve.


Tetapi Amin berkata :
"Papa ada 4 perusahaan yang sudah disiapkan untuk kalian yang mau pulang. Kalau tidak, Papa akan go publikan dan uangnya disumbangkan kepada Panti Asuhan."
"Kok 4 Pah? Kan mestinya 3?" tanya Steve.


"Papa sudah siapkan untuk Fathur yang telah membantu papa lebih dari 20 tahun." jawab Amin singkat.

Berkatalah Sara kepada Abraham :
"Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."

KASIH tidak membeda-bedakan.

Oratio
Ya Tuhan, kasih-Mu tidak berkesudahan. Amin

Missio
_"Marilah kita memberikan kasih_ _kepada semua orang tanpa memandang latar belakang._


*Have a Blessed Wednesday*

Mutiara Iman.org


#


"ORANG BERFIKIRAN EGOIS DAN LICIK."

Bacaan Liturgi 05 Juli 2017

Rabu Pekan Biasa XIII.


Bacaan Pertama Kej 21:5.8-20 Mazmur 34:7-8.10-11.12-13
Bacaan Injil Mat 8:28-34.

Injil Matius 8:34, menulis.

"Merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka."

Sebuah fakta yang sudah dikenal banyak orang pada masa itu, bahwa di pekuburan ada dua orang yang dikuasai kekuatan jahat yang sangat membahayakan, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu. Ketika dua orang itu berjumpa Yesus, Yesus mengerti apa sesungguhnya sedang terjadi pada kedua orang malang itu. Yesus tergerak untuk membebaskan kedua orang itu dari belenggu kemalangan, dan merekapun diliputi ketakutan dibahayakan olehnya. 


Sebuah tindakan yang baik. Namun apa yang terjadi dari pandangan mereka yang berhati buruk dan hanya memikirkan kepentingan sendiri? Mereka tidak suka, mereka protes, mereka merasa dirugikan oleh Yesus. 

Mereka lebih sayang babi-babinya daripada pembebasan dari kuasa jahat, bahkan demi keselamatan seorang anak manusia. Dan merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.


 Orang-orang yang berpikiran egois dan licik seperti dalam kisah ini juga sering kita jumpai dalam kehidupan ini. Mereka lebih mempertahankan kenyamanan diri, harga diri, ritual yang kaku dan kering daripada memilih untuk lebih terbuka dan sedikit berkurban untuk membantu seorang anak manusia yang mengalami belenggu kemalangan karena kuasa jahat.

Ya Tuhan, berilah aku hati yang baik dan bimbinglah aku mengenal kebenaranMu untuk tidak licik dan egois. Amin.
Met Hari Rabu.


#


St Anthony Zaccaria, priest .

Wednesday 5th July .

Matthew 8:28-34


And when he came to the other side, to the country of the Gadarenes, two demoniacs met him, coming out of the tombs, so  erce that no one could pass that way. And behold, they cried out... "If you cast us out, send us away into the herd of swine." And he said to them, "Go." So they came out and went into the swine; and behold, the whole herd rushed down the steep bank into the sea, and perished in the waters. The herdsmen  ed, and going into the city they told everything, and what had happened to the demoniacs. And behold, all the city came out to meet Jesus; and when they saw him, they begged him to leave their neighbourhood.


It's a very sad ending; isn't it? We read that the whole city came out to find You. That's not new. We are used to that (people coming to see You); however, this time when they saw You, they begged You "to leave their neighbourhood". I can't believe it! These people saw the miracle: You, Lord, had healed two men who were "infested" with devils and were now safe and sound; but these people just didn't care. They were more concerned about their swine than the two healed men.
They have put all their heart into their pigs and forgotten to put it into their God. 


Of course, today not many people have swine, but they have other things to set their hearts on. When they go on holiday they may be more worried about finding a WiFi signal than about finding a Church and checking out local Mass times.


In 1852 St John Mary Vianney met François Dorel walking his beautiful dog in the streets of Ars. He was a plasterer who found it 'hard' to go to Mass because of frequent duck-hunting trips. The holy priest spotted him and told him: "It is greatly to be wished that your soul was as beautiful as your dog". The following year that man became a monk! You see? Some people care more about their DOG than about their GOD. Some care more about their tablet, or phone or computer... And God is asking for our attention. Sometimes we ask Him to leave, like a beggar, like a street dog... But God always comes back!

Mary, my Mother, if a friend or family member seems to be putting 'things' before God, help me to do them a big favour by pointing it out, gently, like St John Mary Vianney.


#

Sunday, July 2, 2017

Bacaan Liturgi & RenHar. 02 Juli 2017 Minggu Biasa XIII.

Kepekaan dan perhatian seorang perempuan kaya di Sunem yang mengundang Elisa dan hambanya, Gehazi untuk makan dan tinggal, membuat dirinya dan suaminya memperoleh berkat Elisa.

 "Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki."

*

Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya...

*

Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma, mengatakan Kita telah dikuburkan bersama Kristus oleh pembaptisan, supaya kita hidup dalam hidup yang baru.

*

Menurut rasul Matius, salah satu ajaran & pengutusan Tuhan Yesus kepada keduabelas muridNya (setelah memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan), adalah

 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

  Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

  Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

*

Kata Bijak:

Hidup dengan cara baru. 

Berbuatlah baik kepada setiap orang, siapa tahu diantara mereka adalah ada Nabi / Rasul/ Utusan Allah yang akan memberikan berkat Allah.


#


Bacaan Liturgi 02 Juli 2017

Minggu Biasa XIII


Bacaan Pertama
2Raj 4:8-11.14-16a

2Raj 4:8 Pada suatu hari Elisa pergi ke Sunem. Di sana tinggal seorang perempuan kaya yang mengundang dia makan. Dan seberapa kali ia dalam perjalanan, singgahlah ia ke sana untuk makan.

2Raj 4:9 Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: "Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus.

2Raj 4:10 Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana."

2Raj 4:11 Pada suatu hari datanglah ia ke sana, lalu masuklah ia ke kamar atas itu dan tidur di situ.

2Raj 4:14 Kemudian berkatalah Elisa: "Apakah yang dapat kuperbuat baginya?" Jawab Gehazi: "Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua."

2Raj 4:15 Lalu berkatalah Elisa: "Panggillah dia!" Dan sesudah dipanggilnya, berdirilah perempuan itu di pintu.

2Raj 4:16a Berkatalah Elisa: "Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki."
_Demikianlah Sabda Tuhan_

Mazmur
Mzm 89:2-3.16-17.18-19

Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun.
Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya Tuhan, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu;
karena nama-Mu mereka bersorak-sorak sepanjang hari, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah.
Sebab Engkaulah kemuliaan kekuatan mereka, dan karena Engkau berkenan, tanduk kami meninggi.
Sebab perisai kita kepunyaan Tuhan, dan raja kita kepunyaan Yang Kudus Israel.


Bacaan Kedua
Rom 6:3-4.8-11

Kita telah dikuburkan bersama Kristus oleh pembaptisan, supaya kita hidup dalam hidup yang baru.


Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:


Rm 6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?

Rm 6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Rm 6:8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.

Rm 6:9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.

Rm 6:10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

Rm 6:11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
_Demikianlah Sabda Tuhan_

Bait Pengantar Injil
1Ptr 2:9
Kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi dan bangsa yang kudus. Kamu harus memaklumkan perbuatan-perbuatan agung Allah, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan, masuk ke dalam terang-Nya yang menakjubkan.

Bacaan Injil
Mat 10:37-42
"...

Mat 10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Mat 10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Mat 10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Mat 10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.


Mat 10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

Mat 10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."
_Demikianlah Injil Tuhan_


#


Mutiara Iman

*MENGIKUT YESUS*

2 Juli 2017


_"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku"_ (Mat 10:38)

Lectio
2 Raj 4:8-11,14-16a; Mzm 89:2-3,16-17,18-19; Rm6:3-4,8-11; Mat 10:37-42

Rudi adalah lulusan terbaik di kampusnya, cuma setelah lulus dia belum bekerja. Hal ini menyebabkan teman-temannya keheranan. 


Suatu sore, Andri teman baiknya bertanya :
"Rud, mengapa kamu belum bekerja juga? Kamu sudah berdoa?"
Rudi menjawab :
"Saya sudah berdoa setiap hari, tetapi perusahaan yang mau menerima saya kecil-kecil. Di Perusahaan yang besar, ternyata gajinya kecil. Mereka belum mengenal saya sebagai lulusan terbaik. Ya sudah nanti saja." 


Dan Andri pun menjawab :
"Rudi, di perusahaan tempat saya bekerja itu besar. Kamu sudah diterima dan gajimu ditawarkan 1 juta lebih besar dari saya. Ayolah, kalau pun sudah berdoa, kita juga HARUS berusaha dengan kerendahan hati. Saya percaya, kamu akan sukses ketika bekerja di perusahaan ini."


Mendengar itu Rudi pun tersadar dan berkata :
"Iya betul, saya tidak boleh hanya mengandalkan iman tanpa ada usaha untuk mau berbenah diri. Terima kasih,  Dri. Engkau memang sahabatku."

Yesus berkata :
"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku."

Mengikuti YESUS berarti meninggalkan KEEGOAN demi KEPENTINGAN SESAMA.

Oratio
Ya Tuhan, Engkaulah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Amin

Missio
_Marilah kita hidup dengan mendahulukan KASIH dan PENGORBANAN pada sesama daripada diri sendiri._

*Have a Blessed Sunday.*

Mutiata-Iman.org


#


Sunday 2nd JulyThirteenth Sunday in Ordinary Time
Matthew 10:37-42


"He who loves father or mother more than me is not worthy of me; and he who loves son or daughter more than me is not worthy of me; and he who does not take his cross and follow me is not worthy of me. He who finds his life will lose it, and he who loses his life for my sake will  find it."


Loving God above all things means precisely that: loving Him more than anyone else, especially more than oneself. He is a very demanding God, you see? He doesn't want part of your heart, part of your attention, part of your time... He wants the lot. 


But that is just fair; isn't it? We don't just owe God something, nor even many things. We owe Him 'everything.' So, He has right to ask for everything.


Saints understood it perfectly. As St Thérèse of Lisieux said, 'You cannot be half a saint; you must be a whole saint or no saint at all'. Holiness is radical. Do you remember? "Love the Lord your God with all your heart, and with all your soul, and with all your mind, and with all your strength." (Mk 12:30) And if you are to love God with all your heart, St Augustine comments, 'what is left of your heart to love yourself with?" Love has to be total. Holiness is wholeness.


The people of Israel were fond of offering animals as a sacrifice to God. But the Lord complained through the prophet Isaiah (1:11): "What to me is the multitude of your sacrifices?...I have had enough of burnt offerings of rams and the fat of fed beasts; I do not delight in the blood of bulls, or of lambs, or of he-goats." As if God needed animals to feed Himself! Psalm 50:12 puts it clearly: "If I were hungry, I would not tell you, for the world and all that is in it is mine." So, what does God ask for? Psalm 23:26 gives us the answer: "My son, give me your heart." That is the only part of the world which doesn't belong to Him yet, the only part He longs for but can't take if you don't give it to Him. God hungers for your love.

So, He doesn't just want a part of your heart. He needs all of it.


 As St Josemaría put it, God 'isn't satisfied 'going halves': he wants the lot.' And now the ball is in my court. Would I like to give God back what He gave me first? He loved me with all His Heart first. Am I prepared to love Him back with all my heart?

Mary, my Mother, I say'Yes'; help me to be faithful until I die... and beyond!


#


Saint Teresa Benedicta of the Cross [Edith Stein] (1891-1942), Carmelite, martyr, co-patron of Europe
Am Fuss des Kreuzes [At the Foot of the Cross], November 24, 1934

"If anyone wants to follow me, let him renounce himself and take up his cross and follow me."

On the way of the cross, the Savior is not alone, and he is not only surrounded by enemies who harass him. People who support him are also present: the Mother of God, model for those who, in every time, follow the example of the cross; Simon of Cyrene, a symbol of those who accept a suffering that is imposed on them and who are blessed in that acceptance; and Veronica, an image of those who are pushed by love to serve the Lord.


 Each person who, throughout time, has carried a heavy destiny while remembering the Savior's suffering, or who freely performed an act of penance, redeemed a little of humankind's enormous debt and helped the Lord to carry his burden. 


And even more, it is Christ, the head of the mystical body, who accomplishes his work of atonement in the members who give themselves with all their being, body and soul, to his work of redemption.

We can assume that the vision of the faithful who would follow him on the path of suffering upheld the Savior in the Garden of Olives. And the support given by those who carried the cross was a help to him each time he fell. It was the righteous of the Old Covenant who accompanied him between his first fall and the second one. The disciples, men and women who rallied around him during his earthly life, were the ones who helped him from the second to the third station. The lovers of the cross, whom he awakened and whom he will continue to awaken throughout the vicissitudes of the struggling Church, are his allies until the end of time. It is to this that we, too, are called.

Copyright © Confraternity of Christian Doctrine, USCCB


#

Saturday, July 1, 2017

Bacaan Liturgi & RenHar. 01 Juli 2017 Sabtu Pekan Biasa XII.

*Iman, Kasih Dan Kerendahan Hati*

DALAM Injil hari ini, dikisahkan tentang seorang perwira Romawi yang dengan rendah hati datang ke hadapan Yesus, memohon kesembuhan bagi hambanya yang sedang sakit.

Ia percaya penuh kepada Yesus tanpa perlu melihat bukti nyata. Yesus memuji perwira tersebut dan menyembuhkan hambanya.

Tidak terhitung berapa kali kita menghadiri perayaan Ekaristi dan mengungkapkan kalimat seperti yang diucapkan perwira Romawi tersebut kepada Yesus.

Namun, bila sampai saat ini, kalimat tersebut hanya sebatas hafalan belaka dan tidak memiliki dampak positif baik bagi diri kita dan orang di sekeliling kita, maka marilah kita memperbaharui diri dan mengubah sikap hidup kita.

Belajarlah untuk menghayati makna kalimat tersebut dengan sungguh-sungguh, agar kita:

* Bertumbuh dalam iman kepadaNya, percaya dan selalu mengandalkan Dia sehingga tidak goyah saat menghadapi berbagai gelombang dan badai kehidupan

* Tetap rendah hati kendati memiliki jabatan tinggi, kekuasaan besar dan popularitas meroket

* Memiliki kasih dan kepedulian terhadap orang di sekitar kita; berkenan menjadi saluran berkat bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan kita


#



Bacaan Liturgi 01 Juli 2017

Sabtu Pekan Biasa XII


Bacaan Pertama
Kej 18:1-15
Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan?
Aku akan kembali kepadamu,
dan Sara akan mempunyai anak laki-laki
.


Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Sekali peristiwa Tuhan menampakkan diri kepada Abraham
di dekat pohon tarbantin di Mamre.
Waktu itu Abraham sedang duduk di pintu kemahnya
di kala hari panas terik.
Ketika ia mengangkat mata,
ia melihat tiga orang berdiri di depannya.
Melihat mereka,
ia bergegas dari pintu kemahnya menyongsong mereka.
Ia bersujud dan berkata,
"Tuanku, jika aku mendapat kasih Tuan,
singgahlah di kemah hambamu ini.
Biarlah diambil sedikit air,
basuhlah kaki Tuan, dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;
biarlah hamba mengambil sepotong roti,
agar Tuan-Tuan segar kembali.
Kemudian bolehlah Tuan-Tuan melanjutkan perjalanan.
Sebab Tuan-Tuan telah datang ke tempat hambamu ini." 
Jawab mereka, "Buatlah seperti yang engkau katakan."

Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata,
"Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik!
Remaslah itu dan buatlah roti bundar!"
Lalu Abraham berlari ke lembu sapinya,
mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya,
dan memberikannya kepada seorang bujangnya
yang segera mengolahnya.
Kemudian Abraham mengambil dadih, susu dan anak lembu yang telah diolah itu,
lalu dihidangkannya kepada mereka.
Abraham sendiri berdiri dekat mereka di bawah pohon itu,
sementara mereka makan.

Sesudah makan, bertanyalah mereka kepada Abraham,
"Di manakah Sara, isterimu?"
Jawab Abraham, "Di sana, di dalam kemah."


Maka berkatalah Ia,
"Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau.
Pada waktu itulah
Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki."


Saat itu Sara mendengarkan pada pintu kemah di belakang-Nya.
Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya
dan Sara telah mati haid.
Maka tertawalah Sara dalam hati, katanya,
"Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu,
sedangkan tuanku pun sudah tua?"


Lalu bersabdalah Tuhan kepada Abraham,
"Mengapakah Sara tertawa dan berkata,
'Sungguhkah aku akan melahirkan anak,
padahal aku sudah tua?'
Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan?
Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan,
Aku akan kembali mendapatkan dikau.
Pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki."


Tetapi Sara menyangkal, katanya, "Aku tidak tertawa,"
sebab ia takut.
Tetapi Tuhan bersabda, "Tidak! Memang engkau tertawa!"

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur
Luk 1:46-47.48-49.50.53.54-55

Tuhan ingat akan kasih sayang-Nya.


*Aku mengagungkan Tuhan,
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

*Sebab Ia memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut Yang Bahagia oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku
oleh Yang Mahakuasa;
kuduslah nama-Nya.

*Kasih sayang-Nya turun-temurun
kepada orang yang takwa.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;
orang kaya diusirnya pergi dengan tangan kosong.

Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,
Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunan
untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Mat 8:17
Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.

Bacaan Injil
Mat 8:5-17
Banyak orang akan datang dari timur dan barat,
dan duduk makan bersama dengan Abraham, Iskak dan Yakub.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus masuk ke Kapernaum.
Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia
dan memohon kepada-Nya,
"Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh,
dan ia sangat menderita."
Yesus berkata kepadanya, "Aku akan datang menyembuhkannya."

Tetapi perwira itu berkata kepada-Nya,
"Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.
Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Sebab aku sendiri seorang bawahan,
dan di bawahku ada pula prajurit.
Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit, 'Pergi!'
maka ia pergi;
dan kepada seorang lagi: 'Datang!', maka ia datang.
Ataupun kepada hambaku, 'Kerjakanlah ini!'
maka ia mengerjakannya."

Mendengar hal itu,
Yesus heran dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya,
"Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai
pada seorang pun di antara orang Israel.
Aku berkata kepadamu,
Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat
dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub
di dalam Kerajaan Surga,
sedangkan anak-anak Kerajaan itu sendiri
akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.
Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Lalu Yesus berkata kepada perwira itu,
"Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya."
Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Setibanya di rumah Petrus,
Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
Maka dipegang-Nya tangan wanita itu,
lalu lenyaplah demamnya.

Wanita itu lalu bangun dan melayani Yesus.

Menjelang malam
dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan,
dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu,
dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.

Hal itu terjadi supaya genaplah sabda
yang disampaikan oleh nabi Yesaya,
"Dialah yang memikul kelemahan kita
dan menanggung penyakit kita."

Demikianlah Injil Tuhan.


#


Mutiara Iman

*MUSTAHIL*
1 Juli 2017


_"Adakah sesuatu yang mustahil untuk Tuhan?"_
(Kej 18:14)

Lectio
Kej 18:1-15; Mzm MT Luk 1:46-47,48-49,50,53; Mat 8:5-17

Seorang gadis kecil berdiri di depan halaman Panti Asuhannya sambil memandang kakak-kakanya yang mau pulang sekolah. Lalu Suster Bertin mendekatinya dan bertanya :
"Marta, kamu sedang melihat apa?"
"Suster, apakah nanti saya bisa sekolah seperti kakak-kakak itu?" tanya Magda. 


Suster menjawab :
"Kalau kamu MEMINTA kepada Tuhan dan BERUSAHA, tidak ada yang mustahil."


Tiga puluh tahun kemudian, seorang anak lelaki kecil memandang kakak-kakaknya yang baru saja lulus. Lalu seorang wanita mendekatinya dan bertanya :
"Diki, apakah yang kamu pikirkan?"
"Bu, apakah saya bisa sekolah seperti mereka dan menjadi dokter?" tanya Diki. 


Lalu wanita itu menjawab :
"Kalau kamu MEMINTA kepada Tuhan, PERCAYA dan BERUSAHA, tidak ada yang mustahil."
"Mengapa Ibu yakin saya bisa?" tanya Diki.
"Karena ibu telah MENGALAMI apa yang telah TUHAN berikan pada Ibu." kata Marta sambil meneteskan air mata haru mengingat perkataan Suster Bertin yang telah pindah ke luar kota

Tuhan berfirman :
"Adakah sesuatu yang mustahil untuk Tuhan?"

TIADA yang MUSTAHIL bagi orang yang PERCAYA kepada TUHAN.

Oratio
Ya Tuhan, kuserahkan jiwaku kepada-Mu. Amin.

Missio
Marilah kita mempercayakan seluruh HIDUP ini ke dalam tangan TUHAN.

*Have a Blessed Saturday.*

Mutiara-Iman.org


#


"DATANG KEPADA YESUS"

Bacaan Liturgi 01 Juli 2017

Sabtu Pekan Biasa XII


Bacaan Pertama
Kej 18:1-15 Mazmur Luk 1:46-47.48-49.50.53.54-55
Bacaan Injil Mat 8:5-17.

Injil Matius 8:17, menulis.

Yesus berkata: Dialah yang memikul beban kita dan menanggung penyakit kita.

Tidak seorangpun luput dari sakit. Sakit bukan kutukan tetapi hal itu menunjukkan kita ini makhluk yang lemah. Lecet sedikit seluruh badan bisa merasakan sakitnya. Ketika kita jatuh sakit, pertama-tama kita akan pergi kedokter untuk berobat. Bisa juga mencari juru sembuh alternatif, minum jamu atau ramuan penyembuh. Baru setelah semua upaya itu gagal, kita lari kepada Tuhan Yesus. Kita datang tidak membawa iman, namun menodong atau menuntut Dia agar memenuhi keinginan kita. 


Injil hari memberi pelajaran kepada kita, saat sakit, pertama-tama kita harus datang kepadaNya. Dia pasti akan menyembuhkan dengan caranya sendiri.


Tuhan Yesus, Engkau Juru sembuh Sejati. Dengan caraMu yang luar biasa, Engkau sembuhkan orang-orang sakit yang datang kepadaMu. Karena Engkau Tuhan dan penyembuh kami kini dan sepanjang masa. Amin.
Met Akhir Pekan


#


SabdaNya 

Sabtu 01 -07-17

Kejadian 18 : 1-15            

Mat 8 :5-17

Shalom,
Ketika Abraham kedatangan 3 orang tamu yg tidak dikenalnya, dia memperlakukan mereka dg penuh keramahan yg tulus. Ternyata 3 orang tamu itu adalah para malaekat utusan Allah dan mereka menyampaikan kabar bahwa Sara segera akan mengandung dan tahun depan ketika mereka datang lagi, Sara sudah akan mempunyai bayi laki2 ( Kej 18 : 10). 


Abraham sudah tahu bahwa Tuhan akan menganugerahkan dia seorang anak laki2 dari Sara, tetapi kepastian kapan hal itu akan terjadi, tentu merupakan suatu kebahagiaan tersendiri yg luar biasa.

Apa yg dilakukan Abraham terhadap para tamunya adalah perbuatan penuh kasih seperti yg dikehendaki Allah yg dapat menjadi pelajaran bagi kita.
Ada kalanya karena kesibukan, kemalasan atau kesombongan kita hanya mau berbuat baik / ramah terhadap orang yg kita kenal dan dapat diharapkan untuk suatu saat dapat menolong kalau kita ada kesulitan. Padahal Kristus sangat menekankan agar kita mau mengasihi semua orang (lepas dari kenal atau tidak, dapat diharapkan atau tidak dlsb). Dapat saja Allah menyampaikan pesan2Nya atau pertolonganNya melalui orang yg sama sekali belum kita kenal atau tidak kita duga.

Di Kapernaum seorang perwira tentara Roma datang menghadap Kristus untuk memohon agar Kristus berkenan menyembuhkan hambanya (orang Yahudi) yg sedang sakit parah.
Sebagai perwira Roma, dg kekuasaan yg ada padanya, bisa saja dia mengutus anak buahnya untuk mencari Kristus dan membawaNya menghadap. Tetapi dia mempunyai kerendahan hati untuk menemui sendiri padahal saat itu adalah hal yg sangat langka, seorang perwira Roma meminta tolong (bukan memerintah) orang Yahudi. Apalagi dia melakukan hal yg bisa dianggap memalukan bagi teman2nya itu, demi untuk menolong hambanya, bukan sanak keluarganya, yg sakit parah.


Kristus semakin ter heran2 dg ketulusan perwira ini ketika dia menolak kedatangan Kristus kerumahnya, karena dia percaya bahwa Kristus bukan hanya seorang nabi Yahudi saja, tetapi Utusan Allah yg punya kuasa memerintahkan segala apapun untuk terjadi menurut perkataanNya saja.


Dia membandingkan kuasa ini seperti kekuasaan seorang komandan pasukan untuk memerintahkan anak buahnya melakukan apa yg dikehendakinya
Karena tergerak dg iman kepercayaan perwira ini, Kristus memperlihatkan kuasaNya untuk menyembuhkan hambanya dari jarak jauh. Dia tidak datang, tidak melihat atau menyentuh, tetapi kuasa kesembuhanNya tetap terjadi.

Setelah melakukan penyembuhan dari jarak jauh tsb, Kristus datang kerumah mertua Petrus yg sedang sakit. Dia memegang tangan ibu itu dan seketika itu juga sakitnya lenyap.

Malaekat yg diutus Allah menjumpai Abraham, mengatakan hal yg penting untuk kita ingat selalu : Adakah hal yg mustahil bagi Allah? (Kej 18:14a).
Kristus dapat menyembuhkan siapapun baik dari 'jarak jauh' maupun dg menyentuh atau menemuinya.
Allah dapat menyampaikan pesan2 Nya baik secara langsung maupun melalui orang2 disekitar kita, lepas apakah orang tsb kita kenal atau tidak.
Semua dapat terjadi karena kuasaNya tidak terbatas dan Dia tahu apa yg terbaik.


Yg seringkali menjadi penghalang, bukanlah karena keterbatasan kuasa Allah atau ke enggan an Allah menolong, tetapi karena kita tidak hidup menurut FirmanNya, sehingga kehilangan kepekaan untuk menangkap pesan2 Allah atau mensyukuri segala pertolonganNya yg sempurna yg sering tidak mampu kita pikirkan sebelumnya.

Mari kita belajar dari Abraham yg selalu mau bersikap ramah dan mau menolong siapapun yg di temuinya, karena dg mengasihi semua orang dg tulus, kita mewujudkan syukur dan kasih kepada Tuhan.


Marilah kita meniru teladan perwira Roma yg menemui Kristus di Kapernaum, yg bukan hanya melihat Kristus sebagai penyembuh atau pengusir setan saja, tetapi sebagai Allah yg menguasai seluruh alam sentosa ini, termasuk diri kita, sehingga apapun yg dikehendakiNya, pasti akan terjadi.
Gbu all n hv a blessed Saturday.


#




Friday, June 30, 2017

Bacaan Liturgi & RenHar. 30 Juni 2017 Jumat Pekan Biasa XII PF Para Martir Pertama Umat di Roma.

*Percaya Dan Berserah Kepada Yesus*

SEORANG yang berpenyakit kusta memberanikan diri untuk datang menghadap Yesus. Ia bersujud dan menyembahNya, memohon agar dirinya ditahirkan. Imannya yang besar menggerakkan hati Yesus, untuk kemudian menjamah dan memulihkannya.

Bila saat ini kita sedang menderita sakit penyakit yang tak kunjung sembuh, janganlah berputus asa. Bangkit dan datanglah bersimpuh di hadapanNya dengan penuh kerendahan hati. Miliki keyakinan yang teguh akan kuasaNya dan berserah kepadaNya.

Mohon belas kasihNya dan jangan pernah memaksakan kehendak kita. Biarlah kehendakNya saja yang terjadi di dalam hidup kita; Dia pasti memulihkan kita pada saatNya dan dengan caraNya yang indah.

#


Bacaan Liturgi 30 Juni 2017

Jumat Pekan Biasa XII
PF Para Martir Pertama Umat di Roma.


Bacaan Pertama

Kej 17:1.9-10.15-22
Setiap laki-laki di antaramu harus disunat sebagai tanda perjanjian.
Sara akan melahirkan bagimu seorang putera.


Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Kej 17:1 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.

Kej 17:9 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

Kej 17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

Kej 17:15 Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.

Kej 17:16 Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."

Kej 17:17 Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?"

Kej 17:18 Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"

Kej 17:19 Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

Kej 17:20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.

Kej 17:21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga."

Kej 17:22 Setelah selesai berfirman kepada Abraham, naiklah Allah meninggalkan Abraham.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 128:1-2.3.4-5
R:4
Orang yang takwa hidupnya akan diberkati Tuhan.


*Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan,
yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu,
berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!

*Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur
di dalam rumahmu;
anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun
sekeliling mejamu!

*Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan
orang laki-laki yang takwa hidupnya.
Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion:
boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Bait Pengantar Injil
Mat 8:17
Yesus memikul kelemahan kita
dan menanggung penyakit kita.


Bacaan Injil
Mat 8:1-4
Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Mat 8:1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.

Mat 8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."

Mat 8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

Mat 8:4 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."


Demikianlah Injil Tuhan.


#


⭕Mutiara Iman

*TIDAK BERCELA*

30 Juni 2017


_"..hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela"_
(Kej 17:1)

Lectio
Kej 17:1,9-10,15-22; Mzm 128:1-2, 3, 4-5; Mat 8:1-4

Widia adalah wanita yang aktif di medsos terutama berkaitan dengan apa yang sedang menjadi topik terhangat. Blog, FB, Twitter dan Instagram nya selalu penuh dengan komentar-komentarnya baik yang positif maupun yang negatif. 


Suatu saat dia harus pergi ke rumah neneknya di luar kota. Sejak tinggal di rumah neneknya, Widia tidak bisa lepas dari komputer dan HP nya. Lalu neneknya mendekatinya dan berkata :
"Kamu kelihatan sibuk sekali dan wajahmu terlihat tegang. Apa yang kamu lalukan?" 


Mendengar pertanyaan neneknya, Wid menjawab :
"Iya Nek, saya membuat komentar mengenai banyak hal termasuk artis, politik, ekonomi. Seru Nek!" 


Lalu sang Nenek duduk di sebelahnya dan berkata :
"Apakah kamu juga mengirimkan satu AYAT dari SABDA ALLAH?"
Widia terdiam sejenak, kemudian berhenti mengetik dan berkata :
"Nek itu buat orang suci dan sok suci!" 


Neneknya berkata lagi :
"Kalau kamu yang mana cucuku?"
Maka terdiamlah Widia.
"Bukankah hidup kita selayaknya berusaha dengan sekuat tenaga dan bantuan Tuhan untuk hidup SUCI karena ini yang berkenan kepada-Nya?" tanya Nenek.
Widia pun terdiam dan merenungkan perkataan neneknya itu.

Tuhan berfirman kepada Abram :
"Akulah Allah yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela."

Hidup dalam KEKUDUSAN berkenan kepada ALLAH, karena ALLAH adalah KUDUS.

Oratio
Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Amin

Missio
_Marilah kita hidup dengan TIDAK BERCELA di hadapan Allah._


*Have a Blessed Friday.*

Mutiara-Iman.org


#



"AKU MAU, JADILAH ENGKAU TAHIR"

Bacaan Liturgi 30 Juni 2017

Jumat Pekan Biasa XII

Bacaan Pertama Kej 17:1.9-10.15-22 Mazmur 128:1-2.3.4-5
Bacaan Injil Mat 8:1-4

Injil Matius 8:3, Menulis.

"Yesus mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir."

Setiap kali Yesus hadir, orang banyak berbondong-bondong mengikuti dan mengerumuni Dia. Di antara kerumunan orang banyak itu adalah seorang yang sakit kusta. Dia sujud dan menyembah Yesus sambil berkata, "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku?


Yesus melihat keberanian dan kerendahan hati orang kusta tersebut. Maka, Yesus mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata, 
"Aku mau, jadilah engkau tahir."

Dan orang itu pun sembuhlah. 


Perhatian Yesus pada orang kusta itu begitu besar. Apa yang dimintanya langsung diberikanNya. Begitulah Yesus hadir bagi setiap orang yang membutuhkannya.


Tuhan Yesus, jika Tuhan berkenan, ampunilah dan sembuhkanlah kami dari segala dosa dan kejahatan, agar kami dengan hati yang gembira mengikutiMu, kini dan sepanjang masa. Amin.
Met Hari Jumat.

#

Friday, 30th JUNE
First Martyrs of the Holy Roman Church

Matthew 8:1-4

A leper came to him and knelt before him, saying, "Lord, if you will, you can make me clean." And he stretched out his hand and touched him, saying, "I will; be clean." And immediately his leprosy was cleansed. And Jesus said to him, "See that you say nothing to any one; but go, show yourself to the priest."

That wasn't a piece of advice. It was a command. Jesus said the same to those other ten lepers: *"Go and show yourselves to the priests" (Lk 17:14).* Why go to priests if they are just human beings? Because Jesus has given us priests and *'commanded'* us to go and *'show'* our leprosy to them.

Kazakhstan is a vast country in between Asia and Europe. A great part of its population is composed of deported people: Polish, Ukrainians, Germans, Koreans... Catholic families have been living in rural areas for hundreds of years but the number of priests in the country is ridiculously small. Most areas have never been visited by a priest. A Polish priest, Fr Jarek, went to Kazakhstan to help. He checked the phone directory trying to find areas where Europeans were living. (Those could be great grandchildren of deported Catholics.) 


When contacting them he would ask if they needed a catholic priest. Inhabitants of one particular town invited him to visit them. As he was approaching that town in his car, he was stopped by a crowd. "You will come into the town, father," they told him. "But not like that." They made the bewildered priest get out of the car and mount a donkey. As they led him into the city, Fr Jarek saw the whole town in the streets, the road paved with flowers, people in tears shouting, "Hosanna! Blessed is he who comes in the name of the Lord!" They stopped in the main square, in front of an elderly lady. That lady had catechised and baptised everyone in the town. Shuffling towards Fr Jarek as fast as she could, she knelt down and kissed the feet of the priest, saying in tears: "Welcome, Jesus Christ!" The priest thought she was a bit confused and tried to explain that he wasn't Jesus. 


"You will say Mass now" replied the woman, "for the first time in history… Jesus will be here!" That day, thousands of people made their first Holy Communion.

Mary, Mother of Priests, may we never lack good shepherds, holy Priests!


#

Bacaan Liturgi & RenHar. 30 Juni 2017 Jumat Pekan Biasa XII PF Para Martir Pertama Umat di Roma.

*Percaya Dan Berserah Kepada Yesus*

SEORANG yang berpenyakit kusta memberanikan diri untuk datang menghadap Yesus. Ia bersujud dan menyembahNya, memohon agar dirinya ditahirkan. Imannya yang besar menggerakkan hati Yesus, untuk kemudian menjamah dan memulihkannya.

Bila saat ini kita sedang menderita sakit penyakit yang tak kunjung sembuh, janganlah berputus asa. Bangkit dan datanglah bersimpuh di hadapanNya dengan penuh kerendahan hati. Miliki keyakinan yang teguh akan kuasaNya dan berserah kepadaNya.

Mohon belas kasihNya dan jangan pernah memaksakan kehendak kita. Biarlah kehendakNya saja yang terjadi di dalam hidup kita; Dia pasti memulihkan kita pada saatNya dan dengan caraNya yang indah.

#


Bacaan Liturgi 30 Juni 2017

Jumat Pekan Biasa XII
PF Para Martir Pertama Umat di Roma.


Bacaan Pertama

Kej 17:1.9-10.15-22
Setiap laki-laki di antaramu harus disunat sebagai tanda perjanjian.
Sara akan melahirkan bagimu seorang putera.


Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Kej 17:1 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.

Kej 17:9 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

Kej 17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

Kej 17:15 Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.

Kej 17:16 Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."

Kej 17:17 Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?"

Kej 17:18 Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"

Kej 17:19 Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

Kej 17:20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.

Kej 17:21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga."

Kej 17:22 Setelah selesai berfirman kepada Abraham, naiklah Allah meninggalkan Abraham.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 128:1-2.3.4-5
R:4
Orang yang takwa hidupnya akan diberkati Tuhan.


*Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan,
yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu,
berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!

*Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur
di dalam rumahmu;
anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun
sekeliling mejamu!

*Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan
orang laki-laki yang takwa hidupnya.
Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion:
boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Bait Pengantar Injil
Mat 8:17
Yesus memikul kelemahan kita
dan menanggung penyakit kita.


Bacaan Injil
Mat 8:1-4
Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan daku.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Mat 8:1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.

Mat 8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."

Mat 8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.

Mat 8:4 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."


Demikianlah Injil Tuhan.


#


⭕Mutiara Iman

*TIDAK BERCELA*

30 Juni 2017


_"..hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela"_
(Kej 17:1)

Lectio
Kej 17:1,9-10,15-22; Mzm 128:1-2, 3, 4-5; Mat 8:1-4

Widia adalah wanita yang aktif di medsos terutama berkaitan dengan apa yang sedang menjadi topik terhangat. Blog, FB, Twitter dan Instagram nya selalu penuh dengan komentar-komentarnya baik yang positif maupun yang negatif. 


Suatu saat dia harus pergi ke rumah neneknya di luar kota. Sejak tinggal di rumah neneknya, Widia tidak bisa lepas dari komputer dan HP nya. Lalu neneknya mendekatinya dan berkata :
"Kamu kelihatan sibuk sekali dan wajahmu terlihat tegang. Apa yang kamu lalukan?" 


Mendengar pertanyaan neneknya, Wid menjawab :
"Iya Nek, saya membuat komentar mengenai banyak hal termasuk artis, politik, ekonomi. Seru Nek!" 


Lalu sang Nenek duduk di sebelahnya dan berkata :
"Apakah kamu juga mengirimkan satu AYAT dari SABDA ALLAH?"
Widia terdiam sejenak, kemudian berhenti mengetik dan berkata :
"Nek itu buat orang suci dan sok suci!" 


Neneknya berkata lagi :
"Kalau kamu yang mana cucuku?"
Maka terdiamlah Widia.
"Bukankah hidup kita selayaknya berusaha dengan sekuat tenaga dan bantuan Tuhan untuk hidup SUCI karena ini yang berkenan kepada-Nya?" tanya Nenek.
Widia pun terdiam dan merenungkan perkataan neneknya itu.

Tuhan berfirman kepada Abram :
"Akulah Allah yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela."

Hidup dalam KEKUDUSAN berkenan kepada ALLAH, karena ALLAH adalah KUDUS.

Oratio
Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Amin

Missio
_Marilah kita hidup dengan TIDAK BERCELA di hadapan Allah._


*Have a Blessed Friday.*

Mutiara-Iman.org


#



"AKU MAU, JADILAH ENGKAU TAHIR"

Bacaan Liturgi 30 Juni 2017

Jumat Pekan Biasa XII

Bacaan Pertama Kej 17:1.9-10.15-22 Mazmur 128:1-2.3.4-5
Bacaan Injil Mat 8:1-4

Injil Matius 8:3, Menulis.

"Yesus mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir."

Setiap kali Yesus hadir, orang banyak berbondong-bondong mengikuti dan mengerumuni Dia. Di antara kerumunan orang banyak itu adalah seorang yang sakit kusta. Dia sujud dan menyembah Yesus sambil berkata, "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku?


Yesus melihat keberanian dan kerendahan hati orang kusta tersebut. Maka, Yesus mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu dan berkata, 
"Aku mau, jadilah engkau tahir."

Dan orang itu pun sembuhlah. 


Perhatian Yesus pada orang kusta itu begitu besar. Apa yang dimintanya langsung diberikanNya. Begitulah Yesus hadir bagi setiap orang yang membutuhkannya.


Tuhan Yesus, jika Tuhan berkenan, ampunilah dan sembuhkanlah kami dari segala dosa dan kejahatan, agar kami dengan hati yang gembira mengikutiMu, kini dan sepanjang masa. Amin.
Met Hari Jumat.

#

Friday, 30th JUNE
First Martyrs of the Holy Roman Church

Matthew 8:1-4

A leper came to him and knelt before him, saying, "Lord, if you will, you can make me clean." And he stretched out his hand and touched him, saying, "I will; be clean." And immediately his leprosy was cleansed. And Jesus said to him, "See that you say nothing to any one; but go, show yourself to the priest."

That wasn't a piece of advice. It was a command. Jesus said the same to those other ten lepers: *"Go and show yourselves to the priests" (Lk 17:14).* Why go to priests if they are just human beings? Because Jesus has given us priests and *'commanded'* us to go and *'show'* our leprosy to them.

Kazakhstan is a vast country in between Asia and Europe. A great part of its population is composed of deported people: Polish, Ukrainians, Germans, Koreans... Catholic families have been living in rural areas for hundreds of years but the number of priests in the country is ridiculously small. Most areas have never been visited by a priest. A Polish priest, Fr Jarek, went to Kazakhstan to help. He checked the phone directory trying to find areas where Europeans were living. (Those could be great grandchildren of deported Catholics.) 


When contacting them he would ask if they needed a catholic priest. Inhabitants of one particular town invited him to visit them. As he was approaching that town in his car, he was stopped by a crowd. "You will come into the town, father," they told him. "But not like that." They made the bewildered priest get out of the car and mount a donkey. As they led him into the city, Fr Jarek saw the whole town in the streets, the road paved with flowers, people in tears shouting, "Hosanna! Blessed is he who comes in the name of the Lord!" They stopped in the main square, in front of an elderly lady. That lady had catechised and baptised everyone in the town. Shuffling towards Fr Jarek as fast as she could, she knelt down and kissed the feet of the priest, saying in tears: "Welcome, Jesus Christ!" The priest thought she was a bit confused and tried to explain that he wasn't Jesus. 


"You will say Mass now" replied the woman, "for the first time in history… Jesus will be here!" That day, thousands of people made their first Holy Communion.

Mary, Mother of Priests, may we never lack good shepherds, holy Priests!


#

Thursday, June 29, 2017

Bacaan Liturgi & RenHar. 29 Juni 2017 HR S. Petrus dan Paulus, Rasul.

*Setia Mewartakan Injil*


KENDATI banyak mengalami penolakan, hambatan dan penganiayaan; Petrus dan Paulus tidak pernah gentar dan lelah mewartakan Injil ke mana pun mereka melangkah.

Kasih Kristus yang mereka alami di dalam hidup mereka, mengubah diri mereka dan membuat mereka bersedia mempersembahkan hidup mereka kepadaNya.

Perayaan pada hari ini, Hari Raya St. Petrus dan St. Paulus, Rasul; mengundang kita semua untuk memiliki semangat yang berkobar-kobar dalam mewartakan Injil.

Jadikan Petrus dan Paulus sebagai inspirator dan motivator bagi kita, agar kita tidak mengenal putus asa dalam melaksanakan tugas perutusan yang telah dipercayakanNya kepada kita.

Mari wartakan kebenaran, taburkan kasih dan kebaikan kepada siapa saja, sehingga lewat kesaksian hidup kita, banyak orang tergerak untuk mengenal Dia.


#


Bacaan Liturgi 29 Juni 2017

HR S. Petrus dan Paulus, Rasul


Bacaan Pertama
Kis 12:1-11
Sekarang benar-benar tahulah aku
bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya

dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes.


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:

Kis 12:1 Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.

Kis 12:2 Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.

Kis 12:3 Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.

Kis 12:4 Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak.

Kis 12:5 Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.

Kis 12:6 Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu.

Kis 12:7 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.

Kis 12:8 Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!"

Kis 12:9 Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan.

Kis 12:10 Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia.

Kis 12:11 Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: "Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi."


_Demikianlah Sabda Tuhan_

Mazmur
Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9
R:5b
Tuhan melepaskan daku dari segala kegentaranku.


*Aku hendak memuji Tuhan pada segala waktu;
puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
Karena Tuhan jiwaku bermegah;
biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya
dan bersukacita.

*Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan daku,
marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya.
Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku,
dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.

*Tujukkanlah pandanganmu kepada-Nya,
maka mukamu akan berseri-seri,
dan tidak akan malu tersipu-sipu.
Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan;
Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

*Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa,
lalu meluputkan mereka.
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan!
Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Bacaan Kedua
2Tim 4:6-8.17-18
Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran.


Pembacaan dari Surat Kedua Raul Paulus
kepada Timotius:

2Tim 4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.

2Tim 4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

2Tim 4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

2Tim 4:17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.

2Tim 4:18 Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.


_Demikianlah Sabda Tuhan_

Bait Pengantar Injil
Mat 16:18
Engkau adalah Petrus,
di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku,
dan alam maut tidak akan menguasainya.


Bacaan Injil
Mat 16:13-19
Engkau adalah Petrus,
dan di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaat-Ku.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Mat 16:13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"

Mat 16:14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."

Mat 16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"

Mat 16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"

Mat 16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Mat 16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Mat 16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."


_Demikianlah Injil Tuhan_


#

Mutiara Iman
*IKATLAH PINGGANGMU DAN KENAKANLAH SEPATUMU*

29 Juni 2017


_"Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu"_
(Kis 12:8)

Lectio
Kis 12:1-11; Mzm 34:2-3,4-5,6-7,8-9; 2 Tim 4:6-8,17-18; Mat 16:13-19

Viktor adalah seorang pewarta muda. Setelah mewarta hampir selama 2 tahun, Viktor divonis terkena kanker. Awalnya dia sangat terkejut, tetapi seorang suster yang cukup dekat dengannya berkata :
"Tetaplah tegar dan berdoa ya mas Viktor."


Enam bulan kemudian setelah menjalani proses kemo, Viktor pun sembuh. Lalu suster itu kembali datang kepada Viktor :
"Mas Viktor, apa rencana berikutnya?"


Victor menjawab :
"Saya akan terus menjadi pewarta. Saya harus menyelesaikan apa yang telah saya mulai. Tuhan telah memakai saya, terbukti Dia telah menyembuhkan saya. Dan sekarang saya siap!"


Suster itu memeluk Viktor sambil berkata :
"Syukur kepada Allah."

Lalu kata malaikat itu kepadanya :
"Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah jubahmu."

Siap sedia dan siaga untuk melayani Tuhan sampai garis akhir adalah MURID Kristus sejati.

Oratio
Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Amin

Missio
_Marilah kita mengikuti teladan Petrus dan Paulus yang setia mengikuti Kristus sampai AKHIR HAYAT._

*Have a Blessed Thursday.*

Mutiara-Iman.org


#


Thursday, 29th JUNE

St Peter and St Paul, Apostles
Matthew 16:13-19

Jesus asked his disciples, "Who do you say that I am?" Simon Peter replied, "You are the Christ, the Son of the living God." And Jesus answered him, "Blessed are you, Simon Bar-Jona! For flesh and blood has not revealed this to you, but my Father who is in heaven. And I tell you, you are Peter, and on this rock I will build my church, and the powers of death shall not prevail against it. I will give you the keys of the kingdom of heaven, and whatever you bind on earth shall be bound in heaven, and whatever you loose on earth shall be loosed in heaven."

"You are Peter, and on this rock I will build my church"; 'I know you well, Peter', Our Lord could say, 'I know you are weak, but you are Peter! I know that you will fail me in the moment when I will need you most; I know that you still argue with the others about who is to be the first and the greatest, but I know as well that you love Me, and I know what you will be able to do for love of Me. I know you well, Peter, but feeble and vain, denying Me and running away, I will still build my Church on you; and I tell you here, in front of all the other Apostles and the entire world so that it may never be forgotten until the end of time, that you are *MY ROCK*, and the gates of hell and the powers of death and the enemies of the Church and the persecutors of My disciples *SHALL NOT PREVAIL!'*

One day St Paul saw Peter misbehaving with some gentiles (Gal 2:11-14). He had to correct St Peter and he did so. St Peter didn't need correction for his teachings (he was the Pope), but he was a man and made mistakes. Nevertheless, St Paul never hesitated to follow the Rock and to go to Jerusalem to see St Peter (Gal 1:18).

That's the power of the Church: she's built on Rock: *"There is nothing more powerful than the Church; give up fighting her, lest she overpower your strength. Wage not war against heaven. If you fight a man, you conquer or are conquered. But if you fight the Church, you cannot conquer. For God is stronger than all... Heaven and earth shall pass away, but My words shall not pass away. What words? You are Peter, and upon this rock I will build My Church, and the gates of hell shall not prevail against it"* (St John Chrysostom).

Holy Mary, Mother of the Church, St Peter and St Paul, pray for us!



Commentary of the day :

Saint Bernard (1091-1153), Cistercian monk and doctor of the Church
3rd sermon for the Feast of the holy apostles Peter and Paul, passim

"I am the least of the apostles,not fit to be called an apostle" (1Co 15,9)

Rightly, my brethren, does the Church apply these words of the Wise Man to the holy apostles, Peter and Paul: "These also were godly men whose virtues have not been forgotten; their wealth remains with their descendants" (Sir 44,10-11). Yes, we might very truly refer to them as godly men since they won mercy for themselves, were full of mercy, and it was in his mercy that God gave them to us.

Now see what mercy it was that they won. If you question Paul about it... he will tell you himself: "I was once a blasphemer and a persecutor and an arrogant man, but I have been mercifully treated by God" (cf. 1Tm 1,13). Indeed, who doesn't know about all the dreadful things he did to the Christians in Jerusalem... and even in the whole of Judea?... As for the blessed Peter, I have something different to tell you, but it is something that is all the more sublime as it is unique. For in fact, if Paul sinned he did so unawares since he was without faith; but Peter's eyes, to the contrary, were wide open at the time of his fall (Mt 26,69f.). Yet "where sin increased, grace overflowed all the more" (Rm 5,20)... If Saint Peter could rise up to such a height of sanctity after so disastrous a fall, who can now despair, however little he, too, desires to forsake his sins? Note what the Gospel says: "He went out and wept bitterly" (v.75)...

You have heard what mercy the apostles obtained, and from now on none of you will be crushed by his past sins more than is necessary... If you sinned, didn't Paul sin even more? If you fell, didn't Peter fall even deeper than you? Now both of them, by repenting, not only gained salvation but became great saints. They even became ministers of salvation and teachers of holiness. Do the same yourself, my brother, because it is for your sake that Scripture calls them "godly men".

Copyright © Confraternity of Christian Doctrine, USCCB