Google+ Followers

Tuesday, March 31, 2015

KEPERCAYAAN dasar komunikasi dan hubungan.

KEPERCAYAAN adalah perekat kehidupan.
Ini adalah hal paling penting dalam komunikasi yang efektif.
Inilah prinsip dasar yang menjaga semua hubungan.

-- Stephen Covey

Monday, March 30, 2015

Kasih Yesus yang luar biasa.

Kita telah mengalami kasih Yesus yang luar biasa.


Ia rela memberikan nyawaNya demi keselamatan kita.


Mari persembahkan semua yang terbaik dari diri kita kepadaNya dengan:


* setia berjuang untuk menyelaraskan seluruh sikap hidup kita dengan kehendakNya.


* menebarkan 'keharuman' dengan cara berbuat baik kepada sesama secara tulus.



2belife.blogspot.com

KEBAIKAN adalah wewangian yang ajaib.

KEBAIKAN adalah wewangian yang ajaib.


Ketika anda memercikkannya kepada orang lain,

 anda akan mendapatkan tetes kebahagiaan pada diri sendiri.



2belife.blogspot.com

Sunday, March 29, 2015

Kisah Pria Tua, Anak Lelaki dan Pembantu RT.

Alkisah ada seorang pemuda yang bekerja sebagai pelayan di rumah mewah. 

Rumah itu hanya dihuni oleh dua orang saja, seorang pria tua dan juga anak laki-lakinya. 

Setiap hari anaknya selalu pergi dan menghamburkan uang sedangkan pria tua ini selalu mengerjakan pekerjaan rumahnya seorang diri.


Pria tua itu tak lagi kesusahan karena ada pelayan yang selalu membantu segala hal dan merawat hidupnya. 


Ketika pria tua itu telah meninggal, maka ia mewariskan seluruh hartanya kepada si pelayan. 


Anaknya hanya mendapatkan sedikit harta karena jarang mau melakukan apa yang diinginkan oleh ayahnya.

Demikian juga kita sebagai anak-anak Allah, apakah kita sudah melakukan apa yang dikehendaki-Nya? 


Apakah menjadi seorang Kristen saja dapat menjamin kita masuk dalam kerajaan sorga? 


Banyak orang Kristen yang dikehidupannya jauh menyimpang dari hukum Tuhan.

Lakukanlah apa yang dikehendaki oleh Bapa jika ingin mendapatkan keselamatan. 

Terkadang begitu sukar untuk melakukannya, namun ketika kita setia dan taat maka Tuhan akan memberikan upahnya bagi kita yaitu kehidupan kekal.


Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (‎Matius 7:21)


Tuhan Memberkati

Selamat Beribadah.‎

Sabda Hidup. Minggu, 29 Maret  2015. HARI MINGGU PALMA . MENGENANGKAN SENGSARA TUHAN.

Sabda Hidup.
Minggu, 29 Maret  2015.
HARI MINGGU PALMA .
MENGENANGKAN SENGSARA TUHAN.
warna liturgi Merah


Bacaan:
Yes. 50:4-7; Mzm. 22:8-9,17-18a,19-20,23-24; Flp. 2:6-11; Mrk. 14:1 - 15:47 (Mrk. 15:1-39). BcO Yer. 22:1-8; 23:1-8


Bacaan Injil Mrk. 15:1-39.
1 Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya. Mereka membelenggu Yesus lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus. 


2 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya." 


3 Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia. 


4 Pilatus bertanya pula kepada-Nya, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!" 


5 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran. 


6 Telah menjadi kebiasaan untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu menurut permintaan orang banyak. 


7 Dan pada waktu itu adalah seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya. Mereka telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan. 


8 Maka datanglah orang banyak dan meminta supaya sekarang kebiasaan itu diikuti juga. 


9 Pilatus menjawab mereka dan bertanya: "Apakah kamu menghendaki supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini?" 


10 Ia memang mengetahui, bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus karena dengki. 


11 Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta supaya Barabaslah yang dibebaskannya bagi mereka. 


12 Pilatus sekali lagi menjawab dan bertanya kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan orang yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?" 


13 Maka mereka berteriak lagi, katanya: "Salibkanlah Dia!" 


14 Lalu Pilatus berkata kepada mereka: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Salibkanlah Dia!" 


15 Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan. 


16 Kemudian serdadu-serdadu membawa Yesus ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan, dan memanggil seluruh pasukan berkumpul. 


17 Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. 


18 Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya: "Salam, hai raja orang Yahudi!" 


19 Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. 


20 Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. (15-20b) Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan. 


21 Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. 


22 Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak. 


23 Lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepada-Nya, tetapi Ia menolaknya. 


24 Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing. 


25 Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan.

 

26 Dan alasan mengapa Ia dihukum disebut pada tulisan yang terpasang di situ: "Raja orang Yahudi". 


27 Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya. 


28 (Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka.") 


29 Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, 


30 turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!" 


31 Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! 


32 Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya." Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga. 


33 Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga. 


34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? 


35 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Lihat, Ia memanggil Elia." 


36 Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: "Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia."


 37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. 


38 Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. 


39 Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"


Renungan:
Pilatus tahu bahwa tua-tua dan imam-imam kepala dengki dengan Yesus (bdk Mrk 15:10). 


Kedengkian mereka yang mendesak mereka menyerahkan Yesus untuk disalib dan membebaskan Barabas sang pembunuh. 


Kedengkian mereka membuat mereka buta untuk melihat mana yang baik dan yang buruk, dan mereka pun memilih yang buruk.


Banyak sekali kisah di mana kedengkian membawa pertumpahan darah. 


Kedengkian kelompok mazhab tertentu menghantar pada peperangan yang merenggut banyak korban jiwa. 


Kedengkian seorang tetangga mematikan rasa solidaritas dan kepekaannya.



Sekarang kita mengenangkan sengsara Yesus karena kedengkian para tua-tua dan imam kepala. 


Kisah ini menjadi cermin bagi kita untuk tidak terkungkung oleh sikap dengki. 


Kedengkian hanya akan membawa kematian.



Kontemplasi  
Bayangkan kisah sengsara Yesus Kristus dalam Injil Mrk. 14:1 - 15:47. 

Hadirlah menjadi salah satu pemeran dalam kisah tersebut.



Refleksi:
Apa arti sengsara Tuhan Yesus bagi hidupmu?


Doa:
Tuhan Engkau memilih dan membela kami umat manusia. 

Namun karena sikap dengki yang sering masih kami miliki kami mengabaikan kasihMu itu dan malah menyingkirkanMu. 

Ampunilah kami ya Tuhan.

 Amin.


Perutusan:
Aku akan menghapus rasa dengki dalam diriku. 



-nasp-

Mutiara Iman. TINGGALLAH DI SINI DAN BERJAGA-JAGALAH. 29 Maret 2015.

Mutiara Iman.

TINGGALLAH DI SINI DAN BERJAGA-JAGALAH.
29 Maret 2015.


"Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah" (Mrk 14:34)


Lectio:
Yes 50:4-7;

 Mzm 22:8-9,17-18a,19-20,23-24;

 Flp 2:6-11;

 Mrk 14:-15:47.



Setelah ayahnya meninggal karena kecanduan Narkoba, Markus mencoba menjalani kehidupannya dengan baik.


Ketika melihat papanya menjadi pecandu narkoba, ia frustasi sehingga ia menjadi perokok dan peminum. 


Tetapi sejak ditinggal ayahnya, ia meninggalkan semuanya. 


Terbukti ketika band nya mau manggung di suatu acara, beberapa rekannya menawarkan alkohol, tetapi ditolaknya.


Demikian juga ketika ia sedang ngumpul bersama teman-temannya, ada temannya menawarkan rokok, dan ia menolak. 


Lalu temannya bertanya:

"Kus..kok kamu jadi kurang seru sih?".


Lalu Markus berkata:"Sejak ayah gua wafat, mama gua pesan supaya gua bisa jaga diri, dan jangan jatuh kaya bokap gua. Sorry, kalau gua membuat lu kurang asyik".



Ketika di Taman Getsemani, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya supaya mereka tinggal bersama Yesus dan berjaga-jaga.


Berjaga-jaga bersama Yesus adalah cara kita berjuang hidup di dunia ini. 


Oratio:
Ya Yesus, tinggallah selalu di dalam hatiku. Amin.



Missio:
Marilah kita menjaga hidup kita dengan selalu tinggal bersama Yesus.



Have a Blessed Palm Sunday.