Google+ Followers

Tuesday, September 2, 2014

Aku Tahu Siapa Engkau. 

Fresh Juice.

 Selasa 2 September 2014.

 Renungan Harian Audio Katolik 

Luk. 4:31-37. 


Tema :    Aku Tahu Siapa Engkau. 


Pembawa Renungan : Johan Ng Jakarta.


http://bit.ly/FJ020914               

                           
<3 The Lord Be With You <3


*****


 RenHar.

 Selasa 2/9.


1Kor 2:10b-16.
Luk 4:31-37.



Sabda Allah dalam Injil hari ini sangat relevan untuk kita, setidaknya bagiku, yakni meskipun mengakui bahwa Allah itu ada dan berkuasa atas hidup manusia, tetapi dalam praktek hidup telah "menolak" Allah dalam sikap, tutur kata dan perbuatan yang jauh dari kehendak Allah yang adalah KASIH.


Dengan laku doa dan matiraga mohon pertolongan-Nya dan saling meneguhkan di antara kita (dimulai jujur pada diri sendiri), pelan tapi pasti bisa membiasakan mau menyangkal diri, mewujudkan kasih sejati kepada siapa saja 


Selamat pagi ..

 Berkah Dalem...<3 

⌣Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣☺


kata dan tindakanNya pun penuh kuasa. 

RenHar:
Rm.Antara.KAJ. 

Selasa Biasa22.

2Sept14. 



Silahkan download, pilih salah 1 dari link di bawah ini:


- Link 1: http://l.bitcasa.com/DRpWB7Bj



- Link 2: https://app.box.com/s/1rju10r9fss7tm0rakj1


- Link 3: http://ptkumala.com/Rm.Antara.KAJ%20Selasa%20Biasa22%202Sept14.amr



*******



Sabda Hidup.


Selasa, 02 September 2014.


Ludovikus Yosef Fran?ois, Yohanes Gruyer dan Petrus Renatus Rogue, Yohanes Fransiskus Burte, Severinus Girault, Apolinaris Morel.


warna liturgi Hijau



Bacaan:
1Kor. 2:10b-16; 

 Mzm. 145:8-9,10-11,12-13ab,13cd-14;

 Luk.4:31-37. 

BcO 1Tim. 6:11-21.



Bacaan Injil Luk. 4:31-37:
31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. 32 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. 33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: 34 "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah." 35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. 36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar." 37 Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.


Renungan:


Selain kebiasaan membaca Kitab Suci (SH 010914), Yesus juga biasa mengajar. 


"Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat" (Luk 4:31). 


Orang-orang yeng mendengar pengajaranNya takjub karena perkataanNya penuh kuasa. Bahkan setan pun tunduk pada perintahNya.



Mungkin di antara kita pun ada yang mampu memukau para pendengar dan sebaliknya terpukau oleh kata-kata pengajar atau pembicara. 



Aku pun sering tertegun mendengarkan kesaksian orang-orang yang menceritakan pengalamannya. 


Kisah-kisah pengalaman yang nyata dan diceritakan dari kedalaman hati sungguh sangat menarik perhatianku.



Perkataan Yesus bukan sekedar usaha untuk membangkitkan motivasi manusia, tapi sungguh mengalir dari kedalaman hati berkat relasi mendalam dengan Bapa dan Roh Kudus. 


Ia tidak hanya membuai orang dengan perkataan, tetapi Ia membuktikan perkataanNya dengan tindakan. 


Karena itu kata dan tindakanNya pun penuh kuasa. 



Doa Perutusan:


Ya Tuhan Yesus, 

perkataanMu sungguh penuh kuasa, menggerakkan hidupku, menuntun langkahku.


 Terima kasih Tuhan.


 Semoga aku pun selalu dalam jalur sabdaMu. Aku akan bertekun mendengarkan sabdaMu dan mengolah kata dan tindakan kita agar selaras dan sejalan dengan kehendakMu.



 -nasp-

Kuasa Yesus dan siapakah sebenarnya Yesus.

Voice Note:

http://bit.ly/FJ020914


Bacaan 1: 

1Kor (2:10b-16)


Bacaan injil hari ini selasa tgl 2 september

 = Lukas (4:31-37) 


"Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami?

Engkau datang hendak membinasakan kami?

Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah" 

Yesus menghardiknya, kata-Nya:

 "Diam, keluarlah dari padanya!".    

 Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. 


Saudara, 

setan pun tahu dan mengenal pribadi Yesus. 

Setan dalam melakukan aksinya sekarang bukan dengan kekerasan, melainkan dengan bujuk rayu yang lembut sehingga dapat meluluhkan kita. 


Maka kita harus bersikap tegas untuk menolak setiap bujukan dan godaan itu.     

 

 Marilah kita selalu berelasi dengan Tuhan, sehingga jauh dari perbuatan dosa.


......1 2 3.....yes.....GBU. 


******


Hari ini Injil Lukas 4:36, menulis.

"Alangkah hebatnya perkataan ini! 

Dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar."


Perkataan Yesus yg penuh wibawa dan kuasa membuat org yg kerasukan roh jahat terbebaskan dari kuasa jahat. 

Pembebasan diberikan oleh Yesus berkat perkataan dan ajaranNya. 

Perkataan Yesus bukan sekedar omong kosong dan isapan jempol, tetapi sungguh perkataan yg lahir dari wibawa dan kuasa yg menyembuhkan, membebaskan dan menyelamatkan.


Tuhan Yesus, 

sembuhkanlah kami dari kelemahan dan kedosaan kami. 

Semoga perkataanMu, sabdaMu, menyembuhkan kami, kini dan selamanya. 


Met Hari selasa.


Bacaan: 

1Kor 2:10b-16. 

 Mzm 145:8-13.               

 Lukas 4:31-37.


Yesus sungguh Putra Allah.

Yesus adlh sungguh Putra Allah.


Dng SabdaNya,

Ia mengusir kuasa kegelapan yg mencengkeram manusia.


Mari luangkan waktu utk membaca&merenungkn SabdaNya.


Dng bimbingan SabdaNya 

  kita mndptkan kekuatan

  utk mengalahkan kekuasaan jahat. 


SabdaNya membawa keselamatan.

Monday, September 1, 2014

pulang kampung.

Senin, 1 September 2014.
Pekan Biasa XXII.


1Kor. 2:1-5; 

Mzm.
119:97,98,99,100,101,102;

Luk. 4:16-30.


"Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan"


Setiap orang hampir pasti punya kerinduan untuk pulang kampung. Paling tidak, itu yang saya alami ketika berada jauh dari rumah. Ada rasa kangen, baik dengan orangtua, saudara, maupun suasana hidup sehari-hari yang telah sekian lama saya alami dan bagaimana pun telah membentuk saya. 


Ketika peristiwa "kembali" itu terlaksana, suasana yang (diharapkan) terjadi adalah perjumpaan yang hangat, banyak cerita dan canda tawa yang menggembirakan. Juga hidangan kas ndesa yang telah sekian lama tidak dijumpai.


 Yesus pun kiranya mengharapkan demikian. Ia kembali ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Setelah dibaptis (Luk 3:21-22) dan berpuasa di padang gurun (Luk 4:1-13) dan sebelum meneruskan karya-Nya, Ia pulang kampung. Tentu bukan untuk pamer tetapi Ia ingin agar orang-orang Nazaret menerima pengajaran-Nya dan mengalani mukjizat-mukjizat-Nya sebelum orang-orang yang lain. Wajar kan, karena Nazaret telah berjasa dalam membesarkan-Nya. 


Ia berharap agar kedatangan-Nya mendapatkan sambutan hangat, bukan demi diri-Nya sendiri tetapi demi keselamatan mereka.


 Sayang, harapan-Nya itu tidak terwujud. Meski mereka sempat membenarkan dan mengagumi-Nya, namun sekaligus mereka meragukan dan meremehkan-Nya (Luk 4:22). Bahkan, mereka mengusir-Nya dan hendak melemparkan Dia dari tebing (Luk 4:29). 


Yesus membandingkan sikap orang-orang Nazaret yang secara definitif menolak-Nya ini dengan sikap janda di Sarfat (Luk 4:26) dan Naaman (Luk 4:27). 

Keduanya memang sempat ragu dan menolak nabi utusan Tuhan.


 Janda Sarfat, mula-mula menolak permintaan Elia namun akhirnya percaya dan memenuhi permintaannya sehingga mengalami mukjizat (1Raj 17:8-24). 


Demikian pula Naaman, semula menolak permintaan Elisa namun akhirnya percaya dan melaksanakan perkataannya sehingga sembuh dari penyakit kustanya (2Raj 5:1-19a). Demikianlah proses beriman itu. 


Untuk menerima dan percaya penuh kepada Tuhan, tidak selalu sekali jadi. Kadang diawali dengan keraguan, bahkan penolakan. Mungkin keraguan itu tidak muncul di awal kehidupan beriman kita tetapi di tengah. Baiklah, hal itu kita terima dan kita alami sebagai dinamika hidup beriman. Namun yang jelas, jangan sampai kita menolak-Nya secara definitif, apalagi sampai mengusir Tuhan dari kehidupan kita seperti yang dilakukan orang-orang Nazaret. 


Dalam dinamika iman kita tersebut, Tuhan selalu setia mendampingi. Setiap saat, Ia selalu datang dan kembali kepada kita, menunggu sampai kita benar-benar mantap dan tidak pernah ragu lagi untuk percaya dan menerima-Nya secara penuh, serta untuk mencintai-Nya dengan sepenuh hati, jiwa, akal budi dan kekuatan kita.


Doa: 

Tuhan, berilah kami iman yang mampu untuk tetap percaya dan mencintai-Mu, kendati tidak terluput dari keraguan dan berbagai macam goncangan. Amin. 


-agawpr-

SURAT CINTA Tuhan untuk kita.

01/09/2014 10:58 

- Rm Josep:

 SEPTEMBER CERIA BERSAMA FIRMAN TUHAN

Bulan September adalah Bulan Kitab Suci.


Saatnya kita membiasakan diri dengan membaca Kitab Suci setiap hari.

Kalau membaca Kitab Suci harus sampai bilang WOW....


WOW...
ENTAH karena kita diteguhkan
ENTAH karena kita ditegur
ENTAH karena kita dikuatkan
ENTAH karena Sabda itu seolah merobek seluruh kedirian kita...

Dengan membaca Kitab Suci sebetulnya kita tidak hanya mengenal Tuhan...

TETAPI


Kita diajak untuk mengenal diri kita sendiri...
Sudah sejauh mana kita berjalan menjauh ataupun mendekat kepadaNya.


Kitab Suci adalah SURAT CINTA Tuhan untuk kita.
Seolah Dia mau mengatakan:

Meski dunia kejam padamu, meski dunia mengolok olok kamu, bahkan meski dunia tidak menginginkanmu ......



AKU TETAP SELALU MENGASIHIMU DAN SETIA MENUNGGUMU UNTUK KEMBALI KEPADAKU.

hidup dalam kuasa Roh TUHAN.

Voice note:


http://bit.ly/FJ010914



Bacaan 1: 1 KORInTUS (2:1-5)


Bacaan injil hari ini senin tgl 1 september

 = Lukas (4:16-30)



"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku. 

 Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya."



  Saudara, 

masing2 kita telah dilengkapi dgn kuasa Roh ALLAH. Roh itulah yg menguatkan kita agar sanggup melewati segala persoalan hidup. 


Karena itu, pertama, sebagai anak2 ALLAH yg dilahirkan dlm kuasa Roh berkat pembaptisan, hendaklah kita menggunakan kuasa itu sebagai senjata dalam menghadapi godaan setan. 



Kedua, kewibawaan kita sebagai umat beriman akan berdaya guna jika kita berkata2 dan bertindak dalam kuasa Roh.



 Dan ketiga, kewibawaan kita tdk diukur dari jabatan, tingkat pendidikan, tingkat ekonomi, melainkan karena ada kuasa Roh yg hidup didalam diri kita.



 Bukan emas dan ilmu yg membuat kita berwibawa tetapi hidup dalam kuasa Roh TUHAN..



....1 2 3......yes........Gbu