Google+ Followers

Wednesday, March 29, 2017

Lakukan kebaikan sekarang, Daripada terlalu terlambat.

TIDAK ada kata terlalu dini untuk melakukan kebaikan,

  karena anda tidak pernah mengetahui kapan saatnya akan terlalu terlambat.

*Ralph Waldo Emerson*

Setia Menabur Kasih Dan Kebaikan.

*Setia Menabur Kasih Dan Kebaikan*

YESUS menyatakan diriNya sebagai Putra Allah, dan memiliki persatuan yang erat dengan Bapa.

Apa yang dikerjakan Bapa, 

  juga dilakukan olehNya.

Bapa selalu mengasihi manusia, sehingga Bapa tak pernah berhenti bekerja untuk mengusahakan kebaikan dan keselamatan bagi umatNya.

Demikian juga Yesus, demi kasihNya kepada manusia, Ia rela datang ke dunia melaksanakan kehendak Bapa, mengurbankan diri untuk membebaskan manusia dari kekuasaan dosa.

Sebagaimana Bapa bersatu dengan Putra, hendaknya kita juga selalu memiliki relasi yang erat dan akrab denganNya.

Hayati persatuan kita denganNya saat kita menyantap Tubuh dan DarahNya, dan dengarkan sabdaNya yang membimbing dan meneguhkan kita. Dengan demikian kita akan dikuatkan untuk hidup di jalanNya dan terdorong untuk mengubah sikap kita agar semakin hari semakin menyerupai Dia.

Mari kita berjuang untuk setia menaburkan kebaikan dan kasih kepada sesama di sepanjang hidup kita. Semoga kelak, saat kita dipanggilNya, didapatiNya kita layak dan berkenan bagiNya.

Setia Menabur Kasih Dan Kebaikan.

*Setia Menabur Kasih Dan Kebaikan*

YESUS menyatakan diriNya sebagai Putra Allah, dan memiliki persatuan yang erat dengan Bapa.

Apa yang dikerjakan Bapa, 

  juga dilakukan olehNya.

Bapa selalu mengasihi manusia, sehingga Bapa tak pernah berhenti bekerja untuk mengusahakan kebaikan dan keselamatan bagi umatNya.

Demikian juga Yesus, demi kasihNya kepada manusia, Ia rela datang ke dunia melaksanakan kehendak Bapa, mengurbankan diri untuk membebaskan manusia dari kekuasaan dosa.

Sebagaimana Bapa bersatu dengan Putra, hendaknya kita juga selalu memiliki relasi yang erat dan akrab denganNya.

Hayati persatuan kita denganNya saat kita menyantap Tubuh dan DarahNya, dan dengarkan sabdaNya yang membimbing dan meneguhkan kita. Dengan demikian kita akan dikuatkan untuk hidup di jalanNya dan terdorong untuk mengubah sikap kita agar semakin hari semakin menyerupai Dia.

Mari kita berjuang untuk setia menaburkan kebaikan dan kasih kepada sesama di sepanjang hidup kita. Semoga kelak, saat kita dipanggilNya, didapatiNya kita layak dan berkenan bagiNya.

Monday, March 27, 2017

Iman Sejati: Percaya, berserah dan berharap kepadaNya, menyesuaikan dengan rencanaNya.

*Iman Sejati*
 
INJIL pada hari ini mengisahkan seorang pegawai istana yang memiliki iman sejati. 
Tanpa perlu melihat bukti nyata, ia percaya sepenuhnya kepada sabda Yesus yang pasti akan memulihkan anaknya. Imannya tidak hanya menyelamatkan anaknya, tapi juga seluruh anggota keluarganya.
 
Beriman kepada Tuhan akan terasa lebih mudah saat kita menjalani hidup yang nyaman dan menyenangkan. Namun ketika kita mengalami berbagai penderitaan dan deraan badai kehidupan yang tak habis-habisnya, kerap kita putus harapan, merasa bahwa  Tuhan diam saja, tidak peduli kepada kita.  
 
Sadari bahwa kita adalah manusia yang memiliki keterbatasan. Di dalam menjalani hidup yang penuh dengan ketidakpastian, kita hanya bisa mengandalkan Tuhan. 

Mari kita berusaha dan berjuang dengan gigih untuk tetap dapat
mempertahankan iman kita kepadaNya. Belajar untuk berserah dan berharap kepadaNya. 

Perkenankan Ia bekerja menurut caraNya, bukan menurut cara yang kita inginkan. Yakinlah bahwa semuanya akan berakhir dengan indah, sesuai dengan rencanaNya.


Iman Sejati: Percaya, berserah dan berharap kepadaNya, menyesuaikan dengan rencanaNya.

Saturday, March 25, 2017

Ketaatan perlu kerendahan hati dan amal kasih.

TIDAK ada ketaatan

  tanpa kerendahan hati,

    tidak ada kerendahan hati

      tanpa amal kasih.

*St. Katarina dari Siena*

Kesediaan Menanggapi Panggilan Allah.

*Kesediaan Menanggapi Panggilan Allah*

SAAT menerima kabar dari malaikat Gabriel, Bunda Maria terkejut; namun dengan imannya yang teguh dan disertai kerendahan hatinya, Bunda menerima tugas perutusannya dengan tulus.

Sungguhpun Bunda tidak memahami rencana Allah, namun ia bersedia mengesampingkan kepentingan pribadinya dan mengutamakan kehendakNya. Berkat pengurbanannya, Juru Selamat lahir ke dunia, untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa.

Hari Raya Kabar Sukacita yang kita rayakan hari ini, mengundang kita untuk bersyukur kepada Allah. Betapa Allah sungguh mengasihi kita sehingga Ia rela mengutus Putra TunggalNya datang ke dunia untuk mengurbankan diri demi menyelamatkan manusia.

Kita juga diajak untuk meneladani Bunda Maria, tidak gentar dalam menanggapi panggilan Allah dan bersedia mengemban tugas yang dipercayakanNya dengan taat dan setia, serta melaksanakannya dengan sukacita dan penuh tanggung jawab.

Dengan pimpinan dan penyertaan Allah, maka tidak ada hal yang mustahil; semua rintangan dan hambatan pasti dapat kita atasi.

Friday, March 24, 2017

Bacaan Liturgi 24 Maret 2017 Jumat Pekan Prapaskah III. Mengasihi Tuhan, Sesama Dan Diri Sendiri.

*Mengasihi Tuhan, Sesama Dan Diri Sendiri*

HUKUM utama yang diberikan Yesus sudah sering sekali kita dengar, tapi amat sulit untuk dilaksanakan dalam keseharian hidup kita.

Banyak sekali hambatan untuk menjalankannya secara utuh dan sempurna, karena manusia mempunyai kecenderungan untuk berpusat pada diri sendiri:

* Kita hanya mengasihi Tuhan sejauh semua keinginan kita terpenuhi dan dikabulkanNya. Begitu kita terpuruk ke dalam lembah kesulitan dan penderitaan, kita mulai marah, kecewa dan melontarkan segudang pertanyaan "mengapa" serta menuduhNya tidak adil karena merasa bahwa selama ini kita telah berbuat baik

* Kita hanya mengasihi anggota keluarga, teman dan orang-orang yang bersikap baik kepada kita. Namun sulit untuk menerima orang yang berbeda karakter, keyakinan, status sosial dengan kita, apalagi terhadap orang-orang yang telah menyakiti kita.

* Kita bangga dan puas terhadap diri sendiri saat mengalami kesuksesan tapi begitu kita gagal dan membuat kesalahan fatal, tak henti-hentinya kita menyalahkan diri dan sulit memaafkan diri sendiri.

Sadari bahwa Yesus selalu mengasihi kita dan menerima kita apa adanya walau kita sering mengecewakan dan menyakiti hatiNya.

Mari perbaiki sikap hidup kita. Senantiasa bersatu denganNya agar kita dimampukan untuk bertumbuh semakin serupa dengan Dia, menjadi pribadi yang penuh kasih.


#


Bacaan Liturgi 24 Maret 2017

Jumat Pekan Prapaskah III


Bacaan Pertama
Hos 14:2-10
Kami tidak akan berkata lagi 

"Ya Allah kami"
  kepada buatan tangan kami.

Pembacaan dari Kitab Nubuat Hosea:

Beginilah firman Allah,
"Bertobatlah, hai Israel, kepada Tuhan Allahmu,
sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.
Datanglah membawa kata-kata penyesalan,
dan bertobatlah kepada Tuhan.
Berserulah kepada-Nya:
'Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik,
maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.
Asyur tidak dapat menyelamatkan kami;
kami tidak mau mengendarai kuda,
dan kami tidak akan berkata lagi 'Ya, Allah kami'
kepada buatan tangan kami.
Karena Engkau menyayangi anak yatim.'

Beginilah firman Tuhan:
Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan,
Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela,
sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
Aku akan menjadi seperti embun bagi Israel,
maka ia akan berbunga seperti bunga bakung
dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
Ranting-rantingnya akan merambak,
semaraknya akan seperti pohon zaitun
dan berbau harum seperti yang di Libanon.

Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku;
mereka akan tumbuh seperti gandum.
Mereka akan berkembang seperti pohon anggur,
yang termasyhur seperti anggur Libanon.
Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala?
Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau!
Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau,
dari pada-Ku engkau mendapat buah.
Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini;
siapa yang budiman, biarlah ia mengetahuinya;
sebab jalan-jalan Tuhan adalah lurus,
dan orang benar menempuhnya,
tetapi pemberontak tergelincir di situ.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 81:6c-8a.86b-9.10-11b.14.17
R:11.9a
Akulah Tuhan, Allahmu, 

  dengarkanlah suara-Ku.


*Aku mendengar bahasa yang tidak kukenal,
"Akulah yang telah mengangkat beban dari bahumu,
dan membebaskan tanganmu dari keranjang pikulan;
dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau.

*Aku menjawab engkau dengan bersembunyi di balik badai,
Aku telah menguji engkau dekat Meriba.
Dengarlah, hai umat-Ku,
Aku hendak memberi peringatan kepadamu;
Hai Israel, kiranya engkau mau mendengarkan Aku!

*Janganlah ada di antaramu allah lain,
dan janganlah engkau menyembah orang asing.
Akulah Tuhan Allahmu,
yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.

*Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku!
Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan!
Umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik,
dan dengan madu dari gunung batu
Aku akan mengenyangkannya.

Bait Pengantar Injil
Mat 4:17
Bertobatlah, 

  sabda Tuhan,

    sebab Kerajaan Surga sudah dekat.

Bacaan Injil
Mrk 12:28b-34
Tuhan Allahmu itu Tuhan yang esa,
  kasihilah Dia dengan segenap jiwamu.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:

Sekali peristiwa datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus
dan bertanya kepada-Nya,
"Perintah manakah yang paling utama?"


Jawab Yesus, "Perintah yang paling utama ialah:
Dengarlah, hai orang Israel,
Tuhan Allah kita itu Tuhan yang esa.
Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati,
dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi,
dan dengan segenap kekuatanmu.
Dan perintah yang kedua ialah:
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Tidak ada perintah lain yang lebih utama
daripada kedua hukum ini."

Berkatalah ahli Taurat itu kepada Yesus,
"Guru, tepat sekali apa yang Kaukatakan,
bahwa Dia itu esa, dan bahwa tidak ada allah lain kecuali Dia.
Memang mengasihi Dia dengan segenap hati,
dengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan,
serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri
jauh lebih utama dari pada semua kurban bakar dan persembahan."

Yesus melihat betapa bijaksana jawaban orang itu.
Maka Ia berkata kepadanya,
"Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!"
Dan tak seorang pun berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

Demikianlah Injil Tuhan.


#