Google+ Followers

Wednesday, January 17, 2018

Bacaan Liturgi 17 Januari 2018 Hari Biasa, Pekan Biasa II PW S. Antonius, Abas. Jangan Keraskan Hati. DENGAN NAMA TUHAN.

Jangan Keraskan Hati.

Bacaan Liturgi 17 Januari 2018. Hari Biasa, Pekan Biasa II. PW S. Antonius, Abas.

DENGAN NAMA TUHAN.

#


KEANGKUHAN yang menguasai diri anda, menjadikan anda bersikap kaku, keras kepala dan menciptakan perselisihan dengan orang lain

*John C. Maxwell*
#

*Jangan Keraskan Hati*

ORANG Farisi merasa diri paling benar sehingga mereka tidak pernah mau menerima pendapat orang lain.

Mereka memiliki hati dan pikiran yang tertutup dan cenderung untuk menyalahkan orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka.

Tindakan Yesus yang menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya di hari Sabat, sangat mereka kecam karena dianggap sebagai penodaan terhadap hukum Sabat.

Sebagai murid Kristus, hendaknya kita memiliki hati yang terbuka dan siap dibentuk. Jangan meniru orang Farisi yang keras hati dan mau menang sendiri; karena hanya akan menjadikan kita kurang peka dan kurang peduli terhadap kebenaran.

Belajarlah untuk bersikap rendah hati, bersedia menghargai pendapat orang lain dan menerima teguran dengan lapang dada.

Karena Tuhan dapat menggunakan orang-orang di sekitar kita sebagai sarana untuk menyampaikan kehendak dan kebenaranNya kepada kita, agar kita bertumbuh menjadi pribadi yang baik dan berkenan di hadapanNya.
#


Bacaan Liturgi 17 Januari 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa II
PW S. Antonius, Abas


Bacaan Pertama

1Sam 17:32-33.37.40-51
Daud mengalahkan Goliat dengan umban dan batu.
Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:


Pada suatu hari Daud menghadap Saul dan berkata kepadanya,
"Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena Goliat!
Hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu."


Tetapi Saul berkata kepada Daud,
"Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu!
Mustahil engkau dapat melawan Goliat!
Sebab engkau masih muda,
sedang Goliat sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit."


Tetapi Daud berkata kepada Saul,
"Tuhan telah melepaskan daku dari cakar singa
dan dari cakar beruang.
Dia pun akan melepaskan daku dari tangan orang Filistin itu!"


Kata Saul kepada Daud, "Pergilah! Tuhan menyertai engkau."


Maka Daud mengambil tongkatnya lalu pergi.
Ia memilih dari dasar sungai lima batu yang licin
dan menaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya,
yakni wadah batu,
sedang umban tali dipegangnya.

Demikianlah Daud mendekati Goliat, orang Filistin itu.
Goliat sendiri makin dekat menghampiri Daud,
dan di depannya berjalan orang yang membawa perisainya.
Ketika Goliat melayangkan pandangannya dan melihat Daud,
dihinanya Daud itu karena ia masih muda,
kemerah-merahan dan elok parasnya.
Goliat, orang Filistin itu, berkata kepada Daud,
"Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?"
Lalu demi para dewa, orang Filistin itu mengutuki Daud.
Lalu ia menantang Daud, "Hadapilah aku,
maka aku akan memberikan dagingmu
kepada burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang."

Tetapi Daud berkata kepada Goliat, orang Filistin itu,
"Engkau mendatangi aku dengan pedang, tombak serta lembing,
tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam,
Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.
Hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku!

Aku akan mengalahkan engkau dan memenggal putus kepalamu!
Hari ini juga
aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin
kepada burung-burung di udara dan binatang-binatang liar,
supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,
dan supaya segenap jemaah ini tahu
bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang atau lembing.
Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran,
dan Ia akan menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."

Ketika orang Filistin itu bergerak maju menyongsong Daud,
segera larilah Daud ke barisan musuh menghadapi Goliat.
Lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantung batu,
diambilnyalah sebuah batu, lalu diumbankannya.
Maka kenalah dahi Goliat,
dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.

Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu
dengan umban dan batu;
ia mengalahkan Goliat dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.
Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu,
lalu berdiri di sebelahnya;
diambilnyalah pedang Goliat, dihunusnya dari sarungnya,
lalu ia menghabisi Goliat.
Dipancungnyalah kepala Goliat dengan pedangnya sendiri.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 144:1.2.9-10
R:1a
Terpujilah Tuhan, gunung batuku.


*Terpujilah Tuhan, gunung batuku!
Ia mengajar tanganku bertempur,
Ia melatih jari-jariku berperang!

*Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku,
kota bentengku dan penyelamatku;
Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung;
Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!

*Ya Allah, aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu,
dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur.
Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja,
dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!

Bait Pengantar Injil
Mat 4:23
Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah,
dan menyembuhkan semua orang sakit.


Bacaan Injil
Mrk 3:1-6
Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat,
menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat.
Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya.
Orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus,
kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat,
supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.
Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu,
"Mari, berdirilah di tengah!"
Kemudian kata-Nya kepada mereka,
"Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat,
berbuat baik atau berbuat jahat,
menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?"


Tetapi mereka itu diam saja.
Yesus jengkel karena kedegilan mereka!
Dengan marah Ia memandang sekeliling,
lalu berkata kepada orang tadi,
"Ulurkanlah tanganmu!"
Ia pun mengulurkan tangannya, maka sembuhlah seketika.
Lalu keluarlah orang-orang Farisi
dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian
untuk membunuh Dia.

Demikianlah sabda Tuhan.

ATAU BACAAN LAIN:
Mat 19:16-26

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari
ada seorang datang kepada Yesus dan berkata,
"Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat
untuk memperoleh hidup yang kekal?"

 
Jawab Yesus,
"Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik?
Hanya Satu yang baik.
Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup,
turutilah segala perintah Allah."


Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?"


Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah,
jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
hormatilah ayahmu dan ibumu
dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."


Kata orang muda itu kepada Yesus,
"Semuanya itu telah kuturuti,
apa lagi yang masih kurang?"


Kata Yesus kepadanya,
"Jikalau engkau hendak sempurna,
pergilah, juallah segala milikmu,
dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin,
maka engkau akan beroleh harta di surga.
Kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

Ketika mendengar perkataan itu,
pergilah orang muda itu dengan sedih,
sebab banyaklah hartanya.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Aku berkata kepadamu:
Sungguh sukar sekali bagi seorang kaya
untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Sekali lagi Aku berkata kepadamu:
Lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum
daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."


Mendengar itu, sangat gemparlah para murid dan berkata,
"Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
Yesus memandang mereka dan berkata,
"Bagi manusia hal ini tidak mungkin,
tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin!"

Demikianlah sabda Tuhan.

#


Mutiara Iman

DENGAN NAMA TUHAN
17 Januari 2018

"tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam" (1 Sam 17:45)


Lectio
1Sam. 17:32-33,37,40-51; Mzm. 144:1,2,9-10; Mrk. 3:1-6.

Ketika sakit, Edi dirawat satu kamar dengan Tomy. Di hari Minggu, setelah menerima komuni dari seorang Prodiakon, Tomy bertanya :
"Mas, jika nanti sudah meninggalkan dunia ini, apa yang akan mas bawa?" 


Jawab Edi :
"Saya pikir tak ada. Kekayaan juga tidak bisa dibawa. Banyak rumah juga hanya akan tertinggal di bumi ini. Saya belum tahu apa yang saya bawa. Kalau Mas Tomy gimana?" 


"Saya hanya membawa KEHIDUPAN yang sudah saya lalui BERSAMA TUHAN. Semoga Tuhan berkenan menerima apa yang selama ini saya bawa dalam kehidupan ini Mas." jawab Tomy.  


Edi bertanya :
"Apa itu Mas?" 


Jawab Tomy :
"Nama Tuhan, yang selalu dan akan terus saya bawa dalam kehidupan ini, sampai nanti kembali ke rumah Bapa." 


"Oh pantesan tadi ada Pastor yang datang mendoakan Mas ya?" tanya Edi.

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu :
"Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu."

Kita HIDUP dengan membawa nama TUHAN.

Oratio
Ya Tuhan, di dalam nama-Mu lah ada kehidupan. Amin

Missio
Marilah kita hidup dengan membawa nama Tuhan, yang memberikan kita KUASA.

Have a Blessed Wednesday.

#



Tuesday, January 16, 2018

Bacaan Liturgi 16 Januari 2018 Hari Biasa, Pekan Biasa II. Jadikan Kasih Sebagai Landasan Hidup. TUHAN MELIHAT HATI .

*  Jadikan Kasih Sebagai Landasan Hidup.

Bacaan Liturgi 16 Januari 2018.  Hari Biasa, Pekan Biasa II.

TUHAN MELIHAT HATI.

#


CINTA dan belas kasih adalah kebutuhan, bukan kemewahan.

Tanpa cinta dan belas kasih, kemanusiaan tidak dapat bertahan.

*Dalai Lama*
#

*Jadikan Kasih Sebagai Landasan Hidup*

ORANG Farisi sangat menjunjung tinggi hukum Sabat yang telah diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi.

Namun dengan dibuatnya sejumlah peraturan yang memberatkan banyak orang dan mengabaikan nilai kemanusiaan, maka makna hukum Sabat kian menjadi kabur.

Padahal Tuhan merancang hukum tersebut untuk kebaikan dan kesejahteraan manusia.

Hukum dan peraturan memang dibuat agar kehidupan manusia menjadi tertib, harmonis dan teratur.

Sebagai umat beriman, kita diundang untuk bersikap kritis dan bertindak bijak dalam menerapkan suatu peraturan. Pertimbangkan nilai moral dan kemanusiaan.

Jangan sampai kita menjadi 'orang Farisi zaman modern' yang tega mengurbankan sesama hanya karena tolok ukur kita adalah ketaatan yang radikal terhadap peraturan semata.

Yesus adalah Tuhan atas hari Sabat, hukumNya yang terutama adalah hukum cinta kasih.

Mari menjadi pelaksana sabdaNya di dalam hidup kita sehari-hari, jadikan kasih sebagai landasan utama hidup kita.
#


Bacaan Liturgi 16 Januari 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa II


Bacaan Pertama
1Sam 16:1-13
Samuel mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya,
dan berkuasalah Roh Tuhan atas Daud.

Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:


Setelah raja Saul ditolak, Tuhan bersabda kepada Samuel,
"Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul?
Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel?
Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah.
Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu,
sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku."

Tetapi Samuel berkata, "Bagaimana mungkin aku pergi?
Jika Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku.
Maka Tuhan bersabda, "Bawalah seekor lembu muda dan katakan:
Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan.
Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu,
lalu Aku akan memberitahukan kepadamu
apa yang harus kauperbuat.
Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu."

Samuel berbuat seperti yang disabdakan Tuhan,
dan tibalah ia di kota Betlehem.
Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya
dengan gemetar dan berkata:
"Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?"
Jawab Samuel: "Ya, benar!
Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan.
Kuduskanlah dirimu,
dan datanglah dengan daku ke upacara pengurbanan ini."
Kemudian Samuel menguduskan Isai
dan anak-anaknya yang laki-laki
dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu.

Lalu mereka itu masuk.
Ketika melihat Eliab, Samuel berpikir:
"Sungguh, di hadapan Tuhan sekarang berdiri yang diurapi-Nya."
Tetapi bersabdalah Tuhan kepada Samuel,
"Janganlah terpancang pada paras atau perawakan yang tinggi,
sebab Aku telah menolaknya.
Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah;
manusia melihat apa yang di depan mata,
tetapi Tuhan melihat hati.
"

Lalu Isai memanggil Abinadab
dan menyuruhnya lewat di depan Samuel.
Tetapi Samuel berkata kepada Isai,
"Dia ini tidak dipilih Allah!."
Kemudian Isai menyuruh Syama lewat,
tetapi Samuel berkata,
"Orang ini pun tidak dipilih Tuhan!"
Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel,
tetapi Samuel berkata kepada Isai,
"Semuanya ini tidak dipilih Tuhan."

Lalu Samuel berkata kepada Isai, "Inikah semua anakmu?"
Jawab Isai, "Masih tinggal yang bungsu,
tetapi ia sedang menggembalakan domba."
Kata Samuel kepada Isai, "Suruhlah memanggil dia,
sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."
Kemudian disuruhnyalah menjemput dia.
Kulitnya kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok.
Lalu Tuhan Bersabda,
"Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."
Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu
dan mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya.
Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh Tuhan atas Daud.
Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 89:20.21-22.27-28
R:21a
Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku.


*Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan
kepada orang-orang yang Kaukasihi.
Engkau berkata, "Telah Kutaruh mahkota
di atas kepala seorang pahlawan,
telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.

*Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku;
Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus,
maka tangan-Ku tetap menyertai dia,
bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.

*Dia pun akan berseru kepada-Ku, 'Bapakulah Engkau,
Allahku dan gunung batu keselamatanku.'
Aku pun akan mengangkat dia menjadi anak sulung,
menjadi Yang Tertinggi di antara raja-raja bumi.

Bait Pengantar Injil
Ef 1:17-18
Bapa Tuhan kita Yesus Kristus
akan menerangi mata budi kIta,
agar kita mengenal harapan panggilan kita.


Bacaan Injil
Mrk 2:23-28
Hari Sabat diadakan untuk manusia,
dan bukan manusia untuk hari Sabat.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Pada suatu hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum,
dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.
Maka kata orang-orang Farisi kepada Yesus, "Lihat!
Mengapa mereka berbuat sesuatu
yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"


Jawab Yesus kepada mereka,
"Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud,
ketika ia dan para pengiringnya kekurangan dan kelaparan?
Tidakkah ia masuk ke dalam Rumah Allah
waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Agung
lalu makan roti sajian
- yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam -
dan memberikannya juga kepada pengikut-pengikutnya?"


Lalu kata Yesus kepada mereka,
"Hari Sabat diadakan untuk manusia
dan bukan manusia untuk hari Sabat,
jadi Anak Manusia adalah Tuhan, juga atas hari Sabat."


Demikianlah sabda Tuhan.

#


Mutiara Iman

*TUHAN MELIHAT HATI*

16 Januari 2018

_"..tetapi Tuhan melihat hati"_
(1Sam 16:7)


Lectio
1 Sam 16:1-3; Mzm 89:20,21-22,27-28; Mrk 2:23-28

Di suatu desa yang kekurangan, ada seorang kaya yang berkunjung dan menyumbangkan seekor sapi.
"Silakan dinikmati, semoga pemberian ini bisa membantu Bapak dan Ibu." kata orang kaya itu. 


Mendengar pidato orang kaya itu, Sandi kagum dan berkata :
"Sungguh MULIA orang itu!" 


Tidak lama kemudian, ketika Sandi berjalan pulang bersama temannya, mobil orang kaya itu melewati mereka, dan dari kaca orang kaya itu berkata :
"Mas tolong minggir ya. Kami lagi buru-buru. Tidak ikut ambil daging?" 


Mendengar itu Sandi berkata :
"Sombong sekali ya bapak itu ya Wan. Tadinya saya terkesan, tapi ternyata HATINYA tak sebaik MULUTNYA." 


Jawab Iwan :
"Memang yang harus kita lihat adalah HATI bukan apa yang terlihat dengan mata San."

Tuhan berfirman kepada Samuel :
"Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat HATI."

TUHAN memandang apa yang ada dalam HATI dan bukan yang dipandang mata.

Oratio
Ya Tuhan, jagalah hati kami. Amin

Missio
_Marilah kita menjaga HATI agar nama TUHAN dimuliakan._


*Have a Blessed Tuesday.*

Mutiara-Iman.org

#

Monday, January 15, 2018

Bacaan Liturgi 15 Januari 2018 Hari Biasa, Pekan Biasa II . Puasa Sejati. MENGAMALKAN .

Puasa Sejati

Bacaan Liturgi 15 Januari 2018. Hari Biasa, Pekan Biasa II. 

MENGAMALKAN.

#


MENJADI seorang Kristiani bukan sekedar mengikuti perintah: 

 melainkan memperkenankan Kristus menguasai hidup kita dan mengubahnya.

*Paus Fransiskus*
#

*Puasa Sejati*

MELALUI perikop pada hari ini, Yesus mengajak kita semua agar melaksanakan puasa sejati selama dalam masa penantian akan kedatanganNya kembali.

Banyak orang yang menjalankan puasa hanya sekedar memenuhi kewajiban agama semata, dengan membatasi asupan makanan dan minuman dalam masa atau waktu tertentu saja.

Namun puasa yang Yesus kehendaki adalah pengendalian diri secara terus menerus dalam pikiran, perkataan dan perbuatan di sepanjang hidup kita sehingga hidup kita berkenan di hadapanNya.

Menjadi pengikut Kristus menuntut adanya perubahan sikap hidup. Hidup kita harus jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Untuk itu, kita harus tinggal di dalam Dia, menjadikan sabdaNya sebagai kompas menuju keselamatan, serta meneladani sikap hidupNya di dalam keseharian hidup kita.

Memang sangat tidak mudah. Tapi bukankah lebih baik jika kita menjalankan puasa sejati 'hanya' selama 60 atau 70 tahun hidup kita di dunia ini, sehingga kelak kita diperkenankan masuk ke dalam kerajaanNya untuk berpesta selamanya menikmati perjamuanNya?

Mari renungkan.
#


Bacaan Liturgi 15 Januari 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa II


Bacaan Pertama
1Sam 15:16-23
Mengamalkan Sabda Tuhan lebih baik daripada kurban sembelihan.
Maka Tuhan telah menolak engkau sebagai raja.

Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:


Setelah Raja Saul melanggar perintah Tuhan,
Samuel berkata kepadanya, "Sudahlah!
Aku akan memberitahukan kepadamu
apa yang disabdakan Tuhan kepadaku tadi malam."
Kata Saul kepadanya, "Katakanlah."

Sesudah itu berkatalah Samuel,
"Engkau ini kecil pada pemandanganmu sendiri!
Meskipun demikian
Bukankah Tuhan telah menjadi kepala atas suku-suku Israel?
Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?
Bukankah Tuhan telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan:
Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek,
berperanglah melawan mereka
sampai engkau membinasakan mereka?
Mengapa engkau menjarah rayah
dan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan?"

Lalu kata Saul kepada Samuel,
"Aku memang mendengarkan suara Tuhan!
Aku telah mengikuti apa yang disuruhkan Tuhan kepadaku.
Aku membawa Agag, raja orang Amalek,
tetapi orang Amalek sendiri telah kutumpas.
Tetapi rakyatlah yang mengambil jarahan itu:
kambing domba dan lembu-lembu terbaik
dari yang seharusnya ditumpas itu;
maksudnya mau dipersembahkan kepada Tuhan,
Allahmu, di Gilgal."

Tetapi sahut Samuel,
"Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan kurban sembelihan,
sama seperti Ia berkenan kepada pengamalan sabda-Nya?
Sesungguhnya,
mengamalkan sabda lebih baik daripada korban sembelihan,
menuruti firman lebih baik dari pada lemak domba jantan.

Camkanlah pendurhakaan itu sama seperti dosa bertenung
dan kedegilan itu sama seperti menyembah berhala
Karena engkau telah menolak firman Tuhan,
maka Tuhan telah menolak engkau sebagai raja."

Demikanlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 50:8-9.16bc-17.21.23
R:23b
Orang yang jujur jalannya,
akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.


*Bukan karena kurban sembelihan engkau dihukum,
sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku!
Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu
atau kambing jantan dari kandangmu.

*"Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku,
dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,
padahal engkau membenci teguran,
dan mengesampingkan firman-Ku?

*Itulah yang engkau lakukan!  Apakah Aku akan diam saja?
Apakah kaukira Aku ini sederajad dengan kamu?
Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu.
Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban,
ia memuliakan Daku;
siapa yang jujur jalannya,
akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah."

Bait Pengantar Injil
Ibr 4:12
Sabda Allah itu hidup dan kuat
Sabda itu menguji segala pikiran dan maksud hati.


Bacaan Injil
Mrk 2:18-22
Pengantin itu sedang bersama mereka.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Waktu itu
murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa,
Pada suatu hari datanglah orang kepada Yesus dan berkata,
"Murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa,
mengapa murid-murid-Mu tidak?"
Jawab Yesus kepada mereka
"Dapatkah sahabat-sahabat pengantin pria berpuasa
selagi pengantin itu bersama mereka?
Selama pengantin itu ada bersama mereka,
mereka tidak dapat berpuasa.
Tetapi waktunya akan datang pengantin itu diambil dari mereka,
dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut
pada baju yang tua,
karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabiknya;
yang baru mencabik yang tua, sehingga makin besarlah koyaknya.
Demikian juga
tak seorang pun mengisikan anggur baru
ke dalam kantong kulit yang sudah tua,
karena jika demikian
anggur tersebut akan mengoyakkan kantong itu,
sehingga baik anggur maupun kantongnya akan terbuang.
Jadi anggur yang baru
hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."

Demikianlah sabda Tuhan.

#


Mutiara Iman

*MENGAMALKAN*

15 Januari 2018

_"MENGAMALKAN Sabda lebih baik dari pada KURBAN SEMBELIHAN"_
(1Sam 15:16-23)


Lectio
1 Sam 15:16-23; Mzm 50:8-9,16bc-17,21,23; Mrk 2:18-22
Di suatu Sabtu malam, Hendri berkumpul bersama teman-temannya. Lalu Robert salah satu dari mereka berkata :
"Daripada cuma nongkrong nonton bola, mending kita DUGEM yuk! Gua bayarin deh!"


Jawab Hendri :
"Gua tidak ikut ya. Gua mau ke gereja besok, lagian asik juga koq nonton bola!"


 Namun Robert menyahut :
"Ya ga apa Hen, malam ini kita BERDOSA dulu, besok baru mengaku Dosa." 


Mendengar itu Hendri menjawab :
"Memang yang berat itu adalah TAAT akan Firman-Nya. Tapi itu yang berkenan kepada Allah daripada semua kurban penebus dosa. Apalagi rencananya sudah dipikirkan dulu."


Lalu beberapa teman-temanya berkata :
"Iya Bert.. kita masih muda harus belajar hidup TAAT, kalau sudah terbiasa, maka hidup kita akan semakin BERKENAN pada Allah." 


Lalu Andi berkata :
"Gollll!! Tuh kan asik kita nonton bola sambil mendapat curahan Firman Tuhan dari Hendri.."


Sahut Samuel kepada Saul :
"Sesungguhnya, MENGAMALKAN SABDA lebih baik daripada KURBAN SEMBELIHAN."
Yang BERKENAN kepada TUHAN adalah Melakukan PERINTAH SABDA-NYA.


Oratio
Ya Tuhan, Sabda-Mu adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Amin.


Missio
_Marilah kita hidup dengan TAAT pada PERINTAH TUHAN._


*Have a Blessed Monday.*

Mutiara-Iman.org

#

Saturday, January 13, 2018

Bacaan Liturgi 13 Januari 2018. Hari Biasa, Pekan Biasa I PF S. Hilarius, UPG . Kesempatan Untuk Mengubah Haluan Hidup. MENGURAPI.

Kesempatan Untuk Mengubah Haluan Hidup

Bacaan Liturgi 13 Januari 2018. Hari Biasa, Pekan Biasa I

PF S. Hilarius, UPG

MENGURAPI.

#


KITA diberikan kesempatan kedua setiap hari di dalam hidup kita.

Biasanya kita melewatkannya, tapi kesempatan tersebut selalu ada, menunggu kita untuk mengambilnya.

*Andrew M. Greely*
#

*Kesempatan Untuk Mengubah Haluan Hidup*

PROFESINYA sebagai seorang pemungut cukai, menjadikan Lewi tidak disukai oleh masyarakat Yahudi. Bahkan ahli Taurat dan kaum Farisi menganggapnya sebagai seorang pendosa yang tidak layak didekati. Namun Yesus justru memanggil Lewi agar mengikuti Dia dan menjadi muridNya.

Sikap Yesus kepadanya, membuat Lewi mengambil keputusan untuk meninggalkan kehidupannya yang lama dan menjadi pengikut Yesus yang setia.

Sudah tak terhitung kesalahan dan dosa yang kita lakukan kepada Tuhan, namun Ia selalu saja memberikan pengampunan kepada kita. Dengan berbagai cara, Ia menegur kita agar berbalik arah dan kembali kepadaNya.

Sadari bahwa nafas kehidupan yang kita terima sampai saat ini, merupakan tanda betapa Ia mengasihi kita. Ia menunggu pertobatan kita dengan sabar.

Sekelam apapun kehidupan yang kita jalani, bila kita mau melangkah untuk bertobat, selalu dibukakanNya pintu pengampunan bagi kita.

Jangan sia-siakan kesempatan yang dianugerahkanNya. Ubah haluan hidup kita, perbaiki diri dan berjalan menuju keselamatan.

Sebagai ungkapan syukur dan terima kasih kita kepadaNya, mari kita belajar untuk mengampuni yang jahat dan bersalah kepada kita, dan mengarahkan mereka untuk kembali kepada jalan yang benar.

#

Bacaan Liturgi 13 Januari 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa I
PF S. Hilarius, UPG

Bacaan Pertama
1Sam 9:1-4.17-19;10:1a
Inilah orang yang disebut-sebut Tuhan!
Inilah Saul yang akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Nya.

Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:


Ada seorang dari daerah Benyamin,
namanya Kisy bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah.
Ia seorang suku Benyamin, seorang yang berada.
Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul,
seorang muda yang elok rupanya;
tidak ada seorang pun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya:
ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya dari bahu ke atas.
Kisy, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya.
Sebab itu berkatalah Kisy kepada Saul, anaknya,
"Ambillah salah seorang bujang,
bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu."


Lalu mereka menjelajah pegunungan Efraim;
juga mereka menjelajah tanah Sahalim,
tetapi keledai-keledai itu tidak ada;
kemudian mereka menjelajah tanah Benyamin,
tetapi tidak menemuinya.

Ketika Samuel melihat Saul, yang datang minta petunjuk,
bersabdalah Tuhan kepada Samuel,
"Samuel, Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu;
inilah orang yang akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku."


Sementara itu
Saul datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang
dan berkata, "Maaf, di mana rumah pelihat itu?"
Jawab Samuel kepada Saul, katanya, "Akulah pelihat itu.
Naiklah mendahului aku ke bukit.
Hari ini kamu akan makan bersama-sama dengan daku;
besok pagi aku membiarkan engkau pergi
dan kemudian aku akan memberitahukan kepadamu
segala sesuatu yang ada dalam hatimu."

Maka keesokan harinya
Samuel mengambil buli-buli berisi minyak,
dituangnyalah ke atas kepala Saul,
diciumnyalah dia sambil berkata,
"Sungguh, Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel.
Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan,
dan engkau akan menyelamatkannya
dari tangan musuh-musuh di sekitarnya."

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur
Mzm 21:2-3.4-5.6-7
R:2a
Ya Tuhan, karena kuasa-Mulah raja bersukacita.


*Tuhan, karena kuasa-Mulah raja bersukacita;
betapa girang hatinya karena kemenangan yang Kauberikan!
Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan,
dan permintaan bibirnya tidak Kautolak.

*Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah;
Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya.
Hidup dimintanya dari pada-Mu dan Engkau memberikannya:
Umur panjang untuk selama-lamanya.

*Besarlah kemuliaannya karena kemenangan yang Kauberikan;
keagungan dan semarak Kaukaruniakan kepadanya.
Engkau membuat dia menjadi berkat abadi,
Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu.

Bait Pengantar Injil
Luk 4:18-19
Tuhan mengutus Aku
mewartakan Injil kepada orang yang hina-dina
dan memberitakan pembebasan kepada orang tawanan.


Bacaan Injil
Mrk 2:13-17
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,
melainkan orang berdosa.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Sekali peristiwa Yesus pergi lagi ke pantai Danau Galilea,
dan semua orang datang kepada-Nya.
Yesus lalu mengajar mereka.
Kemudian ketika meninggalkan tempat itu,
Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai,
Yesus berkata kepadanya, "Ikutlah Aku!"

Maka berdirilah Lewi, lalu mengikuti Yesus.
Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Lewi,
banyak pemungut cukai dan orang berdosa
makan bersama dengan Dia dan murid-murid-Nya,
sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
Waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat,
bahwa Yesus makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa,
berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya,
"Mengapa Gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"


Yesus mendengar pertanyaan itu dan berkata kepada mereka,
"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit!
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,
melainkan orang berdosa!"


Demikianlah sabda Tuhan.

#


Mutiara Iman

MENGURAPI
13 Januari 2018

"TUHAN telah mengurapi engkau" (1 Sam 10:1)


Lectio
1Sam. 9:1-4,17-19; 10:1a; Mzm. 21:2-3,4-5,6-7; Mrk. 2:13-17.

Setiap hari kegiatan Opa Teddy adalah bangun tidur, berjalan kaki, pergi mengantar isterinya ke gereja, dan latihan koor. Setiap kali mengantar, dia menunggu atau  duduk di dalam mobil atau ngobrol dengan para security.


Suatu saat, ketika sedang menunggu, dia melihat seorang Oma yang duduk di kursi roda, lalu dipeluk cucunya dan didorong dari belakang.

"Baik sekali ya anak itu!" Kata Opa. Lalu Slamet menjawab: "Iya, Oma itu baru DIBAPTIS. Semua keluarga BERBAHAGIA. Apakah Opa tidak mau dibaptis?" 


Opa itu menarik nafas dan berkata:"Semua anak saya Katolik, isteri saya Katolik, tapi hati saya belum merasakan Tuhan MENGUNDANG saya selama ini. Tapi ketika melihat anak tadi, saya merasakan KASIH TUHAN!"

Lalu Slamet pun berkata:"Opa kalau nanti Opa dibaptis, saya mau jadi wali Baptis. Saya akan ajarkan Opa berdoa Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan".


Opa itu menatap Slamet dengan berkaca-kaca: "Kamu orang kedua yang SEMAKIN MENEGUHKAN saya untuk DIBAPTIS".

Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel?"

Tuhan menyayangi umat-Nya.

Oratio
Ya Tuhan, Engkaulah benteng pertahananku. Amin.

Missio
Marilah kita hidup sebagai orang yang telah DIURAPI menjadi anak-anak Allah.
Have a Blessed Saturday.

#


KOPI PAGI ☕

Seribu KEBAIKAN sering tidak BERARTI, TAPI SETITIK kekurangan DIINGAT seumur hidup.

Mari belajar MENERIMA kekurangan apapun yang ada -dalam kehidupan kita

SEHATI bukan karena saling MEMBERI,
tetapi 
SEHATI karena saling MEMAHAMI.

#

Friday, January 12, 2018

Bacaan Liturgi 12 Januari 2018 Hari Biasa, Pekan Biasa I. Kasih dalam tindakan adalah pelayanan. Dukungan Komunitas. RAJA .

Kasih dalam tindakan adalah pelayanan.

Dukungan Komunitas.

*  Bacaan Liturgi 12 Januari 2018. Hari Biasa, Pekan Biasa I.

*  RAJA.

#


KASIH tidak dapat berdiri sendiri – kasih tidak berarti dalam hal demikian.

Kasih harus diwujudkan dalam tindakan dan tindakan tersebut adalah pelayanan.

*St. Teresa dari Kalkuta*
#

*Dukungan Komunitas*

MANUSIA adalah mahluk sosial yang membutuhkan relasi dan interaksi dengan sesamanya. Untuk dapat hidup, bertumbuh dan berkembang, kita memerlukan bantuan dari orang lain.

Kita tidak dapat berjuang sendirian dalam menapaki kehidupan yang penuh dengan berbagai ujian. Karena dengan berjalannya waktu, tenaga kita akan terkuras habis, dan pada akhirnya kita akan mengalami kelelahan jasmani dan kelumpuhan rohani.

Injil pada hari ini mengisahkan kegigihan teman-teman orang yang lumpuh. Mereka berjuang tanpa kenal lelah untuk membawanya ke hadapan Yesus. Melihat iman mereka, hati Yesus tergerak dan Ia pun memulihkan jasmani dan rohani si lumpuh.

Sebagaimana orang yang lumpuh mengalami kesembuhan berkat bantuan teman-temannya, kita pun membutuhkan pertolongan dari teman-teman di dalam komunitas agar kita dapat bangkit dari keterpurukan.

Lewat dukungan, penghiburan, nasihat dan doa-doa mereka, kita disegarkan, diarahkan dan dihantarkan untuk kembali dekat dengan Tuhan.

Dengan demikian kita dapat melanjutkan perjalanan hidup ini dengan semangat dan kekuatan baru, melangkah dengan iman menuju jalan keselamatan.
#

Bacaan Liturgi 12 Januari 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa I


Bacaan Pertama
1Sam 8:4-7.10-22a
Kalian akan berteriak karena rajamu,
tetapi Tuhan tidak akan menjawab kalian.

Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:


Sekali peristiwa berkumpullah semua tua-tua Israel.
Mereka datang kepada Samuel di Rama dan berkata kepadanya,
"Engkau sudah tua, dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau.
Maka angkatlah sekarang seorang raja untuk memerintah kami,
seperti halnya dengan segala bangsa lain."
Waktu mereka berkata:
"Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami,"
Samuel menjadi kesal hati.


Maka berdoalah Samuel kepada Tuhan.
Tuhan bersabda kepada Samuel,
"Dengarkanlah perkataan bangsa itu!
Segala hal yang mereka katakan kepadamu, turutilah!
Sebab bukan engkau yang mereka tolak!
tetapi Akulah yang mereka tolak!
Maksud mereka: jangan Aku menjadi raja atas mereka."

Samuel menyampaikan segala sabda Tuhan kepada bangsa itu,
yang meminta seorang raja kepadanya,
Kata Samuel,
"Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kamu:
Anak-anakmu laki-laki akan diambilnya
dan dipekerjakannya pada keretanya dan pada kuda,
dan mereka akan berlari di depan keretanya.
Ia akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu
dan kepala pasukan lima puluh.

Mereka harus membajak ladangnya
dan mengerjakan penuaian baginya;
mereka harus membuat senjata-senjata dan perkakas keretanya.
Anak-anakmu perempuan akan diambilnya
sebagai juru campur rempah-rempah,
juru masak dan juru makanan.
Selanjutnya dari ladangmu, dari kebun anggur dan kebun zaitunmu
akan diambilnya yang paling baik
untuk diberikannya kepada pegawai-pegawainya;
dari gandum dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya sepersepuluh
untuk diberikannya kepada pegawai-pegawai istana
dan kepada pegawai-pegawainya yang lain.
Budak-budakmu laki-laki dan budak-budakmu perempuan,
ternakmu yang terbaik dan keledai-keledaimu akan diambilnya
dan dipakainya untuk pekerjaannya.
Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh,
dan kamu sendiri akan menjadi budaknya.
Pada waktu itu kamu akan berteriak
karena raja yang kamu inginkan itu,
tetapi Tuhan tidak akan menjawab kamu."

Tetapi bangsa itu tidak mau mendengarkan perkataan Samuel.
Mereka bersikeras, "Tidak, kami harus punya raja.
Biar kami pun sama seperti segala bangsa lain!
Raja kami akan menghakimi kami
dan memimpin kami dalam perang!"
Samuel mendengarkan segala perkataan bangsa itu,
dan menyampaikannya kepada Tuhan.
Tuhan bersabda kepada Samuel,
"Turutilah permintaan mereka,
dan angkatlah seorang raja bagi mereka!"

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 89:16-17.18-19
R:2a
Kasih setia-Mu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selama-lamanya.


*Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai,
ya Tuhan, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu;
karena nama-Mu mereka bersorak-sorak sepanjang hari,
dan karena keadilan-Mu mereka bermegah.

*Sebab Engkaulah semarak kekuatan mereka,
dan karena Engkau berkenan, tanduk kami ditinggikan.
Sebab milik Tuhanlah perisai kita
milik Yang Kudus Israellah raja kita.

Bait Pengantar Injil
Luk 7:16
Seorang nabi agung telah muncul di tengah-tengah kita,
dan Allah mengunjungi umat-Nya.


Bacaan Injil
Mrk 2:1-12
Di dunia ini Anak Manusia memiliki kuasa mengampuni dosa.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Selang beberapa hari sesudah Yesus datang ke Kapernaum,
tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
Maka datanglah orang-orang berkerumun
sehingga tidak ada lagi tempat,
bahkan di muka pintu pun tidak.
Sementara Yesus memberitakan sabda kepada mereka,
beberapa orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh,
digotong oleh empat orang.
Tetapi mereka tidak dapat membawanya ke hadapan Yesus karena orang banyak itu.


Maka mereka membuka atap yang di atas Yesus.
Sesudah atap itu terbuka,
mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.
Melihat iman mereka, berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu,
"Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"
Tetapi di situ duduk juga beberapa ahli Taurat.
Mereka berpikir dalam hati,
"Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah!
Siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?"


Tetapi Yesus langsung tahu dalam hati-Nya
bahwa mereka berpikir demikian;
maka Ia berkata kepada mereka,
"Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?
Manakah lebih mudah:
mengatakan kepada orang lumpuh itu 'Dosamu sudah diampuni',
atau mengatakan 'Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?'?
Tetapi supaya kamu tahu,
bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa,"

- lalu berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu -:
"Kepadamu Kukatakan: bangunlah,
angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"


Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya
dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu.
Mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya:
"Yang seperti ini belum pernah kita lihat!"

Demikianlah sabda Tuhan.

#


Mutiara Iman

*RAJA*

12 Januari 2018

_"Angkatlah seorang raja bagi mereka!"_
(1Sam 8:22a)


Lectio
1 Sam 8:4-7,10-22a; Mzm 89:16-19; Mrk 2:1-12

Setelah hampir 10 tahun tidak pernah saling kontak, Surya dan Denny akhirnya bertemu kembali. Setelah Denny menunggu hampir 1 jam, Surya tiba dengan mobil sportnya.
"Sorry Den, gua mesti ketemu partner bisnis gua. Sibuk sekali, TIME is money!! Bagaimana keadaan lu? Katanya lu sekarang jadi Guru Matematika dan pewarta Kitab Suci! Enggak sayang ya? Elu lebih pintar dari gua dulu. Masa hanya jadi guru saja? Bisnis dong Den!" 


Denny dengan tenang menjawab :
"Iya Sur, walaupun hanya jadi guru Matematika dan pewarta, gua senang sekali sih. Gua merasa TUHAN meraja di hidup ini. Gua berharap walaupun lu kaya, lu jangan lupa semua diberikan Tuhan. Lu mesti jaga anak-anak supaya jangan sampai jadi usil karena kurang perhatian bro!" 


Surya pun diam, lalu bertanya :
"Kok lu tahu anak gua bermasalah?"
Denny menjawab :
"Gua wali kelas anaknya SAHABAT gua. Gua pernah bilang kepada Samuel bahwa kita sahabat dekat. Dia pun menangis dan menceritakan apa yang terjadi dengan keluargamu."
Surya pun terdiam...kemudian menghapus air matanya sambil berkata :
"Iya Den, gua bukan Ayah dan Suami yang baik. Yang gua pikirkan hanya MATERI. Ini yang membuat gua kehilangan KASIH SAYANG dan PERHATIAN."

Tuhan bersabda kepada Samuel :
"Turutlah permintaan mereka, dan angkatlah seorang RAJA bagi mereka."

Tuhanlah RAJA kita.

Oratio
Ya Tuhan, Rajailah kami umat-Mu. Amin

Missio
_Marilah kita membiarkan Allah meraja di kehidupan kita._


*Have a Blessed Friday.*

Mutiara-Iman.org

#

Thursday, January 11, 2018

The Touch of God . YESUS YG MEMBEBASKAN. Jimat benda2 rohani.

The Touch of God 

YESUS YG MEMBEBASKAN.

Jimat benda2 rohani.

#


Thursday, 11th JANUARY.

The Touch of God 
Mark 1:40–45

And a leper came to him beseeching him, and kneeling said to him, "If you will, you can make me clean." Moved with pity, he stretched out his hand and touched him, and said to him, "I will; be clean." And immediately the leprosy left him, and he was made clean.

The 'touch' of Jesus is like the spark of static electricity that we feel sometimes when we touch someone. But God's spark is almighty. It heals everything! The impossible happens when He touches us. In an instant, the Grace of God can do anything.

Paul Claudel (1868 – 1955) was a famous French poet, dramatist and diplomat, nominated six times for the Nobel Prize in Literature. He wrote: "Catholic faith was for me a treasure of absurd anecdotes. I felt the same disgust and hatred for her priests and faithful." On December 25th 1886 a taxi dropped him off at the gate of the Cathedral of Notre Dame in Paris. From there he heard the hymns of the Christmas Vespers. Attracted also by the stained glass windows, he decided to go in. They were singing the 'Magnificat'. "I was standing amid the crowd," he explained later, "next to the sacristy. In an instant, something touched my heart and I believed. I believed, with such force, with so much agitation in my being, with a conviction so strong, with so much certainty that there was no place for doubt. After this, all the books, all the reasoning, all the events of my complicated existence have been unable to shake my faith or, to be honest, touch it! Suddenly, I thought: 'How happy are the people who believe! And what if it is true? But it is true! God exists, He is there! He is *Someone*! And He loves me! He calls to me. Tears and sobs came to me and the singing of the Adeste Fideles only increased my emotion." The Touch of God could change that man in an instant.

Such is the Almighty 'spark' of the Touch of Grace. If Jesus stretches out His Hand and touches me, my misery is over: the stains of my past sins, all the dirt of my bad habits, my lack of charity, my lack of obedience, my laziness, my stubbornness, my vanity, my pride, my critical thoughts, my selfishness, my cowardice to stand up for my faith... will all disappear, Lord, if You touch me!

Mary, my Mother, keep me close to your Son, to touch Him and be healed.
#

Commentary of the day :

Saint John of the Cross (1542-1591), Carmelite, Doctor of the Church
Living Flame of Love, stanza 2 (©Institute of Carmelite Studies)


"Jesus stretched out his hand and touched him"

O divine life, you never kill unless to give life, never wound unless to heal. When you chastise, your touch is gentle, but it is enough to destroy the world. When you give delight you rest very firmly, and thus the delight of your sweetness is immeasurable. You have wounded me in order to cure me, O divine hand, and you have put to death in me what made me lifeless, what deprived me of God's life in which I now see myself live. You granted this with the liberality of your generous grace, which you used in contacting me with the touch of "the splendor of your glory and the figure of your substance" (Heb 1:3), which is your only begotten Son, through whom, he being your substance, "you touch mightily from one end to the other" (Wis 8:1). And your only begotten Son, O merciful hand of the Father, is the delicate touch by which you touched me with the force of your cautery and wounded me.

O you, then, delicate touch, the Word, the Son of God, through the delicacy of your divine being, you subtly penetrate the substance of my soul and, lightly touching it all, absorb it entirely in yourself in divine modes of delights and sweetnesses unheard of in the land of Canaan and never before seen in Teman (Bar 3:22)! O, then, very delicate, exceedingly delicate touch of the Word, so much more delicate for me insofar as, after overthrowing mountains and smashing the rocks to pieces on Mount Horeb with the shadow of the might and power that went before you, you gave the prophet Elijah the sweetest and strongest experience of yourself in the gentle breeze (1Kgs 19:11-12)! O gentle breeze, since you are a delicate and mild breeze, tell us: How do you, the Word, the Son of God, touch mildly and gently, since you are so awesome and mighty? O happy is the soul that you... gently and lightly touch... "You hide them in the secret of your face," which is the Word, "from human disturbance" (Ps 31[30]:21)

#


Rabu; 10 Jan 2018

  = YESUS YG MEMBEBASKAN =


     Dlm Injil hari ini Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus & membebaskan org2 dari jeratan roh jahat.
     Berita tsb menyebar keseluruh desa & Yesus menjadi sangat populer, sehingga bnyk org yg berdatangan mencari & menahan spy Dia tinggal disitu.
     Tetapi Yesus mengajak murid2Nya ketempat lain, memberitakan Kerajaan Allah serta menghindari sanjungan yg berkelebihan.
     Tindakan Tuhan tsb sbg peringatan bagi kita, bahwa sanjungan atau kepopuleran bisa membuat seseorg menjadi sombong & lupa diri.
     Popularitas bisa membuat org tdk dpt mengontrol diri, menjadikannya kebanggaan sia2 / kesombongan rohani yg tdk berkenan dihadapan-Nya.
     Sbg pengikut Kristus yg sejati, hidup & pelayanan semestinya dilakukan dgn penuh kerendahan hati & kasih, serta ketulusan tanpa pamrih.
     Menjadi hamba Tuhan bukanlah spy dikenal & dihormati org lain, melainkan senantiasa menampilkan Tuhan dlm setiap momen / pelayanan.
     Marilah mohon, semoga Tuhan Yesus menjadikan kita hamba-Nya yg setia, lebih suka melayani drpd dilayani, lebih suka memberi drpd diberi, lebih suka menghormati drpd dihormati, & semoga nama-Nya dikenal & dimuliakan berkat pelayanan kita ....!!!

     Selamat pagi, Tuhan memberkati selalu !!!

#


SabdaNya 

Kamis  11 - 01 -18
Jimat benda2 rohani


1 Sam 4: 1-11            

 Mark 1: 40-45

Shalom,
Penyakit kusta pada saat Kristus berkarya ditanah Palestina adalah penyakit yg sangat menakutkan. Belum ditemukan obat/ cara penyembuhannya dan tidak diketahui apa penyebabnya. Semua orang dapat terkena penyakit ini, bukan hanya mereka yg  miskin secara materi.

Seorang yg sakit kusta datang kepada Kristus dan memohon pertolonganNya : "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku".
Dia sangat yakin bahwa Kristus punya kuasa untuk mentahirkannya (bukan hanya menyembuhkan), karena itu yg dia mohon agar Kristus mau menolongnya. Dg keyakinan itu, seandainya dia tidak menjadi tahir, dia tetap percaya itu bukan karena Kristus tidak mampu, tetapi karena  dg alasan2 tertentu, Dia tidak/ belum mau.
Kristus mengatakan kepada orang itu, dia mau dan orang itupun seketika menjadi tahir.
Kuasa Allah sungguh Maha dahsyat sehingga apa yg mustahil, semua menjadi mungkin.

Dalam peperangan melawan bangsa Filistin, orang2 Israel terdesak dan banyak tentara mereka binasa. Mereka kemudian mendatangkan tabut perjanjian kemedan perang, dg keyakinan bahwa kalau tabut itu ada pada mereka, kemenangan yg ajaib pasti akan terjadi.
Tetapi kenyataannya mereka malahan semakin dihancurkan dan tabut perjanjian pun direbut bangsa Filistin.
Mengapa Allah membiarkan umatNya mengalami kehancuran? Mengapa Yahwe membiarkan Tabut Perjanjian direbut bangsa kafir, sehingga memberi kesan, dewa2 yg disembah orang Filistin lebih berkuasa dari Yahwe?

Orang2 Israel percaya bahwa Allah hadir dan ada didalam Tabut Perjanjian. Tetapi mereka tidak mau mentaati perintah2Nya. Bahkan ketika tabut perjanjian sampai kemedan perang, mereka bersorak karena menganggap kemenangan pasti akan mereka peroleh. Mereka tidak berdoa bersama untuk memohon petunjuk dan kekuatan!
Dg demikian tabut perjanjian didalam hati dan pikiran mereka, tidak lebih dari sebuat jimat. Mereka menyembah dan menghormati tabut perjanjian, tetapi tidak mau menyembah Allah yg kehadiranNya ditandai dg Tabut Perjanjian itu.

Apa yg diperbuat oleh orang2 Israel saat itu, pada kenyataannya sampai sekarangpun masih sering dan banyak terjadi. Ada banyak orang Katolik yg menjadikan benda2 rohani sebagai sarana untuk melindungi dirinya, sebagai penolak bala atau untuk mendatangkan segala keberuntungan. Bahkan salib yg digantung didinding sering kali dianggap hanya untuk pengusir setan.
Dg demikian kita telah menjadikan benda2 rohani sebagai jimat2 dan bahkan berhala 'modern' yg kita sembah.
Padahal benda2 rohani adalah sarana yg dapat membantu kita untuk berdoa, untuk ingat akan kehadiran Allah yg tidak pernah jauh dari diri kita. Salib yg digantung didinding, dipakai sebagai kalung dlsb adalah untuk mengingat bagaimana Kristus telah rela menyerahkan nyawaNya untuk kita yg penuh dg dosa. Yg Dia kehendaki dari kita adalah kita juga mau mengikuti teladanNya, untuk mau mengasihi semua orang seperti Dia telah mengasihi kita sampai sehabis2nya. Salib atau benda2 rohani jangan dipakai sebatas untuk menolak setan tetapi untuk mengingatkan betapa dahsyat kekuatan yg ada didalam kasih.

Orang kusta yg didalam masyarakat Yahudi dianggap sebagai pendosa, dapat mempunyai iman yg begitu besar kepada Kristus. Dia sangat percaya akan kuasaNya tetapi dia juga mau berpasrah kepada kehendakNya. Allah bukan hanya Maha Tahu tetapi Dia juga Maha Bijaksana dan sangat mengasihi kita.
Karena itu Kristus berkenan kepadanya. Imannya (yg benar) telah mentahir kannya.


Orang2 Israel menganggap diri sebagai umat pilihan Allah. Mereka percaya ada kuasa yg dahsyat pada Tabut Perjanjian, tetapi mereka tidak mau melihat bahwa bukan Tabut Perjanjiannya yg 'sakti' tetapi karena kuasa Allah yg ada didalamnya. Mereka menjadikan tabut perjanjian sebagai jimat, malahan sebagai berhala yg mereka sembah. Karena itu Allah membiarkan mereka mengalami kehancuran supaya mereka sadar akan kekeliruan fatal dari iman kepercayaan mereka.

Mari kita periksa diri.

 Apakah iman kepercayaan kita kepada Kristus seperti orang yg kena penyakit kusta itu, atau seperti orang2 Israel? 

 Masih adakah jimat2 yg kita sembah, sekalipun wujudnya benda2 rohani? 


Perintah pertama dari 10 Firman Tuhan sangat tegas mengatakan agar kita tidak menyembah berhala. Yesus Kristus harus menjadi satu2nya Allah yg kita sembah dan bukan hanya salah satu allah yg yg kita perlukan. Tidak cukup bagi kita hanya percaya akan kuasaNya yg tidak terbatas tetapi kita harus mau dibimbing dan berjalan dijalanNya. 'Jadilah kehendakMu, ya Tuhan. Bukan kehendakku. Amin'.
Gbu all n hv a blessed Thursday.

#

Bacaan Liturgi 11 Januari 2018 Hari Biasa, Pekan Biasa I . Berdoa Dengan Sikap Hormat dan Rendah Hati. BERSORAKLAH .

DOA

*  Berdoa Dengan Sikap Hormat dan Rendah Hati

Bacaan Liturgi 11 Januari 2018.  Hari Biasa, Pekan Biasa I.

BERSORAKLAH

#


DOA adalah menyelaraskan diri kita dengan tujuan Tuhan.

*E. Stanley Jones*
#

*Berdoa Dengan Sikap Hormat dan Rendah Hati*

MELIHAT seorang penderita kusta datang menghampiriNya, berlutut di hadapanNya dan dengan rendah hati memohon belas kasihNya, hati Yesus tergerak. Diulurkan tanganNya dan dijadikannya tahir.

Setiap kali kita berdoa, melayangkan permohonan kita kepada Tuhan, hendaknya kita melakukannya dengan sikap hormat dan rendah hati. Jangan sekali pun kita memaksakan kehendak kita kepadaNya.

Sadari bahwa Ia adalah Tuhan yang maha kuasa. Patutkah kita, manusia yang penuh dengan kekurangan dan kelemahan ini, mendesak Dia agar menuruti kemauan kita dan menuntut Dia agar mengabulkan permintaan kita?

Jika Ia berkenan dengan permohonan kita, pastilah Ia akan mengabulkannya. Namun bila permohonan kita tidak dikabulkanNya, janganlah kita marah dan meninggalkan Dia.

Mungkin saat ini kita belum dapat memahami kehendakNya, namun kita harus belajar untuk menyerahkan semuanya ke dalam tanganNya.

Perkenankan Ia mengatur segalanya, taat kepadaNya dan hidup di dalam rencanaNya. Niscaya hasilnya jauh lebih indah dan sempurna daripada yang pernah kita bayangkan.
#

Bacaan Liturgi 11 Januari 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa I


Bacaan Pertama
1Sam 4:1-11
Orang-orang Israel terpukul kalah, dan tabut Allah dirampas.
Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:


Sekali peristiwa,
orang Israel maju berperang melawan orang Filistin.
Orang Israel berkemah dekat Eben Haezer,
sedang orang Filistin berkemah di Afek.
Orang Filistin mengatur barisannya
berhadapan dengan orang Israel.
Ketika pertempuran menghebat,
terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin,
yang menewaskan kira-kira empat ribu orang
di medan pertempuran itu.

Ketika tentara itu kembali ke perkemahan,
berkatalah para tua-tua Israel,
"Mengapa Tuhan membuat kita terpukul kalah
oleh orang Filistin pada hari ini?
Marilah kita mengambil tabut perjanjian Tuhan dari Silo,
supaya Ia datang ke tengah-tengah kita
dan melepaskan kita dari tangan musuh kita."

Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo,
Mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian Tuhan semesta alam,
yang bersemayam di atas para kerub.
Kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana
dekat tabut perjanjian Allah itu.
Segera sesudah tabut perjanjian Tuhan sampai ke perkemahan,
bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring,
sehingga bumi bergetar.
Mendengar bunyi sorak itu orang Filistin berkata,
"Apakah arti sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?"
Ketika mereka tahu
bahwa tabut Tuhan telah sampai ke perkemahan itu,
ketakutanlah orang Filistin.
Kata mereka: "Allah mereka telah datang ke perkemahan itu.
Celakalah kita, sebab hal seperti itu belum pernah terjadi.
Celakalah kita!
Siapakah yang menolong kita
dari tangan Allah yang maha dahsyat ini?
Allah ini jugalah, yang telah menghajar orang Mesir
dengan berbagai tulah di padang gurun.
Akan tetapi, hai orang Filistin, Kuatkanlah hatimu,
dan berlakulah seperti laki-laki,
supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu,
seperti mereka dahulu menjadi budakmu.
Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!"

Lalu berperanglah orang Filistin,
sehingga orang Israel terpukul kalah.
Mereka melarikan diri, masing-masing ke kemahnya.
Amatlah besar kekalahan itu:
dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan infantri.
Lagipula tabut Allah dirampas
dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 44:10-11.14-15.24-25
R:27b
Bebaskanlah kami, ya Tuhan, demi kasih setia-Mu!


*Ya Allah, Engkau kini membuang kami
dan membiarkan kami kena umpat.
Engkau tidak maju bersama dengan bala tentara kami.
Engkau membuat kami mundur dipukul lawan,
dan dirampok oleh orang-orang yang membenci kami.

*Engkau membuat kami menjadi celaan tetangga,
menjadi olok-olok dan cemoohan bagi orang-orang sekitar.
Engkau membuat kami menjadi sindiran
di antara bangsa-bangsa,
suku-suku bangsa merasa geli melihat kami.

*Bangunlah! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan?
Bangkitlah! Janganlah membuang kami terus-menerus!
Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu?
Mengapa tak Kauhiraukan penindasan dan impitan
yang menimpa kami?

Bait Pengantar Injil
Mat 4:23
Yesus mewartakan kerajaan Allah
dan menyembuhkan semua orang sakit.


Bacaan Injil
Mrk 1:40-45
Orang Kusta lenyap penyakitnya dan menjadi tahir.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Sekali peristiwa, seorang sakit kusta datang kepada Yesus.
Sambil berlutut di hadapan Yesus,
ia memohon bantuan-Nya, katanya,
"Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."
Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan,
lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu,
dan berkata kepadanya, "Aku mau, jadilah engkau tahir."
Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu,
dan ia menjadi tahir.
Segera Yesus menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras,
kata-Nya, "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun,
tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam
dan persembahkanlah untuk pentahiranmu
persembahan yang diperintahkan oleh Musa,
sebagai bukti bagi mereka."

Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu
dan menyebarkannya kemana-mana
sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota.
Yesus tinggal di luar kota di tempat-tempat yang sepi;
namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

Demikianlah sabda Tuhan.
#

Mutiara Iman

*BERSORAKLAH*

11 Januari 2017

"Bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring!" (1Sam 4:5)


Lectio
1 Sam 4:1-11; Mzm 44:10-11,14-15,24-25; Mrk 1:40-45

Suatu hari, dalam perjalanan pulang membeli obat untuk Ibunya, Simon melewati suatu jalan kecil yang ternyata ada sebuah panti jompo yang cukup besar. Ketika masuk ke dalamnya, terlihat banyak para lansia, ada yang sedang bermain, membaca buku dan ada yang sedang duduk-duduk saja. 


Lalu didekatinya seorang Oma yang sedang duduk dan diajaknya ngobrol. Tepat pukul 12, terdengar bunyi LONCENG GEREJA dari HP Simon, dan tiba-tiba Oma itu berteriak memanggil teman-temannya :
"Doa Malaikat Tuhan.. Mari kita berdoa." 


Lalu sekitar 20 orang lansia datang mendekati Oma itu, dan bersama-sama berdoa Malaikat Tuhan. Setelah selesai berdoa Simon berkata :
"Wah saya begitu TERHARU melihat semangat Oma dan Opa ketika MENDENGAR lonceng gereja dari HP saya. Semoga saya pun memiliki semangat seperti Oma dan Opa untuk selalu DEKAT dengan TUHAN."

Segera sesudah tabut perjanjian TUHAN sampai ke perkemahan, BERSORAKLAH seluruh orang Israel dengan NYARING, sehingga bumi BERGETAR.

Hati dipenuhi SORAK SORAI ketika Allah hadir.

Oratio
Pujilah Tuhan hai jiwaku. Amin

Missio
_Marilah kita hidup dengan penuh semangat mewartakan KASIH ALLAH._


*Have a Blessed Thursday.*

Mutiara-Iman.org
#