Google+ Followers

Thursday, September 29, 2016

Bacaan Liturgi. 29 September 2016. Pesta S. Mikael, Gabriel. Rafael, Malaikat Agung.

*Jadi Malaikat Bagi Sesama*

ALLAH sangat mengasihi manusia ciptaanNya, dan Ia mengetahui betapa manusia sangat lemah.
Untuk itu, Ia mengutus para malaikat untuk mendampingi, melindungi, membimbing dan mengarahkan manusia menuju keselamatan.

Hari ini kita merayakan Pesta St. Mikael, Gabriel dan Rafael, Malaikat Agung.
Semoga melalui perayaan ini, kita semakin merasakan penyertaan dan kasih Allah yang luar biasa di sepanjang hidup kita.

Mari ungkapkan rasa syukur dan terima kasih kita kepadaNya dengan:

* Berani secara tegas menolak segala bentuk kejahatan dan godaan iblis yang senantiasa berusaha merenggangkan relasi kita dengan Allah.

* Menghadirkan sukacita di mana pun kita berada.

* Selalu siap memberikan penghiburan dan dorongan semangat kepada siapa saja yang sedang berduka atau terpuruk dalam lembah keputusasaan.

*

29 September - Peringatan Malaikat Agung St. Mikhael, Gabriel & Rafael.

Mikhael, Gabriel dan Rafael disebut "santo" karena mereka kudus. Namun demikian, mereka berbeda dari para kudus lainnya karena mereka bukanlah manusia. Mereka adalah malaikat, mereka melindungi manusia. Kita dapat mengetahui sedikit tentang masing-masing dari mereka dari Kitab Suci.

Nama Mikhael artinya "Siapa dapat menyamai Tuhan?" Tiga kitab dalam Kitab Suci bercerita tentang St. Mikhael, yaitu: Daniel, Wahyu dan Surat Yudas. Dalam Kitab Wahyu bab 12:7-9, kita membaca tentang suatu pertempuran besar yang terjadi di surga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan Satan. 

Mikhael menjadi pemenang karena setia kepada Tuhan. Kita dapat mohon bantuan St. Mikhael untuk menjadikan kita teguh dalam kasih kepada Yesus dan dalam mempraktekan iman Katolik kita.

Nama Gabriel berarti "Tuhan kemenanganku". Ia juga disebutkan dalam kitab Daniel. Gabriel kita kenal dengan baik karena ia termasuk salah satu tokoh penting dalam Injil Lukas. 

Malaikat Agung ini menyampaikan kepada Maria bahwa ia akan menjadi Bunda Juruselamat kita. Gabriel menyampaikan kepada Zakharia bahwa ia dan Elisabet akan dikarunia seorang putera yang akan dinamai Yohanes. 

Gabriel adalah pembawa warta, utusan Tuhan untuk menyampaikan Kabar Sukacita. 

Kita dapat mohon bantuan St. Gabriel untuk menjadikan kita pembawa warta, seorang utusan Tuhan seperti dirinya.

Nama Rafael artinya "Tuhan menyembuhkan". Kita membaca kisah yang menyentuh tentang tugas Rafael dalam kitab Tobit dalam Kitab Suci. Ia memberikan perlindungan serta penyembuhan bagi mata Tobit yang buta. 

Pada akhir perjalanan, ketika segala sesuatunya telah berakhir, Rafael menyatakan jati dirinya yang sebenarnya. Ia menyebut dirinya sebagai salah satu dari ketujuh malaikat yang melayani di hadapan tahta Allah. 

Kita dapat mohon bantuan St Rafael untuk melindungi kita dalam perjalanan, bahkan dalam perjalanan yang amat dekat sekali pun, seperti misalnya pergi ke sekolah. 

Kita juga dapat mohon pertolongannya ketika kita atau seseorang yang kita kasihi diserang penyakit.

Renungan:
Untuk menghormati ketiga Malaikat Agung ini, marilah kita mengucapkan doa syukur dan pujian kepada Tuhan Allah.

Sumber: yesaya.indocell.net


*


Bacaan Liturgi.

29 September 2016.
Pesta S. Mikael, Gabriel. Rafael, Malaikat Agung.

Bacaan Pertama
Dan 7:9-10.13-14
Seribu kali beribu-ribu orang melayani Dia.


Pembacaan dari Nubuat Daniel:

Aku, Daniel, melihat takhta-takhta dipasang,
lalu duduklah Yang Lanjut Usianya.
Pakaian-Nya putih seperti salju,
dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba.
Tahta-Nya dari nyala api,
roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar.
Suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya.
Beribu-ribu melayani Dia,
Beratus-ratus ribu berdiri di hadapan-Nya.
Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.

Aku terus melihat dalam penglihatan itu,
tampak dari langit bersama awan-gemawan
seorang serupa Anak Manusia.
Ia menghadap Yang Lanjut Usianya itu,
dan ia dihantar ke hadapan-Nya.
Kepada Dia yang serupa Anak Manusia itu diserahkan
kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja.
Maka segala bangsa, suku dan bahasa mengabdi kepadanya.
Kekuasaannya kekal adanya,
dan kerajaannya tidak akan binasa.

Demikianlah sabda Tuhan.

*


Mazmur
Mzm 138:1-2a.2b-3.4-5
R:1b
Di hadapan para dewata
aku akan bermazmur bagi-Mu, ya Tuhan
.


*Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku,
sebab Engkau mendengarkan kata-kata mulutku;
di hadapan para dewata aku akan bermazmur bagi-Mu.
Aku hendak bersujud ke arah bait-Mu yang kudus.

* Kau hendak memuji nama-Mu,
oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu,
sebab Kaubuat nama dan janji-Mu melebihi segala sesuatu.
Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku,
Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.

*Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,
sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu;
mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan Tuhan,
sebab besar kemuliaan Tuhan.

*


Bait Pengantar Injil
Mzm 103:21
Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya,
muliakanlah Dia, hai para hamba yang melakukan kehendak-Nya.


Bacaan Injil
Yoh 1:47-51
Engkau akan melihat malaikat-malaikat Allah
turun naik kepada Anak Manusia.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Pada waktu itu
Natanael datang kepada Yesus atas ajakan Filipus.
Tatkala melihat Natanael datang,
Yesus berkata tentang dia,
"Lihat, inilah seorang Israel sejati,
tidak ada kepalsuan di dalamnya!"


Kata Natanael kepada Yesus,
"Bagaimana Engkau mengenal aku?"


Jawab Yesus kepadanya,
"Sebelum Filipus memanggil engkau,
Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."


Kata Natanael kepada-Nya,
"Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"


Yesus menjawab, kata-Nya,
"Karena Aku berkata kepadamu:
'Aku melihat engkau di bawah pohon ara',
maka engkau percaya?
Hal-hal yang lebih besar daripada itu akan kaulihat."


Lalu kata Yesus kepadanya,
"Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka,
dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."

Demikianlah Injil Tuhan.


*

RenHar. Kamis 29 - Sep - 16. MALAIKAT ALLAH. ST. MICHAEL, ST. GABRIEL & ST. RAPHAEL.

KEANGKUHAN mengubah
malaikat menjadi iblis;
  kerendahan hati menjadikan
   manusia bagai malaikat.

*St. Agustinus*


*


⭕Mutiara Iman

*MALAIKAT-MALAIKAT ALLAH*

29 September 2016

_"Sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia"_
(Yoh 1:51)

Lectio:
Dan 7:9-10,13-14 atau Why 12:7-12a; Mzm 138:1-2a, 2bc-3, 4-5; Yoh 1:47-51

Seorang ibu bernama Yasinta diminta anaknya mengikuti ziarah ke Eropa, walaupun ia bukan seorang Kristiani. Ketika ia diantar ke airport oleh anaknya, wajah Yasinta terlihat kurang bahagia. 


Tiga belas hari kemudian, Wulan anaknya pergi ke bandara cepat-cepat untuk menjemput karena kuatir ibunya tidak bahagia. Tetapi ketika Yasinta dan rombongannya keluar dari bandara, mereka sedang ngobrol, di mana salah satu peserta berkata kepada Wulan:"Wulan, ajak ibu kamu ke Gereja, ia mau dibaptis". Wulan hanya tersenyum mendengar ibu itu berbicara. 


Setelah ia bertemu dengan ibunya, Yasinta berkata:"Wulan, Tuhan mengirimkan malaikat melalui kamu. Mama melihat peserta jiarah orang baik, suster dan pastur di Eropa juga sangat ramah. Tidak pernah Mama mengalami kasih yang luar biasa. Nanti Mama mau belajar agama Katolik ya. Mau mengenal Yesus dan Bunda Maria serta Malaikat-malaikat Allah".

Yesus berkata kepada Nathanael:"Sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia"

Ketika kita berbuat kasih, orang percaya kita adalah malaikat Allah.

Oratio
Ya Tuhan, tambahkanlah iman kami. Amin

Missio
_Marilah kita melakukan karya kerahiman dengan menjadi malaikat bagi sesama._

*Have a Blessed Thursday.*


*


SabdaNya.

 Kamis 29 - 09 - 16.

Dan 7 : 9-10, 13-14.    

Yoh 1 : 47-51.

Shalom,
Natanael adlh seorg ahli Taurat yg biasa mengajar umat dibawah pohon ara yg rindang. Filipus mengajaknya bertemu dg Kristus. Semula dia ragu krn merasa tdk ada gunanya, ttp kmdn dia mengikuti Filipus untk bertemu Kristus.


Natanael terkejut ketika Kristus langsung mengenali dia n tahu apa yg telah dikerjakannya.

Dia serta merta mengakui bhw Yesus adlh Mesias. Ttp Kristus mengatakan bhw dia akan melihat lbh bnyak lg hal2 yg lbh dahsyat dr karya2 Nya.


Natanael akan melihat kemuliaan Allah yg Maha Dahsyat didlm diri Kristus krn Dia sungguh Putera Allah. 

Didlm diriNya Allah dan manusia menjadi satu secara sempurna spt langit n bumi yg menjadi satu krn adanya para malaekat yg naik turun untk melayani.

Apa yg dikatakan Kristus kepd Natanael merupakan penggenapan atas nubuat yg disampaikan Daniel atas penglihatannya: tampak dtg dg awan2 dr langit seorg spt anak manusia.

Datanglah Ia kepd Yg Lanjut Usia itu n Ialu dibawa kehadapanNya. 

Lalu diberikan kepdnya kekuasaan n kemuliaan n kekuasaan sbg raja, maka org2 dr sgl bangsa, suku bangsa n bahasa mengabdi kepdnya. 


Kekuasaannya ialah kekuasaan kekal yg tdk akan lenyap n kerajaannya ialah kerajaan yg tdk akan musnah' 

(Dan 7;13-14)

Filipus digerakkan Allah menjadi spt malaekat yg menghantar Natanael berjumpa dg Kristus shg Natanel mengaalami peneguhan iman yg luar biasa. Dmkn jg setiap kita yg tlh mengenal Kristus dpt dipakai Allah untk menghantar org berjumpa dg Kristus.


Didlm kitab Tobit, malaekat Rafael menjelma menjadi manusia untk menghantar Tobia, anak Tobit  mengambil harta Tobit yg tersimpan disaudaranya. 

Didlm perjalanan Rafel melindungi, menemani n memberi petunjuk shg Tobia berhasil dlm tgsnya, bahkan dia jg membebaskan Sara dr kutukan iblis.


Tuhan sll mengutus malekat2Nya untk melindungi perjalanan hdp kita didunia ini, shg kita dimampukan untk menemukan harta yg terpendam, yaitu kebhagiaan n kedamaian sejati yg dijanjikan Klristus.


Dg bertekun didlm FirmanNya, mari kita slg meneguhkan n slg mengingatkan, shg kita smkn peka untk melihat Kristus dlm aktivitas kita se hari2 shg kita bkn hanya mendptkan harta terpendam bg diri sendiri ttp jg berfungsi menjadi spt para malaekat yg menghantar sebanyak mgkn org bertemu Kristus.


Gbu all n hv a blessed day.

*

Sts Michael, Gabriel and Raphael.

Thursday 29th September.
John 1:47-51.


Jesus said to Nathanael, "Because I said to you, I saw you under the fig tree, do you believe? You shall see greater things than these." 


And he said to him, "Truly, truly, I say to you, you will see heaven opened, and the angels of God ascending and descending upon the Son of man."


Today we celebrate the feast of the three Archangels whose names we know. 

St Michael was the archangel who fought against Satan and all his evil angels, defending all the friends of God. He is a really powerful protector from the snares of the devil. 

St Gabriel announced to Zachariah the forthcoming birth of St John the Baptist, and to Our Lady, the birth of Jesus. We are very familiar with his greeting to Mary, "Hail, full of grace," and repeat it thousands of times. 

St Raphael took care of Tobias on his journey and especially protects young people who entrust themselves to him.


Many people have no experience of the power of the Angels and Archangels. If we knew how mighty they are and how willing to help us, we would ask them for their intercession many times during the day. 


Ask St Michael for his protection at the start of each day. The devil fears him. The devil himself told St John Marie Vianney that St Michael was protecting him at the door of his church. Rather than assault him, all the devil could do was to yell and insult him. 

St Padre Pio also recommended devotion to him. 

He said "You will need the help of St. Michael, living in this world." 

May we ask for protection from this powerful archangel very often; may St Michael protect all Christians and  fight with us in this battle against the enemy and so help us to get to Heaven.


Pope Leo XIII recommended Christians to pray this prayer every day:  St. Michael the Archangel, defend us in battle: be our defence against the wickedness and snares of the devil. May God rebuke him, we humbly pray. 


And do you, O prince of the heavenly host, by the power of God thrust into hell Satan and all the evil spirits who prowl about the world for the ruin of souls. Amen.

Mary, Queen of Angels, remind me to have recourse to these three powerful Archangels, Michael, Gabriel and Raphael.

*

Sept. 29:

 FEAST OF ST. MICHAEL, ST. GABRIEL & ST. RAPHAEL, Archangels.

Bless the Lord, all you his angels, mighty in power, fulfilling his word, and heeding his voice!

Words which we pray in the Entrance Antiphon of today's Mass of the Feast of the three Archangels whom the entire Church venerates in its tradition.  

The Catechism of the Catholic Church teaches us that the  "existence of the spiritual, non-corporeal beings that Sacred Scripture usually calls 'angels' is a truth of faith. The witness of Scripture is as clear as the unanimity of Tradition. 


St. Augustine says: 'Angel' is the name of their office, not of their nature…With their whole beings the angels are servants and messengers of God. Because they 'always behold the face of my Father who is in heaven' they are the 'mighty ones who do his word, hearkening to the voice of his word

 (nn. 328-329).'"

• MICHAEL whose name in Hebrew means 'WHO IS LIKE GOD?' was the archangel who fought against Satan and all his evil angels. He is our protector against the devil.  He is also known as "the prince of the heavenly host" and is usually depicted as a strong warrior, dressed in armor and wearing sandals. His name appears in the Scripture four times, twice in the Book of Daniel, and once each in the Epistle of St. Jude and the Book of Revelation. 

From Revelation 12: 7-12 we learn of the battle in heaven, with St. Michael and his angels combatting Lucifer and the other fallen angels (or devils). 

We invoke St. Michael to help us in our fight against Satan; to rescue souls from Satan, especially at the hour of death; to be the champion of the Jews in the Old Testament and now Christians; and to bring souls to judgment.

• GABRIEL whose name means 'STRENGTH OF GOD' was sent to announce to Zachariah the coming birth of John the Baptist, and to Mary, the birth of Jesus. In the Old Testament, he was sent to Daniel to explain a vision concerning the Messiah.

• RAPHAEL whose name means 'MEDICINE OF GOD' is the archangel who took care of Tobias on his journey, as a healer and fellow traveler (cfr. Tobit 3:17; 12:15). 

Tradition also holds that Raphael is the angel that stirred the waters at the healing sheep pool in Bethesda.

+++

Dear friends, God, as a palpable sign of His Love for us, sent us his servants and messengers, the Archangels and the Angels, to protect and help us in our daily struggles against the evil one in our path towards heaven. 


 St. Gregory the Great said: "Whenever something is to be done needing great power, Michael is sent forth so that from his action and from his name we can understand that no one can do what God can do."  

This is the reason why we should make it a habit to pray to St. Michael:

St Michael, Archangel, defend us in battle and be our safe guard against the wickedness and snares of the devil. 

May God rebuke him, we humbly pray. And do you 0 prince of the heavenly host, by the power of God thrust into hell Satan and all the evil spirits who prowl about the world for the ruin of souls. Amen (Prayer to St Michael).

Let us have recourse and devotion to the Archangels and Angels to help us make good use of our freedom, as they did, when they decided and chose God for eternity and with them, let us pray:

Lord, I want to serve you as well with my entire being and with all my life. 

I earnestly desire to make good use of my freedom: choosing what is good,  choosing You, obeying and loving You in every decision, choice and action that I make, because You are my God whom I love and adore!

O GOD, WHO DISPOSE IN MARVELOUS ORDER MINISTRIES BOTH ANGELIC AND HUMAN, GRACIOUSLY GRANT THAT OUR LIFE ON EARTH MAY BE DEFENDED BY THOSE WHO WATCH OVER US AS THEY MINISTER PERPETUALLY TO YOU IN HEAVEN.
(Opening prayer, Mass proper)

SEE AS WELL: PRAYERS TO

ST. MICHAEL in https://catholicsstrivingforholiness.com/2016/09/26/prayer-to-st-michael-the-archangel/
ST. GABRIEL in https://catholicsstrivingforholiness.com/2016/09/27/prayer-to-archangel-st-gabriel/
ST. RAPHAEL in https://catholicsstrivingforholiness.com/2016/09/28/prayer-to-archangel-st-raphael/

-Fr. Rolly Arjonillo, priest of Opus Dei.


*


Tips of the day: day 1478 .


Banyak orang gila kerja tapi lupa menikmati hasil kerjanya. Seharusnya kita bekerja bukan saja untuk meraih keberhasilan, tapi menikmati keberhasilan kita juga. Tuhanpun melakukan hal yang sama. Setiap selesai menciptakan, Tuhan melihat bahwa semuanya itu baik, Ia menikmati apa yang telah diciptakan-Nya.


Pastikan diri kita, keluarga dan bahkan orang lain menikmati hasil dari pekerjaan kita. Hidup bukan hanya soal mengejar, tapi juga menikmati apa yang sudah kita kejar.


Hidup memang harus seimbang. Tidak boleh pincang. Kalau pincang, hidup seindah apapun menjadi tidak nyaman.


"Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya--juga itupun karunia Allah." 

(Pengkhotbah 5:19).


Selamat pagi sahabat,

  have a blessed day!

Wednesday, September 28, 2016

Yesus menjanjikan penyertaanNya di sepanjang hidup kita.

*Prioritas, Ketaatan Dan Kesetiaan*

MENJADI pengikut Kristus sejati tidaklah semudah yang  kita bayangkan.
Ada resiko dan konsekuensi yang harus kita terima.

Kita dituntut untuk senantiasa:

* Mengutamakan Tuhan di atas segalanya;
artinya,
kita harus bersedia berkurban untuk mendahulukan kepentinganNya dan kepentingan sesama di atas kepentingan pribadi

* Taat pada seluruh perintah dan kehendakNya walau tidak kita pahami atau bertentangan dengan kehendak kita;
tidak ada tawar menawar.

* Setia kepadaNya walau Ia membawa kita melewati lembah yang curam, jurang yang dalam atau ke tengah badai sekalipun

Yesus tidak pernah menjanjikan bahwa segalanya akan menjadi mudah, lancar dan hidup berlimpah materi, tapi Ia janjikan penyertaanNya yang tidak berkesudahan di sepanjang hidup kita.

Mari dengan hati bulat, kita tetapkan pilihan untuk mengikuti Dia.
Walau tidak nyaman sekalipun, dan banyak hambatan yang harus kita lalui, percayalah, berjalan bersamaNya kita pasti tiba di rumah Bapa, di mana Bapa sudah menanti kita dengan sukacita.


*



Percaya Tuhan seumur hidup sampai selamanya.

JIKA anda dapat mempercayai Tuhan
untuk menyelamatkan anda selamanya,
  maka anda dapat percaya kepadaNya
  untuk memimpin anda seumur hidup

*David Platt*

Tuesday, September 27, 2016

RenHar. Selasa, 27 September 2016. Kemarahan dan Pengampunan.

Sabda Hidup:
Selasa, 27 September 2016.
By Romo Noegroho Agoeng Sri Widodo Pr

Peringatan Wajib

St. Vinsensius a Paulo

warna liturgi Hijau

Bacaan

Ayb. 3:1-3,11-17,20-23; Mzm. 88:2-3,4-5,6,7-8; Luk. 9:51-56. BcO Ydt. 6:1-21; 7:1,4-5

Bacaan Injil: Luk. 9:51-56.

51 Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
52 dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
53 Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
54 Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?"
55 Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
56 Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

Renungan:

ORANG marah gampang mengutarakan kata dan tindakan yang tidak beradab. Kata-kata kasar dan tindakan sadis tanpa disadari muncul walau orang itu sudah dianggap berusia atau pun dianggap sebagai panutan.

  Siapa pun pada saat tertentu tidak bisa mengendalikan amarahnya. Dan orang pun jadi mempertanyakan kapasitasnya kok sampai begitu.

Para murid marah karena mereka ditolak.
"Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?" (Luk 9:54).

Namun Tuhan menegor mereka. Ia tidak ingin hal itu bahkan kata-kata seperti itu muncul dari mulut para murid-Nya.

Godaan amarah selalu siap mengintip kita. Kapan pun ia bisa datang dan kena pada diri kita.
Maka rasanya kita perlu sadar supaya kita tidak dikuasai amarah.

Kalau kita dikuasai amarah, kita memasukkan diri dalam situasi yang tidak mudah, bahkan kita malah merendahkan diri sendiri.

Kontemplasi:

Pejamkan matamu. Bayangkan kisah dalam Injil Luk. 9:51-56.
Bandingkan sikapmu dengan sikap para murid.

Refleksi:

Bagaimana menjaga diri agar tidak dikuasai oleh amarah?

Doa:

Tuhan aku sadar bahwa diriku lemah.
Kuasa amarah selalu mengintipku.
Semoga aku bisa mengelola amarahku dan tidak dikuasai olehnya.
Amin.

Perutusan:

Aku akan mengontrol amarahku.

-nasp-
*

Mutiara Iman

YERUSALEM

27 September 2016

"Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menemani Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem"
(Luk 9:53)

Lectio
Ayb 3:1-3,11-17,20-23; Mzm 88:2-3,4-5,7-8; Luk 9:51-56

Di suatu kelas diumumkan akan ada perjalanan untuk belajar yaitu ke Jogja dan ke Singapore. Anak-anak akan tinggal bersama orangtua asuh.

  Melihat pilihan begitu banyaknya ke Singapore Pak Agus menanyakan kepada murid-murid yang pilih ke Singapore:
"Mengapa kamu memilih pergi ke Singapore?"

Lalu Amelia, salah satu murid berkata:"Ke Jogja dan Singapore ya mending ke Sing, Pak Agus.
Di Jogja saya tidak bisa bayangkan tinggal di desa".

Lalu Pak Agus menanyakan kepada murid yang memilih ke Jogja dan Samuel menjawab:
"Saya mau tinggal bersama keluarga yang membuat kita belajar mandiri. Ke mana-mana jalan kaki, sehingga saya percaya saya akan banyak belajar tentang kehidupan".

Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menemani Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

Mengikuti Yesus artinya siap setia bersama-Nya sampai di Yerusalem.

Oratio
Ya Tuhan, tambahkanlah iman kami. Amin.

Missio
Marilah kita melakukan karya kerahiman dengan melayani Tuhan dan siap mengikuti-Nya sampai ke Yerusalem.

Have a Blessed Tuesday.

KDK5@

*

St Vincent de Paul, Priest.
Tuesday 27th September.
Luke 9:51-56.

Jesus set his face to go to Jerusalem. And he sent messengers ahead of him, who went and entered a village of the Samaritans, to make ready for him; but the people would not receive him, because his face was set toward Jerusalem.

  And when his disciples James and John saw it, they said,
"Lord, do you want us to bid  fire come down from heaven and consume them?"

  But he turned and rebuked them.
And they went on to another village.

Those people wouldn't receive Jesus because they didn't like any pilgrim who was heading for Jerusalem.

  That wasn't nice.
No wonder James and John felt offended and resentful towards them.
  Our Lord rebuked them and went on to another place. He didn't dwell on the offence or say anything against those people.

  In fact, He was planning to give His Life for them as well. But their time had not yet come. Resentment, animosity, rancour all are at odds with Christianity.

  "What a great gift the Lord has given us in teaching us to forgive!"
Pope Francis tells us.

  Resentment is like an infection in our hearts.
It damages our soul and prevents us from  finding peace.

On the contrary, when we show forgiveness, we help the offender to reconsider what they did.

  Around the year 1929, a worker covered in lime got on a tram and approached a young priest, St Josemaría, who was dressed in his cassock.
  Taking advantage of the tram's rough movements, the worker intentionally bumped into him and stained his cassock amidst the smiles and silence of some passengers who had witnessed the scene.

  St Josemaría turned and, with a smile full of affection, told the worker,
"My son, let us  finish this," and gave him a hug, dirtying his cassock completely.

As St Josemaría put it, we should 'drown evil in an abundance of good' .

Thus Jesus prayed for those who crucified Him.
  And today, in the midst of Christian persecution, we still have the same answer for those who do us any evil.

  We pray for those who kill Christians, those who insult us, threaten us, ridicule us, laugh at us - and we love them.
  They show what they have in their hearts, and we, with God's grace, show them what we have in ours.

Mary,
  Help of Christians,
  help me always to repay evil with good.

*

Tips of the day: day 1476.

Kegagalan Yudas gagal bukan terutama soal pengkhianatannya kepada Yesus, tetapi karena ia tidak percaya tentang kasih dan pengampunan Tuhan yang besar.

Yudas menyesal dengan pengkhianatannya, ia menyesal akan dosanya tetapi ia tidak cukup percaya bahwa Yesus mengampuni dosanya.

Bahkan sebelum Yudas berbuat dosa, Yesus sudah mengampuninya. Yesus tetap membasuh kaki Yudas sekalipun Ia tahu bahwa Yudas akan menjual-Nya.

Betapa besar kasih dan pengampunan Tuhan yang diberikan kepada kita. Ini bukan lampu hijau dan untuk berbuat dosa, tapi justru membuat kita berkomitmen untuk tidak sembarangan menyia-nyiakan pengampunan Tuhan.

  "Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil."
(1 Yohanes 2:1).

Selamat pagi sahabat,
  have a blessed day!

Bacaan Liturgi. 27 September 2016. Selasa Pekan Biasa XXVI. PW S. Vinsensius de Paul, Imam.

Fresh Juice.

Selasa 27 September 2016.


Renungan Harian Audio Katolik
Peringatan Wajib St. Vinsensius a Paulo

Luk. 9:51-56.
Tema : Cinta Kasih mengalahkan Kebencian
Pembawa Renungan:  Sr. Krecentia Erlin, RVM
Davao - Filipina

Untuk mendengarkan file MP3 hari ini bisa di dengarkan / di download di :
http://bit.ly/FJ270916

Salam Fresh Juice :)


*


Bacaan Liturgi.

27 September 2016.
Selasa Pekan Biasa XXVI.
PW S. Vinsensius de Paul, Imam.


Bacaan Pertama
Ayb 3:1-3.11-17.20-23
Mengapa orang malang diberi terang?


Pembacaan dari Kitab Ayub:

Dalam kemalangannya, Ayub membuka mulut
mengutuki hari kelahirannya, katanya,
"Biarlah hilang lenyap hari kelahiranku, dan malam yang mengatakan,
'Seorang anak laki-laki telah ada dalam kandungan.'
Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir?
Atau binasa waktu aku keluar dari kandungan?
Mengapa ada pangkuan yang menerimaku?
Mengapa ada buah dada, sehingga aku dapat menyusu?

Andaikata semua itu tidak ada,
aku sekarang berbaring dan tenang.
Aku tertidur dan mendapat istirahat
bersama para raja dan para penasihat di bumi,
yang mendirikan kembali reruntuhan bagi dirinya;
atau bersama para pembesar yang mempunyai emas,
yang memenuhi rumahnya dengan perak.
Mengapa aku tidak seperti anak gugur yang disembunyikan,
seperti bayi yang tidak melihat terang?
Di sanalah orang jahat berhenti menimbulkan huru-hara;
di sanalah mereka yang kehabisan tenaga mendapat istirahat.

Mengapa orang malang diberi terang
dan orang yang pedih hati dibiarkan hidup?
Mereka menantikan maut, yang tak kunjung datang;
mereka mengejarnya lebih daripada menggali harta terpendam;
bila mereka menemukan kubur,
mereka bersukaria dan bersorak-sorai dengan gembira.
Mengapa dibiarkan hidup orang yang tidak tahu mesti kemana?
Orang yang dikepung oleh Allah?"

Demikianlah sabda Tuhan.


*

Mazmur
Mzm 88:2-8
R:3a
Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu, ya Tuhan.


*Ya Tuhan, Allah yang menyelamatkan daku,
siang hari aku berseru-seru,
dan pada waktu malam aku menghadap Engkau.
Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu,
sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku.

*Sebab jiwaku kenyang dengan malapetaka,
dan hidupku sudah dekat dunia orang mati.
Aku telah dianggap termasuk orang-orang
yang turun ke liang kubur;
aku seperti orang yang tidak berkekuatan.

*Aku harus tinggal di antara orang-orang mati,
seperti orang-orang yang mati dibunuh, terbaring dalam kubur,
yang tidak Kauingat lagi,
sebab mereka terputus dari kuasa-Mu.

*Telah Kautaruh aku dalam liang kubur yang paling bawah,
dalam kegelapan, dalam tempat yang dalam.
Aku tertekan oleh panas murka-Mu,
dan segala pecahan ombak-Mu Kautindihkan kepadaku.

*


Bait Pengantar Injil
Mrk 10:45
Anak Manusia datang untuk melayani
dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi semua orang.


Bacaan Injil
Luk 9:51-56
Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Ketika hampir genap waktunya diangkat ke surga,
Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem.
Diutus-Nya beberapa utusan mendahului Dia.
Mereka itu pergi, lalu masuk sebuah desa orang Samaria
untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
Tetapi orang-orang Samaria di situ tidak mau menerima Dia,
karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.

Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata,
"Tuhan, bolehkah kami menurunkan api dari langit
untuk membinasakan mereka?"

Tetapi Yesus berpaling dan menegur mereka,
"Kalian tidak tahu apa yang kalian inginkan.
Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan orang,
melainkan untuk menyelamatkannya."
Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

Demikianlah Injil Tuhan.


*

Monday, September 26, 2016

RenHar. Senin. 26 Sep. 2016. Sikap kasih seorang Anak.

⭕Mutiara Iman

*ANAK KECIL*

26 September 2016

_"Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku"_
(Luk 9:48)

Sesudah 15 tahun, Doni bertemu kembali dengan sahabatnya yang sekarang sudah menjadi Pastor bernama Rudi.

Sambil bercakap Rudi melihat wajah Doni yang penuh dengan beban, lalu berkata :
"Don, kamu hidup sukses, perusahaan besar dan keluarga baik, kok wajahmu keliatan sangat stress?"

Lalu Doni menjawab :
"Sementara saya lihat pastor dari 15 tahun yang lalu wajahnya tidak berubah. Kayanya damai gitu."

"Kamu sering ke gereja tidak?" tanya Rudi.

Doni menjawab :
"Justru itu, 15 tahun ini sebenarnya saya tidak pernah menyangka bahwa dunia yang saya masuki ini tidak jelas. Awalnya saya selalu mau menjadi yang paling besar baik bisnis maupun relasi. Tetapi ternyata semua tidak seperti yang kubayangkan. Saya menyadari sekarang malah dari kesederhanaan, kesetiaan dan kemurnian Pastor, saya melihat sesuatu yang besar."

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya :
"Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus aku."

Dalam kekecilanlah, kita menjadi besar.

Oratio
Ya Tuhan, mampukan kami menjadi pelayan-Mu agar semakin memahami menjadi anak kecil. Amin.

Missio
_Marilah kita melakukan karya kerahiman dengan mau menjadi kecil agar menjadi yang terbesar._

*Have a Blessed Monday*

*


Dikutip dari HIK:

Senin, 26 Sept 2016
Ayb 1:6-22;
Mzm 17:1-3.6-7
Luk 9:46-50

"Servus Servorum 
– Hamba dari segala hamba."

Inilah semangat dasar yg diwartakan ketika seorang paus baru terpilih dalam sebuah konklaf di kapel Sistina Vatikan:
"Jika seseorang ingin menjadi yg terdahulu, hendaklah ia menjadi yg terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya" (Mrk 9:35).

Adapun, "tiga tas" supaya kita bisa memiliki semangat "HAMBA : 
Hangat – Andal – Militan – Bahagia – Aktual", al:

1.Humilitas: Kerendahan hati.

Yesus bersabda, "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yg mengutus Aku.
Krn yg terkecil di antara kamu sekalian, dialah yg terbesar."

Inilah ajakan Yesus supaya kt menjadi pribadi beriman yg rendah hati sepenuhnya,
dalam ucapan & tindakan,
dalam doa & karya nyata.

2.Simplicitas: Kesederhanaan.

"Simple is beautiful - Sederhana itu indah!"
Inilah sikap seorang anak kecil pada umumnya. Mrk mudah menerima dan percaya.
Bukankah Yesus sendiri datang sebagai anak kecil yg lemah di tempat yg sederhana?

Inilah jalan iman yg ditawarkan Yesus, belajar melayani dg menjadi spt anak-anak (children) dan bukan bersikap kekanak-kanakan (childish).
Di tengah dunia yg penuh akal bulus, Tuhan mengajak kt mempunyai cinta kasih yg tulus, yg mengedepankan kemurnian hati tanpa byk intrik, taktik dan aneka konflik.

3.Unitas: Kesatuan

Dg tegas Yesus menolak sikap yg picik, sektarian dan intoleran: "Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kt".

Dkl: Semua org yg berkehendak baik adlh teman seperjuangan utk bersama sama bersatu menghadirkan Kerajaan Allah di dunia.
Inilah sebuah nilai "diversitas in unitas", keragaman dalam kesatuan, dimana kt diajak utk tidak "gank-gank" an, tp bersinergis dan mau terbuka hati dan budi terhadap sesama yg tidak sll sama.

"Dari Langkat
  ke Sukasari 
– Jadilah berkat 
  setiap hari."

*

"Penghayatan Iman Menuntut Kerendahan Hati."

Senin 26 Sept. 
Dalam Pekan Biasa XXVI. 
Injil Lukas 9:48, menulis.

Yesus berkata: "Barangsiapa menyambut anak ini dalam namaKu, ia menyambut Aku...karena yang terkecil diantara kamu sekalian, dialah yang terbesar."

Apa yang menjadi kebanggaan dalam hidup ini? Harta, kedudukan, nama baik, status atau prestasi? 

Semua itu susah payah dikejar oleh manusia, tetapi dengan mudah semuanya dapat hilang. 
Itulah yang diagung-agungkan didunia ini.

 Setiap orang berusaha memenuhi tuntutan dunia dan merasa tidak berharga disaat apa yang biasa dimiliki orang didunia ini tidak ia miliki. 

Pola pikir seperti itu dipikirkan juga oleh para murid Yesus saat mereka memperkarakan siapa yang terbesar diantara mereka. 

Menanggapi pola pikir iru. Yesus mengambil seorang anak kecil dan menegaskan kepada mereka bahwa siapa yang menyambut anak kecil dalam namaNya, Dia menyambut Yesus. 

Dari ajaran dan tindakan Yesus, seolah Yesus menekankan bahwa yang terpenting adalah kerendahan hati dan itu yang akan mendatangkan kebesaran surgawi, apa untungnya kita menjadi   besar dimata dunia, tetapi kecil dimata Allah?

Tuhan Allah, hanya Engkau dan karya keselamatanMu yang kubanggakan dalam hidupku. Jauhkan hatiku dari kebanggaan duniawi yang tidak memberikan kehidupan kekal. Aku akan berusaha memuliakan namaMu melalui hidupku. Amin.
Met Hari Senin.

Bacaan: Ayub 1:6-22. Mzm 17:46-50. Lukas 9:46-50

*

Sts Cosmas and Damian.
Monday 26th September.
Luke 9:46-50.

John answered, "Master, we saw a man casting out demons in your name, and we forbade him, because he does not follow with us." 

But Jesus said to him, "Do not forbid him; for he that is not against you is for you."

The Apostles found a man casting out demons in the Name of Jesus but didn't know him. 
So they decided to tell him that he wasn't allowed to use the Name of Jesus because they hadn't seen Jesus giving him permission to do so.

  'You are not one of us', they may have thought, 
'so you shouldn't do what we do'. 

But Jesus said to them: "Do not forbid him; for he that is not against you is for you."

The Apostles had received from Jesus power to cast out demons and they thought that no one else had received that power. 
But they were wrong. God can give His grace, His power and His mission to whoever He chooses without consulting the Apostles.

The Apostles knew what God had given to them but they didn't know what He had given to others or what He asked of others. 

Everyone who works for God... works for good.

Many saints have been victims of what can be called 'persecution by good people'. 

Some Christians couldn't understand them, or their teaching or their graces and tried to stop them. 

St Paul wasn't accepted by many Christians for a long while. 

St Teresa of Avila and John of the Cross were also persecuted by 'good' Christians because of their writings; 

St Pio of Pietrelcina was regarded with suspicion for his stigmata; 

St Charles Borromeo was shot for promoting the reforms of Council of Trent; 

St Josemaría was persecuted for his apostolic zeal; 

St Alphonse Liguori, St Joan of Lestonnac and St Joseph Calasanz, among others, were expelled from the institutions they had founded by their own followers.

St Josemaría used to say that Christians should never blow out any candle lit for Jesus Christ, no matter who lights it.
Everyone who works for God is on our side. We do what we have been asked and pray that each person in turn will do whatever the Lord asks of them. 

Mary, House of Gold, may all Christians and their apostolates be united in one single House as one Family.



*