Google+ Followers

Thursday, December 8, 2016

RenHar. 8 Desember 2016. TERJADILAH PADAKU MENURUT PERKATAAN-MU.

JIKA seseorang tidak ingin memiliki Maria Imakulata sebagai ibunya,
  ia tidak akan memiliki Kristus sebagai saudaranya.

*St. Maximilianus Maria Kolbe*


#


Mutiara Iman

TERJADILAH PADAKU MENURUT PERKATAAN-MU
8 Desember 2016


"..jadilah padaku menurut perkataanmu itu.." (Luk 1:38)

Lectio:
Kej 3:9-15,20; Mzm 98:1-4; Ef 1:3-6, 11-12; Luk 1:26-38.



Susi memiliki dua putera yaitu Roni dan Soni. Roni adalah seorang pendiam sedangkan Soni adalah seorang yang memiliki banyak teman dan senang bergaul.


 Ketika mereka tumbuh bersama, Susi selalu menasehati Roni supaya bisa bergaul tetapi selalu dibantah.


 Beberapa tahun kemudian, Roni sudah jarang ke gereja, dan berteman dengan orang-orang yang ia sukai. 

Sampai suatu saat, ia ketahuan berjudi bersama teman-temannya sambil mabuk-mabukan, oleh seorang satpam.


 Setelah diantarkan ke rumah, sang ibu berkata :
"Roni, mengapa kamu menghancurkan hidupmu?" 


Tetapi Roni menjawab :
"Ini sudah jalan Tuhan buat saya!" 


Mendengar itu berkatalah Susi :
"Kalau kamu ingin mengetahui rencana Tuhan, rendahkanlah hatimu! 

Kalau kamu keras hati, itu jelas bukan dari Tuhan!" 


Lalu Soni menghampiri kakaknya dan berkata :
"Ayo mas, mulai besok ikut saya di pertemuan Lifeteen. Supaya iman kita bertumbuh dan semakin rendah hati."

Kata Maria :
"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Dalam hati seorang hamba, kita mampu memahami rencana Tuhan untuk kita.

Oratio
Ya Tuhan, jadikanlah hati kami hati seorang hamba. Amin.

Missio
Marilah kita merendahkan diri dengan menyerahkan setiap rencana Tuhan bagi kita.


Have a Blessed Immaculate Conception of Blessed Virgin Mary.

#

SabdaNya Kamis, 08 - 12 -  2016

Kej 3:9-15,20.  Ef 1:3-6,11-12.   Luk 1:26-38.

Shalom,
'Sebab didlm Dia Allah tlh memilih kita seblm dunia dijadikan,spy kit kudus n tdk bercacat' (Ef 1 :4).


Seblm Adam n Hawa berdosa, mrk hdp dlm relasi yg sngt indah dg Tuhan n diantara mrk sendiri.Tdk ada hal yg mrk ingin sembunyikan dr Allah maupun diantara mrk (Kej 2: 25).


Ttp ketika mrk tlh berdosa, timbullah rasa enggan untk bertemu dg Allah. 

Mrk mencoba bersembunyi. 

Ketika Allah menegur, mrk mulai slg menyalahkan. 

Mlhn Adam berbalik menyalahkan Tuhan : dia berdosa krn Tuhan memberi dia seorg wnt yg kmdn menjerumuskan dia. 


Rusaknya relasi inilah yg membuat hdp manusia menjadi tdk damai n bahagia.
Kita slg curiga n slg ingin memanfaatkan kelemahan org lain untk kesenangan/  kepentingan diri sendiri. Kita mlhn srg menyalahkan Allah krn tdk mau mendengar doa permintaan kita, krn Dia tdk melindungi kita, krn Dia mempertemukan kita dg org2 yg kemudiaan menyakitkan hati dlsb.

Sklpn manusia tlh mengecewakan Allah, ttp kasihNya kepd kita tdk pernah berakhir. Seklpn kita bgt srg menyangkal n tdk mau taat, Dia tetap menganggap kita sbg anak2Nya.Krn itu Allah berkenan menganugerahkan PuteraNya sendiri untk menjadi manusia,spy Dia dpt mengajarkan n memberi teladan ttg kasih yg sejati. 

Didlm kasih itulah relasi dg Allah n sesama dipulihkan n kita dpt menikmati kebahagiaan kembali. 


Allah adlh Roh. Untk menjadi manusia, Allah membutuhkan rahim seorg ibu yg akan memberinya tubuh manusia.

Ketika Maria dikunjungi Gabriel n dimnta untk menjadi ibu Mesias, dia sama skl tdk mengerti apa yg akan terjadi. Ttp Maria memilih untk percaya n taat, krn dia sngt percaya, Allah mencintai dia n tdk mgkn Allah merencanakan sesuatu yg buruk untk dia.

Krn itu Maria tdk meminta jaminan keselamatan, tdk meminta penundaan n sama skl tdk bertanya apa yg akan dia peroleh dg kesediaannya. 


Krn ketidak taatan Adam n Hawa, manusia terjerat dlm dosa.

 Krn ketaataan Maria, Putera Allah dpt lahir didunia untk menjadi manusia spt kita.         

Dlm kehidupan se hari2,pd kenyatannya kita srg kali menjadikan Tuhan sebatas sbg Pendamping n Penolong. 

Kita yg membuat rencana n berharap Allah menolong mewujudkan cita2 n harapan kita dg kuat kuasaNya.


Bunda Maria memberi teladan, dia menjadikan Allah sungguh2 sbg Tuhan nya n dia rela untk melakukan apapun yg dikehendaki Allah, dg sgl kemampuannya. 

Inilah makna 'hamba Allah' yg diucapkan Maria.

Krn lbh percaya dg apa yg dia pikirkan, Hawa melawan perintah Allah. Akibatnya bnyk penderitaan hrs dia alami.
Maria percaya pnh dg apa yg dikehendaki Allah sklpn dia hrs meninggalkan cita2 hdpnya semula.

Krn itu Maria mengalami kebahagiaan surgawi sejak dia msh hdp didunia, sampai se lama2nya. Inilah yg dia katakaan sendiri ; '..dan untk selamanya semua keturunan akan menyebut aku berbahagia' (Luk 1: 48).


Marilah kita ikuti teladan bunda Maria. Lakukanlah apa yg Tuhan kehendaki dr kita: mengampuni semua org yg bersalah, mengasihi semua org tanpa memilih n me milah2, serta anggaplah org lain lbh penting dr diri kita shg kita lbh mau melayani dp dilayani.


Jangan bertanya, apa mgkn kita dpt melakukannya. Bagi Allah tdk ada yg mustahil. Mari kita mengambil bgn untk menciptakan apa yg mustahil bg manusia ttp hal yg biasa bg Allah.


Gbu all n hv a bleesed Thursday.

#

Thursday, 8th DECEMBER
The Immaculate Conception of Our Lady.


Luke 1:26-38

The angel Gabriel said to Mary, "Hail, full of grace, the Lord is with you! ... 

Do not be afraid, Mary, for you have found favour with God. And behold, you will conceive in your womb and bear a son, and you shall call his name Jesus. He will be great, and will be called the Son of the Most High; and the Lord God will give to him the throne of his father David, and he will reign over the house of Jacob for ever; and of his kingdom there will be no end."


The dogma of the Immaculate Conception was proclaimed by Bl. Pius IX in 1854. 


Four years later Our Lady appeared in Lourdes to a fourteen-year-old girl named Bernadette. Our Lady asked for a chapel to be built but Fr. Peyramale, the local parish priest, insisted that the Lady would have to reveal her name before doing anything.


 On March 25, the feast of the Annunciation, during the apparition Bernadette asked the Lady her name and after joining her hands at the breast and looking up to Heaven she said, "I am the Immaculate Conception." St Bernadette didn't understand those words but when she told Fr. Peyramale, the priest was left dumbfounded: the Lady had indeed answered his request for her name.

At the end of a gifted violinist's concert, when people in the audience were leaving the theatre they found a lovely little girl approaching them and asking: 'Did you like it?'


 When they answered affirmatively, she replied with satisfied pride in her eyes, grinning from ear to ear: 'She is my mum!' 


And we can feel today just like that child, as millions of Angels and Saints and Holy Souls and people contemplate the Immaculate Conception, the supreme masterpiece of Almighty God, the most beloved, the most admired, revered, cherished, esteemed, impressive, extraordinary, magnificent, sublime creature...

 Rejoice: She is your Mother!

My Mother, Immaculate Conception, I ask you today for the virtue of holy purity, for me and for everyone: Blessed be your purity, May it be blessed for ever, for no less than God takes delight In such exalted beauty. To you, heavenly Princess, Holy Virgin Mary, I offer on this day my whole heart, life, and soul. Look upon me with compassion; do not leave me, my mother.


#

Bacaan Liturgi 08 Desember 2016 HR S.P. Maria Dikandung Tanpa Dosa.

*Bunda Maria Teladan Kekudusan*

PERAYAAN pada hari ini mengundang kita untuk
  bersyukur
  dan berterima kasih
    kepada Allah untuk kerahimanNya yang tak terbatas.

Melalui Bunda Maria,
  Ia menyalurkan rahmat keselamatan kepada manusia.

Sejak awal, Bunda telah dipilih Allah untuk menjadi Bunda PuteraNya, Yesus Kristus,
  sehingga Bunda dibebaskan dari dosa asal.

Kekudusan Bunda tampak dalam ketaatan dan kesetiaannya
  kepada kehendak dan rencana Allah di sepanjang hidupnya.

Semoga lewat teladan Bunda Maria,
  kita semakin memiliki sikap penyerahan diri secara total kepada Allah
    dan semakin berani untuk menghayati hidup sebagai hambaNya yang selalu mengutamakan kehendakNya.

Masa Adven merupakan masa penantian akan kedatangan Yesus.
Dengan mengandalkan rahmat Allah,
  mari kita terus menerus berjuang untuk menjauhkan diri dari dosa,
    agar Yesus berkenan tinggal di dalam hati kita. 


#


Bacaan Liturgi 08 Desember 2016

HR S.P. Maria Dikandung Tanpa Dosa


Bacaan Pertama
Kej 3:9-15.20
Aku akan mengadakan permusuhan
antara keturunanmu dan keturunan wanita itu.


Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Pada suatu hari, di Taman Eden,
setelah Adam makan buah pohon terlarang,
Tuhan Allah memanggil manusia itu
dan berfirman kepadanya, "Di manakah engkau?"


Ia menjawab,
"Ketika aku mendengar bahwa Engkau ada dalam taman ini,
aku menjadi takut, karena aku telanjang;
sebab itu aku bersembunyi."


Lalu Tuhan berfirman,
"Siapakah yang memberitahukan kepadamu
bahwa engkau telanjang?
Apakah engkau makan dari buah pohon,
yang Kularang engkau makan itu?"


Manusia itu menjawab,
"Perempuan yang Kautempatkan di sisiku,
dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku,
maka kumakan."


Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu:,
"Apakah yang telah kauperbuat ini?"


Jawab perempuan itu,
"Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."


Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu,
"Karena engkau berbuat demikian,
terkutuklah engkau di antara segala ternak
dan di antara segala binatang hutan!
Dengan perutmulah engkau akan menjalar,
dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu!
Aku akan mengadakan permusuhan
antara engkau dan perempuan ini,
antara keturunanmu dan keturunannya.
Keturunannya akan meremukkan kepalamu,
dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya,
sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur
Mzm 98:1.2-3ab.3c-4
R:1ab
Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,

  sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib.


*Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,
sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib;
keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya,
oleh lengan-Nya yang kudus.

*Tuhan telah memperkenalkan keselamatan
yang datang dari pada-Nya.
Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa.
Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.

*Segala ujung bumi telah melihat keselamatan
yang datang dari Allah kita.
Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,
bergembiralah dan bermazmurlah!


Bacaan Kedua
Ef 1:3-6.11-12
Di dalam Kristus

   Allah telah memilih kita.


Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus:

Saudara-saudara,
terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus
yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita
segala berkat rohani di surga.
Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita
sebelum dunia dijadikan,
supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula
untuk menjadi anak-anak-Nya oleh perantaraan Yesus Kristus,
sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia,
yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia yang dikasihi-Nya.


Aku katakan "di dalam Kristus",
karena di dalam Dialah
kami mendapat bagian yang dijanjikan Allah,
yakni kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu
sesuai dengan maksud Allah,
yang di dalam segala sesuatu
bekerja menurut keputusan kehendak-Nya.
Dengan demikian kami,
yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus,
ditentukan-Nya supaya menjadi pujian bagi kemuliaan-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan.


Bait Pengantar Injil
Luk 1:28
Salam,

  hai engkau yang dikaruniai,

    Tuhan menyertai engkau.

Bacaan Injil
Luk 1:26-38

Salam,

  hai engkau yang dikaruniai,

    Tuhan menyertai engkau.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Dalam bulan yang keenam
Allah mengutus malaikat Gabriel
ke sebuah kota di Galilea, bernama Nazaret,
kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang
bernama Yusuf dari keluarga Daud;
nama perawan itu Maria.

Ketika masuk ke rumah Maria, malaikat itu berkata,
"Salam, hai engkau yang dikaruniai,
Tuhan menyertai engkau."


Maria terkejut mendengar perkataan itu,
lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.


Kata malaikat itu kepadanya,
"Jangan takut, hai Maria,
sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Sesungguhnya engkau akan mengandung
dan akan melahirkan seorang anak laki-laki,
dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Ia akan menjadi besar
dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.
Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya
takhta Daud, bapa leluhur-Nya.
Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub
sampai selama-lamanya,
dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."


Kata Maria kepada malaikat itu,
"Bagaimana hal itu mungkin terjadi,
karena aku tidak bersuami?"


Jawab malaikat itu kepadanya,
"Roh Kudus akan turun atasmu
dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau;
sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu
akan disebut kudus, Anak Allah.
Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu,
ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya,
dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu.
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."


Maka kata Maria,
"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan;
jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Demikianlah Injil Tuhan.


#

Wednesday, December 7, 2016

RenHar. 7 Desember 2016. MASUKLAH ke dalam pelukan Tuhan. 

MASUKLAH ke dalam pelukan Tuhan.

Saat anda
  tersakiti,
  'saat anda merasa'
  kesepian,
  ditinggalkan.

Perkenankan Ia
  membuai anda,
  menghibur anda,
  meyakinkan anda
    dengan kuasa dan kasihNya yang tidak akan pernah kurang.

*Kay Arthur*



#


Mutiara Iman

*MARILAH KEPADA-KU*

7 Desember 2016


_"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu"_ (Mat 11:28)

Lectio
Yes 40:25-31; Mzm 103:1-2,3-4,8,10; Mat 11:28-30

Seorang ibu masuk ke dalam warung untuk membeli es campur. Ketika penjualnya muncul dengan menggunakan kursi roda sambil melayaninya ia bertanya :
"Bapak, sudah berapa tahun bekerja seperti ini dan kelihatan bapak sungguh penuh semangat." 


Lalu Bapak itu menjawab :
"Sejak kecil saya sudah membantu orangtua, kemudian ketika mereka meninggal, saya teruskan belanja bahan dan berjualan sendiri." 


Lalu ibu itu bertanya :
"Maaf, tentunya tidak mudah ya pak untuk bisa hidup dengan berkursi roda, apalagi di negeri kita belum banyak tempat buat difabel. Saya iri melihat Bapak seperti ini, saya yang normal saja merasa hidup ini begitu berat dan masalah tidak berhenti. Apa rahasianya pak?" 


Lalu Bapak itu tersenyum dan berkata :
"Ibu dengar lagu ini?" 


"Iya ini lagu rohani. Kenapa memang Pak?" tanya Ibu itu lagi. 


"Datanglah kepada Tuhan dan serahkanlah dirimu, maka Dia akan memberikan kelegaan.  Setiap hari saya mengikuti misa, membaca kitab suci, mendengarkan lagu rohani. Semuanya memberikan semangat dan penuh sukacita untuk saya." jawab Bapak Thomas.

Yesus berkata :
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu."

Ketika kita datang kepada Yesus, kita akan mendapatkan kelegaan.

Oratio
Ya Tuhan Yesus, kudatang kepada-Mu dengan segala beban hidupku. Amin.

Missio
_Marilah kita datang kepada Yesus dengan merayakan Ekaristi setiap hari sehingga kita selalu mendapatkan kekuatan dan kelegaan._

*Have a Blessed Wednesday.*


#


SabdaNya 

Rabu 07-12-16

Yes  40 : 25-31       

Mat 11: 28-30

Shalom,
Dalam kehidupan kadang kita merasa beban yg hrs ditanggung terasa sngt berat :

  kesulitan dtg silih berganti spt tdk ada habis2nya,

   krn sakit penyakit, 

   kebutuhan hdp, 

   kegagalan demi kegagalan dlm usaha dlsb. 


Atau kadang terasa hdp bgt menjemukan krn sgl bentuk rutinitas dan org2 disekitar kita yg terus menjengkelkan/ mengecewakan.


Ketika  mengalami situasi hdp yg sulit spt ini, dg lembut Kristus mengundang kita untuk datang kepdNya.

  Dia tdk berjanji bhw dg kuat kuasaNya Dia akan melepaskan sgl beban kita dg sesegera mgkn. 

  

Yg Dia janjikan adlh memberi kekuatan dan merubah cara berpikir serta sikap hati dlm menghadapi itu semua.

Dia akan mengarahkan kita sedemikian rupa, spt petani yg mengarahkan sapi/ kerbaunya dg menggunakan kuk  spy dpt membajak sawah dg baik dan benar, shg sklpn beban yg hrs ditanggung tdk berubah, rutinitas kehidupan tetap terjadi ttp kita dpt menghadapinya dg hati yg penuh suka cita. 


'org2 yg me nanti2kan Tuhan mendpt kekuatan baru. 

Mrk seumpama rajawali yg naik terbang dg kekuatan sayapnya.

Mrk berlari dan tdk menjadi lesu,

  mrk berjalan dan tdk menjadi lelah' 

(Yes 40:31).

Yesaya mengatakan jgnlah  berpikir Allah tdk peduli dg sgl kesulitan, kejemuan kita dlm menjalani kehidupan ini seakan hdp kita tersembunyi dr Tuhan dan hak2 kita tdk diperhatikan Allah (Yes 40:27).

  Justru beban hdp akan terasa berat kalau kita menjauh dr Dia, sumber kekuatan sejati. 


Orang2 muda menjadi lelah dan lesu, teruna2 jatuh tersandung, bkn krn mrk kekurangan tenaga atau tdk cukup punya kelincahan, ttp krn mrk sering menjauhkan diri dr Tuhan.

Akibatnya mrk menjadi sombong dan ceroboh atau terlena krn kenikmatan2 sesaat.


Hari ini Allah mau mengingatkan kita kembali bhw Dialah sumber kekuatan dan penghiburan sejati.


Sayangnya, ditengah sgl kesibukan, srg kali kita merasa berdoa, merenungkan Firman dan bersatu dg Nya hanya menghabiskan wkt saja.

Jangan hanya menjadikan Allah sbg pendamping atau penolong disaat kita menemukan kesulitan saja, ttp jadikanlah Dia sungguh2 sbg Gembala yg mengarahkan dan memimpin hdp kita.


Gbu all n hv a blessed Wednesday.

#

" Beban Baru"

Rabu 7 Des 

Pw.St. Ambrosius Us.PujG.


 Injil Matius 11:30, menulis.

Yesus berkata: "Kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKu pun ringan"

Mengikuti Yesus itu ibarat melepaskan beban berat yang ada dipundak kita, lalu mengangkat beban baru, yang dipasang olehNya, yang terasa enak dan ringan. 

Tentu saja, beban yang baru itu tetap menjadi beban. 

Tetapi beban baru itu dipasang olehNya dengan penuh kasih, sehingga beban itu sama sekali tidak terasa berat. 

Sebaliknya, terasa enak dan ringan. 


Dalam hidup kita, beban berat yang lama itu misalnya adalah dosa asal kita, dosa-dosa pribadi kita selama beberapa tahun yang lalu dan belum sempat kita sesali, aneka kesulitan hidup yang belum dapat kita atasi.

 Beban-beban itu akan lepas dari bahu kita, asal saja kita mau mengangkat beban baru, yang dipasang oleh Tuhan Yesus sendiri.

Ya Bapa, biarkanlah aku ganti memikul beban baru, yang dipasang oleh PuteraMu diatas bahuku. Amin.


Met Hari Rabu.

Bacaan :Yes 40:25-31. Mzm 103:1-4.8,10. Matius 11:28-30.

#

Wednesday, 7th DECEMBER
St Ambrose, Bishop. Day 8 of the Novena.


Matthew 11:28-30

Come to me, all who labour and are heavy laden, and I will give you rest. Take my yoke upon you, and learn from me; for I am gentle and lowly in heart, and you will find rest for your souls. For my yoke is easy, and my burden is light."

For some the demands of being a disciple of Jesus are too much. 

They feel overwhelmed with all their responsibilities: I have to pray, to offer sacrifices, to finish my work, do my jobs, to live charity with this person, to read, to... 

They feel like they are doing more than everyone else. 

They are anxious, stressed, harassed, worried, frenetic... 

they spend the day complaining and don't find time for God. 


There is a rule we can follow to know whether a burden comes from God or not: its weight. 

If it is from God, He helps us to carry it.

There is a joke about a tough man, very strong, who was helping his mother to move house, taking the furniture to a neighbouring one. A wardrobe didn't fit in the lorry. Being just one mile away, his mum told him to ask his brother for help and between them both to take it to the new house. 


After half an hour the lady saw her husky son approaching the house alone, staggering and sweating beneath the wardrobe. 

She opened the door and blurted out:

 -'Didn't I tell you to ask your brother for help?' 


'But he IS helping', replied the son, 'he is inside holding the hangers!'

Sometimes we are like that. The burden is heavy because we don't know how to accept it and we don't ask Our Lord for help; but Our Lord never sends us anything we can't cope with. 


His yoke is easy, He says. Have you seen those ladies carrying heavy burdens on their heads? 


The secret is in the 'balance'.


 In our lives, to cope with all our responsibilities, the secret is also 'balance': balance between prayer and action.

Those burdens, taken for and with Jesus, become opportunities to sanctify ourselves. Complaining about your burdens would be like a bird complaining about the weight of its wings! Wings are a lovely burden for an eagle, for they allow it to soar!

Mary, my Mother, may I never complain about the burden that God puts on my shoulders but rather, give thanks to Him and use that to soar to the heights of holiness.

*

Commentary of the day :

Saint Ambrose (c.340-397), Bishop of Milan and Doctor of the Church
On Repentance, 1, 1 (SC 179)

Go out to others just as the Lord comes out to us

Moderation is surely the most beautiful of virtues… It is to this alone that the Church, bought at the price of the Lord's blood, owes its expansion. It mirrors the heavenly gift of universal redemption… From this it follows that whoever would apply themselves to correcting the faults of their human weakness must bear with and, in some sense, carry this weakness on their own shoulders, not rejecting it. For we read that the shepherd in the Gospel carried the exhausted sheep, not that he abandoned it (Lk 15,5)… Indeed, moderation ought to temper justice. Otherwise, how could someone to whom you show distaste – someone who might imagine himself to be an object of contempt rather than compassion to his doctor – how could such a one come to you to be healed?

That is why the Lord Jesus gave proof of his compassion towards us. What he wanted was to call us to himself, not send us flying away in fear. Gentleness is the sign of his coming; his coming is marked by humility. Moreover, he has told us: "Come to me, all you who labor and are burdened, and I will give you rest." So then, our Lord Jesus brings comfort; he does not exclude or reject. And it is with good reason that he chose as his disciples men who, as faithful interpreters of the Lord's will, would gather together the People of God rather than turn them away.


#

Bacaan Liturgi. 07 Desember 2016. Rabu Pekan Adven II. PW S. Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja. Datang Ke HadiratNya Dan Alami Kelegaan.

*Datang Ke HadiratNya Dan Alami Kelegaan*

SETIAP orang di dunia ini, tidak pernah terlepas dari pergumulan hidup.
  Yesus mengetahui betapa manusia begitu rapuh dan lemah; oleh sebab itu Ia mengundang kita untuk datang kepadaNya, dan bersandar kepadaNya.

Kesetiaan berelasi denganNya, akan menyadarkan kita bahwa:

* Ia senantiasa hadir menyertai kita; tidak pernah kita ditinggalkan sendirian dalam menjalani peziarahan hidup ini.
  PenyertaanNya yang tak berkesudahan dan kasihNya yang abadi, menumbuhkan semangat bagi kita untuk tetap melanjutkan perjalanan hidup bersamaNya dengan sukacita dan penuh harapan

* Penderitaan kita tidak ada artinya dibandingkan dengan penderitaanNya; dengan demikian kita akan tetap tabah menapaki jalan salib kehidupan kita dan dengan iman teguh, percaya bahwa di balik salib ada kemuliaan menanti kita.

Dengan menyadari hal-hal tersebut di atas, kita akan tetap tenang dan mengalami kelegaan walau badai kehidupan silih berganti datang menerpa biduk kehidupan kita.

Mari belajar daripadaNya agar semakin serupa dengan Dia: menjadi pribadi yang lemah lembut, rendah hati dan penuh kasih, kendati berbagai penderitaan mendera hidup kita.


#


Bacaan Liturgi 07 Desember 2016

Rabu Pekan Adven II
PW S. Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja.


Bacaan Pertama
Yes 40:25-31
Tuhan yang mahakuasa

  memberi kekuatan kepada yang lelah.


Pembacaan dari Kitab Yesaya:

Yang Mahakudus berfirman,
"Dengan siapa kalian hendak menyamakan Daku?
Siapa yang setara dengan Daku?
Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah!
Siapa yang menciptakan semua bintang itu?
Siapa yang menyuruh mereka keluar seperti tentara,
sambil memanggil nama mereka masing-masing?
Tidak ada satu pun yang tak hadir,
sebab Dia itu mahakuasa dan mahakuat.

Hai Yakub, hai Israel, mengapa engkau berkata begini,
"Hidupku tersembunyi dari Tuhan,
dan hatiku tidak diperhatikan Allahku?"
Tidakkah engkau tahu, dan tidakkah engkau mendengar?
Tuhan itu Allah yang kekal, yang menciptakan alam semesta.
Tuhan tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu.
Pengertian-Nya tidak terduga.
Tuhan memberi kekuatan kepada yang lelah
dan menambah semangat kepada mereka yang tidak berdaya.


Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu
dan teruna-teruna jatuh tersandung.
Tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan
mendapat kekuatan baru.


Mereka seumpama rajawali
yang terbang tinggi dengan kekuatan sayapnya.
Mereka berlari dan tidak menjadi lesu.
Mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 103:1-4.8-10
R:1a
Pujilah Tuhan, hai jiwaku!


*Pujilah Tuhan, hai jiwaku!
Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
Pujilah Tuhan, hai jiwaku,
janganlah lupakan akan segala kebaikan-Nya!

*Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu,
yang menyembuhkan segala penyakitmu!
Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur,
dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!

*Tuhan adalah pengasih dan penyayang,
panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita,
atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.

Bacaan Injil
Mat 11:28-30 
Datanglah kepada-Ku,

  kalian yang letih lesu.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Sekali peristiwa bersabdalah Yesus,
"Datanglah kepada-Ku,
kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat.
Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku,
karena Aku lemah lembut dan rendah hati.
Maka hatimu akan mendapat ketenangan.
Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku."

Demikianlah Injil Tuhan.


#

TIDAK ada kasih
  tanpa pengampunan,
    dan tidak ada pengampunan
       tanpa kasih.

*Bryant H. McGill*


#



Tuesday, December 6, 2016

*Kasih Dan Pengampunan*

BACAAN Injil pada hari ini, mengingatkan saya pada sebuah pengumuman yang pernah saya baca di suatu kolom sebuah surat kabar beberapa waktu yang lalu.

Pengumuman yang berisi pemberitahuan kepada masyarakat bahwa sejak tanggal tersebut, anak bernama X, tidak lagi diakui sebagai anggota keluarga sehingga seluruh tindakannya di luar tanggung jawab keluarga.

Manusia memang sulit sekali menerapkan pengampunan yang tak terbatas dan kasih yang tak bersyarat seperti yang diteladankan oleh Yesus.

Kasih manusia pada umumnya berdasarkan perhitungan untung dan rugi, kasih yang timbal balik, tidak abadi, bergantung kepada situasi dan kondisi.

Begitu tidak sesuai dengan yang diharapkan, timbullah kebencian. Sungguh tipis sekali batas antar kasih dan kebencian.

Sangat berbeda dengan kasih Allah Bapa; Ia menghendaki keselamatan bagi seluruh anak-anakNya sehingga diutusNya Putra tunggalNya untuk mencari yang tersesat.

Tak terhitung dosa dan kesalahan manusia, namun dengan penuh kesabaran Ia menanti pertobatan kita semua, agar kembali ke dalam pelukan kasihNya.

Sadari bahwa kasih sejati seharusnya menciptakan jembatan pemersatu, bukan jurang pemisah.

Kasih sejati mendamaikan permusuhan, mengampuni yang bersalah; dan tentunya menuntut kesediaan untuk terluka.

Mari mohon kekuatan dari Yesus, Sang Gembala Sejati, agar kita dimampukan untuk terus menerus memberikan pengampunan dan menuntun mereka yang tersesat untuk bersama-sama menapaki jalan keselamatan.


#


Bacaan Liturgi 06 Desember 2016

Selasa Pekan Adven II
PF S. Nikolaus, Uskup
Bacaan Pertama
Yes 40:1-11
Allah menghibur umat-Nya.
Pembacaan dari Kitab Yesaya:

Beginilah firman Tuhan,
"Hiburlah, hiburlah umat-Ku!
Tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya,
bahwa perhambaannya sudah berakhir,
bahwa kesalahannya telah diampuni,
sebab ia telah menerima hukuman dari tangan Tuhan
dua kali lipat karena segala dosanya."

Ada suara yang berseru,
"Siapkanlah di padang gurun jalan bagi Tuhan,
luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
Setiap lembah harus ditutup,
setiap gunung dan bukit harus diratakan.
Tanah yang berbukit-bukit harus menjadi rata,
dan yang berlekak-lekuk menjadi datar.
Maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan
dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama!
Sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya."

Terdengar suatu suara, "Berserulah!"
Jawabku, "Apakah yang harus kuserukan?"
"Serukanlah: Seluruh umat manusia adalah seperti rumput
dan semua semaraknya seperti bunga di padang.
Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu,
apabila Tuhan menghembusnya dengan nafas-Nya.
Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput.
Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu,
tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."

Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke gunung yang tinggi!
Hai Yerusalem, pembawa kabar baik,
nyaringkanlah suaramu kuat-kuat,
nyaringkanlah suaramu, jangan takut!
Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!"
Lihat, itu Tuhan Allah!
Ia datang dengan kekuatan, dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa.
Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya
ada bersama-sama Dia,
dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.
Seperti seorang gembala Ia menggembalakan ternak-Nya
dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya.
Anak-anak domba dipangku-Nya,
induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 96:1-3.10ac.11-13
R:Yes 40:10ab
Lihat, Tuhan datang dengan kekuatan!
*Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,
menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!
Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya,
kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan
yang datang dari pada-Nya.

*Sebab mahabesarlah Tuhan, dan sangat terpuji,
Ia lebih dahsyat daripada segala dewata.
Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "Tuhan itu Raja!
Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."

*Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai,
biar gemuruhlah laut serta segala isinya!
*Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya,
dan segala pohon di hutan bersorak-sorai.

*Bersukacitalah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang,
sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.
Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan,
dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bacaan Injil
Mat 18:12-14
Bapamu tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Bagaimana pendapatmu?
Jika seorang mempunyai seratus ekor domba,
dan seekor di antaranya sesat,
tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan,
lalu pergi mencari yang sesat itu?
Dan Aku berkata kepadamu,
Sungguh, jika ia berhasil menemukannya,
lebih besarlah kegembiraannya atas yang seekor itu
daripada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
Demikian juga Bapamu yang di surga tidak menghendaki
seorang pun dari anak-anak ini hilang."

Demikianlah Injil Tuhan.

Monday, December 5, 2016

Bacaan Liturgi 05 Desember 2016 Senin Pekan Adven II. Tumbuhkan Kepedulian Terhadap Sesama.

*Tumbuhkan Kepedulian Terhadap Sesama*

YESUS datang ke dunia untuk mencari dan menyelamatkan setiap orang.
Sebagai muridNya, kita diundang untuk memiliki kepedulian terhadap orang-orang di sekitar kita yang sedang mengalami kelumpuhan di dalam semangat, harapan dan rohani.

Sapa dan jangkau mereka dengan tulus, sabar dan penuh kasih.
Jangan cepat menyerah saat upaya kita menemui banyak halangan dan penolakan; melainkan carilah cara-cara lain yang kreatif untuk mendekati mereka.

Dengan iman yang teguh, kegigihan dan komitmen yang tinggi, mari kita terus menerus membangkitan semangat mereka dan membawa mereka kembali dekat kepada Yesus.

Senantiasa andalkan Yesus dan setia mendoakan mereka, semoga hati mereka terbuka dan tergerak untuk meninggalkan kehidupan lama, hidup dalam pertobatan dan menerima pemulihan daripadaNya.


#


Bacaan Liturgi 05 Desember 2016

Senin Pekan Adven II


Bacaan Pertama
Yes 35:1-10
Allah sendiri datang menyelamatkan kalian.


Pembacaan dari Kitab Yesaya:

Padang gurun dan padang kering akan bergirang,
padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga;
seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat,
akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai.
Kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan Saron
akan diberikan kepadanya.
Orang akan melihat kemuliaan Tuhan, semarak Allah kita.

Kuatkanlah tangan yang lemah lesu
dan teguhkanlah lutut yang goyah.
Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati,
"Kuatkanlah hatimu, janganlah takut!
Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan ganjaran.
Ia sendiri datang menyelamatkan kalian!"

Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan,
dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.
Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa,
dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai;
sebab mata air memancar di padang gurun,
dan sungai di padang belantara;
tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam,
dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air;
di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan.
Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus;
orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya,
dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya.
Di situ tidak akan ada singa,
binatang buas tidak akan menjalaninya
dan tidak akan terdapat di sana;
orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ,
dan orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang
dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai,
sedang sukacita abadi meliputi mereka;
kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka,
kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur
Mzm 85:9a-14
R:Yes 35:4d
Allah sendiri akan datang menyelamatkan kita.


*Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah!
Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya.
Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa,
dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.

*Kasih dan kesetiaan akan bertemu,
keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan.
Kesetiaan akan tumbuh dari bumi,
dan keadilan akan merunduk dari langit.

*Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan,
dan negeri kita akan memberi hasil.
Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya,
dan damai akan menyusul di belakang-Nya.


Bait Pengantar Injil
Yes 33:22
Lihat, raja kita, Tuhan semesta alam, datang!
Ia datang membebaskan kita dari belenggu perbudakan.


Bacaan Injil
Luk 5:17-26
Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Pada suatu hari, ketika Yesus sedang mengajar,
ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat
duduk mendengarkan-Nya.
Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea
dan dari Yerusalem.
Kuasa Tuhan menyertai Yesus,
sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.

Maka datanglah beberapa orang
mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur.
Mereka berusaha membawa dia masuk
dan meletakkannya di hadapan Yesus.
Tetapi karena banyaknya orang di situ,
mereka tidak dapat membawa masuk.
Maka mereka naik ke atap rumah dan membongkar atap itu.
Kemudian mereka menurunkan si lumpuh
ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia,
"Hai saudara, dosamu sudah diampuni."

Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hati,
"Siapakah orang yang menghojat Allah ini?
Siapa dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?"


Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka,
lalu Ia berkata kepada mereka,
"Apakah yang kalian pikirkan dalam hati?
Manakah lebih mudah,
mengatakan, 'Dosamu sudah diampuni'
atau mengatakan, 'Bangunlah, dan berjalanlah?'
Tetapi supaya kalian tahu,
bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa"
lalu Yesus berkata kepada si lumpuh,
"Aku berkata kepadamu: Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu
dan pulanglah ke rumah!"


Seketika itu juga bangunlah orang itu di depan mereka,
lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya
sambil memuliakan Allah.

Semua orang takjub, lalu memuliakan Allah.
Mereka amat takut dan berkata,
"Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan."

Demikianlah Injil Tuhan.


#