Google+ Followers

Tuesday, February 21, 2017

Bacaan Liturgi 21 Februari 2017 Selasa Pekan Biasa VII PF S. Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja. Menjadi Pelayan Sejati.

*Menjadi Pelayan Sejati*

SUNGGUHPUN para murid tidak memahami perkataan Yesus tentang Anak Manusia yang akan menderita, wafat dan bangkit; mereka tidak berusaha untuk menanyakan kepadaNya. Bahkan mereka memperdebatkan masalah lain, mengenai siapa yang paling terbesar dia antara mereka.

Kerap kita juga bersikap seperti para murid. Hal-hal yang berhubungan dengan penderitaan tidak menarik untuk diperbincangkan, bahkan kalau bisa dihindarkan. Kita lebih suka mendiskusikan hal-hal yang membanggakan, terutama mengenai prestasi dan kehebatan diri kita.

Iblis mengetahui kelemahan manusia, yang cenderung haus akan hormat dan pujian. Bila kita tidak waspada, maka pelayanan yang seharusnya dilaksanakan dengan kerendahan hati, akan berubah bentuk, menjadi sebuah ajang untuk pamer kemampuan dan tempat melampiaskan ambisi pribadi demi meraih popularitas dan penghargaan dari orang sekitar.

Melalui Sabda pada hari ini, Yesus mengingatkan kita untuk kembali menjadi seorang hamba yang sungguh-sungguh mau melayani sesama dan Tuhan dengan tulus dan berlandaskan kasih.

Bila saat ini pelayanan kita memiliki motivasi yang tidak murni, marilah bertobat. Mohon pimpinanNya agar kita dimampukan untuk menjadi pelayan sejati seperti Dia, rela menjadi kecil, tak berharga di mata dunia, agar namaNya semakin besar dan dimuliakan.


#


Bacaan Liturgi 21 Februari 2017

Selasa Pekan Biasa VII
PF S. Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja

Bacaan Pertama
Sir 2:1-11
Bersiap-sedialah menghadapi pencobaan.
Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh:

Anakku, jika engkau mau mengabdi kepada Tuhan,
bersiap-sedialah menghadapi pencobaan.
Tabahkanlah dan teguhkanlah hatimu.
Jangan gelisah pada waktu malang.
Berpautlah kepada Tuhan, jangan berpaling dari pada-Nya,
supaya engkau dijunjung tinggi pada akhir hidupmu.

Terimalah saja apa pun yang menimpa dirimu
dan hendaklah sabar dalam segala perubahan kehinaanmu.
Sebab emas diuji di dalam api,
tetapi orang yang dikasihi Tuhan diuji dalam kancah penghinaan.
Percayalah pada Tuhan maka Iapun menghiraukan dikau,
ratakanlah jalanmu dan berharaplah kepada-Nya.

Kalian yang takut akan Tuhan
nantikanlah belas kasihan-Nya dan jangan menyimpang,
supaya kalian jangan terjatuh.
Kalian yang takut akan Tuhan, percayalah pada-Nya,
niscaya kalian tidak akan kehilangan ganjaran.
Kalian yang takut akan Tuhan,
harapkanlah yang baik, sukacita kekal dan belas kasihan.

Ingatlah akan angkatan yang sudah-sudah, dan perhatikanlah:
pernahkah Tuhan mengecewakan orang yang berharap kepada-Nya?
Pernahkah Tuhan meninggalkan orang yang tekun bertakwa?
Pernahkah Tuhan tidak menghiraukan orang
yang berseru kepada-Nya?
Sungguh, Tuhan itu pengasih dan penyayang.
Ia mengampuni dosa dan menyelamatkan di waktu kemalangan.


Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 37:3-4.18-19.27-28.39-40
R:5
Percayakanlah hidupmu kepada Tuhan,
dan Ia akan bertindak.


*Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik,
diamlah di negeri dan berlakulah setia;
bergembiralah karena Tuhan;
maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu.

*Tuhan mengetahui hari hidup orang saleh,
dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya;
mereka tidak akan mendapat malu sewaktu ditimpa kemalangan,
dan pada hari-hari kelaparan mereka akan menjadi kenyang.

*Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik,
maka engkau memiliki tempat tinggal yang abadi;
sebab Tuhan mencintai kebenaran,
dan tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya.
Orang-orang yang berbuat jahat akan binasa
dan anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.

*Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan;
Dialah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan;
Tuhan menolong dan meluputkan mereka,
dari tangan orang-orang fasik;
Tuhan menyelamatkan mereka,
sebab mereka berlindung pada-Nya.

Bait Pengantar Injil
Gal 6:14
Tiada yang kubanggakan,

  selain salib Tuhan.
Karenanya dunia tersalib bagiku

  dan aku bagi dunia.

Bacaan Injil
Mrk 9:30-37
Barangsiapa ingin menjadi yang pertama,
hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:

Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya melintasi Galilea.
Yesus tidak mau hal itu diketahui orang,
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya.
Ia berkata kepada mereka,
"Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia,
dan mereka akan membunuh Dia.
Tetapi tiga hari setelah dibunuh, Ia akan bangkit."

Mereka tidak mengerti perkataan itu,
namun segan menanyakannya kepada Yesus.


Kemudian Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum.
Ketika sudah berada di rumah
Yesus bertanya kepada para murid itu,
"Apa yang kalian perbincangkan tadi di jalan?"
Tetapi mereka diam saja,
sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan
siapa yang terbesar di antara mereka.


Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu.
Kata-Nya kepada mereka,
"Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu,
hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya
dan menjadi pelayan semuanya."


Yesus lalu mengambil seorang anak kecil ke tengah-tengah mereka.
Kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka,
"Barangsiapa menerima seorang anak seperti ini demi nama-Ku,
ia menerima Aku.
Dan barangsiapa menerima Aku,
sebenarnya bukan Aku yang mereka terima,
melainkan Dia yang mengutus Aku."


Demikianlah Injil Tuhan.


#

RenHar. Selasa 21 Feb 2017. SEMUA tindakan pelayanan diberikan atas dasar kasih.

SEMUA tindakan pelayanan tidak berarti
  kecuali diberikan atas dasar kasih.


#


"GODAAN DALAM PELAYANAN"

Bacaan Liturgi 

21 Februari 2017 

Selasa Pekan Biasa VII
Bacaan: Sir 2:1-11 Mazmur 37:3-4.18-19.27-28.39-40
Markus 9:30-37.

Markus 9:37, menulis.

Yesus berkata: "Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini didalam namaKu, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku."

Godaan masih juga membayangi pikiran murid-murid Yesus. Siapa yang terbesar di antara mereka berdua belas? Sepanjang jalan mereka ramai mengguncingkan hal ini.


 Ketika Yesus menanyakan soal apa yang sedang dipermasalahkan, mereka justru diam. Betapa sedih hati Sang Guru. ...Baru saja Ia membeberkan kepada para murid mengenai resiko perjuanganNya dalam mewartakan Kerajaan Allah, yakni ditangkap, dianiaya, dan dibunuh secara keji, namun para murid tampaknya lebih tertarik pada godaan siapa yang terbesar diantara mereka. 


Di tengah dunia modern ini, kita masih saja diperhadapkan pada persoalan"siapa yang terbesar". Godaan ini dapat dapat membuat kita lalai terhadap tugas dan panggilan kita sebagai murid Yesus di tengah dunia ini. Hendaknya setiap kali godaan itu muncul,  kita kembali memandang seorang anak kecil yang dirangkul oleh Yesus dan mengingat pesanNya:"Jadilah yang terakhir, pelayan dari semuanya, dan menyambut Aku dalam diri orang yang lemah, papa dan kecil."

Marilah berdoa;
Tuhan, satu yang kuharapkan, jangan pernah Engkau meninggalkan diriku sehingga aku tidak terpisah dariMu dan jangan sampai aku tersesat oleh keinginan dan ambisi pribadi didalam pelayanan. Amin.
Met Hari Selasa.

#

Mutiara Iman

BERSEDIALAH UNTUK PENCOBAAN
21 Pebruari 2017


"..maka bersedialah untuk pencobaan" (Sir 2:1)

Lectio
Sir 2:1-11; Mzm 37:3-4,18-19,27-28,39-40; Mrk 9:30-37

Seorang pemuda bernama Viki masuk ke Kedai Soto dan berkata pada bapak yang melayani pembeli :
"Pak, saya pesan nasi dan kuah sotonya saja yah. Soalnya uang saya tak cukup!"

 
Lalu Bapak itu mengiyakan dan kemudian memberikan nasi soto lengkap dengan dagingnya sambil berkata :
"Ini berkat dari Tuhan buat mas yah." 


Setelah selesai makan, bapak itu menghampirinya dan bertanya :
"Mengapa wajahmu suram?" 


Viki menjawab :
"Saya adalah tulang punggung keluarga pak dan hari ini saya dipecat. Saya tidak tahu bagaimana harus menghidupi kedua orangtua dan adik-adik saya!" 


"Apakah kamu percaya Tuhan akan menolongmu?" tanya Bapak itu. 


"Saya hanya bisa tabah dengan berdoa dan hidup hemat. Saya percaya Tuhan akan memberikan jalan kepada saya. Terima kasih ya Bapak sudah memberikan berkat Tuhan!" jawab Viki.

Anakku, jikalau engkau bersiap untuk mengabdi kepada Tuhan, maka bersedialah untuk pencobaan.

Pencobaan adalah sarana yang dipakai Tuhan agar umat-Nya taat sampai akhir hayatnya.

Oratio
Ya Tuhan, tambahkanlah iman kami. Amin

Missio
Marilah kita hidup dalam kesabaran dan kesetiaan kepada Tuhan dalam setiap pencobaan.
Have a Blessed Tuesday.

#

SabdaNya 

Selasa.21 - 02 - 17

Sir 2: 1-11                  

 Mark 9:30-37

Shalom,
'Jikalau engkau bersiap untuk mengabdi Tuhan, maka bersedialah untuk pencobaan' (Sir 2:1).


Pencobaan itu bukan dari Tuhan tetapi karena kita harus melawan/ mengatasi nafsu2 kedagingan yg ada didalam diri kita, yg tidak sesuai dengan rancanganNya.
Pencobaan terjadi karena sering kehendak Allah tidak dapat dipahami, sehingga kita harus taat melaksanakannya meskipun tidak mengerti atau tidak seperti yg kita pikirkan.
Pencobaan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.

Para rasul telah menyaksikan bagaimana Ktistus membuat mujizat2 yg luar biasa. Mereka juga melihat begitu banyak orang yg selalu mengerumuniNya. Karena itu mereka sangat yakin bahwa suatu saat Dia akan menjadi raja. Karena mereka adalah orang2 yg terdekat dgNya, maka salah satu diantara merekalah yg akan diangkat menjadi wakilNya.
Itulah yg mereka perdebatkan didalam perjalanan, sehingga meskipun Kristus menyampaikan kejadian yg ' sangat menyeramkan' yg akan Dia alami, mereka tidak memperhatikannya. Mereka terlalu yakin apapun yg akan terjadi, Kristus pasti akan dapat mengatasinya.


Motivasi mereka dalam mengikuti Kristus, yg semula begitu murni untuk selalu berada didekatNya dan mendengarkan ajaran2Nya yg menerangi hati dan pikiran, mulai bergeser kearah duniawi yaitu kekuasaan.


Motivasi yg keliru dan ambisi duniawi seperti itulah yg membuat mereka, pada saat Kristus wafat, tenggelam didalam frustasi hebat.
Kristus ingin meluruskan kembali motivasi mereka. 

Dia memeluk seorang anak kecil dan mengatakan: 'Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam namaKu,ia menyambut Aku'.


Seorang anak kecil belum dapat membalas kebaikan yg diberikan kepadanya.Dengan begitu, ketika kita mengasihinya, menolongnya, kita pasti tidak mengharap akan mendapat balasan.Inilah ketulusan.
Kristus ingin kita taat dan mengasihi Dia dengan tulus, bukan karena ingin mendapat balasan/ imbalan duniawi.


Sirakh mengajarkan kita untuk percaya penuh kepada Tuhan.Jangan mengharap balasan, meskipun Tuhan karena kebaikanNya pasti akan memberikan ganjaran yg indah kepada semua orang yg taat kepadaNya (Sir 2:7-8).

Seperti para rasul yg motivasinya bergeser kearah duniawi dalam perjalanan mengikuti Kristus, kitapun sering kali tergoda dg motivasi2 duniawi seperti itu.Kita mau berkarya dalam pelayanan, berbuat kasih kepada sesama dlsb tetapi kemudian menuntut Allah mengabulkan segala keinginan kita: kesuksesan usaha, kesembuhan dari penyakit dlsb.Akibatnya, ketika Allah mempunyai rencana yg lain, kita menjadi kecewa dan marah.


Allah yg Maha Kuasa telah memberi segala yg kita perlukan sehingga kita dimampukan untuk berkarya.Dia pasti senang kalau kita menyatakan syukur atas kebaikanNya dengan taat kepadaNya.Dia pasti tidak lalai untuk memberi ganjaran yg indah kepada orang yg taat.Tetapi biarkan itu menjadi hakNya.Tidak pantas kita menuntut Allah untuk memberikan apa yg kita mau sebagai imbalan ketaatan.
Gbu all n hv a blessed Tuesday.

#

21st FEBRUARY
St Peter Damian
Mark 9:30-37


Jesus was teaching his disciples, saying to them, "The Son of man will be delivered into the hands of men, and they will kill him; and when he is killed, after three days he will rise." But they did not understand the saying, and they were afraid to ask him.

The reaction of the Apostles is quite surprising: "they were afraid to ask him." They knew Jesus well. They had heard Him preaching and teaching - and all of them had spent memorable times in conversation with Him. But now He is talking about suffering and death. They didn't like that. They preferred not to know. Later, on Good Friday, all of them (with the exception of John) ran away from the Cross.

In a primary school, the new RE teacher was asked by the headmistress what book she planned to use. She said that she only wanted to use the Bible. The headmistress pointed out: 'That's fine by me. But make sure that you leave aside those nasty bits at the end'. By 'nasty bits' she was referring to the Passion and Death of Our Lord. 


For many Christians the Cross is just a nasty bit they prefer not to know about. Like an ostrich, some think that if they bury their head in the sand and don't see the Cross... it may disappear.

The cross is necessary. It was necessary for Jesus to redeem us and it is necessary for us to follow Him: "Whoever does not bear his own cross and come after me, cannot be my disciple". Those who prefer not to hear about sacrifice don't know anything about love, because love suffers. 


A mother suffers for her children. 

Husbands suffer for their wives. 

Friends suffer for their friends. 

God suffers for us. 

And we... we should be ready to suffer for Him.

St Josemaria wrote: "don't drag the Cross... Carry it squarely on your shoulder... Don't bear your Cross with resignation: resignation is not a generous word. Love the Cross. When you really love it, your Cross will be... a Cross, without a Cross", a noble burden of love.

Mary, My Mother, with your help may I learn to take up my cross for Jesus with generosity, following Jesus' steps closely - because then (with Him) it won't be just 'my' cross, it will be 'ours', Jesus' and mine.

Monday, February 20, 2017

Doa dan Iman.

DOA adalah
membawa keinginan dan kekhawatiran anda kepada Tuhan,
  iman adalah
    meninggalkan mereka di sana.


#


Mutiara Iman

*KEBIJAKSANAAN*

20 Pebruari 2017

_"Tuhanlah yang menciptakan kebijaksanaan.."_
(Sir 1:9)

Lectio
Sir 1:1-10; Mzm 93:1ab,1c-2,5; Mrk 9:14-29

Simon dikenal sebagai orang bijaksana oleh rekan-rekan lingkungannya. Lalu seorang ibu bernama Susan menghampirinya dan bertanya :
"Pak Simon, suami saya tidak mau ke gereja sehingga anak-anak kami juga ikut terbawa. Saya menjadi emosi dan suka memarahi suami dan anak-anak. Bagaimana menurut Bapak?"


Simon menjawab :
"Apakah yang ibu harapkan ingin dilakukan?

 Dan apa yang Yesus ajarkan?"


Lalu terdiamlah Susan sejenak, dan kemudian menjawab :
"Saya berharap ingin memperkenalkan Yesus! Ya memang cara saya bukan seperti yang dilakukan Yesus. Seharusnya saya menunjukkan bagaimana kita sebagai pengikut Kristus meneladani Kristus dalam kehidupan ini."


Mendengar jawaban Susan, Simon berkata :
"Bersyukurlah kepada Tuhan, karena Ibu telah diberikan kebijaksanaan."

Tuhanlah yang menciptakan kebijaksanaan, yang melihat serta membilangnya, lalu mencurahkannya atas segala buatan-Nya.

Kebijaksanaan adalah milik Allah.


Oratio
Ya Tuhan, tambahkanlah iman kami. Amin

Missio
_Marilah kita menggunakan setiap kebijaksanaan yang telah Allah berikan._

*Have a Blessed.

#


*Percaya Tanpa Syarat KepadaNya*

YESUS kecewa terhadap para muridNya yang tidak dapat mengusir roh jahat dari tubuh seorang anak.

Rasa kurang percaya mereka terhadap kuasa Allah menyebabkan mereka gagal menjalankan tugasnya.

Kesejatian iman diuji pada saat berbagai masalah, sakit penyakit, musibah menerpa kehidupan seseorang.

Orang yang tidak memiliki iman kokoh, akan mudah sekali terombang-ambing, menjadi kalut dan putus harapan saat mereka tidak dapat melihat jalan ke luar dari permasalahan yang ada.

Mereka hanya menatap gunung masalah yang menjulang tinggi di hadapan mereka sehingga mereka tidak mampu melihat kehadiran Allah dan menangkap suaraNya, yang menyapa lewat orang-orang yang berada di sekitarnya maupun lewat berbagai peristiwa kehidupan yang melintas di depan mereka.

Sadari bahwa Allah jauh lebih besar dan lebih berkuasa dari problem atau permasalahan yang kita hadapi.

Tidak ada hal yang mustahil bagiNya. Yang harus kita lakukan adalah sungguh-sungguh percaya kepadaNya tanpa syarat.

Berdoalah dengan setia, dan doa yang kita panjatkan pun harus mengungkapkan iman dan ketergantungan kita kepadaNya.

Mari serahkan semuanya ke dalam tangan kasihNya, dan biarkan terjadi seturut kehendak dan rencanaNya saja.

DOA adalah membawa keinginan dan kekhawatiran anda kepada Tuhan,
*IMAN* adalah perjuangan yg hrs dilombakan utk mencapai garis akhir...


...... We as God's children must have faith, convincing ourselves that God's promise wl be fulfilled in our life. He promised that He wl not leave nor forsake us........
" In each of the step that we make in leading this life, there is God....
in each breath, there is life.......
in each hope, there is an assurance...... n
in each of our prayer, there wl be an answer from God...". if these words have been carved in our heart n mind, rest assured the implementation wl come n be exprrienced by u in no time.
Be homored if God has chosen u as His model of creation.
Not everybody has got that opportunity in life.....
have a brand new hope on Monday....


217v3S202

#

DOA"

Bacaan Liturgi 20 Februari 2017
Bacaan: Sir 1:1-10 Mazmur 93:1ab.1c-2.5
Bacaan Injil Mrk 9:14-29

Senin Pekan Biasa VII. 


Injil Markus 9:23, menulis.

Yesus berkata:

 "Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya"

Bagi mereka yang beriman pada Allah, tiada penjelasan yang diperlukan. Bagi mereka yang tidak beriman kepada Allah, tiada penjelasan yang mungkin. Yesus meminta kita semakin beriman. Sehingga semakin bisa mengalami mukjizat dalam hidup sehari-hari. Dengan beriman, kita diajak terbuka karena kita kadang bisu ketika malas mewartakan kedamaian tapi malahan asyiik mewartakan kebencian dan gosipan. Salah satu jalan iman yang dihadirkanNya adalah doa, karena doa membuat kita bisa mengusir roh jahat dalam hati kita dan sesama.


 Bukankah doa sendiri bisa memiliki arti indah, yakni "Didengarkan Oleh Allah" Didamaikan Oleh Allah 

  dan Dikuatkan Oleh Allah.


Marilah berdoa: 

Tuhan semoga RohMu sajalah yang hadir memenuhi dan merajai relung hatiku. Amin.


Met Hari Senin.


#


Bacaan Liturgi 20 Februari 2017 Senin Pekan Biasa VII. Percaya Tanpa Syarat KepadaNya.

*Percaya Tanpa Syarat KepadaNya*

YESUS kecewa terhadap para muridNya yang tidak dapat mengusir roh jahat dari tubuh seorang anak. Rasa kurang percaya mereka terhadap kuasa Allah menyebabkan mereka gagal menjalankan tugasnya.

Kesejatian iman diuji pada saat berbagai masalah, sakit penyakit, musibah menerpa kehidupan seseorang. Orang yang tidak memiliki iman kokoh, akan mudah sekali terombang-ambing, menjadi kalut dan putus harapan saat mereka tidak dapat melihat jalan ke luar dari permasalahan yang ada.

Mereka hanya menatap gunung masalah yang menjulang tinggi di hadapan mereka sehingga mereka tidak mampu melihat kehadiran Allah dan menangkap suaraNya, yang menyapa lewat orang-orang yang berada di sekitarnya maupun lewat berbagai peristiwa kehidupan yang melintas di depan mereka.

Sadari bahwa Allah jauh lebih besar dan lebih berkuasa dari problem atau permasalahan yang kita hadapi. Tidak ada hal yang mustahil bagiNya. Yang harus kita lakukan adalah sungguh-sungguh percaya kepadaNya tanpa syarat.

Berdoalah dengan setia, dan doa yang kita panjatkan pun harus mengungkapkan iman dan ketergantungan kita kepadaNya. Mari serahkan semuanya ke dalam tangan kasihNya, dan biarkan terjadi seturut kehendak dan rencanaNya saja.


#


Bacaan Liturgi 20 Februari 2017

Senin Pekan Biasa VII


Bacaan Pertama
Sir 1:1-10
Kebijaksanaan diciptakan sebelum segala-galanya.


Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh:

Segala kebijaksanaan berasal dari Tuhan
dan ada pada-Nya selama-lamanya.
Siapa dapat menghitung pasir di pantai,
titik-titik air hujan, atau hari-hari segala abad?
Siapa dapat menduga tingginya langit,
luasnya bumi, dalamnya samudera atau dalamnya kebijaksanaan?
Kebijaksanaan diciptakan sebelum segalanya,
dan pengertian yang arif sejak dahulu kala.

Kepada siapakah pangkal kebijaksanaan telah disingkapkan,
dan siapakah mengenal segala akalnya?
Hanyalah Satu yang bijaksana, teramat menggetarkan,
yaitu Yang bersemayam di atas singgasana-Nya.
Tuhan sendirilah yang menciptakan kebijaksanaan.
Ia melihatnya serta membilangnya.
Segala ciptaan-Nya Ia penuhi dengan kebijaksanaan.
Setiap makhluk menerimanya sekedar pemberian Tuhan.
Ia membagikannya kepada orang yang mencintai-Nya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 93:1ab.1c-2.5
R:1a
Tuhan adalah Raja,

  Ia berpakaian kemegahan.


*Tuhan adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan,
dan kekuatanlah ikat pinggang-Nya.

*Sungguh, telah tegaklah dunia, tidak lagi goyah.
takhta-Mu tegak sejak dahulu kala,
dari kekal Engkau ada.

*Peraturan-Mu sangat teguh;
bait-Mu berhiaskan kekudusan, ya Tuhan,
sepanjang masa!

Bait Pengantar Injil
2Tim 1:10b
Yesus Kristus, Penebus kita, telah membinasakan maut,
dan menerangi hidup dengan Injil.


Bacaan Injil
Mrk 9:14-29
Aku percaya, ya Tuhan! 
Tolonglah aku yang kurang percaya ini.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:

Pada suatu hari Yesus bersama Petrus, Yakobus dan Yohanes,
turun dari gunung,
lalu kembali pada murid-murid lain.
Mereka melihat orang banyak mengerumuni para murid itu,
dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan  sesuatu
dengan mereka. 


Ketika melihat Yesus,
orang banyak itu tercengang-cengang semua
dan bergegas menyambut Dia.
Yesus lalu bertanya kepada mereka,
"Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?"


Kata seorang dari orang banyak itu,
"Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu
karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.
Setiap kali roh itu menyerang, anakku dibantingnya ke tanah.
Lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan,
dan tubuhnya menjadi kejang.
Aku sudah minta kepada murid-murid-Mu,
supaya mereka mengusir roh itu,
tetapi mereka tidak dapat."


Maka kata Yesus kepada mereka,
"Hai kamu angkatan yang tidak percaya,
berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?
Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu?
Bawalah anak itu ke mari!"


Lalu mereka membawanya kepada Yesus.
Dan ketika roh itu melihat Yesus,
anak itu segera digoncang-goncangnya,
dan anak itu terpelanting di tanah dan terguling-guling,
sedang mulutnya berbusa.

Kemudian Yesus bertanya kepada ayah anak itu,
"Sudah berapa lama ia mengalami ini?"

 
Jawabnya, "Sejak masa kecilnya!
Seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api atau ke dalam air
untuk membinasakannya.
Sebab itu, jika Engkau dapat berbuat sesuatu,
tolonglah kami dan kasihanilah kami."


Jawab Yesus, "Katamu, 'jika Engkau dapat?'
Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"


Segera ayah anak itu berteriak.
"Aku percaya!

 Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"


Ketika Yesus melihat makin banyak orang yang datang berkerumun,
Yesus menegur roh jahat itu dengan keras, kata-Nya,
"Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli,
Aku memerintahkan engkau:
Keluarlah dari anak ini, dan jangan memasukinya lagi!"


Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak
dan menggoncang-goncangkan anak itu dengan hebatnya.
Anak itu kelihatannya  seperti orang mati,
sehingga banyak orang mengatakan,

 "Ia sudah mati."


Tetapi Yesus memegang tangannya dan membangunkannya,
lalu ia bangkit sendiri.

Ketika Yesus sudah di rumah,
dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia,
bertanyalah mereka,
"Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?" Í


Jawab Yesus,
"Jenis ini tidak dapat diusir

  kecuali dengan berdoa."

Demikianlah sabda Tuhan.

Dibalik kesulitan ada kemuliaan di dalam kemenangan.

TANPA adanya kesulitan di dalam pertempuran,
  tidak ada kemuliaan di dalam kemenangan.

*Pierre Corneille*


#




#


KISAH IRI KAKAK ADIK

Alkisah di China, terdapat 2 orang kakak beradik yang berbeda ibu.

Ibu si kakak sudah lama meninggal. Kini dia tinggal bersama ayah, ibu tiri dan adik tirinya.

Sang kakak menanam pohon labu dan dengan rajin memeliharanya hingga tumbuh besar.

Suatu hari mereka mendengar kabar bahwa raja sedang sakit parah, tabib istana mengatakan bahwa labu kembar dapat menyembuhkan penyakit raja.

Maka diadakan sayembara, barang siapa yang memiliki labu kembar akan mendapat satu peti emas.

Sang kakak segera memberitahu pada keluarganya.

Pada hari keberangkatan sang kakak ke ibukota, ibu memanggil si adik ke dalam dapur, 

"Ada 2 potong kue, yang polos dan bergambar bunga. 

Berilah kakakmu kue yang bergambar bunga, sebab ibu telah memberi racun di dalamnya."

"Kenapa ibu ingin membunuh kakak? Bukankah ibu juga menyayangi kakak?"

"Ibu memang menyayanginya, tapi kamu adalah anakku dan ibu tidak rela bila kakakmu mendapatkan emas itu, maka biarlah dia memakan kue beracun ini."

Kemudian si adik membawa kue itu ke kakaknya,
"Adikku, tunggu kakak ya, kakak janji akan segera pulang dan membeli banyak oleh-oleh untukmu dari kota dan uang emas hadiahnya untuk kita bersama!"

Sang adik terdiam, kemudian berkata pada kakaknya,
"Kakak, ibu memberi kita berdua kue, makanlah tapi aku ingin kue yang bergambar bunga."

Setelah itu si adik dengan lahap memakan kue beracun itu.

Setelah kepergian kakaknya, dia berkata pada ibunya,
"Ibu, kue beracun itu telah kumakan, kakak sangat baik kepadaku, mana mungkin aku tega membunuhnya.

Setelah aku mati, sayangilah dia seperti ibu menyayangiku."

Ibunya yang mendengarnya kemudian memeluknya,
"Anakku , tidak ada racun sama sekali di kue bergambar bunga itu.

 Ibu hanya menguji rasa sayangmu pada kakakmu, ibu kuatir kamu menjadi iri dengan kemujuran kakakmu jika dia membawa banyak harta"

"Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat."

Berjuanglah mengalahkan *Rasa Iri* pada sesama.

Berbahagialah saat Teman/ Saudara juga bahagia.

Saturday, February 18, 2017

Bacaan Liturgi 18 Februari 2017 Sabtu Pekan Biasa VI. Tanpa Salib Tidak Ada Kemuliaan.

*Tanpa Salib Tidak Ada Kemuliaan*

DENGAN memperlihatkan kemuliaanNya di hadapan Petrus, Yohanes dan Yakobus, Yesus menganugerahkan kepada mereka, suatu pengalaman indah nan istimewa yang akan terus tertanam di dalam lubuk hati mereka.

Sebuah pengalaman spiritual yang tak terlupakan, yang memberi kekuatan kepada mereka di dalam menghadapi masa-masa yang sulit.

Menjadi murid Yesus memang tidak mudah, tetapi kita harus menyadari bahwa tanpa menapaki jalan salibNya, kita tidak mungkin meraih kemuliaan.

Peristiwa transfigurasi hendaknya memberikan peneguhan iman kepada kita semua. Dengan melihat sekilas kemuliaanNya, maka seberat apapun penderitaan dan pergumulan hidup yang kita hadapi, kita akan selalu menemukan keberanian untuk dapat menjalaninya dengan tabah, penuh iman dan pengharapan kepadaNya.

Bila saat ini kita sedang terpuruk dan mengalami krisis kepercayaan, mari tumbuhkan kembali iman kita kepadaNya.

Jadikan transfigurasi Yesus ini sebagai pembangkit semangat kita di tengah tandusnya kehidupan.

Setialah membangun relasi yang erat denganNya, mohon rahmatNya agar kita dimampukan untuk terus berjuang menjadi pendengar dan pelaku sabdaNya, serta bersedia merangkul salibNya sehingga kelak kita pun layak mengalami kemuliaan bersamaNya.


#


Bacaan Liturgi 18 Februari 2017

Sabtu Pekan Biasa VI


Bacaan Pertama
Ibr 11:1-7

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.


Karena iman  Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain.
Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.


Karena iman  Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.


Tetapi tanpa iman  tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.

 Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.


Karena iman, maka Nuh -- dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan -- dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya
; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.


Mazmur
Mzm 145:2-3.4-5.10-I1

Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.
Besarlah Tuhan dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga.
Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu.
Semarak kemuliaan-Mu yang agung dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.

Bacaan Injil
Mrk 9:2-13
Yesus berubah rupa di depan para rasul.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:

Pada suatu hari Yesus berbicara tentang bagaimana Ia akan menderita sengsara.
Sesudah itu Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes,
dan bersama mereka naik ke sebuah gunung yang tinggi.
Di situ mereka sendirian saja.
Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,
dan pakaian-Nya menjadi sangat putih berkilat-kilat.
Tidak ada seorang pun di dunia ini
yang sanggup mengelantang pakaian seperti itu.

Maka nampaklah kepada mereka Elia dan Musa
yang sedang berbicara dengan Yesus.

Lalu Petrus berkata kepada Yesus,
"Rabi, betapa bahagianya kami berada di sini.
Baiklah kami dirikan tiga kemah,
satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."

Petrus berkata demikian,
sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya,
karena mereka sangat ketakutan.

Maka datanglah awan menaungi mereka
dan dari dalam awan itu terdengar suara,
"Inilah Anak-Ku yang terkasih, dengarkanlah Dia."
Dan sekonyong-konyong, waktu memandang sekeliling
mereka tidak lagi melihat seorang pun
kecuali Yesus seorang diri.

Pada waktu mereka turun dari gunung itu,
Yesus berpesan,
supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun
apa yang telah mereka lihat itu,
sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.
Mereka memegang pesan tadi
sambil mempersoalkan di antara mereka
apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati."


Lalu mereka bertanya kepada Yesus,
"Mengapa ahli-ahli Taurat berkata,
bahwa Elia harus datang dahulu?"

Yesus menjawab,
"Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu.
Tetapi bagaimanakah halnya dengan Anak Manusia?
Bagaimana tertulis bahwa Ia akan banyak menderita
dan akan dihinakan?
Tetapi Aku berkata kepadamu,
Memang Elia sudah datang
dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka,
sesuai dengan yang tertulis tentang dia."
Demikianlah sabda Tuhan.


#


Adalah hal menarik tentang iman:


Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat. 


Karena iman  Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. 


Karena iman  Henokh terangkat (ke Surga?), supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya.


Karena iman, maka Nuh -- dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan -- dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya...


Saat "Yesus berubah rupa di depan mata mereka, 

dan pakaian-Nya menjadi sangat putih berkilat-kilat.
Tidak ada seorang pun di dunia ini
yang sanggup mengelantang pakaian seperti itu.",   
Petrus berkata kepada Yesus,
"Rabi, betapa bahagianya kami berada di sini.

Berarti Iman,
  Membuat segalanya menjadi baik, indah dan sempurna.

Lalu seperti apa orang yang beriman ?

Apakah seperti kalimat dari pemazmur ?


Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. 


Lalu bagaimana agar memiliki iman?



Sebagian orang "pandai" berkata bahwa iman adalah kata terakhir dari segala sesuatu yang tidak dapat dijelaskan/ tidak masuk logika.

Setujukah Anda?

Apa alasan Anda ?


Pertanyaan penting:

Apakah kita orang Beriman ?

Kalau Ya,

  apakah yang kita lakukan dengan iman kita ?


Yesus menjawab dan berkata kepadanya:

 "Hai ibu, 

  besar imanmu, 

    maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." 

Dan seketika itu juga anaknya sembuh.  

(Mat 15:28)

. Tuhan berbagi bersama kita.

TIDAK ada salib,
  baik besar maupun kecil,
   di dalam hidup kita
    di mana Tuhan tidak berbagi bersama kita.

*Paus Fransiskus*


#