Google+ Followers

Wednesday, May 25, 2016

Lima Renungan Harian. Rabu Biasa8.  25Mei16.

Pemimpin Sejati

BANYAK orang merindukan untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat dan terkemuka karena pada umumnya pemimpin indentik dengan kekuasaan, harta dan popularitas.

Yohanes dan Yakobus juga memiliki pemikiran serupa. Kedekatan relasi mereka dengan Yesus dimanfaatkan untuk meminta posisi istimewa.

Yesus menegaskan bahwa seorang pemimpin sejati adalah orang yang mendedikasikan dirinya untuk melayani sesama dengan rendah hati dan tulus, serta bersedia mendahulukan kepentingan Tuhan dan sesama di atas kepentingan pribadinya.

Sadari bahwa tidak ada kemuliaan tanpa salib. 
Mari meneladani kepemimpinan Yesus, menjadi pribadi yang memiliki semangat untuk melayani, dan bukan dilayani. 



Renungan Harian :

*

Rm.Antara.KAJ 

Rabu Biasa8 

25Mei16

*

Silahkan download, pilih salah 1 dari link di bawah ini:

  - Link 1 :  https://onedrive.live.com/redir?resid=D62D5C8CD058497B!711&authkey=!AJjRI7yjdO6a1YA&ithint=file%2camr

  - Link 2 :  https://app.box.com/s/h1rqwdacuwd7fl60qy44o7jfthfh1j5y

  - Link 3 :  http://ptkumala.com/Rm.Antara.KAJ%20Rabu%20Biasa8%2025Mei16.amr

  - Link 4  :  https://drive.google.com/file/d/0B53xUmle8cJDUVQwQ25lNkRzX2s/view?usp=drivesdk


*


Mutiara Iman

MEMBERIKAN NYAWA-NYA
25 Mei 2016

"Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mrk 10:45)

Lectio:
1 Ptr 1:18-25; Mzm 147:12-13,14-15,19-20; Mrk 10:32-45

Di suatu cafe ada 4 orang ibu muda yang sedang arisan. Karena seusia, bahasan mereka pun seputar bayi mereka dan susternyai.
"Bayi kalian tidur sama siapa?" Tanya Evi.
"Ya sama suster lah. Bisa marah laki gua kalau bareng!" Sahut Lani.
"Suster gua bagus sekali, anak gua sampai gemuk dan sehat! Gua sering kasih bonus." saut Minna.
Tidak lama kemudian, teman baik mereka Sandra datang dengan membawa bayi dan berkata :
"Lho, koq kalian tidak ada yang membawa bayi?"
Maka terdiamlah semuanya, dan Teti berkata ;
"Sekali-kali kan kita mau keliatan cantik dong?"
Lalu Sandra berkata :
"Apa gua tidak keliatan cantik ya sambil membawa bayi?"
"Emangnya tidak pakai suster kamu San?" Tanya Evi.
"Tidak! Aku urus sendiri, kami tidur satu ranjang dengan David, dan sangat menyenangkan. Aku tidak bisa meninggalkannya sama sekali."
"Wah pengorbananmu luar biasa ya San!" Saut Evi.
"Cara terbaik untuk menjadi orangtua adalah melalui pemberian diri kita sendiri untuk mengasuhnya dengan cinta kasih, sehingga ia mulai mengenal kasih sejak dari perut."
Mendengar itu, masing-masing ibu muda tersebut segera menelpon rumahnya masing-masing untuk menanyakan keadaan bayinya.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya :
"Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Memberikan diri bagi anak-anak kita adalah ciri orangtua Katolik.

Oratio:
Ya Tuhan, mampukan kami bisa hidup seperti yang Engkau ajarkan. Amin

Missio:
Marilah kita melakukan karya kerahiman dengan memberikan diri kita bagi anak-anak agar mereka dapat melihat Allah dalam diri kita.
Have a Blessed Wednesday.

*

Tips of the day: day 1368.


Dalam pelayanannya, Yesus tidak berusaha menyenangkan semua orang. Padahal jika Ia mau sedikit kompromi, Yesus akan disenangi oleh ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Yesus mungkin akan mendapat kedudukan yang tinggi jika bersedia sepaham dengan mereka.


Tapi jika Ia melakukan itu, Yesus tidak mungkin menyenangkan hati Bapa-Nya. Jika sosok sempurna seperti Yesus juga tidak bisa memuaskan semua orang, bagaimana mungkin kita bisa melakukannya.Jika kita berusaha untuk disukai semua orang, kita cenderung akan melakukan banyak kompromi dimana saja, kapan saja. 


"Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."" 

(Lukas 9:22).


Selamat pagi sahabat, have a blessed day!


*

Mark 10:32-45.

Wednesday 25th May.

St Bede the Venerable


Jesus said to his disciples, "You know that those who are supposed to rule over the Gentiles lord it over them, and their great men exercise authority over them. But it shall not be so among you; but whoever would be great among you must be your servant, and whoever would be first among you must be slave of all. For the Son of man also came not to be served but to serve, and to give his life as a ransom for many."


That's our greatness: "He who is greatest among you shall be your servant" (Mt 23:11). To be able to serve you need to love, and love is the most important virtue: a mother serves her children because she loves them. We too will serve if we love. In order to serve others we need to forget ourselves, to stop that excessive worry about 'me' and do it always with a smile, with a generous heart, without expecting anything in return.


Saint Josemaría, who was fond of saying: "my pride is to serve", used to help sick people with tuberculosis in a hospital accompanied by young students. They took care of combing their hair, of shaving them, cutting their nails, washing them or cleaning their chamber pots. That was really awful. One day, a young student called Luis Gordon was asked to clean a chamber pot full of filth, and he couldn't hide a gesture of revulsion.


 St Josemaría followed Luis, thinking he might even faint from the smell. Instead he was really impressed to  nd him hard at work, with his sleeves rolled up to his elbows, cleaning the pot with his bare hand while he said in a low voice: 'Jesus, may I put on a good face!'
You can pray the same today: Jesus, may I always put on a good face when I serve others for Your sake.
"I see Jesus in every human being. I say to myself, this is hungry Jesus, I must feed him. This is sick Jesus. This one has leprosy or gangrene; I must wash him and tend to him. I serve because I love Jesus... Intense love does not measure ... it just gives." 

(Bl Teresa of Calcutta).


Holy Mary, Mother of Fair Love, help me to  fix in my mind that "to give oneself sincerely to others is so effective that God rewards it with a humility filled with cheerfulness" (St Josemaría).

Lima Renungan Harian. Rabu Biasa8.  25Mei16.

Pemimpin Sejati

BANYAK orang merindukan untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat dan terkemuka karena pada umumnya pemimpin indentik dengan kekuasaan, harta dan popularitas.

Yohanes dan Yakobus juga memiliki pemikiran serupa. Kedekatan relasi mereka dengan Yesus dimanfaatkan untuk meminta posisi istimewa.

Yesus menegaskan bahwa seorang pemimpin sejati adalah orang yang mendedikasikan dirinya untuk melayani sesama dengan rendah hati dan tulus, serta bersedia mendahulukan kepentingan Tuhan dan sesama di atas kepentingan pribadinya.

Sadari bahwa tidak ada kemuliaan tanpa salib. 
Mari meneladani kepemimpinan Yesus, menjadi pribadi yang memiliki semangat untuk melayani, dan bukan dilayani. 



Renungan Harian :

*

Rm.Antara.KAJ 

Rabu Biasa8 

25Mei16

*

Silahkan download, pilih salah 1 dari link di bawah ini:

  - Link 1 :  https://onedrive.live.com/redir?resid=D62D5C8CD058497B!711&authkey=!AJjRI7yjdO6a1YA&ithint=file%2camr

  - Link 2 :  https://app.box.com/s/h1rqwdacuwd7fl60qy44o7jfthfh1j5y

  - Link 3 :  http://ptkumala.com/Rm.Antara.KAJ%20Rabu%20Biasa8%2025Mei16.amr

  - Link 4  :  https://drive.google.com/file/d/0B53xUmle8cJDUVQwQ25lNkRzX2s/view?usp=drivesdk


*


Mutiara Iman

MEMBERIKAN NYAWA-NYA
25 Mei 2016

"Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mrk 10:45)

Lectio:
1 Ptr 1:18-25; Mzm 147:12-13,14-15,19-20; Mrk 10:32-45

Di suatu cafe ada 4 orang ibu muda yang sedang arisan. Karena seusia, bahasan mereka pun seputar bayi mereka dan susternyai.
"Bayi kalian tidur sama siapa?" Tanya Evi.
"Ya sama suster lah. Bisa marah laki gua kalau bareng!" Sahut Lani.
"Suster gua bagus sekali, anak gua sampai gemuk dan sehat! Gua sering kasih bonus." saut Minna.
Tidak lama kemudian, teman baik mereka Sandra datang dengan membawa bayi dan berkata :
"Lho, koq kalian tidak ada yang membawa bayi?"
Maka terdiamlah semuanya, dan Teti berkata ;
"Sekali-kali kan kita mau keliatan cantik dong?"
Lalu Sandra berkata :
"Apa gua tidak keliatan cantik ya sambil membawa bayi?"
"Emangnya tidak pakai suster kamu San?" Tanya Evi.
"Tidak! Aku urus sendiri, kami tidur satu ranjang dengan David, dan sangat menyenangkan. Aku tidak bisa meninggalkannya sama sekali."
"Wah pengorbananmu luar biasa ya San!" Saut Evi.
"Cara terbaik untuk menjadi orangtua adalah melalui pemberian diri kita sendiri untuk mengasuhnya dengan cinta kasih, sehingga ia mulai mengenal kasih sejak dari perut."
Mendengar itu, masing-masing ibu muda tersebut segera menelpon rumahnya masing-masing untuk menanyakan keadaan bayinya.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya :
"Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Memberikan diri bagi anak-anak kita adalah ciri orangtua Katolik.

Oratio:
Ya Tuhan, mampukan kami bisa hidup seperti yang Engkau ajarkan. Amin

Missio:
Marilah kita melakukan karya kerahiman dengan memberikan diri kita bagi anak-anak agar mereka dapat melihat Allah dalam diri kita.
Have a Blessed Wednesday.

*

Tips of the day: day 1368.


Dalam pelayanannya, Yesus tidak berusaha menyenangkan semua orang. Padahal jika Ia mau sedikit kompromi, Yesus akan disenangi oleh ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Yesus mungkin akan mendapat kedudukan yang tinggi jika bersedia sepaham dengan mereka.


Tapi jika Ia melakukan itu, Yesus tidak mungkin menyenangkan hati Bapa-Nya. Jika sosok sempurna seperti Yesus juga tidak bisa memuaskan semua orang, bagaimana mungkin kita bisa melakukannya.Jika kita berusaha untuk disukai semua orang, kita cenderung akan melakukan banyak kompromi dimana saja, kapan saja. 


"Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."" 

(Lukas 9:22).


Selamat pagi sahabat, have a blessed day!


*

Mark 10:32-45.

Wednesday 25th May.

St Bede the Venerable


Jesus said to his disciples, "You know that those who are supposed to rule over the Gentiles lord it over them, and their great men exercise authority over them. But it shall not be so among you; but whoever would be great among you must be your servant, and whoever would be first among you must be slave of all. For the Son of man also came not to be served but to serve, and to give his life as a ransom for many."


That's our greatness: "He who is greatest among you shall be your servant" (Mt 23:11). To be able to serve you need to love, and love is the most important virtue: a mother serves her children because she loves them. We too will serve if we love. In order to serve others we need to forget ourselves, to stop that excessive worry about 'me' and do it always with a smile, with a generous heart, without expecting anything in return.


Saint Josemaría, who was fond of saying: "my pride is to serve", used to help sick people with tuberculosis in a hospital accompanied by young students. They took care of combing their hair, of shaving them, cutting their nails, washing them or cleaning their chamber pots. That was really awful. One day, a young student called Luis Gordon was asked to clean a chamber pot full of filth, and he couldn't hide a gesture of revulsion.


 St Josemaría followed Luis, thinking he might even faint from the smell. Instead he was really impressed to  nd him hard at work, with his sleeves rolled up to his elbows, cleaning the pot with his bare hand while he said in a low voice: 'Jesus, may I put on a good face!'
You can pray the same today: Jesus, may I always put on a good face when I serve others for Your sake.
"I see Jesus in every human being. I say to myself, this is hungry Jesus, I must feed him. This is sick Jesus. This one has leprosy or gangrene; I must wash him and tend to him. I serve because I love Jesus... Intense love does not measure ... it just gives." 

(Bl Teresa of Calcutta).


Holy Mary, Mother of Fair Love, help me to  fix in my mind that "to give oneself sincerely to others is so effective that God rewards it with a humility filled with cheerfulness" (St Josemaría).

Lima Renungan Harian. Rabu Biasa8.  25Mei16.

Pemimpin Sejati

BANYAK orang merindukan untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat dan terkemuka karena pada umumnya pemimpin indentik dengan kekuasaan, harta dan popularitas.

Yohanes dan Yakobus juga memiliki pemikiran serupa. Kedekatan relasi mereka dengan Yesus dimanfaatkan untuk meminta posisi istimewa.

Yesus menegaskan bahwa seorang pemimpin sejati adalah orang yang mendedikasikan dirinya untuk melayani sesama dengan rendah hati dan tulus, serta bersedia mendahulukan kepentingan Tuhan dan sesama di atas kepentingan pribadinya.

Sadari bahwa tidak ada kemuliaan tanpa salib. 
Mari meneladani kepemimpinan Yesus, menjadi pribadi yang memiliki semangat untuk melayani, dan bukan dilayani. 



Renungan Harian :

*

Rm.Antara.KAJ 

Rabu Biasa8 

25Mei16

*

Silahkan download, pilih salah 1 dari link di bawah ini:

  - Link 1 :  https://onedrive.live.com/redir?resid=D62D5C8CD058497B!711&authkey=!AJjRI7yjdO6a1YA&ithint=file%2camr

  - Link 2 :  https://app.box.com/s/h1rqwdacuwd7fl60qy44o7jfthfh1j5y

  - Link 3 :  http://ptkumala.com/Rm.Antara.KAJ%20Rabu%20Biasa8%2025Mei16.amr

  - Link 4  :  https://drive.google.com/file/d/0B53xUmle8cJDUVQwQ25lNkRzX2s/view?usp=drivesdk


*


Mutiara Iman

MEMBERIKAN NYAWA-NYA
25 Mei 2016

"Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mrk 10:45)

Lectio:
1 Ptr 1:18-25; Mzm 147:12-13,14-15,19-20; Mrk 10:32-45

Di suatu cafe ada 4 orang ibu muda yang sedang arisan. Karena seusia, bahasan mereka pun seputar bayi mereka dan susternyai.
"Bayi kalian tidur sama siapa?" Tanya Evi.
"Ya sama suster lah. Bisa marah laki gua kalau bareng!" Sahut Lani.
"Suster gua bagus sekali, anak gua sampai gemuk dan sehat! Gua sering kasih bonus." saut Minna.
Tidak lama kemudian, teman baik mereka Sandra datang dengan membawa bayi dan berkata :
"Lho, koq kalian tidak ada yang membawa bayi?"
Maka terdiamlah semuanya, dan Teti berkata ;
"Sekali-kali kan kita mau keliatan cantik dong?"
Lalu Sandra berkata :
"Apa gua tidak keliatan cantik ya sambil membawa bayi?"
"Emangnya tidak pakai suster kamu San?" Tanya Evi.
"Tidak! Aku urus sendiri, kami tidur satu ranjang dengan David, dan sangat menyenangkan. Aku tidak bisa meninggalkannya sama sekali."
"Wah pengorbananmu luar biasa ya San!" Saut Evi.
"Cara terbaik untuk menjadi orangtua adalah melalui pemberian diri kita sendiri untuk mengasuhnya dengan cinta kasih, sehingga ia mulai mengenal kasih sejak dari perut."
Mendengar itu, masing-masing ibu muda tersebut segera menelpon rumahnya masing-masing untuk menanyakan keadaan bayinya.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya :
"Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Memberikan diri bagi anak-anak kita adalah ciri orangtua Katolik.

Oratio:
Ya Tuhan, mampukan kami bisa hidup seperti yang Engkau ajarkan. Amin

Missio:
Marilah kita melakukan karya kerahiman dengan memberikan diri kita bagi anak-anak agar mereka dapat melihat Allah dalam diri kita.
Have a Blessed Wednesday.

*

Tips of the day: day 1368.


Dalam pelayanannya, Yesus tidak berusaha menyenangkan semua orang. Padahal jika Ia mau sedikit kompromi, Yesus akan disenangi oleh ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Yesus mungkin akan mendapat kedudukan yang tinggi jika bersedia sepaham dengan mereka.


Tapi jika Ia melakukan itu, Yesus tidak mungkin menyenangkan hati Bapa-Nya. Jika sosok sempurna seperti Yesus juga tidak bisa memuaskan semua orang, bagaimana mungkin kita bisa melakukannya.Jika kita berusaha untuk disukai semua orang, kita cenderung akan melakukan banyak kompromi dimana saja, kapan saja. 


"Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."" 

(Lukas 9:22).


Selamat pagi sahabat, have a blessed day!


*

Mark 10:32-45.

Wednesday 25th May.

St Bede the Venerable


Jesus said to his disciples, "You know that those who are supposed to rule over the Gentiles lord it over them, and their great men exercise authority over them. But it shall not be so among you; but whoever would be great among you must be your servant, and whoever would be first among you must be slave of all. For the Son of man also came not to be served but to serve, and to give his life as a ransom for many."


That's our greatness: "He who is greatest among you shall be your servant" (Mt 23:11). To be able to serve you need to love, and love is the most important virtue: a mother serves her children because she loves them. We too will serve if we love. In order to serve others we need to forget ourselves, to stop that excessive worry about 'me' and do it always with a smile, with a generous heart, without expecting anything in return.


Saint Josemaría, who was fond of saying: "my pride is to serve", used to help sick people with tuberculosis in a hospital accompanied by young students. They took care of combing their hair, of shaving them, cutting their nails, washing them or cleaning their chamber pots. That was really awful. One day, a young student called Luis Gordon was asked to clean a chamber pot full of filth, and he couldn't hide a gesture of revulsion.


 St Josemaría followed Luis, thinking he might even faint from the smell. Instead he was really impressed to  nd him hard at work, with his sleeves rolled up to his elbows, cleaning the pot with his bare hand while he said in a low voice: 'Jesus, may I put on a good face!'
You can pray the same today: Jesus, may I always put on a good face when I serve others for Your sake.
"I see Jesus in every human being. I say to myself, this is hungry Jesus, I must feed him. This is sick Jesus. This one has leprosy or gangrene; I must wash him and tend to him. I serve because I love Jesus... Intense love does not measure ... it just gives." 

(Bl Teresa of Calcutta).


Holy Mary, Mother of Fair Love, help me to  fix in my mind that "to give oneself sincerely to others is so effective that God rewards it with a humility filled with cheerfulness" (St Josemaría).

Saturday, May 21, 2016

Lima Renhar 21 Mei 2016.

Belajar Dari  Anak Kecil.

SEBAGAI orang dewasa,
  kerap kita merasa diri yang paling tahu dan paling benar  
   sehingga memandang rendah anak-anak.

Banyak orang tua yang melarang anaknya ke gereja
  dengan alasan mereka masih kecil dan hanya akan merepotkan saja.

Namun Yesus justru menggunakan mereka sebagai model dari orang-orang yang memperoleh kerajaan surga.

Kita diundang untuk belajar dari anak-anak,
  menjadi pribadi yang:

* Percaya tanpa syarat kepada Tuhan
* Menggantungkan seluruh hidup kita kepada Tuhan
* Menyambut kehadiranNya dengan hati terbuka, penuh syukur dan sukacita

Mari ubah dan benahi diri;
  semoga lewat sikap kita yang baru,
  kita dapat menghantar banyak orang untuk semakin dekat kepadaNya. 



Renungan Harian :

Rm.Antara.KAJ.

 Sabtu Biasa7.

 21Mei16.

Silahkan download, pilih salah 1 dari link di bawah ini:

  - Link 1 :  https://drive.bitcasa.com/send/ZQLE3aYn-DyV7M7p5xbd4poLkaLyqrBQK9jPoSoHddbW

  - Link 2 :  https://app.box.com/s/ks20e7tbfw5stqacb999got7yb5wv0cn

  - Link 3 :  http://ptkumala.com/Rm.Antara.KAJ%20Sabtu%20Biasa7%2021Mei16.amr

  - Link 4  :  https://onedrive.live.com/redir?resid=D62D5C8CD058497B!707&authkey=!AAbTyYRJuDlxKWs&ithint=file%2camr

  - Link 5  :  https://drive.google.com/file/d/0B53xUmle8cJDM0x0VGYxNVNJUTQ/view?usp=drivesdk


*


Mutiara Iman

BIARKAN ANAK-ANAK ITU DATANG
21 Mei 2016

"Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku.." (Mrk 10:14)

Lectio:
Yak 5:13-20; Mzm 141:1-2,3,8; Mrk 10:13-16

Di suatu pesta Natal yang diadakan di lapangan yang luas, begitu banyak umat yang datang, sampai dibedakan antara tamu undangan dan yang bukan undangan. Di bagian belakang banyak yang tidak mendapat kursi, sehingga mereka yang kebanyakan adalah orang miskin, anak-anak dan yang sakit membawa tikar atau koran untuk duduk di lantai. Ketika Pastor tiba dan melihat begitu banyak orang yang duduk di lantai di belakang, ia membisikan sesuatu kepada panitia. Lalu beberapa orang pergi ke belakang menuju sebuah meja yang lusuh, lalu menutupinya dengan taplak putih dan menjadikannya altar. Hal ini membuat para tamu undangan tercengang, karena mereka berbalik menjadi umat yang duduk paling belakang, sementara umat yang duduk di tikar mendapat posisi depan. Lalu mereka yang duduk di depan memuji Tuhan sambil bernyanyi Aleluia.

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah."

Dalam kekecilanlah orang dapat melihat besarnya Kerajaan Allah.

Oratio:
Ya Tuhanku dan Allahku. Amin

Missio:
Marilah kita melakukan karya kerahiman dengan mendorong anak-anak semakin dekat kepada Tuhan.
Have a Blessed Saturday.

*

Mark 10:13-16
Saturday 21st May
And they were bringing children to him, that he might touch them; and the disciples rebuked them. But when Jesus saw it he was indignant, and said to them, "Let the children come to me, do not hinder them; for to such belongs the kingdom of God. Truly, I say to you, whoever does not receive the kingdom of God like a child shall not enter it." And he took them in his arms and blessed them, laying his hands upon them.
We don't  find in the Gospels a detailed description of Jesus as we read in modern biographies. In the old days people wrote about the deeds and words of ancient figures and left aside physical and psychological details about the person. Nevertheless, we find interesting words in the Gospels that give us a glimpse of how He was. Jesus loved children, their games and songs, their running around, their chatter and constant enjoyment. Children can be a nuisance sometimes. For Jesus, though, it was a joy to be surrounded by children, to kiss them and hug them. But it is also a fact that children loved Jesus. Little kids are not easily attracted by grown-ups. But they felt confident with Jesus because He was a lovable Man.
A  five-minute documentary about St John Paul II and children (http://ow.ly/10pnC6), explains his relationship with the little ones. It opens with the question: "Six years have passed. And we are still wondering why we loved him so much" As images pass through the screen we are reminded of his 'popularity' among children, his affection, his smile, his warmth. At the end children give the answer to the opening question: "We loved him because he was like us. But especially because... he was like Christ."
Children loved Jesus because He was like them. He was cheerful. He told funny stories (like the guy with the plank in his eye...); He didn't hesitate to play their games, sing their songs or tell them stories. And He asked His disciples to be like them. We need to learn a lot from children: their cheerfulness, their trust, their lack of personal concerns. They easily forget their wounds and offences and can laugh ten seconds after crying. They don't need much: they can enjoy themselves with a twig.

Mary, my Mother, help us to be like children, to be like your Son.

*

Banyak saat-saat sempurna  di sepanjang perjalanan hidup kita.

TIDAK ada orang tua yang sempurna,
  dan tidak ada anak-anak yang sempurna,
     tetapi ada begitu banyak saat-saat sempurna
       di sepanjang perjalanan hidup kita.

Dave Willis.


*


Renungan Gadget...

BAPAK

Aku menghabiskan satu jam di sebuah bank dengan bapakku. Bapak hendak mentransfer sejumlah uang. Aku tak bisa menahan diri untuk bertanya.


 "Pak, kenapa kita tidak aktifkan saja internet banking?" 


"Kenapa kita mesti melakukan itu?" bapak balik bertanya. 


"Ya, supaya Bapak tidak perlu menghabiskan sejam hanya untuk transfer. Bapak bahkan bisa belanja online, dan segala sesuatunya akan menjadi sangat mudah." 

Aku begitu bersemangat memperkenalkannya pada dunia internet banking.


Bapak bertanya,"Jika bapak melakukan itu, itu berarti bapak tidak harus keluar rumah?"


 "Ya, ya betul." kataku. 

Aku bercerita bahkan sayur mayur pun bisa dikirim sampai depan pintu. Bagaimana Amazon mengirim apapun yang kita pesan!

Jawaban bapakku membuat lidahku tercekat. "Sejak Bapak masuk ke bank hari ini, Bapak sudah bertemu dengan 4 teman, mengobrol sebentar dengan pegawai bank yang sudah mengenal Bapak dengan baik. Kamu tahu, nak, Bapak kan sendirian ... Temanlah yang Bapak butuhkan.Bapak selalu siap untuk pergi ke bank. Bapak punya banyak waktu. Sentuhan fisiklah yang Bapak rindukan.

 Dua tahun lalu bapak sakit. 

Pemilik toko buah-buahan langganan bapak menjenguk bapak. 

Dia duduk di tepi tempat tidur seraya menangis. 


Ketika ibumu jatuh waktu jalan pagi beberapa hari lalu, pemilik toko sayur melihatnya dan segera membawa ibu ke rumah sebab ia tahu di mana bapak tinggal."

"Apakah Bapak akan mengalami sentuhan manusia jika segala sesuatunya menjadi online? 

Buat apa Bapak menginginkan segalanya terkirim dan memaksa Bapak hanya bergaul dengan komputer? 

Bapak ingin mengenal pribadi yang sedang berelasi dengan Bapak. 

Bukan sekedar si 'penjual'. Ini menciptakan ikatan. rasa aman dengan relasi. 

 Apakah Amazon mampu mengirim hal-hal seperti ini juga, Nak? 

Teknologi bukanlah kehidupan. 


Luangkan waktu bersama orang-orang di sekitarmu bukan dengan gadget."

Friday, May 20, 2016

Lima RenHar. 20 Mei 2016.

Pernikahan Bersifat Kekal Dan Tak Terceraikan.

PERNIKAHAN adalah ikatan kasih antara suami dan istri yang dipersatukan oleh Allah sendiri;
  oleh sebab itu bersifat kekal dan tak dapat diceraikan oleh manusia.

Sebagaimana Kristus tetap setia kepada GerejaNya,
  maka hendaknya para pasutri menjalani kehidupan pernikahan dengan meneladani sikap Kristus.

Jaga keutuhan rumah tangga dengan memiliki komitmen seumur hidup untuk menjalin komunikasi yang terbuka satu sama lain,
  membangun relasi yang setara dengan saling menghargai dan menghormati,
  serta saling setia,
  saling mengasihi,
  dan saling mengampuni.

Undang Yesus di dalam bahtera kehidupan,
  dan jadikan Dia sebagai nahkoda di dalam kehidupan berkeluarga.

Dengan senantiasa mengandalkan Dia,
  setiap pasutri pasti dimampukan untuk mempertahankan mahligai pernikahan sampai akhir.


*


SabdaNya 

Jum'at  20 - 05 - 16

Yak 5 :9-12.      

Mark 10:1-12

Shalom,
Pd jaman Musa,adat istiadat bangsa Yahudi sngt dikuasai oleh kaum laki2. Wnt hanya dianggap sbg milik laki2 : seblm menikah dia milik ayahnya, setlh menikah milik suaminya.Tanpa ada laki2 yg melindungi, saat itu kaum wnt sngt rentan diperlakukan dg buruk. Untk memberi keadilan kepd para wnt,Musa memerintahkan bhw seorg suami yg mau meninggalkan istrinya, dia hrs menulis srt cerai yg pd intinya berisi pernyataan untk melepaskan haknya atas istrinya itu.Dg dmkn status wnt itu menjadi jelas.Tdk ditinggalkan bgt saja n tdk berhak untk mendpt kan laki2 lain yg mau melindunginya.


Peraturan inilah yg dijadikan dasar org Yahudi 'se akan2' Musa mengijinkan adanya perceraian.


Ketika Kristus ditanyakan ttg hal ini,Dia mengambil ayat dr Kitab Kejadian yg.  merupakan kitab pertama dr Taurat Musa: 'sebab itu laki2 akan meninggalkan ayah n ibunya n bersatu dg istrinya, shg keduanya menjadi satu  daging.Dmknlah mrk bkn lg dua, melainkan satu' (Kej 2: 24).


Dg dmkn Kristus mau menunjukkan apa yg sbnrnya dikehendaki Allah. Kl kita mau menghormati Allah, tentu kita jg hrs mau menghormati apa yg. tlh dianugerahkanNya, apa yg menjadi karyaNya.


Dg dmkn apa yg telah dipersatukan Allah, tdk blh diceraikan oleh manusia.
Bhw Musa 'terpaksa' membuat peraturan ttg surat cerai,hal itu krn adat istiadat saat itu yg bgt memihak kepd laki2.Tujuannya adlh memberi keadilan kepd kaum istri n bkn untk mempermudah adanya perceraian.

Firman Tuhan  yg tdk menghendaki adanya perceraian pd kenyataannya srg kali dirasakan menjadi beban yg sngt berat,khususnya kalau diantara suami istri sdh terjadi ketidak cocokan yg parah dlm cara berpikir, pd saat terjadi penghianatan dlsb.


Untuk mengatasi persoalan ini,Yakobus mengingatkan kita semua,untk sll bersyukur n bersabar :Janganlah ber sungut2 n slg mempersalahkan,spy km jangan dihukum.Sesungguhnya Hakim tlh berdiri diambang pintu.


Saudara2, turutilah teladan penderitaan n kesabaran para nabi yg tlh berbicara demi nama Tuhan (Yak 5:9-10).
Para nabi jg mengalami bnyk pencobaan sklpn mrk hdp dlm kekudusan. Krn melalui pencobaan2 itulah Tuhan justru menyempurnakan kita semua.

Menyatukan diri didlm kasih n selalu setia sepaanjang hidup pasti bkn hal yg mudah n selalu indah. Krn itu didlm pernikahan mutlak diperlukan kehadiran Tuhan. 

Dialah yg selalu mengingatkan akan janji pernikahan kita.Dialah yg dg kasih n kuasaNya  membimbing n mengarahkan kita untk lbh mau mengerti dp mengharap dimengerti, lbh mau mencintai dp menuntut  dicintai serta lbh mau melayani dp memintaa dilayani.
Gbu all n hv a blessed Friday.

*

Friday 20th May
Mk 10:1-12

Pharisees came up and in order to test him asked, "Is it lawful for a man to divorce his wife? ... 

Moses allowed a man to write a certificate of divorce, and to put her away." 


But Jesus said to them, "For your hardness of heart he wrote you this commandment. But from the beginning of creation, 'God made them male and female.' 'For this reason a man shall leave his father and mother and be joined to his wife, and the two shall become one.' So they are no longer two but one. What therefore God has joined together, let not man put asunder."
The plans and laws of God are meant to help us achieve happiness. But the fact that the plan comes from God's Love doesn't mean that it isn't demanding. A man was extremely overweight. He was double the weight he used to be. He went to the doctor because he had constant headaches, sleep problems, difficulties in concentrating and being productive at work. His family life was also difficult. He was grumpy all the time and found it hard to make time for his wife and children. The doctor gave him the solution to all his problems: a diet.
After a few months he went back to his normal weight and found himself better than ever. He could now sleep well, his headaches disappeared, he felt cheerful again and was more productive than ever at work.


 Everything was great except at meal times. His diet was demanding. On his next visit to the doctor he relayed the good news of his new condition but asked if certain allowances could be made: could he eat pasta, or a cake every now and then? 

Could he have a snack before going to bed?

 Was alcohol really prohibited? 

Couldn't he go to the gym only once a week instead of four times? The doctor had to say: 'It is your headache, not mine, your mood, your work, your sleep and your family... 

Do what you want but remember how it was before!'


We find happiness when we make the effort to fulfil the loving plan of God. It is always demanding, but God doesn't just give us a set of rules, a 'diet'. He gives us the grace we need and He also follows the diet with us.


My Mother, Virgin most Faithful, may I learn to love God's Loving Law.


*


Mutiara Iman

SATU DAGING
20 Mei 2016

".. Sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu" (Mrk 10:8)

Lectio:
Yak 5:9-12; Mzm 103:1-2, 3-4, 8-9, 11-12; Mrk 10:1-12

Markus, Steve dan Paul adalah teman sejak kecil. Setelah lulus kuliah, mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing sehingga jarang bertemu.
Di suatu hari mereka bertemu untuk ngopi bareng dan saling bertukar cerita tentang keluarga.
"Wah Markus, anakmu sudah 3, dan isterimu cantik, keluargamu luar biasa!" Kata Paul.
Markus hanya tersenyum, lalu bertanya :
"Kalau kamu gimana Paul?"
Paul menjawab :
"Ya beginilah, mamiku kurang menyukai isteriku, sehingga ia menyarankan untuk bercerai. Bingung gua!"
Markus menjawab :
"Paul, ingat! kamu dan isterimu telah dipersatukan Allah. Saran saya mami-mu tidak boleh ikut campur, apalagi sampai menyarankan bercerai. Dan bagaimana dengan kamu Steve, ketua kelas?"
Steve menjawab :
"Yah gua kan keras, dan tidak bisa diatur wanita, jadi gua maunya single saja!"
Markus menjawab :
"Steve, dengan menikah itu kita belajar menghargai wanita, karena wanita adalah ciptaan Allah yang sepadan. Kalau alasan single karena mau melayani Allah itu baik."
Steve menjawab :
"Iya betul juga bro, kasih gua waktu ya."
Tetapi Markus menjawab :
"Mintalah kepada Tuhan."

Yesus berkata kepada orang Farisi :
"Sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu."

Wanita adalah ciptaan Allah yang sepadan dengan lelaki, sehingga bisa menjadi satu daging.

Oratio:
Ya Tuhan, terima kasih Engkau ciptakan mahluk yang sepadan agar karya penyelamatan-Mu nyata. Amin

Missio:
Marilah kita melakukan karya kerahiman dengan setia kepada pasangan kita.
Have a Blessed Friday.


*


Renungan Harian :

Rm.Antara.KAJ Jumat Biasa7 20Mei16

Silahkan download, pilih salah 1 dari link di bawah ini:

  - Link 1 :  https://drive.bitcasa.com/send/lOttokUcjBSboSScnjE2wo_JRwmcFyuhayCx5fmqTBcX

  - Link 2 :  https://app.box.com/s/dm6qo6zo15oqxb1ihrek0tozvadz2owp

  - Link 3 :  http://ptkumala.com/Rm.Antara.KAJ%20Jumat%20Biasa7%2020Mei16.amr

  - Link 4  :  https://onedrive.live.com/redir?resid=D62D5C8CD058497B!706&authkey=!AFE_tJjKKAkjPdY&ithint=file%2camr

  - Link 5  :  https://drive.google.com/file/d/0B53xUmle8cJDRXlZM18xbGN5QTA/view?usp=drivesdk

Pernikahan. Persahabatan.

SEBUAH pernikahan yang kuat membutuhkan dua orang yang memilih untuk saling mencintai

  bahkan pada hari-hari saat mereka berjuang untuk saling menyukai!

*


"SELAMAT PAGI"

#MENJAGA PERSAHABATAN#

■Alkisah ada seorang Raja yg memiliki 10 anjing ganas utk menghukum orang  yg bersalah...

■Jika sang Raja tdk berkenan maka org yg salah akan dilempar ke kandang agar dicabik oleh anjing² ganas tsb...

■Suatu hari seorg Menteri membuat keputusan salah & murkalah Raja.
Maka diperintahkan agar sang Menteri dimasukkan ke kandang anjing ganas...

■Menteri berkata: "Paduka, saya telah mengabdi padamu selama 10 tahun, tapi Paduka tega menghukumku begini.
Atas pengabdianku selama ini saya hanya minta waktu penundaan hukuman 10 hari saja"...

■Sang Raja pun mengabulkannya.
Sang Menteri bergegas menuju kandang anjing2 tsb & meminta izin kepada penjaga utk mengurus anjing2nya...

■Ketika ditanya utk apa?
Maka dijawab: "Setelah 10 hari nanti engkau akan tahu''. Karena tahu ia Menteri maka diizinkannya..

■Selama 10 hari itu sang Menteri memelihara, mendekati, memberi makan bahkan akhirnya bisa memandikan anjing² tsb hingga menjadi sangat jinak padanya...

■Tibalah waktu eksekusi, disaksikan Raja dimasukkanlah sang Menteri ke kandang anjing, tetapi Raja kaget saat melihat anjing2 itu justru jinak padanya...

■Maka dia bertanya apa yg telah dilakukan Menteri pada anjing2 tsb ?

■Jawab Menteri: "Saya telah mengabdi pada anjing² ini selama 10 hari & mereka tdk melupakan jasaku...

■Terharulah Raja, meleleh airmatanya lalu dibebaskanlah sang Menteri dari hukuman & dimaafkan.

■Sahabatku,
Hikmah dari cerita di atas adalah:

Agar kita tdk mudah mengingkari & melupakan kebaikan2 yg kita terima dari org² terdekat kita, hanya krn kejadian sesaat yg tdk mengenakkan...

■Jgn mudah menghapus kenangan yg telah terukir dan persahabatan yg telah terjalin bertahun lamanya hanya krn hal² kecil yg tidak kita sukai...

■Mencari teman itu lebih mudah daripada mendapatkan sahabat.

■Merncari 10 musuh lebih mudah daripada mendapat 1 sahabat...

■Jagalah persahabatan yang ada dengan baik karena menjaga persahabatan itu jauh lebih sulit dari mendapatkannya...

Semoga bermanfaat
Selamat beraktifitas.