Google+ Followers

Saturday, July 23, 2016

Bacaan Liturgi. 23 Juli 2016.  Sabtu Pekan Biasa XVI. Bertumbuh Menjadi GandumNya.

Bacaan Liturgi.

23 Juli 2016. 
Sabtu Pekan Biasa XVI
PF S. Brigita, Biarawati.


Bacaan Pertama
Yer  7:1-11
Sudahkah menjadi sarang penyamun
rumah yang atasnya nama-Ku diserukan?


Pembacaan dari Kitab Yeremia:

Tuhan bersabda kepada Yeremia,
"Berdirilah di pintu gerbang rumah Tuhan.
Serukanlah di sana sabda ini dan katakanlah, 


'Dengarkanlah sabda Tuhan, hai sekalian orang Yehuda
yang masuk melalui semua pintu gerbang ini
untuk sujud menyembah kepada Tuhan!
Beginilah sabda Tuhan semesta alam, Allah Israel:
Perbaikilah tingkah langkah dan perbuatanmu,
maka Aku mau diam bersama kalian di tempat ini.
Jangan percaya kepada perkataan dusta.
'Ini bait Tuhan, bait Tuhan, bait Tuhan!'
Hanya apabila kalian sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkah dan perbuatanmu, apabila kalian sungguh-sungguh melaksanakan keadilan
di antara kalian sendiri,
tidak menindas orang asing, yatim dan janda,
tidak menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini
dan tidak mengikuti allah lain yang menjadi kemalanganmu sendiri,
maka Aku mau diam bersama-sama kalian di tempat ini,
di tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu,
sejak dahulu kala sampai selama-lamanya.

Tetapi ternyata kalian percaya kepada perkataan dusta
yang tidak memberi faedah.
Masakan kalian mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu,
membakar kurban kepada Baal
dan mengikuti allah lain yang tidak kalian kenal,
lalu kalian datang berdiri di hadapan-Ku
di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan,
sambil berkata, 'Kita selamat,'
agar dapat melanjutkan segala perbuatan yang keji itu!
Sudahkah menjadi sarang penyamun
rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini?
Aku, Aku sendiri melihat semuanya itu!"

Demikianlah sabda Tuhan.

*


Mazmur
Mzm  84:3.4.5-6a.8a.11
R:2
Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu,
ya Tuhan semesta alam.


*Jiwaku merana
karena merindukan pelataran rumah Tuhan;
jiwa dan ragaku bersorak-sorai
kepada Allah yang hidup.

*Bahkan burung pipit mendapat tempat
dan burung layang-layang mendapat sebuah sarang,
tempat mereka menaruh anak-anaknya,
pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam,
ya Rajaku dan Allahku!

*Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu,
yang memuji-muji Engkau tanpa henti.
Berbahagialah para pezziarah
yang mendapat kekuatan dari pada-Mu.
Langkah mereka makin lama makin tinggi.

*Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu
dari pada seribu hari di tempat lain;
lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku
dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

Bait Pengantar Injil
Yoh 1:21
Terimalah dengan lemah lembut
sabda yang tertanam dalam hatimu,
yang mampu menyelamatkan jiwamu.

Bacaan Injil
Mat  13:24-30
Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari
Yesus membentangkan suatu perumpamaan kepada orang banyak. 


"Hal Kerajaan Surga itu
seumpama orang yang menaburkan benih baik di ladangnya.
Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya,
menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.

Ketika gandum tumbuh dan mulai berbulir,
nampak jugalah lalang itu.
Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu
dan berkata kepadanya,
'Tuan, bukankah benih baik yang tuan taburkan di ladang Tuan?
Dari manakah lalang itu?'


Jawab tuan itu, 'Seorang musuh yang melakukannya!'


Lalu berkatalah para hamba itu,
"Maukah tuan, supaya kami pergi mencabuti lalang itu?'

Tetapi ia menjawab,
'Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut
pada waktu kalian mencabut lalangnya.
Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai tiba.
Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai,
'Kumpulkanlah dahulu lalang itu
dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar;
kemudian kumpulkanlah gandumnya ke dalam lumbungku'."

Demikianlah Injil Tuhan.


*


*Bertumbuh Menjadi GandumNya*

DI dalam diri manusia terdapat dua jenis benih yang tumbuh bersama-sama, yaitu benih kebaikan yang ditaburkan Yesus dan benih kejahatan yang ditaburkan iblis.

Walaupun Tuhan menghendaki manusia memperoleh keselamatan, tapi Ia menganugerahkan kehendak bebas kepada manusia agar manusia dapat memilih jalan hidupnya sendiri. Untuk itu, diperlukan kewaspadaan agar jangan sampai benih yang jahat menguasai pikiran dan hati kita.

Sadari bahwa hidup di dunia hanya sementara. Mari gunakan waktu dan kesempatan yang diberikanNya dengan sebaik-baiknya. Terus menerus berjuang dengan gigih menumbuhkan benih yang baik.

Mohon pimpinanNya agar kita bertumbuh menjadi gandumNya dan layak masuk ke dalam lumbungNya kelak.


*


Bacaan Pertama dan Bacaan Injil mengisahkan Kebebasan Manusia dalam memilih dan Kesabaran Allah untuk menunggu saatnya menuai.


Kebebasan yang diberikanNya semiga dapat kita pergunakan dengan baik seperti para Santo/ a, para kudus dan Daud dalam mazmurnya.


Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu 
dari pada seribu hari di tempat lain; 
lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku 
dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.


Semoga dengan kebebasan ini

Kita jangan salah langkah 

Kembali segera sebelum saat menuai

Apabila kita salah langkah.

Thursday, July 21, 2016

Rendah Hati Dan Tekun MencariNya.

*Rendah Hati Dan Tekun MencariNya*

KESIBUKAN di zaman modern, menyebabkan orang  tidak punya waktu untuk merenungkan perjalanan hidupnya. Semua kejadian berlalu begitu saja tanpa mendalami makna yang terkandung di baliknya.

Sebagai murid Kristus, kita harus selalu menyediakan waktu untuk duduk diam, merenungkan sabdaNya dan memeriksa batin kita. Dengan terang iman, kita akan mampu menangkap kehadiran Yesus di dalam seluruh peristiwa kehidupan yang kita alami.

Miliki kerendahan hati dan kerinduan untuk selalu mencariNya, maka banyak sekali pelajaran kehidupan yang dapat kita temukan dan petik daripadaNya.

Dengan bimbinganNya, kita akan diubah, dibentuk dan disempurnakan agar bertumbuh menjadi pribadi yang semakin menyerupai Dia.


*

Wednesday, July 20, 2016

Dua RenHar. 20 Juli 2016. Mendengar & Melakukannya.

TIDAK mengenal Kitab Suci  
   berarti tidak mengenal Kristus.

St Hieronimus.


*


*⭕Mutiara Iman*

HENDAKLAH KAMU MENDENGAR

20 Juli 2016

_"Siapa bertinga,

  hendaklah ia mendengar"_
(Mat 13:9)

Lectio
Yer 1:1,4-10; Mzm 71:1-2,3-4a,5-6ab, 15ab, 17; Mat 13:1-9

Gunawan dan Sony mengikuti PA setiap Rabu sore setelah selesai bekerja. Setelah 6 bulan mengikutinya, Sony mengusulkan kepada Gunawan untuk mengadakan baksos bersama para peserta PA. Tetapi Gunawan berkata :
"Son, kita kan kerja sudah sampe sore. Belum lagi kalau lembur, masak Sabtu masih harus baksos lagi?"
Sony menjawab :
"Betul Gun, hanya bukankah dari PA kita belajar bahwa Sabda yang telah kita terima harus berbuah? Kita sering belajar dan membaca KS, tetapi tidak memahami apa yang Tuhan ajarkan."
Gunawan lalu menjawab :
"Wah Son, betul juga. Kamu memang cepat sekali berbuahnya."
Mereka pun tetawa penuh sukacita berdua.

Yesus berkata :
"Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar."

Sabda Tuhan akan berbuah ketika kita mendengar dengan hati.

Oratio
Ya Tuhan, tambahkanlah iman kami. Amin

Missio
_Marilah kita melakukan karya kerahiman dengan mendengarkan Sabda Tuhan agar bisa berbuah bagi sesama._

*Have a Blessed Wednesday.*

*

St Apollinarius, Bishop and Martyr.
Wednesday 20th July.
Matthew 13:1-9.

Jesus said: 
"A sower went out to sow. And as he sowed, some seeds fell along the path, and the birds came and devoured them. Other seeds fell on rocky ground, where they had not much soil, and immediately they sprang up, since they had no depth of soil, but when the sun rose they were scorched; and since they had no root they withered away. Other seeds fell upon thorns, and the thorns grew up and choked them. 

Other seeds fell on good soil and brought forth grain, some a hundredfold, some sixty, some thirty. 
He who has ears, let him hear."

"He who has ears, let him hear." 

Jesus said that many times. He wasn't talking about the actual visible ears but about hearing God's voice, understanding His Word and following It. 

For Jesus, 'hearing' and 'obeying' God's voice comes together. The seed is His Word. Some hear It but soon forget about It or the thorns of sin 'choke them' and never give fruit. To give fruit we need the courage to hear Him and do what He wants.

Reason moved Kimberly Hahn, a Presbyterian mother, to become a Catholic, but her heart resisted with all its might. 

One day her father asked her: 
"Kimberly, do you pray the prayer I say every day? 
Do you say: 
"Lord, I will go where you want me to go, 
I will do what you want me to do, 
I will say what you want me to say, 
and I will give up what you want me to give up?"

She explained that she didn't dare to say it for fear of having to become a Catholic.

"Kimberly" he replied, 
"You do not tell the Lord where you want or do not want to go ... 
If you cannot recite this prayer, then ask God for the grace to say it, until you finally have the strength to say it out loud. Open your heart to him: you can trust Him." 

For 30 days she prayed: 
'Lord, give me the grace to say this prayer.' 

Finally she managed to say it and everything changed.
"My heart was thumping" she writes, 
"Now I was free to study and understand, to begin to examine things once again, but this time, with a sense of joy. Very well, Lord, I have realised that these were not the plans for my life, but that Your plans are better for me. 
What do You want to do with my heart? 
In my life? 
In our family?"

It is then that the seed can start to give fruit. 

Let us ask Our Mother to be able to say that prayer, to listen to God's voice and obey His Will.


*


Dua RenHar.

20 Juli 2016.

Mendengar & Melakukannya.

Sikap Manusia Dalam Menanggapi Firman Allah.

*Sikap Manusia Dalam Menanggapi Firman Allah*

ALLAH  menganugerahkan firmanNya sebagai pedoman untuk mengarahkan dan membimbing langkah manusia untuk menuju keselamatan.

Setiap pribadi mempunyai sikap yang berbeda dalam menanggapi firmanNya:

* Ada yang tidak percaya sehingga memutuskan untuk mengabaikan bahkan menolak firmanNya

* Ada yang percaya namun saat penderitaan dan kesulitan menimpa hidup mereka, firman tersebut mati terhimpit oleh ketakutan dan kekhawatiran

* Ada juga yang percaya, tapi firman tidak bertumbuh karena mereka lebih mengutamakan kenikmatan duniawi

Agar firman dapat bertumbuh subur, kita harus mengembangkan sikap yang benar.

Mari buka hati dan mohon bimbingan Roh Kudus agar kita mampu menjadi pendengar dan pelaku firman sehingga menghasilkan buah yang baik bagi kemuliaan Tuhan dan juga bagi sesama.


*


Bacaan Liturgi .

20 Juli 2016.
Rabu Pekan Biasa XVI.

Bacaan Pertama
Yer  1:1.4-10
Aku menentukan dikau menjadi nabi untuk berbagai bangsa.


Pembacaan dari Kitab Yeremia:

Inilah perkataan Yeremia, bin Hilkia,
dari keluarga imam yang tinggal di Anatot, di tanah Benyamin.

Pada zaman Raja Yosia turunlah sabda Tuhan kepadaku sebagai berikut,
"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu,
Aku telah mengenal engkau.
Dan sebelum engkau dilahirkan, Aku telah menguduskan dikau.
Aku telah menentukan dikau menjadi nabi untuk berbagai bangsa."

Maka aku menjawab, "Ah, Tuhan Allah!
Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara,
sebab aku ini masih muda belia."

Tetapi Tuhan bersabda kepadaku,
"Janganlah berkata 'Aku ini masih muda belia,'
tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi.
Dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.
Janganlah takut kepada mereka,
sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan dikau,"
demikianlah sabda Tuhan.

Lalu Tuhan mengulurkan tangan-Nya dan menjamah mulutku.
Ia bersabda kepadaku,
"Sesungguhnya Aku menaruh sabda-Ku dalam mulutmu.
Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau
atas bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan
untuk mencabut dan merobohkan,
untuk membinasakan dan meruntuhkan,
untuk membangun dan menanam."

Demikianlah sabda Tuhan.

*


Mazmur
Mzm  71:1-4a.5-6ab.15ab.17
R:15
Mulutku akan menceritakan keselamatan
yang datang dari Dikau, ya Tuhan.  


*Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung,
jangan sekali-kali aku mendapat malu.
Lepaskan dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu,
sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!

*Jadilah bagiku gunung batu tempat berteduh,
kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri;
sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku.
Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.

*Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan,
Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah.
Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan,
Engkaulah yang  telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.

*Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu
dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu.
Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku,
dan sampai sekarang
aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.


*

Bacaan Injil
Mat  13:1-9
Benih yang jatuh di tanah yang baik menghasilkan buah seratus ganda.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari
Yesus keluar dari rumah dan duduk di tepi danau.
Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong
lalu mengerumuni Dia,
sehingga Yesus naik ke perahu dan duduk di situ,
sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai.
Yesus mengajarkan banyak hal kepada mereka
dengan memakai perumpamaan-perumpamaan.

Ia berkata, "Ada seorang penabur keluar menaburkan benih.
Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan,
lalu burung-burung datang memakannya.
Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu,
yang tidak banyak tanahnya,
lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
Tetapi sesudah matahari terbit,
layulah tumbuhan itu dan menjadi kering
karena tidak berakar.
Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri,
lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah,
ada yang seratus ganda,
ada yang enam puluh ganda,
ada yang tiga puluh ganda.

Barangsiapa bertelinga untuk mendengar,
hendaklah ia mendengarkan!"

Demikianlah Injil Tuhan.


*


PERUMPAMAAN TENTANG SEORANG PENABUR

Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. KataNya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"  (Mat 13:1-9)

RENUNGAN

Yesus menerangkan kepada murid-muridnya arti perumpamaan mengenai seorang penabur yang pernah disampaikannya kepada orang banyak (Mat 13:1-9).

Menurut ay. 18-23 perumpamaan ini dimaksud menjelaskan bahwa sabda Tuhan datang kepada siapa saja. Tetapi belum tentu pada semua orang sabda itu akan tumbuh dan membawa hasil berlimpah.

Benih sabda yang tertabur di pinggir jalan tak sempat tumbuh karena dimakan burung. Ada yang sempat tumbuh tapi tidak berakar seperti yang jatuh ke tanah berbatu-batu atau segera mati terhimpit semak duri.  Hanya yang jatuh ke tanah subur bisa bertumbuh dan berbuah berlipat ganda. Apa warta perumpamaan itu? Dan apa maksud penjelasan yang khusus ditujukan kepada para murid?

Dari kehidupan bercocok tanam
Cara bercocok tanam pada zaman itu tidak selalu sama dengan yang dikenal sekarang. Dulu biasanya biji disemai sebelum tanah digarap. Bukan sebaliknya. Jadi tanahnya memang belum dibajak atau dicangkul atau dialiri air. Baru kemudian tanah yang sudah ada bijinya itu akan digemburkan. Praktik ini berkebalikan dengan yang biasa dibayangkan orang sekarang. Apa relevansinya bagi tafsir?

Biji yang disebut jatuh di pinggir jalanan itu bukan karena penaburnya menyemai secara acak atau tanpa rencana. Rekannya atau dia sendiri nanti akan menggemburkan tanah di pinggir jalanan yang baru saja ditaburinya tadi. Tetapi apa lacur, seperti diceritakan dalam perumpamaan itu, sebelum tanah sempat digarap, benih yang ditabur di situ keburu dimakan burung.

Yang jatuh ke tanah yang berbatu-batu? Yang dimaksud ialah tanah yang keras, berkapur dan gersang, seperti yang ada di wilayah Gunung Kidul. Penabur tidaklah kebetulan menabur di tanah berbatu-batu. Di situ sengaja ditaburkan benih. Lahan itu nanti akan dibajak, dicangkul, digemburkan sebisanya. Pendengar pada zaman dulu tentu tersenyum mendengar cerita ini.

Mereka tahu bahwa tanah berbatu-batu seperti itu akan tetap kurang baik bagi pertumbuhan biji tak peduli usaha perbaikan macam apapun. Juga bila diairi, dengan cepat akan kering karena airnya terserap ke kedalaman dan kecambah tidak akan mendapat air tanah. Mengapa si penabur tetap menyemai di situ? Karena termasuk ladangnya? Karena ia masih berharap ada yang luar biasa? Pendengar akan dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan ini dan akan belajar satu dua hal mengenai tekad sang penabur.

Begitu pula dengan biji yang jatuh di antara semak duri. Semak seperti itu bisa tumbuh di tanah kersang dan berbatu-batu sekalipun. Meski tanah yang akan digarap itu dibersihkan dari onak duri, sebentar lagi tentu akan tumbuh kembali. Dan benih yang disemai di tanah yang beronak itu tidak bakal tumbuh baik. Akan terhimpit. Kok dibiarkan saja? Kenapa penabur tetap menabur di situ? Sekali lagi pendengar diajak ikut memikirkan dan membaca kehidupan yang sering seperti hidup di tengah onak duri. Apa yang bisa terjadi?

Lalu apa itu tanah yang baik? Dari semula tentu tanah ini sudah baik. Benih yang ditabur di situ nanti akan tumbuh baik, tentunya setelah tanah digemburkan. Bagaimanapun juga perlu penggarapan agar benih bertumbuh baik dan berbuah melimpah. Tetapi apa bedanya dengan tanah di pinggir jalan? Biji yang jatuh ke tanah baik sebetulnya juga menghadapi risiko dimakan burung.

Tetapi tidak begitu kejadiannya. Mengapa? Mungkin karena biji ditaburkan pada waktu tak ada burung mengincar. Boleh jadi juga tanahnya segera digarap sehingga benihnya tertutup tanah dan mulai tumbuh dan burung-burung tak sempat memakannya. Siapakah yang menggarap tanah ini? Begitulah perumpamaan ini mengajak berpikir. (Rm Agustinus Gianto SJ)



Tuesday, July 19, 2016

RenHar.  Selasa Biasa16. 19Juli16. Kasih Setia Tuhan (Allah)


*⭕Mutiara Iman*

SIAPAPUN

19 Juli 2016

_"Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku..."_
(Mat 12:50)

Lectio
Mi 7:14-15,18-20; Mzm 84:2-4,5-6,7-8; Mat 12:46-50

Adi diminta menjadi ketua panitia baksos ke Panti Asuhan. Setelah membawa banyak makanan, pakaian dan susu untuk bayi, Adi pun pergi dengan mengajak juga keluarganya ke Panti Asuhan St Antonius Padua.

Sesampainya di panti, telah ramai para pengunjung yang datang dan setelah menyerahkan semua barang, Adi berbicara dengan salah satu tamu.
"Mas dari paroki mana ya?" Tanya Adi.

"Oh maaf Mas saya bukan Kristen. Setiap seminggu sekali kami keliling ke panti asuhan untuk membantu mereka, memberikan buku dsb" jawab Amen.

Mendengar penjelasan Amen, Adi pun terharu dan berkata :
"Saya merasa senang karena kita semua telah melakukan apa yang telah diperintahkan-Nya. Kita semua adalah saudara-saudari dari keluarga kasih."

Lalu Amen menjawab :
"Amin Pak."

Yesus berkata :
"Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Ketika orang melakukan kehendak Bapa, mereka adalah saudara-saudari kita.

Oratio
Ya Tuhan, mampukan kami melakukan perintah-Mu. Amin.

Missio
_Marilah kita melakukan karya kerahiman dengan melakukan apa yang diperintahkan Allah._

*Have a Blessed Tuesday.*

*

SabdaNya.
Selasa  19 - 07 - 16.

Mikha 7:14-15, 18-20.    Mat 12:46-50

Shalom,
Ketika Yesus sedang mengajar org banyak, ada yg menyampaikan kepdNya, ibu n kerabat2Nya datang ingin menemui Dia.

Kesempatan ini dipakai Kristus untuk mengubah cara pandang org pada saat itu, dimana pengertian persaudaraan  didasarkan sebatas hubungan darah.

'Siapapun yg melakukan kehendak BapaKu disurga,
  dialah saudaraKu laki2,
  dialah saudaraku perempuan,
  dialah ibuKu'.

Apa yg dikehendaki Bapa dari kita?

Pada kesempatan lain Kristus mengatakan bhw hukum Allah yg paling utama n pertama adalah mengasihi Allah dg segenap hati n akal budi.

Hukum yg kedua yg sama dg yg pertama adlh mengasihi sesama spt diri sendiri.

Apa arti ikatan darah kalau tanpa ada kasih?

Sangat bnyk contoh bgmn ikatan darah terabaikan begitu saja karena masalah uang.
Dg demikian nilai persaudaraan diletakkan dibawah nilai harta dunia.

Didalam kasih, kita akan mengerti apa yg harus dilakukan untuk membahagiakan org lain.

Didalam kasih kita dapat memaafkan semua org yg sengaja/ tdk, telah menyusahkan atau malahan menyakiti kita.

Nabi Mikha menunjukkan kasih Allah yg luar biasa kepd bangsa Israel yg tlh sangat mengecewakanNya.

'Siapakah Allah spt Engkau yg mengampuni dosa n yg memaafkan pelanggaran dr sisa2 milikNya sendiri: yg tdk bertahan dlm murkaNya untk seterusnya,melainkan berkenan kepd kasih setia?
Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesahan2 kita n melemparkan sgl dosa kita kedlm  tubir2 laut'
(Mi 7 : 18-19)

Yesus Kristus adalah Putera Allah.
Menjadi saudaraNya berarti kita mengikatkan diri didalam kasih dengan Dia yg Maha Kuasa n dg semua org yg dikasihiNya.
Dari Dia kita belajar kasih Allah untuk diri kita sbgmn yg telah ditunjukkan Allah dlm mengasihi bangsa pilihanNya,israel.

Kristus tahu segala kekurangan n ketidak setiaan kita. Dia tahu bhw sebenarnya kita tdk punya apa2, krn baik saat dilahirkan maupun diwkt kematian menjemput, kita tdk membawa apapun. Ttp untuk kita, Dia rela mengampuni n menebus dosa2 kita dg menyerahkan nyawaNya.

Kalau kita ingin menjadi saudara laki2 n perempuan Kristus, tdk ada pilihan lain selain berusaha mengasihi semua org tanpa kecuali n mau mengampuni siapapun yg bersalah kepd kita sbgmn Kristus lakukan kepada kita.

Gbu all n hv a blessed Tuesday.

*

Matthew 12:46-50.
Tuesday 19th July.

While Jesus was still speaking, his mother and his brethren stood outside, asking to speak to him.

But he replied to the man who told him, "Who is my mother, and who are my brethren?"
And stretching out his hand toward his disciples, he said,
"Here are my mother and my brethren!
For whoever does the will of my Father in heaven is my brother, and sister, and mother."

How lovely to find Mary following Jesus, to imagine her listening to Him, paying attention to every word, to every story, His gestures, His smile, as a thirsty soul drinking every word that came from His lips, smiling to herself on hearing that voice that she knew so well.
She had her eyes on Him every time she had the chance.
Even when Jesus was talking to someone else in the distance, she couldn't help looking at her Son and recalling so many conversations with Him.

Have you ever found your mum staring at you with a curious gaze when you are doing something?

And when you discover her looking at you, you frown and ask a bit restless: 'What are you looking at?'

And your mum replies, smiling:
'You take after your father more now' or
'You are growing up so quickly' or
'A penny for your thoughts...', or even
'Do you need anything?'
We call that 'love' - Mother's love!

Love leads to 'contemplation' and if we are to love Jesus like Mary, we ought to look at Him like His Mother.

Mary, Mother of Jesus and my Mother, teach me to look at your Son, to follow Him everywhere, to listen attentively to Him, to contemplate Him during my prayer, during my day, during my work, during my life.

I want to love Jesus, your Son, as you do and to be always with Him as you are...
And always and in everything to do the Will of my Father, as Jesus' Mother and brethren do. Mary, My Mother, help me to look at Jesus with your eyes; to see Him as you see Him and to love Him as you love Him.

"The contemplation of Christ has a remarkable model in Mary. In a unique way the face of the Son belongs to Mary. It was in her womb that Christ was formed, receiving from her a human resemblance which points to an even greater spiritual closeness.

No one has ever devoted himself to the contemplation of the face of Christ as faithfully as Mary."
(St John Paul II)


*


Renungan Harian :

*Rm.Antara.KAJ.

 Selasa Biasa16.

19Juli16*

Silahkan download, pilih salah 1 dari link di bawah ini:

  - Link 1 :  https://1drv.ms/u/s!AntJWNCMXC3WhgRe0ZYNUDz9pwQs

  - Link 2 :  https://app.box.com/s/jcqb094uondogp39ol2kvyb1k6g30zqe

  - Link 3 :  http://ptkumala.com/Rm.Antara.KAJ%20Selasa%20Biasa16%2019Juli16.amr

  - Link 4  :  https://drive.google.com/file/d/0B53xUmle8cJDblBnWEF1WnlSNms/view?usp=drivesdk


*


RenHar.

 Selasa Biasa16.

19Juli16.

Kasih Setia Tuhan (Allah)

Bacaan Liturgi.  19 Juli 2016. Selasa Pekan Biasa XVI. Taat Melaksanakan Kehendak Bapa.

Taat Melaksanakan Kehendak Bapa.

LEWAT sabdaNya, Yesus mengajarkan bahwa relasi persaudaraan di antara umat manusia tidak hanya terbatas pada hubungan kekeluargaan saja, melainkan dapat diperluas dan menjangkau semua orang dari segala lapisan masyarakat, suku dan bangsa.

Hal ini hanya dapat terwujud, bila kita semua bersedia melaksanakan kehendak Bapa.

Bagi siapa saja yang taat, akan  diangkat menjadi anggota keluarga kerajaanNya.

Mari berjuang untuk meraih janjiNya.
Penderitaan yang kita rasakan di dunia ini tidak ada artinya dibandingkan dengan kebahagiaan yang akan kita dapatkan kelak.


*


Bacaan Liturgi.

 19 Juli 2016.
Selasa Pekan Biasa XVI.

Bacaan Pertama
Mi  7:14-15.18-20.
Semoga Tuhan mencampakkan segala dosa kita ke dalam dasar laut.


Pembacaan dari Nubuat Mikha:

Ya Tuhan, gembalakanlah umat-Mu dengan tongkat-Mu,
kambing domba milik-Mu sendiri.
Mereka terpencil
mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan.
Biarlah mereka merumput di Basan dan di Gilead
seperti pada zaman dahulu kala.
Perlihatkanlah kepada kami tindakan-tindakan ajaib
seperti pada waktu Engkau keluar dari Mesir.

Adakah Allah lain seperti Engkau
yang mengampuni dosa-dosa dan memaafkan pelanggaran
yang dilakukan oleh sisa-sisa milik-Nya sendiri?
yang tidak murka untuk selama-lamanya,
melainkan berkenan pada kasih setia?
Biarlah Ia kembali menyayangi kita
menghapuskan kesalahan-kesalahan kita
dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.
Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub
dan kasih-Mu kepada Abraham
sebagaimana telah Kaujanjikan dengan sumpah
kepada nenek moyang kami
sejak zaman purbakala.

Demikianlah sabda Tuhan.

*


Mazmur
Mzm  85:2-4.5-6.7-8
R:8a
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, 

  ya Tuhan.


*Engkau telah berkenan kepada tanah-Mu, ya Tuhan,
dan memulihkan keadaan Yakub.
Engkau telah mengampuni kesalahan umat-Mu,
dan menutupi segala dosa mereka.
Engkau telah menyurutkan segala geram-Mu,
murka-Mu yang menyala-nyala telah Kauredakan.

*Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami,
dan redakanlah sakit jengkel-Mu terhadap kami.
Untuk selamanyakah Engkau murka atas kami
dan melanjutkan murka-Mu turun-temurun?

*Tidak maukah Engkau menghidupkan kami kembali,
sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau?
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan,
dan berilah kami keselamatan-Mu.

*


Bait Pengantar Injil
Yoh 14:23
Barangsiapa mengasihi Aku,

  ia akan menaati sabda-Ku.
Bapa-Ku akan mengasihi dia,

  dan Kami akan datang kepadanya.

Bacaan Injil
Mat 12:46-50
Sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, Yesus bersabda,
"Inilah ibu-Ku, 

 inilah saudara-Ku."


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Sekali peristiwa
ketika Yesus sedang berbicara dengan orang banyak,
ibu dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar
dan berusaha menemui Dia.
Maka berkatalah seseorang kepada-Nya,
"Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar
dan berusaha menemui Engkau."

Tetapi jawab Yesus kepadanya
"Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?"
Dan sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya, ia bersabda, 
"Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga,
dialah saudara-Ku, dialah saudari-Ku, dialah ibu-Ku."

Demikianlah Injil Tuhan.


*

Bacaan Pertama, Mazmur dan Injil mengisahkan kerinduan & keinginan Kasih Setia Tuhan (Allah)


Mereka percaya hanya dalam Kasih Setia Tuhan (Allah), akan hidup bahagia dan sejahtera.


Bgm dengan kita?

Apakah kita rindu Kasih Setia Tuhan (Allah) ?

Tuhan Yesus selalu setia.

Apakah kita juga setia ?


*

Bacaan Liturgi.

 19 Juli 2016.
Selasa Pekan Biasa XVI.

Taat Melaksanakan Kehendak Bapa.

Monday, July 18, 2016

RenHar. 18 Juli 2016. TANDA TUHAN.

*⭕Mutiara Iman*

TANDA.

18 Juli 2016

_"Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda" (Mat 12:39)_

Lectio
Mi 6:1-4,6-8; Mzm 50:5-6,8-9,16bc-17,21,23; Mat 12:38-42


Suatu malam Dirman pulang ke tempat kos-nya dengan sedikit mabuk.

Melihat temannya seperti itu, Andre segera membuatkan teh manis untuknya.
Selesai minum Andre berkata :
"Man, ngapain kamu merusak badan sendiri?
Apa tidak ada kegiatan yang lebih positif?"

Dirman menjawab :
"Gua belum bisa seperti lu Dre.
Aktif di Gereja dan pandai.
Mungkin gua mesti tunggu tanda dari Tuhan.
Gua belum dapat-dapat!"

Lalu Andre bertanya :
"Coba kau ingat-ingat lagi, siapa yang membantumu ketika diskotik kebakaran dan kau mabok?"

Dirman menjawab :
"Ada seorang ibu menarik gua!
Kenapa emang Dre?"

Andre menjawab :
"Nah!
Masih kurangkah untuk membuktikan bahwa Tuhan telah membantumu?
Buka mata hatimu!"

Dirman pun tertunduk dan berkata :
"Ya betul Dre, barusan pas gua keluar dan pulang, tidak lama kemudian teman gua bilang bahwa diskotek itu digerebek polisi!"

Yesus berkata kepada ahli Taurat dan orang Farisi :
"Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus."

Tuhan hadir ketika mata hati kita terbuka.

Oratio
Ya Tuhan, bukalah mata hati kami supaya selalu melihat-Mu dalam kehidupan kami. Amin.

Missio
_Marilah kita melakukan karya kerahiman dengan membuka hati kita agar mampu melihat Tuhan._

*Have a Blessed Monday*

*

Senin, 18 Juli 2016.
St. Odilia
Mi. 6:1-4,6-8;
Mat. 12:38-42.

"Magister, volumus a te signum videre."(Mat 12,38)

Melihat.

Inilah salah satu kunci untuk menangkap pesan Injil hari ini.
Kepada orang-orang Farisi, Tuhan selalu memberikan tanda-tanda.
Tuhan menyelamatkan mereka melalui tanda-tanda yang tampak, misalnya dalam karya pembebasan mereka dari perbudakan bangsa Mesir.

Namun masalahnya, bangsa Israel tidak mampu 'melihat' karya Tuhan itu.

Sama halnya dengan orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yang meminta untuk melihat tanda dari Yesus (Injil).

Mereka adalah orang-orang yang fasih dengan segala macam hukum dan peristiwa di Perjanjian Lama, tetapi tidak mampu melihat Tuhan yang hadir dan berkarya dalam setiap peristiwa tersebut.

Mereka juga mengetahui hal-hal yang dikerjakan Yesus, namun mereka tidak mampu melihat semua itu sebagai tanda kehadiran dan karya Allah.

Oleh karena itu, marilah kita mohon rahmat agar tidak seperti mereka.

Semoga kita dianugerahi kemauan dan kemampuan untuk membuka mata, baik mata indrawi maupun mata iman.
Dengan mata indrawi kita melihat berbagai macam peristiwa dalam hidup kita dan dengan mata iman kita mampu melihat bahwa Tuhan senantiasa hadir dan berkarya dalam setiap peristiwa tersebut.

Doa:

 Terpuji dan Mulia namaMu, Ya Tuhan,
karena aku dilahirkan untuk melihat karya keselamatanMu yang menjadi tanda kasih dan penyertaanMu sepanjang masa. 

Amin.

*Selamat Pagi + Tuhan Memberkati*

St Odilia.
http://osc.or.id/?page_id=326

*

SabdaNya.

 Senin 18 - 07 - 16.

Mi 6 :1-4, 6-8.      

Mat 12:38-42. 

Shalom,
Melalui nabi Mikha, Allah berseru kepd bangsa Israel, mengapa setlh Allah menunjukkan kasih n kuasaNya yg dahsyat shg mrk dpt keluar dr perbudakan di Mesir n memberi mrk Tanah Terjanji  mrk mlhn meninggalkan Yahwe? 

Dlm hal apa Allah tlh membebani mrk? 


Pertanyaan Allah kepd Israel mel Mika, saat ini jg dpt ditujukan kepd kita: 

Setlh bgt bnyk kasih n  kuasa Allah  dianugerahkan kepd  kita, mengapa kita tetap sering tdk setia kepdNya? Mengapa kita tdk mau percaya akan FirmanNya n srg menganggap hukum2Nya sbg suatu beban yg terlalu berat untk dipanggul? 

Allah ingin kita selalu mengasihi Dia n semua org tanpa kecuali, mengampuni semua org yg bersalah 70x7 spt Dia mengampuni kita, apkh kita percaya n mau men taatinya?

Bbrp ahli Taurat dtg kepd Kristus untuk meminta tanda2 spy mrk dpt percaya bhw Yesus sungguh Mesias yg tlh dinubuatkan para nabi.
Kristus tdk mau menunjukkan tanda2 lain untk mrk, krn selama ini melalui pengajaran2 n mujizat2 yg tlh dilakukanNya  sesungguhnya Dia tlh menunjukkan tanda2 yg sngt jelas bhw Dia sungguh Mesias.


Hanya krn kekerasan hati, iri n dengki yg menguasai hati n pikiran mrk, shg mrk tdk mampu melihat tanda2 itu.


Kristus kmdn membandingkan sikap mrk dg bangsa Niniwe yg terkenal jahat n kejam. Setlh Yunus yg adlh org Yahudi ( bangsa Niniwe sdh lama bermusuhan dg bangsa Yahudi), masuk kekota mrk n menyampaikan pesan bhw Yahwe akan sgr menghukum kejahatan2 mrk, ternyata mrk percaya n mau sungguh2 bertobat.


Kristus adlh Org Yahudi, sama spt org2 Farisi, n spt Yunus, Dia jg menyerukan pertobatan spy mrk tdk mendpt kesengsaraan kekal. 

Ttp ternyata mrk menolak n tdk mau percaya.


Sbg perbandingan lain, Kristus mengungkapkan bgmn. seorg ratu dr negeri Selatan yg jauh, rela bersusah payah melakukan perjalanan 'hanya' krn ingin belajar kebijaksanaan dr Salomo yg saat itu sngt terkenal. 

Kristus ingin mrk sadar  bhw mskpn Salomo sngt pandai n bijak,dia tetap seorg manusia yg punya keterbatasan shg tdk dpt dibandingkan dg diriNya yg adlh Putera Allah.


Para ahli Taurat itu sama skl tdk perlu bersusah payah kl mau mempelajaari kebijaksanaan Allah dr diri Kristus krn Dia ada dihadapan mrk. 

Mskpn bgt,ternyata mrk tetap saja tdk mau percaya n msh terus meminta tanda2 lain.

Sikap para ahli Taurat yg menemui Kristus, srg kali jg kita lakukan. 

Kita srg meminta tanda2 bhw Allah benar2 mengerti n mendengar doa2 permohonan kita, khususnya pd saat hrs mengambil keputusan penting atau dlm situasi yg sulit.


Tanda2 kehadiran Allah n bhw Dia sngt mencintai kita, sbnrnya dpt dilihat n dialami setiap hr dr sgl kejadian dlm kehidupan kita. Hanya krn kekerasan hati, sikap tdk peduli dlsb dr diri kita shg kita tdk punya kepekaan untuk menangkap tanda2 itu. 


Jd sebnrnya yg perlu kita minta,bknlah tanda2/ petunjuk2 dr Allah,ttp kepekaan hati n pikiran untk dpt menangkap petunjuk2Nya dg baik n benar.

Marilah kita resapi seruan Allah kepd bangsa Israel sbg suatu seruan yg ditujukan kepd diri kita, agar kita smkn teguh pd saat godaan dtg untk meninggalkanNya.


Mari kita terus bertekun didlm doa, merenungkan Firman,aktif dlm pelayanan n bergabung dlm persekutuan2 Kristiani spy smkn hari kita dpt smkn peka  menangkap tanda2 n petunjuk2 Allah yg tdk pernah lalai membimbing didlm sgl aktivitas kita.


Gbu all n hv a blessed Monday.

*
Monday 18th July 

Matthew 12:38-42.


The Pharisees said to Jesus, 

"Teacher, we wish to see a sign from you." 


But he answered them, 

"An evil and adulterous generation seeks for a sign; but no sign shall be given to it except the sign of the prophet Jonah. 

For as Jonah was three days and three nights in the belly of the whale, so will the Son of man be three days and three nights in the heart of the earth. 

The men of Nineveh will arise at the judgment with this generation and condemn it; for they repented at the preaching of Jonah, and behold, something greater than Jonah is here.


Do you remember the story of Jonah? 


God asked him to go to Nineveh to preach repentance. God was counting on him to bring those souls back to Him. Jonah's reaction was immediate: he ran the other way! 

He didn't want to complicate his life.


Something similar happened with those Pharisees who heard Our Lord preaching, but decided not to complicate their lives either.


The salvation of all in Nineveh depended on Jonah, and God didn't have a 'Plan B'. If Jonah didn't go, the people of Nineveh would have had no chance. 


When, during the conclave of his election, Pope Benedict XVI understood that he was going to be elected, as he explained later, he prayed to Our Lord saying: 

"Don't do this to me! 

You've got younger and better men, with altogether more vigour and more strength who could step up to this task."

 This is a very understandable reaction.

 What would you do if you were there?


But then, the Pope continued explaining, a cardinal (we don't know who but are very grateful to him), "wrote me: 'If the Lord should now tell you, 'Follow me,' then remember what you preached. Do not refuse. Be obedient'. ...This touched my heart. The ways of the Lord are not comfortable, but we were not created for comfort, but for greatness, for good. So in the end, all I could do say was yes. I am trusting in God."


God has a plan. 

He follows us up step by step.

 Maybe sometimes we have told Him to leave us alone - as if He was a beggar! 

But He always comes back. 


Jonah said 'Yes' in the end and, through the intercession of Our Mother (Virgin Most Faithful), we also want to say 'Yes' to God and His plan for us and for the sake of many other souls who depend on us.

*

Renungan Harian :

*Rm.Antara.KAJ.

Senin Biasa16.

 18Juli16*

Silahkan download, pilih salah 1 dari link di bawah ini:

  - Link 1 :  https://1drv.ms/u/s!AntJWNCMXC3WhgOhLz0lnlr1Iysw

  - Link 2 :  https://app.box.com/s/igflzr7483790wsc59yvphfkkjvyxd3y

  - Link 3 :  http://ptkumala.com/Rm.Antara.KAJ%20Senin%20Biasa16%2018Juli16.amr

  - Link 4  :  https://drive.google.com/file/d/0B53xUmle8cJDN2lpcG5lQnoxeVk/view?usp=drivesdk


*

Lima RenHar. 

18 Juli 2016. 

 TANDA TUHAN.