Kalender Liturgi 07 Mar 2026
Sabtu Prapaskah II
PF S. Perpetua dan Felisitas, Martir
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Mi 7:14-15.18-20
Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-2.3-4.9-10.11-12
Bait Pengantar Injil: Luk 15:18
Bacaan Injil: Luk 15:1-3.11-32
*Salah satu tokoh terkenal yang mengampuni adalah Nelson Mandela (18 Juli 1918 - 5 Desember 2013), Presiden Afrika Selatan (10 Mei 1994 - 14 Juni 1999). Aktivis anti-apartheid, yang berjuang untuk kesetaraan ras dan kebebasan di Afrika Selatan, dimana dia dipenjara selama 27 tahun, tapi setelah dibebaskan, dia mengampuni para lawan politiknya, sehingga dia menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1993.
Timbullah bencana kelaparan di negeri itu saat si Bungsu mulai melarat. Maka si Bungsu terpaksa bekerja di ladang untuk menjaga babi pada seorang majikan di negeri itu. (Suatu pekerjaan haram/ hina bagi bangsanya & agamanya saat itu)
Kelaparan membuat si Bungsu ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi, tetapi tidak seorang pun memberikannya kepadanya.
Kemudian si Bungsu menyadari keadaannya, katanya:
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya,
'Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik,
dan pakaikanlah kepadanya;
kenakanlah cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya.
Dan ambillah anak lembu tambun itu,
sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali,
ia telah hilang dan didapat kembali.
Maka mulailah mereka bersukaria.
Ketika si Sulung pulang dari ladang dan dekat rumah,
si Sulung mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
Lalu si Sulung memanggil seorang hamba
dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
Jawab hamba itu, 'Adikmu telah kembali,
dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun,
karena ia mendapatnya kembali anak itu dengan selamat.'
Maka marahlah si Sulung dan ia tidak mau masuk, sehingga ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
Si Sulung menjawab ayahnya,
'Telah bertahun-tahun aku melayani Bapa,
dan belum pernah aku melanggar perintah Bapa,
tetapi kepadaku
belum pernah Bapa memberikan seekor anak kambing pun
untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
Tetapi baru saja datang anak Bapa
yang telah memboroskan harta kekayaan Bapa
bersama dengan pelacur-pelacur,
maka Bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.'
Kata ayahnya kepadanya,
'Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku,
dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
Kita patut bersukacita dan bergembira
karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali,
ia telah hilang dan didapat kembali."
*Inilah kisah yang terkenal dari pengikut Yesus Kristus (Orang Kristen), melupakan kesalahan yang lama, lalu memulai hidup yang baru. Hidup lama biarlah menjadi nostalgia/ masa lalu, hidup baru selalu ada harapan masa depan (selama bertobat dan berusaha tidak berbuat dosa lagi).
*Engkaulah yang mengampuni kesalahanku.
*Engkau tidak terus murka kepada umat-Mu.
*Setinggi langit dari bumiku.
Besarnya kasih setia dan rahmat-Mu.
Sabtu Prapaskah II
PF S. Perpetua dan Felisitas, Martir
Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: Mi 7:14-15.18-20
Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-2.3-4.9-10.11-12
Bait Pengantar Injil: Luk 15:18
Bacaan Injil: Luk 15:1-3.11-32
*Salah satu tokoh terkenal yang mengampuni adalah Nelson Mandela (18 Juli 1918 - 5 Desember 2013), Presiden Afrika Selatan (10 Mei 1994 - 14 Juni 1999). Aktivis anti-apartheid, yang berjuang untuk kesetaraan ras dan kebebasan di Afrika Selatan, dimana dia dipenjara selama 27 tahun, tapi setelah dibebaskan, dia mengampuni para lawan politiknya, sehingga dia menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1993.
*Nabi Mikha yang hidup (sekitar 750-700 SM), pada masa pemerintahan Raja Jotam, Ahaz, dan Hezekia di Kerajaan Yehuda, dalam pengharapan nubuatnya,
"Ya Tuhan, dengan tongkat-Mu gembalakanlah umat-Mu,
kambing domba milik-Mu sendiri.
Mereka terpencil,
mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan.
Biarlah mereka merumput
seperti pada zaman dahulu kala.
Perlihatkanlah kepada kami tindakan-tindakan ajaib
seperti pada waktu keluar dari Mesir.
Adakah Allah lain seperti Engkau,
yang mengampuni dosa-dosa dan memaafkan pelanggaran?
Yang tidak murka untuk selama-lamanya,
melainkan berkenan kepada kasih setia?
Biarlah Ia kembali menyayangi kita,
menghapuskan kesalahan-kesalahan kita
dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.
Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub
dan kasih-Mu kepada Abraham
sebagaimana telah Kaujanjikan dengan sumpah
kepada nenek moyang kami
sejak zaman purbakala!"
*Salah kisah yang terkenal di Injil Suci Lukas adalah perkataan Yesus kepada para pemungut cukai dan orang-orang berdosa dan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang bersungut-sungut, dalam perumpamaan Bapa yang baik hati, si Bungsu yang menghamburkan harta ayahnya dan si Sulung yang melayani bapanya (Anak yang hilang).
*Alkisah si Bungsu kepada ayahnya,
'Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita
yang menjadi hakku.'
Lalu ayahnya terpaksa membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. (Menurut hukum saat itu, si Bungsu sungguh berdosa meminta harta saat ayahnya masih hidup)
Kemudian si Bungsu menjual seluruh bagiannya, lalu pergi ke negeri yang jauh dan memboroskan harta miliknya
dengan hidup berfoya-foya hingga habis harta miliknya.
"Ya Tuhan, dengan tongkat-Mu gembalakanlah umat-Mu,
kambing domba milik-Mu sendiri.
Mereka terpencil,
mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan.
Biarlah mereka merumput
seperti pada zaman dahulu kala.
Perlihatkanlah kepada kami tindakan-tindakan ajaib
seperti pada waktu keluar dari Mesir.
Adakah Allah lain seperti Engkau,
yang mengampuni dosa-dosa dan memaafkan pelanggaran?
Yang tidak murka untuk selama-lamanya,
melainkan berkenan kepada kasih setia?
Biarlah Ia kembali menyayangi kita,
menghapuskan kesalahan-kesalahan kita
dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.
Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub
dan kasih-Mu kepada Abraham
sebagaimana telah Kaujanjikan dengan sumpah
kepada nenek moyang kami
sejak zaman purbakala!"
*Salah kisah yang terkenal di Injil Suci Lukas adalah perkataan Yesus kepada para pemungut cukai dan orang-orang berdosa dan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang bersungut-sungut, dalam perumpamaan Bapa yang baik hati, si Bungsu yang menghamburkan harta ayahnya dan si Sulung yang melayani bapanya (Anak yang hilang).
*Alkisah si Bungsu kepada ayahnya,
'Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita
yang menjadi hakku.'
Lalu ayahnya terpaksa membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. (Menurut hukum saat itu, si Bungsu sungguh berdosa meminta harta saat ayahnya masih hidup)
Kemudian si Bungsu menjual seluruh bagiannya, lalu pergi ke negeri yang jauh dan memboroskan harta miliknya
dengan hidup berfoya-foya hingga habis harta miliknya.
Timbullah bencana kelaparan di negeri itu saat si Bungsu mulai melarat. Maka si Bungsu terpaksa bekerja di ladang untuk menjaga babi pada seorang majikan di negeri itu. (Suatu pekerjaan haram/ hina bagi bangsanya & agamanya saat itu)
Kelaparan membuat si Bungsu ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi, tetapi tidak seorang pun memberikannya kepadanya.
Kemudian si Bungsu menyadari keadaannya, katanya:
'Betapa banyak orang upahan bapaku
yang berlimpah-limpah makanannya,
tetapi aku di sini hampir mati kelaparan.
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku
dan berkata kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa;
aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa;
jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.'
Maka bangkitlah si Bungsu dan pulang kepada bapanya.
Ketika si Bungsu masih jauh, ayahnya telah melihat dia,
lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ayah itu berlari mendapatkan dia
lalu merangkul dan mencium dia.
Kata si Bungsu kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa,
aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa.
yang berlimpah-limpah makanannya,
tetapi aku di sini hampir mati kelaparan.
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku
dan berkata kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa;
aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa;
jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.'
Maka bangkitlah si Bungsu dan pulang kepada bapanya.
Ketika si Bungsu masih jauh, ayahnya telah melihat dia,
lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ayah itu berlari mendapatkan dia
lalu merangkul dan mencium dia.
Kata si Bungsu kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa,
aku tidak layak lagi disebutkan anak Bapa.
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya,
'Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik,
dan pakaikanlah kepadanya;
kenakanlah cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya.
Dan ambillah anak lembu tambun itu,
sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali,
ia telah hilang dan didapat kembali.
Maka mulailah mereka bersukaria.
Ketika si Sulung pulang dari ladang dan dekat rumah,
si Sulung mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
Lalu si Sulung memanggil seorang hamba
dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
Jawab hamba itu, 'Adikmu telah kembali,
dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun,
karena ia mendapatnya kembali anak itu dengan selamat.'
Maka marahlah si Sulung dan ia tidak mau masuk, sehingga ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
Si Sulung menjawab ayahnya,
'Telah bertahun-tahun aku melayani Bapa,
dan belum pernah aku melanggar perintah Bapa,
tetapi kepadaku
belum pernah Bapa memberikan seekor anak kambing pun
untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
Tetapi baru saja datang anak Bapa
yang telah memboroskan harta kekayaan Bapa
bersama dengan pelacur-pelacur,
maka Bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.'
Kata ayahnya kepadanya,
'Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku,
dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
Kita patut bersukacita dan bergembira
karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali,
ia telah hilang dan didapat kembali."
*Inilah kisah yang terkenal dari pengikut Yesus Kristus (Orang Kristen), melupakan kesalahan yang lama, lalu memulai hidup yang baru. Hidup lama biarlah menjadi nostalgia/ masa lalu, hidup baru selalu ada harapan masa depan (selama bertobat dan berusaha tidak berbuat dosa lagi).
*Pujilah Tuhan hai jiwaku.
Pujilah nama-Nya hai batinku.
Pujilah Tuhan hai jiwaku.
Takkan kulupakan segala kebaikan-Mu.
Takkan kulupakan segala kebaikan-Mu.
*Engkaulah yang mengampuni kesalahanku.
Engkaulah yang menyembuhkan penyakitku.
Engkaulah yang menebus hidupku.
Engkaulah yang memahkotai daku.
*Engkau tidak terus murka kepada umat-Mu.
Engkau tidak selamanya dendam kepada umat-Mu.
Engkau tidak pernah menghukum umat-Mu.
Setimpal dengan dosa umat-Mu.
Engkau tidak pernah menghukum umat-Mu.
Setimpal dengan dosa umat-Mu.
*Setinggi langit dari bumiku.
Besarnya kasih setia dan rahmat-Mu.
Kepada umat-Mu yang berbalik kepada-Mu.
Engkau lupakan pelanggaran-pelanggaran umat-Mu.
Amin.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.