Sunday, March 15, 2026

2603151. Barangsiapa mengikuti Aku mempunyai terang hidup karena Akulah terang dunia.

Kalender Liturgi 15 Mar 2026
Minggu Prapaskah IV

Warna Liturgi: Ungu
Bacaan I: 1Sam 16:1b.6-7.10-13a
Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6
Bacaan II: Ef 5:8-14
Bait Pengantar Injil: Yoh 8:12b
Bacaan Injil: Yoh 9:1-41




*Filosof Yunani, Aristoteles, pernah bilang bahwa "Gelap adalah ketiadaan cahaya" atau "Gelap adalah tidak adanya terang". Lalu konsep ini juga dibahas oleh banyak filsuf dan ilmuwan lain, termasuk Isaac Newton. Albert Einstein pernah mengatakan sesuatu yang mirip, "Tidak ada gelap, yang ada hanya ketiadaan cahaya."  Thomas Edison"Tidak ada gelap, hanya ketiadaan cahaya."


*Salah satu tokoh dalam Alkitab perjanjian lama yang membawa terang adalah raja Daud. Kitab Pertama Samuel, mengisahkan setelah Raja Saul ditolak Tuhan, berfirmanlah Tuhan kepada Samuel,
"Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah.
Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu,
sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku."

Samuel melihat ketujuh anak Isai itu masuk, sempat berpikir bahwa yang akan diurapi adalah Eliab.
Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel,
"Janganlah terpancang pada paras atau perawakan yang tinggi,
sebab Aku telah menolaknya.
Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah;
manusia melihat apa yang di depan mata,
tetapi Tuhan melihat hati."


Hingga Samuel melihat Daud yang dipanggil Isai saat Daud sedang menggembalakan kambing domba mereka. Kulit Daud kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok.
Lalu Tuhan berfirman,
"Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."
Samuel mengambil tabung tanduknya yang berisi minyak itu,
dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya.


*"Bangunlah, hai kamu yang tidur,
dan bangkitlah dari antara orang mati,
maka Kristus akan bercahaya atas kamu."

Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Efesus, menuliskan bahwa memang dahulu kamu adalah kegelapan,
tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan.
Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang.
Karena terang hanya berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran.
Ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan...
Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu
menjadi nampak,
sebab semua yang nampak adalah terang...



*Lahir sebagai orang buta.
Salah orang tua atau dirinya.
Kata-Nya bukan salah mereka.
Pekerjaan Allah harus dinyatakan di dia.


*Rasul Yohanes dalam Injilnya mengisahkan, Yesus sedang berjalan lewat, melihat seorang yang buta sejak lahir.
Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya,
"Rabi, siapakah yang berbuat dosa,
orang ini sendiri atau orang tuanya,
sehingga ia dilahirkan buta?"


Jawab Yesus,
"Bukan dia dan bukan juga orang tuanya,
tetapi karena pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku,
selama masih siang.
Akan datang malam, di mana tak seorang pun dapat bekerja.
Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."

Sesudah mengatakan semua itu,
Yesus meludah ke tanah,
dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah,
lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
dan berkata kepadanya,
"Pergilah, basuhlah dirimu di kolam Siloam (artinya: "Yang diutus.")"

Maka pergilah orang itu.
Ia membasuh dirinya,
lalu kembali dengan matanya sudah melek.

Kemudian tetangga-tetangganya, mengenalinya, ada yang berkata,
"Bukankah dia ini yang selalu mengemis?"

"Bukan, tetapi ia serupa dengan dia."

Orang itu sendiri berkata, "Benar, akulah dia."

"Bagaimana matamu menjadi melek?"

"Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah,
mengoleskannya pada mataku,
dan berkata kepadaku:
Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu.
Lalu aku pergi, dan setelah membasuh diri,
aku dapat melihat."


Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu
kepada orang-orang Farisi...
Karena itu orang-orang Farisi pun bertanya kepadanya,
bagaimana matanya menjadi melek.
 
Jawabnya, "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku,
lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat."

Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu,
"Orang ini tidak datang dari Allah,
sebab Ia tidak memelihara hari Sabat."

"Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?"

Maka timbullah pertentangan di antara mereka.
Lalu kata mereka pula kepada orang yang tadinya buta itu,
"Dan engkau, karena Ia telah memelekkan matamu,
apakah katamu tentang Dia?"

Jawabnya, "Ia seorang nabi!"

"Katakanlah kebenaran di hadapan Allah:
Kami tahu bahwa orang itu orang berdosa."

Jawabnya, "Apakah Dia itu orang berdosa, aku tidak tahu!
Tetapi satu hal yang aku tahu,
yaitu: Aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."
... "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang,
padahal Ia telah memelekkan mataku.
Kita tahu bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa,
melainkan orang-orang yang saleh
dan yang melakukan kehendak-Nya.
Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar,
bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.
Jikalau orang itu tidak datang dari Allah,
Ia tidak dapat berbuat apa-apa."


Jawab mereka,
"Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa,
dan engkau hendak mengajar kami?"

Lalu mereka mengusir dia ke luar.

Yesus mendengar bahwa orang itu telah diusir ke luar oleh orang-orang Farisi.
Maka, ketika bertemu dengan dia, Yesus berkata,
"Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"

Jawabnya, "Siapakah Dia, Tuhan?
Supaya aku percaya kepada-Nya."

Kata Yesus kepadanya, "Engkau bukan saja melihat Dia!
Dia yang sedang berbicara dengan engkau, Dialah itu!"

Kata orang itu, "Aku percaya, Tuhan!"
Lalu ia sujud menyembah Yesus.

Kata Yesus, "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi,
supaya barangsiapa tidak melihat dapat melihat,
dan supaya yang dapat melihat menjadi buta."

Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi
yang berada di situ,
dan mereka berkata kepada Yesus,
"Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?"

Jawab Yesus kepada mereka,
"Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa.
Tetapi karena kamu berkata 'Kami melihat',
maka tetaplah dosamu."




*Ya Tuhan Allahku...
Engkau adalah gembalaku.
Takkan berkekurangan aku.
Engkau membaringkanku di padang rumput hijau.

Engkau membimbingku dan menyegarkanku.

*Di jalan yang lurus Kautuntun aku.
Aku tidak takut sebab Engkau besertaku.

Tongkat gembalaan-Mu yang menghiburku.

Kausediakan hidangan bagiku di hadapan lawanku.

*Dengan minyak Kauurapi kepalaku
Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringiku

Aku akan diam di dalam rumah-Mu seumur hidupku.

Hidupku aman dalam gembalaan-Mu.


Amin.

#


No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.