Monday, July 31, 2017

Bacaan Liturgi 31 Juli 2017 Senin Pekan Biasa XVII PW S. Ignasius dari Loyola, Imam. Tindakan Kecil Dan Sederhana, Tapi Berdampak Besar.

*Tindakan Kecil Dan Sederhana, Tapi Berdampak Besar*

MELALUI perumpamaan pada hari ini, Yesus mengajarkan kepada kita, bahwa kita tidak harus melakukan sesuatu yang hebat, spektakuler dan menakjubkan untuk mewartakan kabar keselamatan.

Cukup dengan tindakan-tindakan kecil, sederhana, berlandaskan kasih, yang mendatangkan damai sejahtera bagi sesama.

Bila dilakukan secara konsisten dan terus menerus, niscaya akan mampu mempengaruhi dan mengubah keadaan di sekitar kita menjadi lebih baik.

Mudah dikatakan namun sulit dilaksanakan, karena selama proses berlangsung akan banyak hal-hal yang tidak menyenangkan yang harus kita hadapi.

Untuk itu kita dituntut untuk memiliki sikap pantang menyerah, tekun, setia disertai kerendahan hati dan kesediaan untuk mengampuni tanpa batas.

Mari senantiasa melekat kepadaNya dan mohon rahmat pertolonganNya, agar kita dimampukan menjadi pribadi yang terus memancarkan kasihNya di sepanjang hidup kita.

Dengan demikian kehadiran kita akan menjadi inspirasi dan teladan bagi setiap orang yang berada di sekeliling kita.

Semoga kasih dan kebaikan yang kita tebarkan, secara perlahan membawa daya perubahan dan berdampak positif bagi anggota keluarga, lingkungan, gereja dan masyarakat.

#


Bacaan Liturgi 31 Juli 2017

Senin Pekan Biasa XVII
PW S. Ignasius dari Loyola, Imam
Bacaan Pertama
Kel 32:15-24.30-34
Bangsa itu telah berbuat dosa besar,
sebab mereka telah membuat allah emas.
Pembacaan dari Kitab Keluaran:

Waktu itu Musa dan Yosua turun dari gunung Sinai.
Musa membawa di tanganya kedua loh hukum Allah.
Loh-loh itu bertulis pada kedua sisinya sebelah-menyebelah.
Kedua loh itu telah dibuat oleh Allah
dan tulisannya adalah tulisan Allah,
digurat pada loh-loh itu.
Ketika Yosua mendengar sorak sorai bangsa Israel,
berkatalah ia kepada Musa,
"Kedengarann bunyi sorak peperangan di perkemahan!"
Jawab Musa,
"Bukan nyanyian kemenangan, bukan pula nyanyian kekalahan,
melainakn nyanyian berbalas-balasan, itulah yang kudengar."

Ketika sudah dekat perkemahan
dan melihat anak lembu serta orang menari-nari,
maka bangkitlah amarah Musa.
Dibantingnya kedua loh itu dan dihancurkannya pada kaki gunung.
Kemudian diambilnya patung anak lembu buatan mereka itu,
lalu dibakarnya dalam api,
digilingnya sampai halus dan ditaburkannya ke atas air,
dan orang Israel disuruh meminumnya.

Lalu berkatalah Musa kepada Harun,
"Apakah yang dilakukan bangsa ini kepadamu,
sehingga engkau mendatangkan dosa sebesar itu kepada mereka?"
Jawab Harun, "JanganlahTuanku marah.
Engkau sendiri tahu, bahwa bangsa ini jahat semata-mata.
Mereka berkata kepadaku,
'Buatlah allah bagi kami, yang akan berjalan di depan kami,
sebab mengenai Musa,
yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir,
kami tidak tahu apa yang terjadi dengan dia.'
Lalu aku berkata kepada mereka,
'Barangsiapa mempunyai emas, hendaklah menanggalkannya.'
Semua emas itu mereka berikan kepadaku;
aku melemparkannya ke dalam api, dan keluarlah anak lembu ini."

Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu,
"Kalian telah berbuat dosa besar,
tetapi sekarang aku akan naik menghadap Tuhan,
mungkin aku dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu."
Lalu kembalilah Musa menghadap Tuhan dan berkata,
"Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar,
sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka.
Tetapi sekarang kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu.
Dan jika tidak,
hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."

Maka Tuhan bersabda kepada Musa,
"Barangsiapa berdosa terhadap-Ku,
nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.
Tetapi pergilah sekarang,
tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu.
Di depanmu akan berjalan malaikat-Ku.
Tetapi pada hari pembalasan-Ku,
Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka."

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 106:19-20.21-22.23
R:1a
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik.
*Mereka membuat anak lembu di Horeb,
dan sujud menyembah kepada patung tuangan;
mereka menukar Yang Mulia
dengan patung sapi jantan yang makan rumput.

*Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka,
yang telah melakukan hal-hal yang besar di tanah Mesir;
yang melakukan karya-karya ajaib di tanah Ham,
dan perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau.

*Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka,
kalau Musa, orang pilihan-Nya,
tidak mengetengahi di hadapan-Nya,
untuk menyurutkan amarah-Nya,
sehingga Ia tidak memusnahkan mereka.

Bait Pengantar Injil
Yak 1:18
Dengan rela hati Allah telah melahirkan kita oleh sabda kebenaran,
supaya kita menjadi anak sulung ciptaan-Nya.

Bacaan Injil
Mat 13:31-35
Biji sesawi itu menjadi pohon,
sehingga burung-burung di udara datang bersarang di cabang-cabangnya.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Sekali peristiwa Yesus membentangkan perumpamaan ini,
"Hal Kerajaan Surga itu seumpama biji sesawi,
yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.
Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih,
tetapi apabila sudah tumbuh,
sesawi itu lebih besar dari pada sayuran lain,
bahkan menjadi pohon,
sehingga burung-burung di udara datang bersarang
pada cabang-cabangnya."

Dan Yeus menceriterakan perumpamaan ini lagi,
"Hal Kerajaan Surga itu seumpama ragi yang diambil seorang wanita
dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat
sampai seluruhnya beragi."

Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak
dalam perumpamaan,
dan Ia tidak menyampaikan apa pun kepada mereka
kecuali dengan perumpamaan.
Dengan demikian digenapilah sabda nabi,
"Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan,
Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi
sejak dunia dijadikan."

Demikianlah Injil Tuhan.

#


Menemukan Harta Terpendam
By Romo Tarcisius Puryatno Pr

"Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi. Karena sukacitanya, pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu." (Mat 13,44)

BEBERAPA waktu yang lalu Kabupaten Mamuju Utara dihebohkan oleh dugaan adanya harta karun di pantai Dusun Muara. Banyak warga datang ke sana, sehingga aparat dan perangkat desa turun tangan untuk mengamankan daerah tersebut. 


Mereka datang dengan berbagai tujuan: ada yang dengan serius ingin mencari harta karun, ada yang sekedar bertanya-tanya, ada juga yang sekedar penasaran.

Hebohnya berita tentang harta karun bermula dari adanya sebuah peta yang berasal dari alam gaib dan menunjukkan titik di pantai muara, yang diperkirakan sebagai lokasi tersimpannya harta karun tersebut.

Hebohnya harta karun di Mamuju sebetulnya merupakan salah satu dari sekian banyak kisah dan cerita tentang perburuhan harta karun di beberapa tempat. 


Bahkan Sang Guru pun telah memberikan pengajaran dengan menggunakan perumpamaan tentang harta yang terpendam. Harta terpendam atau harta karun merupakan kisah atau cerita yang sudah lama dikenal banyak orang, entah orang pada jaman dahulu maupun jaman ini.

Harta karun adalah harta yang masih tersimpan di suatu tempat dan belum diketemukan. Harta karun bisa terpendam di pegunungan, di sungai, di gua-gua bawah tanah atau di tempat lain, selaras dengan isu, informasi atau petnjuk yang ada. Harta karun bisa berwujud uang, batangan emas atau benda antik lainnya yang harganya tinggi atau jumlahnya banyak.

Apapun bentuknya, yang namanya harta selalu menjadi perhatian dan daya tarik bagi banyak orang untuk mencarinya, menemukannya dan memilikinya. Bahkan orang berani mengeluarkan biaya banyak demi mendapatkan harta karun atau harta terpendam, seperti dilakukan oleh seorang yang menjual harta miliknya dan kemudian membeli ladang, dimana tersimpan harta terpendam.

Harta terpendam hanyalah sebuah perumpamaan, bukan sebuah kenyataan. Perumpamaan yang mau menyampaikan sebuah pesan dan ajakan bagi para murid. Para murid diajak untuk mencari dan menemukan harta karun yang sesungguhnya, yakni Kerajaan Allah. Tidak ada hal lain yang lebih berharga dan bernilai dibandingkan dengan perburuan untuk mencari dan menemukan Kerajaan Allah. 


Bagi Raja Salomo, yang menjadi impian dan perburuan bukanlah emas, perak, kekuasan, jabatan dan harta lainnya, tetapi kebijaksanaan. Kebijaksanaan pun merupakan sebuah harta karun, yang harus dicari dan ditemukan serta dimiliki, agar orang bisa sampai kepada Allah.

#


"SEMUA ORANG MEMBUTUHKAN SUASANA TENTRAM"

Bacaan Liturgi 31 Juli 2017
Senin Pekan Biasa XVII
PW S. Ignasius dari Loyola, Imam
Bacaan Pertama Kel 32:15-24.30-34
Mazmur 106:19-20.21-22.23 Bacaan Injil Mat 13:31-35.

Injil Matius 13:34, menulis.

Yesus berkata:"Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikanNya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi....."

Dalam Injil hari ini, Yesus menyampaikan perumpamaan tentang Kerajaan Allah. Dalam perumpamaan ini, Kerajaan Allah dimengerti sebagai realitas atau suasana yang membuat nyaman, damai dan sejahtera. Suasana tersebut membuat orang merasa enak betah berada didalamnya. 


Seperti burung yang berlindung dengan nyaman dalam cabang-cabang pohon sesawi yang bertumbuh besar dan seperti ragi yang meresap dalam tepung terigu sehingga akan menjadi roti yang enak dinikmati. Suasana yang damai dan nyaman sangat penting untuk diciptakan. Semua orang perlu dan membutuhkan suasana tersebut karena dalam suasana tersebut orang bisa berkembang dan menikmati kebaikan Allah.

Ya Allah, mampukan aku untuk ambil bagian dalam menghadirkan KerajaanMu ditengah kehidupan  masyarakat agar mengalami damai, tentram dan nyaman Amin.
Santo Ignatius...doakanlah kami.
Met Hari Senin.

#



Thursday, July 27, 2017

Bacaan Liturgi 27 Juli 2017 Kamis Pekan Biasa XVI.

Kerendahan Hati, Kunci Untuk Memahami SabdaNya

By Veronica H. Angkatirta


YESUS memberikan pengajaran tentang Kerajaan Allah dengan menggunakan berbagai perumpamaan agar lebih mudah dipahami oleh para pendengarnya. Namun, para ahli Taurat dan orang Farisi yang memiliki pengetahuan luas tentang hukum Taurat, justru gagal menangkap pesan yang disampaikanNya.

Hanya kepada pribadi yang memiliki kerendahan hati, Tuhan menganugerahkan karunia pemahaman akan sabdaNya. Karena orang-orang seperti inilah yang mempunyai kesadaran akan betapa kecil dan miskinnya diri mereka di hadapan Tuhan, sehingga mereka bersikap terbuka, siap diajar dan dibentuk olehNya.

Mari tanggalkan segala kesombongan yang ada. Mohon agar Roh Kudus datang untuk menerangi hati dan membuka pikiran kita. Semoga dengan bimbinganNya kita dimampukan untuk menangkap pesanNya dan mewujudkannya di dalam keseharian hidup kita.

#


Bacaan Liturgi 27 Juli 2017

Kamis Pekan Biasa XVI

Bacaan Pertama
Kel 19:1-2.9-11.16-20b
Tuhan turun ke gunung Sinai di hadapan seluruh umat.
Pembacaan dari Kitab Keluaran:

Pada bulan ketiga setelah keluar dari tanah Mesir,
orang Israel tiba di padang gurun Sinai pada hari yang sama.
Setelah berangkat dari Rafidim,
tibalah mereka di padang gurun Sinai,
lalu mereka berkemah di padang gurun;
orang Israel berkemah di sana di depan gunung Sinai.

Bersabdalah Tuhan kepada Musa,
"Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal,
dengan maksud supaya dapat didengar oleh seluruh bangsa
apabila Aku berbicara dengan dikau,
dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu."

Lalu Musa menyampaikan jawaban bangsa itu kepada Tuhan.
Maka bersabdalah Tuhan kepada Musa,
"Pergilah kepada bangsa itu.
Suruhlah mereka menguduskan diri hari ini dan esok,
dan mereka harus mencuci pakaiannya.
Menjelang hari ketiga mereka harus bersiap-siap,
sebab pada hari ketiga
Tuhan akan turun ke gunung Sinai di depan mata seluruh umat."

Dan terjadilah pada hari ketiga, pada waktu fajar,
guntur gemuruh dan kilat menyala-nyala.
Awan tebal meliputi gunung,
dan terdengarlah bunyi sangkakala yang sangat keras,
sehingga gemetarlah seluruh bangsa di dalam perkemahan.
Lalu Musa membawa bangsa itu keluar dari perkemahan
untuk menjumpai Allah.
Mereka berdiri di kaki gunung.
Gunung Sinai ditutupi seluruhnya oleh asap,
karena Tuhan turun ke atasnya dalam api.
Asapnya membubung seperti asap dapur,
dan seluruh gunung sangat gemetar.
Bunyi sangkakala kian lama kian keras.

Musa lalu berbicara dan Tuhan menjawabnya dalam guruh.
Tuhan lalu turun ke atas gunung Sinai ke puncak gunung itu.
Lalu Tuhan memanggil Musa ke puncak gunung,
dan Musa pun naik ke atas puncak itu.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
T.Dan 3:52.53.54.56


*Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami.
   U: Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

*Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus.
   U: Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

*Terpujilah Engkau dalam Bait-Mu yang mulia dan kudus.
   U: Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

*Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu.
   U: Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

*Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya.
   U: Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

*Terpujilah Engkau di bentangan langit.
   U: Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Bait Pengantar Injil
Mat 11:25
Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi,
sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada orang kecil.

Bacaan Injil
Mat  13:10-17
Kalian diberi kurnia mengetahui rahasia Kerajaan Surga,
tetapi mereka tidak.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Setelah Yesus menceriterakan perumpamaan tentang orang penabur,
murid-murid bertanya kepada-Nya,
"Mengapa Engkau mengajar mereka dengan perumpamaan?"

Jawab Yesus,
"Kalian diberi karunia mengetahui rahasia Kerajaan Surga,
tetapi orang-orang lain tidak.
Karena barangsiapa mempunyai, akan diberi lagi,
tetapi barangsiapa tidak mempunyai,
maka apa pun yang ada padanya akan diambil juga.

Itulah sebabnya Aku mengajar mereka dengan perumpamaan,
karena biarpun melihat, mereka tidak tahu,
dan biarpun mendengar, mereka tidak menangkap dan tidak mengerti.
Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi:
'Kalian akan mendengar dan mendengar lagi, namun tidak menangkap.
kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.
Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan matanya melekat tertutup,
agar jangan mereka melihat dengan matanya
dan mendengar dengan telinganya
dan mengerti dengan hatinya,
lalu berbalik sehingga Kusembuhkan.'

Akan tetapi berbahagialah mata kalian sebab melihat
berbahagialah telinga kalian sebab mendengar.
Sebab Aku berkata kepadamu,
'Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar
ingin melihat apa yang kalian lihat,
tetapi tidak melihatnya,
dan ingin mendengar apa yang kalian dengar,
tetapi tidak mendengarnya.

Demikianlah Injil Tuhan.

#


⭕Mutiara Iman

*KEDATANGAN TUHAN*

27 Juli 2017

_"Suruhlah mereka menguduskan diri.."_
(Kel 19:10)

Lectio
Kel 19:1-2,9-11,16-20b; MT Dan 3:52,53,54,56; Mat 13:10-17

Dara adalah seorang OMK yang siang itu sedang menghadiri ulang tahun bersama teman-teman SMA nya. Menjelang sore hari, Rudi dan teman-temannya berkata :
"Dara, kita misa sore ini yuk? Ajak Santi juga ya!"
Tetapi Dara berkata :
"Hmm, saya dan Santi harus pulang ganti baju dulu. Apalagi Santi bajunya "you can see" gitu."
Rudi menjawab :
"Tak apalah yang penting kan HATI mau bertemu Tuhan."
Tetapi Dara berkata :
"Iya Rud, tapi PAKAIAN menunjukkan bagaimana kita mempersiapkan hati untuk TUHAN. Biarlah Santi berpakaian yang cocok untuk bertemu dengan TUHAN."
Rudi menjawab :
"Kamu memang SUCI sekali Dara. Ya sudah nanti kita ke rumah kalian dulu untuk ganti baju."

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa :
"Pergilah kepada bangsa itu, suruhlah mereka MENGUDUSKAN DIRI pada hari ini dan besok."

Tuhan hadir kepada umat-Nya yang MENGUDUSKAN DIRI.

Oratio
Ya Allah, mampukan kami hidup KUDUS. Amin

Missio
_Marilah kita hidup dengan menguduskan diri setiap hari agar Allah berkenan hadir._

*Have a Blessed Thursday.*

Mutiaraiman.org

#


"MENGENAL DAN MENGETAHUI KERAJAAN ALLAH."


Bacaan Liturgi 27 Juli 2017
Kamis Pekan Biasa XVI

Bacaan Pertama Kel 19:1-2.9-11.16-20b
Mazmur T.Dan 3:52.53.54.56 Bacaan Injil Mat  13:10-17.

Injil Matius 13:11b, menulis.

Yesus berkata: "KepadaMu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Surga."

Melihat sesuatu dibalik kata dan peristiwa dibutuhkan sebuah ketrampilan. Boleh dikatakan sebagai karunia. Karena karunia itu pemberian dari Allah. Namun banyak dari kita kurang memperhatikan karunia itu. Karunia tersebut adalah untuk mengenal dan mengetahui rahasia Allah dalam hidup. Sebagai umat kristiani, kita diberi ketajaman hati nurani agar bisa mengenal Dia yang hidup ditengah umatNya. 


Melihat hidup tentram dan aman sangat sulit menemukan sosok pribadi Tuhan. Kita kadang tergiur dengan kenyamanan diri sampai tidak melihat lagi perananNya yang sedang bekerja. Mata hati silau memandang Tuhan dan KerajaanNya. Maka miriplah kita dengan orang-orang angkatan di zaman Yesus yang tidak melihat tanda kehadiran Allah yang menyelamatkan manusia. Mari kita hapus sesuatu yang membuat kita silau dan tidak melihat Tuhan. Mohonlah karunia untuk melihat rahasia Kerajaan Allah lewat panca indra kita.

Tuhan betapa besar kasih karuniaMu kepadaku. Semoga aku selalu menggunakan karunia itu dan peka dalam mengenal dan  mengetahui rahasia KerajaanMu dalam hidupku sehari-hari. Amin.

#


Mencuci Pakaian

By Romo Tarcisius Puryatno Pr

"Maka bersabdalah Tuhan kepada Musa, 'Pergilah kepada bangsa itu. Suruhlah mereka menguduskan diri hari ini dan esok, dan mereka harus mencuci pakaiannya.'" (Kel 19,10)


MENCUCI pakaian merupakan kegiatan yang tidak asing bagi saya. Saat masih di desa, saya mencuci pakaian di sungai secara manual dan mempergunakan sabun batangan. Pakaian direndam di air, disabun, dikucek-kucek sampai hilang noda dan kotorannya, dibilas dan dijemur. Sarung, selimut dan pakaian tebal lain tidak hanya dikucek-kucek, tetapi juga dipukul-pukulkan di batu untuk menghilangkan kotoran. Pakaian seperti ini juga diperas atau dikeringkan dengan bantuan orang lain, kemudian dijemur di bebatuan di sungai.

Saat ini, pengalaman mencuci pakaian dengan cara seperti mungkin masih ada dan dilakukan oleh sementara orang. Namun demikian, saat ini banyak orang bisa mencuci pakaian dengan lebih mudah, dengan tersedianya mesin cuci dan berbagai jenis sabun pembersih kotoran. Mereka jarang atau tidak perlu lagi mencuci pakaian secara manual. Mesin cuci sudah bisa mengambil alih pekerjaan ini dengan sendirinya. Pakaian kotor tinggal dimasukkan ke dalam mesin, dimasukkan sabun cucinya, diatur beberapa tombol mesinnya, dan ditunggu sampai selesai. Pakaian sudah bersih, sudah dikeringkan dan tinggal dijemur.

Mencuci pakaian merupakan kegiatan yang bisa diselesaikan dengan mudah dan cepat dengan bantuan mesin cuci dan sabun pembersih. Bahkan mencuci pakaian, saat ini, sudah menjadi sebuah kegiatan usaha yang bisa mendatangkan keuntungan finansial. Banyak orang tidak mempunyai banyak waktu untuk mencuci sendiri pakaiannya, karena tidak mempunyai pembantu, sibuk dengan pekerjaan atau karena alasan lain. Hal ini menjadi peluang bagi banyak orang untuk membuka jasa laundry. Mereka melayani kebutuhan banyak orang dalam hal-hal yang berkaitan dengan mencuci pakaian, yakni menerima atau mengambil pakaian kotor, mencuci dan mengeringkan, menyeterika dan mengantarkan kembali kepada pemiliknya.

Tuhan menghendaki bangsa terpilih untuk mencuci pakaian mereka. Mencuci pakaian tidak hanya sekedar membersihkan pakaian dari kotoran yang menempel pada baju. Kotoran yang menempel pada pakaian bisa membuat pemakainya najis dan tidak pantas di hadapan Tuhan. Mencuci pakaian merupakan sebuah upacara atau ritual untuk membersihkan diri dari berbagai kenajisan dan kekotoran yang membuat seseorang tidak pantas menghadap Tuhan. Maka mencuci pakaian berkaitan dengan soal pengudusan diri, yang harus dilakukan terus menerus hari ini dan esok.

#



Wednesday, July 26, 2017

Bacaan Liturgi 26 Juli 2017 Rabu Pekan Biasa XVI PW S. Yoakim dan Ana, Orangtua SP Maria.

Kebahagiaan Sejati

By Veronica H. Angkatirta    

BANYAK orang memiliki konsep yang keliru tentang kebahagiaan. Bagi mereka, kebahagiaan identik dengan kekayaan, kekuasaan dan popularitas.  Dengan demikian seluruh hidup mereka hanya diarahkan untuk mengejar kebahagiaan palsu, yang menjadikan hati mereka tertutup akan kehadiran Tuhan dan membuat hidup mereka jauh daripadaNya.

Sebagai orang beriman, kita harus menyadari bahwa kebahagiaan tidak terletak di dalam kepemilikan akan hal-hal duniawi. Kebahagiaan sejati hanya diperoleh bila kita selalu dekat dan bersatu denganNya. Relasi yang intim dan mendalam denganNya, membuat kita memiliki kepekaan dalam mengenali kehadiranNya dan mendengar sapaanNya di dalam setiap peristiwa hidup. Dengan demikian kita akan selalu merasakan penyertaan dan kasihNya di sepanjang hidup kita.

Mari buka hati kita, perkenankan Ia bertahta dan berkarya di dalam hidup kita. Dengan pimpinanNya, kita akan dimampukan untuk menemukan kehendakNya di balik setiap peristiwa hidup kita, sehingga kita dapat mengatur langkah hidup kita agar selaras dengan kehendakNya.

#


Bacaan Liturgi 26 Juli 2017

Rabu Pekan Biasa XVI
PW S. Yoakim dan Ana, Orangtua SP Maria
Bacaan Pertama
Sir 44:1.10-15
Nama mereka hidup terus turun-temurun.
Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh:

Kami hendak memuji orang-orang termasyhur, para leluhur kita,
menurut urut-urutannya.
Mereka adalah orang-orang kesayangan,
yang kebajikannya tidak sampai terlupa;
semuanya tetap disimpan oleh keturunannya
sebagai warisan baik yang berasal dari mereka.
Keturunannya tetap setia kepada perjanjian-perjanjian,
dan anak-anak merekapun demikian pula keadaannya.
Keturunan mereka akan lestari untuk selama-lamanya,
dan kemuliaannya tidak akan dihapus.
Dengan tenteram jenazah mereka dimakamkan,
dan nama mereka hidup terus turun-temurun.
Kebijaksanaan mereka diceritakan oleh bangsa-bangsa,
dan para jemaah mewartakan pujian mereka.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 132:11.13-14.17-18
R:Luk 1:32a
Tuhan Allah akan memberi dia
takhta Daud, bapa leluhurnya.
*Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud,
Ia tidak akan memungkirinya:
"Seorang anak kandungmu
akan Kududukkan di atas takhtamu."

*Sebab Tuhan telah memilih Sion,
dan mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya:
"Inilah tempat peristirahatan-Ku untuk selama-lamanya,
di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.

*Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud,
dan menyediakan pelita bagi orang yang Kuurapi.
Musuh-musuhnya akan Kutudungi pakaian keajaiban,
tetapi ia sendiri akan mengenakan mahkota yang semarak!"

Bait Pengantar Injil
Luk 2:25c
Mereka menantikan penghiburan bagi Israel
dan Roh Kudus ada di atas-Nya.

Bacaan Injil
Mat 13:16-17
Banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Sekali peristiwa
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Berbahagialah matamu karena telah melihat,
berbahagialah telingamu karena telah mendengar.
Sebab, Aku berkata kepadamu:
Banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat,
tetapi tidak melihatnya,
dan ingin mendengar apa yang kamu dengar,
tetapi tidak mendengarnya."

Demikianlah Injil Tuhan.

#


"MEMILIKI MATA DAN TELINGA IMAN"

Bacaan Liturgi 26 Juli 2017

Rabu Pekan Biasa XVI
PW S. Yoakim dan Ana, Orangtua SP Maria
Bacaan Pertama Sir 44:1.10-15 Mazmur132:11.13-14.17-18
Bacaan Injil Mat 13:16-17


Injil Matius 13:16, menulis.

Yesus berkata: "Berbahagialah kamu sebab melihat dengan mata dan mendengar dengan telinga."

Hari ini peringatan Yohakim dan Anna, orang tua Santa Perawan Maria. Yohakim berarti persiapan bagi Tuhan sedang Anna berarti rahmat atau karunia. Keduanya dikenal sebagai keturunan raja Daud. Mereka setia menjalankan kewajiban-kewajiban agamanya dan ikhlas mengasihi dan mengabdi Allah dan sesamanya. Oleh karena itu keduanya dianggap layak untuk turut serta didalam karya keselamatan Allah. Mereka menerima anaknya sebagai buah rahmat Allah daripada sebuah kodrat manusia. 


Menurut warta malaekat yang diterima Anna, Maria dinubuatkan akan membawa sukacita besar bagi seluruh dunia. Yohakin dan Anna dapat menjadi contoh kongkrit dari apa yang disabdakan Yesus dalam Injil hari ini. Ia mampu melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya serta mengerti dengan hatinya apa yang menjadi kehendak Allah atas manusia. Kedekatan mereka dengan Tuhan itulah yang memungkinkan mereka memiliki mata dan telinga iman sehingga mampu menangkap rencana dan kehendak Allah. Maka sebenarnya mata dan telinga iman itu dapat dimiliki oleh setiap orang asalkan mereka mampu mengelola hidup rohani secara mendalam dan mengasah hatinya secara tekun dengan Sabda Tuhan.

Allah  Bapa mahakasih, ajarilah aku untuk memiliki karunia penglihatan dan pendengaran, agar dalam setiap peristiwa yang kualami dapat menjadi tanda kehadiranMu.
Santo Yohakim dan Santa Anna,.. doakanlah kami. Amin.
Met Hari Rabu.

#


Mutiara Iman

WARISAN
26 Juli 2017

"Semuanya tetap tinggal pada keturunannya sebagai warisan" (Sir 44:11)

Lectio
Sir 44:1,10-15; Mzm 132:11,13-14,17-18; Mat 13:16-17

Seorang Bapak dan Ibu berdiri melihat ketiga anaknya sedang membantu memberi makan kepada Opa dan Oma di Panti Jompo. 

Saat itu hadir juga Basuki, supir mereka yang berkata :
"Hidup ini adalah membangun suatu PENINGGALAN yang BAIK bagi anak-anak dan sesama kita. Saya masih ingat 20 tahun yang lalu, Bapak dan Ibu juga melakukan hal sama di tempat ini, dan sekarang anak-anak mengalami bagaimana membagikan KASIH yang telah mereka terima kepada orang lain yang membutuhkan."

Semuanya tetap tinggal pada keturunnya sebagai WARISAN baik yang berasal dari mereka.

Tujuan HIDUP kita adalah meninggalkan WARISAN kesetiaan pada PERINTAH ALLAH.

Oratio
Ya Allah, mampukan kami SETIA kepadamu sampai pada seluruh keturunan kami. Amin

Missio
Marilah kita hidup dengan MEMBANGUN WARISAN yang akan diteruskan keturunan kita.
Have a Blessed Wednesday.
#


*SATU MENIT SEHARI*
  Rabu, 26 Juli 2017
       *Saat Kematian*

*Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal.*
(Pengkotbah 3:2)

Met pagi Ibu/Bpk/Sdr ....
Mari kita renungkan sejenak tentang *saat kematian kita.*

Kita tidak pernah tahu kapan kita mati dan dengan cara bagaimana kita meninggal dunia.
Namun, kita senantiasa berharap dan berdoa agar saat itu tiba setelah kita diberi kesempatan hidup cukup lama dan meninggal secara wajar.

Kemarin seorang bapak kirim lagu Pasha Ungu. Kalimat pertama, "Andai ku tahu/Kapan tiba ajalku." Pasha cuma berandai-andai, karena jelas tidak mungkin kita bisa tahu saat kematian kita.
Itu mengenai saat kematian. Mengenai cara orang meninggal mari kita ikuti kisah nyata berikut ini.

Senin lalu di Kompas ada berita di halaman 10.
Di Swiss ada pasutri katolik, Marcelin dan Francine yang *hilang pd 15 Agustus 1942.*
Pencarian selama 2 bulan tidak memberikan hasil. Anak mereka 7 orang berusia antara 2 tahun dan 13 tahun menjadi yatim piatu.
Ternyata pasutri itu tertimbun gletser di pegunungan Alpen ketika *ditemukan 19 Juli 2017 yang lalu.*
Saat ini anak-anaknya sudah beranak cucu.
Anak, cucu dan cicitnya lega karena mereka akhirnya ditemukan. Namun mereka juga sedih bila mengenang tragedi yang tak terlupakan itu.

Hidup dan mati kita ada dalam tangan Tuhan.
Mari kita saling mendoakan agar kita semua hidup sejahtera dan mati bahagia setelah melakukan beberapa/ banyak hal yang baik menurutNya..

Berkah Dalem. 

🙏🙏🙏

#



Tuesday, July 11, 2017

Bacaan Liturgi 11 Juli 2017. Selasa Pekan Biasa XIV. PW S. Benediktus, Abas . Dipanggil Jadi Mitra KerjaNya.

*Dipanggil Jadi Mitra KerjaNya*

YESUS memulihkan seorang bisu yang kerasukan setan, namun orang Farisi mencemooh karyaNya dan dengan keji menyebarkan fitnah yang mencemarkan namaNya.

Walaupun demikian, Yesus tetap berbuat baik dan menolong setiap orang yang membutuhkan uluran tanganNya.

Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk mewartakan kasih dan kebaikan Allah lewat kesaksian hidup kita.

Kita dituntut untuk memiliki hati yang berbelas kasih dan tidak jemu-jemu menebarkan kebaikan kepada sesama, walau dicela dan tidak dihargai.

Yesus adalah gembala yang baik, dan Ia menghendaki agar kita bersedia menjadi perpanjangan tanganNya.

Mari sambut tugas perutusanNya dengan gembira; menjadi mitra kerjaNya dalam mewartakan kerajaan Allah ke tengah dunia yang sarat dengan ketidakpedulian dan tindak kejahatan.

Semoga dengan mengikuti jejak langkahNya, orang di sekeliling kita dapat mengalami kasih, sukacita dan damai sejahteraNya.


#


Bacaan Liturgi 11 Juli 2017.
Selasa Pekan Biasa XIV.
PW S. Benediktus, Abas.


Bacaan Pertama

Kej 32:22-32
Namamu selanjutnya adalah Israel,
sebab engkau bergumul melawan Allah dan engkau menang.


Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Pada suatu malam
Yakub bangun dan membawa kedua isterinya,
kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya.
Ia menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok.
Sesudah menyeberangkan mereka,
ia menyeberangkan juga segala miliknya.
Lalu tinggallah Yakub seorang diri.
Maka terjadilah:
seorang laki-laki bergulat dengan Yakub
sampai fajar menyingsing.
Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkan Yakub,
ia memukul sendi pangkal paha Yakub,
sehingga sendi itu terpelecok,
ketika Yakub bergulat dengan orang itu.
Lalu kata orang itu,
"Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing."
Sahut Yakub, "Aku tidak akan membiarkan dikau pergi,
jika engkau tidak memberkati aku."
Bertanyalah orang itu kepadanya, "Siapakah namamu?"
Sahutnya, "Yakub."
Lalu kata orang itu, "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel,
sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia,
dan engkau menang."
Bertanyalah Yakub, "Katakanlah juga namamu."
Tetapi sahutnya, "Mengapa engkau menanyakan namaku?"
Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.

Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya,
"Aku telah melihat Allah berhadapan muka,
tetapi aku tetap hidup!"
Ketika meninggalkan Pniel, Yakub melihat matahari terbit;
Yakub pincang karena terkilir sendi pangkal pahanya.
Sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging
yang menutup sendi pangkal paha,
karena sendi pangkal paha Yakub telah dipukul,
yaitu pada otot pangkal pahanya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 17:1.2-3.6-7.8b.15
R:15a
Dalam kebenaran
aku akan memandang wajah-Mu, ya Tuhan.


*Dengarkanlah, Tuhan, perkara yang jujur,
perhatikanlah seruanku;
berilah telinga kepada doaku,
doa dari bibir yang tidak menipu.

*Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman:
kiranya mata-Mu melihat apa yang benar.
Bila Engkau menguji hatiku;
bila Engkau memeriksanya pada waktu malam,
dan menyelidiki aku,
maka tidak suatu kejahatan pun Kautemukan.

*Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah;
sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.
Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib,
ya Engkau yang menyelamatkan orang-orang
yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.

*Peliharalah aku seperti biji mata,
sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu.
Dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu,
dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

Bait Pengantar Injil
Yoh 10:14
Aku ini gembala yang baik, sabda Tuhan;
Aku mengenal domba-domba-Ku,
dan domba-domba-Ku mengenal Aku.


Bacaan Injil
Mat  9:32-38
Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya!


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari
dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.
Setelah setan diusir, orang bisu itu dapat berbicara.

Maka heranlah orang banyak, katanya,
"Hal semacam ini belum pernah dilihat orang di Israel!"
Tetapi orang Farisi berkata,
"Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa;
Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat
dan mewartakan Injil Kerajaan Surga
serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
Melihat orang banyak itu
tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka,
karena mereka lelah dan terlantar
seperti domba yang tidak bergembala.
Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya,
"Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya.
Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian,
supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Demikianlah Injil Tuhan.


#


Mutiara Iman

MEMBERKATI AKU
11 Juli 2017


"Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku" (Kej 32:36)

Lectio
Kej 32:22-32; Mzm 17:1,2-3,6-7,8b,15; Mat 9:32-38

Di suatu pagi seorang nenek sedang merapikan makanan-makanan jualannya, lalu berkata kepada pegawainya :
"Adi tolong kamu jagain dulu, Nenek mau misa sebentar."
Lalu Nenek itu pergi ke gereja di samping tempat dia berjualan. 


Bersamaan dengan itu, datang seorang Ibu berpapasan dengan Nenek dan  berkata :
"Nek mau ke mana? Saya mau beli bubur."
Nenek itu menjawab :
"Nenek mau ke gereja dulu. Ada Adi yang menjaga warung." 


Mendengar hal itu, Ibu itu berkata :
"Wah rajin sekali ya Nek. Mengucap syukur kepada Tuhan sebelum berdagang."
Jawab Nenek itu :
"Betul Bu, nenek ingin mendapatkan BERKAT TUHAN, supaya pada hari ini saya juga bisa membagikan BERKAT-NYA kepada sesama."
Mendengar itu, Ibu itu berkata :
"Baik Nek, saya ikut Nenek ke gereja dulu kalau begitu."

Sahut Yakub :
"Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."

BERKAT TUHAN adalah BEKAL kehidupan.

Oratio
Terima kasih Ya Tuhan atas segala berkat-Mu. Amin

Missio
Marilah kita selalu menerima BERKAT TUHAN dengan setia mendalami segala SABDA-NYA.

Have a Blessed Tuesday.


#


SabdaNya.

 Selasa   11 - 07 - 17

Kej 32 : 22-32                    

 Mat 9 : 32-38

Shalom,
Setelah 20 tahun tinggal dikediaman Laban, Yakub merasa resah. Dia muak dg ketidak jujuran Laban, mertuanya dan ipar2nya serta merasa sudah tidak disenangi lagi oleh mereka. Tetapi untuk kembali ketanah airnya, ke Tanah Terjanji, dia masih sangat kawatir dg kemarahan Esau. 
Lalu Tuhan memberi dia petunjuk untuk kembali ketanah airnya dan berjanji akan melindunginya (Kej 31: 1-3).


Pada suatu malam, setelah kedua istri, anak2nya dan segala sesuatu yg dia miliki, dia seberangkan melewati sungai Yabok, Yakub tinggal seorang diri. Disitulah dia bertemu dg malaekat Tuhan dan bergumul dgnya.
Pergulatan sepanjang malam itu menggambarkan pergulatan batin Yakub didalam doanya.
Saat itu dia benar2 khawatir bagaimana sikap Esau kepadanya kalau bertemu dan sampai saat itu dia hanya mengandalkan janji perlindungan Tuhan saja. Tetapi melewati pergumulan yg sengit malam itu, kepercayaan dirinya pulih. Demikian juga kepercayaan nya kepada Allah semakin bertumbuh, sehingga segala keraguan dan ketakutannya sirna.


Setelah malam itu, Yakub telah berubah, telah sembuh dari luka2 batinnya dan dapat melangkah kedepan dg gagah tetapi tetap mau bergantung pada perlindungan dan petunjuk2 Allah. 
Malaekat Allah sengaja melukai kakinya sebelum dia pergi, supaya dg kepercayaan diri yg telah tumbuh, Yakub tidak menjadi sombong. Dia tetap harus merendahkan diri dihadapan Allah, agar berkat2 lainnya yg telah disiapkan Tuhan, layak untuk diterimanya.

Sering kali Allah membiarkan kita mengalami pergumulan hidup yg keras, supaya kita dapat menemukan jati diri kita, sadar akan talenta dan karunia2 Roh yg telah diberikan Allah kepada kita dan iman kepercayaan kitapun bertumbuh menjadi dewasa. Kita tidak hanya mengandalkan pertolongan Tuhan saja tanpa mau sungguh2 berusaha bekerja keras untuk mencapainya. Kita sadar bahwa pertolongan Tuhan adalh mutlak diperlukan, tetapi kitapun tahu bahwa Allah ingin kita bekerja sama dg Nya untuk mengatasi pergumulan2 itu, supaya dapat bertambah dewasa dan tangguh.

Kristus berkeliling ke semua kota dan desa untuk mewartakan Injil, mewartakan kabar gembira, bahwa Allah mengampuni dan tetap mencintai kita. Kegembiraan yg Dia sampaikan diwujudkan juga dg melakukan mujizat2 penyembuhan dan pengusiran setan, agar orang yg mendengar dan mau percaya kepadaNya benar2 memperoleh kesembuhan tubuh, jiwa dan roh sehingga memperoleh kebahagiaan kembali.


Meskipun begitu, segala karyaNya tidak berjalan tanpa rintangan. Kristus juga harus bergumul menghadapi orang2 yg merasa diri cerdik pandai, yg begitu sombong karena berpikir hanya mereka yg tahu apa kehendak Tuhan dg segala hukum2Nya dlsb. Dia di fitnah, ber kali2 diusir dan diperlakukan dg kasar dan diakhir hidupNya sebagai manusia, Dia disiksa dan dibunuh dg sangat keji. Tetapi melewati penyaliban itulah Dia memperoleh kebangkitan yg agung.

Kristus melihat begitu banyak orang yg sesungguhnya sangat membutuhkan bimbingan dan sentuhan kasih Allah, karena mereka menjalankan kehidupan didunia ini dg segala kebingungan dan tanpa arah, seperti domba2 yg tidak bergembala.


Kristus ingin, setelah kita disembuhkanNya, setelah kita mengalami Allah dalam segala pergumulan hidup, kitapun mau diutusNya untuk ikut mewartakan Injil. Dia memanggil kita untuk bersama Dia dan sahabat2Nya yg lain, bekerja diladang Bapa dg semangat dan gembira.
Semoga kita semua sadar akan panggilan ini sehingga didalam kebersamaan dan atas kasih dan kuasa Kristus kita dapat saling menyembuhkan, saling meneguhkan dan dapat menemukan kehidupan baru yg bahagia dan damai.
Gbu all n hv a blessed Tuesday.


#


[7/11, 05:38] Michael Setiawan. Lingk. Joseph. G. Tere: 


St Benedict, abbot.

Tuesday 11th July .


Matthew 9:32-38.


Jesus went about all the cities and villages, teaching in their synagogues and preaching the gospel of the kingdom, and healing every disease and every infirmity. When he saw the crowds, he had compassion for them, because they were harassed and helpless, like sheep without a shepherd. Then he said to his disciples, "The harvest is plentiful, but the labourers are few; pray therefore the Lord of the harvest to send out labourers into his harvest."


Jesus' compassionate Heart, full of love for His people - for each one of them - made Him go around teaching, preaching and healing "every disease and every infirmity". One of the things that makes Him so compellingly attractive is His compassion for people and their problems, His willingness to be at their side and feel what they are feeling, to reach out to them, to do something for them or say something they need to hear.


We learn how to be compassionate from Our Lord Himself. And with our acts of compassion we bring souls to Him; souls who become compassionate themselves and bring other souls to Him. How many lives have been transformed by an act of compassion!


 Bishop Myriel is a fictional character in Victor Hugo's 'Les Misérables': "There are men who toil at extracting gold", writes Hugo; "he toiled at the extraction of pity. Universal misery was his mine. The sadness which reigned everywhere was but an excuse for unfailing kindness. Love each other; he declared this to be complete, desired nothing further, and that was the whole of his doctrine". 


One night Jean Valjean, a convict, shows up at his door asking for a place to stay the night. The bishop graciously accepts him, feeds him, and gives him a bed. Valjean takes most of Myriel's silver and runs o  into the night but the police capture him. When the gendarmes inform the bishop, he tells them that he had 'given' it to Valjean as a gift. 


After the police leave, Myriel tells Valjean: "[with that silver] is your soul that I buy from you; I withdraw it from black thoughts and the spirit of perdition, and I give it to God."

 From that moment Valjean becomes an honest man.


Mary, Mother of Mercy, help me to grow in compassion for those whom I can serve in any way.


#


Commentary of the day :

Saint Thérèse of the Child Jesus (1873-1897), Carmelite, Doctor of the Church
Letter 135

"Ask the master of the harvest to send out laborers"

One day I was pondering over what I could do to save souls; a phrase from the Gospel showed me a clear light: Jesus said to his disciples, pointing to the fields of ripe corn, "Look up and see the fields ripe for harvest" (Jn 4,35) and a little later, "The harvest is abundant, but the laborers are few; so ask the master of the harvest to send out laborers"


How mysterious it is! Is not Jesus all-powerful? Do not creatures belong to Him who made them? Why then does Jesus say: "Pray the master of the harvest to send out laborers ... "? Why? ...

Ah! Jesus has so incomprehensible a love for us, that He wants us to have a share with Him in the salvation of souls. He wants to do nothing without us. The creator of the universe waits for the prayer of a poor little soul to save other souls redeemed like itself at the price of all His blood.

Our vocation, yours and mine, is not to go harvesting in the fields of ripe corn; Jesus does not say to us; "Lower your eyes, look at the fields, and go and reap them"; our mission is still loftier. Here are Jesus' words: "Lift up your eyes and see .... "  


See how in my Heaven there are places empty; it is for you to fill them ... each one of you is my Moses praying on the mountain (Ex 17,8f.); ask Me for laborers and I shall send them, I await only a prayer, a sigh from your heart!


#

Wednesday, July 5, 2017

Bacaan Liturgi & RenHar. 05 Juli 2017 Rabu Pekan Biasa XIII PF S. Antonius Maria Zaccaria, Imam. Bersama Yesus Taklukkan Iblis Dan Tebarkan Kasih.

*Bersama Yesus Taklukkan Iblis Dan Tebarkan Kasih*

DALAM Injil hari ini, dikisahkan tentang dua orang lelaki yang kerasukan roh jahat, yang tak berdaya untuk melepaskan diri dari kekuasaan iblis. Hanya Yesus yang mampu membebaskan mereka; dengan sabdaNya, iblis pun takluk dan meninggalkan mereka. Namun orang-orang Gadara bukannya bersyukur atas kebaikan Yesus, mereka malah mengusir Dia.

Lewat kisah ini, kita dapat memetik pelajaran berikut:

* Roh jahat mengenali Yesus dan mereka takut terhadap Dia. Oleh sebab itu, kita harus setia membina relasi dengan Yesus dan mengisi seluruh pikiran dan hati kita dengan SabdaNya. Hayati sungguh-sungguh sabdaNya, maka sabda akan menjadi benteng pertahanan kita terhadap godaan dan tipu daya iblis yang selalu berusaha mencari jalan masuk untuk menguasai diri kita

* Jangan pernah berhenti berbuat baik dan menebarkan kasih walaupun tindakan kita mendapatkan penolakan dan tanggapan negatif. Lakukan semuanya dengan tulus, tanpa mengharapkan balasan apapun, bahkan juga sekedar ucapan terima kasih. Hanya kasih yang mampu mematahkan belenggu kebencian dan memutuskan rantai balas dendam.

Mari bersandar kepada Yesus, mohon kekuatan daripadaNya agar kita dimampukan menjadi murid-muridNya yang sejati.


#


Bacaan Liturgi 05 Juli 2017

Rabu Pekan Biasa XIII
PF S. Antonius Maria Zaccaria, Imam.


Bacaan Pertama

Kej 21:5.8-20
Ismael tak mungkin menjadi ahli waris bersama dengan anakku Ishak.


Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Abraham berumur seratus tahun,
ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
Ketika Ishak bertambah besar, pada hari ia disapih,
Abraham mengadakan perjamuan besar.
Pada waktu itu Sara melihat,
bahwa Ismael,
anak yang dilahirkan Hagar, wanita Mesir itu, bagi Abraham
sedang main dengan Ishak, anaknya kandungnya.


Berkatalah Sara kepada Abraham,
"Usirlah hamba wanita itu beserta anaknya,
sebab anaknya itu tidak akan menjadi ahli waris
bersama-sama dengan anakku Ishak."
Hal ini sangat menyebalkan hati Abraham oleh karena anaknya itu.


Tetapi Allah bersabda kepada Abraham,
"Janganlah sebal hatimu karena anak dan budakmu itu.
Segala yang dikatakan Sara itu haruslah engkau dengarkan,
sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.
Tetapi keturunan dari hambamu itu pun
akan Kujadikan suatu bangsa,
karena ia pun anakmu."


Keesokan harinya
pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air
dan memberikannya kepada Hagar.
Ia meletakkan semua itu beserta anaknya di atas bahu Hagar,
dan menyuruhnya pergi.
Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
Ketika air di kirbat itu habis,
dibuangnyalah anaknya ke bawah semak-semak,
dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, katanya,
"Aku tidak tahan melihat anakku mati."
Sedang ia duduk di situ,
menangislah anaknya dengan suara nyaring.

Allah mendengar suara anak itu,
lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, katanya,
"Apakah yang engkau susahkan, Hagar?
Janganlah takut,
sebab Allah telah mendengar suara anakmu
dari tempat ia terbaring.
Bangunlah, angkatlah anakmu itu, dan bimbinglah dia,
sebab Aku akan menjadikan dia  bangsa yang besar."


Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur.
ia pergi mengisi kirbatnya dengan air,
dan anaknya ia beri minum.
Allah menyertai Ismael, sehingga ia bertambah besar.
Ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 34:7-8.10-11.12-13
R:7a
Orang  tertindas itu berseru,
dan Tuhan mendengarkannya.


*Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkannya;
Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takwa,
lalu meluputkan mereka.

*Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang-Nya yang kudus,
sebab orang yang takut akan Dia takkan berkekurangan.
Singa-singa muda merana kelaparan,
tetapi orang-orang yang mencari Tuhan,
tidak kekurangan suatu pun.

*Marilah anak-anak, dengarkanlah aku,
takut akan Tuhan akan Kuajarkan kepadamu!
Siapakah yang menyukai hidup?
Siapa yang mengingini umur panjang
untuk menikmati yang baik?

Bait Pengantar Injil
Yak 1:18
Atas kehendak-Nya sendiri
Allah telah menciptakan kita dengan kebenaran,
agar kita menjadi yang pertama dari ciptaan-Nya.


Bacaan Injil
Mat 8:28-34
Adakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus menyeberang danau Genesaret
dan tiba di daerah orang Gadara.
Maka datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan,
menemui Dia.
Mereka itu sangat berbahaya,
sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.
Dan mereka itu pun berteriak, katanya,
"Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah?
Adakah Engkau ke mari
untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"

Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi
sedang mencari makan.
Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya,
"Jika Engkau mengusir kami,
suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu."
Yesus berkata kepada mereka, "Pergilah!"
Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu.
Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang
ke dalam danau,
dan mati di dalam air.
Para penjaga babi lari,
dan setibanya di kota, mereka menceritakan segala sesuatu,
juga tentang dua orang yang kerasukan itu.
Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus
dan setelah mereka berjumpa dengan Dia,
mereka mendesak supaya Ia meninggalkan daerah mereka.

Demikianlah Injil Tuhan.


#


Mutiara Iman.
*AHLI WARIS*

5 July 2017


"Sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris.." (Kej 21:10)

Lectio
Kej 21:5,8-20; Mzm 34:7-8,10-11,12-13; Mat 8:28-34

Sejak muda Amin selalu giat bekerja keras untuk menyekolahkan ketiga anaknya. Setelah anak-anaknya lulus dari universitas di luar negeri, tidak ada satupun yang mau kembali, sehingga ia pun hanya ditemani isteri dan anak supirnya yang sudah disekolahkan sampai S1. Dari anak pertama hingga anak ketiga hanya meminta uang untuk pesta pernikahan mereka di LN dan membeli rumah. Semuanya disediakan oleh Amin.


Pernah di pesta Steve, anak ketiganya, Amin bertanya :
"Apakah ada yang mau pulang untuk membangun INDONESIA?"
Ketiga adaknya menggelengkan kepala.


Lima tahun kemudian, Steve dan keluarga berlibur ke Jakarta dan ketika tiba di kantor ayahnya, dia sangat kaget.
"Papa, luar biasa, ternyata perusahaan kita begitu besar!" kata Steve.


Tetapi Amin berkata :
"Papa ada 4 perusahaan yang sudah disiapkan untuk kalian yang mau pulang. Kalau tidak, Papa akan go publikan dan uangnya disumbangkan kepada Panti Asuhan."
"Kok 4 Pah? Kan mestinya 3?" tanya Steve.


"Papa sudah siapkan untuk Fathur yang telah membantu papa lebih dari 20 tahun." jawab Amin singkat.

Berkatalah Sara kepada Abraham :
"Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."

KASIH tidak membeda-bedakan.

Oratio
Ya Tuhan, kasih-Mu tidak berkesudahan. Amin

Missio
_"Marilah kita memberikan kasih_ _kepada semua orang tanpa memandang latar belakang._


*Have a Blessed Wednesday*

Mutiara Iman.org


#


"ORANG BERFIKIRAN EGOIS DAN LICIK."

Bacaan Liturgi 05 Juli 2017

Rabu Pekan Biasa XIII.


Bacaan Pertama Kej 21:5.8-20 Mazmur 34:7-8.10-11.12-13
Bacaan Injil Mat 8:28-34.

Injil Matius 8:34, menulis.

"Merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka."

Sebuah fakta yang sudah dikenal banyak orang pada masa itu, bahwa di pekuburan ada dua orang yang dikuasai kekuatan jahat yang sangat membahayakan, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu. Ketika dua orang itu berjumpa Yesus, Yesus mengerti apa sesungguhnya sedang terjadi pada kedua orang malang itu. Yesus tergerak untuk membebaskan kedua orang itu dari belenggu kemalangan, dan merekapun diliputi ketakutan dibahayakan olehnya. 


Sebuah tindakan yang baik. Namun apa yang terjadi dari pandangan mereka yang berhati buruk dan hanya memikirkan kepentingan sendiri? Mereka tidak suka, mereka protes, mereka merasa dirugikan oleh Yesus. 

Mereka lebih sayang babi-babinya daripada pembebasan dari kuasa jahat, bahkan demi keselamatan seorang anak manusia. Dan merekapun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.


 Orang-orang yang berpikiran egois dan licik seperti dalam kisah ini juga sering kita jumpai dalam kehidupan ini. Mereka lebih mempertahankan kenyamanan diri, harga diri, ritual yang kaku dan kering daripada memilih untuk lebih terbuka dan sedikit berkurban untuk membantu seorang anak manusia yang mengalami belenggu kemalangan karena kuasa jahat.

Ya Tuhan, berilah aku hati yang baik dan bimbinglah aku mengenal kebenaranMu untuk tidak licik dan egois. Amin.
Met Hari Rabu.


#


St Anthony Zaccaria, priest .

Wednesday 5th July .

Matthew 8:28-34


And when he came to the other side, to the country of the Gadarenes, two demoniacs met him, coming out of the tombs, so  erce that no one could pass that way. And behold, they cried out... "If you cast us out, send us away into the herd of swine." And he said to them, "Go." So they came out and went into the swine; and behold, the whole herd rushed down the steep bank into the sea, and perished in the waters. The herdsmen  ed, and going into the city they told everything, and what had happened to the demoniacs. And behold, all the city came out to meet Jesus; and when they saw him, they begged him to leave their neighbourhood.


It's a very sad ending; isn't it? We read that the whole city came out to find You. That's not new. We are used to that (people coming to see You); however, this time when they saw You, they begged You "to leave their neighbourhood". I can't believe it! These people saw the miracle: You, Lord, had healed two men who were "infested" with devils and were now safe and sound; but these people just didn't care. They were more concerned about their swine than the two healed men.
They have put all their heart into their pigs and forgotten to put it into their God. 


Of course, today not many people have swine, but they have other things to set their hearts on. When they go on holiday they may be more worried about finding a WiFi signal than about finding a Church and checking out local Mass times.


In 1852 St John Mary Vianney met François Dorel walking his beautiful dog in the streets of Ars. He was a plasterer who found it 'hard' to go to Mass because of frequent duck-hunting trips. The holy priest spotted him and told him: "It is greatly to be wished that your soul was as beautiful as your dog". The following year that man became a monk! You see? Some people care more about their DOG than about their GOD. Some care more about their tablet, or phone or computer... And God is asking for our attention. Sometimes we ask Him to leave, like a beggar, like a street dog... But God always comes back!

Mary, my Mother, if a friend or family member seems to be putting 'things' before God, help me to do them a big favour by pointing it out, gently, like St John Mary Vianney.


#

Sunday, July 2, 2017

Bacaan Liturgi & RenHar. 02 Juli 2017 Minggu Biasa XIII.

Kepekaan dan perhatian seorang perempuan kaya di Sunem yang mengundang Elisa dan hambanya, Gehazi untuk makan dan tinggal, membuat dirinya dan suaminya memperoleh berkat Elisa.

 "Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki."

*

Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya...

*

Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma, mengatakan Kita telah dikuburkan bersama Kristus oleh pembaptisan, supaya kita hidup dalam hidup yang baru.

*

Menurut rasul Matius, salah satu ajaran & pengutusan Tuhan Yesus kepada keduabelas muridNya (setelah memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan), adalah

 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

  Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

  Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

*

Kata Bijak:

Hidup dengan cara baru. 

Berbuatlah baik kepada setiap orang, siapa tahu diantara mereka adalah ada Nabi / Rasul/ Utusan Allah yang akan memberikan berkat Allah.


#


Bacaan Liturgi 02 Juli 2017

Minggu Biasa XIII


Bacaan Pertama
2Raj 4:8-11.14-16a

2Raj 4:8 Pada suatu hari Elisa pergi ke Sunem. Di sana tinggal seorang perempuan kaya yang mengundang dia makan. Dan seberapa kali ia dalam perjalanan, singgahlah ia ke sana untuk makan.

2Raj 4:9 Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: "Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus.

2Raj 4:10 Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana."

2Raj 4:11 Pada suatu hari datanglah ia ke sana, lalu masuklah ia ke kamar atas itu dan tidur di situ.

2Raj 4:14 Kemudian berkatalah Elisa: "Apakah yang dapat kuperbuat baginya?" Jawab Gehazi: "Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua."

2Raj 4:15 Lalu berkatalah Elisa: "Panggillah dia!" Dan sesudah dipanggilnya, berdirilah perempuan itu di pintu.

2Raj 4:16a Berkatalah Elisa: "Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki."
_Demikianlah Sabda Tuhan_

Mazmur
Mzm 89:2-3.16-17.18-19

Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun.
Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya Tuhan, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu;
karena nama-Mu mereka bersorak-sorak sepanjang hari, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah.
Sebab Engkaulah kemuliaan kekuatan mereka, dan karena Engkau berkenan, tanduk kami meninggi.
Sebab perisai kita kepunyaan Tuhan, dan raja kita kepunyaan Yang Kudus Israel.


Bacaan Kedua
Rom 6:3-4.8-11

Kita telah dikuburkan bersama Kristus oleh pembaptisan, supaya kita hidup dalam hidup yang baru.


Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma:


Rm 6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?

Rm 6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Rm 6:8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.

Rm 6:9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.

Rm 6:10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

Rm 6:11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
_Demikianlah Sabda Tuhan_

Bait Pengantar Injil
1Ptr 2:9
Kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi dan bangsa yang kudus. Kamu harus memaklumkan perbuatan-perbuatan agung Allah, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan, masuk ke dalam terang-Nya yang menakjubkan.

Bacaan Injil
Mat 10:37-42
"...

Mat 10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Mat 10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Mat 10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Mat 10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.


Mat 10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

Mat 10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."
_Demikianlah Injil Tuhan_


#


Mutiara Iman

*MENGIKUT YESUS*

2 Juli 2017


_"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku"_ (Mat 10:38)

Lectio
2 Raj 4:8-11,14-16a; Mzm 89:2-3,16-17,18-19; Rm6:3-4,8-11; Mat 10:37-42

Rudi adalah lulusan terbaik di kampusnya, cuma setelah lulus dia belum bekerja. Hal ini menyebabkan teman-temannya keheranan. 


Suatu sore, Andri teman baiknya bertanya :
"Rud, mengapa kamu belum bekerja juga? Kamu sudah berdoa?"
Rudi menjawab :
"Saya sudah berdoa setiap hari, tetapi perusahaan yang mau menerima saya kecil-kecil. Di Perusahaan yang besar, ternyata gajinya kecil. Mereka belum mengenal saya sebagai lulusan terbaik. Ya sudah nanti saja." 


Dan Andri pun menjawab :
"Rudi, di perusahaan tempat saya bekerja itu besar. Kamu sudah diterima dan gajimu ditawarkan 1 juta lebih besar dari saya. Ayolah, kalau pun sudah berdoa, kita juga HARUS berusaha dengan kerendahan hati. Saya percaya, kamu akan sukses ketika bekerja di perusahaan ini."


Mendengar itu Rudi pun tersadar dan berkata :
"Iya betul, saya tidak boleh hanya mengandalkan iman tanpa ada usaha untuk mau berbenah diri. Terima kasih,  Dri. Engkau memang sahabatku."

Yesus berkata :
"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku."

Mengikuti YESUS berarti meninggalkan KEEGOAN demi KEPENTINGAN SESAMA.

Oratio
Ya Tuhan, Engkaulah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Amin

Missio
_Marilah kita hidup dengan mendahulukan KASIH dan PENGORBANAN pada sesama daripada diri sendiri._

*Have a Blessed Sunday.*

Mutiata-Iman.org


#


Sunday 2nd JulyThirteenth Sunday in Ordinary Time
Matthew 10:37-42


"He who loves father or mother more than me is not worthy of me; and he who loves son or daughter more than me is not worthy of me; and he who does not take his cross and follow me is not worthy of me. He who finds his life will lose it, and he who loses his life for my sake will  find it."


Loving God above all things means precisely that: loving Him more than anyone else, especially more than oneself. He is a very demanding God, you see? He doesn't want part of your heart, part of your attention, part of your time... He wants the lot. 


But that is just fair; isn't it? We don't just owe God something, nor even many things. We owe Him 'everything.' So, He has right to ask for everything.


Saints understood it perfectly. As St Thérèse of Lisieux said, 'You cannot be half a saint; you must be a whole saint or no saint at all'. Holiness is radical. Do you remember? "Love the Lord your God with all your heart, and with all your soul, and with all your mind, and with all your strength." (Mk 12:30) And if you are to love God with all your heart, St Augustine comments, 'what is left of your heart to love yourself with?" Love has to be total. Holiness is wholeness.


The people of Israel were fond of offering animals as a sacrifice to God. But the Lord complained through the prophet Isaiah (1:11): "What to me is the multitude of your sacrifices?...I have had enough of burnt offerings of rams and the fat of fed beasts; I do not delight in the blood of bulls, or of lambs, or of he-goats." As if God needed animals to feed Himself! Psalm 50:12 puts it clearly: "If I were hungry, I would not tell you, for the world and all that is in it is mine." So, what does God ask for? Psalm 23:26 gives us the answer: "My son, give me your heart." That is the only part of the world which doesn't belong to Him yet, the only part He longs for but can't take if you don't give it to Him. God hungers for your love.

So, He doesn't just want a part of your heart. He needs all of it.


 As St Josemaría put it, God 'isn't satisfied 'going halves': he wants the lot.' And now the ball is in my court. Would I like to give God back what He gave me first? He loved me with all His Heart first. Am I prepared to love Him back with all my heart?

Mary, my Mother, I say'Yes'; help me to be faithful until I die... and beyond!


#


Saint Teresa Benedicta of the Cross [Edith Stein] (1891-1942), Carmelite, martyr, co-patron of Europe
Am Fuss des Kreuzes [At the Foot of the Cross], November 24, 1934

"If anyone wants to follow me, let him renounce himself and take up his cross and follow me."

On the way of the cross, the Savior is not alone, and he is not only surrounded by enemies who harass him. People who support him are also present: the Mother of God, model for those who, in every time, follow the example of the cross; Simon of Cyrene, a symbol of those who accept a suffering that is imposed on them and who are blessed in that acceptance; and Veronica, an image of those who are pushed by love to serve the Lord.


 Each person who, throughout time, has carried a heavy destiny while remembering the Savior's suffering, or who freely performed an act of penance, redeemed a little of humankind's enormous debt and helped the Lord to carry his burden. 


And even more, it is Christ, the head of the mystical body, who accomplishes his work of atonement in the members who give themselves with all their being, body and soul, to his work of redemption.

We can assume that the vision of the faithful who would follow him on the path of suffering upheld the Savior in the Garden of Olives. And the support given by those who carried the cross was a help to him each time he fell. It was the righteous of the Old Covenant who accompanied him between his first fall and the second one. The disciples, men and women who rallied around him during his earthly life, were the ones who helped him from the second to the third station. The lovers of the cross, whom he awakened and whom he will continue to awaken throughout the vicissitudes of the struggling Church, are his allies until the end of time. It is to this that we, too, are called.

Copyright © Confraternity of Christian Doctrine, USCCB


#

Saturday, July 1, 2017

Bacaan Liturgi & RenHar. 01 Juli 2017 Sabtu Pekan Biasa XII.

*Iman, Kasih Dan Kerendahan Hati*

DALAM Injil hari ini, dikisahkan tentang seorang perwira Romawi yang dengan rendah hati datang ke hadapan Yesus, memohon kesembuhan bagi hambanya yang sedang sakit.

Ia percaya penuh kepada Yesus tanpa perlu melihat bukti nyata. Yesus memuji perwira tersebut dan menyembuhkan hambanya.

Tidak terhitung berapa kali kita menghadiri perayaan Ekaristi dan mengungkapkan kalimat seperti yang diucapkan perwira Romawi tersebut kepada Yesus.

Namun, bila sampai saat ini, kalimat tersebut hanya sebatas hafalan belaka dan tidak memiliki dampak positif baik bagi diri kita dan orang di sekeliling kita, maka marilah kita memperbaharui diri dan mengubah sikap hidup kita.

Belajarlah untuk menghayati makna kalimat tersebut dengan sungguh-sungguh, agar kita:

* Bertumbuh dalam iman kepadaNya, percaya dan selalu mengandalkan Dia sehingga tidak goyah saat menghadapi berbagai gelombang dan badai kehidupan

* Tetap rendah hati kendati memiliki jabatan tinggi, kekuasaan besar dan popularitas meroket

* Memiliki kasih dan kepedulian terhadap orang di sekitar kita; berkenan menjadi saluran berkat bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan kita


#



Bacaan Liturgi 01 Juli 2017

Sabtu Pekan Biasa XII


Bacaan Pertama
Kej 18:1-15
Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan?
Aku akan kembali kepadamu,
dan Sara akan mempunyai anak laki-laki
.


Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Sekali peristiwa Tuhan menampakkan diri kepada Abraham
di dekat pohon tarbantin di Mamre.
Waktu itu Abraham sedang duduk di pintu kemahnya
di kala hari panas terik.
Ketika ia mengangkat mata,
ia melihat tiga orang berdiri di depannya.
Melihat mereka,
ia bergegas dari pintu kemahnya menyongsong mereka.
Ia bersujud dan berkata,
"Tuanku, jika aku mendapat kasih Tuan,
singgahlah di kemah hambamu ini.
Biarlah diambil sedikit air,
basuhlah kaki Tuan, dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;
biarlah hamba mengambil sepotong roti,
agar Tuan-Tuan segar kembali.
Kemudian bolehlah Tuan-Tuan melanjutkan perjalanan.
Sebab Tuan-Tuan telah datang ke tempat hambamu ini." 
Jawab mereka, "Buatlah seperti yang engkau katakan."

Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata,
"Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik!
Remaslah itu dan buatlah roti bundar!"
Lalu Abraham berlari ke lembu sapinya,
mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya,
dan memberikannya kepada seorang bujangnya
yang segera mengolahnya.
Kemudian Abraham mengambil dadih, susu dan anak lembu yang telah diolah itu,
lalu dihidangkannya kepada mereka.
Abraham sendiri berdiri dekat mereka di bawah pohon itu,
sementara mereka makan.

Sesudah makan, bertanyalah mereka kepada Abraham,
"Di manakah Sara, isterimu?"
Jawab Abraham, "Di sana, di dalam kemah."


Maka berkatalah Ia,
"Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau.
Pada waktu itulah
Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki."


Saat itu Sara mendengarkan pada pintu kemah di belakang-Nya.
Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya
dan Sara telah mati haid.
Maka tertawalah Sara dalam hati, katanya,
"Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu,
sedangkan tuanku pun sudah tua?"


Lalu bersabdalah Tuhan kepada Abraham,
"Mengapakah Sara tertawa dan berkata,
'Sungguhkah aku akan melahirkan anak,
padahal aku sudah tua?'
Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan?
Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan,
Aku akan kembali mendapatkan dikau.
Pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki."


Tetapi Sara menyangkal, katanya, "Aku tidak tertawa,"
sebab ia takut.
Tetapi Tuhan bersabda, "Tidak! Memang engkau tertawa!"

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur
Luk 1:46-47.48-49.50.53.54-55

Tuhan ingat akan kasih sayang-Nya.


*Aku mengagungkan Tuhan,
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

*Sebab Ia memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut Yang Bahagia oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku
oleh Yang Mahakuasa;
kuduslah nama-Nya.

*Kasih sayang-Nya turun-temurun
kepada orang yang takwa.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;
orang kaya diusirnya pergi dengan tangan kosong.

Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,
Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunan
untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Mat 8:17
Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.

Bacaan Injil
Mat 8:5-17
Banyak orang akan datang dari timur dan barat,
dan duduk makan bersama dengan Abraham, Iskak dan Yakub.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus masuk ke Kapernaum.
Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia
dan memohon kepada-Nya,
"Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh,
dan ia sangat menderita."
Yesus berkata kepadanya, "Aku akan datang menyembuhkannya."

Tetapi perwira itu berkata kepada-Nya,
"Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.
Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Sebab aku sendiri seorang bawahan,
dan di bawahku ada pula prajurit.
Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit, 'Pergi!'
maka ia pergi;
dan kepada seorang lagi: 'Datang!', maka ia datang.
Ataupun kepada hambaku, 'Kerjakanlah ini!'
maka ia mengerjakannya."

Mendengar hal itu,
Yesus heran dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya,
"Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai
pada seorang pun di antara orang Israel.
Aku berkata kepadamu,
Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat
dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub
di dalam Kerajaan Surga,
sedangkan anak-anak Kerajaan itu sendiri
akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.
Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Lalu Yesus berkata kepada perwira itu,
"Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya."
Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Setibanya di rumah Petrus,
Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
Maka dipegang-Nya tangan wanita itu,
lalu lenyaplah demamnya.

Wanita itu lalu bangun dan melayani Yesus.

Menjelang malam
dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan,
dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu,
dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.

Hal itu terjadi supaya genaplah sabda
yang disampaikan oleh nabi Yesaya,
"Dialah yang memikul kelemahan kita
dan menanggung penyakit kita."

Demikianlah Injil Tuhan.


#


Mutiara Iman

*MUSTAHIL*
1 Juli 2017


_"Adakah sesuatu yang mustahil untuk Tuhan?"_
(Kej 18:14)

Lectio
Kej 18:1-15; Mzm MT Luk 1:46-47,48-49,50,53; Mat 8:5-17

Seorang gadis kecil berdiri di depan halaman Panti Asuhannya sambil memandang kakak-kakanya yang mau pulang sekolah. Lalu Suster Bertin mendekatinya dan bertanya :
"Marta, kamu sedang melihat apa?"
"Suster, apakah nanti saya bisa sekolah seperti kakak-kakak itu?" tanya Magda. 


Suster menjawab :
"Kalau kamu MEMINTA kepada Tuhan dan BERUSAHA, tidak ada yang mustahil."


Tiga puluh tahun kemudian, seorang anak lelaki kecil memandang kakak-kakaknya yang baru saja lulus. Lalu seorang wanita mendekatinya dan bertanya :
"Diki, apakah yang kamu pikirkan?"
"Bu, apakah saya bisa sekolah seperti mereka dan menjadi dokter?" tanya Diki. 


Lalu wanita itu menjawab :
"Kalau kamu MEMINTA kepada Tuhan, PERCAYA dan BERUSAHA, tidak ada yang mustahil."
"Mengapa Ibu yakin saya bisa?" tanya Diki.
"Karena ibu telah MENGALAMI apa yang telah TUHAN berikan pada Ibu." kata Marta sambil meneteskan air mata haru mengingat perkataan Suster Bertin yang telah pindah ke luar kota

Tuhan berfirman :
"Adakah sesuatu yang mustahil untuk Tuhan?"

TIADA yang MUSTAHIL bagi orang yang PERCAYA kepada TUHAN.

Oratio
Ya Tuhan, kuserahkan jiwaku kepada-Mu. Amin.

Missio
Marilah kita mempercayakan seluruh HIDUP ini ke dalam tangan TUHAN.

*Have a Blessed Saturday.*

Mutiara-Iman.org


#


"DATANG KEPADA YESUS"

Bacaan Liturgi 01 Juli 2017

Sabtu Pekan Biasa XII


Bacaan Pertama
Kej 18:1-15 Mazmur Luk 1:46-47.48-49.50.53.54-55
Bacaan Injil Mat 8:5-17.

Injil Matius 8:17, menulis.

Yesus berkata: Dialah yang memikul beban kita dan menanggung penyakit kita.

Tidak seorangpun luput dari sakit. Sakit bukan kutukan tetapi hal itu menunjukkan kita ini makhluk yang lemah. Lecet sedikit seluruh badan bisa merasakan sakitnya. Ketika kita jatuh sakit, pertama-tama kita akan pergi kedokter untuk berobat. Bisa juga mencari juru sembuh alternatif, minum jamu atau ramuan penyembuh. Baru setelah semua upaya itu gagal, kita lari kepada Tuhan Yesus. Kita datang tidak membawa iman, namun menodong atau menuntut Dia agar memenuhi keinginan kita. 


Injil hari memberi pelajaran kepada kita, saat sakit, pertama-tama kita harus datang kepadaNya. Dia pasti akan menyembuhkan dengan caranya sendiri.


Tuhan Yesus, Engkau Juru sembuh Sejati. Dengan caraMu yang luar biasa, Engkau sembuhkan orang-orang sakit yang datang kepadaMu. Karena Engkau Tuhan dan penyembuh kami kini dan sepanjang masa. Amin.
Met Akhir Pekan


#


SabdaNya 

Sabtu 01 -07-17

Kejadian 18 : 1-15            

Mat 8 :5-17

Shalom,
Ketika Abraham kedatangan 3 orang tamu yg tidak dikenalnya, dia memperlakukan mereka dg penuh keramahan yg tulus. Ternyata 3 orang tamu itu adalah para malaekat utusan Allah dan mereka menyampaikan kabar bahwa Sara segera akan mengandung dan tahun depan ketika mereka datang lagi, Sara sudah akan mempunyai bayi laki2 ( Kej 18 : 10). 


Abraham sudah tahu bahwa Tuhan akan menganugerahkan dia seorang anak laki2 dari Sara, tetapi kepastian kapan hal itu akan terjadi, tentu merupakan suatu kebahagiaan tersendiri yg luar biasa.

Apa yg dilakukan Abraham terhadap para tamunya adalah perbuatan penuh kasih seperti yg dikehendaki Allah yg dapat menjadi pelajaran bagi kita.
Ada kalanya karena kesibukan, kemalasan atau kesombongan kita hanya mau berbuat baik / ramah terhadap orang yg kita kenal dan dapat diharapkan untuk suatu saat dapat menolong kalau kita ada kesulitan. Padahal Kristus sangat menekankan agar kita mau mengasihi semua orang (lepas dari kenal atau tidak, dapat diharapkan atau tidak dlsb). Dapat saja Allah menyampaikan pesan2Nya atau pertolonganNya melalui orang yg sama sekali belum kita kenal atau tidak kita duga.

Di Kapernaum seorang perwira tentara Roma datang menghadap Kristus untuk memohon agar Kristus berkenan menyembuhkan hambanya (orang Yahudi) yg sedang sakit parah.
Sebagai perwira Roma, dg kekuasaan yg ada padanya, bisa saja dia mengutus anak buahnya untuk mencari Kristus dan membawaNya menghadap. Tetapi dia mempunyai kerendahan hati untuk menemui sendiri padahal saat itu adalah hal yg sangat langka, seorang perwira Roma meminta tolong (bukan memerintah) orang Yahudi. Apalagi dia melakukan hal yg bisa dianggap memalukan bagi teman2nya itu, demi untuk menolong hambanya, bukan sanak keluarganya, yg sakit parah.


Kristus semakin ter heran2 dg ketulusan perwira ini ketika dia menolak kedatangan Kristus kerumahnya, karena dia percaya bahwa Kristus bukan hanya seorang nabi Yahudi saja, tetapi Utusan Allah yg punya kuasa memerintahkan segala apapun untuk terjadi menurut perkataanNya saja.


Dia membandingkan kuasa ini seperti kekuasaan seorang komandan pasukan untuk memerintahkan anak buahnya melakukan apa yg dikehendakinya
Karena tergerak dg iman kepercayaan perwira ini, Kristus memperlihatkan kuasaNya untuk menyembuhkan hambanya dari jarak jauh. Dia tidak datang, tidak melihat atau menyentuh, tetapi kuasa kesembuhanNya tetap terjadi.

Setelah melakukan penyembuhan dari jarak jauh tsb, Kristus datang kerumah mertua Petrus yg sedang sakit. Dia memegang tangan ibu itu dan seketika itu juga sakitnya lenyap.

Malaekat yg diutus Allah menjumpai Abraham, mengatakan hal yg penting untuk kita ingat selalu : Adakah hal yg mustahil bagi Allah? (Kej 18:14a).
Kristus dapat menyembuhkan siapapun baik dari 'jarak jauh' maupun dg menyentuh atau menemuinya.
Allah dapat menyampaikan pesan2 Nya baik secara langsung maupun melalui orang2 disekitar kita, lepas apakah orang tsb kita kenal atau tidak.
Semua dapat terjadi karena kuasaNya tidak terbatas dan Dia tahu apa yg terbaik.


Yg seringkali menjadi penghalang, bukanlah karena keterbatasan kuasa Allah atau ke enggan an Allah menolong, tetapi karena kita tidak hidup menurut FirmanNya, sehingga kehilangan kepekaan untuk menangkap pesan2 Allah atau mensyukuri segala pertolonganNya yg sempurna yg sering tidak mampu kita pikirkan sebelumnya.

Mari kita belajar dari Abraham yg selalu mau bersikap ramah dan mau menolong siapapun yg di temuinya, karena dg mengasihi semua orang dg tulus, kita mewujudkan syukur dan kasih kepada Tuhan.


Marilah kita meniru teladan perwira Roma yg menemui Kristus di Kapernaum, yg bukan hanya melihat Kristus sebagai penyembuh atau pengusir setan saja, tetapi sebagai Allah yg menguasai seluruh alam sentosa ini, termasuk diri kita, sehingga apapun yg dikehendakiNya, pasti akan terjadi.
Gbu all n hv a blessed Saturday.


#