Saturday, July 1, 2017

Bacaan Liturgi & RenHar. 01 Juli 2017 Sabtu Pekan Biasa XII.

*Iman, Kasih Dan Kerendahan Hati*

DALAM Injil hari ini, dikisahkan tentang seorang perwira Romawi yang dengan rendah hati datang ke hadapan Yesus, memohon kesembuhan bagi hambanya yang sedang sakit.

Ia percaya penuh kepada Yesus tanpa perlu melihat bukti nyata. Yesus memuji perwira tersebut dan menyembuhkan hambanya.

Tidak terhitung berapa kali kita menghadiri perayaan Ekaristi dan mengungkapkan kalimat seperti yang diucapkan perwira Romawi tersebut kepada Yesus.

Namun, bila sampai saat ini, kalimat tersebut hanya sebatas hafalan belaka dan tidak memiliki dampak positif baik bagi diri kita dan orang di sekeliling kita, maka marilah kita memperbaharui diri dan mengubah sikap hidup kita.

Belajarlah untuk menghayati makna kalimat tersebut dengan sungguh-sungguh, agar kita:

* Bertumbuh dalam iman kepadaNya, percaya dan selalu mengandalkan Dia sehingga tidak goyah saat menghadapi berbagai gelombang dan badai kehidupan

* Tetap rendah hati kendati memiliki jabatan tinggi, kekuasaan besar dan popularitas meroket

* Memiliki kasih dan kepedulian terhadap orang di sekitar kita; berkenan menjadi saluran berkat bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan kita


#



Bacaan Liturgi 01 Juli 2017

Sabtu Pekan Biasa XII


Bacaan Pertama
Kej 18:1-15
Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan?
Aku akan kembali kepadamu,
dan Sara akan mempunyai anak laki-laki
.


Pembacaan dari Kitab Kejadian:

Sekali peristiwa Tuhan menampakkan diri kepada Abraham
di dekat pohon tarbantin di Mamre.
Waktu itu Abraham sedang duduk di pintu kemahnya
di kala hari panas terik.
Ketika ia mengangkat mata,
ia melihat tiga orang berdiri di depannya.
Melihat mereka,
ia bergegas dari pintu kemahnya menyongsong mereka.
Ia bersujud dan berkata,
"Tuanku, jika aku mendapat kasih Tuan,
singgahlah di kemah hambamu ini.
Biarlah diambil sedikit air,
basuhlah kaki Tuan, dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;
biarlah hamba mengambil sepotong roti,
agar Tuan-Tuan segar kembali.
Kemudian bolehlah Tuan-Tuan melanjutkan perjalanan.
Sebab Tuan-Tuan telah datang ke tempat hambamu ini." 
Jawab mereka, "Buatlah seperti yang engkau katakan."

Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata,
"Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik!
Remaslah itu dan buatlah roti bundar!"
Lalu Abraham berlari ke lembu sapinya,
mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya,
dan memberikannya kepada seorang bujangnya
yang segera mengolahnya.
Kemudian Abraham mengambil dadih, susu dan anak lembu yang telah diolah itu,
lalu dihidangkannya kepada mereka.
Abraham sendiri berdiri dekat mereka di bawah pohon itu,
sementara mereka makan.

Sesudah makan, bertanyalah mereka kepada Abraham,
"Di manakah Sara, isterimu?"
Jawab Abraham, "Di sana, di dalam kemah."


Maka berkatalah Ia,
"Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau.
Pada waktu itulah
Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki."


Saat itu Sara mendengarkan pada pintu kemah di belakang-Nya.
Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya
dan Sara telah mati haid.
Maka tertawalah Sara dalam hati, katanya,
"Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu,
sedangkan tuanku pun sudah tua?"


Lalu bersabdalah Tuhan kepada Abraham,
"Mengapakah Sara tertawa dan berkata,
'Sungguhkah aku akan melahirkan anak,
padahal aku sudah tua?'
Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan?
Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan,
Aku akan kembali mendapatkan dikau.
Pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki."


Tetapi Sara menyangkal, katanya, "Aku tidak tertawa,"
sebab ia takut.
Tetapi Tuhan bersabda, "Tidak! Memang engkau tertawa!"

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur
Luk 1:46-47.48-49.50.53.54-55

Tuhan ingat akan kasih sayang-Nya.


*Aku mengagungkan Tuhan,
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

*Sebab Ia memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut Yang Bahagia oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku
oleh Yang Mahakuasa;
kuduslah nama-Nya.

*Kasih sayang-Nya turun-temurun
kepada orang yang takwa.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;
orang kaya diusirnya pergi dengan tangan kosong.

Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,
Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunan
untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil
Mat 8:17
Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.

Bacaan Injil
Mat 8:5-17
Banyak orang akan datang dari timur dan barat,
dan duduk makan bersama dengan Abraham, Iskak dan Yakub.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Pada suatu hari Yesus masuk ke Kapernaum.
Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia
dan memohon kepada-Nya,
"Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh,
dan ia sangat menderita."
Yesus berkata kepadanya, "Aku akan datang menyembuhkannya."

Tetapi perwira itu berkata kepada-Nya,
"Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku.
Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Sebab aku sendiri seorang bawahan,
dan di bawahku ada pula prajurit.
Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit, 'Pergi!'
maka ia pergi;
dan kepada seorang lagi: 'Datang!', maka ia datang.
Ataupun kepada hambaku, 'Kerjakanlah ini!'
maka ia mengerjakannya."

Mendengar hal itu,
Yesus heran dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya,
"Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai
pada seorang pun di antara orang Israel.
Aku berkata kepadamu,
Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat
dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub
di dalam Kerajaan Surga,
sedangkan anak-anak Kerajaan itu sendiri
akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap.
Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

Lalu Yesus berkata kepada perwira itu,
"Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya."
Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.

Setibanya di rumah Petrus,
Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
Maka dipegang-Nya tangan wanita itu,
lalu lenyaplah demamnya.

Wanita itu lalu bangun dan melayani Yesus.

Menjelang malam
dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan,
dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu,
dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.

Hal itu terjadi supaya genaplah sabda
yang disampaikan oleh nabi Yesaya,
"Dialah yang memikul kelemahan kita
dan menanggung penyakit kita."

Demikianlah Injil Tuhan.


#


Mutiara Iman

*MUSTAHIL*
1 Juli 2017


_"Adakah sesuatu yang mustahil untuk Tuhan?"_
(Kej 18:14)

Lectio
Kej 18:1-15; Mzm MT Luk 1:46-47,48-49,50,53; Mat 8:5-17

Seorang gadis kecil berdiri di depan halaman Panti Asuhannya sambil memandang kakak-kakanya yang mau pulang sekolah. Lalu Suster Bertin mendekatinya dan bertanya :
"Marta, kamu sedang melihat apa?"
"Suster, apakah nanti saya bisa sekolah seperti kakak-kakak itu?" tanya Magda. 


Suster menjawab :
"Kalau kamu MEMINTA kepada Tuhan dan BERUSAHA, tidak ada yang mustahil."


Tiga puluh tahun kemudian, seorang anak lelaki kecil memandang kakak-kakaknya yang baru saja lulus. Lalu seorang wanita mendekatinya dan bertanya :
"Diki, apakah yang kamu pikirkan?"
"Bu, apakah saya bisa sekolah seperti mereka dan menjadi dokter?" tanya Diki. 


Lalu wanita itu menjawab :
"Kalau kamu MEMINTA kepada Tuhan, PERCAYA dan BERUSAHA, tidak ada yang mustahil."
"Mengapa Ibu yakin saya bisa?" tanya Diki.
"Karena ibu telah MENGALAMI apa yang telah TUHAN berikan pada Ibu." kata Marta sambil meneteskan air mata haru mengingat perkataan Suster Bertin yang telah pindah ke luar kota

Tuhan berfirman :
"Adakah sesuatu yang mustahil untuk Tuhan?"

TIADA yang MUSTAHIL bagi orang yang PERCAYA kepada TUHAN.

Oratio
Ya Tuhan, kuserahkan jiwaku kepada-Mu. Amin.

Missio
Marilah kita mempercayakan seluruh HIDUP ini ke dalam tangan TUHAN.

*Have a Blessed Saturday.*

Mutiara-Iman.org


#


"DATANG KEPADA YESUS"

Bacaan Liturgi 01 Juli 2017

Sabtu Pekan Biasa XII


Bacaan Pertama
Kej 18:1-15 Mazmur Luk 1:46-47.48-49.50.53.54-55
Bacaan Injil Mat 8:5-17.

Injil Matius 8:17, menulis.

Yesus berkata: Dialah yang memikul beban kita dan menanggung penyakit kita.

Tidak seorangpun luput dari sakit. Sakit bukan kutukan tetapi hal itu menunjukkan kita ini makhluk yang lemah. Lecet sedikit seluruh badan bisa merasakan sakitnya. Ketika kita jatuh sakit, pertama-tama kita akan pergi kedokter untuk berobat. Bisa juga mencari juru sembuh alternatif, minum jamu atau ramuan penyembuh. Baru setelah semua upaya itu gagal, kita lari kepada Tuhan Yesus. Kita datang tidak membawa iman, namun menodong atau menuntut Dia agar memenuhi keinginan kita. 


Injil hari memberi pelajaran kepada kita, saat sakit, pertama-tama kita harus datang kepadaNya. Dia pasti akan menyembuhkan dengan caranya sendiri.


Tuhan Yesus, Engkau Juru sembuh Sejati. Dengan caraMu yang luar biasa, Engkau sembuhkan orang-orang sakit yang datang kepadaMu. Karena Engkau Tuhan dan penyembuh kami kini dan sepanjang masa. Amin.
Met Akhir Pekan


#


SabdaNya 

Sabtu 01 -07-17

Kejadian 18 : 1-15            

Mat 8 :5-17

Shalom,
Ketika Abraham kedatangan 3 orang tamu yg tidak dikenalnya, dia memperlakukan mereka dg penuh keramahan yg tulus. Ternyata 3 orang tamu itu adalah para malaekat utusan Allah dan mereka menyampaikan kabar bahwa Sara segera akan mengandung dan tahun depan ketika mereka datang lagi, Sara sudah akan mempunyai bayi laki2 ( Kej 18 : 10). 


Abraham sudah tahu bahwa Tuhan akan menganugerahkan dia seorang anak laki2 dari Sara, tetapi kepastian kapan hal itu akan terjadi, tentu merupakan suatu kebahagiaan tersendiri yg luar biasa.

Apa yg dilakukan Abraham terhadap para tamunya adalah perbuatan penuh kasih seperti yg dikehendaki Allah yg dapat menjadi pelajaran bagi kita.
Ada kalanya karena kesibukan, kemalasan atau kesombongan kita hanya mau berbuat baik / ramah terhadap orang yg kita kenal dan dapat diharapkan untuk suatu saat dapat menolong kalau kita ada kesulitan. Padahal Kristus sangat menekankan agar kita mau mengasihi semua orang (lepas dari kenal atau tidak, dapat diharapkan atau tidak dlsb). Dapat saja Allah menyampaikan pesan2Nya atau pertolonganNya melalui orang yg sama sekali belum kita kenal atau tidak kita duga.

Di Kapernaum seorang perwira tentara Roma datang menghadap Kristus untuk memohon agar Kristus berkenan menyembuhkan hambanya (orang Yahudi) yg sedang sakit parah.
Sebagai perwira Roma, dg kekuasaan yg ada padanya, bisa saja dia mengutus anak buahnya untuk mencari Kristus dan membawaNya menghadap. Tetapi dia mempunyai kerendahan hati untuk menemui sendiri padahal saat itu adalah hal yg sangat langka, seorang perwira Roma meminta tolong (bukan memerintah) orang Yahudi. Apalagi dia melakukan hal yg bisa dianggap memalukan bagi teman2nya itu, demi untuk menolong hambanya, bukan sanak keluarganya, yg sakit parah.


Kristus semakin ter heran2 dg ketulusan perwira ini ketika dia menolak kedatangan Kristus kerumahnya, karena dia percaya bahwa Kristus bukan hanya seorang nabi Yahudi saja, tetapi Utusan Allah yg punya kuasa memerintahkan segala apapun untuk terjadi menurut perkataanNya saja.


Dia membandingkan kuasa ini seperti kekuasaan seorang komandan pasukan untuk memerintahkan anak buahnya melakukan apa yg dikehendakinya
Karena tergerak dg iman kepercayaan perwira ini, Kristus memperlihatkan kuasaNya untuk menyembuhkan hambanya dari jarak jauh. Dia tidak datang, tidak melihat atau menyentuh, tetapi kuasa kesembuhanNya tetap terjadi.

Setelah melakukan penyembuhan dari jarak jauh tsb, Kristus datang kerumah mertua Petrus yg sedang sakit. Dia memegang tangan ibu itu dan seketika itu juga sakitnya lenyap.

Malaekat yg diutus Allah menjumpai Abraham, mengatakan hal yg penting untuk kita ingat selalu : Adakah hal yg mustahil bagi Allah? (Kej 18:14a).
Kristus dapat menyembuhkan siapapun baik dari 'jarak jauh' maupun dg menyentuh atau menemuinya.
Allah dapat menyampaikan pesan2 Nya baik secara langsung maupun melalui orang2 disekitar kita, lepas apakah orang tsb kita kenal atau tidak.
Semua dapat terjadi karena kuasaNya tidak terbatas dan Dia tahu apa yg terbaik.


Yg seringkali menjadi penghalang, bukanlah karena keterbatasan kuasa Allah atau ke enggan an Allah menolong, tetapi karena kita tidak hidup menurut FirmanNya, sehingga kehilangan kepekaan untuk menangkap pesan2 Allah atau mensyukuri segala pertolonganNya yg sempurna yg sering tidak mampu kita pikirkan sebelumnya.

Mari kita belajar dari Abraham yg selalu mau bersikap ramah dan mau menolong siapapun yg di temuinya, karena dg mengasihi semua orang dg tulus, kita mewujudkan syukur dan kasih kepada Tuhan.


Marilah kita meniru teladan perwira Roma yg menemui Kristus di Kapernaum, yg bukan hanya melihat Kristus sebagai penyembuh atau pengusir setan saja, tetapi sebagai Allah yg menguasai seluruh alam sentosa ini, termasuk diri kita, sehingga apapun yg dikehendakiNya, pasti akan terjadi.
Gbu all n hv a blessed Saturday.


#




No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.