Google+ Followers

Monday, January 15, 2018

Bacaan Liturgi 15 Januari 2018 Hari Biasa, Pekan Biasa II . Puasa Sejati. MENGAMALKAN .

Puasa Sejati

Bacaan Liturgi 15 Januari 2018. Hari Biasa, Pekan Biasa II. 

MENGAMALKAN.

#


MENJADI seorang Kristiani bukan sekedar mengikuti perintah: 

 melainkan memperkenankan Kristus menguasai hidup kita dan mengubahnya.

*Paus Fransiskus*
#

*Puasa Sejati*

MELALUI perikop pada hari ini, Yesus mengajak kita semua agar melaksanakan puasa sejati selama dalam masa penantian akan kedatanganNya kembali.

Banyak orang yang menjalankan puasa hanya sekedar memenuhi kewajiban agama semata, dengan membatasi asupan makanan dan minuman dalam masa atau waktu tertentu saja.

Namun puasa yang Yesus kehendaki adalah pengendalian diri secara terus menerus dalam pikiran, perkataan dan perbuatan di sepanjang hidup kita sehingga hidup kita berkenan di hadapanNya.

Menjadi pengikut Kristus menuntut adanya perubahan sikap hidup. Hidup kita harus jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Untuk itu, kita harus tinggal di dalam Dia, menjadikan sabdaNya sebagai kompas menuju keselamatan, serta meneladani sikap hidupNya di dalam keseharian hidup kita.

Memang sangat tidak mudah. Tapi bukankah lebih baik jika kita menjalankan puasa sejati 'hanya' selama 60 atau 70 tahun hidup kita di dunia ini, sehingga kelak kita diperkenankan masuk ke dalam kerajaanNya untuk berpesta selamanya menikmati perjamuanNya?

Mari renungkan.
#


Bacaan Liturgi 15 Januari 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa II


Bacaan Pertama
1Sam 15:16-23
Mengamalkan Sabda Tuhan lebih baik daripada kurban sembelihan.
Maka Tuhan telah menolak engkau sebagai raja.

Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:


Setelah Raja Saul melanggar perintah Tuhan,
Samuel berkata kepadanya, "Sudahlah!
Aku akan memberitahukan kepadamu
apa yang disabdakan Tuhan kepadaku tadi malam."
Kata Saul kepadanya, "Katakanlah."

Sesudah itu berkatalah Samuel,
"Engkau ini kecil pada pemandanganmu sendiri!
Meskipun demikian
Bukankah Tuhan telah menjadi kepala atas suku-suku Israel?
Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?
Bukankah Tuhan telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan:
Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek,
berperanglah melawan mereka
sampai engkau membinasakan mereka?
Mengapa engkau menjarah rayah
dan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan?"

Lalu kata Saul kepada Samuel,
"Aku memang mendengarkan suara Tuhan!
Aku telah mengikuti apa yang disuruhkan Tuhan kepadaku.
Aku membawa Agag, raja orang Amalek,
tetapi orang Amalek sendiri telah kutumpas.
Tetapi rakyatlah yang mengambil jarahan itu:
kambing domba dan lembu-lembu terbaik
dari yang seharusnya ditumpas itu;
maksudnya mau dipersembahkan kepada Tuhan,
Allahmu, di Gilgal."

Tetapi sahut Samuel,
"Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan kurban sembelihan,
sama seperti Ia berkenan kepada pengamalan sabda-Nya?
Sesungguhnya,
mengamalkan sabda lebih baik daripada korban sembelihan,
menuruti firman lebih baik dari pada lemak domba jantan.

Camkanlah pendurhakaan itu sama seperti dosa bertenung
dan kedegilan itu sama seperti menyembah berhala
Karena engkau telah menolak firman Tuhan,
maka Tuhan telah menolak engkau sebagai raja."

Demikanlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 50:8-9.16bc-17.21.23
R:23b
Orang yang jujur jalannya,
akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.


*Bukan karena kurban sembelihan engkau dihukum,
sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku!
Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu
atau kambing jantan dari kandangmu.

*"Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku,
dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,
padahal engkau membenci teguran,
dan mengesampingkan firman-Ku?

*Itulah yang engkau lakukan!  Apakah Aku akan diam saja?
Apakah kaukira Aku ini sederajad dengan kamu?
Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu.
Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban,
ia memuliakan Daku;
siapa yang jujur jalannya,
akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah."

Bait Pengantar Injil
Ibr 4:12
Sabda Allah itu hidup dan kuat
Sabda itu menguji segala pikiran dan maksud hati.


Bacaan Injil
Mrk 2:18-22
Pengantin itu sedang bersama mereka.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Waktu itu
murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa,
Pada suatu hari datanglah orang kepada Yesus dan berkata,
"Murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa,
mengapa murid-murid-Mu tidak?"
Jawab Yesus kepada mereka
"Dapatkah sahabat-sahabat pengantin pria berpuasa
selagi pengantin itu bersama mereka?
Selama pengantin itu ada bersama mereka,
mereka tidak dapat berpuasa.
Tetapi waktunya akan datang pengantin itu diambil dari mereka,
dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut
pada baju yang tua,
karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabiknya;
yang baru mencabik yang tua, sehingga makin besarlah koyaknya.
Demikian juga
tak seorang pun mengisikan anggur baru
ke dalam kantong kulit yang sudah tua,
karena jika demikian
anggur tersebut akan mengoyakkan kantong itu,
sehingga baik anggur maupun kantongnya akan terbuang.
Jadi anggur yang baru
hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."

Demikianlah sabda Tuhan.

#


Mutiara Iman

*MENGAMALKAN*

15 Januari 2018

_"MENGAMALKAN Sabda lebih baik dari pada KURBAN SEMBELIHAN"_
(1Sam 15:16-23)


Lectio
1 Sam 15:16-23; Mzm 50:8-9,16bc-17,21,23; Mrk 2:18-22
Di suatu Sabtu malam, Hendri berkumpul bersama teman-temannya. Lalu Robert salah satu dari mereka berkata :
"Daripada cuma nongkrong nonton bola, mending kita DUGEM yuk! Gua bayarin deh!"


Jawab Hendri :
"Gua tidak ikut ya. Gua mau ke gereja besok, lagian asik juga koq nonton bola!"


 Namun Robert menyahut :
"Ya ga apa Hen, malam ini kita BERDOSA dulu, besok baru mengaku Dosa." 


Mendengar itu Hendri menjawab :
"Memang yang berat itu adalah TAAT akan Firman-Nya. Tapi itu yang berkenan kepada Allah daripada semua kurban penebus dosa. Apalagi rencananya sudah dipikirkan dulu."


Lalu beberapa teman-temanya berkata :
"Iya Bert.. kita masih muda harus belajar hidup TAAT, kalau sudah terbiasa, maka hidup kita akan semakin BERKENAN pada Allah." 


Lalu Andi berkata :
"Gollll!! Tuh kan asik kita nonton bola sambil mendapat curahan Firman Tuhan dari Hendri.."


Sahut Samuel kepada Saul :
"Sesungguhnya, MENGAMALKAN SABDA lebih baik daripada KURBAN SEMBELIHAN."
Yang BERKENAN kepada TUHAN adalah Melakukan PERINTAH SABDA-NYA.


Oratio
Ya Tuhan, Sabda-Mu adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan. Amin.


Missio
_Marilah kita hidup dengan TAAT pada PERINTAH TUHAN._


*Have a Blessed Monday.*

Mutiara-Iman.org

#

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.