Google+ Followers

Saturday, January 13, 2018

Bacaan Liturgi 13 Januari 2018. Hari Biasa, Pekan Biasa I PF S. Hilarius, UPG . Kesempatan Untuk Mengubah Haluan Hidup. MENGURAPI.

Kesempatan Untuk Mengubah Haluan Hidup

Bacaan Liturgi 13 Januari 2018. Hari Biasa, Pekan Biasa I

PF S. Hilarius, UPG

MENGURAPI.

#


KITA diberikan kesempatan kedua setiap hari di dalam hidup kita.

Biasanya kita melewatkannya, tapi kesempatan tersebut selalu ada, menunggu kita untuk mengambilnya.

*Andrew M. Greely*
#

*Kesempatan Untuk Mengubah Haluan Hidup*

PROFESINYA sebagai seorang pemungut cukai, menjadikan Lewi tidak disukai oleh masyarakat Yahudi. Bahkan ahli Taurat dan kaum Farisi menganggapnya sebagai seorang pendosa yang tidak layak didekati. Namun Yesus justru memanggil Lewi agar mengikuti Dia dan menjadi muridNya.

Sikap Yesus kepadanya, membuat Lewi mengambil keputusan untuk meninggalkan kehidupannya yang lama dan menjadi pengikut Yesus yang setia.

Sudah tak terhitung kesalahan dan dosa yang kita lakukan kepada Tuhan, namun Ia selalu saja memberikan pengampunan kepada kita. Dengan berbagai cara, Ia menegur kita agar berbalik arah dan kembali kepadaNya.

Sadari bahwa nafas kehidupan yang kita terima sampai saat ini, merupakan tanda betapa Ia mengasihi kita. Ia menunggu pertobatan kita dengan sabar.

Sekelam apapun kehidupan yang kita jalani, bila kita mau melangkah untuk bertobat, selalu dibukakanNya pintu pengampunan bagi kita.

Jangan sia-siakan kesempatan yang dianugerahkanNya. Ubah haluan hidup kita, perbaiki diri dan berjalan menuju keselamatan.

Sebagai ungkapan syukur dan terima kasih kita kepadaNya, mari kita belajar untuk mengampuni yang jahat dan bersalah kepada kita, dan mengarahkan mereka untuk kembali kepada jalan yang benar.

#

Bacaan Liturgi 13 Januari 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa I
PF S. Hilarius, UPG

Bacaan Pertama
1Sam 9:1-4.17-19;10:1a
Inilah orang yang disebut-sebut Tuhan!
Inilah Saul yang akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Nya.

Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:


Ada seorang dari daerah Benyamin,
namanya Kisy bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah.
Ia seorang suku Benyamin, seorang yang berada.
Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul,
seorang muda yang elok rupanya;
tidak ada seorang pun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya:
ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya dari bahu ke atas.
Kisy, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya.
Sebab itu berkatalah Kisy kepada Saul, anaknya,
"Ambillah salah seorang bujang,
bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu."


Lalu mereka menjelajah pegunungan Efraim;
juga mereka menjelajah tanah Sahalim,
tetapi keledai-keledai itu tidak ada;
kemudian mereka menjelajah tanah Benyamin,
tetapi tidak menemuinya.

Ketika Samuel melihat Saul, yang datang minta petunjuk,
bersabdalah Tuhan kepada Samuel,
"Samuel, Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu;
inilah orang yang akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku."


Sementara itu
Saul datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang
dan berkata, "Maaf, di mana rumah pelihat itu?"
Jawab Samuel kepada Saul, katanya, "Akulah pelihat itu.
Naiklah mendahului aku ke bukit.
Hari ini kamu akan makan bersama-sama dengan daku;
besok pagi aku membiarkan engkau pergi
dan kemudian aku akan memberitahukan kepadamu
segala sesuatu yang ada dalam hatimu."

Maka keesokan harinya
Samuel mengambil buli-buli berisi minyak,
dituangnyalah ke atas kepala Saul,
diciumnyalah dia sambil berkata,
"Sungguh, Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel.
Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan,
dan engkau akan menyelamatkannya
dari tangan musuh-musuh di sekitarnya."

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur
Mzm 21:2-3.4-5.6-7
R:2a
Ya Tuhan, karena kuasa-Mulah raja bersukacita.


*Tuhan, karena kuasa-Mulah raja bersukacita;
betapa girang hatinya karena kemenangan yang Kauberikan!
Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan,
dan permintaan bibirnya tidak Kautolak.

*Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah;
Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya.
Hidup dimintanya dari pada-Mu dan Engkau memberikannya:
Umur panjang untuk selama-lamanya.

*Besarlah kemuliaannya karena kemenangan yang Kauberikan;
keagungan dan semarak Kaukaruniakan kepadanya.
Engkau membuat dia menjadi berkat abadi,
Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu.

Bait Pengantar Injil
Luk 4:18-19
Tuhan mengutus Aku
mewartakan Injil kepada orang yang hina-dina
dan memberitakan pembebasan kepada orang tawanan.


Bacaan Injil
Mrk 2:13-17
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,
melainkan orang berdosa.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Sekali peristiwa Yesus pergi lagi ke pantai Danau Galilea,
dan semua orang datang kepada-Nya.
Yesus lalu mengajar mereka.
Kemudian ketika meninggalkan tempat itu,
Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai,
Yesus berkata kepadanya, "Ikutlah Aku!"

Maka berdirilah Lewi, lalu mengikuti Yesus.
Kemudian, ketika Yesus makan di rumah Lewi,
banyak pemungut cukai dan orang berdosa
makan bersama dengan Dia dan murid-murid-Nya,
sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
Waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat,
bahwa Yesus makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa,
berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya,
"Mengapa Gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"


Yesus mendengar pertanyaan itu dan berkata kepada mereka,
"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit!
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar,
melainkan orang berdosa!"


Demikianlah sabda Tuhan.

#


Mutiara Iman

MENGURAPI
13 Januari 2018

"TUHAN telah mengurapi engkau" (1 Sam 10:1)


Lectio
1Sam. 9:1-4,17-19; 10:1a; Mzm. 21:2-3,4-5,6-7; Mrk. 2:13-17.

Setiap hari kegiatan Opa Teddy adalah bangun tidur, berjalan kaki, pergi mengantar isterinya ke gereja, dan latihan koor. Setiap kali mengantar, dia menunggu atau  duduk di dalam mobil atau ngobrol dengan para security.


Suatu saat, ketika sedang menunggu, dia melihat seorang Oma yang duduk di kursi roda, lalu dipeluk cucunya dan didorong dari belakang.

"Baik sekali ya anak itu!" Kata Opa. Lalu Slamet menjawab: "Iya, Oma itu baru DIBAPTIS. Semua keluarga BERBAHAGIA. Apakah Opa tidak mau dibaptis?" 


Opa itu menarik nafas dan berkata:"Semua anak saya Katolik, isteri saya Katolik, tapi hati saya belum merasakan Tuhan MENGUNDANG saya selama ini. Tapi ketika melihat anak tadi, saya merasakan KASIH TUHAN!"

Lalu Slamet pun berkata:"Opa kalau nanti Opa dibaptis, saya mau jadi wali Baptis. Saya akan ajarkan Opa berdoa Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan".


Opa itu menatap Slamet dengan berkaca-kaca: "Kamu orang kedua yang SEMAKIN MENEGUHKAN saya untuk DIBAPTIS".

Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel?"

Tuhan menyayangi umat-Nya.

Oratio
Ya Tuhan, Engkaulah benteng pertahananku. Amin.

Missio
Marilah kita hidup sebagai orang yang telah DIURAPI menjadi anak-anak Allah.
Have a Blessed Saturday.

#


KOPI PAGI ☕

Seribu KEBAIKAN sering tidak BERARTI, TAPI SETITIK kekurangan DIINGAT seumur hidup.

Mari belajar MENERIMA kekurangan apapun yang ada -dalam kehidupan kita

SEHATI bukan karena saling MEMBERI,
tetapi 
SEHATI karena saling MEMAHAMI.

#

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.