Thursday, March 19, 2026

2603191. Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu dan memuji-muji Engkau tanpa henti.

Kalender Liturgi 19 Mar 2026
Kamis Prapaskah IV

Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: 2Sam 7:4-5a.12-14a.16
Mazmur Tanggapan: Mzm 89:2-3.4-5.27.29
Bacaan II: Rom 4:13.16-18.22
Bait Pengantar Injil: Mzm 84:5
Bacaan Injil: Mat 1:16.18-21.24a




*Salah satu tokoh legenda abadi adalah Daud, seorang raja Israel yang terkenal dalam Perjanjian Lama. Daud, putra Isai, seorang peternak domba di Betlehem, yang terkenal keberaniannya mengalahkan Goliat, prajurit raksasa Filistin. (Sebelumnya tidak ada manusia biasa yang dapat mengalahkan raksasa. Sesudahnya banyak manusia biasa yang dapat mengalahkan raksasa).
Daud juga dikenal sebagai seorang musisi dan penyair yang tertulis dalam kitab Mazmur. (Walaupun sebagian Mazmur bukan karya asli Daud). Daud memerintah Israel dengan adil dan membawa kemakmuran bagi rakyatnya. (Kelemahannya yang tercatat adalah perzinahannya dengan Batsyeba yang masih memiliki suami/ Uriah pada saat percintaannya di saat itu. Walaupun pada akhirnya putra mereka, Salomo, yang menjadi raja Israel berikutnya). Daud adalah seorang yang sangat dikasihi Allah sehingga (tercatat dalam Kitab Kedua Samuel), pada suatu malam
datanglah firman Tuhan kepada nabi Natan,
"Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud:
Beginilah firman Tuhan:
Apabila umurmu sudah genap,
dan engkau telah mendapat istirahat bersama nenek moyangmu,
Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian,
anak kandungmu,
dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku,
dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya
untuk selama-lamanya.
Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku.
Keluarga dan kerajaanmu
akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku,
takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."



*Kisah berlanjut dengan raja Salomo yang membawa kemakmuran luar biasa bagi bangsa Israel. Dari keturunan Daud, Allah memilih Yusuf, menjadi pendamping Maria untuk menjadi pelindung dari putra-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus, raja alam semesta.

Menurut kisah Injil Suci Matius, silsilah Yesus Kristus, dari keturunan Abraham lalu Daud, lalu Yakub yang memperanakkan Yusuf, tunangan Maria
(yang mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri). Lalu Maria melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
   Karena Yusuf tunangannya/ suaminya, seorang yang tulus hati,
dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum,
Yusuf bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
   Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu,
malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata,
"Yusuf, anak Daud,
janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu,
sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Maria akan melahirkan anak laki-laki,
dan engkau akan menamakan Dia Yesus,
karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya
dari dosa mereka."

Sesudah bangun dari tidurnya,
Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.


*Ketulusan perbuatan Yusuf sungguh luar biasa beriman. Seperti kata Rasul Paulus dalam Suratnya kepada Jemaat di Roma:
   Bukan karena hukum Taurat
Abraham dan keturunannya diberi janji
bahwa mereka akan memiliki dunia,
tetapi karena kebenaran atas dasar iman.

Kebenaran yang berdasarkan iman itu
merupakan kasih karunia belaka.
Maka janji kepada Abraham itu berlaku bagi semua keturunannya,
bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat,
tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham.
Sebab di hadapan Allah Abraham adalah bapa kita semua,
seperti ada tertulis,
"Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa."
Kepada Allah itulah Abraham percaya,
yaitu Allah yang menghidupkan orang mati
dan yang dengan firman-Nya
menciptakan yang tidak ada menjadi ada.

Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap,
Abraham tetap berharap dan percaya,
bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa,
sebab Allah telah berfirman kepadanya,
"Begitu banyaklah nanti keturunanmu."
Dan hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.


*Percaya setelah melihat itu biasa.
Percaya sebelum melihat itu luar biasa.
Tanpa dasar berharap tapi percaya itu beriman namanya.
Berbahagialah yang tidak melihat namun percaya.



*Ya Tuhan dan Allahku...
Selamanya aku hendak menyanyikan kasih setia-Mu.
Turun-temurun aku hendak menuturkan kesetiaan-Mu.
Sebab selama-lamanya kasih setia-Mu.

*Engkau mengikat perjanjian dengan orang pilihan-Mu.
Engkau bersumpah kepada Daud hamba-Mu.

Engkau hendak menegakkan anak cucunya selalu.

Turun-temurun takhtanya dibangun oleh-Mu.

*Aku pun akan berseru kepada-Mu
Bapakulah Engkau ya Allahku.
Engkau adalah tempat keselamatanku.
Karena Engkau memegang teguh perjanjian-Mu. 

Engkau memelihara kasih setia-Mu bagiku.
Selamanya aku hendak menyanyikan kasih setia-Mu.

Amin.

#


No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.