Kalender Liturgi 07 Jan 2026
Rabu Masa Natal
PF S. Raimundus dari Penyafort, Imam
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: 1Yoh 4:11-18
Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2.10-11.12-13
Bait Pengantar Injil: 1Tim 3:16
Bacaan Injil: Mrk 6:45-52
*2601076. Terpujilah Kristus yang diwartakan kepada para bangsa dan diimani oleh seluruh dunia.
Lalu Yesus naik ke perahu mendapatkan mereka,
dan angin pun redalah.
Pra murid-Nya sangat tercengang dan bingung, mereka belum juga mengerti,
dan hati mereka tetap degil walaupun sesudah peristiwa penggandaan roti itu.
Kesinpulan saya: Ternyata memperlukan keberanian (pengorbanan/ pelayanan) untuk membuktikan perkataan, "Aku mengasihimu." Dan suatu keberanian untuk menjadi murid Yesus dengan tetap percaya kepada-Nya dengan belajar mengerti ajaran-Nya.
Rabu Masa Natal
PF S. Raimundus dari Penyafort, Imam
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: 1Yoh 4:11-18
Mazmur Tanggapan: Mzm 72:1-2.10-11.12-13
Bait Pengantar Injil: 1Tim 3:16
Bacaan Injil: Mrk 6:45-52
*2601076. Terpujilah Kristus yang diwartakan kepada para bangsa dan diimani oleh seluruh dunia.
*Seringkali saya mendengar pasangan muda yang sedang jatuh cinta berkata, "Aku mencintaimu / Aku mengasihimu." Namun saya juga membaca berita banyak pernikahan yang berakhir (pisah/ cerai/ nikah lagi dengan yang lain), lalu apakah arti mengasihi ?
*Hari ini, saya belajar arti mengasihi dari Surat Pertama Rasul Yohanes, karena Allah begitu mengasihi kita!
Maka haruslah kita juga saling mengasihi.
Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah.
Tetapi jika kita saling mengasihi,
Allah tetap di dalam kita,
dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah,
Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.
Allah adalah kasih,
dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih,
ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Kasih Allah sempurna di dalam kita, kalau kita mempunyai keberanian yang penuh iman pada hari penghakiman.
Di dalam kasih tidak ada ketakutan,
sebab ketakutan mengandung hukuman.
dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
*Alkisah menurut Injil Suci Markus, sesudah memberi makan lima ribu orang,
Yesus memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu, berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida. Lalu Yesus pergi ke bukit untuk berdoa.
Ketika hari sudah jam tiga malam, perahu para murid sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
Yesus melihat betapa payahnya para murid mendayung karena angin sakal,
maka Yesus datang kepada mereka dengan berjalan di atas air,
dan Ia hendak melewati mereka. Para murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, dan mengira bahwa Ia adalah hantu,
lalu mereka berteriak-teriak,
sebab mereka semua melihat-Nya dan sangat terkejut.
Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka,
"Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah.
Tetapi jika kita saling mengasihi,
Allah tetap di dalam kita,
dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
Barangsiapa mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah,
Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.
Allah adalah kasih,
dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih,
ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
Kasih Allah sempurna di dalam kita, kalau kita mempunyai keberanian yang penuh iman pada hari penghakiman.
Di dalam kasih tidak ada ketakutan,
sebab ketakutan mengandung hukuman.
dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
*Alkisah menurut Injil Suci Markus, sesudah memberi makan lima ribu orang,
Yesus memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu, berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida. Lalu Yesus pergi ke bukit untuk berdoa.
Ketika hari sudah jam tiga malam, perahu para murid sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
Yesus melihat betapa payahnya para murid mendayung karena angin sakal,
maka Yesus datang kepada mereka dengan berjalan di atas air,
dan Ia hendak melewati mereka. Para murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, dan mengira bahwa Ia adalah hantu,
lalu mereka berteriak-teriak,
sebab mereka semua melihat-Nya dan sangat terkejut.
Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka,
"Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Lalu Yesus naik ke perahu mendapatkan mereka,
dan angin pun redalah.
Pra murid-Nya sangat tercengang dan bingung, mereka belum juga mengerti,
dan hati mereka tetap degil walaupun sesudah peristiwa penggandaan roti itu.
Kesinpulan saya: Ternyata memperlukan keberanian (pengorbanan/ pelayanan) untuk membuktikan perkataan, "Aku mengasihimu." Dan suatu keberanian untuk menjadi murid Yesus dengan tetap percaya kepada-Nya dengan belajar mengerti ajaran-Nya.
*Segala bangsa di bumi sujud menyembah kepada-Mu.
Berikanlah hukum-Mu dan keadilan-Mu kepada umat-Mu.
Semoga para pemimpin mengadili umat-Mu dengan keadilan-Mu.
Menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum-Mu.
*Kiranya raja-raja membawa persembahan untuk-Mu.
Kiranya raja-raja menyampaikan upeti untuk-Mu.
Kiranya semua raja sujud menyembah kepada-Mu.
Kiranya segala bangsa menjadi hamba-Mu.
*Sebab Engkau melepaskan
yang berteriak minta tolong kepada-Mu.
Engkau membebaskan orang tertindas dan menolong umat-Mu.
Engkau sayang kepada orang lemah dan miskin itu.
Berikanlah hukum-Mu dan keadilan-Mu kepada umat-Mu.
Semoga para pemimpin mengadili umat-Mu dengan keadilan-Mu.
Menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum-Mu.
*Kiranya raja-raja membawa persembahan untuk-Mu.
Kiranya raja-raja menyampaikan upeti untuk-Mu.
Kiranya semua raja sujud menyembah kepada-Mu.
Kiranya segala bangsa menjadi hamba-Mu.
*Sebab Engkau melepaskan
yang berteriak minta tolong kepada-Mu.
Engkau membebaskan orang tertindas dan menolong umat-Mu.
Engkau sayang kepada orang lemah dan miskin itu.
Engkau menyelamatkan nyawa umat-Mu.
Amin.
#
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.