Monday, April 1, 2019

1904012. *Senin, 1 April 2019* Renpri KH. PERCAYA DAN HIDUP.

*Senin, 1 April 2019*
_Renpri KH_
*PERCAYA DAN HIDUP*

_Yoh 4:50 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi._
_Yoh 4:51 Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup._
_Yoh 4:53 Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya._

Saya melihat kata2 penting dalam bacaan Injil yaitu Hidup (diulang 3x), Percaya (diulang 3x) dan Galilea (diulang 6x)

Saya teringat sebuah kisah tentang hal hidup dan percaya _(atau percaya lalu hidup)_

Ada seorang pemain akrobat yang sangat terkenal karena keahliannya berjalan di atas tali. Pada suatu hari ia mengadakan pertunjukan yang menantang nyali. Ia akan berjalan di atas bentangan tali baja, menyeberangi air terjun Niagara yang tingginya 160 kaki dari permukaan tanah, tanpa jaring pengaman.

Tentu saja banyak orang datang ke lokasi, ingin melihat sendiri pertunjukan ini. Hadir juga beberapa wartawan datang pula untuk menyiarkan pertunjukan spektakuler bagi media masing-masing. 

Dimulailah pertunjukan mendebarkan itu. Sang pemain akrobat dengan tenang dan langkah pasti sedikit-demi sedikit menyusuri tali baja yang terbentang dari satu tebing ke tebing di seberangnya di atas air terjun Niagara itu. Namun yang membuat orang-orang menahan napas adalah ternyata, sang pemain akrobat bukan hanya sekedar berjalan di atas tali baja itu, ia mendorong sebuah kereta yang berisi sekantong semen. 

Konsentrasi tinggi dibutuhkan oleh si pemain akrobat, karena kesalahan sekecil apapun beresiko sangat tinggi. Ia akan langsung terjun dari ketinggian dan akan disambut oleh gulungan air terjun yang deras. Selangkah demi selangkah ia berjalan di atas tali baja sambil tetap mendorong kereta itu.

Dan hasilnya….dia Sukses! 

Sang pemain akrobat tiba di tebing seberang dengan selamat, diiringi tepuk tangan meriah dan seruan kagum dari penonton. Seorang wartawan langsung mendekati si pemain akrobat.

 "Hebat! Anda sudah berhasil. Bagaimana perasaan anda? Apakah anda tidak merasa takut sama sekali?"

Namun pemain akrobat balik bertanya: "Apa anda percaya bahwa saya bisa melakukan apa saja di atas bentangan tali baja itu?"

"Ya. Bahkan anda sudah membuktikannya pada kami semua."

 "Apakah anda percaya bahwa saya bisa membawa seseorang menggantikan kantong semen di dalam kereta itu, untuk berjalan bersama saya di atas bentangan tali baja itu?

 "Ya. Pasti anda mampu"

 "Kalau begitu naiklah ke atas kereta itu…"

Maka si wartawan pun langsung pucat pasi mendengarnya, dan tanpa mengatakan apa-apa lagi langsung lari menyelinap ke arah kerumunan orang banyak.

Tiba-tiba, dari kerumunan itu muncul seorang pria 'sukarelawan' yang dengan tenang berkata kepada di pemain akrobat:

 "Saya percaya kepada anda. Ijinkanlah saya untuk mencoba."

Maka sekali lagi penonton pun heboh. Banyak di antara mereka yang mulai bertaruh, apakah si pemain akrobat akan berhasil menyeberang bersama kereta dorong yang dinaiki si sukarelawan, ataukah mereka berdua akan jatuh di air terjun Niagara.

Sukarelawan menaiki kereta itu. Lalu atraksi pun kembali dimulai. Kini suasana menjadi makin tegang, karena resikonya menjadi berlipat dua. Bila gagal, bukan saja si pemain akrobat akan jatuh, tetapi juga si sukarelawan. 

Ternyata perjalanan mereka menyusuri tali baja tetap mulus hingga kira-kira di pertengahan tali baja yang melintang ke tebing seberang.

Namun ada petaruh dengan taruhan yang paling besar, akan menang jika si pemain akrobat gagal, mencari cara agar menang. Dia menyelinap di antara kerumunan orang banyak dan diam-diam mengerat tali baja itu. Karena kekencangan tali baja berkurang, maka keseimbangannya pun mulai goncang. Tali lalu menjadi terayun-ayun.

Penonton menahan napas, menyaksikan si pemain akrobat dengan sekuat tenaga berusaha menyeimbangkan diri sambil berteriak pada si sukarelawan:

A: "Berdiri cepat dan peluk bahu saya!"

Sukarelawan duduk terpaku dan terpana di dalam kereta, wajahnya pucat pasi.

A: "Cepat lakukan atau kita berdua akan mati!"

Maka si sukarelawan berdiri pelan-pelan dan keluar dari kereta itu.

A: "Lingkarkan tanganmu ke leherku dan kakimu ke pinggangku."

Meskipun ketakutan, dengan taat si sukarelawan perpegangan dengan erat pada tubuh pemain akrobat.

Detik berikutnya kereta yang tadinya membawa si sukarelawan pun jatuh dari tali baja, jatuh ke bawah.

Kini sang pemain akrobat, dengan berbekal ototnya yang kuat dan pengalamannya selama bertahun-tahun akhirnya berhasil menyeimbangkan tali baja itu. Selangkah demi selangkah melanjutkan perjalanan, dan akhirnya berhasil tiba di seberang dengan selamat bersama si sukarelawan itu yang menggendong di punggungnya…


Bagi saya, kepercayaan si sukarelawan kepada sang Akrobat adalah seperti kepercayaan pegawai istana kepada Yesus dan juga kepercayaan saya kepada Yesus di saat ini.

Percayakah saya akan Kasih Kerahiman Yesus terhadap hidup saya? 

Percayakah saya akan Kasih Kerahiman Yesus terhadap hidup keluarga saya, saat saya diminta aktif kembali menjadi prodiakon disaat saya perlu fokus karena sedang membutuhkan dana 'yang cukup besar' untuk menyelesaikan rumah (& kos) yang sudah dimulai dari lima tahun yang lalu _(plannya hanya 1 tahun selesai)_


*DOA:*
Tuhan Yesus yang Maha rahim, dalam Kasih KerahimanMu, saya berlindung dan berharap dengan iman yang penuh agar Engkau yang menguatkan hati, pikiran dan kekuatan saya, sehingga hanya di dalam Kasih KerahimanMu, saya mampu melakukan semuanya dengan sempurna. Utuslah RohMu ya Tuhan, dan jadilah padaku menurut kehendakMu. Saya percaya bahwa saya hidup dalam Kasih KerahimanMu.
Kemuliaan...
Amin.

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.