Friday, January 23, 2026

2601236. Allah mendamaikan dunia dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

Kalender Liturgi 23 Jan 2026
Jumat Pekan Biasa II

Warna Liturgi: Hijau
Bacaan I: 1Sam 24:3-21
Mazmur Tanggapan: Mzm 57:2.3-4.6.11
Bait Pengantar Injil: 2Kor 5:19
Bacaan Injil: Mrk 3:13-19



*2601236. Allah mendamaikan dunia dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.


*Bagaimana rasanya bisa mengampuni saat pembalasan bisa dilakukan dengan bebas? Tidak mudah, menurut saya, tapi bukan tidak mungkin. Saya pernah didorong hingga terpental 2-3 meter oleh seorang muda yang jago bela diri dan mampu menembak siapapun/ ataupun. Dia menantang untuk membalas dan memukul balik dirinya tapi saya hanya berkata (dengan agak keras), "Kamu lemparkan dirimu sendiri kebelakang hingga kena belakang kepala dan tubuhmu seperti saya yang terpental. Boleh di tanah berbatuan itu seperti yang kaulakukan kepada saya atau diatas lantai keramik itu." Ternyata dia tidak mau melakukan permintaan saya, tetapi hanya menantang agar saya memukulnya. Namun saya menolaknya (Saya tidak mau/ menahan diri karena saya tahu dia jagoan). 

Puji Tuhan, beberapa hari kemudian, kami bertemu di polsek dengan mediator kepala bareskim dan akhirnya dia mau merendah hatinya untuk berlutut sambil memohon maaf (sesuai permintaan saya) agar dia tidak perlu mengganti biaya pengobatan/ kerugian mental saya.

Puji Tuhan, peristiwa beberapa tahun yang berlalu tidak membawa masalah kesehatan sampai dengan saat ini. (Saya melakukan MRI dan Rontgen serta Akupuntur selama beberapa waktu sambil minum obat penghilang luka dalam)


* Saya kagum dengan sikap taat Daud kepada Allah, sehingga mampu menahan diri untuk tidak membalas perbuatan raja Saul yang mengejarnya (bersama tiga ribu orang pilihannya) untuk membunuh Daud walaupun kesempatan ada dan bujukan para perwira serdadunya ("Tuhan menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu. Maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik!") saat mereka berada di dalam gua. Saya ingat perkataan Daud, "Aku tidak akan menjamah Saul,
sebab dialah orang yang diurapi Tuhan."

Saat Saul bangun untuk meninggalkan gua,
hendak melanjutkan perjalanannya. Beberapa saat kemudian, bangunlah Daud, lalu berlutut dengan mukanya ke tanah
dan sujud menyembah dan berseru kepada Saul dari belakangnya, "Tuanku raja!
Ketahuilah, pada hari ini Tuanku sendiri melihat,
bahwa hari ini Allah menyerahkan engkau
ke dalam tanganku dalam gua itu.
Ada orang yang menyuruh aku membunuh engkau,
tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku:
Aku tidak akan menjamah tuanku itu,
sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.
Lihatlah ini, Bapaku!
Lihatlah punca jubahmu dalam tanganku.
Dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu
dengan tidak membunuh engkau,
dapatlah kauketahui dan kaulihat,
bahwa tanganku bersih dari kejahatan dan pengkhianatan,
dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau,
walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku.
Tuhan kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau! ...
Sebab itu Tuhan kiranya menjadi hakim
yang memutuskan perkara... dan memperjuangkan perkaraku!
Kiranya Ia memberi keadilan kepadaku
dengan melepaskan aku dari tanganmu."


Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu,
berkatalah Saul, "Suaramukah itu, ya anakku Daud? ... Engkau lebih besar daripada aku,
sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku,
padahal aku melakukan yang jahat kepadamu.
Telah kautunjukkan pada hari ini,
betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku:
Walaupun Tuhan telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu,
engkau tidak membunuh aku...
Tuhan kiranya membalaskan dengan kebaikan
apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini.
Dari ini semua, sesungguhnya aku tahu,
bahwa engkau pasti menjadi raja
dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu."


*Saya belajar (mengingatkan diri sendiri) untuk berdoa sebelum memutuskan perkara besar (dan percaya akan rencana-Nya yang mungkin kurang/ tidak sesuai dengan pikiran saya). Seperti kisah Yesus naik ke atas bukit, sebelum Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan menetapkan dua belas (12) rasul untuk menyertai Dia,
untuk diutus-Nya memberitakan Injil,
dan untuk menerima dari Dia kuasa mengusir setan.
Mereka ialah:
Simon/ Petrus,
Yakobus dan Yohanes (Boanerges/ anak-anak guruh), Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas,
Yakobus Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,
dan Yudas Iskariot (yang kemudian mengkhianati Dia).


*Ya Allah Tuhanku...
Kasihanilah aku.
Kasihanilah aku.
Sebab jiwaku berlindung kepada-Mu.


*Aku bernaung di bawah sayap-Mu.
Sampai malapetakaku ini berlalu.

Aku berseru kepada Allahku. 

Allah Mahatinggi mengerjakan segalanya bagiku.

*Engkau mengirim utusan sorga menyelamatkanku.
Engkau mencegah orang-orang yang menganiayaku.

Engkau mengirim kasih setia dan kebenaran-Mu.

Besarlah kemuliaan-Mu dan kasih setia-Mu.

Amin.

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.