Google+ Followers

Wednesday, January 10, 2018

Bacaan Liturgi 10 Januari 2018 Hari Biasa, Pekan Biasa I. Jadikan Kehadiran Kita Bermakna. BERBICARALAH .

Jadikan Kehadiran Kita Bermakna*

Bacaan Liturgi 10 Januari 2018. Hari Biasa, Pekan Biasa I

BERBICARALAH

#


ZONA nyaman adalah musuh besar dari keberanian dan kepercayaan diri.

*Brian Tracy*
#

*Jadikan Kehadiran Kita Bermakna*

KESIBUKAN  Yesus luar biasa; selain mengajar di rumah ibadat, Ia menyembuhkan ibu mertua Petrus yang menderita demam, memulihkan orang-orang yang sakit dan kerasukan setan.

Di tengah padatNya pelayanan, Yesus selalu menyediakan waktu untuk berdoa. Dan meski namaNya sudah dikenal orang, Ia tidak mau tinggal menetap di suatu tempat melainkan berkeliling ke seluruh Galilea untuk mewartakan Injil.

Sebagai murid Kristus, kita semua dipanggil untuk menghadirkan kerajaan Allah melalui karya dan pelayanan kita kepada sesama.

Tugas perutusanNya memang tidak mudah, namun kita harus memiliki keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman kita.

Karena dengan tinggal di zona nyaman saja, kita akan bertumbuh menjadi orang yang egois, kita hanya fokus kepada kepentingan pribadi saja sehingga kepedulian kita terhadap sesama kian menumpul.

Marilah kita setia menjalin relasi yang erat dengan Tuhan. Mohon bimbingan dan kekuatan daripadaNya agar kita dimampukan untuk menanggapi panggilanNya dengan mengambil langkah iman.

Melalui peran kita masing-masing, pancarkan kasihNya dan jadikan kehadiran kita bermakna bagi orang di sekitar kita.
#


Bacaan Liturgi 10 Januari 2018


Hari Biasa, Pekan Biasa I


Bacaan Pertama
1Sam 3:1-10.19-20
Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.
Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel:


Samuel yang masih muda menjadi pelayan Tuhan
di bawah pengawasan Eli.
Pada masa itu Tuhan jarang menyampaikan sabda-Nya;
penglihatan-penglihatan pun tidak sering terjadi.

Pada suatu hari,
Eli, yang matanya mulai kabur
dan tidak dapat melihat dengan baik,
sedang berbaring di tempat tidurnya.
Lampu rumah Allah belum lagi padam.
Samuel telah tidur di dalam bait suci Tuhan,
tempat tabut Allah.
Lalu Tuhan memanggil: "Samuel! Samuel!"
Samuel menjawab: "Ya, bapa."
Lalu berlarilah ia kepada Eli, dan berkata,
"Ya, Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?"
Tetapi Eli berkata, "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali."
Samuel pergi dan tidur lagi.
Dan Tuhan memanggil Samuel sekali lagi.
Samuel pun bangun, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata,
"Ya, Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?"
Tetapi Eli berkata,
"Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali."
Waktu itu Samuel belum mengenal Tuhan;
sabda Tuhan belum pernah dinyatakan kepadanya.
Dan Tuhan memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya.
Ia pun bangun, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata,
"Ya, Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?"
Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu.
Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel,
"Pergilah tidur, dan apabila engkau dipanggil lagi, katakanlah:
Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan."
Maka pergilah Samuel, dan tidurlah ia di tempat tidurnya.
Lalu datanglah Tuhan, berdiri di sana,
dan memanggil seperti yang sudah-sudah,
"Samuel! Samuel!"
Dan Samuel menjawab, "Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan."

Samuel semakin bertambah besar, dan Tuhan menyertai dia.
Tidak ada satu pun dari sabda Tuhan itu yang dibiarkan-Nya gugur.
Maka tahulah seluruh Israel, dari Dan sampai Bersyeba,
bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi Tuhan.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 40:2.5.7-8a.8b-9.10
R:8a.9a
Ya Tuhan, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.


*Aku sangat menanti-nantikan Tuhan;
lalu Ia menjengukku dan mendengar teriakku minta tolong.
Berbahagialah orang,
yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan
yang tidak berpihak kepada orang-orang yang angkuh,
atau berpaling kepada orang-orang yang menganut kebohongan!

*Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan,
tetapi Engkau telah membuka telingaku;
kurban bakaran dan kurban silih tidak Engkau tuntut.
Lalu aku berkata, "Lihatlah Tuhan, aku datang!

*Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku:
Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku;
Taurat-Mu ada di dalam dadaku."

*Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat yang besar,
bibirku tidak kutahan terkatup;
Engkau tahu itu, ya Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Yoh 10:27
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku.
Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.


Bacaan Injil
Mrk 1:29-39
Ia menyembuhkan banyak orang
yang menderita bermacam-macam penyakit.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum,
Yesus dengan Yakobus dan Yohanes
pergi ke rumah Simon dan Andreas.
Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam.
Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.
Yesus pergi ke tempat perempuan itu,
dan sambil memegang tangannya Yesus membangunkan dia,
lalu lenyaplah demamnya.
Kemudian perempuan itu melayani mereka.


Menjelang malam, sesudah matahari terbenam,
dibawalah kepada Yesus
semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.
Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.
Ia menyembuhkan banyak orang
yang menderita bermacam-macam penyakit
dan mengusir banyak setan;
Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara,
sebab mereka mengenal Dia.

Keesokan harinya, waktu hari masih gelap,
Yesus bangun dan pergi ke luar.
Ia pergi ke tempat yang sunyi, dan berdoa di sana.
Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Yesus.


Waktu menemukan Yesus, mereka berkata:
"Semua orang mencari Engkau."
Jawab Yesus, "Marilah pergi ke tempat lain,
ke kota-kota yang berdekatan,
supaya di sana juga Aku memberitakan Injil,
karena untuk itu Aku telah datang."
Lalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea,
dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka
dan mengusir setan-setan.

Demikianlah sabda Tuhan.

#


Mutiara Iman

*BERBICARALAH*

10 Januari 2018

_"Berbicaralah, sebab hambamu mendengar"_
(1Sam 3:10)


Lectio
1 Sam 3:1-10,19-20; Mzm 40:2,5,7-8a,8b-9,10; Mrk 1:29-39

Setelah selesai mengikuti kursus Kitab Suci, Sugi berkata kepada Linda, temannya :
"Saya mau menjadi pemazmur." 


Minggu depannya ia berkata lagi :
"Saya akan menjadi Katekis." 


Lalu minggu depannya kembali ia berkata :
"Lin.. Kayanya saya cocok juga jadi pengajar Kitab Suci ya..? Kan saya sudah lulus Kuliah KS." 


Dan Linda pun menjawab :
"Sugi.. kalau setiap minggu berubah-ubah terus, mungkin kamu harus bertanya pada Tuhan :
"Ya Tuhan, BERSABDALAH hambamu mendengarkan." 

Dengan begitu kamu akan tahu apa yang Tuhan rencanakan untukmu, dan bukan karena KEMAUAN kita." 


Jawab Sugi :
"Iya Lin.. kamu betul. Saya tidak pernah bertanya pada Tuhan, hanya mengikuti kemauan diri sendiri."

Dan Samuel menjawab :
"BERBICARALAH, sebab hamba-Mu ini mendengarkan."

MENDENGAR panggilan Tuhan adalah sikap awal anak-anak Tuhan.

Oratio
Ya Tuhan, bersabdalah, hambamu mendengarkan. Amin

Missio
_Marilah kita selalu mendengar dengan hati ketika Tuhan bersabda._


*Have a Blessed Wednesday.*

Mutiara-Iman.org

#

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.