Sunday, May 14, 2017

Bacaan Liturgi & RenHar. 14 Mei 2017 Minggu Paskah V Pesta S. Matias, Rasul.

Yesus adalah Jalan Kebenaran & Kehidupan

Umumnya orang senang dgn kemudahan

Makanya banyak orang mengikuti Penunjuk jalan.

Mencari alamat dengan peta atau internetan.


Pengikut Yesus terus bertambah jumlahnya

Mereka percaya akan perkataanNya.

Mereka semua menantikan janjiNya

Mereka percaya Surga menantinya


Kepercayaan St.Matias menjadikannya Rasul terakhir

Pengganti Yudas Iskariot yang mati

Yudas Iskariot juga pemberontak Romawi

Motif Yudas gagal lalu bunuh diri


Matias adalah Orang pilihan

Matias adalah pengikut Yesus

Pilihan hidup Matias melayani 

Matias melayani dengan setia


Saya (& Anda) adalah orang pilihan Yesus

Apakah saya mau ikut Yesus

Melayani Yesus seperti Matias

Atau punya Motif seperti Yudas

#


Bacaan Liturgi 14 Mei 2017

Minggu Paskah V
Pesta S. Matias, Rasul


Bacaan Pertama

Kis 6:1-7
Mereka memilih tujuh orang yang penuh dengan Roh Kudus.


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:

Di kalangan jemaat di Yerusalem,
ketika jumlah murid makin bertambah,
timbullah sungut-sungut
di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani
terhadap orang-orang Ibrani,
karena dalam pelayanan sehari-hari
pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan.

Berhubung dengan itu
kedua belas rasul memanggil semua murid berkumpul dan berkata,
"Kami tidak merasa puas,
karena kami melalaikan Firman Allah untuk melayani meja.
Karena itu, saudara-saudara,
pilihlah tujuh orang dari antaramu,
yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat,
supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu,
sehingga kami sendiri dapat memusatkan pikiran
dalam doa dan pelayanan Firman."

Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat.
Lalu mereka memilih Stefanus,
seorang yang penuh iman dan Roh Kudus,
dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas,
dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia.
Mereka itu dihadapkan kepada para rasul,
lalu para rasul pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.

Firman Allah makin tersebar,
dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak,
juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 33:1-2.4-5.18-19
R:22
Kasih setia-Mu, ya Tuhan, kiranya menyertai kami,
seperti kami berharap kepada-Mu.


*Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar!
Sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur.
Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi,
bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!

*Sebab firman Tuhan itu benar,
segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
Ia senang pada keadilan dan hukum;
bumi penuh dengan kasih setia-Nya.

*Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takwa,
kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya;
Ia henda melepaskan jiwa mereka dari maut
dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Bacaan Kedua
1Ptr 2:4-9
Kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi.


Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus:

Saudara-saudara terkasih,
datanglah kepada Kristus, batu yang hidup,
yang dibuang oleh manusia,
tetapi dipilih dan dihormati di hadirat Allah.
Biarlah kamu pun dipergunakan sebagai batu hidup
untuk pembangunan suatu rumah rohani
bagi suatu imamat kudus,
untuk mempersembahkan persembahan rohani,
yang berkenan kepada Allah karena Yesus Kristus.
Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci:
   Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion
   sebuah batu yang terpilih,
   sebuah batu penjuru yang mahal,
   dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.

Karena itu, bagi kamu yang percaya, ia mahal,
tetapi bagi mereka yang tidak percaya,
"Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan
telah menjadi batu penjuru;
juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."
Mereka tersandung padanya,
karena mereka tidak taat kepada Firman Allah;
dan memang sudah ditentukan untuk itu.
Tetapi kamulah bangsa yang terpilih,
kaum imam yang rajawi,
bangsa yang kudus,
umat kepunyaan Allah sendiri.
Maka kamu harus memaklumkan perbuatan-perbuatan agung Allah.
Ia telah memanggil kamu keluar dari kegelapan
masuk ke dalam terang-Nya yang menakjubkan.

Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Yoh 14:6
Akulah jalan, kebenaran dan hidup, sabda Tuhan.
Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa
kalau tidak melalui Aku.


Bacaan Injil
Yoh 14:1-12
Akulah jalan, kebenaran dan hidup.


Inilah Injil Yesus Kristus  menurut Yohanes:

Dalam amanat perpisahan-Nya
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Janganlah gelisah hatimu;
percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.
Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.
Sebab Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagimu.
Dan apabila Aku telah pergi ke sana
dan telah menyediakan tempat bagimu,
Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku,
supaya di tempat Aku berada, kamu pun berada.
Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana."

Kata Tomas kepada-Nya,
"Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi;
jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?"
Kata Yesus kepadanya,
"Akulah jalan, kebenaran dan hidup.
Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku.
Sekiranya kamu mengenal Aku,
pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku.
Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."

Kata Filipus kepada-Nya,
"Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami,
dan itu sudah cukup bagi kami."
Kata Yesus kepadanya,
"Telah sekian lama Aku bersama-sama engkau, Filipus,
namun engkau tidak mengenal Aku?
Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;
bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa kepada kami.
Tidak percayakah engkau
bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?
Apa yang Aku katakan kepadamu,
tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri,
tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku,
Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
Percayalah kepada-Ku
bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku;
atau setidak-tidaknya
percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku,
ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,
bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu.
Sebab Aku pergi kepada Bapa.

Demikianlah Injil Tuhan.

#


Mutiara Iman

*JALAN*

14 Mei 2017


_"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup"_
(Yoh 14:6)

Lectio
Kid 6:1-7; Mzm 33:1-2,4-5,18-19; 1Ptr 2:4-9; Yoh 14:1-12

Di suatu subuh, terlihat seorang Ibu sedang menunggu Bis dengan was-was. Di sebelahnya berdiri seorang pemuda, yang kemudian bertanya :
"Ibu di hari Minggu pagi ini sudah terlihat sibuk. Mau ke mana?"


Dengan sedikit kaget, Ibu itu menjawab :
"Oh iya.. saya sedang ada masalah dan mau bertemu orang pintar di dekat gunung."


Pemuda itu berkata :
"Oh ya? Persoalan Ibu sudah selesai?"
"Justru ini yang ke 5 kali saya ksana dan masih gagal. Habis saya bingung mau ke mana lagi?" jawab Ibu itu dengan sedikit terisak.


Lalu pemuda itu berkata :
"Bolehkan saya berdoa untuk Ibu sekarang?"
Ibu itu pun mengiyakan, dan pemuda itu bernyanyi memuji Tuhan dan menaruh kedua tangannya sambil berdoa. 

Tidak lama kemudian, Ibu itu menangis sambil terduduk di halte. 


Setelah pemuda itu selesai berdoa, Ibu itu berkata :

"Terima kasih nak, saya merasa lebih DAMAI. Mau ke manakah kamu nak?"
Pemuda itu menjawab :
"Saya mau ke gereja, Bu. Kita bisa berdoa kepada Tuhan agar membukakan JALAN menuju KEBENARAN."
Lalu Ibu itu menjawab :
"Baik nak, Saya ingin HIDUP."

Kata Yesus kepadanya :
"Akulah JALAN, KEBENARAN dan HIDUP. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Tanpa JALAN, kita tidak bisa BERJALAN; Tanpa KEBENARAN, kita tidak bisa YAKIN; TANPA KEHIDUPAN, hanya ada KEMATIAN.

Oratio
Ya Yesus, Engkaulah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Amin

Missio
_Marilah kita berjalan bersama Yesus agar hidup bersama Bapa._

*Have a Blessed Fifth Sunday of Easter.*

Mutiara-Iman.org
#

"HIDUPLAH DALAM KESEDERHANAAN"

Minggu Paskah V
Pesta S. Matias, Rasul

Bacaan Pertama Kis 6:1-7 Mazmur 33:1-2.4-5.18-19
Bacaan Kedua 1Ptr 2:4-9 Bacaan Injil Yoh 14:1-12.

Surat pertama Rasul Petrus 2:9, menulis.

Petrus berkata :"Ia telah memanggil kamu keluar dari kegelapan masuk kedalam terangNya yang menakjubkan".

Nama Rasul Santo Matias hanya disebut dalam satu peristiwa dalam Perjanjian Baru. Yaitu pada waktu ia di pilih untuk menggantikan Yudas Iskariot. Meskipun demikian tidak bisa dikatakan bahwa peranannya tidak penting. Sebaliknya peranannya amat mendasar. Ia di pilih untuk menggenapi jumlah dua belas rasul sebelum peristiwa pantekosta, yang sering disebut sebagai saat kelahiran Gereja. Dengan demikian, Gereja mempunyai dasar yang amat kuat, yaitu kedua belas rasul.   


Biasanya dikatakan bahwa keistimewaan Santo Matias adalah kesederhanaan, kesetiaan dan ketekunannya yang menjawab panggilan Tuhan untuk masuk kedalam terangNya bukan pertama-tama belajar hidup dari kata-kataNya saja, melainkan terutama karena mewarisi jiwa dan semangatNya. 


Pada zaman sekarang ini hampir semua hal menjadi semakin mudah. Namun ada hal yang semakin sulit; menjadi sederhana. Pada hal kesederhanaan adalah seumpama tanah subur, dimana Tuhan mendapat kesempatan untuk hadir dan berkarya seluas-luasnya.

Marilah Mendaraskan Mazmur 33.
Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN. 

Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur. Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagiNya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagiNya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai! Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakanNya dengan kesetiaan.  (Mzm 33:1-4).
Met Hari Minggu.
#

SabdaNya Minggu 14 - 05 - 17

Kis 6:1-7       1Petr 2:4-9     Yoh 14: 1-12

Shalom,
Kristus adalah Jalan untuk memperbaiki relasi kita dg Allah yg rusak karena segala dosa dan kelalaian.Kerusakan relasi dg Allah inilah yg sesungguhnya menjadi sumber ketidak bahagiaan kita dalam hidup ini.
Dia mengungkapkan segala kebenaran sejati yg berasal dari Allah, bukan yg didasarkan penafsiran2 manusia yg umumnya sulit lepas dari kepentingan diri sendiri atau kelompok.
Dg wafatNya dikayu salib, Dia membuka kesempatan kepada semua orang yg percaya kepadaNya untuk menikmati kehidupan abadi yg berbahagia bersamaNya, setelah segala tugas didunia ini selesai.
Dg demikian, Dia sungguh2 Jalan, Kebenaran dan Hidup.

St Petrus bersaksi bahwa Kristus ini batu hidup yg ditolak/ dibuang manusia (dg membunuh Dia secara keji dan menyamakanNya dg para penjahat besar), tetapi yg dipilih dan dihormati dihadirat Allah (1 Petr 2: 4).


Kalau kita mau mendekatkan diri dgNya, kita juga akan menjadi batu2 hidup yg dipakai untuk membangun rumah rohani yg kudus,yg dimampukan untuk selalu bersyukur kepada Allah karena percaya Dia selalu benar dan adil.

Setelah Roh Kudus turun atas para rasul, mereka tinggal di Yerusalem dan setiap hari mereka bersaksi tentang Siapa Kristus dan apa yg diajarkanNya.Mereka hidup didalam komunitas yg penuh kasih.Banyak orang yg melihat komunitas ini menjadi sangat tertarik dan kemudian bergabung bersama mereka, sehingga terbentuk suatu kelompok besar yg disebut sebagai Jemaat Perdana/pertama.
Semakin lama jumlah jemaat semakin banyak dan yg bergabung bukan hanya orang2 Yahudi yg tinggal didaerah Palestina (yg berbahasa Ibrani), tetapi juga orang2 Yahudi yg tinggal diluar Palestina, yg disebut orang Yahudi diaspora, yg berbahasa Yunani.


Mungkin karena kesulitan dalam berkomunikasi karena perbedaan bahasa dan budaya ini, kelompok yg berbahasa Yunani mengeluh, merasa mereka tidak mendapat pelayanan yg sama.
Karena para rasul berpegang teguh pada ajaran Kristus yg penuh kasih, mereka tidak ber reaksi negatip atas keluhan ini, sekalipun mereka telah bekerja keras dan sama sekali tidak mempunyai niat mem beda2kan.
Mereka berdoa dan kemudian memutuskan untuk berbagi wewenang dan tugas.

Para rasul tetap konsentrasi untuk penginjilan sedangkan masalah administrasi,mereka serahkan kepada 7 orang lain yg disebut Diakon.

Didalam kasih,perbedaan pendapat dan persoalan, justru dapat dijadikan sarana untuk semakin menyempurnakan diri.Tetapi kalau kita masih tidak mau dan mampu melepaskan cara berpikir duniawi, perbedaan pendapat dianggap sebagai suatu pemberontakan yg perlu ditumpas habis, akibatnya akan timbul pertengkaran dan perpecahan.

Para rasul, dg berpegang teguh pada ajaran2 kebenaran Kristus, telah membangun 'rumah rohani' yg kudus dan berkenan dihadapan Allah.
Setiap kita juga sesungguhnya dipanggil untuk membangun rumah rohani, baik didalam keluarga, bersama sahabat2 Kristus lainnya ataupun ditempat kita beraktivitas setiap hari.

Yg harus selalu diingat,jadikanlah Kristus dg segala ajaran dan teladanNya sebagai batu pondasi rumah yg kita bangun, supaya setiap kita juga dapat menjadi batu2 hidup yg kokoh didalam melaksanakan apapun yg dikehendaki Kristus untuk kita lakukan.
Gbu all n hv a blessed Sunday.
#

14th MAY
Fifth Sunday of Easter

John 14:1-12

"Let not your hearts be troubled; believe in God, believe also in me. In my Father's house are many rooms; if it were not so, would I have told you that I go to prepare a place for you? And when I go and prepare a place for you, I will come again and will take you to myself, that where I am you may be also...Truly, truly, I say to you, he who believes in me will also do the works that I do; and greater works than these will he do, because I go to the Father."

"Let not your hearts be troubled", don't worry, Jesus says. And to reinforce the message He adds, "believe in me." Just trust me. Those who believe in Him have nothing to worry about. He has prepared everything for us. God has a plan. It is this faith in Him that gives us optimism.

Chesterton explained that Christian optimism is not about thinking that everything is good (because not 'everything' is always good). 

In St Josemaría's words, our optimism 'is not a sugary optimism; nor is it a mere human confidence that everything will turn out all right.' Christ's disciples know that there are things that are not right. They are not content with things as they are. Our optimism is not that things are all right, but that they can definitely improve by God's power.

A chess competition was organised in a youth club. One of the participants was a semi-professional chess player who made his way to the final easily. In the final game a bitter crowd of beaten youngsters started supporting his opponent enthusiastically. In the first moves his opponent managed to capture a few of his pieces. The horde's whooping was heard when each of those pieces was taken. But the champion kept smiling unconcerned by (apparently) being behind. All of a sudden he made a move and checkmated his opponent. When they asked him if, at any moment of the game, he felt he could lose, 'Not at all,' he answered. 'My opponent was doing exactly what I expected.'

The same happens with those who have faith in God, because He knows the enemy well and what the situation is. It is so easy to be optimistic when we are aware that God plays on our side! 

Mary, my Mother, may we, Christians, never lack that optimism.

#


No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.