Damai
Pertama Damailah di Hati
Lalu bawalah Damai
Ke teman2mu di Dunia.
Hasilnya...
Terserah Yang Maha Kuasa
Yang penting prosesnya
Jangan kuatir pasti ada hasilnya.
Bagai Sesendok garam ini
Yang dimasukkan dalam kuali.
Garam larut dalam kuali.
Tak nampak butiran garamnya lagi
Tapi rasa nya sudah berganti.
#
Bacaan Liturgi 16 Mei 2017
Selasa Pekan Paskah V
Bacaan Pertama
Kis 14:19-28
Mereka menceritakan kepada jemaat,
segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka.
Pembacaan dari Kisah Para Rasul:
Waktu Paulus dan Barnabas di kota Listra
datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium,
dan mereka membujuk orang banyak memihak mereka.
Lalu mereka melempari Paulus dengan batu,
dan menyeretnya ke luar kota,
karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati.
Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia,
bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota.
Keesokan harinya
berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe.
Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota Derbe
dan memperoleh banyak murid.
Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.
Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid,
dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman.
Mereka pun mengatakan,
bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah
kita harus mengalami banyak sengsara.
Di tiap-tiap jemaat
rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat setempat,
dan setelah berdoa dan berpuasa,
mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan,
yang adalah sumber kepercayaan mereka.
Paulus dan Barnabas menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia.
Di situ mereka memberitakan firman di Perga,
lalu pergi ke Atalia, di pantai.
Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia.
Di tempat itulah
mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah
untuk memulai pekerjaan yang telah mereka selesaikan.
Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul,
lalu mereka menceriterakan segala sesuatu
yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka,
dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain
kepada iman.
Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid.
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur
Mzm 145:10-11.12-13b.21
R:11a
Orang-orang yang Kaukasihi, ya Tuhan,
mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu.
*Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,
dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu,
dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
*Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia,
dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia.
Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abadi,
Pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.
*Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan
dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus
untuk seterusnya dan selamanya.
Bait Pengantar Injil
Luk 24:46.26
Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.
Bacaan Injil
Yoh 14:27-31a
Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Dalam amanat perpisahan-Nya
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.
Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,
dan apa yang Kuberikan
tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.
Janganlah gelisah dan gentar hatimu!
Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu:
Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu.
Sekiranya kamu mengasihi Aku,
kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku,
sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu
sebelum hal itu terjadi,
supaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya.
Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu,
sebab penguasa dunia ini datang,
namun ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.
Tetapi dunia harus tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa,
dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu
seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku."
Demikianlah Injil Tuhan.
#
Mutiara Iman
BERTEKUN DALAM IMAN
16 Mei 2017
"Untuk masuk Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara" (Kis 14:22)
Lectio
Kis 14:19-28; Mzm 145:10-11,12-13ab,21; Yoh 14:27-31a
Setelah semua pemuda itu pergi, lalu tabib yang telah sembuh, membantu mereka membereskan barang-barang. Kemudian tabib itu mendekati Agus dan bertanya :
"Dokter Agus, bagaimana anda bisa bertahan sampai dua minggu melayani di desa ini, walaupun sering mendapatkan penganiayaan dari orang-orang di sini?"
Sambil memasukkan buku catatannya, Agus menjawab :
"Ini bagian dari IMAN saya untuk selalu BERTEKUN dan BERTAHAN dalam setiap tantangan, godaan, kesengsaraan dan penganiayaan. Saya percaya Tuhan akan membantu saya, seperti yang terjadi hari ini. Tuhan memakai Pak Tabib membantu kami untuk meluaskan Kerajaan-Nya, Kerajaan yang memberikan KEDAMAIAN dan SUKACITA."
Tabib itu menjawab : "Amin"
Paulus dan Barnabas mengatakan bahwa untuk masuk Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.
Bertahan dalam kesengsaraan adalah bentuk KETEKUNAN dalam IMAN.
Oratio
Ya Bapa, di atas Bumi seperti di dalam Surga. Amin
Missio
Marilah kita BERTAHAN dalam IMAN dalam Yesus, meskipun mengalami banyak KESENGSARAAN.
Have a Blessed Tuesday
#
"HIDUP DAMAI"
Bacaan Liturgi 16 Mei 2017
Selasa Pekan Paskah V
Bacaan Pertama Kis 14:19-28 Mazmur 145:10-11.12-13b.21
Bacaan Injil Yoh 14:27-31a,
Injil Yohanes 14:27, menulis.
Yesus berkata: "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahteraKu Kuberikan padamu."
Damai seringkali terjadi sesudah perseteruan. Hal ini terjadi ketika orang yang terlibat dalam perseteruan itu menyadari bahwa berseteru itu membuat hidup tak pernah aman dan damai. Damai yang diberikan Tuhan adalah damai sejati, damai yang berasal dari Allah, yang tak pernah didapatkan dari dunia. Damai Tuhan menjadikan orang selalu bersukacifa dalam segala keadaan, baik atau buruk. Damai Tuhan mengikat rasul-rasul untuk bertahan menghadapi segala tantangan, damai yang membebaskan mereka dari rasa takut untuk menyelesaikan pekerjaan Tuhan sampai mati. Semua orang ingin hidup damai, namun perjuangan untuk menciptakan damai membutuhkan pengorbanan. Salah satu bentuk pengorbanan yang dibutuhkan untuk hidup damai adalah kerendahan hati dan semangat rela mengampuni siapa saja yang menyakiti hati kita dalam hidup ini.
Tuhan, berikanlah kepadaku semangat damai dan rela mengampuni. Amin.
Salam Maria 3x.
Met Hari Selasa
#
Tuesday, 16th MAY
John 14:27-31a
Jesus said to his disciples: "Peace I leave with you; my peace I give to you; not as the world gives do I give to you. Let not your hearts be troubled, neither let them be afraid. You heard me say to you, 'I go away, and I will come to you.' If you loved me, you would have rejoiced, because I go to the Father."
Jesus prepared His disciples for His Ascension: He will go to Heaven, but they shouldn't be afraid. Christians have no reason whatsoever to be anxious, because He didn't leave us by ourselves. The Holy Spirit, the Paraclete, is in charge now. And when you work for God and with God, there is nothing that can shake your 'spirit'.
One day a journalist asked Pope St John XXIII if he could sleep well at night with all the worries and anxieties of having to lead the Church. He explained that he had problems at the beginning, until one night he told himself: "John, why don't you sleep? Is it you or the Holy Spirit who governs the church? The Holy Spirit, right? Well then, what are you worried about? Go to sleep, John!" Since then, he said, 'I've been able to sleep like a log'.
When Bl Alvaro del Portillo was dying, the doctor who was assisting him was very upset. Bl Alvaro took his hand and calmed him down. Many remember how his face and his look filled those who were with him with peace. On one occasion someone who worked with him was very anxious about the economic situation they were in. He thought that Bl Alvaro didn't understand it well and said to him: 'Don Alvaro, if this continues you could end up in prison'. Bl Alvaro replied with serenity: 'If that ever happens, remember to bring me plenty of paper and the type-writer. I can work from there… no problem.'
Peace is a common feature of all saints: when you are with them you feel at peace. Their own peace 'infects' everyone around them. Our worries and anxieties have to be seen in perspective. When you have a speck of dust on your glasses you see it as a huge stain obstructing your vision. But in reality it is a tiny speck.
Mother, Our Lady of Peace, bring peace to the world; bring this fruit of the Holy Spirit into my soul so that I can become, wherever I am, a source of peace for everyone.
#

No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.