Wednesday, March 20, 2013

REN" Rabu, 20 Maret 2013. Misa Pelantikan Paus. KEBENARAN YANG MEMERDEKAKAN. Pedagang Bagdad.

Misa pelantikan Paus dapat dilihat di
http://www.youtube.com/watch?v=L8UkpJI-6hM&feature=g-high-lsb
______________

Mutiara Iman
KEBENARAN YANG MEMERDEKAKAN
20 Maret 2013

"Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu"
(Yoh 8:32)

Lectio:
Dan 3:14-20,24-25,28; MT Dan 3:52,53,54,55,56; Yoh 8:31-42

Doni adalah seorang pria yang baik dan sangat ramah, tetapi sayangnya pendidikannya hanya tamatan SMU saja sehingga jabatannya di kantor tidak bisa tinggi.

Perusahaannya mempercayakannya untuk meng-entertain para pejabat dan rekan bisnis perusahaan.

Awalnya dia menerima pekerjaan tersebut dengan senang hati. Hampir semua klub malam dan tempat hiburan pernah didatanginya. Tetapi lama kelamaan, hati kecilnya seperti menolak dan merasa tidak nyaman dengan pekerjaan ini.

Walaupun begitu ia tak kuasa berhenti pekerjaan dan seperti tidak punya pilihan lain. Di suatu dini hari setelah selesai acara entertain, ia pulang dengan mengendarai mobil dan secara tidak sengaja ia mendengar acara Oase Rohani Katolik di radio. Seperti air yang mengalir di padang pasir, demikian Doni merasa tenang jiwanya.


Sejak saat itu, ia selalu rindu untuk mendengar acara rohani tersebut setelah selesai bekerja. Selang 2 minggu kemudian, Doni menghadap atasannya dan meminta untuk dipindahkan ke pekerjaan yang lain karena pekerjaan sekarang tidak sesuai dengan hati nuraninya.
Akhirnya permohonannya disetujui dan dipromosikan menjadi General Manager bagian Pembelian.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.

Sabda Allah adalah kebenaran yang membebaskan kita dari hamba dosa.

Oratio:
Firman-Mu pelita bagi hatiku, terang bagi jalanku.
Amin

Missio:
Marilah kita selalu berpegang pada Sabda Allah yang menghidupkan dan membebaskan.
Have a Blessed Wednesday.
_____________

RENUNGAN PAGI
Rabu, 20 Maret 2013
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu
Matius 7;5
Ada peribahasa yang mengatakan, semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak, yang artinya, kesalahan diri sendiri tidak terlihat, kesalahan orang lain terlihat
Kecenderungan manusia selalu membenarkan diri sendiri dan menyalahkan orang lain dan tidak sedikit juga yang menyalahkan Tuhan
Kita pun sebagai orang percaya tanpa sadar juga sering tidak mau disalahkan atau dikritik, tetapi dengan mudahnya kita mencari kambing hitam, menyalahkan orang lain
Memang menilai keburukan atau kesalahan orang lain itu tidak sulit, yang sulit adalah menilai diri sendiri
Menjadi komentator atau kritikus lebih mudah dari pada melakukannya
Yesus dengan keras mengatakan bahwa orang yang suka menyalahkan orang lain tanpa menguji diri sendiri adalah orang munafik
Daud memberi contoh yang baik, dia berkata: "selidikilah aku, ya Allah dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong dan tuntunlah aku di jalan yang kekal"
Ketika kita menguji atau memeriksa diri sendiri, berarti kita melihat segala sesuatu dari diri kita dengan jujur dan menyeluruh, kita bisa menyadari kelemahan, bahkan kesalahan kita sendiri
Paulus juga pernah menasehati jemaat di Korintus, katanya; "ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji"
Ingatlah, sebelum kita menunjukkan jari, menunjuk orang lain, menyalahkan orang lain, hanya satu jari yang mengarah ke orang lain dan ada 3 jari lain yang tertuju kepada kita
Marilah kita belajar memeriksa diri kita sendiri terlebih dahulu ketimbang menyalahkan orang lain
Tuhan Yesus memberkati.
_______________

Bacaan dari kitab Daniel.
= Dan.3:14-20,24-25,28 =
Berkatalah Nebukadnezar kepada mereka:
"Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?
Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"
Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar:
"Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.
Kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.
Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya:
"Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?"
Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"
Berkatalah Nebukadnezar:
"Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego!
Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka.
____________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.
= Yoh.8:31-42 =
Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya:
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Jawab mereka:
"Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun.
Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"
Kata Yesus kepada mereka:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka."
Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.
Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."
Jawab mereka kepada-Nya:
"Bapa kami ialah Abraham."
Kata Yesus kepada mereka:
"Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.
Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri."
Jawab mereka:
"Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah."
Kata Yesus kepada mereka:
"Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah.
Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.
________________

Pada suatu malam, seorang pedagang dari Baghdad berjalan seorang diri di jalan gunung yang sepi.

Dalam keheningan, dia mendengar sebuah suara misterius berkata kepadanya:
"Membungkuklah, ambillah beberapa batu dari sisi jalan, besok pagi Anda akan bersukacita".

Meskipun pedagang tidak percaya batu-batu akan membawa sukacita, tapi ia membungkuk dan memungut beberapa batu di pinggir jalan, dan dimasukkan ke saku, lalu melanjutkan perjalanannya.

Keesokan harinya, setelah matahari terbit, tiba-tiba pedagang ini teringat di kantongnya ada  beberapa potong batu, lalu dia mengeluarkannya untuk melihat. Ketika dia mengeluarkan salah satu batu, dia tertegun, rupanya ini bukan sebuah batu biasa, tetapi adalah sebutir berlian!

Pedagang itu lalu mengambil batu yang kedua, ketiga, keempat ... dan ia melihat batu-batu tersebut adalah... rubi, zamrud, safir....
Pedagang sangat gembira, begitu banyak batu permata bisa mendapatkan banyak uang jika dijual!

Tetapi sekejap kemudian, pedagang menjadi sedih. Dia menyesal kenapa semalam dia tidak mengambil lebih banyak batu lagi, maka batu permatanya akan semakin banyak! Dan dia akan menjadi kaya raya! Sepanjang jalan pedagang memikirkan hal tersebut hatinya semakin geram, sukacitanya yang terdahulu telah hilang, lenyap bagaikan asap.

Seseorang yang tahu merasa bersyukur dan merasa puas, maka kegembiraan dan rasa bahagianya akan lebih banyak. Ketika pedagang ini menyadari batu pertamanya adalah sebuah berlian, dia merasa sangat gembira, tetapi ketika dia mulai menyesal kenapa semalam tidak mengambil lebih banyak lagi, kegembiraannya mulai lenyap.

Gembira sebenarnya sangat sederhana. Dia adalah milik orang yang tahu rasa syukur dan merasa puas, bukan milik orang yang tamak.

Biasanya orang merasa susah dan tidak gembira, karena tidak tahu bersyukur dan tidak merasa puas, mengharapkan terlalu banyak yang bukan milik sendiri. Di dalam hati terlalu banyak beban dan barang yang diinginkan yang tak tercapai, tidak bisa melepaskan, maka kita akan merasa hidup ini sangat melelahkan.

Ketika engkau bisa melepaskan beban di dalam hati, engkau akan menyadari semua kesusahan, kelelahan dan rasa tertekan di dalam hidup ini juga terlepas, engkau akan merasa sangat ringan, rileks dan bahagia.
[Sofia Ng / Jember]
________________


God Bless All of You.








































No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.