Banyak orang sangat berhati-hati dalam merawat sepatu mereka, tetapi mereka tidak pernah memikirkan bagaimana merawat salibnya supaya tidak berdebu.
Bagaikan seorang tukang kebun bekerja dr pagi sampai malam utk mematikan segala rumput liar di ladangnya dan memenuhi tamannya dgn bunga berbagai jenis, demikian juga marilah kita bekerja setiap hari utk membinasakan kefanaan jiwa kita dan menanaminya dgn berbagai kuntum keutamaan.
______________
Renungan Harian RD.@ntara.KAJ Selasa, 5 Febr 13 : http://bit.ly/XSMFEM
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
= Markus 5:21-43 =.
Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia.
Sedang Ia berada di tepi danau, datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus.
Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya:
"Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."
Lalu pergilah Yesus dengan orang itu.
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya:
"Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya:
"Siapa yang menjamah jubah-Ku?"
Murid-murid-Nya menjawab:
"Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?"
Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
Maka kata-Nya kepada perempuan itu:
"Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata:
"Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat:
"Jangan takut, percaya saja!"
Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu:
"Mengapa kamu ribut dan menangis?
Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"
Tetapi mereka menertawakan Dia.
Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya:
"Talita kum,"
yang berarti:
"Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
________________
RENUNGAN PAGI
Selasa, 05 Febuari 2013
"Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap"
(1 Korintus 13:8)
Hal utama dalam iman kristiani adalah kasih, tetapi bukan kasih kodrati manusia yang berupa kasih eros, filia atau storge, tetapi lebih dari semuanya, kasih Ilahi, yaitu kasih agape
Kasih agape adalah kasih Allah yang tanpa syarat, tanpa batas dan sering diumpamakan kasih "meskipun".
Meskipun kita manusia berdosa, Allah tetap mengasihi kita,
meskipun kita tidak setia, Ia tetap setia
Paulus mengatakan bahwa kasih itu jauh lebih penting dari karunia-karunia yang kita miliki dari Tuhan, karena kasih tidak berkesudahan, kasih tidak ada batasnya, nubuat dan bahasa roh akan berakhir, pengetahuan pun akan lenyap
Bahkan sekalipun kita memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika kita tidak memiliki kasih, kita sama sekali tidak berguna
Hidup orang percaya yang berkemenangan adalah hidup yang digerakkan oleh kasih agape, bukan "egepe", yang tidak memperdulikan orang lain
Dalam perumpamaan orang Samaria yang murah hati adalah contoh kasih agape, kasih yang peduli terhadap penderitaan orang lain, kasih yang bersedia melakukan lebih dari yang ditentukan, ketika orang memaksa kita berjalan satu mil, kita bersedia berjalan dua mil
Ketika yang lain mengatakan "titik", kasih mengatakan "koma"
Kasih juga berarti melihat dari sudut pandang yang lain, ketika kita melihat orang-orang yang hidupnya tidak karuan, brengsek di sekitar kita, maka timbul kebencian dalam hati kita, tetapi ketika kasih Allah mulai merayap, masuk ke dalam hati, segalanya berubah
Orang-orang 'brengsek' itu masih tetap ada, tetapi kini kita melihat mereka sebagai orang-orang yang patut dikasihi, sebagaimana Kristus mengasihi mereka, kasih mengubah sudut pandang kita
Bila kita membiarkan kasih agape menjadi penggerak kehidupan, maka akal budi kita akan kian jernih, kita akan kian peka dan terbuka bagi sesama
Tuhan Yesus memberkati
________________
God Bless All of You.
Bagaikan seorang tukang kebun bekerja dr pagi sampai malam utk mematikan segala rumput liar di ladangnya dan memenuhi tamannya dgn bunga berbagai jenis, demikian juga marilah kita bekerja setiap hari utk membinasakan kefanaan jiwa kita dan menanaminya dgn berbagai kuntum keutamaan.
______________
Renungan Harian RD.@ntara.KAJ Selasa, 5 Febr 13 : http://bit.ly/XSMFEM
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
= Markus 5:21-43 =.
Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia.
Sedang Ia berada di tepi danau, datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus.
Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya:
"Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."
Lalu pergilah Yesus dengan orang itu.
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.
Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya:
"Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.
Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya:
"Siapa yang menjamah jubah-Ku?"
Murid-murid-Nya menjawab:
"Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?"
Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.
Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.
Maka kata-Nya kepada perempuan itu:
"Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata:
"Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"
Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat:
"Jangan takut, percaya saja!"
Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.
Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu:
"Mengapa kamu ribut dan menangis?
Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"
Tetapi mereka menertawakan Dia.
Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.
Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya:
"Talita kum,"
yang berarti:
"Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.
Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
________________
RENUNGAN PAGI
Selasa, 05 Febuari 2013
"Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir, bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap"
(1 Korintus 13:8)
Hal utama dalam iman kristiani adalah kasih, tetapi bukan kasih kodrati manusia yang berupa kasih eros, filia atau storge, tetapi lebih dari semuanya, kasih Ilahi, yaitu kasih agape
Kasih agape adalah kasih Allah yang tanpa syarat, tanpa batas dan sering diumpamakan kasih "meskipun".
Meskipun kita manusia berdosa, Allah tetap mengasihi kita,
meskipun kita tidak setia, Ia tetap setia
Paulus mengatakan bahwa kasih itu jauh lebih penting dari karunia-karunia yang kita miliki dari Tuhan, karena kasih tidak berkesudahan, kasih tidak ada batasnya, nubuat dan bahasa roh akan berakhir, pengetahuan pun akan lenyap
Bahkan sekalipun kita memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika kita tidak memiliki kasih, kita sama sekali tidak berguna
Hidup orang percaya yang berkemenangan adalah hidup yang digerakkan oleh kasih agape, bukan "egepe", yang tidak memperdulikan orang lain
Dalam perumpamaan orang Samaria yang murah hati adalah contoh kasih agape, kasih yang peduli terhadap penderitaan orang lain, kasih yang bersedia melakukan lebih dari yang ditentukan, ketika orang memaksa kita berjalan satu mil, kita bersedia berjalan dua mil
Ketika yang lain mengatakan "titik", kasih mengatakan "koma"
Kasih juga berarti melihat dari sudut pandang yang lain, ketika kita melihat orang-orang yang hidupnya tidak karuan, brengsek di sekitar kita, maka timbul kebencian dalam hati kita, tetapi ketika kasih Allah mulai merayap, masuk ke dalam hati, segalanya berubah
Orang-orang 'brengsek' itu masih tetap ada, tetapi kini kita melihat mereka sebagai orang-orang yang patut dikasihi, sebagaimana Kristus mengasihi mereka, kasih mengubah sudut pandang kita
Bila kita membiarkan kasih agape menjadi penggerak kehidupan, maka akal budi kita akan kian jernih, kita akan kian peka dan terbuka bagi sesama
Tuhan Yesus memberkati
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.