Tuesday, February 5, 2013

REN" Selasa, 5 Februari 2013. Sembuh karena Iman dan Perbuatan.

FRESH JUICE 5 FEBRUARI 2013
( Renungan Harian Katolik Audio )
http://media.blubrry.com/dailyfreshjuice/p/dailyfreshjuice.net/wp-content/uploads/2013/02/FJ2013-02-05-JANGANTAKUT-PERACAYASAJA-YOVIE.mp3
Salam Fresh Juice?...
______________
"ASAL KUJAMAH SAJA JUBAHNYA,AKU AKAN SEMBUH."
Mrk 5:21-43.
PW ST. AGATA,PERAWAN & MARTIR.

Pagi ini kita diingatkan akan mukjizat Tuhan lewat kisah perempuan yg telah 12 thn lamanya sakit pendarahan dan anak Yairus yg telah mati dibangkitkan oleh Yesus.

Kedua peristiwa ini memberi pesan yg sama kpd kita bahwa baik Yairus maupun perempuan yg sakit pendarahan berinisiatif utk datang kpd Tuhan.
Mereka melangkah dlm iman.


Inisiatif dari Yairus dlm sikap kerendahan hatinya, ia tersungkur di depan kaki Tuhan.
Inisiatif perempuan yg sakit pendarahan disertai sikap keberanian utk mendekat dan menjamah jubah Yesus, sehingga terjadilah mukjizat.
Inisiatif dari kedua tokoh ini berbuah berkat yg melimpah dari Tuhan.

YUK KITA MOHONKAN RAHMAT IMAN, HARAPAN DAN KASIH AGAR MENJADI SATU RANGKAIAN YG INDAH DAN AKAN MENJADI SARANA YG MENYELAMATKAN BAGI KITA,
Gbu.
(C. Siu Chen)
_______________

Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
= Markus 5:21-43 =.

Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia.
Sedang Ia berada di tepi danau, datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus.
Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya:
"Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup."

Lalu pergilah Yesus dengan orang itu.
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.

Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.

Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya:
"Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya:
"Siapa yang menjamah jubah-Ku?"

Murid-murid-Nya menjawab:
"Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?"

Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.

Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.

Maka kata-Nya kepada perempuan itu:
"Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"

Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata:
"Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?"

Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat:
"Jangan takut, percaya saja!"

Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus.

Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu:
"Mengapa kamu ribut dan menangis?
Anak ini tidak mati, tetapi tidur!"

Tetapi mereka menertawakan Dia.

Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu.

Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya:
"Talita kum,"
yang berarti:
"Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"

Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub.

Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
________________
Renungan Harian RD.@ntara.KAJ Selasa, 5 Febr 13 : http://bit.ly/XSMFEM
________________


God Bless All of You.













































No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.