Renungan Harian:
Rm. Antara.KAJ
Selasa Prapaskah 1 Tgl 19 FebK13 :
http://bit.ly/WFpNvr
______________
DOA BAPA KAMI ADALAH DOA YG MEMULIAKAN ALLAH SEBAGAI BAPA YG AKAN MENCUKUPI MANUSIA DGN APA YG DIPERLUKAN.
(Mat 6:7-15).
Doa yg benar dpt mengantar org pd pengenalan akan Allah, juga pada diri sendiri.
Ketika kita berdoa, kita akan masuk kedalaman hati dan hati Allah sendiri.
Krn Roh Allah bersemayan di dlm lubuk hati kita yg paling dalam.
Allah tahu ke dalaman hati kita dan apa yg kita perlukan.
Krn itu dlm berdoa tdk perlu banyak kata-kata, tetapi banyak cinta yg diperlukan.
Sebab Allah adalah Kasih, dan Allah hanya dapat dijangkau dgn cinta kasih.
Bangsa ini memuliakan Aku dgn bibirnya, padahal hatinya jauh dari padaKu.
(Mat 15:8).
Buah sejati dari doa adalah dorongan utk memberikan pengampunan.
Kualitas doa kita diukur dari buah-buah pengampunan yg kita berikan kpd sesama.
Jika tdk,pasti ada yg salah dlm doa kita.
Sebab cinta kasih kpd sesama dan kpd Allah tdk mungkin dpt dipisahkan.
YUK KITA BERTEKUN DLM DOA BAPA KAMI, MAKA KITA AKAN MASUK PADA MISTERI KEBAIKAN ALLAH,
Gbu.
_____________
Bacaan dari kitab nabi Yesaya. Yes.55:10-11
Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Matius.
= Matius 6:7-15 =
Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
Karena itu berdoalah demikian:
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
(Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
________________
Di awal tahun tim basket pria Wisconsin benar-benar mendaki bukit.
Pelatih Bo Ryan mengenalkan timnya ke sebuah bukit di dekat taman. Bukit itu cukup tinggi dan cukup curam, menyenangkan bagi anak-anak bermain dengan kereta luncurnya meluncur dengan cepat dan panjang. Juga cukup tinggi untuk didaki.
Ryan menunjuk ke atas, dan timnya berlari ke bukit enam kali. Seorang pemuda berbaring terengah-engah, Ryan mengatakan,
"Kita akan melakukannya sampai tanggal 22."
Dia gila, mereka pikir. Namun dalam sebulan, mereka bisa melakukannya, dan saat melakukannya, kepercayaan mereka makin kuat satu sama lain juga kepada pelatih mereka.
Kepercayaan ini terbayar. Sebagai pemula, Wisconsin tidak diharapkan memenangkan banyak pertandingan. Akan tetapi berkat keterampilan dan latihan bersama, mereka meraih kesempatan masuk dalam sepuluh besar.
Saat musim pertandingan babak kedua melawan Minnesota, saingan tangguh di posisi teratas. Sempat kalah 13 angka pada 13 menit permainan pertama. Tampak suram. Namun seorang pemain ingat,
"Saya punya perasaan kita akan bekerja sama."
Mereka melakukannya – dan menang.
Kemenangan ini berkat pendakian bersama menuju puncak kemenangan. Tim ini tidak pernah lupa pada bukit. Seorang pemain ingat,
"Setiap kali kami menemui kesulitan, kami selalu berpikir kami akan mencapainya bersama-sama."
Pelatih Ryan mereview,
"Hal apa yang penting mengenai ini?
Bagaima para pemain merasakan diri mereka sendiri."
Dan perasaan itu dimulai dengan berlari mendaki ke atas bukit.
[Susanti Lim / Pontianak]
________________
God Bless All of You.
Rm. Antara.KAJ
Selasa Prapaskah 1 Tgl 19 FebK13 :
http://bit.ly/WFpNvr
______________
DOA BAPA KAMI ADALAH DOA YG MEMULIAKAN ALLAH SEBAGAI BAPA YG AKAN MENCUKUPI MANUSIA DGN APA YG DIPERLUKAN.
(Mat 6:7-15).
Doa yg benar dpt mengantar org pd pengenalan akan Allah, juga pada diri sendiri.
Ketika kita berdoa, kita akan masuk kedalaman hati dan hati Allah sendiri.
Krn Roh Allah bersemayan di dlm lubuk hati kita yg paling dalam.
Allah tahu ke dalaman hati kita dan apa yg kita perlukan.
Krn itu dlm berdoa tdk perlu banyak kata-kata, tetapi banyak cinta yg diperlukan.
Sebab Allah adalah Kasih, dan Allah hanya dapat dijangkau dgn cinta kasih.
Bangsa ini memuliakan Aku dgn bibirnya, padahal hatinya jauh dari padaKu.
(Mat 15:8).
Buah sejati dari doa adalah dorongan utk memberikan pengampunan.
Kualitas doa kita diukur dari buah-buah pengampunan yg kita berikan kpd sesama.
Jika tdk,pasti ada yg salah dlm doa kita.
Sebab cinta kasih kpd sesama dan kpd Allah tdk mungkin dpt dipisahkan.
YUK KITA BERTEKUN DLM DOA BAPA KAMI, MAKA KITA AKAN MASUK PADA MISTERI KEBAIKAN ALLAH,
Gbu.
_____________
Bacaan dari kitab nabi Yesaya. Yes.55:10-11
Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Matius.
= Matius 6:7-15 =
Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
Karena itu berdoalah demikian:
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.
(Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)
Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
________________
Di awal tahun tim basket pria Wisconsin benar-benar mendaki bukit.
Pelatih Bo Ryan mengenalkan timnya ke sebuah bukit di dekat taman. Bukit itu cukup tinggi dan cukup curam, menyenangkan bagi anak-anak bermain dengan kereta luncurnya meluncur dengan cepat dan panjang. Juga cukup tinggi untuk didaki.
Ryan menunjuk ke atas, dan timnya berlari ke bukit enam kali. Seorang pemuda berbaring terengah-engah, Ryan mengatakan,
"Kita akan melakukannya sampai tanggal 22."
Dia gila, mereka pikir. Namun dalam sebulan, mereka bisa melakukannya, dan saat melakukannya, kepercayaan mereka makin kuat satu sama lain juga kepada pelatih mereka.
Kepercayaan ini terbayar. Sebagai pemula, Wisconsin tidak diharapkan memenangkan banyak pertandingan. Akan tetapi berkat keterampilan dan latihan bersama, mereka meraih kesempatan masuk dalam sepuluh besar.
Saat musim pertandingan babak kedua melawan Minnesota, saingan tangguh di posisi teratas. Sempat kalah 13 angka pada 13 menit permainan pertama. Tampak suram. Namun seorang pemain ingat,
"Saya punya perasaan kita akan bekerja sama."
Mereka melakukannya – dan menang.
Kemenangan ini berkat pendakian bersama menuju puncak kemenangan. Tim ini tidak pernah lupa pada bukit. Seorang pemain ingat,
"Setiap kali kami menemui kesulitan, kami selalu berpikir kami akan mencapainya bersama-sama."
Pelatih Ryan mereview,
"Hal apa yang penting mengenai ini?
Bagaima para pemain merasakan diri mereka sendiri."
Dan perasaan itu dimulai dengan berlari mendaki ke atas bukit.
[Susanti Lim / Pontianak]
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.