Mutiara Iman
MATA TELAH MELIHAT KESELAMATAN
2 Pebruari 2013
"Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu"
(Luk 2:30)
Lectio:
Mal 3:1-4 atau Ibr 2:14-18;
Mzm 24:7,8,9.10;
Luk 2:22-40
Seorang gadis cilik berusia 12 tahun yang memiliki paras cantik sering dikatakan memiliki modal untuk menjadi bintang film. Tetapi tidak disangka, ia justru bercita-cita ingin menjadi seperti Bunda Teresa, ketimbang menjadi bintang film terkenal yang kaya raya.
Ketika ditanyakan mengapa demikian, ia menjawab:
"Saya sering membaca kisah hidup para bintang film yang sudah terkenal sejak muda. Walaupun mereka memiliki ketenaran dan uang, tetapi seringkali jatuh ke dalam dosa dan kejahatan, seperti kecanduan alkohol dan narkoba, mencuri, kebut-kebutan, seakan mereka tidak memiliki hidup. Tetapi Bunda Teresa dikenang orang sepanjang masa oleh karena kasih yang telah diberikannya kepada sesama"
Dalam Injil hari ini, Yesus dipersembahkan di Bait Allah, dan ketika Simeon melihat Yesus, ia berkata:
"sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan dari pada-Mu".
Kitapun bisa seperti Simeon yang mampu melihat karya keselamatan Tuhan di dunia ini, asalkan kita meminta Roh Kudus agar setia berjalan di jalan Tuhan.
Oratio:
Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan, semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan! Amin
(Mzm 24)
Missio:
Marilah kita mempersembahkan hidup kita hanya untuk kemuliaan Allah.
Have a Blessed Saturday...
______________
Mari kita berdoa bagi para imam, biarawan-biarawati seluruh kota Roma, yang pada hari ini bersama Paus Benediktus di Vatikan,
merayakan pembaharuan serah diri mereka bagi Tuhan secara utuh, penuh dan
selama-lamanya.
Semoga Tuhan memberkati mereka satu persatu, dan semoga Tuhan juga menerima persembahan diri kita. Amin.
1X Bapa kami,
Salam Maria dan
Kemuliaan
untuk Bapa Suci, para uskup, imam, diakon dan biarawan-biarawati.
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas.
= Luk.2:22-40 =
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan:
"Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."
Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu:
"Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."
Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
________________
Di jaman dahulu kala alam masih liar, manusia dan hewan liar masih hidup berdampingan. Sering terjadi serigala liar masuk ke perkampungan untuk mencari makanan dan kadang-kadang memangsa manusia.
Suatu hari seekor induk serigala masuk ke perkampungan dan berhasil menculik seorang bayi. Induk serigala kemudian membawa si bayi kembali ke sarang serigala untuk di mangsa.
Akan tetapi sesampainya di sarang serigala, si bayi karena masih polos dan tidak mengerti, malah bermain dengan bayi-bayi serigala. Bayi-bayi serigala juga karena masih polos dan tidak mengerti, menerima si bayi sebagai teman sepermainan mereka.
Melihat hal itu, induk serigala kemudian tidak sampai hati untuk memangsa si bayi manusia.
Malah kemudian membesarkannya bersama anak-anak serigala lainnya sebagai se ekor serigala.
Seiring dengan waktu si bayi manusia kemudian menjadi semakin mirip serigala.
Walaupun aslinya ia adalah seorang manusia, tingkah laku maupun suaranya sudah benar-benar seperti seekor serigala.
Hal ini semuanya karena si anak manusia ini dibesarkan dan di didik oleh induk serigala.
Ketika lahir murni dan polos, bertambah usia menjadi sesuai pendidikan dan pengaruh lingkungan.
(Oleh: Yong De)
Renungan:
Bagaimana dengan diri kita ?
Bagaimana dengan diri anak-anak kita ?
Apakah bersama "serigala" ?
Apakah sikap kita seperti "serigala" ?
Smoga Tuhan beserta Anda (dan anak-anak Anda)
________________
God Bless All of You.
MATA TELAH MELIHAT KESELAMATAN
2 Pebruari 2013
"Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu"
(Luk 2:30)
Lectio:
Mal 3:1-4 atau Ibr 2:14-18;
Mzm 24:7,8,9.10;
Luk 2:22-40
Seorang gadis cilik berusia 12 tahun yang memiliki paras cantik sering dikatakan memiliki modal untuk menjadi bintang film. Tetapi tidak disangka, ia justru bercita-cita ingin menjadi seperti Bunda Teresa, ketimbang menjadi bintang film terkenal yang kaya raya.
Ketika ditanyakan mengapa demikian, ia menjawab:
"Saya sering membaca kisah hidup para bintang film yang sudah terkenal sejak muda. Walaupun mereka memiliki ketenaran dan uang, tetapi seringkali jatuh ke dalam dosa dan kejahatan, seperti kecanduan alkohol dan narkoba, mencuri, kebut-kebutan, seakan mereka tidak memiliki hidup. Tetapi Bunda Teresa dikenang orang sepanjang masa oleh karena kasih yang telah diberikannya kepada sesama"
Dalam Injil hari ini, Yesus dipersembahkan di Bait Allah, dan ketika Simeon melihat Yesus, ia berkata:
"sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan dari pada-Mu".
Kitapun bisa seperti Simeon yang mampu melihat karya keselamatan Tuhan di dunia ini, asalkan kita meminta Roh Kudus agar setia berjalan di jalan Tuhan.
Oratio:
Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan, semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan! Amin
(Mzm 24)
Missio:
Marilah kita mempersembahkan hidup kita hanya untuk kemuliaan Allah.
Have a Blessed Saturday...
______________
Mari kita berdoa bagi para imam, biarawan-biarawati seluruh kota Roma, yang pada hari ini bersama Paus Benediktus di Vatikan,
merayakan pembaharuan serah diri mereka bagi Tuhan secara utuh, penuh dan
selama-lamanya.
Semoga Tuhan memberkati mereka satu persatu, dan semoga Tuhan juga menerima persembahan diri kita. Amin.
1X Bapa kami,
Salam Maria dan
Kemuliaan
untuk Bapa Suci, para uskup, imam, diakon dan biarawan-biarawati.
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas.
= Luk.2:22-40 =
Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan:
"Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."
Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu:
"Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."
Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
________________
Di jaman dahulu kala alam masih liar, manusia dan hewan liar masih hidup berdampingan. Sering terjadi serigala liar masuk ke perkampungan untuk mencari makanan dan kadang-kadang memangsa manusia.
Suatu hari seekor induk serigala masuk ke perkampungan dan berhasil menculik seorang bayi. Induk serigala kemudian membawa si bayi kembali ke sarang serigala untuk di mangsa.
Akan tetapi sesampainya di sarang serigala, si bayi karena masih polos dan tidak mengerti, malah bermain dengan bayi-bayi serigala. Bayi-bayi serigala juga karena masih polos dan tidak mengerti, menerima si bayi sebagai teman sepermainan mereka.
Melihat hal itu, induk serigala kemudian tidak sampai hati untuk memangsa si bayi manusia.
Malah kemudian membesarkannya bersama anak-anak serigala lainnya sebagai se ekor serigala.
Seiring dengan waktu si bayi manusia kemudian menjadi semakin mirip serigala.
Walaupun aslinya ia adalah seorang manusia, tingkah laku maupun suaranya sudah benar-benar seperti seekor serigala.
Hal ini semuanya karena si anak manusia ini dibesarkan dan di didik oleh induk serigala.
Ketika lahir murni dan polos, bertambah usia menjadi sesuai pendidikan dan pengaruh lingkungan.
(Oleh: Yong De)
Renungan:
Bagaimana dengan diri kita ?
Bagaimana dengan diri anak-anak kita ?
Apakah bersama "serigala" ?
Apakah sikap kita seperti "serigala" ?
Smoga Tuhan beserta Anda (dan anak-anak Anda)
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.