Saturday, February 2, 2013

REN" Sabtu, 2 Februari 2013. Doa dalam Galau. MELIHAT TUHAN DAN HIDUP.

Bacaan hari ini
Sabtu 2 Feb 2013
= Lukas 2:22-40 =

Saudaraku,
bila kita sedang cemas dan galau karena masalah dalam keluarga, ditempat kerja, serahknlah semuanya dihadapan ALLAH.

Ciri orang yang beriman adalah kemampuan untuk menyandarkan segala perkara dihadapan ALLAH. Sambil tetap berusaha, kita perlu banyak berdoa agar dalam kecemasan kita tidak jatuh dalam dosa, atau pelarian pada hal2 yang merusak.

Sebaliknya dalam kecemasan, kegalauan buatlah hati dan pikiran kita terarah kepada TUHAN, diarahkan oleh iman, dijaga oleh keteguhan hati agar kita tidak jatuh dalam hal yang kelam, melainkan terpelihara sampai kita merasa aman dan damai.......


1 2 3........yes........Gbu
______________

Renungan Pagi:
"MELIHAT TUHAN DAN ENGKAU HIDUP"
Sabtu 2 Februari 2013
Pada Pesta YESUS DIPERSEMBAHKAN DI KENISAH
Injil Luk 2:22-40

Simeon berkata kepada Tuhan ketika Yesus dipersembahkan oleh orang tua-Nya di Baik Allah:
"Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."

Dengan matanya sendiri Simeon telah melihat keselamatan yang datang dari Yahweh; telinganya sendiri telah mendengar suara Sang Penyelamatnya; Dan, terlebih dari itu hati Simeon sendiri merasakan kehadiran Allah yang mencintai dan menyelamat. Karena itu, segalanya tidak ada artinya lagi, bahkan hidupnya pun boleh diambil dari padanya karena keselamatan itu telah dirasakannya. Itulah ungkapan hati seorang Simeon ketika bertemu Sang Juru Selamatnya.

Engkau pun telah mengimani Tuhan, melihat kuat kuasa-Nya serta merasakan kasih dan penyertaan-Nya, bukan agar engkau mati, melainkan agar engkau hidup. Hidup untuk menjadi saksi-Nya atas semua karya cinta-Nya terhadap dunia. Dan, engkau terpilih untuk menjadi alat-Nya.

Karena itu, biarlah sisa hidup ini kita gunakan untuk memberitakan karya ajaib Tuhan kepada sesama kita lewat kata dan perbuatan kita. Kuyakinkan engkau para sahabatku bahwa engkau tidak hanya terpanggil, melainkan terpilih oleh Tuhanmu untuk menjadi saluran cinta-Nya kepada sesamamu. Engkau pasti bisa melakukannya.

Selamat berakhir pekan.....
Tuhan memberkatimu.
Salam dan doa seorang sahabat untuk para sahabatnya,
***Duc in Altum***
_______________

Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Lukas.
= Luk.2:22-40 =

Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan:
"Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah", dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.

Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
"Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."
Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.

Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu:
"Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan --dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."

Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.

Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.

Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
________________
RenHar
Sabtu, 2/2/2013
Mal 3:1-4
Luk 2:22-32

Di Pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah hari ini, Mgr. Ignatius Suharyo mengajak kita merenungkan:
Semasa hidupnya Bunda Teresa dari Kalkuta, dengan mata kontemplatifnya mampu melihat wajah Kristus dalam wajah saudari/a yang paling miskin di antara yg miskin.
Kitapun dapat mengasah mata iman kita, misalnya dengan Adorasi Ekaristi ..

Selamat pagi ..
Selamat berakhir pekan ..
Berkah Dalem...
⌣Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣☺
________________


God Bless All of You.






































No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.