Friday, February 8, 2013

REN" Jumat, 8 Februari 2013. Harta n Kuasa bisa membuat orang lebih baik atau kebalikannya.

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.
Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
(Ibrani 13:5)
Allah yg memberi hidup, memelihara, mengiringi dan menuntun hidup kita.
Marilah mengandalkan Allah. Met beraktivitas . Gbu
______________
‎​RENUNGAN PAGI
Jumat, 08 Febuari 2013
Jangan mencuri
Keluaran 20:15

Korupsi sepertinya sudah menjadi bagian di negara ini, dari mulai korupsi kecil sampai yang besar, dari mulai pegawai di tingkat bawah sampai menteri bahkan aparat penegak hukum, dari partai politik sampai ke yayasan sosial, yang dikorupsi juga sangat beragam, ada korupsi daging sampai pengadaan kitab suci

Alkitab berkata:
"Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang, sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai bagai duka"


Memiliki harta kekayaan tidaklah salah, namun rasa cinta berlebihan terhadap uang, akan membuat orang tergoda untuk mengambil jalan pintas yang salah, salah satunya korupsi

Sebenarnya hakikat korupsi adalah "mencuri" dan pada zaman sekarang ini, harus kita akui "kesempatan" dan "godaan" untuk mencuri terbuka lebar, sebaliknya, kesadaran orang akan keseriusan "dosa mencuri" justru terus menurun.

Mencuri menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti mengambil milik orang lain tanpa izin atau dengan tidak sah, biasanya dengan sembunyi-sembunyi, dalam hal korupsi maka yang diambil adalah uang negara atau uang rakyat.

Kejahatan cinta uang, mencari keuntungan lewat jalan pintas dan menguasai apa yang bukan menjadi hak adalah kejahatan serius di mata Tuhan, firman Tuhan berkata:
"Celakalah orang yang menggaruk bagi dirinya apa yang bukan miliknya"

Daud pun mengingatkan bahwa
"Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada berlimpah-limpah pada orang fasik, sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan, tetapi Tuhan menopang orang-orang benar"

Yesaya menuliskan, orang yang hidup dalam kebenaran, jujur, menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, rotinya disediakan,air minumnya terjamin

Amsal berkata:
"Orang benar makan sekenyang-kenyangnya, tetapi perut orang fasik menderita kekurangan"

Tuhan Yesus memberkati.
________________

Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
= Markus 6:14-29 =

Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan:
"Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia."
Yang lain mengatakan:
"Dia itu Elia!"
Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu."

Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata:
"Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."

Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes:
"Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"

Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.

Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.

Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya.

Raja berkata kepada gadis itu:
"Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!",
lalu bersumpah kepadanya:
"Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!"

Anak itu pergi dan menanyakan ibunya:
"Apa yang harus kuminta?"
Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!"

Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta:
"Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!"

Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes.

Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.

Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.
________________

Renungan Harian
- Rm Adi -
Jumat, 8 Februari 2013
Ibr 13:1-8;
Mzm 27:1.3.5.8b-9abc;
Mrk 6:14-29

Injil berkisah tentang kegalauan Herodes karena kehadiran Yesus. Dia mengira bahwa Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang telah dibunuhnya. Herodes adalah seorang raja. Dia punya kuasa. Sebenarnya, dengan kuasa yang dimilikinya, dia bisa menegakkan kebenaran. Namun, yang dilakukan justru sebaliknya.

Demi ambisi, kepentingan dan kehormatan pribadinya, ia mengorbankan kebenaran. Tidak hanya itu, ia mengorbankan keluarga Filipus dengan mengambil istrinya. Ia juga mengorbankan nyawa Yohanes Pembaptis yang mengkritiknya.

Dengan kuasanya pula, sebenarnya Herodes bisa mengarahkan rakyatnya untuk menerima dan mengikuti Yesus. Namun, hal itu tidak dilakukannya. Meski punya kuasa, hatinya lemah dan lembek sehingga tidak mampu beriman. Ia tidak mampu memelihara kasih persaudaraan, tidak menghormati perkawinan, dan sangat mungkin pula menjadi hamba uang (bac I).

Sampai sekarang, masih banyak Herodes-Herodes di sekitar kita. Atau malah kita sendiri juga sering menjadi Herodes kecil-kecilan?

Marilah kita mohon kepada Tuhan supaya para Herodes itu sadar akan sikap dan tindakannya yang merugikan masyarakat, kemudian bertobat.

Marilah kita gunakan kekuasaan apa pun yang dipercayakan kepada bukan sebagai sarana untuk memenuhi kepentingan dan ambisi pribadi, tetapi sebagai sarana untuk beriman kepada Tuhan dan mengasihi serta melayani sesama dalam kasih.

Selamat pagi ...:)
Tuhan memberkati
Have a blessed Friday...(*)
_______________


God Bless All of You.
















































No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.