Renungan Harian
- Rm Adi -
Jumat, 1 Februari 2013
Ibr 10:32-39;
Mrk 4:26-34
Yesus menyampaikan 2 perumpamaan tentang Kerajaan Allah. Keduanya diambil dari dunia tumbuh-tumbuhan karena memang salah satu ciri orang yang dirajai oleh Allah adalah mengalami pertumbuhan dalam iman, pengharapan dan kasih.
Mula-mula, ketiganya amat kecil dalam diri kita, namun kalau kita mau terus-menerus memelihara, memupuk dan menyiraminya, Tuhan akan menumbuhkannya menjadi semakin besar, kuat dan berbuah.
Buah-buah dari iman, pengharapan, dan kasih itu, tidak hanya berguna untuk kepentingan diri kita sendiri tetapi juga untuk orang lain, seperti halnya buah pepohonan yang dipetik dan dimakan orang, juga seperti dahan-dahan yang menjadi tempat bernaung bagi burung-burung.
Marilah kita semakin membiarkan diri dirajai oleh Allah supaya kita makin bertumbuh dalam iman, pengharapan dan kasih sehingga hidup kita makin bermakna bagi orang lain.
Menjelang masa prapaskah bln februari ini, tema Aksi Puasa KAJ 2013
'Makin beriman, bersaudara dan berbelarasa'
kiranya mnjadi penting utk dihayati..
Selamat pagi teman2
O:)
Tuhan memberkati &
Have a blessed Friday ({})
______________
Bacaan hari ini
Jumat, 1 Februari 2013.
= Markus 4:26-34 =
Saudaraku,
"Beginilah hal Kerajaan ALLAH itu: seumpama orang yang menaburkan benih ditanah. Lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun dan benih itu mengeluarkan tunas...bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu..."
(Mrk 4:26).
Marilah kita mensyukuri anugerah TUHAN ini dengan menjaga kesadaran diri, menjaga hati dan jiwa, agar rahmat TUHAN tidak lewat begitu saja. Karena lewat alam ciptaan itulah, Kerajaan ALLAH hadir, agar kita semakin tumbuh dan berkembang dalam iman, harap dan kasih. Dan pada gilirannya, kitalah yang seharusnya melanjutkan karya ciptaan ALLAH dalam setiap karya baik kita.........
1 2 3........yes..........Gbu
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
= Markus 4:26-34 =
Lalu kata Yesus:
"Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."
Kata-Nya lagi:
"Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."
Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
________________
Sekali waktu, seorang lelaki miskin pergi untuk mengunjungi kerabatnya.
Ia disambut dengan pesta. Pada penghujung malam, ia menjadi mabuk dan tertidur di kursinya.
Kerabatnya, harus segera pergi.
Sebelum pergi, ia menjahit mutiara berharga yang disebut "kebijaksanaan" ke pakaian sepupu miskinnya, saat sepupu miskinnya masih tertidur di kursi.
Lelaki miskin terlalu mabuk untuk mengetahui apa yang terjadi.
Ketika ia terbangun, ia pulang ke kotanya.
Bertahun-tahun kemudian, lelaki miskin bertemu kerabatnya lagi.
Ketika kerabatnya melihat penampilannya yang compang-camping, kerabatnya tidak bisa tidak bergumam.
"Oh ! Mengapa Anda belum berubah? Tidakkah Anda tahu bahwa ada mutiara tersembunyi di pakaian Anda? Saya selalu berpikir bahwa sekarang Anda harus menjalani kehidupan sangat nyaman dan bahagia, karena saya menjahit mutiara ke pakaian Anda. Namun Anda masih tidak menyadari hal itu dan hidup dalam keadaan miskin."
Kisah ini dimaksudkan untuk mengajar kita bahwa Tuhan telah memberikan kita hikmat yang dibutuhkan dalam hidup kita. Namun, karena gaya hidup yang sibuk, kita telah melupakan "mutiara" yang berharga dan tak ternilai bernama "kebijaksanaan". Kita terlalu bekerja keras sehingga tanpa disadari dalam perjalanan hidup kita.
[Lily Ng / Padang]
Benih telah ditabur namun perlu diri sendiri untuk berkembang dan dekat dengan 'Sumber Air' agar tetap hidup.
Smoga ...
________________
God Bless All of You.
- Rm Adi -
Jumat, 1 Februari 2013
Ibr 10:32-39;
Mrk 4:26-34
Yesus menyampaikan 2 perumpamaan tentang Kerajaan Allah. Keduanya diambil dari dunia tumbuh-tumbuhan karena memang salah satu ciri orang yang dirajai oleh Allah adalah mengalami pertumbuhan dalam iman, pengharapan dan kasih.
Mula-mula, ketiganya amat kecil dalam diri kita, namun kalau kita mau terus-menerus memelihara, memupuk dan menyiraminya, Tuhan akan menumbuhkannya menjadi semakin besar, kuat dan berbuah.
Buah-buah dari iman, pengharapan, dan kasih itu, tidak hanya berguna untuk kepentingan diri kita sendiri tetapi juga untuk orang lain, seperti halnya buah pepohonan yang dipetik dan dimakan orang, juga seperti dahan-dahan yang menjadi tempat bernaung bagi burung-burung.
Marilah kita semakin membiarkan diri dirajai oleh Allah supaya kita makin bertumbuh dalam iman, pengharapan dan kasih sehingga hidup kita makin bermakna bagi orang lain.
Menjelang masa prapaskah bln februari ini, tema Aksi Puasa KAJ 2013
'Makin beriman, bersaudara dan berbelarasa'
kiranya mnjadi penting utk dihayati..
Selamat pagi teman2
O:)
Tuhan memberkati &
Have a blessed Friday ({})
______________
Bacaan hari ini
Jumat, 1 Februari 2013.
= Markus 4:26-34 =
Saudaraku,
"Beginilah hal Kerajaan ALLAH itu: seumpama orang yang menaburkan benih ditanah. Lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun dan benih itu mengeluarkan tunas...bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu..."
(Mrk 4:26).
Marilah kita mensyukuri anugerah TUHAN ini dengan menjaga kesadaran diri, menjaga hati dan jiwa, agar rahmat TUHAN tidak lewat begitu saja. Karena lewat alam ciptaan itulah, Kerajaan ALLAH hadir, agar kita semakin tumbuh dan berkembang dalam iman, harap dan kasih. Dan pada gilirannya, kitalah yang seharusnya melanjutkan karya ciptaan ALLAH dalam setiap karya baik kita.........
1 2 3........yes..........Gbu
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
= Markus 4:26-34 =
Lalu kata Yesus:
"Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.
Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.
Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."
Kata-Nya lagi:
"Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?
Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.
Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."
Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.
________________
Sekali waktu, seorang lelaki miskin pergi untuk mengunjungi kerabatnya.
Ia disambut dengan pesta. Pada penghujung malam, ia menjadi mabuk dan tertidur di kursinya.
Kerabatnya, harus segera pergi.
Sebelum pergi, ia menjahit mutiara berharga yang disebut "kebijaksanaan" ke pakaian sepupu miskinnya, saat sepupu miskinnya masih tertidur di kursi.
Lelaki miskin terlalu mabuk untuk mengetahui apa yang terjadi.
Ketika ia terbangun, ia pulang ke kotanya.
Bertahun-tahun kemudian, lelaki miskin bertemu kerabatnya lagi.
Ketika kerabatnya melihat penampilannya yang compang-camping, kerabatnya tidak bisa tidak bergumam.
"Oh ! Mengapa Anda belum berubah? Tidakkah Anda tahu bahwa ada mutiara tersembunyi di pakaian Anda? Saya selalu berpikir bahwa sekarang Anda harus menjalani kehidupan sangat nyaman dan bahagia, karena saya menjahit mutiara ke pakaian Anda. Namun Anda masih tidak menyadari hal itu dan hidup dalam keadaan miskin."
Kisah ini dimaksudkan untuk mengajar kita bahwa Tuhan telah memberikan kita hikmat yang dibutuhkan dalam hidup kita. Namun, karena gaya hidup yang sibuk, kita telah melupakan "mutiara" yang berharga dan tak ternilai bernama "kebijaksanaan". Kita terlalu bekerja keras sehingga tanpa disadari dalam perjalanan hidup kita.
[Lily Ng / Padang]
Benih telah ditabur namun perlu diri sendiri untuk berkembang dan dekat dengan 'Sumber Air' agar tetap hidup.
Smoga ...
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.