Defin, seorang anak berumur 11 thn, anak kls 6 SD...
papa dan mamanya seorang guru musik di sekolah, saat ini masih dirawat di RS dari tgl 21 okt 2012 karena masalah usus.
Awalnya thn 2010, Defin menjalani operasi usus buntu di salah satu RS di Jakarta.
Thn 2012, Defin sering merasa kesakitan sampai kejang2...dan dokter memutuskan harus segera dioperasi pada tgl 21 okt 2012, karena kondisinya sudah sangat parah. Ternyata ususnya lengket dan terjepit juga, pada operasi ini ususnya dipotong 1,75 meter.
Masalah belum selesai setelah operasi pertama ini. Defin masih sering kesakitan, cairan dr ususnya masih keluar terus melebihi batas normal. Operasi kecil kembali dilakukan pada tulang iga nya spy cairan yg merembes di bekas jaitannya kering.
Tp masalah tetap tidak terselesaikan. Diadakan lagi operasi sampai yg kelima kali tgl 28 des 2012 kmrn.
Sampai hari ini, Defin masih dirawat di RS.Graha Kedoya. Biayanya sudah sangat mahal. Karena profesi orangtuanya seorang guru musik, maka sangat tidak mungkin mereka bisa mencukupi biaya RS yg sangat besar itu.
Pihak orangtua dr sekolah dimana tempat papi dan maminya mengajar, sudah beberapa kali menggalang dana, tp masih jauh dr kebutuhan biaya RS yg ada. (Rp.370juta/ 7 Jan.13)
Akhirnya orangtua Defin memakai talenta yg Tuhan karuniakan kepada mereka, yaitu suara yg luar biasa dengan rekaman lagu2 rohani beserta kesaksian hidup mereka dan anak2 mereka, bahkan Defin sendiri memuji Tuhan dalam kesesakannya, "SEMUA BAIK".
Kami merasa terpanggil untuk membantu mereka dalam menjual CDnya dengan harga Rp 100.000/keping. Dr hasil penjualan, semuanya untuk kebutuhan biaya RS.
Kami sangat berterimakasih sahabat2 dapat ikut ambil bagian meringankan beban orangtua Defin, dan Defin bisa kembali ke rumah dan sekolah kembali, bertemu dan bermain dengan teman2nya yg sangat mengasihinya.
Tuhan memberkati
Ms Irena n Defin.
Sumbangan berupa uang cash bisa langsung ke rek mamanya Defin :
BCA
255 103 5061
Irena Febriana Sintauli
Nomor" yang bisa dihubungi untuk pemesanan CD :
1. Yumie 0817189689, 081284796756
2. Regina 08129628002
3. Novi 0811831428
4. Ete 0811860100
5. Lia 08164817763
6. Desy 08179996610
_________________
Renungan Harian
- Rm. Adi -
Kamis, 31 Januari 2013
Pw. St. Yohanes don Bosco
Ibr 10:19-25; Mrk 4:21-25
Dalam kegelapan, setiap orang membutuhkan pelita supaya dapat melihat dengan baik, dapat memilih yang benar, dapat melangkah secara tepat sehingga selamat dan terbebas dari bahaya. Namun, setiap orang diharapkan juga menjadi pelita bagi orang lain.
Hari ini kita memperingati St. Yohanes Bosco, seorang imam yang mempunyai perhatian besar pada pendidikan kaum muda. Kehadiran dan karya pelayanannya dalam dunia pendidikan merupakan pelita yang menerangi langkah kaum muda pada zamannya untuk melihat dan mempersiapkan masa depan yang baik.
Semoga, kita yang telah menerima Kristus, Sang Terang sejati, juga mampu memancarkan terang itu melalui ide/pemikiran, kata-kata, sikap dan tindakan konkret kita sehingga semakin banyak orang diterangi baik untuk hidupnya saat ini maupun untuk masa depannya yang lebih cerah bersinar.
Selamat pagi teman
_____________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
Mrk.4:21-25.
Lalu Yesus berkata kepada mereka:
"Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
Lalu Ia berkata lagi:
"Camkanlah apa yang kamu dengar!
Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
________________
Ada seorang tua yang bijak yang ditanya oleh tamunya.
Tamu : "Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"
Pak Tua : "Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."
Tamu : "Kenapa kita merasa bosan?"
Pak Tua : "Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."
Tamu : "Bagaimana menghilangkan kebosanan?"
Pak Tua : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."
Tamu : "Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"
Pak Tua : "Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"
Tamu : "Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."
Pak Tua : "Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."
Tamu : "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"
Pak Tua : "Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu.
Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya."
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.
Tamu : "Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"
Pak Tua : "Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."
Tamu : "Contohnya? "
Pak Tua : "Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.
Tamu : "Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi.
Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"
Sambil tersenyum Pak Tua berkata: "Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan.
Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan.
Segala sesuatu berasal dari pikiran.
Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria."
[Diana Yang / Surabaya]
Defin yang sakit, masih bisa bernyanyi "Semua Baik".
________________
God Bless All of You.
papa dan mamanya seorang guru musik di sekolah, saat ini masih dirawat di RS dari tgl 21 okt 2012 karena masalah usus.
Awalnya thn 2010, Defin menjalani operasi usus buntu di salah satu RS di Jakarta.
Thn 2012, Defin sering merasa kesakitan sampai kejang2...dan dokter memutuskan harus segera dioperasi pada tgl 21 okt 2012, karena kondisinya sudah sangat parah. Ternyata ususnya lengket dan terjepit juga, pada operasi ini ususnya dipotong 1,75 meter.
Masalah belum selesai setelah operasi pertama ini. Defin masih sering kesakitan, cairan dr ususnya masih keluar terus melebihi batas normal. Operasi kecil kembali dilakukan pada tulang iga nya spy cairan yg merembes di bekas jaitannya kering.
Tp masalah tetap tidak terselesaikan. Diadakan lagi operasi sampai yg kelima kali tgl 28 des 2012 kmrn.
Sampai hari ini, Defin masih dirawat di RS.Graha Kedoya. Biayanya sudah sangat mahal. Karena profesi orangtuanya seorang guru musik, maka sangat tidak mungkin mereka bisa mencukupi biaya RS yg sangat besar itu.
Pihak orangtua dr sekolah dimana tempat papi dan maminya mengajar, sudah beberapa kali menggalang dana, tp masih jauh dr kebutuhan biaya RS yg ada. (Rp.370juta/ 7 Jan.13)
Akhirnya orangtua Defin memakai talenta yg Tuhan karuniakan kepada mereka, yaitu suara yg luar biasa dengan rekaman lagu2 rohani beserta kesaksian hidup mereka dan anak2 mereka, bahkan Defin sendiri memuji Tuhan dalam kesesakannya, "SEMUA BAIK".
Kami merasa terpanggil untuk membantu mereka dalam menjual CDnya dengan harga Rp 100.000/keping. Dr hasil penjualan, semuanya untuk kebutuhan biaya RS.
Kami sangat berterimakasih sahabat2 dapat ikut ambil bagian meringankan beban orangtua Defin, dan Defin bisa kembali ke rumah dan sekolah kembali, bertemu dan bermain dengan teman2nya yg sangat mengasihinya.
Tuhan memberkati
Ms Irena n Defin.
Sumbangan berupa uang cash bisa langsung ke rek mamanya Defin :
BCA
255 103 5061
Irena Febriana Sintauli
Nomor" yang bisa dihubungi untuk pemesanan CD :
1. Yumie 0817189689, 081284796756
2. Regina 08129628002
3. Novi 0811831428
4. Ete 0811860100
5. Lia 08164817763
6. Desy 08179996610
_________________
Renungan Harian
- Rm. Adi -
Kamis, 31 Januari 2013
Pw. St. Yohanes don Bosco
Ibr 10:19-25; Mrk 4:21-25
Dalam kegelapan, setiap orang membutuhkan pelita supaya dapat melihat dengan baik, dapat memilih yang benar, dapat melangkah secara tepat sehingga selamat dan terbebas dari bahaya. Namun, setiap orang diharapkan juga menjadi pelita bagi orang lain.
Hari ini kita memperingati St. Yohanes Bosco, seorang imam yang mempunyai perhatian besar pada pendidikan kaum muda. Kehadiran dan karya pelayanannya dalam dunia pendidikan merupakan pelita yang menerangi langkah kaum muda pada zamannya untuk melihat dan mempersiapkan masa depan yang baik.
Semoga, kita yang telah menerima Kristus, Sang Terang sejati, juga mampu memancarkan terang itu melalui ide/pemikiran, kata-kata, sikap dan tindakan konkret kita sehingga semakin banyak orang diterangi baik untuk hidupnya saat ini maupun untuk masa depannya yang lebih cerah bersinar.
Selamat pagi teman
_____________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
Mrk.4:21-25.
Lalu Yesus berkata kepada mereka:
"Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.
Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.
Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
Lalu Ia berkata lagi:
"Camkanlah apa yang kamu dengar!
Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.
Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."
________________
Ada seorang tua yang bijak yang ditanya oleh tamunya.
Tamu : "Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"
Pak Tua : "Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."
Tamu : "Kenapa kita merasa bosan?"
Pak Tua : "Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."
Tamu : "Bagaimana menghilangkan kebosanan?"
Pak Tua : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."
Tamu : "Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"
Pak Tua : "Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"
Tamu : "Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."
Pak Tua : "Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."
Tamu : "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"
Pak Tua : "Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu.
Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya."
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.
Tamu : "Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"
Pak Tua : "Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."
Tamu : "Contohnya? "
Pak Tua : "Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.
Tamu : "Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi.
Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"
Sambil tersenyum Pak Tua berkata: "Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan.
Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan.
Segala sesuatu berasal dari pikiran.
Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria."
[Diana Yang / Surabaya]
Defin yang sakit, masih bisa bernyanyi "Semua Baik".
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.