Ǥōōd mõƦπiπg
Ɯish you hανe a ...
:)Smile oπ your Fαce :)
• Lovҽ iπ your Hҽαrt •
mαy you bҽ ßlҽssҽđ •
• Hαve α Ǥr̶̲̥̅̊ε̲̣̣̣̥αt ϑαy •
______________
Lets pray to mother Mary for our condition (three times),
[ Hail Mary,
full of grace,
the lord is with you ;
blessed are you among women, and blessed is the fruit of your womb, Jesus.
Holy Mary, mother of God, pray for us sinners, now and at the hour of our death.
Amen.]
Then lets do the Best and Let God do the Rest.
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Yohanes.
Yoh 2:1-11.
Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya:
"Mereka kehabisan anggur."
Kata Yesus kepadanya:
"Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu?
Saat-Ku belum tiba."
Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan:
"Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu:
"Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air."
Dan merekapun mengisinya sampai penuh.
Lalu kata Yesus kepada mereka:
"Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta."
Lalu merekapun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya:
"Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
________________
Di jaman dahulu ada seorang pemimpin pengembara. Dia pergi dari desa ke desa menjual berbagai macam barang. Pengikutnya paling sedikit 500 kereta yang ditarik kerbau jantan.
Dalam salah satu perjalanannya, dia melewati hutan yang sangat lebat. Dia memperingatkan para pengikutnya,
"Sahabat-sahabatku, saat kita melintasi hutan ini, berhati-hatilah terhadap pohon pohon beracun, buah beracun, daun beracun, bunga beracun dan bahkan sarang madu beracun.
Sehingga, apapun yang belum pernah kita makan seperti buah, daun bunga atau apapun tidak boleh dimakan sebelum menanyakannya kepadaku terlebih dahulu."
Mereka semuanya menyetujui, "Ya, tuanku."
Di hutan itu ada sebuah desa. Dan di perbatasan desa itu ada sebatang pohon yang disebut "pohon palsu".
Batang, cabang, daun, bunga dan buahnya sangat mirip dengan pohon mangga. Bahkan warna, ukuran, bau dan rasanya hampir persis dengan pohon mangga. Tetapi perbedaannya adalah buah palsu ini mengandung racun yang mematikan.
Beberapa kereta mendahului pemimpinnya dan sampai di pohon palsu ini. Mereka semua lapar dan buah palsu ini kelihatannya seperti buah mangga matang yang lezat.
Beberapa orang langsung memakan buah itu tanpa pikir panjang. Mereka menelannya sebelum seorangpun sempat mengatakan sesuatu.
Yang lain ingat dengan pesan pemimpinnya, tetapi mereka menganggap pohon ini adalah pohon mangga yang lain jenisnya.
Mereka merasa beruntung mendapatkan mangga matang di depan desa itu, sehingga mereka memutuskan untuk memakan beberapa buah mangga, sebelum dihabiskan.
Dan ada juga beberapa yang lebih bijaksana daripada yang lain. Mereka memutuskan untuk menuruti nasihat pemimpin mereka. Meski mereka tidak mengetahuinya, pemimpin pengembara ini adalah seorang Suci.
Saat pemimpin itu sampai di pohon itu, orang yang telah berhati-hati dan tidak memakan buah itu bertanya,
"Tuan, apakah ini merupakan pohon yang aman untuk dimakan?"
Setelah menyelidiki dengan hati-hati, dia menjawab,
"Jangan, jangan. Ini memang kelihatan seperti pohon mangga, tetapi ini bukan. Ini adalah pohon palsu yang sangat beracun. Bahkan kita tak boleh menyentuhnya."
Orang yang telah memakan buah itu ketakutan sekali. Pemimpin mereka menyuruh mereka memuntahkan makanan itu secepatnya. Mereka lakukan ini, dan kemudian diberikan empat makanan yang manis untuk dimakan - kismis, pasta gula tebu, yogurt manis dan madu lebah. Dengan ini mereka menjadi lebih segar setelah memuntahkan buah palsu yang beracun itu.
Tetapi orang yang paling serakah dan bodoh yang tak bisa diselamatkan. Mereka yang langsung memakan buah beracun itu tanpa pikir panjang. Mereka tak bisa diselamatkan lagi karena terlambat dan racun itu telah bekerja dan membunuh mereka.
Biasanya, saat pengembara yang memakan buah itu meninggal sewaktu mereka tidur di malam hari.
Pagi harinya penduduk setempat mendatangi mereka dan memegang kaki mayat-mayat itu menyeretnya ke tempat rahasia mereka dan menguburkannya. Kemudian mereka mengambil semua barang dagangan dan kereta kereta itu. Dan penduduk itu ingin melakukan hal yang sama saat ini.
Saat subuh keesokan harinya, mereka mendatangi pohon palsu itu. Dan mereka saling bercakap-cakap,
"Kerbau ini akan menjadi milik saya!"
"Aku mau kereta itu"
"Aku akan mengambil isi barang dagangannya saja!".
Tetapi saat mereka sampai di pohon palsu itu mereka melihat kebanyakan orang masih hidup. Dengan terkejut, mereka bertanya,
"Bagaimana kalian tahu bahwa ini bukanlah pohon mangga?"
Mereka menjawab,
"kami tidak tahu, tetapi pemimpin kami telah memperingatkan kami sebelumnya dan saat dia melihatnya dia mengetahui pohon itu."
Kemudian penduduk menanyai pemimpin rombongan,
"Oh orang bijaksana, bagaimana kamu tahu bahwa ini bukanlah pohon mangga?"
Dia menjawab,
"Aku mengetahuinya karena dua sebab. Pertama, pohon ini mudah dipanjat. Dan kedua, pohon ini ada tepat di perbatasan desa. Jika buah pohon ini tak dipetik, pasti berarti pohon ini tidak aman untuk dimakan!"
Semua orang terheran-heran akan kebijaksanaan pemimpin ini berdasarkan kesimpulan yang sederhana. Kemudian rombongan itu melanjutkan perjalanan dengan aman.
Pesan moral : Orang bijaksana dibimbing oleh pengetahuan; orang bodoh mengikuti rasa laparnya.
[Ernawati H / Medan]
Sumber: Kebajikan
________________
God Bless All of You.
Ɯish you hανe a ...
:)Smile oπ your Fαce :)
• Lovҽ iπ your Hҽαrt •
mαy you bҽ ßlҽssҽđ •
• Hαve α Ǥr̶̲̥̅̊ε̲̣̣̣̥αt ϑαy •
______________
Lets pray to mother Mary for our condition (three times),
[ Hail Mary,
full of grace,
the lord is with you ;
blessed are you among women, and blessed is the fruit of your womb, Jesus.
Holy Mary, mother of God, pray for us sinners, now and at the hour of our death.
Amen.]
Then lets do the Best and Let God do the Rest.
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Yohanes.
Yoh 2:1-11.
Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya:
"Mereka kehabisan anggur."
Kata Yesus kepadanya:
"Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu?
Saat-Ku belum tiba."
Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan:
"Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu:
"Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air."
Dan merekapun mengisinya sampai penuh.
Lalu kata Yesus kepada mereka:
"Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta."
Lalu merekapun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya:
"Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
________________
Di jaman dahulu ada seorang pemimpin pengembara. Dia pergi dari desa ke desa menjual berbagai macam barang. Pengikutnya paling sedikit 500 kereta yang ditarik kerbau jantan.
Dalam salah satu perjalanannya, dia melewati hutan yang sangat lebat. Dia memperingatkan para pengikutnya,
"Sahabat-sahabatku, saat kita melintasi hutan ini, berhati-hatilah terhadap pohon pohon beracun, buah beracun, daun beracun, bunga beracun dan bahkan sarang madu beracun.
Sehingga, apapun yang belum pernah kita makan seperti buah, daun bunga atau apapun tidak boleh dimakan sebelum menanyakannya kepadaku terlebih dahulu."
Mereka semuanya menyetujui, "Ya, tuanku."
Di hutan itu ada sebuah desa. Dan di perbatasan desa itu ada sebatang pohon yang disebut "pohon palsu".
Batang, cabang, daun, bunga dan buahnya sangat mirip dengan pohon mangga. Bahkan warna, ukuran, bau dan rasanya hampir persis dengan pohon mangga. Tetapi perbedaannya adalah buah palsu ini mengandung racun yang mematikan.
Beberapa kereta mendahului pemimpinnya dan sampai di pohon palsu ini. Mereka semua lapar dan buah palsu ini kelihatannya seperti buah mangga matang yang lezat.
Beberapa orang langsung memakan buah itu tanpa pikir panjang. Mereka menelannya sebelum seorangpun sempat mengatakan sesuatu.
Yang lain ingat dengan pesan pemimpinnya, tetapi mereka menganggap pohon ini adalah pohon mangga yang lain jenisnya.
Mereka merasa beruntung mendapatkan mangga matang di depan desa itu, sehingga mereka memutuskan untuk memakan beberapa buah mangga, sebelum dihabiskan.
Dan ada juga beberapa yang lebih bijaksana daripada yang lain. Mereka memutuskan untuk menuruti nasihat pemimpin mereka. Meski mereka tidak mengetahuinya, pemimpin pengembara ini adalah seorang Suci.
Saat pemimpin itu sampai di pohon itu, orang yang telah berhati-hati dan tidak memakan buah itu bertanya,
"Tuan, apakah ini merupakan pohon yang aman untuk dimakan?"
Setelah menyelidiki dengan hati-hati, dia menjawab,
"Jangan, jangan. Ini memang kelihatan seperti pohon mangga, tetapi ini bukan. Ini adalah pohon palsu yang sangat beracun. Bahkan kita tak boleh menyentuhnya."
Orang yang telah memakan buah itu ketakutan sekali. Pemimpin mereka menyuruh mereka memuntahkan makanan itu secepatnya. Mereka lakukan ini, dan kemudian diberikan empat makanan yang manis untuk dimakan - kismis, pasta gula tebu, yogurt manis dan madu lebah. Dengan ini mereka menjadi lebih segar setelah memuntahkan buah palsu yang beracun itu.
Tetapi orang yang paling serakah dan bodoh yang tak bisa diselamatkan. Mereka yang langsung memakan buah beracun itu tanpa pikir panjang. Mereka tak bisa diselamatkan lagi karena terlambat dan racun itu telah bekerja dan membunuh mereka.
Biasanya, saat pengembara yang memakan buah itu meninggal sewaktu mereka tidur di malam hari.
Pagi harinya penduduk setempat mendatangi mereka dan memegang kaki mayat-mayat itu menyeretnya ke tempat rahasia mereka dan menguburkannya. Kemudian mereka mengambil semua barang dagangan dan kereta kereta itu. Dan penduduk itu ingin melakukan hal yang sama saat ini.
Saat subuh keesokan harinya, mereka mendatangi pohon palsu itu. Dan mereka saling bercakap-cakap,
"Kerbau ini akan menjadi milik saya!"
"Aku mau kereta itu"
"Aku akan mengambil isi barang dagangannya saja!".
Tetapi saat mereka sampai di pohon palsu itu mereka melihat kebanyakan orang masih hidup. Dengan terkejut, mereka bertanya,
"Bagaimana kalian tahu bahwa ini bukanlah pohon mangga?"
Mereka menjawab,
"kami tidak tahu, tetapi pemimpin kami telah memperingatkan kami sebelumnya dan saat dia melihatnya dia mengetahui pohon itu."
Kemudian penduduk menanyai pemimpin rombongan,
"Oh orang bijaksana, bagaimana kamu tahu bahwa ini bukanlah pohon mangga?"
Dia menjawab,
"Aku mengetahuinya karena dua sebab. Pertama, pohon ini mudah dipanjat. Dan kedua, pohon ini ada tepat di perbatasan desa. Jika buah pohon ini tak dipetik, pasti berarti pohon ini tidak aman untuk dimakan!"
Semua orang terheran-heran akan kebijaksanaan pemimpin ini berdasarkan kesimpulan yang sederhana. Kemudian rombongan itu melanjutkan perjalanan dengan aman.
Pesan moral : Orang bijaksana dibimbing oleh pengetahuan; orang bodoh mengikuti rasa laparnya.
[Ernawati H / Medan]
Sumber: Kebajikan
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.