Maria, ibu Yesus berkata kepada-Nya:
"Mereka kehabisan anggur."
Kata Yesus kepadanya:
"Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu?
Saat-Ku belum tiba."
______________
RenHar
Minggu 20/1/2013
Lectio:
(Yes 62:1-5)
(1Kor 12:4-11)
(Yoh 2:1-11)
Ketika Bunda Maria berkata:
Mereka kehabisan anggur.
Jawab Yesus:
Mau apakah engkau daripada-Ku, Ibu?
Saat-Ku belum tiba.
Mendengar ucapan-Nya tersebut, Bunda Maria tetap bersikap positif, fokus, dan tidak reaktif, bisa menerima ucapan Yesus apa adanya, tanpa opini karena Bunda Maria menggunakan kesadaran hati sejati, tanpa mementingkan diri sendiri.
Renungkan apabila itu terjadi pada diri kita ketika berdialog. (kesadaran hati sejati tanpa ego).
Selamat pagi..
Berkah Dalem...
⌣Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣☺
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Yohanes.
Yoh 2:1-11.
Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya:
"Mereka kehabisan anggur."
Kata Yesus kepadanya:
"Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu?
Saat-Ku belum tiba."
Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan:
"Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu:
"Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air."
Dan merekapun mengisinya sampai penuh.
Lalu kata Yesus kepada mereka:
"Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta."
Lalu merekapun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya:
"Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
________________
Belum lama ini penulis ingin pergi ke New York untuk sesuatu hal, karena ada kendala waktu maka belum dapat menentukan jadwal dan sempat ragu sejenak. Tak dinyana, beberapa hari kemudian, harga tiket penerbangan melonjak hingga beberapa ratus dolar, dengan terpaksa harus mengubah dan beralih ke penerbangan India yang lebih murah sedikit. Yang sama sekali tak terduga, pengalihan ini justru menyebabkan penulis melihat pemandangan yang menakjubkan.
Ketika perjalanan terbang telah berlalu belasan jam dan setelah melewati angkasa Samudera Hindia dan beralih ke pesawat yang lebih besar, yang terdengar dari headphone masih saja musik India yang berisik. Sedikit jenuh, penulis menekan-nekan tombol perangkat layar, muncul beberapa film India, nyaris semuanya berkisah tentang romantika jagoan dan perempuan cantik yang dibumbui dengan nyanyian dan tarian.
Pasangan muda yang duduk di samping penulis tiba-tiba berteriak dan memandang ke arah luar jendela, dengan cepat penulis pun melongokkan kepala untuk melihat keluar pesawat. Sungguh pemandangan yang begitu menggetarkan hati sehingga segenap sel-sel tubuh pun merasakan kegairahan.
Apa yang terjadi?
Pesawat sedang stabil melintasi Samudera Atlantik, sebuah hamparan langit tak berujung yang maha luas, jauh lebih luas dan mendalam daripada dipandang dari atas tanah.
Di bagian bawah sayap, terlihat kumpulan awan merah menyala, sekilas berpikir itu adalah awan saat fajar menyingsing.
Namun setelah dicermati, di bawah gumpalan awan tersembunyi sebuah matahari bercahaya merah, keindahan yang begitu menenangkan, cahaya yang dipancarkannya telah memandikan lapisan awan itu menjadi merah.
Namun, saat ini adalah pagi hari, bukan saat matahari terbenam. Biasanya matahari bertengger di atas cakrawala atau di puncak pohon, perlahan naik ke langit.
Bagaimana mungkin malah muncul di bawah kepala, di bawah kelopak mata dan "di bawah langit"?
Benar-benar menakjubkan, tetapi sayangnya di pesawat tidak diperbolehkan mengambil gambar, sehingga dengan terpaksa memandang terbelalak saja panorama itu, semakin melayang semakin menjauh begitu saja...
Pemandangan langka itu sulit terlupakan.
Setelah pulang lantas bercerita ke teman-teman.
"Mana ada hal seperti itu, kamu ada di mana, memangnya terbang di luar tata surya? Pantas saja, karena yang kamu tumpangi adalah penerbangan India."
Apa sesungguhnya yang telah terjadi?
Menurut penjelasan ilmiah, matahari yang kami lihat di luar jendela pesawat bukanlah matahari yang sebenarnya, tetapi "matahari semu", itu akibat ulah kristal es di dalam awan yang berada di bawah pesawat telah memantulkan sinar matahari. Itulah sebabnya di dalam lapisan awan itu seolah telah muncul sebuah matahari.
Bisa dikatakan mirip "fatamorgana", semuanya hanya "ilusi optik".
Benarkah jagad begitu luas, sesungguhnya hanya memiliki satu matahari, satu bumi dan satu dunia?
Ilmuwan besar seperti Hopkins saja bahkan tidak percaya, ia mengatakan ada kehidupan alien lainnya. Juga dikatakan, matahari itu bukannya diam tidak bergerak dan membiarkan para planet mengitarinya, rotasinya sendiri sebenarnya melesat sepanjang waktu.
Anda jangan selalu terbiasa untuk berpikir bahwa matahari tidak memiliki jiwa, manusia zaman kuno telah lama mengenali bahwa
"Seluruh materi memiliki jiwa"
Dari perspektif ini, yang disaksikan di pesawat juga bukan "matahari semu".
Dimanakah tempat yang tidak bisa didatangi "bapak matahari", baik itu di luar dan di dalam awan serta di dunia atas dan dunia bawah.
Juli tahun lalu, di langit Shanghai dan tempat-tempat lain, bahkan telah muncul "2 matahari" dan "3 matahari", di video yang terlihat dengan jelas terselip komentar netter yang berseru "kiamat".
Tentu saja belum kiamat, awal era baru telah tiba dan kita semua masih hidup. Namun alam semesta memiliki keajaiban yang begitu luar biasa banyak, dan yang ingin memberitahu kita bahwa di luar lingkup "terpercaya", masih ada begitu banyak wilayah atau hal-hal yang belum terdeteksi oleh manusia.
Menulis sampai disini, sekilas otak tercerahkan bahwa jika rumah tua rusak tentu harus diperbaharui...muncul dan tenggelam, datang dan pergi, hidup dan mati silih berganti...para matahari akan pindah rumah.
Pemandangan langka itu, saya katakan, matahari kita sedang pindah rumah.
[Imelda Goh / Jakarta]
________________
God Bless All of You.
"Mereka kehabisan anggur."
Kata Yesus kepadanya:
"Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu?
Saat-Ku belum tiba."
______________
RenHar
Minggu 20/1/2013
Lectio:
(Yes 62:1-5)
(1Kor 12:4-11)
(Yoh 2:1-11)
Ketika Bunda Maria berkata:
Mereka kehabisan anggur.
Jawab Yesus:
Mau apakah engkau daripada-Ku, Ibu?
Saat-Ku belum tiba.
Mendengar ucapan-Nya tersebut, Bunda Maria tetap bersikap positif, fokus, dan tidak reaktif, bisa menerima ucapan Yesus apa adanya, tanpa opini karena Bunda Maria menggunakan kesadaran hati sejati, tanpa mementingkan diri sendiri.
Renungkan apabila itu terjadi pada diri kita ketika berdialog. (kesadaran hati sejati tanpa ego).
Selamat pagi..
Berkah Dalem...
⌣Jʧܧ♪ΒŁÊ§§♪Ů⌣☺
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Yohanes.
Yoh 2:1-11.
Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya:
"Mereka kehabisan anggur."
Kata Yesus kepadanya:
"Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu?
Saat-Ku belum tiba."
Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan:
"Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu:
"Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air."
Dan merekapun mengisinya sampai penuh.
Lalu kata Yesus kepada mereka:
"Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta."
Lalu merekapun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya:
"Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
________________
Belum lama ini penulis ingin pergi ke New York untuk sesuatu hal, karena ada kendala waktu maka belum dapat menentukan jadwal dan sempat ragu sejenak. Tak dinyana, beberapa hari kemudian, harga tiket penerbangan melonjak hingga beberapa ratus dolar, dengan terpaksa harus mengubah dan beralih ke penerbangan India yang lebih murah sedikit. Yang sama sekali tak terduga, pengalihan ini justru menyebabkan penulis melihat pemandangan yang menakjubkan.
Ketika perjalanan terbang telah berlalu belasan jam dan setelah melewati angkasa Samudera Hindia dan beralih ke pesawat yang lebih besar, yang terdengar dari headphone masih saja musik India yang berisik. Sedikit jenuh, penulis menekan-nekan tombol perangkat layar, muncul beberapa film India, nyaris semuanya berkisah tentang romantika jagoan dan perempuan cantik yang dibumbui dengan nyanyian dan tarian.
Pasangan muda yang duduk di samping penulis tiba-tiba berteriak dan memandang ke arah luar jendela, dengan cepat penulis pun melongokkan kepala untuk melihat keluar pesawat. Sungguh pemandangan yang begitu menggetarkan hati sehingga segenap sel-sel tubuh pun merasakan kegairahan.
Apa yang terjadi?
Pesawat sedang stabil melintasi Samudera Atlantik, sebuah hamparan langit tak berujung yang maha luas, jauh lebih luas dan mendalam daripada dipandang dari atas tanah.
Di bagian bawah sayap, terlihat kumpulan awan merah menyala, sekilas berpikir itu adalah awan saat fajar menyingsing.
Namun setelah dicermati, di bawah gumpalan awan tersembunyi sebuah matahari bercahaya merah, keindahan yang begitu menenangkan, cahaya yang dipancarkannya telah memandikan lapisan awan itu menjadi merah.
Namun, saat ini adalah pagi hari, bukan saat matahari terbenam. Biasanya matahari bertengger di atas cakrawala atau di puncak pohon, perlahan naik ke langit.
Bagaimana mungkin malah muncul di bawah kepala, di bawah kelopak mata dan "di bawah langit"?
Benar-benar menakjubkan, tetapi sayangnya di pesawat tidak diperbolehkan mengambil gambar, sehingga dengan terpaksa memandang terbelalak saja panorama itu, semakin melayang semakin menjauh begitu saja...
Pemandangan langka itu sulit terlupakan.
Setelah pulang lantas bercerita ke teman-teman.
"Mana ada hal seperti itu, kamu ada di mana, memangnya terbang di luar tata surya? Pantas saja, karena yang kamu tumpangi adalah penerbangan India."
Apa sesungguhnya yang telah terjadi?
Menurut penjelasan ilmiah, matahari yang kami lihat di luar jendela pesawat bukanlah matahari yang sebenarnya, tetapi "matahari semu", itu akibat ulah kristal es di dalam awan yang berada di bawah pesawat telah memantulkan sinar matahari. Itulah sebabnya di dalam lapisan awan itu seolah telah muncul sebuah matahari.
Bisa dikatakan mirip "fatamorgana", semuanya hanya "ilusi optik".
Benarkah jagad begitu luas, sesungguhnya hanya memiliki satu matahari, satu bumi dan satu dunia?
Ilmuwan besar seperti Hopkins saja bahkan tidak percaya, ia mengatakan ada kehidupan alien lainnya. Juga dikatakan, matahari itu bukannya diam tidak bergerak dan membiarkan para planet mengitarinya, rotasinya sendiri sebenarnya melesat sepanjang waktu.
Anda jangan selalu terbiasa untuk berpikir bahwa matahari tidak memiliki jiwa, manusia zaman kuno telah lama mengenali bahwa
"Seluruh materi memiliki jiwa"
Dari perspektif ini, yang disaksikan di pesawat juga bukan "matahari semu".
Dimanakah tempat yang tidak bisa didatangi "bapak matahari", baik itu di luar dan di dalam awan serta di dunia atas dan dunia bawah.
Juli tahun lalu, di langit Shanghai dan tempat-tempat lain, bahkan telah muncul "2 matahari" dan "3 matahari", di video yang terlihat dengan jelas terselip komentar netter yang berseru "kiamat".
Tentu saja belum kiamat, awal era baru telah tiba dan kita semua masih hidup. Namun alam semesta memiliki keajaiban yang begitu luar biasa banyak, dan yang ingin memberitahu kita bahwa di luar lingkup "terpercaya", masih ada begitu banyak wilayah atau hal-hal yang belum terdeteksi oleh manusia.
Menulis sampai disini, sekilas otak tercerahkan bahwa jika rumah tua rusak tentu harus diperbaharui...muncul dan tenggelam, datang dan pergi, hidup dan mati silih berganti...para matahari akan pindah rumah.
Pemandangan langka itu, saya katakan, matahari kita sedang pindah rumah.
[Imelda Goh / Jakarta]
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.