"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu."
______________
Mutiara Iman
JATUH TERSUNGKUR DI HADAPAN-NYA
24 Januari 2013
"Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak:
"Engkaulah Anak Allah"
(Mrk 3:11)
Lectio;
Ibr 7:25-8:6;
Mzm 40;7-8a,8b-9,10,17;
Mrk 3:7-12
Di antara teman-temannya Dodi dikenal sebagai seorang penakut. Ke mana-mana dia selalu minta ditemani temannya, apalagi ketika hari sudah larut malam. Hal ini sering menjadi bahan olokan teman-temannya.
Suatu ketika teman-temannya yang sudah berencana mempermainkan Dodi, membawanya ke hutan dan meninggalkannya di sana. Awalnya Dodi sangat panik menyadari teman-temannya meninggalkannya sendirian.
Tapi beberapa saat kemudian, Dodi justru merasa nyaman di tengah kesendiriannya, bahkan ia bisa tidur dengan nyaman.
Keesokan harinya teman-temannya bertanya mengapa Dodi tiba-tiba berubah menjadi pemberani? Dodi pun menjawab :
"Semalam Tuhan berkomunikasi dengan saya, dan Dia lah yang membuatku berani, tenang dan nyaman. Sampai akhirnya aku baru menyadari bahwa ketakutanku selama ini pada kegelapan akhirnya telah mati oleh terang Kristus dalam diriku"
Dalam Injil hari ini, Yesus meyembuhkan banyak orang yang berasal dari seluruh daerah. Bahkan ketika roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak :
"Engkaulah Anak Allah"
Kita sebagai murid Yesus harus menang terhadap si jahat, terhadap segala ketakutan, kecemasan dan bukan jatuh tersungkur di hadapan si jahat serta mengikuti-Nya.
Oratio:
Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat. Amin
(Mzm 40:17)
Missio:
Marilah kita mengalahkan segala yang berasal dari si jahat, karena kita adalah anak Allah!
Have a Blessed Thursday.
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
= Markus 3:7-12 =
Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.
Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.
Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.
Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak:
"Engkaulah Anak Allah."
Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
________________
Mo Tzu adalah seorang Filsuf Cina yang hidup sekitar tahun 479-381.
Pada suatu hari, Mo Tzu dengan serius memarahi muridnya.
Muridnya sangat sedih, dengan sedihnya dia berkata kepada gurunya,
"Kesalahan yang saya lakukan tidak sebesar kesalahan yang dilakukan orang lain, kenapa guru demikian kejam memarahi saya?."
Mo Tzu setelah mendengar keluhan muridnya lalu berkata,
"Jika engkau akan mendaki gunung Taishan, ada seekor kuda dan seekor kambing, engkau akan memilih mencambuk kuda atau mencambuk kambing?."
Muridnya setelah mendengar perkataan gurunya menjawab,
"Tentu saja saya akan mencambuk kuda.
Lalu Mo Tzu bertanya lagi,
"Kenapa engkau memilih tidak mencambuk kambing?."'
Muridnya menjawab,
"Karena kuda dapat lari dengan cepat maka harus mencambuknya, sedangkan kambing tidak mempunyai kemampuan seperti kuda."
Mo Tzu berkata lagi,
"Saya memarahi kamu karena kamu seperti kuda tersebut bukan seperti kambing, pantas mendapat kritik."
Seseorang dimasa proses pertumbuhan, tidak dapat menghindari lingkungan serta pergaulannya dengan orang yang dapat menciptakan pola berpikirnya. Ketika pola berpikirnya yang menyimpang mendapat kritikan, maka akan timbul emosi yang negatif, atau bisa timbul rasa marah, rasa benci dan rasa sedih.
Tetapi jika kita dapat menyadarinya serta dapat keluar dari pola berpikir lama yang menyimpang ini, maka kita akan sangat berterima kasih kepada orang yang mengkritiknya dan dapat menerima kekurangan dan kelemahan dirinya sendiri.
Sehingga kita akan menjadi seekor kuda yang dapat berlari dengan cepat ribuan mil, bahkan dalam proses pertumbuhan dapat maju dengan pesat.
[Ernawati H / Medan]
Sumber: Kebajikan
________________
God Bless All of You.
______________
Mutiara Iman
JATUH TERSUNGKUR DI HADAPAN-NYA
24 Januari 2013
"Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak:
"Engkaulah Anak Allah"
(Mrk 3:11)
Lectio;
Ibr 7:25-8:6;
Mzm 40;7-8a,8b-9,10,17;
Mrk 3:7-12
Di antara teman-temannya Dodi dikenal sebagai seorang penakut. Ke mana-mana dia selalu minta ditemani temannya, apalagi ketika hari sudah larut malam. Hal ini sering menjadi bahan olokan teman-temannya.
Suatu ketika teman-temannya yang sudah berencana mempermainkan Dodi, membawanya ke hutan dan meninggalkannya di sana. Awalnya Dodi sangat panik menyadari teman-temannya meninggalkannya sendirian.
Tapi beberapa saat kemudian, Dodi justru merasa nyaman di tengah kesendiriannya, bahkan ia bisa tidur dengan nyaman.
Keesokan harinya teman-temannya bertanya mengapa Dodi tiba-tiba berubah menjadi pemberani? Dodi pun menjawab :
"Semalam Tuhan berkomunikasi dengan saya, dan Dia lah yang membuatku berani, tenang dan nyaman. Sampai akhirnya aku baru menyadari bahwa ketakutanku selama ini pada kegelapan akhirnya telah mati oleh terang Kristus dalam diriku"
Dalam Injil hari ini, Yesus meyembuhkan banyak orang yang berasal dari seluruh daerah. Bahkan ketika roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak :
"Engkaulah Anak Allah"
Kita sebagai murid Yesus harus menang terhadap si jahat, terhadap segala ketakutan, kecemasan dan bukan jatuh tersungkur di hadapan si jahat serta mengikuti-Nya.
Oratio:
Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat. Amin
(Mzm 40:17)
Missio:
Marilah kita mengalahkan segala yang berasal dari si jahat, karena kita adalah anak Allah!
Have a Blessed Thursday.
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
= Markus 3:7-12 =
Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.
Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.
Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.
Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak:
"Engkaulah Anak Allah."
Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
________________
Mo Tzu adalah seorang Filsuf Cina yang hidup sekitar tahun 479-381.
Pada suatu hari, Mo Tzu dengan serius memarahi muridnya.
Muridnya sangat sedih, dengan sedihnya dia berkata kepada gurunya,
"Kesalahan yang saya lakukan tidak sebesar kesalahan yang dilakukan orang lain, kenapa guru demikian kejam memarahi saya?."
Mo Tzu setelah mendengar keluhan muridnya lalu berkata,
"Jika engkau akan mendaki gunung Taishan, ada seekor kuda dan seekor kambing, engkau akan memilih mencambuk kuda atau mencambuk kambing?."
Muridnya setelah mendengar perkataan gurunya menjawab,
"Tentu saja saya akan mencambuk kuda.
Lalu Mo Tzu bertanya lagi,
"Kenapa engkau memilih tidak mencambuk kambing?."'
Muridnya menjawab,
"Karena kuda dapat lari dengan cepat maka harus mencambuknya, sedangkan kambing tidak mempunyai kemampuan seperti kuda."
Mo Tzu berkata lagi,
"Saya memarahi kamu karena kamu seperti kuda tersebut bukan seperti kambing, pantas mendapat kritik."
Seseorang dimasa proses pertumbuhan, tidak dapat menghindari lingkungan serta pergaulannya dengan orang yang dapat menciptakan pola berpikirnya. Ketika pola berpikirnya yang menyimpang mendapat kritikan, maka akan timbul emosi yang negatif, atau bisa timbul rasa marah, rasa benci dan rasa sedih.
Tetapi jika kita dapat menyadarinya serta dapat keluar dari pola berpikir lama yang menyimpang ini, maka kita akan sangat berterima kasih kepada orang yang mengkritiknya dan dapat menerima kekurangan dan kelemahan dirinya sendiri.
Sehingga kita akan menjadi seekor kuda yang dapat berlari dengan cepat ribuan mil, bahkan dalam proses pertumbuhan dapat maju dengan pesat.
[Ernawati H / Medan]
Sumber: Kebajikan
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.