Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak:
"Engkaulah Anak Allah."
______________
Bacaan hari ini
Kamis, 24 Jan 2013
= Markus 3:7-12 =
Saudaraku,
Injil hari ini tentang YESUS yang dengan kuasanya menyembuhkan banyak orang.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali berhadapan dengan berbagai macam penyakit, baik fisik ataupun penyakit mental. Segala macam penyakit itu sering kali membuat kita patah semangat bahkan kadang kala membuat kita putus asa.
Jangan ragu, datanglah pada YESUS, berdoa dan andalkan YESUS sebagai perawat dan penyembuh yang sejati. Kesembuhan datang dari hati yang mau terbuka.....
1 2 3....yes....Gbu
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
= Markus 3:7-12 =
Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.
Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.
Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.
Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak:
"Engkaulah Anak Allah."
Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
________________
Seorang murid terisak di depan Gurunya.
"Guru, aku rapuh, hidupku tak berguna. Laksana daki aku hanya mengotori. Laksana pohon, batang dan dahanku merapuh mati. Aku ingin bunuh diri!"
Sang Guru diam duduk bersila menikmati segelas kopi tubruk nan nikmat di sebuah ruangan yang temaram. Tak seberapa lama ia bangkit mengambil akuarium kecil di sudut ruangan yang berisi dua ekor ikan. Satu ekor berwarna keemasan dan seekor ikan putih yang terlihat biasa karena ikan tersebut memang ikan yang biasa hidup di persawahan.
Lalu dituangkan beberapa tetes tinta hitam kedalamnya. Air berubah warna menjadi pekat dan hitam. Ikan kecil itu perlahan mulai terlihat kebingungan. Bahkan ikan yang keemasan terlihat sempoyongan. Berjalan kehilangan arah. Menggelepar kehabisan oksigen. Hingga akhirnya pingsan.
"Muridku, hati dan pikiranmu adalah laksana ikan dalam air hitam ini. Gelap, pengap, sempit, menyesakan. Ketika dalam gelap dunia terasa sejengkal lebarnya. Ketika dalam pengap serasa hidup tak berdaya, tanpa pilihan. Ketika pikiran sempit, hati kita tumpul. Jiwa kita merapuh."
Dengan perlahan Sang Guru mengambil teko besar berisi air putih jernih. Dituangkannya ke dalam akuarium yang berwarna hitam itu. Pelan tapi pasti warna hitam air tersebut terus memudar. Air terus dituang bahkan hingga air meluap dari akuarium. Terus dituang hingga air di dalam akuarium menjadi kembali jernih dan bening. Menyisakan ikan putih yang kembali segar berenang dengan riangnya.
"Muridku, penuhi jiwa dan hatimu dengan kebaikan dan limpahilah dengan syukur. Lupakan segala kesulitan, kemalangan, kegelapan yang ada. Syukurilah kemudahan yang ada. Fokuslah pada kelapangan, bukan pada kesempitan. Hitunglah keberuntungan dan lupakanlah kemalangan. Limpahkanlah perasaan syukurmu dengan menebar kebaikan ke sekitarmu. Penuhi hatimu dengan perasaan syukur maka perlahan hatimu terpenuhi syukur.
Murid bertanya, "Guru, aku sulit merasakan syukur."
Sang Guru menjawab, "Cukup perbanyak berbuat kebaikan maka hatimu akan belajar bersyukur."
"Guru, aku lemah dan tidak bisa bersabar."
Sang Guru menjawab, "Jadilah ikan sawah yang diasah oleh kesulitan hidup dan menjadikan setiap kesulitan hidup adalah bagian dari proses menuju keberhasilan."
"Guru, aku masih dalam kegelapan."
Sang Guru menjawab, "Jadilah cahaya! Sekecil apa pun, jadilah cahaya bagi sekitarmu. Tebarkanlah kebaikan, maka perlahan kegelapanmu akan sirna, karena kamu sudah menjadi cahaya."
Jadilah cahaya terang di-tengah kegelapan.
[Elisabeth Wang / Banda Aceh]
________________
God Bless All of You.
"Engkaulah Anak Allah."
______________
Bacaan hari ini
Kamis, 24 Jan 2013
= Markus 3:7-12 =
Saudaraku,
Injil hari ini tentang YESUS yang dengan kuasanya menyembuhkan banyak orang.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali berhadapan dengan berbagai macam penyakit, baik fisik ataupun penyakit mental. Segala macam penyakit itu sering kali membuat kita patah semangat bahkan kadang kala membuat kita putus asa.
Jangan ragu, datanglah pada YESUS, berdoa dan andalkan YESUS sebagai perawat dan penyembuh yang sejati. Kesembuhan datang dari hati yang mau terbuka.....
1 2 3....yes....Gbu
_______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St. Markus.
= Markus 3:7-12 =
Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.
Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.
Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.
Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak:
"Engkaulah Anak Allah."
Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.
________________
Seorang murid terisak di depan Gurunya.
"Guru, aku rapuh, hidupku tak berguna. Laksana daki aku hanya mengotori. Laksana pohon, batang dan dahanku merapuh mati. Aku ingin bunuh diri!"
Sang Guru diam duduk bersila menikmati segelas kopi tubruk nan nikmat di sebuah ruangan yang temaram. Tak seberapa lama ia bangkit mengambil akuarium kecil di sudut ruangan yang berisi dua ekor ikan. Satu ekor berwarna keemasan dan seekor ikan putih yang terlihat biasa karena ikan tersebut memang ikan yang biasa hidup di persawahan.
Lalu dituangkan beberapa tetes tinta hitam kedalamnya. Air berubah warna menjadi pekat dan hitam. Ikan kecil itu perlahan mulai terlihat kebingungan. Bahkan ikan yang keemasan terlihat sempoyongan. Berjalan kehilangan arah. Menggelepar kehabisan oksigen. Hingga akhirnya pingsan.
"Muridku, hati dan pikiranmu adalah laksana ikan dalam air hitam ini. Gelap, pengap, sempit, menyesakan. Ketika dalam gelap dunia terasa sejengkal lebarnya. Ketika dalam pengap serasa hidup tak berdaya, tanpa pilihan. Ketika pikiran sempit, hati kita tumpul. Jiwa kita merapuh."
Dengan perlahan Sang Guru mengambil teko besar berisi air putih jernih. Dituangkannya ke dalam akuarium yang berwarna hitam itu. Pelan tapi pasti warna hitam air tersebut terus memudar. Air terus dituang bahkan hingga air meluap dari akuarium. Terus dituang hingga air di dalam akuarium menjadi kembali jernih dan bening. Menyisakan ikan putih yang kembali segar berenang dengan riangnya.
"Muridku, penuhi jiwa dan hatimu dengan kebaikan dan limpahilah dengan syukur. Lupakan segala kesulitan, kemalangan, kegelapan yang ada. Syukurilah kemudahan yang ada. Fokuslah pada kelapangan, bukan pada kesempitan. Hitunglah keberuntungan dan lupakanlah kemalangan. Limpahkanlah perasaan syukurmu dengan menebar kebaikan ke sekitarmu. Penuhi hatimu dengan perasaan syukur maka perlahan hatimu terpenuhi syukur.
Murid bertanya, "Guru, aku sulit merasakan syukur."
Sang Guru menjawab, "Cukup perbanyak berbuat kebaikan maka hatimu akan belajar bersyukur."
"Guru, aku lemah dan tidak bisa bersabar."
Sang Guru menjawab, "Jadilah ikan sawah yang diasah oleh kesulitan hidup dan menjadikan setiap kesulitan hidup adalah bagian dari proses menuju keberhasilan."
"Guru, aku masih dalam kegelapan."
Sang Guru menjawab, "Jadilah cahaya! Sekecil apa pun, jadilah cahaya bagi sekitarmu. Tebarkanlah kebaikan, maka perlahan kegelapanmu akan sirna, karena kamu sudah menjadi cahaya."
Jadilah cahaya terang di-tengah kegelapan.
[Elisabeth Wang / Banda Aceh]
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.