Tuesday, November 27, 2012

"REN" SELASA. 27 November 2012. Berbuat Baik. Apakah kau Mencintaiku ?

Kencan Dengan Tuhan
Selasa, 27 November 2012
Bacaan: Galatia 6:9
"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

Renungan:
Beberapa waktu lalu seorang kakek bercerita bahwa sejak muda dia aktif dalam kegiatan gereja dan banyak membantu orang yang susah. Kini di usianya yang sudah 84 tahun kondisi tubuhnya sudah lemah dan berbagai penyakit mulai dideritanya. Sambil menangis dia mengatakan bahwa dia ingin mati karena keluarga dan orang lain tidak peduli lagi padanya. Semua kebaikan yang pernah dibuatnya seolah-olah sia-sia karena kini hidupnya menderita dan kesepian.
Dalam kehidupan ini Yesus mengutus kita untuk bisa berbuat kebaikan bagi banyak orang. Namun mungkin kita sering mengeluh dan kecewa karena ternyata semua kebaikan kita tidak membuahkan apa-apa, bahkan orang lain tidak menghargai dan membalasnya dengan kejahatan. Ingatlah, bahwa semua hal itu jangan sampai membuat kita berhenti untuk berbuat kebaikan. Perbuatan baik yang kita lakukan kepada sesama kita itu ibarat benih yang kita tabur dan suatu ketika kita pasti akan menuainya. Karena itu janganlah jemu-jemu untuk berbuat kebaikan. Lakukanlah semua itu se-mata2 untuk kemuliaan nama Tuhan, maka anda akan senantiasa terpuaskan walaupun orang lain tidak menghargai anda. Ketulusan kita untuk berbuat kebaikan akan membuat senyum di bibir Tuhan semakin indah untuk kita. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, ajarkan aku untuk berbuat kebaikan bukan semata-mata untuk mendapat pujian dari manusia, tetapi tulus kulakukan untuk kemuliaan namaMu karena Engkau sudah lebih dulu memberkati aku dengan banyak kebaikan. Lapangkan hatiku saat perbuatan baikku tidak dihargai orang lain dan buatlah aku tetap tersenyum saat orang lain membalas perbuatan baikku dengan kejahatan. Yesus, jadikan hatiku seluas samudera untuk dapat menampung semua hal yang baik dan yang tidak baik dari orang-orang di sekitarku tanpa aku menjadi kecewa.
Have a Blessed Tuesday
______________

Merawatmu di Usia Senja
----------------------------------
Robert mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai rektor di Universitas Internasional Columbia dengan alasan merawat istrinya yang sakit alzheimer, yaitu gangguan fungsi otak. Sehingga berprilaku seperti bayi, tidak bisa berbuat apapun, bahkan untuk makan, mandi dan buang airpun ia harus dibantu.
Alasan itulah yang membuat Robert untuk merawat istrinya dgn tangannya sendiri. Sebab Muriel adalah wanita yg sangat istimewa baginya.
Singkat cerita, di tanggal 14 Februari 1995 sebagai hari istimewa untuk Robert & Muriel, karena pada tanggal itu di tahun 1948, Robert melamar Muriel.
Pada hari istimewa itu Robert memandikan Muriel, lalu menyiapkan makan malam dengan menu kesukaan Muriel.
Menjelang tidur ia mencium dan menggenggam tangan Muriel lalu berdoa,
"Tuhan yang baik, Engkau mengasihi Muriel lebih dari aku mengasihinya, karena itu jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam dan biarlah
ia mendengar nyanyian malaikatMu. Amin."
Pagi harinya, ketika Robert berolahraga dengan menggunakan sepeda statisnya, Muriel terbangun dari tidurnya. Ia berusaha untuk mengambil posisi yang nyaman, kemudian melempar senyum manis kepada Robert.
Untuk pertama kalinya setelah selama berbulan-bulan Muriel tidak pernah berbicara atau memanggil dengan suara yang lembut dan bening,
"Sayangku ... sayangku ..."
Robert melompat dari sepedanya dan segera memeluk wanita yang sangat dikasihinya itu.
"Sayangku, kau benar2 mencintaiku bukan ?" tanya Muriel.
Setelah melihat anggukan dan senyum diwajah Robert, Muriel berbisik,
"Aku bahagia !"
Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Muriel sebelum meninggal kepada suaminya..
Itu kisah nyata Robert McQuilken, president of Columbia Bible College & Seminary. Dia tulis buku "A Promise Kept". Kisah nyata yang mencintai dan merawat istrinya itu..
_______________


God Bless All of You.
















No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.