Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu
(Matius 5:39)
Akhir-akhir ini marak berita-berita maupun komentar tentang ormas yang sering menggunakan kekerasan untuk mencapai keinginannya, ada yang memakai atribut suku, daerah, bahkan agama.
Nama Tuhan yang agung itu diteriakkan di tengah jalan sambil melakukan perusakan, penganiayaan.
Ada kelompok masyarakat yang melawan, juga dengan kegarangan dan kekerasan, sehingga tidak jarang terjadi konflik horizontal di masyarakat.
Bagaimana sikap kita terhadap orang-orang yang melakukan kekerasan dan kejahatan? Namanya orang berbuat jahat kepada kita, kok tidak boleh dilawan?
Yesus tidak pernah mengajarkan kita untuk menjadi takut atau menganjurkan sikap yang lemah atau menyerah, melainkan Yesus ingin kita rendah hati daripada sombong, mengampuni daripada membalas, bergantung sepenuhnya pada kuasa Allah daripada bergantung pada kekuatan kita, mengasihi daripada membalas.
Ingat pembalasan adalah hak Tuhan, Tuhanlah yang akan memuntut pembalasan
Petrus berkata; "dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang bodoh"
Mereka yang melakukan kekerasan adalah orang-orang picik yang bodoh, tahu ajaran yang baik tetapi tidak takut Tuhan, nama Tuhan dicatut, dipakai untuk memenuhi keinginan mereka
Kita sebagai orang percaya harus menjadi teladan dalam "anti kekerasan", kita harus membawa damai sejahtera Allah, kita harus mengasihi orang lain, seperti yang alkitab katakan; "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih"
Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang diantara kamu, demikian pula segala kejahatan
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu
Tuhan Yesus memberkati.
(Matius 5:39)
Akhir-akhir ini marak berita-berita maupun komentar tentang ormas yang sering menggunakan kekerasan untuk mencapai keinginannya, ada yang memakai atribut suku, daerah, bahkan agama.
Nama Tuhan yang agung itu diteriakkan di tengah jalan sambil melakukan perusakan, penganiayaan.
Ada kelompok masyarakat yang melawan, juga dengan kegarangan dan kekerasan, sehingga tidak jarang terjadi konflik horizontal di masyarakat.
Bagaimana sikap kita terhadap orang-orang yang melakukan kekerasan dan kejahatan? Namanya orang berbuat jahat kepada kita, kok tidak boleh dilawan?
Yesus tidak pernah mengajarkan kita untuk menjadi takut atau menganjurkan sikap yang lemah atau menyerah, melainkan Yesus ingin kita rendah hati daripada sombong, mengampuni daripada membalas, bergantung sepenuhnya pada kuasa Allah daripada bergantung pada kekuatan kita, mengasihi daripada membalas.
Ingat pembalasan adalah hak Tuhan, Tuhanlah yang akan memuntut pembalasan
Petrus berkata; "dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang bodoh"
Mereka yang melakukan kekerasan adalah orang-orang picik yang bodoh, tahu ajaran yang baik tetapi tidak takut Tuhan, nama Tuhan dicatut, dipakai untuk memenuhi keinginan mereka
Kita sebagai orang percaya harus menjadi teladan dalam "anti kekerasan", kita harus membawa damai sejahtera Allah, kita harus mengasihi orang lain, seperti yang alkitab katakan; "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih"
Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang diantara kamu, demikian pula segala kejahatan
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.