Sebab itu, janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri, kesusahan sehari cukuplah untuk sehari
Matius 6;34
Media memberitakan bahwa di kamar tempat Whitney Houston ditemukan tewas, ditemukan berbagai macam obat-obatan, alprazolam, lorazepam dan diazepam (obat anti anxiety/cemas)
Memang rasa cemas, kuatir, menjadi bagian dari hidup manusia, tidak peduli apakah orang kaya atau miskin, pintar atau bodoh, beriman atau tidak beriman
Dr Charles Mayo pernah mengatakan, separuh dari orang-orang yang dirawat di rumah sakit, menguatirkan diri mereka sendiri
Apalagi ketika hidup makin susah, krisis multidimensi dimana-mana, kompetisi semakin ketat, maka kekuatiran juga semakin besar
Kecemasan, kekuatiran adalah sesuatu yang manusiawi dan tidak berarti kita sebagai orang beriman, tidak boleh cemas atau kuatir
Tidak berarti juga, kalau kita cemas atau kuatir berarti kita kurang beriman, kurang berdoa, kurang berserah
Yang Yesus ajarkan adalah rasa kuatir harus pada tempatnya, proporsional, kuatir ketika memang keadaan membuat kita kuatir dan jangan sampai kekuatiran begitu besarnya, begitu sentralnya, sehingga hidup kita hanya dikuasai oleh kekuatiran
"Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?"
Hidup yang dikuasai kekuatiran tidak menolong apa-apa, bahkan sangat merugikan, tidak bisa menambah umur, malah kemungkinan mengurangi umur karena stress, tekanan darah tinggi, tidak bisa tidur, sakit maag dan lainnya
Banyak orang yang karena kuatir menjadi panik, melupakan Tuhan, malah berpaling pada kuasa kegelapan
"janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur"
Disinilah iman kita berperan, iman itu artinya mempercayakan diri sepenuhnya kepada Allah
Biarlah Tuhan yang menguasai hidup kita, jangan kekuatiran
Tuhan Yesus memberkati.
Matius 6;34
Media memberitakan bahwa di kamar tempat Whitney Houston ditemukan tewas, ditemukan berbagai macam obat-obatan, alprazolam, lorazepam dan diazepam (obat anti anxiety/cemas)
Memang rasa cemas, kuatir, menjadi bagian dari hidup manusia, tidak peduli apakah orang kaya atau miskin, pintar atau bodoh, beriman atau tidak beriman
Dr Charles Mayo pernah mengatakan, separuh dari orang-orang yang dirawat di rumah sakit, menguatirkan diri mereka sendiri
Apalagi ketika hidup makin susah, krisis multidimensi dimana-mana, kompetisi semakin ketat, maka kekuatiran juga semakin besar
Kecemasan, kekuatiran adalah sesuatu yang manusiawi dan tidak berarti kita sebagai orang beriman, tidak boleh cemas atau kuatir
Tidak berarti juga, kalau kita cemas atau kuatir berarti kita kurang beriman, kurang berdoa, kurang berserah
Yang Yesus ajarkan adalah rasa kuatir harus pada tempatnya, proporsional, kuatir ketika memang keadaan membuat kita kuatir dan jangan sampai kekuatiran begitu besarnya, begitu sentralnya, sehingga hidup kita hanya dikuasai oleh kekuatiran
"Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?"
Hidup yang dikuasai kekuatiran tidak menolong apa-apa, bahkan sangat merugikan, tidak bisa menambah umur, malah kemungkinan mengurangi umur karena stress, tekanan darah tinggi, tidak bisa tidur, sakit maag dan lainnya
Banyak orang yang karena kuatir menjadi panik, melupakan Tuhan, malah berpaling pada kuasa kegelapan
"janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur"
Disinilah iman kita berperan, iman itu artinya mempercayakan diri sepenuhnya kepada Allah
Biarlah Tuhan yang menguasai hidup kita, jangan kekuatiran
Tuhan Yesus memberkati.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.