Monday, September 16, 2019

Belajar dari iman perwira romawi

Seperti Matahari menghalau kegelapan
Seperti Karat menggerogoti besi
Jauhkanlah Hidup dari Keburukan
Jauhkanlah sikap Iri Dengki


Senin, 16 Sep 2019.

Berdoalah bermohonlah untuk semuanya
Allah ingin meny
elamatkan semuanya
Aparat pemerintah dan penguasa 
Semua kebaikan Tuhan kita

Tuhan Allah itu esa, 
dan esa pulalah Dia 
Pengantara Allah dan manusia
Kristus Yesus Tuhan kita

Paulus pengajar Iman Kebenaran.
Menginginkan lelaki berdoa dimanapun
Dengan suci menadahkan tangan 
tanpa kemarahan dan perselisihan


Saya merasa Allah itu luar biasa, kemurahanNya tak terbatas, telah mengutus Tuhan Yesus kepada saya. Saya mencoba mengikuti kebaikanNya, tapi saya sering kali gagal menahan kemarahan dan menghindari perselisihan dari orang 'jahat' (perasaan saya).

Bagaimana bisa saya diam saja melihat orang berbuat sesuka-sukanya? Atau menyaksikan bagaimana hal baik dirusakkan oleh sekelompok orang ? Benarkah perasaan saya berusaha melawan ketidak adilan yang sedang terjadi ? Bagaimana bisa melihat sekelompok orang 'merusak' gereja katolik?


Besarlah kasihNya kepada dunia
Sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya 
Agar setiap orang percaya 
Memiliki hidup abadi bersamaNya


Di Kapernaum ada seorang perwira 
Dia mempunyai seorang hamba
Sedang sakit keras hambanya

Kedatangan Yesus di Kapernaum didengarnya
Disuruhnya orang tua Yahudi kepada-Nya 
MemintaNya datang menyembuhkan hambanya

Saat Yesus dekat rumahnya
Datanglah padaNya beberapa sahabatnya 
Mereka menyampaikan perkataan perwira
Tuhan katakanlah sepatah kata 
Percaya pasti sembuh hambanya


Hari ini, saya belajar dari iman seorang perwira romawi, percaya kepada Yesus. Percaya dan menunggu perkataan yang keluar dari mulut Yesus. Menunggu waktuNya bertindak. Belajar beriman dengan penuh. Belajar bersabar, berbicara dengan tenang kepada pihak lain yang lebih berwenang.


Doa: 
Terpujilah Tuhan, 
sebab Ia telah mendengarkan doa permohonanku.

Saat aku berteriak minta tolong, 
Saat mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus.

Tuhan adalah kekuatan dan perisaiku; 
kepada-Nya, hatiku percaya. 
sebab itu beria-rialah hatiku, 
dengan nyanyian, aku bersyukur kepada-Nya.

Terpujilah Tuhan untuk selama-lamanya.
Kemuliaan...


No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.