Langit biru nampaklah awan
Angin terasa lembut semilir
Dimana ada Kasih Persahabatan
Disitulah Kasih Tuhan hadir
Malaikat Tuhan mengutus Filipus
Menemui Sida-sida negeri Etiopia
Kehendak Tuhan mengantar Filipus
Saat Sida-sida membaca kitab Yesaya
Menyusur jalan Yerusalem ke Gaza
Disanalah Filipus bercerita Yesus
Setelah mendengarnya Sida-sida percaya
Anak Allah Yesus Kristus
Di Kapernaum Yesus pernah berkata
Dialah Roti Hidup dari Surga
Barangsiapa makan dari padanya
Ia akan hidup selama-lamanya
Kamis Paskah III
Warna Liturgi: Putih
Bacaan I: Kis 8:26-40
Mazmur Tanggapan: Mzm 66:8-9.16-17.20
Bait Pengantar Injil: Yoh 6:51
Bacaan Injil: Yoh 6:44-51
Bacaan I
Kis 8:26-40
Jika Tuan percaya dengan segenap hati, Tuan boleh dibaptis.
Pembacaan dari Kisah Para Rasul:
Waktu Filipus di Samaria,
berkatalah seorang malaikat Tuhan kepadanya,
"Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan,
menyusur jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza."
Jalan itu jalan yang sunyi.
Lalu berangkatlah Filipus.
Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida,
pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia,
yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.
Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang,
ia duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.
Lalu kata Roh kepada Filipus,
"Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!"
Filipus segera mendekat,
dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya.
Kata Filipus, "Mengertikah Tuan apa yang Tuan baca itu?"
Jawabnya,
"Bagaimanakah aku dapat mengerti,
kalau tidak ada yang membimbing aku?"
Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.
Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut:
Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian;
dan seperti anak domba
yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya,
demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.
Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya;
siapakah yang akan menceriterakan asal usul-Nya?
Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.
Maka kata sida-sida itu kepada Filipus,
"Aku bertanya kepadamu,
tentang siapakah nabi berkata demikian?
Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?"
Maka mulailah Filipus berbicara,
dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.
Mereka melanjutkan perjalanan,
dan tiba di suatu tempat yang ada air.
Lalu kata sida-sida itu,
"Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"
Sahut Filipus, "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh."
Jawabnya,
"Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."
Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta,
dan keduanya turun ke dalam air,
baik Filipus maupun sida-sida itu,
dan Filipus membaptis dia.
Dan setelah mereka keluar dari air,
Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus,
dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi.
Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.
Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod.
Ia menjelajah daerah itu
dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.
Demikianlah sabda Tuhan.
Mazmur Tanggapan
Mzm 66:8-9.16-17.20
R:1
Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi!
*Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa,
dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya!
Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup
dan tidak membiarkan kaki kami goyah.
*Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takwa kepada Allah,
aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadapku.
Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku,
kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.
*Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku,
dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya daripadaku.
Bait Pengantar Injil
Yoh 6:51
Akulah roti hidup yang telah turun dari surga, sabda Tuhan.
Barangsiapa makan dari roti ini,
ia akan hidup selama-lamanya.
Bacaan Injil
Yoh 6:44-51
Akulah roti hidup yang telah turun dari surga.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:
Di rumah ibadat di Kapernaum
Yesus berkata kepada orang banyak,
"Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku,
jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku;
dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi:
Dan mereka semua akan diajar oleh Allah.
Dan setiap orang,
yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa,
datang kepada-Ku.
Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa!
Hanya Dia yang datang dari Allah,
Dialah yang telah melihat Bapa!
Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa percaya,
ia mempunyai hidup yang kekal.
Akulah roti hidup.
Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun
dan mereka telah mati.
Inilah roti yang turun dari surga:
Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
Akulah roti hidup yang telah turun dari surga.
Jikalau seorang makan dari roti ini,
ia akan hidup selama-lamanya.
Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku,
yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."
Demikianlah Injil Tuhan.
#
ROTI HIDUP
Alkisah seorang romo bercerita saat dia masih kecil, saat masih menjadi putra Altar/ misdinar, kdangkala dia dan teman2nya diajak masuk kamar Pastor paroki.
Disana pastor paroki menawarkan kalau ada barang yang kamu suka disini, mintalah, maka kamu akan diberi. Selalu ada yang menarik disana, jadilah seringkali romo kecil ini membawa oleh-oleh.
Saat menjadi frater (calon romo), kalau mampir ke rumah pastoran, sang pastor selalu menawarkan mau jalan-jalankah ke suatu tempat yang menarik ?
Sambil berjalan, biasanya kami bercerita lalu makan bersama.
"Sungguh, saat itu, pastor itu menjadi 'roti hidup' buat saya dan teman- teman, karena pastor itu selalu memberikan perhatian, kasih dan persahabatan. Tiada sekat yang membatasi, sehingga pastor itu menjadi semangat saya untuk melanjutkan pelajaran di seminari tinggi hingga saya menjadi romo," demikian kata-kata kesaksian romo mengakhir homili misa paginya.
Langit biru nampaklah awan
Angin terasa lembut semilir
Dimana ada Kasih Persahabatan
Disitulah Kasih Tuhan hadir.
#

No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.