Tuesday, November 27, 2018

1811271. Bacaan Liturgi 27 November 2018 Hari Biasa, Pekan Biasa XXXIV. TANDA-TANDA ZAMAN.

Bacaan Liturgi 27 November 2018
Hari Biasa, Pekan Biasa XXXIV.


Bacaan Pertama
Why 14:14-20
Sudah tiba saatnya untuk menuai, sebab tuaian di bumi sudah masak.


Pembacaan dari Kitab Wahyu:

Aku, Yohanes, melihat, sesungguhnya ada awan putih.
Di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia
dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya
dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.

Lalu keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci.
Ia berseru dengan suara nyaring
kepada Dia yang duduk di atas awan itu,
"Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah,
karena sudah tiba saatnya untuk menuai,
sebab tuaian di bumi sudah masak."
Maka Dia yang duduk di atas awan itu,
mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi,
dan bumi pun dituailah.
Lalu seorang malaikat lain keluar dari bait suci di surga.
Ia pun memegang sebilah sabit tajam.

Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah.
ia berkuasa atas api,
dan ia berseru dengan suara nyaring
kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya,
"Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu
dan potonglah buah pohon anggur di bumi
karena buahnya sudah masak."
Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi,
dan memotong buah pohon anggur di bumi
dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah.
Maka buah anggur itu dikilang di luar kota
dan dari kilangan itu mengalirlah darah,
tingginya sampai ke kekang kuda, dan jauhnya dua ratus mil.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 96:10-13
R:13b
Tuhan datang menghakimi bumi.


*Katakanlah di antara bangsa-bangsa:
"Tuhan itu Raja!
Dunia ditegakkannya, tidak akan goyah.
Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."

*Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai,
biar gemuruhlah laut serta segala isinya!
Biarlah beria-ria padang dan segala yang ada di atasnya,
maka segala pohon di hutan bersorak-sorai.

*Biarlah mereka bersukacita di hadapan Tuhan, sebab Ia datang,
sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.
Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan,
dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Bait Pengantar Injil
Why 2:10c
Hendaklah engkau setia sampai mati, sabda Tuhan,
dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.


Bacaan Injil
Luk 21:5-11
Tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Ketika itu beberapa orang berbicara tentang Bait Allah
dan mengagumi bangunan yang dihiasi dengan batu indah,
dan berbagai macam barang persembahan.
Tetapi Yesus berkata kepada mereka,
"Akan tiba harinya segala yang kalian lihat di situ diruntuhkan,
dan tidak akan ada satu batu pun
dibiarkan terletak di atas batu yang lain."

Lalu murid-murid bertanya,
"Guru, bilamanakah hal itu akan terjadi?
Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?"
Jawab Yesus, "Waspadalah, jangan sampai kalian disesatkan.
Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku,
dan berkata,
'Akulah Dia' dan 'Saatnya sudah dekat.'
Janganlah kalian mengikuti mereka.
Dan bila kalian mendengar kabar tentang perang dan pemberontakan,
janganlah kalian terkejut.
Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu,
tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera."

Kemudian Yesus berkata kepada mereka,
"Bangsa akan bangkit melawan bangsa
dan kerajaan melawan kerajaan.
Akan terjadi gempa bumi yang dahsyat,
dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan.
Dan akan terjadi juga
hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit."

Demikianlah injil Tuhan.

#


*TANDA-TANDA ZAMAN*

Lukas 21:5-11

Hari-hari  mengakhiri Tahun Liturgi, kita diajak merenungkan tentang akhir zaman. Kendati Yesus tidak memberi gambaran yang jelas tentang waktu datangnya akhir zaman, namun Yesus mengingatkan agar kita tetap waspada dan teguh beriman.

Yesus menghubungkan keruntuhan Bait Allah dengan akhir zaman. Akan terjadi bencana, gempa bumi dasyat, perang dan pemberontakan, penyakit dan kelaparan serta tanda-tanda dasyat dari langit.

Tetapi itu semua harus terjadi lebih dulu. Kita tidak boleh panik dan terkejut. Kalau Yesus berbicara tentang kehancuran Bait Allah, ada dua kemungkinan yang bisa kita tangkap.


• Pertama Yesus menubuatkan hancurnya Bait Allah yang sungguh terjadi pada tahun 70 Masehi oleh tentara Romawi di bawah Kaisar Titus.


• Kedua, dalam arti rohani bait suci adalah tubuh kita seperti yang dikatakan oleh Paulus, "tidak tahukah kamu bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu?" (1Kor 6:19).

Kalau diri kita sudah tidak dikuasai Roh Allah, maka itu tanda kehancuran.

Bait Suci adalah lambang kehadiran Allah. Kalau manusia sudah tidak dikuasai oleh Allah, itu artinya kematian.


Kematian berarti akhir hidup. Kita diajak untuk berjaga-jaga dan waspada. Kalau hidup kita sudah mengabaikan kehadiran Allah itu tandanya kita menuju budaya kematian.

Maka janganlah menghancurkan diri kita karena tubuh kita ini adalah Bait Suci Allah. Kita justru mempersilahkan Allah berdiam dalam diri kita.

Biarlah Allah menguasai kita. Batu-batu bangunan Bait Allah itu adalah doa, amal kasih, pengharapan, kebaikan. Jika kita menghidupi nilai-nilai itu niscaya Bait Allah tetap kokoh di dalam diri kita.

Dengan hidup penuh kebaikan. Allah meraja di hati kita.


No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.