Rumah Doa VS Sarang Penyamun
(RD Josep Susanto)
"RumahKu adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun".
Itulah kutipan yang dibuat oleh Yesus yang menggabungkan 2 nubiat nabi besar yaitu Yesaya dan Yeremia (Yes 56:7 dan Yer 7:11).
Sering kali, kalau kita membaca dan memahami kutipan dari Perjanjian Lama, kita akan terbantu memahami ajaran-ajaran dalam Perjanjian Baru.
Yesaya bab 56 merupakan bagian dari Trito Yesaya (Yes 56-66), yang umumnya berisikan gambaran keadaan di mana Tuhan akan memenuhi janji-janji keselamatanNya di masa yang akan datang.
Tetapi keselamatan itu bukannya gratis tanpa syarat. Umat Israel yang sudah ditebus dan diperbaharui dituntut suatu cara hidup yang benar dan adil, di mana ketaatan terhadap hukum, hidup dalam kebenaran, keadilan, kesetiaan dan kasih, seolah menjadi kunci keselamatan bagi umat Allah.
Pada masa keselamatan itu orang-orang dari segala suku bangsa yang hidupnya selaras dengan perintah Allah akan memperoleh kesukaan di dalam rumah doa bagi segala bangsa.
Dengan menyebut "rumah doa bagi segala bangsa", Allah menegaskan kehadiranNya di tengah-tengah umat manusia.
Kehadiran Allah itu akan membuat korban, doa, dan persembahan menjadi efektif, di mana Allah akan berkenan kembali dengan korban-korban bakaran, korban-korban sembelihan.
Di samping itu, Allah membuka rumahNya tidak hanya untuk orang Israel saja, melainkan juga untuk seluruh bangsa di bawah kolong langit.
Nampaknya Yesus tidak hanya mengutip pewartaan nabi Yesaya, tetapi juga menggabungkannya dengan kutipan dari nubuat nabi Yeremia (Yer 7:11), di mana dikatakan:
"Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya namaKu diserukan ini?"
Konteks dari nubuat ini adalah keadaan di mana pada jaman nabi Yeremia terjadi kemerosotan hidup bangsa Israel sebagai bangsa pilihan.
Mereka tidak lagi hidup berdasarkan hukum dan perintah Allah, tetapi sebaliknya, mereka malahan mencuri, membunuh, berzinah, bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal, mengikuti allah lain (bdk. Yer 7:8).
Anehnya mereka tidak merasa bersalah dan berdosa sama sekali.
Malahan mereka datang ke hadapan Allah untuk mempersembahan korban dan merasa yakin bahwa mereka pasti diselamatkan.
Inilah yang disebut dengan keyakinan palsu karena korban persembahan dilakukan hanya untuk menutupi kebobrokan hidup mereka sehari-hari.
Dengan kehadiran Yesus di Bait Allah, di mana tiap-tiap hari Ia mengajar di dalamNya (bdk. Luk 19:47), mau ditegaskan kehadiran Allah yang sungguh nyata dapat dilihat dan dirasakan.
Di sini penginjil Lukas mau meyakinkan bahwa bukan korban persembahan yang seolah "memaksa Allah untuk hadir" yang memberikan rasa aman yang palsu di tengah umat.
Kini Allah hadir secara baru dan secara langsung, langsung mengajar di tengah umatNya.
Inilah awal dari sebuah jaman baru. Kehadiran Allah yang demikian itu selaras dengan tanggapan dari orang-orang banyak yang hadir dan mendengarkan ajaran Yesus. Dikatakan mereka terpikat kepada Yesus dan ingin mendengarkanNya.
Kesimpulannya:
Tuhan Yesus bukan hanya membaca Kitab Suci Perjanjian Lama, tetapi juga MENAFSIRKANNYA kembali dan menggenapi nubuat-nubuat para nabi.
Yesus saja baca Kitab Suci, kamu???
Selamat pagi
Tuhan memberkati
Smoga Kuasa Roh Kudus menyertai kita semua untuk selalu bersyukur dan selalu peduli terhadap sesama. Bersyukur atas segala Karunia yang telah dimiliki, Keluarga dan teman" baik yang kita kenal. Smoga kita semakin Beriman, Bersaudara dan Berbela Rasa. Tuhan beserta kita. Maranatha. https://2belife.blogspot.com
Friday, November 23, 2018
1811232. Rumah Doa VS Sarang Penyamun (RD Josep Susanto).
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.