Sunday, November 18, 2018

1811183. PENGADILAN ALLAH. BERSIAP DIRI DAN MENANTI.

*PENGADILAN ALLAH*

Dan. 12:1-3; Mzm. 16:5,8,9-10,11; Ibr. 10:11-14,18; Mrk. 13:24-32.
Hari Minggu ini adalah hari Minggu terakhir sebelum Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam yang mengakhiri seluruh tahun liturgi tahun B. Sesudah itu kita akan mulai lagi tahun liturgi yang baru dengan Masa Adven Minggu pertama tahun C. Demikianlah hidup kita sebagai umat Allah yang berziarah di dunia ini dituntun dan diarahkan oleh Tuhan sendiri menuju tujuan akhir hidup manusia. Sabda Tuhan juga mengingatkan kita akan pengadilan Tuhan bagi setiap orang agar kita semua ingat bahwa di dunia ini kita dipanggil untuk hidup di dalam kekudusan.

Kitab Daniel dan bacaan Injil menyatakan bahwa Allah akan mengadili setiap orang pada akhir zaman. "Banyak dari orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal." Daniel memakai ungkapan "tidur di dalam debu tanah" untuk orang yang meninggal supaya ditonjolkan segi pengharapan akan kebangkitan. Seperti orang tidur akan bangun kembali, demikian orang yang meninggal akan bangkit lagi.

Dalam Injil Markus juga diwartakan bahwa Anak Manusia akan datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpukan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit. Berbeda dengan Daniel, Markus menyebutkan bahwa Anak Manusia itu akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya. Kita semua yang telah percaya kepada Kristus akan dikumpulkan-Nya dari segala ujung bumi. Itulah saat kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan.

Kita mempunyai pengharapan yang kuat bahwa kita akan berdiri di hadapan pengadilan Allah yang maharahim dan penuh belas kasih. Kita semua sudah diselamatkan oleh darah Kritus ketika kita masih berdosa. Hal itu dinyatakan dengan jelas dalam bacaan kedua dari surat kepada orang Ibrani: "Kristus telah mempersembahkan hanya satu kali korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya musuh-musuh-Nya dijadikan tumpuan kaki-Nya." Musuh yang terakhir yang dikalahkan-Nya ialah maut.

Kita bersyukur atas belas kasih Allah yang menyelamatkan kita melalui korban darah Kritus di kayu salib. Pengadilan Allah adalah pengadilan terhadap dosa dan musuh-musuh Allah untuk memberikan keselamatan kepada umat-Nya.

_"Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu" (Mrk. 13:31)_

Marilah berdoa:

_*Ya Tuhan, bantulah kami untuk mengalahkan kekuasaan dosa sehingga kami memperoleh belas kasih–Mu dan keselamatan kekal pada saat pangadilan akhir.*_

#



*MENYONGSONG HIDUP BARU*

_"Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat" (Mrk 13:28)_

_Dan 12:1-3, Mzm 16:5.8-11, Ibr 10:11-14.18, Mrk 13:24-32_


Biasanya mereka yang tinggal di negara yang memiliki empat musim, yaitu musim gugur, dingin, semi, dan panas, memerhatikan tanda-tanda perubahan musim. Misalnya, jika danau sudah tidak membeku lagi berarti beberapa minggu kemudian bunga-bunga mulai bermekaran. Inilah tanda harapan baru, semangat baru  yang harus kita miliki dalam kehidupan.

Yesus menciptakan kita untuk hidup. "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup" (Yoh 14:16). Dalam Yesus tidak ada kematian. Maka, "Hendaklah kita bertekun menjalankan kesucian, agar kita akhirnya mencapai keselamatan" (Homili Pengarang Gerejawi abad ke-2).

Tidak lama lagi tahun liturgi akan berakhir. Akhir dunia mungkin bukanlah sesuatu yang paling harus kita pikirkan, tetapi mungkin kita dapat lebih memaknai hidup kita dan memperjelas tujuannya. "Tuhan itu penuh sayang dan belas kasih, ia lebih menghendaki orang berdosa bertobat daripada mati," kata Santo Hieronimus.

Marilah kita kembali kepada Tuhan, Sumber Pengharapan Sejati. Janganlah hidup dalam ketakutan dan kecemasan. Yesuslah pegangan hidup kita.

#



*BERSIAP DIRI DAN MENANTI*

Markus 13:24-32
_Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa saja." (Mrk. 13:24-26.30-32)_

Bacaan hari ini menyajikan kotbah Yesus tentang akhir zaman. Yesus menyampaikan beberapa tanda yang akan terjadi menjelang datangnya akhir zaman, namun Ia hanya mengungkapkan apa yang akan terjadi, bukan kapan waktunya. Lalu apa tujuan Yesus menyebutkan tanda-tanda ini?  Tuhan menghendaki agara murid-murid-Nya selalu berjaga-jaga.  Kedatangan Mesias di akhir zaman ditandai dengan gejala-gejala alam yang terjadi di angkasa, melibatkan matahari, bulan dan bintang-bintang. Artinya, akhir zaman itu bersifat universal alias mencakup seluruh alam semesta dan tidak ada seorangpun yang akan terluput. Dan yang lebih penting lagi adalah akhir zaman itu akan datang secara tiba-tiba, tidak dapat ditentukan secara pasti.

Pesan utama dari sabda Yesus ini adalah agar kita selalu bersiap diri. Bukan berarti bahwa kita hanya duduk termenung sambil menunggu kapan datangnya akhir zaman itu. Persiapan kita bersifat proaktif alias mengisi hidup dengan beragam kegiatan positif yang dapat bermakna bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga sesama. Melakukan kebaikan adalah wujud konkret dari persiapan diri menyambut kedatangan-Nya. Inilah cara tepat untuk bersiap diri menyongsong kedatangan-Nya.

#

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.