*Senin, 12 November 2018*
Renungan Pribadi (KH)
_Luk 17:3 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia._
_Luk 17:4 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia."_
Bacaan ini selalu menarik bagi saya, karena ini masalah mengampuni "yang tanpa batas" _(baru saya sadari)_.
Bagi saya saat ini, mudah mengampuni orang/ saudara saya yang jauh dari saya. Jadi karena jarang ketemu, jarang pula melakukan kontak/ bicara. Jadi sedikit pula melakukan kesalahan kepada saya. _(Untung juga tidak ada berita2 sindiran di medsos, wa, dsb dalam grup keluarga saat ini)_
Saya juga belajar mengampuni orang yang mencela saya baik dalam pertemuan maupun dalam grup medsos. Saya belajar dari mereka, orang2 besar yang berjiwa besar, buat apa dendam dengan mereka "yang jahat". Belum tentu mereka "yang jahat dalam kata2nya" mengingat2 saya di setiap waktu/ hari/ pikiran mereka. _Jadi buat apa membawa "sampah" dendam yang merugikan diri sendiri._
Masalahnya menjadi berbeda dengan anggota keluarga. Isteri dan anak2 yang "hampir" tiap hari ketemu. Kadangkala pemikiran & pendapat saya berbeda dengan mereka.
Pada awal2 pernikahan, banyak hal yang saya merasa perlu "mengampuni" isteri saya. Pernah saya bertanya kepada seorang ahli alkitab dalam suatu pendalaman Iman/ Alkitab, "Tuhan Yesus pernah berkata mengampuni dalam injil, mengampuni 70×7×. Itu berarti 490×. Setahun 365 hr, isteri berbuat salah/ menyakiti hati saya minimal 1× setiap hari dengan kata2nya. Berarti saya cukup mengampuninya setelah 17 bulan (17bl × 30hr × 1×berbuat salah) =510×. Cukup sudah. Sudah selesai pernikahan saya."
Namun jawaban singkat sahabat saya yang ahli alkitab, membuat saya terdiam, _"Mengampuni '70×'7× dilakukan setiap hari untuk setiap orang."_
Lalu kata2 berikutnya membuat saya semakin terdiam. _"Apakah kamu yakin, kamu tidak berbuat salah padanya?"_
Luar biasa ajaran Tuhan Yesus ini. Pada hari Kamis, minggu lalu, dalam sebuah acara PDKK, pembicara bertanya, _"Siapa yang mempunyai anak2 yang sudah 17 tahun keatas?"_
Saya menunjukkan tangan.
Pembicara bertanya, _"Banyakkah mereka berbuat salah dan menyakitkan hati bapak selama usia mereka sd saat ini?"_
Saya jawab, "Banyak."
_"Apakah bapak mengampuni mereka ?"_
Saya jawab, "Ya."
_"Demikian pula Bapak kita di Surga yang Maha Pengasih, yang selalu mengampuni kesalahan semua manusia, dan memberikan berkatNya kepada yang mau datang dan mohon ampun kepadaNya."_
Pada hari Selasa yang lalu, saya menyempatkan diri mampir ke sebuah PD dlm perjalanan saya ke suatu daerah yang dekat dengan acara itu. Romo berkata dalam homili nya, _"Kita patut bersyukur bahwa kuasa Roh Kudus menyertai orang katolik di Indonesia. Seorang Ibu di paroki Pulomas, mampu mengampuni pembunuh anak puteri tunggalnya. Dia mampu mengampuni mantan pacar anaknya yang menjadi terpidana saat ini. Ada juga seorang ibu di Surabaya yang juga mampu mengampuni orang yang membom gerejanya saat mau misa di hari Minggu pagi, dimana dia dan kedua anaknya terluka, yang pada akhirnya kedua anak nya meninggal. Dia mampu mengampuni orang yang tidak dikenalinya, namun telah menghilangkan nyawa banyak orang di gereja katolik di Surabaya termasuk kedua anaknya._
_(saya tahu dan sering ke gereja itu, saat hampir 10 tahun saya tinggal di Surabaya)_
Siapa sangka, Tuhan berkenan membuat saya melihat mereka bersaksi & bercerita di hari Minggu malam di suatu acara TV. Luar biasa, si Ibu dari Pulomas bahkan menganggap pembunuh/ mantan pacar anaknya sebagai anaknya. Dia mengantarkan makanan pada saat2 tertentu.
Apa lagi yang saya harus katakan ?
Itu pasti karya Allah melalui Roh Kudus seperti kesaksiannya bahwa itu supranatural. Hatinya bisa "lepas"/ mengampuni.
Saya merasa beruntung memiliki gereja Katolik yang masih mengenang orang2 beriman _(dan tentunya berdoa untuk anggota keluarga saya yang telah wafat)_ Seperti kata ibu yang dari paroki di Surabaya, _"Saya memiliki anak2 yang telah menjadi malaikat, yang selalu ada di hati dan pikiran saya."_
Ternyata ini juga merupakan jawaban Tuhan kepada saya pada saat kejadian, "Mengapa Tuhan membiarkan mereka melukai umatMu? Mengapa Tuhan membiarkan gerejamu dirusak dan GerejaMu terluka?" Ternyata Tuhan mempunyai rencanaNya yang indah dan tersendiri sesuai kehendakNya serta Tuhan mau mengajari saya, arti mengampuni.
*DOA*
_Tuhan, saya juga mau berkata seperti rasul-rasul-Mu: "Tambahkanlah iman kami!"_
_Dan saya berharap dapat mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, sehingga saya dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadaku dan hal baik lainnya karena saya lakukan dalam nama Tuhan Yesus yang saya muliakan."_
_Tuhan Yesus, terima kasih untuk segalanya yang telah terjadi di dalam kehidupanku dimana saya percaya, Engkaulah Tuhan Gembalaku. Tuhan, Engkaulah andalanku._
Amin.
🙏
_(1811127.KH.Mengampuni)_
Smoga Kuasa Roh Kudus menyertai kita semua untuk selalu bersyukur dan selalu peduli terhadap sesama. Bersyukur atas segala Karunia yang telah dimiliki, Keluarga dan teman" baik yang kita kenal. Smoga kita semakin Beriman, Bersaudara dan Berbela Rasa. Tuhan beserta kita. Maranatha. https://2belife.blogspot.com
Monday, November 12, 2018
1811127. Renpri KH. Mengampuni
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.