Monday, July 16, 2018

1807163. *Senin, 16 Juli 2018* Ketika Salibku Terasa Berat

*Senin, 16 Juli 2018*

Ketika Salibku Terasa Berat

Mat 10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.


Kebetulan kemarin saya baru mengikuti bedah buku "Ketika Salib Terasa Berat" bersama Rm. Josep Susanto di paroki Paskalis, Jakarta Pusat. Saya merasakan beban salib yang harus dipikul oleh rm.Josep Susanto. Tanpa terasa, air mata saya mengalir. Saya menangis. _(Padahal rm.Josep.S tidak mengalirkan air mata walau narasi sedihnya hampir 3 jam)_


Sebenarnya itu kisahnya rm.Josep Susanto yang tidak ada hubungan saudara / keluarga di dunia ini dengan saya, sehingga sebenarnya tidak penting kisahnya. _(Tapi ada lirik lagu, *dalam Kristus, kita bersaudara*)_ Lalu kenapa saya menangis? Apakah saya terharu mendengar kisah beliau ?


Saya akui, itu benar. Tapi yang lebih benar, kisahnya banyak yang mirip dengan kisah saya. Jadi rm.Josep Susanto mengisahkan kisah hidup saya juga yang terbeban salib. Beban kehidupan ini. Masalah demi masalah silih berganti.


Dalam narasinya yang menarik _(hampir 3 jam pendengarnya tidak beranjak dari bangkunya), rm.Josep Susanto mengisahkan bahwa ternyata tidak hanya rm.Josep Susanto atau saya yang memikul salib. Santo dan santa juga. Tokoh-tokoh alkitab perjanjian lama juga. Petrus juga. Bunda Maria juga.


Sungguh seperti St. Petrus yang menyangkal Yesus saat Yesus ditangkap dan didera. Saya juga sama seperti St. Petrus.


St. Petrus mengikuti Yesus, orang sakti mandraguna, Mesias. Yesus bicara "apa" terjadilah "apa". Yesus menyembuhkan banyak orang dan mengusir setan-setan, membangkitkan orang mati, membantah dengan sangat hebat, bijak dan kritis ketika menjawab pertanyaan2 menjebak dari para ahli taurat dan farisi serta Yesus bisa berjalan di atas air bahkan badaipun takluk dengan perkataanNya. Lalu salahkah Petrus saat menjawab, "Aku tidak kenal Dia." Logika Petrus sama dengan saya, ikut Yesus, Mesias, ya ikut hidup senang, punya kuasa, dll. Guru Hebat pasti akan melatih murid2nya jadi hebat juga. 


Lhaaa... Yesus diam saja saat ditangkap dan didera. Siapa yang mau ikut susah bersama orang yang lagi sengsara ? Sudah susah kok nambah2 kesusahan ?  Saya kan masuk katolik mau jadi anak Allah, Bapa Yang Maha Kuasa, Pencipta langit & bumi. Mau jadi saudara Yesus, Orang yang mampu menyembuhkan orang sakit, dan kesaktian lainnya. Jadi orang Hebat.

:-)


Namun.... Apa yang terjadi sekarang ini ? Saya masih manusia biasa yang terlibat berbagai masalah hidup baik diri sendiri, keluarga, pekerjaan maupun orang lain yang berhubungan dengan saya. Akhirnya ... 

Saya sadar itu namanya pikul salib.


*DOA:*

Tuhan Yesus, saya sadar, saya harus memikul salib saya seperti Engkau juga memikul salib. _(Hanya bedanya, SalibMu adalah dosa2 umat manusia, ciptaanMu yang sangat Kau cintai)_

Tuhan Yesus, saya berterima kasih karena dalam memikul salibku, Engkau ada disisiku, membantuku, menyertaiku, bahkan Engkau rela membantu dan menanggung beban salib beratku. 


Tuhan Yesus, terima kasih. Seperti Engkau mencintaiku, aku juga mencintaiMu dengan segala kekuranganku. Ajari aku agar tetap tabah dan bangkit lagi bila terjatuh seperti saat Kisah Sengsara dan PenyalibanMu, hingga akhir hayatku. Sehingga kelak saya boleh tinggal dalam kemuliaan Bapa di Surga bersamaMu, Bunda Maria, para kudusMu dan para malaikat2 agungMu.


Tuhan Yesus, jika saya sudah "kuat" dalam memikul salib, ajar saya berani membantu memikul salib saudara/ orang yang saya kenal seperti teladan yang Engkau berikan.


Kemuliaan kepada Bapa,...

Amin.



*Renungan Pribadi*

_Khunaidi Husin_

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.