*Senin, 25 Juni 2018*
RenPri KH.
*Ayat Emas:*
Mat 7:1 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Mat 7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
#
KARMA.
"Kamu ingat ya, kamu akan mendapat karma jika kamu meminta penggantian akibat ketidaksengajaan anak saya saat menabrak motor kamu," kata seorang ibu kepada saya, orang yang ditabrak anaknya sehingga motor dan saya terseret di aspal hingga 2-3 meter.
Ibu itu tidak rela saat saya meminta ganti rugi 2 juta karena luka yang saya derita dan kerusakan motor saya yang ditabrak anaknya yang hanya berkecepatan 60-70km/jam pada saat jam sibuk (jam 4 sore) di saat banyak orang pulang untuk secepatnya sampai dirumah untuk berbuka puasa (bagi yang menjalankannya).
Kabar baik untuk saya, anaknya mau bertanggung jawab, menyerahkan stnk motor, sim & ktp nya yang saya minta serta mau menyelesaikan di kantor polsek yang berjarak 500m dari kejadian. Anak muda tersebut bersedia damai dengan mengganti 1,5juta karena katanya hanya itu dana ATM Bank yang dimilikinya. Saya setuju karena tidak mau memperpanjang masalah walau saat itu sudah didepan polsek. Lalu saat teleponan, rupanya sang pemuda mendapat pesan, sehingga saya diminta menunggu ayah & ibunya yang dalam perjalanan ke polsek sambil diminta lapor kepada polisi.
Polisi2 yang ada di polsek berusaha menyelesaikan masalah ini dengan damai. Hanya nilai penggantian yang tiba2 berubah menjadi 1 juta saat ayah & ibu sang pemuda "pembalap" datang ke polsek. Tekanan dari banyak orang dan aparat kepolisian di polsek membuat saya "mengalah" hanya minta tolong diantar ke RS yang terdekat dan nanti bawa ke bengkel motor untuk perbaikannya.
Sang Pemuda dan ayahnya bersedia mengantarkan dan menunggu selama saya di UGD RS yang hanya 10' dari polsek. Setelah 2jam kemudian, kami kembali ke polsek, mereka mengatakan saya "tidak apa-apa", sudah membayar biaya pengobatan & rontgen sebesar 1juta (belakangan saya tahu dari kwitansi, mereka membulatkan nilai 800.rb.an menjadi 1juta)
Puji Tuhan, dokter menyatakan saya baik2 saja hanya perlu pengobatan luka lecet dan luka dalam. (Kejadian sudah lewat dari 2 minggu namun tempurung lutut masih sakit saat ditekan. Saya harus kontrol lagi ke dokter)
Tekanan aparat kepolisian dan waktu sudah jam 7 malam, membuat saya mau menyelesaikan hal ini secepatnya, sehingga saya hanya minta penggantian 500rb untuk motor saya. Dan ternyata akhirnya sang pemuda dan ayahnya rela, namun sang ibu (penggemar sinetron "karma") tidak terima. Sang Ibu merasa keluarganya sudah berbuat baik dengan mengantarkan saya ke RS dan tidak rela membayar kerusakan motor karena ada oknum aparat polisi yang mengatakan dengan keras kepada saya, bahwa kalau motor yang memang sudah rusak jangan dibebankan saat kecelakaan. Kata2 oknum aparat yang sepertinya bijak namun mengandung keberpihakan membuat "luka" di hati.
Kabar baiknya setelah dimediasi aparat kepolisian, sang Ibu mau damai dengan saya karena saya mau dibawa kasus ini kepengadilan bila semua tidak mau damai.
Kabar lainnya, perbaikan motor belum selesai tetapi sudah menghabiskan dana hampir 500rb, belum termasuk celana dan jaket yang rusak. Dan saya masih perlu ke dokter untuk perawatan luka dalam.
Bagi saya pribadi, pengalaman iman bahwa penting percaya perlindungan Tuhan dan malaikat2 pelindung (sehingga saya masih selamat dari kecelakaan, tidak ada mobil yang menabrak saat saya tergeletak di tengah jalan raya, bisa jalan lagi) dan Tuhan tahu saat Iman saya sedang goyah & agak putus asa saat itu. Tuhan mengajar saya untuk berpikir dan berkata benar serta percaya akan Kasih dan waktuNya yang tepat serta arti kata Kasih, menghakimi dan mengampuni serta pentingnya menjaga kebugaran diri.
Tuhan memberkati.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.