Google+ Followers

Tuesday, February 20, 2018

Bacaan Liturgi 20 Februari 2018 Hari Biasa Pekan Prapaskah I . Doa Bapa Kami. TIDAK AKAN SIA-SIA. "give us" ... "forgive us" ... "lead us not" ... "deliver us"..

DOA harian kepada Tuhan .

*  Doa Bapa Kami.

*  Bacaan Liturgi 20 Februari 2018.

Hari Biasa Pekan Prapaskah I

*  TIDAK AKAN SIA-SIA

*  "give us" ... "forgive us" ... "lead us not" ... "deliver us".

#


DOA harian kepada Tuhan seharusnya jangan pernah dilihat sebagai sebuah tugas.

Melainkan harus menjadi kebutuhan dalam hidup kita, sama seperti udara adalah kebutuhan kita untuk bernafas dan hidup.

*Oliver Powell*
#

*Doa Bapa Kami*

DALAM  sabdaNya pada hari ini, Yesus memberi nasihat kepada kita agar berdoa dengan sikap batin yang benar.

Dengan rendah hati datang ke hadapan Allah, sapalah Dia dengan penuh hormat dan kasih; gunakan kata-kata yang singkat, padat dan tidak bertele-tele.

Agar kita dapat berdoa dengan benar, Yesus mengajarkan kepada kita sebuah doa yang ringkas, indah dan sempurna, yakni doa Bapa Kami.

Kita diperkenankan memanggil Allah dengan sebutan Bapa, sebuah ungkapan yang mencerminkan relasi yang amat dekat dan akrab, yang terjalin antara kita, manusia yang lemah dan hina, dengan Bapa Surgawi.

Sebagai anak-anak Allah, hendaknya kita mempercayakan seluruh hidup kita kepada Bapa, karena Bapa pasti memberikan yang terbaik dan terindah bagi anak-anakNya.

Kita juga harus memiliki martabat sebagai anak Allah, yakni hidup saling mengasihi dan saling mengampuni, serta bersedia untuk ikut berperan serta dalam karya penyelamatanNya.

Menyadari bahwa kita adalah insan yang penuh dengan kelemahan dan kekurangan, kita harus senantiasa mengandalkan Dia dan mohon kekuatan daripadaNya agar dimampukan untuk bertahan melawan semua hal yang bertentangan dengan kehendakNya.

Mari hayati kata demi kata yang terucap, saat kita mendaraskan doa Bapa Kami. Semoga dengan bimbinganNya kita dapat melaksanakannya dengan sungguh-sungguh di dalam kehidupan sehari-hari.

#


Bacaan Liturgi 20 Februari 2018
Hari Biasa Pekan Prapaskah I


Bacaan Pertama
Yes 55:10-11
Firman-Ku akan melaksanakan apa yang Kukehendaki.
Pembacaan dari Kitab Yesaya:


Beginilah firman Tuhan,
"Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana,
melainkan mengairi bumi,
membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan,
memberikan benih kepada penabur
dan roti kepada orang yang mau makan,
demikianlah firman yang keluar dari mulut-Ku:
Ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia,
tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki,
dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur
Mzm 34:4-5.6-7.16-17.18-19
R:18b
Tuhan melepaskan orang benar dari segala kesesakannya.


*Muliakanlah Tuhan bersama-sama dengan daku,
marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku,
dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.

*Tunjukkanlah pandanganmu kepada-Nya,
maka mukamu akan berseri-seri,
dan tidak akan malu tersipu-sipu.
Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan:
Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

*Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar,
dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;
wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat
untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.

*Apabila orang-orang benar itu berseru-seru,
Tuhan mendengarkan:
dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.
Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati,
Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Bait Pengantar Injil
Mat 4:4b
Manusia hidup bukan dari roti saja,
tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.


Bacaan Injil
Mat 6:7-15
Yesus mengajar murid-Nya berdoa.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius
:

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya,
"Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele
seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah.
Mereka menyangka bahwa
karena banyaknya kata-kata doa mereka dikabulkan.
Jadi janganlah kamu seperti mereka,
karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan,
sebelum kamu minta kepada-Nya.
Karena itu berdoalah begini:
"Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu.
Datanglah Kerajaan-Mu,
jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,
dan ampunilah kami akan kesalahan kami,
seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
dan janganlah membawa kami ke dalam percobaan,
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Amin.

Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang,
Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang,
Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Demikianlah sabda Tuhan.

#


Mutiara Iman

*TIDAK AKAN SIA-SIA*

20 Pebruari 2018

_"Ia tidak akan kembali dengan sia-sia"_
(Yes 55:11)


Lectio
Yes 55:10-11; Mzm 34:4-5,6-7,16-17,18-19; Mat 6:7-15

Walaupun hidup sebagai single mother, Indri melewati kehidupan bersama ketiga anaknya dengan penuh kebahagiaan. Berbekal menjual nasi ulam, dia dimampukan untuk menyekolahkan ketiga anaknya sampai menjadi Sarjana. 


Suatu malam, setelah lulus, anaknya yang paling kecil, Lusi, bertanya sambil membersihkan warung makannya :
"Aku sangat KAGUM dengan apa yang Ibu lakukan semenjak ditinggal Bapak 15 tahun yang lalu. Apa rahasianya?"


Indri tersenyum dan berkata :
"Dari 3 anak Ibu, hanya kamu saja yang bertanya pada Ibu. Semuanya karena Firman Tuhan yang Ibu sangat imani, yaitu :
"Datanglah kalian semua yang berbeban berat. Aku akan memberikan KELEGAAN kepadamu".
Firman Tuhan ini Ibu imani dengan mengikuti misa setiap hari agar diberikan KEKUATAN ROHANI, berdoa Rosario bersama Bunda Maria, juga kita bersama-sama membaca Kitab Suci, berdoa bersama dan melakukan BAKSOS bersama."


"Oh pantesan Ibu selalu melakukannya bersama kami setiap hari. Aku pun ingin seperti Ibu yang setia pada FIRMAN TUHAN" kata Lusi.

Firman Tuhan kepada Nabi Yesaya :
"Demikianlah Firman-Ku yang keluar dari mulut-ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia."

Firman Tuhan adalah JALAN, KEBENARAN dan KEHIDUPAN.

Oratio
Ya Tuhan, Firman-Mu pelita bagi kakiku dan terang bagi langkahku. Amin

Missio
_Marilah kita mendengarkan Firman Tuhan dan tekun melaksanakannya.
_

*Have a Blessed Tuesday.*

Mutiara-Iman.org
#

Tuesday, 20th FEBRUARY.

"give us" ... "forgive us" ... "lead us not" ... "deliver us".
Matthew 6:7-15


"And in praying do not heap up empty phrases as the Gentiles do; for they think that they will be heard for their many words. Do not be like them, for your Father knows what you need before you ask him. Pray then like this: Our Father who art in heaven, Hallowed be thy name. Thy kingdom come. Thy will be done, On earth as it is in heaven. Give us this day our daily bread; And forgive us our debts, As we also have forgiven our debtors; And lead us not into temptation, But deliver us from evil. For if you forgive men their trespasses, your heavenly Father also will forgive you; but if you do not forgive men their trespasses, neither will your Father forgive your trespasses."

Today's Gospel reminds us that prayer is one of the legs of Lent, along with sacrifice and charity. During Lent we are offering sacrifices for the conversion of sinners. We are charitable towards others as we considered yesterday, because everything that we do for them we do for Our Lord. Now we do the same when we pray. Jesus told us to say: Our Father, and not simply Father; and in the four last petitions we say: "give us" ... "forgive us" ... "lead us not" ... "deliver us". For God loves it when we are united in prayer, when we pray together and we pray for each other as a family.

During Lent you can go slowly over the Lord's Prayer, the Our Father. In her autobiography, St. Thérèse of Lisieux says "Sometimes when I am in such a state of spiritual dryness that not a single good thought occurs to me, I say very slowly the 'Our Father,' or the 'Hail Mary,' and these prayers suffice to take me out of myself, and wonderfully refresh me." 


Let's ask ourselves: How many times do I pray these prayers every day, and how many times do I not pay attention to what I am saying? Pray the Lord's Prayer today with St. Thérèse, slowly, to get the most out of it, rather than rattling it off on auto-pilot, as we all do sometimes!

"Slowly", St Josemaría wrote, "Consider what you are saying, who is saying it and to whom. For that hurried talk, without time for reflection, is just noise, the clatter of tin cans. And with Saint Teresa, I will tell you that, however much you work your lips, I do not call it prayer."


 Mary, my Mother, help me to be focused in my prayers so that I can follow St Josemaría's advice.

#

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.