Google+ Followers

Sunday, February 11, 2018

Bacaan Liturgi 11 Februari 2018 Hari Minggu Biasa VI  PF S.P. Maria di Lourdes. Santa Perawan Maria dari Lourdes. MENGULURKAN TANGAN. Christ has no hands but yours. And Christ has no arms but yours..

Santa Perawan Maria dari Lourdes.

Bacaan Liturgi 11 Februari 2018

Hari Minggu Biasa VI 
PF S.P. Maria di Lourdes.
MENGULURKAN TANGAN.
*  Christ has no hands but yours. And Christ has no arms but yours.

#


Santa Perawan Maria dari Lourdes
Tanggal Pesta: 11 Februari

Hari ini kita merayakan peristiwa Maria menampakkan diri kepada 
Bernadetha Soubirous di gua Masabielle, Lourdes, Prancis pada tanggal 11 Februari 1858. Kiranya perayaan ini semakin mempertebal iman kepercayaan kita kepada Bunda Maria dan semakin menyemangati kita untuk turut serta di dalam karya penyelamatan Kristus. 


Untuk itu baiklah kalau kita kembali menyimak makna peristiwa itu dengan mengikuti kisah terjadinya peristiwa iman itu. 


Bernadetha Soubirous adalah seorang gadis desa yang sederhana, miskin dan buta huruf. Ketika ia sedang menggembalakan domba-dom- banya, tiba-tiba ia melihat seorang wanita cantik berdiri di mulut gua itu. Wanita itu tersenyum manis dan tampak sangat ramah kepadanya. Dalam keheranan dan ketakutannya, Bernadetha pun merasakan suatu kegembiraan yang sungguh dalam. Tak lama kemudian wanita itu menghilang dari pandangannya. Bemadetha pun pulang ke rumah dengan gembira bercampur takut. 


Pada tanggal 25 Februari, wanita cantik itu menampakkan diri lagi kepada Bernadetha. Kali ini wanita itu menyuruhnya minum dan membasuh mukanya. Tetapi dari manakah ia mendapatkan air untuk minum dan membasuh mukanya? la sendiri pun tidak membawa air dari rumah. Sumber-sumber air pun tak ada di bukit yang kering dan berbatu- batu itu. Bemadetha bingung dan berdiri terpaku melihat wanita cantik yang ramah itu. Lalu wanita itu menyuruhnya menggali tanah didepan gua itu. Bernadetha pun mengikuti saja suruhan wanita tak dikenal itu. Belum seberapa dalam lubang galian itu, mengalirlah air dari lubang itu. Dengan air itu Bemadetha membasuh mukanya dan minum. Tak lama kemudian wanita itu menghilang dari pandangannya. 


Pada tanggal 25 Maret, Bernadetha kembali lagi ke gua Masabielle. Di sana ia menyaksikan lagi penampakan wanita cantik itu. Kali ini Bernadetha memberanikan diri untuk menanyakan nama wanita cantik itu. "Siapakah engkau?" tanya Bernadetha.


 Jawab wanita itu: "Akulah yang dikandung tanpa noda dosa asal ". 


Maria menampakkan diri kepada Bernadetha sebanyak 18 kali. Kepada Bernadetha, Bunda Maria berpesan agar semua orang Kristen berdoa untuk orang-orang berdosa agar mereka bertobat dari cara hidupnya yang sesat itu. Bunda Maria pun meminta agar di tempat itu didirikan sebuah gereja dan diadakan ziarah. 


Atas perintah Uskup Lourdes, kejadian ini diselidiki dengan saksama. Akhirnya pada tahun 1862 peristiwa penampakan itu dinyatakan benar dan sah. 


Pada tahun 1864 sebuah patung Maria ditempatkan di gua itu, dan pada tahun 1876 dibangunkan di situ sebuah gereja yang megah. Setiap tahun lebih dari satu juta orang berziarah ke Lourdes. Banyak orang sakit yang berziarah ke sana menjadi sembuh secara ajaib. Demikian pun setiap peziarah yang mengunjungi Lourdes sungguh merasakan suatu kedamaian jiwa dan kebahagiaan batin. Sebuah biro penyelidikan didirikan untuk meneliti penyembuhan-penyembuhan yang terjadi atas orang-orang sakityang berkunjung ke sana. 


Semoga hari raya penampakan Bunda Maria di Lourdes ini mendorong kita untuk menghormati Bunda Maria dengan lebih tulus sebagai Bunda yang senantiasa menghendaki keselamatan kita. 
#


Bacaan Liturgi 11 Februari 2018
Hari Minggu Biasa VI 
PF S.P. Maria di Lourdes.


Bacaan Pertama

Im 13:1-2.44-46
Orang yang sakit kusta harus tinggal terasing di luar perkemahan.
Pembacaan dari Kitab Imamat:


Tuhan Allah berfirman kepada Musa dan Harun,
"Apabila pada kulit badan seseorang
ada bengkak atau bintil-bintil atau panau,
yang mungkin menjadi penyakit kusta pada kulitnya,
ia harus dibawa kepada imam Harun,
atau kepada salah seorang dari antara anak-anaknya,
yang adalah imam.

Karena orang itu sakit kusta, maka ia najis,
dan imam harus menyatakan dia najis,
karena penyakit yang di kepalanya itu.
Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik,
dan rambutnya terurai.
Ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!
Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis;
memang ia najis,
ia harus tinggal terasing,
di luar perkemahanlah tempat kediamannya.

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 32:1-2.5.11
R:7
Engkaulah persembunyianku, ya Tuhan.
Engkau melindungi aku sehingga aku selamat.


*Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni,
yang dosa-dosanya ditutupi!
Berbahagialah orang,
yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan,
dan tidak berjiwa penipu!

*Akhirnya dosa-dosaku kuungkapkan kepada-Mu
dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan;
aku berkata "Aku akan menghadap Tuhan."
Maka Engkau sudah mengampuni kesalahanku.

*Bersukacitalah dalam Tuhan!
Bersorak-sorailah, hari orang-orang benar,
bersorak-gembiralah, hari orang-orang jujur!

Bacaan Kedua
1Kor 10:31-11:1
Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus:


Saudara-saudara,
Jika engkau makan atau minum,
atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain,
lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang,
baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah.
Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang
dalam segala hal,
bukan untuk kepentingan diriku,
tetapi untuk kepentingan orang banyak,
supaya mereka beroleh selamat.
Jadilah pengikutku,
sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

Demikianlah sabda Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Luk 7:16
Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,
dan Allah telah melawat umat-Nya.


Bacaan Injil
Mrk 1:40-45
Lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus:


Sekali peristiwa
seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus,
sambil berlutut di hadapan Yesus
ia memohon bantuan-Nya, katanya,
"Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."
Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan,
lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu
dan berkata kepadanya, "Aku mau, jadilah engkau tahir."
Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu,
dan ia menjadi tahir.

Segera Yesus menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras,
"Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun,
tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam,
dan persembahkanlah untuk pentahiranmu
persembahan yang diperintahkan oleh Musa,
sebagai bukti bagi mereka."


Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu
dan menyebarkannya kemana-mana,
sehingga Yesus tidak dapat lagi
terang-terangan masuk ke dalam kota.
Yesus tinggal di luar kota di tempat-tempat yang sepi,
namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

Demikianlah sabda Tuhan.

#


Mutiara Iman
*MENGULURKAN TANGAN*

11 Pebruari 2018

_"Lalu Ia mengulurkan tangan-Nya."_
(Mrk 1:41)


Lectio
Im 13:1-2,44-46; Mzm 32:1-2,5,11; Kor 10:31-11:1; Mrk 1:40-45.


Suatu hari setelah bermain sepak bola bersama teman-temannya, Jeffry berkata sambil memandang kampung sebelah :
: "Kalau sudah besar nanti aku ingin MEMBANTU mereka." 


Tetapi Rudi menjawab
"Mengapa harus NANTI, kalau hatimu sudah tergerak, mari kita lakukan sekarang."


Lalu mereka berenam mendatangi tempat itu dan mengumpulkan anak-anak di sana dan mengajari mereka membaca, menulis, bermain sepak bola bersama, dan akhirnya minum es teh manis bersama.


 Salah satu dari anak itu berkata :
"Kak, terima kasih yah, kami SENANG sekali diajak BELAJAR dan BERMAIN bersama, sehingga kami pun bisa seperti Kakak!" 


Jawab Jeffry :
"Kakak juga senang sekali mengajar dan bermain bersama kalian. Kakak ingin kalian rajin belajar dan bisa menjadi orang yang BERHASIL dan nanti bisa mengajak teman-teman lainnya juga. Kita patut BERSYUKUR kepada Allah." 


Anak-anak itu pun menjawab : "Amin."


Maka tergeraklah hati Yesus oleh BELAS KASIHAN, lalu Ia MENGULURKAN tangan-Nya, MENJAMAH orang itu, dan berkata kepadanya : "Aku mau, jadilah engkau tahir."


Hanya dengan BELASKASIHAN TUHAN, kita bisa menjadi TAHIR.


Oratio
Ya Tuhan, kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku. Amin.


Missio
_Marilah kita selalu berbelaskasih kepada sesama, mengulurkan tangan kita untuk menjamah sesama sebagai tanda KASIH TUHAN yang menghidupkan._


*Have a Blessed Sunday.*

Mutiara-Iman.org
#

11th FEBRUARY
Second Sunday of St Joseph; 6th in Ordinary Time.

Christ has no hands but yours. And Christ has no arms but yours.
Mark 1:40-45

And a leper came to him beseeching him, and kneeling said to him, "If you will, you can make me clean." Moved with pity, he stretched out his hand and touched him, and said to him, "I will; be clean." And immediately the leprosy left him, and he was made clean.

Jesus was moved with pity wherever He met someone in need, and touching the sick with His hand He healed them. 


Today Jesus touches us in the Eucharist. However, many people have never touched God in Holy Communion. Think of those who are not Catholic or even those Catholics who have never been told they could have such a privilege and, therefore, had never approached the sacrament. How could God reach them? In the same way He did it from the beginning: through His disciples. Jesus sent them, you remember, to "cure the sick, raise the dead, cleanse the lepers, cast out demons…" (Mt 10:8)

During World War II when the Nazis were bombing London, there was a church that had a statue of Jesus on their lawn with his arms outstretched. As the bombs fell, the church was destroyed and the statue was blown up. When reconstruction of the church began, the arms and hands were found to be so pulverized that they could not be salvaged. Today, the statue of Jesus Christ stands with no arms, accompanied by a text that reads, "Christ has no hands but yours. And Christ has no arms but yours." You and I have to reach out to people on Jesus' behalf.

As St Teresa explained: "Christ has no body but yours, no hands, no feet on earth but yours, Yours are the eyes with which he looks with compassion on this world, Yours are the feet with which he walks to do good, Yours are the hands, with which he blesses all the world. Yours are the hands, yours are the feet, yours are the eyes, you are his body. Christ has no body now but yours…"

Jesus is still moved with pity, He still stretches out His hand and touches the poor, comforts the sick, accompanies the suffering, helps those in need… but that hand is yours and mine. Jesus still looks with compassion, but He does it through your eyes and mine. 


Mary, my Mother, help me to be another Christ for those who need it - Christ Himself!
#

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.