Google+ Followers

Saturday, January 20, 2018

Setia Hidup Di Dalam KasihNya * Bacaan Liturgi 20 Januari 2018. Hari Biasa, Pekan Biasa II. PF S. Sebastianus, Martir. PF S. Fabianus, Paus dan Martir. * PAHLAWAN.

Revisi.

Sikap yang Benar.

Setia Hidup Di Dalam KasihNya

Bacaan Liturgi 20 Januari 2018.

Hari Biasa, Pekan Biasa II.
PF S. Sebastianus, Martir.
PF S. Fabianus, Paus dan Martir.

PAHLAWAN.

#


KITA mungkin sama sekali tidak memiliki kendali atas apa yang terjadi pada kita, tapi kita dapat mengendalikan bagaimana kita menanggapinya.

Jika kita memilih sikap yang benar, kita dapat mengatasi tantangan apa pun yang kita hadapi.

*Nick Vujicic*
#

*Setia Hidup Di Dalam KasihNya*

YESUS dianggap tidak waras oleh keluargaNya, karena Ia meninggalkan Nazaret, desa asalNya, untuk berkeliling memberikan pengajaran dan melayani orang-orang yang membutuhkan uluran tanganNya, tanpa mengenal waktu.

Kita mungkin juga mengalami hal yang sama;dianggap orang aneh ketika kita berusaha menerapkan ajaran kasihNya di dalam kehidupan kita sehari-hari. 

Kita disebut sebagai orang yang:

_lemah atau pengecut_, saat kita mengampuni yang bersalah kepada kita

* _sok suci_, saat kita membalas kejahatan dengan kebaikan

* _cari muka_, saat kita melayani dengan tulus


Tidak semua orang memberikan tanggapan positif atas pelayanan dan kebaikan yang kita lakukan, karena apa yang kita lakukan berbeda dengan norma-norma yang berlaku di dunia. 

Memang menyakitkan hati, terlebih bila komentar sinis dan pedas berasal dari anggota keluarga kita sendiri.

Namun hendaknya kita jangan berkecil hati dan mengambil langkah mundur. 

Senantiasa bersandar kepadaNya dan andalkan Dia, niscaya kita dimampukan untuk menghadapi semua penolakan dan tantangan yang ada dengan sabar, rendah hati dan penuh kasih.

#


Bacaan Liturgi 20 Januari 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa II
PF S. Sebastianus, Martir 
PF S. Fabianus, Paus dan Martir

Bacaan Pertama
2Sam 1:1-4.11-12.19.23-27
Para pahlawan gugur di medan perang.
Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel: 


Ketika kembali sesudah memukul kalah orang Amalek 
Daud tinggal dua hari di Ziklag. 
Maka datanglah pada hari ketiga seorang tentara dari pihak Saul, 
dengan pakaian terkoyak-koyak dan tanah di atas kepala. 
Ketika ia sampai kepada Daud, sujudlah ia ke tanah dan menyembah. 

Bertanyalah Daud kepadanya, "Dari manakah engkau?" 
Jawabnya, "Aku lolos dari tentara Israel." 
Bertanyalah pula Daud kepadanya, "Apakah yang terjadi? 
Coba ceriterakan kepadaku." 
Jawabnya, "Rakyat telah melarikan diri dari pertempuran; 
Bukan saja banyak rakyat yang gugur dan mati, 
malah Saul dan Yonatan, anaknya, juga sudah mati." 
Maka Daud memegang pakaiannya dan mengoyakkannya; 
dan semua orang yang menyertai dia berbuat demikian juga. 
Mereka meratap, menangis dan berpuasa sampai matahari terbenam 
karena Saul, karena Yonatan, anaknya, 
karena umat Tuhan dan karena kaum Israel; 
sebab mereka telah gugur oleh pedang. 
Kebanggaanmu, hai Israel, mati terbunuh di bukit-bukitmu! 
Sudah gugurlah para pahlawan! 
Saul dan Yonatan, orang yang dicintai dan yang ramah, 
dalam hidup dan matinya tidak terpisah. 
Mereka lebih cepat dari burung rajawali, 
mereka lebih kuat daripada singa. 
Hai anak-anak perempuan Israel, menangislah karena Saul, 
yang mendandani kamu dengan pakaian mewah dari kain kirmizi, 
yang menyematkan perhiasan emas pada pakaianmu. 
Sungguh, sudah gugurlah para pahlawan di tengah pertempuran! 
Yonatan mati terbunuh di bukit-bukitmu! 
Sedih hatiku karena engkau, saudaraku Yonatan! 
Engkau sangat ramah kepadaku; 
bagiku cintamu lebih ajaib dari pada cinta perempuan. 
Betapa gugur para pahlawan dan musnahlah senjata-senjata perang!" 

Demikianlah sabda Tuhan.


Mazmur
Mzm 80:2-3.5-7
R:4b
Buatlah wajah-Mu bersinar, ya Tuhan, maka kami akan selamat.


*Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, 
dengarkan kami, 
Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan! 
Engkau yang duduk di atas para kerub, 
tampillah bersinar di depan Efraim, Benyamin dan Manasye! 
Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, 
dan datanglah menyelamatkan kami. 

*Tuhan, Allah semesta alam, 
berapa lama lagi murka-Mu menyala sekalipun umat-Mu berdoa? 
Mereka Kauberi makan ratapan 
dan Kauberi minum air mata berlimpah; 
Engkau menjadikan kami pangkal sengketa ara tetangga, 
dan para musuh mengolok-olok kami.

Bait Pengantar Injil
Kis 16:14b
Bukalah hati kami, ya Allah, 
agar dapat memperhatikan sabda Anak-Mu.


Bacaan Injil
Mrk 3:20-21
Orang-orang mengatakan Yesus tidak waras lagi.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus: 


Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya 
masuk ke sebuah rumah. 
Maka datanglah orang banyak berkerumun pula,
sehingga makan pun mereka tidak dapat. 
Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, 
mereka datang hendak mengambil Dia, 
sebab kata mereka, "Ia tidak waras lagi." 

Demikianlah sabda Tuhan.

#


Mutiara Iman 

*PAHLAWAN*

20 Januari 2018

_"Betapa gugur para PAHLAWAN di tengah-tengah pertempuran!"_
(2Sam 1:25)


Lectio
2 Sam 1:1-4,11-12,19,23-27; Mzm 80:2-3,5-7; Mrk 3:20-21

Di hari Pahlawan, anak-anak disekolah merayakannya dengan berpakaian mengikuti Pahlawannya masing-masing, ada yang berpakaian seperti Diponegoro, Pattimura, Cut Nyak Dien, dll. Lalu setiap anak akan naik ke mimbar untuk bercerita tentang kehidupan Pahlawannya di depan para orangtuanya. 


Ketika tiba giliran Linda, dia naik ke mimbar, tetapi tidak memakai kostum yang menggambarkan salah satu pahlawan nasional. Lalu salah satu guru di depannya bertanya :
"Linda.. siapakah PAHLAWANMU?"


Lalu Linda melihat Ibu guru itu dan memandang banyak orangtua yang sedang menantikan jawabannya. 

Lalu Linda menjawab : "IBUKU."
Mendengar jawaban itu, kagetlah para orangtua. 


Lalu guru itu bertanya : "Mengapa Ibu adalah PAHLAWAN bagimu?" 

Linda berkata :
"Karena sejak kecil Ibu selalu MEMASAK untuk makan pagi dan bekal makanan di sekolah. Oleh karena itu Ibuku adalah PAHLAWANKU."


Tidak sedikit para Ibu yang meneteskan airmatanya mendengar jawaban Linda. "Ibumu ada di sini Linda?" Tanya Ibu guru. 

Linda terdiam lalu memandang ke atas dan berkata :
"Ibuku sudah bersama Tuhan. Tetapi setiap malam saya selalu bercakap-cakap dengan Ibu dalam DOAKU."
Mendengar itu, Ibu guru itu maju ke mimbar, memeluk Linda sambil menangis haru.."


Dan mereka meratap, menangis, dan berpuasa sampai matahari terbenam karena SAUL, karena YONATAN, anaknya, karena umat TUHAN dan karena kaum Israel, sebab mereka telah gugur oleh perang.


Setiap Pahlawan layak kita DOAKAN selalu.


Oratio
Ya Tuhan, terimalah jiwa-jiwa para pahlawan kami. Amin.


Missio
_Marilah kita mendoakan setiap pahlawan yang telah gugur membela KEBENARAN._


*Have a Blessed Saturday.*

Mutiara-Iman.org

#

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.