Wednesday, May 31, 2017

Bacaan Liturgi & RenHar. 31 Mei 2017 Pesta S.P. Maria Mengunjungi Elisabet.

Tuhan Allahmu ada di tengahmu
Pahlawan yang memberi kemenanganmu
Ia bersukaria karena engkau,
Kasih-Nya membaharui engkau 
Bersorak gembiralah engkau  


Allah itu sungguh keselamatanku
Tanpa gementar itu kepercayaanku 

Allah kekuatanku dan mazmurku
Ia telah menjadi keselamatanku


Di antara wanita Diberkatilah engkau 
Diberkatilah Yesus buah rahimmu.
Ibu Tuhanku mengunjungi aku
Salammu sampai kepada telingaku
Kegiranganlah Anak dalam rahimku 


Berbahagialah dia yang  percaya
Firman Tuhan akan terlaksana

Berbahagialah kita yang  percaya
Firman Tuhan membawa bahagia

Muliakanlah Tuhan hai Jiwaku
Hatiku bergembira Allah Juruselamatku

Agungkanlah Tuhan hai Jiwaku
Hatiku bergembira Tuhanlah Juruselamatku


Tuhan memperhatikan kerendahan hamba-Nya
Segala keturunan menyebutku berbahagia
karena 
perbuatan besar Yang Mahakuasa 

Sungguh Kuduslah nama-Nya

#


Bacaan Liturgi 31 Mei 2017

Pesta S.P. Maria Mengunjungi Elisabet


Bacaan Pertama
Zef 3:14-18a
Tuhan, Raja Israel, ada di tengah-tengah kamu.


Pembacaan dari Nubuat Zefanya:

Bersorak-sorailah, hai puteri Sion,
bergembiralah hai Israel!
Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati,
hai puteri Yerusalem!
Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang dijatuhkan atasmu,
Ia telah menebas binasa musuhmu.
Raja Israel, yakni Tuhan, ada di tengah-tengahmu;
Engkau tidak akan takut lagi kepada malapetaka.

Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem,
"Janganlah takut, hai Sion!
Janganlah tanganmu menjadi lunglai!
Tuhan Allahmu ada di tengah-tengahmu
sebagai pahlawan yang memberi kemenangan.
Ia bersukaria karena engkau,
Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya,
dan Ia bersorak gembira karena engkau
seperti pada hari pertemuan raya."

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Yes 12:2-3.4bcd.5-6
R:6b
Agunglah di tengah-tengahmu: Yang Kudus, Allah Israel.


*Sungguh, Allah itu keselamatanku;
aku percaya dengan tidak gementar;
sebab Tuhan Allah itu kekuatanku dan mazmurku,
Ia telah menjadi keselamatanku.

*Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan
dari mata air keselamatan.

*Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya,
beritahukanlah karya-Nya di antara bangsa-bangsa,
masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!

*Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-Nya;
baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!
Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion,
sebab Yang Mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!

Bait Pengantar Injil
Luk 1:45
Berbahagialah dia yang telah percaya,
sebab firman Tuhan yang telah dikatakan kepadanya
akan terlaksana.


Bacaan Injil
Luk 1:39-56
Siapakah aku ini
sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas:

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel,
bergegaslah Maria ke pegunungan
menuju sebuah kota di wilayah Yehuda.
Ia masuk ke rumah Zakharia
dan memberi salam kepada Elisabet.

Ketika Elisabet mendengar salam Maria,
melonjaklah anak yang di dalam rahimnya
dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,
lalu berseru dengan suara nyaring,
"Diberkatilah engkau di antara semua wanita,
dan diberkatilah buah rahimmu.
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
Sebab sesungguhnya,
ketika salammu sampai kepada telingaku,
anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya,
sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana."

Lalu kata Maria,
"Jiwaku memuliakan Tuhan,
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya.
Sesungguhnya,
mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
karena Yang Mahakuasa
telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku,
dan nama-Nya adalah kudus.

Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya
dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya,
dan meninggikan orang-orang yang rendah;
Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar,
dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
Ia menolong Israel, hamba-Nya,
karena Ia mengingat rahmat-Nya,
seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita,
kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."


Kira-kira tiga bulan lamanya
Maria tinggal bersama dengan Elisabet,
lalu pulang kembali ke rumahnya.

Demikianlah Injil Tuhan.

#


Mutiara Iman

*SUKACITA, SABAR DAN TEKUN*

31 Mei 2017


_"Bersukacitalah dalam pengharapan.."_
(Rm 12:12)


Lectio
Zef 3:14-18a atau Rm 12:9-16b; MT Yes 12:2-3,4bcd, 5-6; Luk 1:39-56

Lalu Edward bertanya :
"Bu apa sih rahasianya hidup Ibu penuh dengan PELAYANAN dan KASIH pada sesama?"


Jawab Ibu penjual barang rohani itu :
"Hidup ini selalu saya penuhi dengan DOA setiap saat, sehingga memberi KEKUATAN untuk BERSABAR ketika menghadapi Masalah hidup, BAHKAN memberikan saya SUKACITA dalam PENGHARAPAN bahwa TUHAN akan memberi KEMULIAAN pada waktunya. Inilah RAHASIA hidup kita sebagai ORANG KRISTEN, dek."


Edward pun menitikkan airmata haru dan sambil memegang tangan Ibu itu, ia berkata :
"Terima kasih Ibu telah menginspirasi saya bagaimana Hidup dalam KASIH KRISTUS."

Paulus berkata :
"BERSUKACITALAH dalam pengharapan, SABARLAH dalam kesesakan dan BERTEKUNLAH dalam DOA!"

HIDUP dengan TEKUN berdoa, dan SABAR menanggung KESULITAN, akan membawa SUKACITA dalam PENGHARAPAN.

Oratio
Datanglah Ya Roh Kudus, penuhi hati umat-Mu dengan PEDULI pada SESAMA. Amin

Missio
_Marilah dengan penuh semangat kita MELAYANI sesama._

*Have a Blessed Wednesday*

Mutiara-Iman.org
#

"MEMBAWA SUKACITA"

Bacaan Liturgi 31 Mei 2017

Pesta S.P. Maria Mengunjungi Elisabet

Bacaan Pertama Zef 3:14-18a Mazmur Yes 12:2-3.4bcd.5-6
Bacaan Injil Luk 1:39-56

Injil Lukas 1:43, menulis.

Elisabeth berkata :"Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?"

Bunda Maria adalah seorang wanita yang dikarunia oleh Allah, ingin berbagi kebahagiaan dengan saudarinya Elisabeth, yang juga menerima karunia Ilahi. Walaupun harus harus melewati jalan berbukit dalam perjalanan yang melelahkan, tetapi semuanya itu tidak mengurungkan niat baik Bunda Maria untuk datang mengunjungi Elisabeth secara pribadi dan berbagi rahmat. Sapaan salam dari Bunda Maria membawa sukacita dalam Roh kepada Elisabeth. Elisabeth pun membalasnya dengan menyapa dia sebagai " ibu Tuhanku". Sukacita berbalas sukacita. Rahmat berbuah rahmat. Maria tidak membawa hadiah selain dirinya sendiri. Kehadirannya, perhatiannya dan waktunya. Inilah hadiah paling berharga yang nilainya tidak dapat di ukur secara material. Sebagai ungkapan syukur, Bunda Mariapun memadahkan pujian magnifikat "Jiwaku memuliakan Tuhan"

Tuhan, jadikanlah aku pembawa sukacita dan salam damai ketika berjumpa dengan siapapun. Amin.
Salam Maria 3x
Met Hari Rabu
#

SabdaNya Rabu 31 - 05 - 17

Rm 12: 9- 16b.          Luk 1 : 39-56

Shalom,
Ketika malaekat Gabriel menjumpai Maria untuk menanyakan kesediaannya untuk menjadi ibu bagi Putera Allah yg akan menjadi manusia, dia juga menyampaikan kabar bahwa Elisabeth yg masih keluarga dekatnya, saat itu sedang hamil tua diusianya yg relatif sudah terlalu tua untuk mengandung bayinya yg pertama.


Karena itu Maria tergerak untuk mengunjungi Elisabeth yg tinggal didekat kota Yerusalem,di provinsi Yudea (Maria tinggal di Nazaret,provinsi Galilea). Suatu perjalanan yg cukup jauh.
Ketika Maria sampai dirumah Elisabet,dia memberi salam, sebagaimana kebiasaan bertamu saat itu.Tetapi karena saat itu Maria telah mulai hamil dan bayi yg dikandungnya adalah Putera Allah, salam itu memberi dampak yg luar biasa:
- Bayi Yohanes yg masih dikandungan Elisabet,ibunya, sudah dapat merasakan kehadiran Allah, sehingga melonjak kegirangan.
- Elisabet dipenuhi dg kuasa Roh Kudus sehingga dia dapat berbicara dg karunia sabda pengetahuan.Dia dapat mengetahui bahwa Maria yg saat itu belum menikah, sedang hamil muda dan Bayi yg dikandungnya adalah Putera Allah (padahal Maria belum sempat berbicara apa2 tentang hal ini).
- Elisabet dipakai Allah untuk menyampaikan FirmanNya :' berbahagialah orang yg percaya,karena apa yg dikatakan Tuhan kepadanya, akan terlaksana'.

Maria dan Elisabet saling meneguhkan. Maria menjadi lebih yakin bahwa yg dia dengar dari Gabriel, bukan suatu halusinasi/lamunan. Keteguhan ini sangat diperlukan Maria, karena dia akan segera menghadapi tantangan2 yg sangat berat.
Elisabet sendiri dibuat menjadi semakin yakin bahwa bayi yg dikandungnya akan menjadi seorang nabi besar,karena Maria yg tinggal berbeda provinsi, bisa tahu bahwa dia yg selama ini dianggap mandul, sedang hamil tua.

Sekalipun Maria telah diteguhkan bahwa dia akan menjadi ibu Mesias yg telah dinubuatkan para nabi ratusan tahun sebelumnya, dia tetap rendah hati. Dia tetap mau membantu Elisabet dalam proses menjelang dan saat melahirkan bayinya. Dia tinggal dirumah Elisabet selama 3 bulan.

Maria dan Elisabet memberi teladan bagi kita tentang kepercayaan akan Firman Tuhan, tentang kasih dan kerendahan hati yg tulus.
'Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat' (Rm 12:10).

Siapa yg pertama memberi maaf, menolong dan menyapa dg kehangatan kasih,dialah pemenang dihadapan Tuhan.
Banyak orang yg berubah menjadi sombong ketika Allah menganugerahkannya kekayaan materi dan kekuasaan dunia. Kesombongan ini bukan hanya terhadap sesama, tetapi juga kepada Allah!
Tidak lagi mau menyediakan diri untuk bersujud dan memohon bimbingan Allah. Tidak ada lagi waktu, karena begitu sibuk menikmati dan mengejar kepuasan2 dan kebanggaan diri.
Kepedulian terhadap sesama saudara juga sering kali tidak lagi dg tulus, tetapi lebih diwarnai ke pura2an untuk membangun citra diri didepan banyak orang. ' Hendaklah kasih itu jangan pura2. Jauhi yg jahat dan lakukan yg baik.Janganlah kerajinanmu kendor (untuk berdoa, beribadah dan merenungkan Firman serta untuk melayani sesama), Biarlah rohmu me nyala2 dan layanilah Tuhan' (Rm 12: 9,11).

Maria menghadirkan Roh Kudus kepada Elisabet dan dia sendiri memperoleh peneguhan iman yg sangat diperlukan.
Kitapun dapat menghadirkan Roh Kristus itu kepada banyak orang disekitar kita, bahkan kepada orang2 yg tinggal jauh, dg melakukan perbuatan2 kasih, saling membantu serta memperhatikan pergumulan hidup sesama.
Didalam pelayanan itulah kita sendiri akan memperoleh peneguhan iman yg sangat diperlukan untuk tetap teguh ditengah gelombang kehidupan.
Gbu all n hv a blessed Wednesday.
#

Wednesday, 31st MAY
Visitation of Our Lady.
Devotion to the Holy Spirit: Day 6

Luke 1:39-56

In those days Mary arose and went with haste into the hill country, to a city of Judah, and she entered the house of Zechariah and greeted Elizabeth. And when Elizabeth heard the greeting of Mary, the babe leaped in her womb; and Elizabeth was filled with the Holy Spirit and she exclaimed with a loud cry, "Blessed are you among women, and blessed is the fruit of your womb! And why is this granted me, that the mother of my Lord should come to me?"

And Mary remained with her about three months, and returned to her home.

We imagine Our Lady sometimes as a calm and contemplative woman who never did anything 'with haste'. Just like one of those saints in the statues that adorn our churches: still, hands joined in prayer and looking at the skies… But the Gospel teaches something very different: Our Lady went "with haste". Although she certainly was a contemplative woman who was never anxious or impulsive, she was also a woman of action.

The Angel told her that she was to be the Mother of God. She didn't have to do anything special. The Holy Spirit performed the miracle. But there were lots of things to think about: what about Joseph? What about her family? She could be stoned to death if people found out that Joseph wasn't the father of that Child. What about preparing for the Child's Birth? But over and above all those 'personal' problems, she had been told of Elizabeth's situation: old and pregnant. Nothing else was needed for Our Mother to set out "with haste" to help her cousin. No one had asked her to help. She had many worries to think about… Surely. But someone needed her. And she stayed there for three long months, for as long as she was needed.

We need to stop thinking about Our Mother as a pious and still statue absorbed in prayer and imagine her more like a superhero, a woman of action. Someone is in need of help and they fly there instantly. And if she went with haste to help her cousin… will she not come even faster to assist her children? For that's what we are: her children.

How comforting it is to know, Mother, that you fly promptly to my side when I need you. Thank you, Mary, for being such a Mother!

#



No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.