Tuesday, May 30, 2017

Bacaan Liturgi & RenHar. 30 Mei 2017 Selasa Pekan Paskah VII.

Kita ini milikNya

kita di jagaNya.....

kita mengenalNya, 

kita memahamiNya.....

Muliakanlah Allah dengan perbuatan nyata.


Paulus senantiasa bersaksi
kepada orang Yahudi dan Yunani

Mereka bertobat percaya dan bersaksi

Kuasa Yesus Kristus terjadi


Aku tidak menghiraukan nyawaku
Berharap garis akhir tercapai
Menyelesaikan tugas Tuhan Yesus kepadaku 

Kamu tidak akan melihat mukaku
Hari ini aku bersaksi kepadamu
Aku bersih tidak bersalah padamu
Aku memberitakan maksud Allah kepadamu.


Terpujilah Tuhan kita

Ia menanggung beban kita
Allah adalah keselamatan kita.
Allah yang menyelamatkan kita
Allah meluputkan maut dari kita


Yesus minta kepada Bapa,
Ia memberikanNya kepada kita

Seorang Penolong yang berkuasa
Ia menyertai kita selamanya.


Aku mempermuliakan Engkau di bumi 

Permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri

Dengan kemuliaan yang Kumiliki

Dihadirat-Mu sebelum dunia ada ini.


Aku telah menyatakan nama-Mu

Yang Engkau berikan kepada-Ku

Mereka itu semua milik-Mu
Engkau memberikan mereka kepada-Ku

 
Mereka telah menuruti firman-Mu
Sekarang mereka sudah tahu
Semua yang Engkau berikan kepada-Ku
Semua berasal dari pada-Mu


FirmanMu telah disampaikan oleh-Ku
Sekarang mereka sudah tahu

Aku datang dari pada-Mu,
Mereka percaya kepada utusanMu

Engkaulah yang mengutus Aku

Aku berdoa untuk mereka.
Bukan untuk dunia Aku berdoa,
Untuk mereka MilikMu semata

Aku dipermuliakan di dalam mereka


Mereka Engkau berikan kepada-Ku, 

Sebab mereka adalah milik-Mu,
Segala milik-Mu adalah milik-Ku

Dan milik-Ku adalah milik-Mu

#


Bacaan Liturgi 30 Mei 2017

Selasa Pekan Paskah VII.


Bacaan Pertama
Kis 20:17-27
Aku dapat mencapai garis akhir,
dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus.


Pembacaan dari Kisah Para Rasul:

Dalam perjalanannya ke Yerusalem
Paulus menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus
dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus.


Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka,
"Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu
sejak hari pertama aku tiba di Asia ini:
dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan.
Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata
dan banyak mengalami pencobaan
dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.
Sungguhpun demikian
aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu.
Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu,
baik di muka umum
maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumahmu.
Aku senantiasa bersaksi
kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani,
supaya mereka bertobat kepada Allah
dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.

Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem,
dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ
selain apa yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku,
bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.
Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun,
asal saja aku dapat mencapai garis akhir
dan menyelesaikan pelayanan
yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku
untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Sekarang aku tahu,
bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi,
kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah.
Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu,
bahwa aku bersih;
tidak bersalah terhadap siapa pun yang akan binasa.
Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu."

Demikianlah sabda Tuhan.

Mazmur
Mzm 68:10-11.20-21
R:33a
Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah!


*Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah;
Tanah milik-Mu yang gersang Kaupulihkan,
sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana;
dalam kebaikan-Mu
Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas.

*Terpujilah Tuhan!
Hari demi hari Ia menanggung beban kita;
Allah adalah keselamatan kita.
Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan,
Allah, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.

Bait Pengantar Injil
Yoh 14:16
Aku akan minta kepada Bapa,
dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain,
supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.


Bacaan Injil
Yoh 17:1-11a
Bapa, permuliakanlah Anak-Mu.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Dalam perjamuan malam terakhir
Yesus menengadah ke langit dan berdoa,
"Bapa, telah tiba saatnya;
permuliakanlah Anak-Mu,
supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.
Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya
kuasa atas segala yang hidup,
demikian pula Anak-Mu akan memberikan hidup yang kekal
kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.
Inilah hidup yang kekal itu,
yaitu bahwa mereka mengenal Engkau,
satu-satunya Allah yang benar,
dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi
dengan jalan menyelesaikan pekerjaan
yang Engkau berikan kepada-Ku untuk kulakukan.
Oleh sebab itu, ya Bapa,
permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri
dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang,
yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia.
Mereka itu milik-Mu
dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku,
dan mereka telah menuruti firman-Mu.
Sekarang mereka tahu,
bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu
berasal dari pada-Mu.
Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku
telah Kusampaikan kepada mereka, dan mereka telah menerimanya.
Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu,
dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Aku berdoa untuk mereka.
Bukan untuk dunia Aku berdoa,
tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku,
sebab mereka adalah milik-Mu,
dan segala milik-Mu adalah milik-Ku dan milik-Ku adalah milik-Mu,
dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka.
Aku tidak lagi ada di dalam dunia,
tetapi mereka masih ada di dalam dunia,
dan Aku datang kepada-Mu."

Demikianlah sabda Tuhan

#


Mutiara Iman

*MENCAPAI GARIS AKHIR*

30 Mei 2017


_"Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun.."_
(Kis 20:24)

Lectio
Kis 20:17-27; Mzm 68:10-11,20-21; Yoh 17:1-11a

Setelah selesai misa harian, Edward selalu memperhatikan seorang Ibu yang menjual buku-buku Rohani, tiket-tiket seminar dan barang-barang Rohani. Lalu Edward menghampirinya dan berkata :
"Selamat pagi Bu. Saya mau beli buku Madah Bakti ya. Sudah berapa lama Ibu berjualan?"
Lalu Ibu itu berkata :
"Hingga sekarang sudah jalan 5 tahun dek."


Lalu Edward kembali bertanya :
"Dulunya ibu kerja apa?"
Ibu itu menjawab :
"Sejak lulus SMA saya selalu bekerja sosial, mulai dari membantu di OMK, lalu Legio Maria. Setelah menikah, saya menjadi ketua lingkungan, ikut paduan suara, dan menjadi prodiakon. Setelah selesai masa pelayanan sebagai prodiakon, saya bekerja di Panti Asuhan selama 10 tahun dan Panti Jompo selama 10 tahun. Sekarang saya berjualan buku-buku rohani seperti ini."


Edward mendengarkan dengan kagum lalu berkata :
"Luar biasa, hidup Ibu hanya untuk melayani. Sampai kapan Bu?"
Ibu itu menjawab :
"Sampai Tuhan memanggil saya kembali ke pangkuannya."

Paulus berkata :
"Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asalkan aku dapat mencapai garis akhir dan MENYELESAIKAN pelayanan yang ditugaskan TUHAN YESUS kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah."

Hidup PENZIARAHAN kita adalah MENYELESAIKAN tugas MEMBERI KESAKSIAN tentang INJIL kasih karunia Allah.

Oratio
Datanglah Ya Roh Kudus, penuhi hati umat-Mu dengan KEKUATAN untuk MELAYANI sesama. Amin

Missio
_Marilah dengan penuh semangat kita MELAYANI sesama sampai AKHIR HIDUP kita._

*Have a Blessed Tuesday*

Mutiara-Iman.org
#

"DOA YESUS"

Bacaan Liturgi 30 Mei 2017

Selasa Pekan Paskah VII
Bacaan Pertama Kis 20:17-27. Mazmur 68:10-11.20-21
Bacaan Injil Yoh 17:1-11a.

Injil Yohanes 17:9, menulis.

Yesus berkata:"Aku berdoa untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepadaKu, sebab mereka adalah milikMu."

Doa Yesus ini menyingkapkan beberapa hal yang amat indah dan membanggakan kita. 


Pertama, sebagai murid Kristus kita ini pilihan khusus Allah dari dunia ini, karena itu kita adalah milik Allah. 


Kedua, sebagai murid kita telah mengenal Allah, menerima banyak dari Allah. Hal ini sekaligus mengingatkan kita akan tanggung jawab dan tugas kita.


 Ketiga, sebagai muridNya kita diserahkan Yesus ke tangan Allah Bapa. Dalam doa ini Yesus mengakui kuasa Bapa atasNya, juga atas kita, kita adalah pemberianNya. Sekaligus juga disini Ia mau menyadarkan kita bahwa Bapa itu penuh perhatian terhadap anak-anakNya; Jagalah mereka didalam namaMu, agar tetap satu!


Mari kita perhatikan ketiga hal ini pokok ini dalam setiap kata dan perbuatan kita sepanjang hari ini: Kita ini milik Allah, kita di jagaNya.....kita mengenalNya, kita memahamiNya.....memuliakan Allah lewat tiga kenyataan ini adalah panggilan kita sekarang.!

Tuhan Yesus, syukur atas perhatian dan doaMu bagi kami. Siapakah kami ini sehingga Engkau sendiri berkenan mendoakan kami? Semoga kami tetap setia kepadaMu di sepanjang masa. Amin.
Salam Maria 3x
Met Hari Selasa.
#

Tuesday, 30th MAY
Devotion to the Holy Spirit: Day 5

John 17:1-11a

Jesus said, "I glorified thee on earth, having accomplished the work which thou gave me to do...I have manifested thy name to the men whom thou gave me out of the world; thine they were, and thou gave them to me, and they have kept thy word ... and I am glorified in them. And now I am no more in the world, but they are in the world.

Men are obliged to glorify God, to worship Him. And the best worship that men can give is when we glorify God with Jesus Christ. The summit of Christian worship is the Holy Mass; in it Jesus 'glorifies the Father on earth' and we (who are still 'in the world') unite ourselves to Him. For that reason there is nothing more important in the world than the Mass; each and every single Mass, because it is the Sacrifice of Jesus on Calvary.

During World War II Nazis forced many priests into concentration camps and many of these were sent to Dachau. At least 2,720 priests were together in a single area, the 'Priesterblock' and they were permitted to have a single altar on which to celebrate one Mass a day. One priest said the Mass and others attended it. Bl Karl Leisner was then a deacon. His ordination to the priesthood was delayed because he was suffering from tuberculosis. But before he could be ordained the war broke out and he was arrested. He had already spent 5 years in concentration camps. On December 17, 1944, knowing that his health was getting worse, he was secretly ordained by a fellow prisoner, a French bishop. He said he wanted to die as a priest and he especially wanted to say the Mass before he died. Already very ill with tuberculosis, Leisner's first Mass on December 30 was in fact his last, because he died soon after. Many priests who attended it said that they could never forget his love and devotion for the Mass. They could see in his face that he had prepared that Mass and longed for it his entire life.

To help the priest prepare himself for the Mass, in some sacristies you can find the following text: *"O Priest of God, say this Mass as though it were your first Mass, your last Mass, your only Mass."*

Mary, Mother of the Eucharist, help me to attend the Mass as if it were my first Mass, my last Mass ... the only Mass of my life.
#


No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.