Thursday, October 24, 2013

Renungan Kamis, 24 Oktober 2013. Aku datang untuk melemparkan api ke bumi.

KOMSOS_KAJ@yahoogroups.com 


"Aku datang untuk melemparkan api ke bumi"


(Rm 6:19-23; Luk 12:49-53)


 "Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan,
api itu telah menyala!


Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!


Kamu menyangka, bahwa
Aku datang untuk membawa damai di atas bumi?


Bukan, kata-Ku kepadamu,
bukan damai, melainkan pertentangan.


Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan
dua dan dua melawan tiga.


Mereka akan saling bertentangan,

ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya,

ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya,

ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya."
(Luk 12:49-53),

demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan

sederhana sebagai berikut:

·   Ketika api membakar gedung atau rumah pada umumnya semuanya akan

ludes tak berbekas lagi, namun jika ada emas murni di dalam gedung

atau rumah tersebut, yang mungkin disimpan begitu rahasia, akhirnya

akan semakin kelihatan dengan jelas: emas murni terbakar akan semakin

kelihatan kemurnian atau keasliannya.


Sabda hari ini mengajak dan

mengingatkan kita semua agar senantiasa hidup dan bertindak sesuai

dengan 'jati diri' kita yang benar serta tidak berpura-pura atau

bersandiwara.


Secara konkret ketika telah menempuh hidup baru, entah

hidup berkeluarga sebagai suami-isteri atau membiara atau imamat,

henndaknya hidup dan bertindak sesuai dengan spiritualitas hidup baru

terkait.


Hendaknya kita hidup dan bertindak dijiwai spiritualitas, dan

bukan lagi terkuasai oleh semangat daging atau nepotisme.


Ketika anda memiliki profesi berdagang hendaknya bekerja sesuai dengan tata tertib

atau aturan berdagang yang baik, demikian juga profesi-profesi lainnya.


Secara khusus kami berharap kepada para peserta didik atau

pelajar, yang memiliki jati diri atau panggilan belajar, untuk sungguh

membaktikan diri dalam belajar, memboroskan waktu dan tenaga untuk

belajar. Jika selama berprofesi sebagai pelajar atau peserta didik

anda sungguh belajar dengan baik, maka kelak dalam profesi apapun

pasti akan hidup dan bertindak sesuai dengan profesi terkait.


Kepada anda yang berkeluarga sebagai suami-isteri kami harapkan setia dalam saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, dalam sakit maupun sehat, karena dengan demikian berarti cara hidup dan cara bertindak anda akan mempengaruhi sikap mental anak-anak anda: setia pada
panggilan dan tugas pengutusannya.

·   "
Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.


Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
(Rm 6:22-23).


Kutipan ini kiranya

mengingatkan dan mengajak kita semua agar senantiasa 'bebas merdeka'

alias menjadi 'hamba Allah' dalam cara hidup dan cara berindak apapun

dan dimana pun, tidak dikuasai oleh dosa atau melakukan dosa dan

kejahatan sekecil apapun.


Sebagai orang beriman kita dipanggil untuk

senantiasa melaksanakan kehendak atau perintah Allah, dan hemat saya

kehendak dan perintah Allah yang utama dan pertama adalah 'saling

mengasihi sebagaimana Allah  telah mengasihi kita'.


Sekali lagi saya

angkat di sini bahwa wujud kasih yang utama adalah boros waktu dan

tenaga bagi yang terkasih, maka baiklah jika kita saling memboroskan

waktu dan tenaga satu sama lain, dan tentu saja pertama-tama dan

terutama terjadi dalam keluarga atau komunitas kita masing-masing.


Jika kita dengan mereka yang hidup dekat setiap hari dengan kita dapat

saling mengasihi dengan baik dan benar, maka dengan mudah kita

mengasihi orang lain.


Sebaliknya jika dengan mereka yang dekat dengan

kita tak mampu saling mengasihi dengan baik dan benar, maka mengasihi

yang lain sungguh merupakan pelarian tanggungjawab, sebagaimana

terjadi dengan suami atau isteri yang selingkuh dengan orang lain

karena tak mampu saling mengasihi.


Kita semua hendaknya setia

menghayati panggilan atau melaksanakan tugas pengutusan kita sendiri,

yang utama atau pokok, dan jangan dengan mudah meninggalkan tugas atau

panggilan utama dengan melaksanakan tugas sambilan.


Mengapa orang

senang melakukan tugas sambilan, karena tidak dituntut tanggungjawab

dan pada umumnya juga memperoleh imbalan yang menarik.


Sekali lagi

kami ingatkan: jangan berselingkuh atau menyeleweng dari tugas dan

panggilan utama atau pokok.

"Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,

yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam

kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan

yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.Ia seperti pohon, yang

ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya,

dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil."

(Mzm 1:1-3)

Ign 24 Oktober 2013


____________



Live from BlackBerry® on esia max-d, Internet Max, Biaya Mini.

No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.