MENILAI ZAMAN
25 Oktober 2013
"Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?"
(Luk 12:56)
Lectio:
Rm 7:18-25a;
Mzm 119:66,68,76,77,93,94;
Luk 12:54-59
Sebagai salah satu lulusan terbaik di universitasnya, Lukas sangat berambisius untuk menjadi orang sukses.
"Saya harus sukses pah.. Jaman sekarang kalau tidak kaya dan sukses, kita tidak dihargai orang lain" kata Lukas kepada ayahnya sambil menonton TV.
Lalu ayahnya menjawab :"Orang boleh memiliki cita-cita, asalkan jangan melakukannya dengan cara yang tidak benar. Seperti yang kamu liat di TV ini. Mereka kaya, tetapi dari hasil yang tidak baik. Buah-buahan hasil karbitan pasti rasanya tidak seenak buah hasil organik".
Mendengar itu Lukas pun terdiam dan memikirkan apa yang dikatakan oleh ayahnya.
Dalam Injil hari ini, Yesus berkata hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?.
Dengan belajar dari alam yang adalah ciptaan Tuhan, kita akan memahami apa yang diinginkan penciptanya.
Oratio:
Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu.
Amin
(Mzm 119:66)
Lectio:
Marilah kita semakin mengenal tanda jaman untuk mewujudkan kebenaran di dalam kehidupan.
Have a Blessed Friday.
_______________
Jumat, 25 Oktober, 2013
Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri.
(Matius 27:24)
Himbauan mendagri agar kepala daerah bekerja sama dengan salah satu ormas yang sering berbuat anarkis, mendapat kritikan banyak orang.
Sepertinya pemerintah takut akan ormas tersebut, sehingga mau digunakan sebagai kepanjangan tangan untuk menegakkan "hukum"
Pada waktu Yesus dihadapkan pada Pilatus, terlihat bahwa Pilatus adalah sosok pemimpin yang tidak tegas dalam mengambil keputusan, ia mengetahui kebenaran bahwa Yesus tidak bersalah, namun ia bukan mengikuti kebenaran yang hakiki melainkan mendengarkan kata-kata rakyatnya yang terbakar emosi bahkan mulai cenderung anarkis, ia lebih memilih untuk cuci tangan dan tidak mau dianggap bersalah.
Berapa banyak pemimpin-pemimpin kita memiliki karakter seperti Pilatus?
Berapa banyak juga gereja yang bersikap seperti Pilatus?
Berapa banyak orang percaya juga tidak bedanya dengan Pilatus?
Kecenderungan kita dalam menghadapi persoalan-persoalan kehidupan adalah mengunci diri rapat-rapat, menghindar, bersembunyi, melarikan diri.
Bukan menghadapi, memerangi dan mengatasinya.
Cara yang paling aman ketika menghadapi konflik adalah dengan bersifat netral, tidak berpihak.
Seringkali kita juga seperti Pilatus yang menyerahkan Yesus untuk disesah dan disalibkan, ketika kita tidak berani dengan jelas berpihak kepada keadilan, sesungguhnya kita menyerahkan keadilan untuk disesah dan disalibkan.
Yesus tidak mau umat-Nya hidup aman dalam kamar isolasi yang bebas hama, Ia tidak mau mengambil dan mengangkat kita dari dunia ini, Ia bahkan mengutus kita ke dalam dunia ini.
Untuk apa?
Untuk menjadi garam dan terang, bukan untuk mencari aman dan mencuci tangan, berani larut untuk mengasihi, rela berada di kegelapan untuk menerangi.
Tuhan Yesus memberkati
_______________
Live from BlackBerry® on esia max-d, Internet Max, Biaya Mini.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.