Monday, March 4, 2013

REN" Senin, 4 Maret 2013. Hukum Berbuat Baik.

Renungan Harian:
Rm.Antara.
KAJ
Senin Prapaskah-3
4 maret 13 :
http://bit.ly/13vdmaR
______________
Pagi ini saya melihat berita di TVOne, tentang Kejujuran seorang Pramuwisma bernama Henry.

Kejadian ini terjadi di salah satu kota negara bagian AS. Pramuwisma tsb bernama Henry yg telah berumur 50 tahunan.

Beberapa hari lalu, seorang Gadis memberikan sedekah kepada Henry dan tanpa disadari Cincin (berlian) tunangan nya jatuh ke dalam kaleng sedekah Henry.
Dan hal ini juga tidak disadari oleh Henry.

Setelah keesokan hari Gadis tsb baru menyadari Cincin Berlian nya telah hilang dan mencari keberbagai tempat yang dia ingat dia kunjungi.
Dan sampai juga dia ke t4 Henry dan mencoba bertanya apakah Henry pernah melihat cincin nya?
Henry pun segera mengembalikan nya dan mengatakan cincin itu dia simpan sampai yang punya datang mencari nya.

Berita ttg kejujuran seorang Pramuwisma menyebar dan banyak orang yg kagum kepada Henry dan byk memberikan hadiah baik berupa uang maupun barang.

Hal ini juga masuk media.

Dan hal yg paling penting adalah Henry berhasil menemukan kembali saudara nya yg telah berpisah puluhan tahun karena wajah Henry masuk media sehingga adik nya bisa tahu keadaan abangnya.

Kesimpulannya :
1. Perbuatan baik gadis tsb yg suka memberi sedekah tdk kehilangan barang berharga utk perkawinan nya.

2. Perbuatan baik Henry yang jujur segera mendapat kan hasil nya baik uang, hadiah dan yg paling luar biasa bisa berkumpul kembali dgn saudara satu satunya.

Ingat jangan pernah Ragu untuk berbuat Kebaikan baik dari Pikiran, ucapan maupun perbuatan, karena Hukum Kebaikan itu Universal.

Apa yang ditanam maka itulah yang akan dituai.

Semoga bermanfaat untuk semua
_______________

Bacaan dari kitab kedua Raja-raja.
= 2Raj.5:1-15a =

Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta.

Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman.

Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya:
"Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."

Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya:
"Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu."
Maka jawab raja Aram:
"Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel."

Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian.

Ia menyampaikan surat itu kepada raja Israel, yang berbunyi:
"Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya."

Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata:
"Allahkah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya?
Tetapi sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku."

Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu?
Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel."

Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa.
Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan:
"Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir."

Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata:
"Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!
Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel?
Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?"
Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.

Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya:
"Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya?
Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."

Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu.
Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.

Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu.
Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan berkata:
"Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel.
Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!"
=============

Inilah Injil Yesus Kristus menurut St.Lukas.
= Luk.4:24-30 =

Dan kata-Nya (Yesus) lagi:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.

Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar:
Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.

Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."

Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.

Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.

Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
________________

Alkisah, ada seorang anak yang bertanya kepada ibunya,
"Ibu, temanku tadi cerita kalau ibunya selalu membiarkan tangannya sendiri digigit nyamuk sampai nyamuk itu kenyang supaya ia tak menggigit temanku.
Apa ibu juga akan berbuat yang sama?"

Sang ibu tertawa dan menjawab terus terang,
"TIDAK".
Tetapi ibu akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam supaya tidak sempat menggigit kamu atau keluarga kita.

Mendengar jawaban tersebut si anak tersenyum. Tak berapa lama si anak teringat sesuatu.
"Terus bu, aku waktu itu pernah mendengar cerita ada seorang ibu yang rela tidak makan supaya anak2nya bisa makan.
Kalau ibu bagaimana?"

Kali ini sang ibu menjawab dengan suara lebih tegas,
"Ibu akan bekerja keras agar kita semua bisa makan.
Jadi kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ibumu menahan lapar."

Si anak kembali tersenyum, dan lalu memeluk ibunya dengan penuh sayang.
"Makasih, ibu.
Aku bisa selalu bersandar pada ibu."

Sembari mengusap rambut anaknya, sang ibu membalas,
"Tidak Nak!
Tapi ibu akan mendidikmu supaya bisa berdiri kokoh diatas kakimu sendiri, agar kamu nantinya tidak sampai jatuh tersungkur ketika ibu sudah tidak ada lagi di sisimu. Karena tidak selamanya ibu bisa mendampingimu."

Ada berapa banyak orangtua diantara kita yang sering kali merasa rela berkorban diri demi sang buah hati?
Tidak sadarkah kita bahwa sikap seperti itu bisa menumpulkan mental pemberani si anak?
Jadi adalah bijak bila semua orang tua tidak hanya menjadikan dirinya tempat bersandar bagi buah hati mereka, melainkan juga membuat sandaran itu tidak diperlukan di kemudian hari.

Adalah bijak jika para orang tua membentuk anak2nya sebagai pribadi mandiri kelak di saat orang tua itu sendiri tidak bisa lagi mendampingi anak2nya di dunia.
_______________


God Bless All of You.




















































No comments:

Post a Comment

Do U have another idea ?


LET'S SHARE 2 US.