Renungan Harian
RD Antara.KAJ
Selasa Pekan Suci
Tgl 26 Maret'13
http://goo.gl/WcmBz
______________
Renungan Harian
- Rm Adi -
Selasa, 26 Maret 2013
Pekan Suci
Yes 49:1-6;
Yoh 13:21-33.36-38
Injil hari ini berbicara mengenai Yesus yang memperingatkan dua murid-Nya, yakni Yudas Iskariot (ay.321-30) dan Petrus (ay.36-38).
Yudas memang sudah berniat jahat. Ia bermaksud menghianati dan menyerahkan Yesus kepada para prajurit untuk disalibkan.
Sementara Petrus, diperingatkan justru karena niat baiknya untuk membela Yesus. Namun, niat baik Petrus itu tidak pada tempatnya karena ia tidak memahami sabda Yesus dan kehendak Allah bahwa Yesus memang harus menderita sengsara dan disalibkan. padahal, sebelumnya Yesus sudah berulangkali menyampaikan hal ini.
Petrus juga sombong sehingga diperingatkan bahwa ia akan jatuh dalam kesombongannya itu.
Doa dan Perutusan.
Tuhan,
kami pun sering tergoda dalam dosa seperti Yudas dan Petrus.
Mampukanlah kami untuk peka mendengarkan peringatan-peringatan dari-Mu, baik melalui bisikan hati nurani kami, melalui sesama kami, maupun melalui alam di sekitar kami, sehingga kami tidak sampai jatuh dan menghianati serta menyangkal (iman kami kepada) Engkau.
Amin.
Selamat pagi rekan..:)
Tuhan memberkati O:)
_______________
Mereka yg membuat kita sakit hati , sesungguhnya hanya alat yg dipakai Tuhan agar kita menjadi kuat.
Seperti kita saat balita diberi imunisasi disuntik .sakit. Tp membuat kita kuat utk hidup.
Dmkn juga mereka, kalau mereka tdk melakukannya akan ada orang lain pd waktu yg lain membuat kita sakit hati.
Jadi ampunilah mereka spt Tuhan sdh ampuni kita.
______________
Bacaan dari kitab Yesaya.
= Yes.49:1-6 =
Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh!
TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.
Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya.
Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.
Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."
Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,
firman-Nya:
Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara.
Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.
______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.
= Yoh.13:21-33,36-38 =
(Dalam Perjamuan Terakhir) Yesus sangat terharu, lalu berkata:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata:
"Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"
Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya:
"Tuhan, siapakah itu?"
Jawab Yesus:
"Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya."
Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.
Maka Yesus berkata kepadanya:
"Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."
Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.
Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.
Yudas menerima roti itu lalu segera pergi.
Pada waktu itu hari sudah malam.
Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus:
"Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.
Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu.
Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.
Simon Petrus berkata kepada Yesus:
"Tuhan, ke manakah Engkau pergi?"
Jawab Yesus:
"Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku."
Kata Petrus kepada-Nya:
"Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang?
Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"
Jawab Yesus:
"Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku?
Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
________________
Pertolongan kecil di saat yang mendesak adalah jauh lebih berharga daripada suatu pertolongan dalam situasi yang baik.
Teman sejati adalah mereka yang mau mengulurkan tangan mereka saat kita berada dalam posisi yang sangat memerlukan pertolongan.
Suatu ketika terjadi bencana kelaparan, Zhuang Zhou menemui tuan tanah Jain Hehou untuk meminjam biji padi.
Hehou menjawab, "Tentu akan saya pinjamkan, tetapi biji padi baru akan saya serahkan akhir tahun ini. Karena pada saat itu, orang-orang akan membayar pada saya nasi dari panen mereka sebagai pajak. Saat itulah saya baru bisa meminjamkan Anda biji padi yang Anda perlukan."
Zhuang Zhou menjawab, "Kemarin saat berjalan, saya bertemu seekor gurami. Gurami itu memohon pada diri saya untuk menyiramkan sejumlah air pada tubuhnya, sehingga ia tidak akan mati kekeringan.
Saya menjanjikan padanya bahwa saya akan menuju ke Selatan untuk menggali sebuah kanal dari Sungai Barat, dan menggunakan air dari kanal itu untuk menyelamatkannya."
Mendengar hal ini, gurami itu berkata. "Saya sedang sekarat sekarang ini. Saya hanya meminta padamu sejumlah air untuk dapat membuat diri saya tetap bertahan hidup, tetapi Anda malah mengatakan pada diri saya bahwa Anda akan mengambil air yang sangat saya butuhkan dari tempat yang jauhnya ribuan mil! Dengan cara ini Anda tidak akan dapat menolong orang lain. Tak diragukan begitu Anda kembali saya sudah mati jauh-jauh hari."
[Ernawati H / Medan]
Sumber: Kebajikan
________________
God Bless All of You.
RD Antara.KAJ
Selasa Pekan Suci
Tgl 26 Maret'13
http://goo.gl/WcmBz
______________
Renungan Harian
- Rm Adi -
Selasa, 26 Maret 2013
Pekan Suci
Yes 49:1-6;
Yoh 13:21-33.36-38
Injil hari ini berbicara mengenai Yesus yang memperingatkan dua murid-Nya, yakni Yudas Iskariot (ay.321-30) dan Petrus (ay.36-38).
Yudas memang sudah berniat jahat. Ia bermaksud menghianati dan menyerahkan Yesus kepada para prajurit untuk disalibkan.
Sementara Petrus, diperingatkan justru karena niat baiknya untuk membela Yesus. Namun, niat baik Petrus itu tidak pada tempatnya karena ia tidak memahami sabda Yesus dan kehendak Allah bahwa Yesus memang harus menderita sengsara dan disalibkan. padahal, sebelumnya Yesus sudah berulangkali menyampaikan hal ini.
Petrus juga sombong sehingga diperingatkan bahwa ia akan jatuh dalam kesombongannya itu.
Doa dan Perutusan.
Tuhan,
kami pun sering tergoda dalam dosa seperti Yudas dan Petrus.
Mampukanlah kami untuk peka mendengarkan peringatan-peringatan dari-Mu, baik melalui bisikan hati nurani kami, melalui sesama kami, maupun melalui alam di sekitar kami, sehingga kami tidak sampai jatuh dan menghianati serta menyangkal (iman kami kepada) Engkau.
Amin.
Selamat pagi rekan..:)
Tuhan memberkati O:)
_______________
Mereka yg membuat kita sakit hati , sesungguhnya hanya alat yg dipakai Tuhan agar kita menjadi kuat.
Seperti kita saat balita diberi imunisasi disuntik .sakit. Tp membuat kita kuat utk hidup.
Dmkn juga mereka, kalau mereka tdk melakukannya akan ada orang lain pd waktu yg lain membuat kita sakit hati.
Jadi ampunilah mereka spt Tuhan sdh ampuni kita.
______________
Bacaan dari kitab Yesaya.
= Yes.49:1-6 =
Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh!
TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.
Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya.
Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.
Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."
Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,
firman-Nya:
Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara.
Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.
______________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.
= Yoh.13:21-33,36-38 =
(Dalam Perjamuan Terakhir) Yesus sangat terharu, lalu berkata:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata:
"Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"
Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya:
"Tuhan, siapakah itu?"
Jawab Yesus:
"Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya."
Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.
Maka Yesus berkata kepadanya:
"Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."
Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.
Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.
Yudas menerima roti itu lalu segera pergi.
Pada waktu itu hari sudah malam.
Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus:
"Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.
Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.
Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu.
Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu.
Simon Petrus berkata kepada Yesus:
"Tuhan, ke manakah Engkau pergi?"
Jawab Yesus:
"Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku."
Kata Petrus kepada-Nya:
"Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang?
Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"
Jawab Yesus:
"Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku?
Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
________________
Pertolongan kecil di saat yang mendesak adalah jauh lebih berharga daripada suatu pertolongan dalam situasi yang baik.
Teman sejati adalah mereka yang mau mengulurkan tangan mereka saat kita berada dalam posisi yang sangat memerlukan pertolongan.
Suatu ketika terjadi bencana kelaparan, Zhuang Zhou menemui tuan tanah Jain Hehou untuk meminjam biji padi.
Hehou menjawab, "Tentu akan saya pinjamkan, tetapi biji padi baru akan saya serahkan akhir tahun ini. Karena pada saat itu, orang-orang akan membayar pada saya nasi dari panen mereka sebagai pajak. Saat itulah saya baru bisa meminjamkan Anda biji padi yang Anda perlukan."
Zhuang Zhou menjawab, "Kemarin saat berjalan, saya bertemu seekor gurami. Gurami itu memohon pada diri saya untuk menyiramkan sejumlah air pada tubuhnya, sehingga ia tidak akan mati kekeringan.
Saya menjanjikan padanya bahwa saya akan menuju ke Selatan untuk menggali sebuah kanal dari Sungai Barat, dan menggunakan air dari kanal itu untuk menyelamatkannya."
Mendengar hal ini, gurami itu berkata. "Saya sedang sekarat sekarang ini. Saya hanya meminta padamu sejumlah air untuk dapat membuat diri saya tetap bertahan hidup, tetapi Anda malah mengatakan pada diri saya bahwa Anda akan mengambil air yang sangat saya butuhkan dari tempat yang jauhnya ribuan mil! Dengan cara ini Anda tidak akan dapat menolong orang lain. Tak diragukan begitu Anda kembali saya sudah mati jauh-jauh hari."
[Ernawati H / Medan]
Sumber: Kebajikan
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.