Mutiara Iman
KEPUNYAANKU ADALAH KEPUNYAANMU
2 Maret 2013
Kata ayahnya kepadanya: "Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu"
(Luk 15:31)
Lectio:
Mi 7:14-15,18-20;
Mzm 103:1-4,9-12;
Luk 15:1-3,11-32
Peter adalah seorang pekerja keras dan kepala keluarga yang baik.
Hidupnya penuh dengan kemurahan hati terutama apabila ada orang yang membutuhkan pertolongannya.
Pernah suatu ketika adiknya meminta modal dan diberikannya.
Tetapi bukan kesuksesan yang didapat adiknya malah ia menimbulkan hutang yang cukup banyak yang membuat beberapa debt collector datang mengejar-ngejarnya, sehingga ia datang kepada Peter untuk meminta bantuan.
Ketika Peter ingin membuka cek untuk menolong adiknya, istri Peter dengan muka masam berkata:
"Untuk apa kamu bantu terus adik-mu?
Bahkan uang yang sudah kamu keluarkan bisa untuk membeli banyak keperluan rumah?"
Lalu dengan tenang Peter menjawab :
"Kebutuhan rumah tangga kita tidak akan kekurangan dengan membantu adik saya.
Selain itu kedamaian dan kesejahteraan yang mama rasakan sudah melebihi kesusahan yang adik saya peroleh setiap hari."
Dalam Injil hari ini bercerita tentang anak yang hilang, di mana Si Sulung marah atas sikap ayahnya yang begitu baik pada adiknya padahal adiknya telah memboroskan harta ayahnya.
Tetapi ayahnya berkata:
"Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu"
Kasih selalu akan memberi apapun yang telah diambil oleh orang lain.
Dan pada saatnya orang yang mengambil menyadari bahwa egolah yang berbuat demikian.
Oratio:
Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
(Mzm 103:1)
Missio:
Marilah kita selalu memprioritaskan kasih dan pengampunan di atas segala harta di bumi.
Have a Blessed Saturday.
______________
Bacaan dari kitab Mikha.
= Mi.7:14-15,18-20 =
Gembalakanlah umat-Mu dengan tongkat-Mu, kambing domba milik-Mu sendiri, yang terpencil mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan.
Biarlah mereka makan rumput di Basan dan di Gilead seperti pada zaman dahulu kala.
Seperti pada waktu Engkau keluar dari Mesir, perlihatkanlah kepada kami keajaiban-keajaiban!
Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?
Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.
Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!
=============
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St.Lukas.
= Luk.15:1-3,11-32 =
Perumpamaan tentang anak yang hilang
(Mat 18:12-14)
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya:
"Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
"Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
Kata yang bungsu kepada ayahnya:
Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku.
Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh.
Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu.
Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya:
Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya.
Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Kata anak itu kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya:
Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.
Maka mulailah mereka bersukaria.
Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
Jawab hamba itu:
Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk.
Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya:
Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
Kata ayahnya kepadanya:
Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.
________________
Banyak orang stress begitu menghadapi masalah, karena mereka beranggapan hidup itu bebas dari masalah… padahal sesungguhnya karena ada masalahlah orang baru bisa bertahan hidup dan dapat menghargai hidupnya.
Bila dapat melihat masalah sebagai sebuah keindahan.. maka hidup akan jadi indah !
Tetapi bila melihat masalah sebagai beban hidup, maka hidup ini pun akan jadi beban.
Dalam falsafat Zen dikatakan bahwa itu adalah "Kebodhian".
Jika tidak ada masalah bagaimana mungkin bisa mendapat kebijaksanaan ?
Ada masalah baru bisa muncul Pencerahan.
Bagaimana menghadapinya ?
Butuh ketenangan dan kejernihan bathin… perlahan tetapi pasti dapat melihat semua benang merah dari permasalahan yang ada dan uraikan benang kusut itu.
Jika masih kusut, jangan khawatir, ambil gunting dan gunting saja…
beres kan…
hahahhaa…
Jangan karena 1 masalah dan kita membuat masalah yang baru atau menderita selamanya.
Jadikan masalah sebagai tantangan dan batu loncatan untuk sebuah kesuksesan.
Bila lari dari masalah, pasti ada masalah yang lebih besar menghadang…
Jika ada masalah, kita akan jauh lebih kuat, tegar dan lebih bijak untuk melihat semua permasalahan.
90 % masalah, muncul dari dalam diri sendiri, dari cara kita berpikir, ketidaktahuan, keserakahan dan kesombongan, kurang bijaksana, tidak memiliki cinta kasih dan kasih sayang…
Mau dibawa kemana hidup ini ?
Kita sendiri yang menentukannya !
[Ernawati H / Medan]
Sumber: Kebajikan
________________
God Bless All of You.
KEPUNYAANKU ADALAH KEPUNYAANMU
2 Maret 2013
Kata ayahnya kepadanya: "Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu"
(Luk 15:31)
Lectio:
Mi 7:14-15,18-20;
Mzm 103:1-4,9-12;
Luk 15:1-3,11-32
Peter adalah seorang pekerja keras dan kepala keluarga yang baik.
Hidupnya penuh dengan kemurahan hati terutama apabila ada orang yang membutuhkan pertolongannya.
Pernah suatu ketika adiknya meminta modal dan diberikannya.
Tetapi bukan kesuksesan yang didapat adiknya malah ia menimbulkan hutang yang cukup banyak yang membuat beberapa debt collector datang mengejar-ngejarnya, sehingga ia datang kepada Peter untuk meminta bantuan.
Ketika Peter ingin membuka cek untuk menolong adiknya, istri Peter dengan muka masam berkata:
"Untuk apa kamu bantu terus adik-mu?
Bahkan uang yang sudah kamu keluarkan bisa untuk membeli banyak keperluan rumah?"
Lalu dengan tenang Peter menjawab :
"Kebutuhan rumah tangga kita tidak akan kekurangan dengan membantu adik saya.
Selain itu kedamaian dan kesejahteraan yang mama rasakan sudah melebihi kesusahan yang adik saya peroleh setiap hari."
Dalam Injil hari ini bercerita tentang anak yang hilang, di mana Si Sulung marah atas sikap ayahnya yang begitu baik pada adiknya padahal adiknya telah memboroskan harta ayahnya.
Tetapi ayahnya berkata:
"Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu"
Kasih selalu akan memberi apapun yang telah diambil oleh orang lain.
Dan pada saatnya orang yang mengambil menyadari bahwa egolah yang berbuat demikian.
Oratio:
Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
(Mzm 103:1)
Missio:
Marilah kita selalu memprioritaskan kasih dan pengampunan di atas segala harta di bumi.
Have a Blessed Saturday.
______________
Bacaan dari kitab Mikha.
= Mi.7:14-15,18-20 =
Gembalakanlah umat-Mu dengan tongkat-Mu, kambing domba milik-Mu sendiri, yang terpencil mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan.
Biarlah mereka makan rumput di Basan dan di Gilead seperti pada zaman dahulu kala.
Seperti pada waktu Engkau keluar dari Mesir, perlihatkanlah kepada kami keajaiban-keajaiban!
Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?
Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.
Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!
=============
Inilah Injil Yesus Kristus menurut St.Lukas.
= Luk.15:1-3,11-32 =
Perumpamaan tentang anak yang hilang
(Mat 18:12-14)
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya:
"Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
"Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
Kata yang bungsu kepada ayahnya:
Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku.
Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh.
Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu.
Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya:
Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya.
Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Kata anak itu kepadanya:
Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya:
Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.
Maka mulailah mereka bersukaria.
Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
Jawab hamba itu:
Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk.
Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya:
Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
Kata ayahnya kepadanya:
Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.
________________
Banyak orang stress begitu menghadapi masalah, karena mereka beranggapan hidup itu bebas dari masalah… padahal sesungguhnya karena ada masalahlah orang baru bisa bertahan hidup dan dapat menghargai hidupnya.
Bila dapat melihat masalah sebagai sebuah keindahan.. maka hidup akan jadi indah !
Tetapi bila melihat masalah sebagai beban hidup, maka hidup ini pun akan jadi beban.
Dalam falsafat Zen dikatakan bahwa itu adalah "Kebodhian".
Jika tidak ada masalah bagaimana mungkin bisa mendapat kebijaksanaan ?
Ada masalah baru bisa muncul Pencerahan.
Bagaimana menghadapinya ?
Butuh ketenangan dan kejernihan bathin… perlahan tetapi pasti dapat melihat semua benang merah dari permasalahan yang ada dan uraikan benang kusut itu.
Jika masih kusut, jangan khawatir, ambil gunting dan gunting saja…
beres kan…
hahahhaa…
Jangan karena 1 masalah dan kita membuat masalah yang baru atau menderita selamanya.
Jadikan masalah sebagai tantangan dan batu loncatan untuk sebuah kesuksesan.
Bila lari dari masalah, pasti ada masalah yang lebih besar menghadang…
Jika ada masalah, kita akan jauh lebih kuat, tegar dan lebih bijak untuk melihat semua permasalahan.
90 % masalah, muncul dari dalam diri sendiri, dari cara kita berpikir, ketidaktahuan, keserakahan dan kesombongan, kurang bijaksana, tidak memiliki cinta kasih dan kasih sayang…
Mau dibawa kemana hidup ini ?
Kita sendiri yang menentukannya !
[Ernawati H / Medan]
Sumber: Kebajikan
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.