Bacaan hari ini
Kamis, 21 Maret 2013
= Yohanes 8:51-59 =
Saudaraku,
dalam kehidupan sering terjadi seseorang diremehkan oleh orang lain, baik dalam pergaulan dimasyarakat, keluarga maupun dikantor.
Padahal, untuk masa mendatang, kita tidak tahu bagaimana kehidupannya kelak.
Yang tadinya seorang miskin menjadi kaya, seorang yang bodoh menjadi pintar dsb.
Oleh sebab itu, kita diajak untuk tidak memandang sebelah mata dan tidak menganggap remeh orang lain.
Mari kita belajar untuk menghargai orang lain bagaimanapun kondisinya saat ini, karena semua manusia adalah berharga dimata TUHAN.
TUHAN menyediakan yang terbaik pada waktu yang tepat untuk setiap orang.......
1 2 3............yes............Gbu
______________
JANGAN MEMANDANG RENDAH ORG LAIN KRN DIMATA TUHAN SEMUA ORANG SAMA DAN SEMUA BERHARGA DLM PANDANGANNYA.
Yoh 8:51-59.
Orang-orang Yahudi menolak dan memandang remeh kpd Yesus.
Mereka sangat menghormati Abraham dan bangga menjadi anak-anak Abraham.
Namun mereka tdk mau percaya kpd Yesus.
Sesungguhnya Yesus lebih besar dari Abraham.
Seandainya mereka org beriman,mereka tentu tahu bahwa Yesus yg berdiri di hadapan mereka lebih besar dari Abraham.
Seharusnya mereka memberi hormat kpd Yesus lebih daripada kpd Abraham.
Kata Yesus kpd mereka, "Aku berkata kpdmu,sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku ada"
Merasa dilucuti harga dirinya, mereka marah mengambil batu utk melempari Dia.
Yesus pun menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
Pagi ini, lewat Injil kita diajak utk tdk memandang sebelah mata dan tdk menganggap remeh orang lain.
YUK
KITA MENGHARGAI ORANG LAIN BAGAIMANA PUN KONDISINYA SAAT INI,KARENA SEMUA MANUSIA CIPTAAN ALLAH DAN SEMUANYA BERHARGA DI MATANYA.
Gbu.
_____________
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan org
(Mat 5:16a)
Nilai hidup ini terukur dr seberapa kita berguna bagi org lain, bukan dari harta yg dimiliki.....
________________
Renungan Katolik
"Bahasa Kasih"
Kamis, 21 Maret 2013
Kej 17:3-9
Mzm 105:4-9
Yoh 8:51-59
BERANIKAH SAYA?
Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia...
- Yoh 8:59
Berbicara tentang kebenaran atau berbuat sesuai yang semestinya di jaman sekarang ini sangat banyak tantangannya.
Kita akan dianggap tidak mengikuti jaman dan tidak fleksibel. Tidak jarang kita dijauhi atau bahkan dimusuhi karena dianggap kaku, padahal kita hanya berusaha untuk hidup benar. Akibatnya tak banyak orang yang mau benar-benar hidup sesuai dengan kebenaran karena tidak tahan menghadapi tantangannya.
Namun coba bayangkan, ketika kita mengalami suatu masalah dimana kita mengharapkan pembelaan dari orang lain yang mengetahui kebenarannya tapi mereka tidak berani untuk mengatakan kebenaran itu, apa yang kita rasakan? Sebaliknya, bagaimana pula sikap kita ketika kita mengetahui kebenaran yang bisa menolong orang lain? Beranikah kita tampil untuk mengatakan kebenaran itu?
Pengalaman Yesus ketika menyatakan kebenaran tapi akan dilempari batu membuat saya yakin, Tuhan tidak akan membiarkan kita sendirian ketika kita harus melakukan perbuatan yang benar. Ia pasti memberikan rahmatNya. Percayalah bahwa Tuhan akan senantiasa menyertai kita untuk melakukan kebenaran. (Jc)
Beranikah saya menghadapi tantangan untuk bicara tentang kebenaran?
_______________
Bacaan dari kitab Kejadian.
= Kej.17:3-9 =
Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
"Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau:
Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.
Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."
Lagi firman Allah kepada Abraham:
"Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun."
_________________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.
= Yoh.8:51-59 =
Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya:
"Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan.
Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati!
Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"
Jawab Yesus:
"Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya.
Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia.
Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya:
"Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
Kata Yesus kepada mereka:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
________________
God Bless All of You.
Kamis, 21 Maret 2013
= Yohanes 8:51-59 =
Saudaraku,
dalam kehidupan sering terjadi seseorang diremehkan oleh orang lain, baik dalam pergaulan dimasyarakat, keluarga maupun dikantor.
Padahal, untuk masa mendatang, kita tidak tahu bagaimana kehidupannya kelak.
Yang tadinya seorang miskin menjadi kaya, seorang yang bodoh menjadi pintar dsb.
Oleh sebab itu, kita diajak untuk tidak memandang sebelah mata dan tidak menganggap remeh orang lain.
Mari kita belajar untuk menghargai orang lain bagaimanapun kondisinya saat ini, karena semua manusia adalah berharga dimata TUHAN.
TUHAN menyediakan yang terbaik pada waktu yang tepat untuk setiap orang.......
1 2 3............yes............Gbu
______________
JANGAN MEMANDANG RENDAH ORG LAIN KRN DIMATA TUHAN SEMUA ORANG SAMA DAN SEMUA BERHARGA DLM PANDANGANNYA.
Yoh 8:51-59.
Orang-orang Yahudi menolak dan memandang remeh kpd Yesus.
Mereka sangat menghormati Abraham dan bangga menjadi anak-anak Abraham.
Namun mereka tdk mau percaya kpd Yesus.
Sesungguhnya Yesus lebih besar dari Abraham.
Seandainya mereka org beriman,mereka tentu tahu bahwa Yesus yg berdiri di hadapan mereka lebih besar dari Abraham.
Seharusnya mereka memberi hormat kpd Yesus lebih daripada kpd Abraham.
Kata Yesus kpd mereka, "Aku berkata kpdmu,sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku ada"
Merasa dilucuti harga dirinya, mereka marah mengambil batu utk melempari Dia.
Yesus pun menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
Pagi ini, lewat Injil kita diajak utk tdk memandang sebelah mata dan tdk menganggap remeh orang lain.
YUK
KITA MENGHARGAI ORANG LAIN BAGAIMANA PUN KONDISINYA SAAT INI,KARENA SEMUA MANUSIA CIPTAAN ALLAH DAN SEMUANYA BERHARGA DI MATANYA.
Gbu.
_____________
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan org
(Mat 5:16a)
Nilai hidup ini terukur dr seberapa kita berguna bagi org lain, bukan dari harta yg dimiliki.....
________________
Renungan Katolik
"Bahasa Kasih"
Kamis, 21 Maret 2013
Kej 17:3-9
Mzm 105:4-9
Yoh 8:51-59
BERANIKAH SAYA?
Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia...
- Yoh 8:59
Berbicara tentang kebenaran atau berbuat sesuai yang semestinya di jaman sekarang ini sangat banyak tantangannya.
Kita akan dianggap tidak mengikuti jaman dan tidak fleksibel. Tidak jarang kita dijauhi atau bahkan dimusuhi karena dianggap kaku, padahal kita hanya berusaha untuk hidup benar. Akibatnya tak banyak orang yang mau benar-benar hidup sesuai dengan kebenaran karena tidak tahan menghadapi tantangannya.
Namun coba bayangkan, ketika kita mengalami suatu masalah dimana kita mengharapkan pembelaan dari orang lain yang mengetahui kebenarannya tapi mereka tidak berani untuk mengatakan kebenaran itu, apa yang kita rasakan? Sebaliknya, bagaimana pula sikap kita ketika kita mengetahui kebenaran yang bisa menolong orang lain? Beranikah kita tampil untuk mengatakan kebenaran itu?
Pengalaman Yesus ketika menyatakan kebenaran tapi akan dilempari batu membuat saya yakin, Tuhan tidak akan membiarkan kita sendirian ketika kita harus melakukan perbuatan yang benar. Ia pasti memberikan rahmatNya. Percayalah bahwa Tuhan akan senantiasa menyertai kita untuk melakukan kebenaran. (Jc)
Beranikah saya menghadapi tantangan untuk bicara tentang kebenaran?
_______________
Bacaan dari kitab Kejadian.
= Kej.17:3-9 =
Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
"Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau:
Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.
Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."
Lagi firman Allah kepada Abraham:
"Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun."
_________________
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.
= Yoh.8:51-59 =
Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya:
"Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan.
Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati!
Nabi-nabipun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"
Jawab Yesus:
"Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikitpun tidak ada artinya.
Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia.
Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya:
"Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
Kata Yesus kepada mereka:
"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
________________
God Bless All of You.
No comments:
Post a Comment
Do U have another idea ?
LET'S SHARE 2 US.